Manado

Manado (930)

Manado,Sulutnews.com - Sekolah Menengah Umum Tingkat Atas (SMA) Swasta Advent Klabat yang beralamat di Kota Manado, di laporkan ke Polda Sulut terkait dengan dugaan keterangan palsu, berupa Dokumen ljasah.

Laporan tersebut di layangkan oleh Ketua DPD PBH Lidik Krimsus RI Provinsi Sulut Marice Sairatu ke Polda Sulut, pada Rabu (27/10/2021).

Kepada wartawan usai melapor, Marice menjelaskan bahwa akibat terbitnya dokumen ijazah tersebut telah digunakan oleh seorang perempuan yang berinisial MK untuk berkuliah di PTS Ternama di Kabupaten Minahasa Utara.

"Dan yang bersangkutan telah berhasil ditamatkan, bahkan saat ini telah menduduki jabatan sebagai Kepala Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Halmahera Utara Provinsi Maluku Utara, ujar Marice.

Diterangkan Marice sesuai data yang ada, ketika dibandingkan dengan ijazah yang diterbitkan oleh sekolah pada Angkatan, "kami temukan ada beberapa keganjilan atau ketidak sesuaian antara lain Nomor seri ijazah, usianya lulus 16 tahun, tanda tangan Kepala Sekolah, bentuk cap yang digunakan, Nama sekolah, alamat sekolah, dan lain lain, ungkapnya.

Atas dasar inilah kami melapor ke Polda Sulut karena kami keberatan atas terbitnya ijazah ini yang pada akhirnya menyebabkan kegaduhan di lingkungan organisasi Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) sebagai Yayasan yang menaungi Sekolah Menengah Umum Tingkat Atas (SMA) Swasta Klabat Manado, Imbuhnya.

Lanjut Marice sehubungan dengan laporan tersebut, pihaknya bermohon kepada Kepala Polisi Daerah Sulawesi Utara  (Kapolda Sulut) untuk dapat melakukan penyelidikan atas dugaan keterangan Palsu Dokumen ljasah dimaksud terhadap pihak - pihak yang  terkait di antaranya Pengguna ijazah tersebut, Pejabat institusi/ Yayasan yang terlibat dalam penerbitan ijazah yang di Laporkan oleh DPD PBH Lidik Krimsus RI Provinsi Sulut selaku Pelapor tukas Marice.

Terkait laporan DPD PBH Lidik Krimsus RI Provinsi Sulut di Polda Sulut sampai berita ini diturunkan saat di konfirmasi, Kapolda Sulut Irjen Pol Nana Sudjana melalui Kabid Humas  Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast belum memberikan tanggapan dan perempuan MK terduga pengguna Ijazah palsu belum dapat dihubungi.(Adrian)

Manado,Sulutnews.com - Kuasa pemilik lahan masyarakat desa Bakan, Kabupaten Bolaang Mongondow Syarif Paputungan bersama Ormas Laskar Anti Korupsi (LAKI) mendatangi Bidang Profesi dan Keamanan (Propam) Polda Sulut, Selasa (26/10/2021).

Adapun maksud kedatangan mereka ke Polda Sulut di jelaskan Paputungan untuk membuat aduan ke Propam terkait dengan oknum penyidik di Poda Sulut yang menangani Laporan Polisi yang dilayangkan olehnya pada tanggal 22 Juli 2021, terkait dugaan keterangan palsu dalam akta otentik.

Hal ini disebabkan ada beberapa poin yang di temukan tidak sesuai dengan perundang-undangan untuk itu pihaknya menempuh jalur hukum dengan melaporkan oknum penyidik tersebut ke Propam Polda Sulut.

"Selain itu kami juga mengecek pengaduan ke Kapolda untuk permohonan gelar perkara atas LP kami, ungkap Paputungan.

Menurutnya karena keterangan yang ia dapatkan dari penyidik berlainan dengan kenyataan yang ada.

Adapun hal dimaksud adalah yaitu lahan yang dikuasai oleh pemilik lahan berinisial NM telah dibayarkan atas nama seorang berinisial RS.

"Hasil penyelidikan yang disampaikan kepada kami itu bahwa lahan yang kami ajukan tersebut belum dikuasai oleh perusahaan.

Lanjut Paputungan hal ini sudah bertentangan dengan yang dilaporkan sehingga untuk itulah dirinya datang dari Jakarta.

"Yang saya pertanyakan kerugian materi apa yang dialami NM karena lahan dimilikinya belum dikuasai perusahaan. Itu kan berlainan konteks dengan yang kami laporkan," tegasnya.

Oleh karena itu, pihaknya menduga ini disampaikan oleh perusahaan seperti yang mereka alami di kementerian.

"Sudah kami laporkan dan nantinya kami akan mendapatkan panggilan untuk dimintai keterangan," katanya.

Dia juga menambahkan, hal ini bertentangan yang disampaikan Presiden Jokowi yang telah menginstruksikan kepada kepolisian untuk menindak mafia tanah.

"Ini malah ada dugaan melindungi mafia tanah," tuturnya.

Senada dengan itu, Ketua Ormas LAKI Sulut Firdaus Mokodompit mendesak Propam Polda untuk menyelidiki dugaan oknum penyidik yang diduga melindungi mafia tanah.

"Kami berharap ini menjadi perhatian karena masyarakat butuh kepastian dan perlindungan hukum," tandasnya.

Terkait laporan yang di maksut, Kapolda Sulut Irjen Pol Nana Sudjana melalui Kabid Propam Polda Sulut Kombes Pol Marlien Tawas saat di  konfirmasi kepada media ini mengatakan  akan mengecek laporan tersebut. "Terimakasih atas konfirmasinya, nanti akan saya cek singkat Tawas.(Adrian)

Manado, Sulutnews.com - Ketua DPRD Kota Tomohon Djemmy Sundah, SE didampingi wakil ketua DPRD Drs. Johny Runtuwene & Erens Kereh, AMKL bersama Sekretaris DPRD Kota Tomohon Fransiskus F. Lantang, SSTP mengikuti kegiatan Forum Pimpinan DPRD dalam rangka implementasi dan komunikasi secara intensif tugas dan pokok dan fungsi serta membangun sinergitas DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota yang dilaksanakan di Hotel Luwansa Manado, 12 Oktober 2021.

Yang menjadi narasumber dalam kegiatan ini Direktur pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah Ditjen Keuangan Daerah Kementerian Dr. Drs. Horas M. Panjaitan, M. Ec. Dev.

Hadir dalam kegiatan ini Pimpinan DPRD (Ketua & Wakil Ketua) DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota Se-Provinsi Sulawesi Utara, Anggota DPRD Prov. Sulawesi Utara, Sekretaris DPRD Provinsi dan Kab/Kota, Kabag Keuangan dan Kabag Persidangan Sekretariat DPRD Kab/Kota.

Manado,Sulutnews.com - Anggota Komite II Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Ir. Stefanus BAN Liow, MAP (SBANL) dari kediamannya di Kota Tomohon secara resmi pelatihan dan penyuluhan penyuluhan secara virtual oleh Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, melalui Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Bitung, Selasa (26/10-2021). Dalam prakatanya Senator SBANL mengatakan bahwa pelatihan dan penyuluhan perikanan adalah momentum sebagai salah satu cara untuk mendorong nelayan agar dapat memanfaatkan ikan hasil tangkap dengan optimal.

Senator SBANL berharap pelatihan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan disertai karakter yang baik bagi nelayan serta tentunya memberikan nilai tambah ekonomi keluarga dan kesejahteraan masyarakat ditengah tantangan pandemi Covid-19.

Dijelaskan Senator SBANL Program pelatihan dan penyuhan perikanan adalah perwujudan sinergitas Komite II DPD RI dengan salah satu mitranya, yakni Kementerian Kelautan dan Perikanan RI yang sama-sama mempunyai tekad dan komitmen membangun sumber daya kelautan dan perikanan dengan meningkatkan kompetensi berdaya saing mewujudkan kemakmuran masyarakat, ujar

Senator SBANL yang terus  berkomitmen menjembatani aspirasi dan kepentingan Masyarajat Sulut di pusat.

Sebelumnya,  Kepala Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Dr. Ir. Kudiantoro, MS memberikan apresiasi kepada Senator Stefanus Liow yang terus berkomitmen membangun sumber daya kelautan dan perikanan untuk mewujudkan kemakmuran masyarakat dan membangun negeri tingkatkan ekonomi nelayan, termasuk di Provinsi Sulawesi Utara.

Menurut Kudiantoro, bahwa ikan merupakan komoditi yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Namun produk ikan sangat cepat nengalami penurunan mutu, sehingga perlu perhatian serius agar mutu ikan tetap terjaga sampai ditangan konsumen.

Kepala Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Bitung Akhmad Ridiodun, SP,MT menjelaskan selama dua hari tanggal 26-27 Oktober 2021 digelar (1) Pelatihan cara penanganan ikan yang baik bagi masyarakat pelaku utama nelayan di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, dan (2) Pelatihan Perawatan Mesin Bensin (tempel dan ketinting) kapal perikanan bagi masyarakat pelaku utama nelayan di Kabupaten Minahasa Selatan. (Adrian)

Manado,Sulutnews.com - Anggota Komite II Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Ir Stefanus BAN Liow, MAP (SBANL) melakukan kunjungan kerja di kantor Pertamina Cabang Manado, Senin (25/10).

Kedatangan Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) Daerah Pemilihan (Dapil) Sulawesi Utara (Sulut) itu adalah untuk memperjuangkan penambahan kuota solar untuk Sulut.

Terkait pengawasan pelaksanaan UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi serta perubahannya dalam UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, Senator SBANL meminta agar pihak Pertamina menambah kuota solar untuk Sulut.

”Akhir-akhir ini kita melihat antrean panjang di SPBU-SPBU di Sulut untuk mendapatkan solar. Setelah dicek, ternyata karena kekurangan stok akibat kuota yang kecil,” kata Stefa–sapaan akrab Senator SBANL kepada pihak Pertamina.

Stefa meminta agar bersama pemerintah dan masyarakat, Pertamina mengurangi masalah sosial kemasyarakatan termasuk pemberdayaan ekonomi, antaranya program Corporate Social Responsiility (CSR).

Diketahui selain meminta penambahan luota solar, SBANL juga meminta Pertamina untuk meningkatkan pengawasan terhadap penyaluran gas elpiji 3 kilogram, apalagi menjelang perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 pasti konsumsi masyarakat akan meningkat ungkap SBANL.

Kunjungan kerja Senator SBANL direspons positif oleh Sales Area Manager (SAM) Pertamina Retail SulutGo, Tito Rivanto Marsono.

Tito mengatakan akan segera melaporkan apa yang di sampaikan oleh Senator SBANL ke pertamina pusat terkait kondisi  yang terjadi di Provinsi Sulawesi Utara.

“Antrian BBM jenis solar terjadi di seluruh daerah di Indonesia walaupun dengan karakteristik yang berbeda, tapi kami tetap akan melaporkan ke pusat terkait apa yang terjadi. Dan untuk pengawasan distribusi elpiji akan lebih ditingkatkan,” jelas Tito.

"kami juga sudah mempresentasikan program pembangunan pertashop untuk memudahkan masyarakat mendapatkan bahan bakar minyak jenis Pertalite dan Pertamax sambil membuka kesempatan kepada masyarakat untuk menjadi mitra kerja Pertamina membangun Pertashop. (Adrian)

Manado,Sulutnews.com – Polda Sulut angkat bicara atas beredarnya postingan di media sosial tentang dugaan pemerasan yang dilakukan AKP Renthauli Pardede terhadap para Kapolsek jajaran.

Kapolda Sulut Irjen Pol Nana Sudjana melalui Kabid Humas Kombes Pol Jules Abraham Abast menegaskan, postingan tersebut adalah hoax.

“Informasi tersebut hoax alias bohong,” tegas Kombes Pol Jules Abraham Abast, Minggu (24/10/2021) siang.

Lanjutnya, Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulut telah melakukan permintaan keterangan terhadap kurang lebih 38 Kapolsek jajaran.

“Dan semua menyatakan tidak pernah mengalami seperti apa yang tertuang dalam postingan tersebut. Sehingga tidak benar ada pemerasan yang dilakukan oleh AKP Renthauli Pardede,” jelas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Hasil penelusuran, tambahnya, informasi tersebut diposting di media sosial Facebook menggunakan akun palsu, dengan nama Mawar Hiram.

“Kami berharap masyarakat untuk bijak dalam bermedia sosial, dan tidak mudah percaya pada informasi atau berita yang tidak sesuai kebenarannya,” pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast. (Adrian)

Manado, Sulutnews.com – Satgassus Maleo Polda Sulut mengamankan pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) yang beraksi di kantor PT Manado Inter Money Changer, Jalan Wolter Monginsidi Bahu, Malalayang, Manado.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, pelaku seorang pria berinisial JGF (60), warga Bahu Lingkungan IX, Malalayang.

“Kejadiannya pada Jum’at (22/10/2021) pagi. Kemudian pelaku ditangkap pada Jum’at malam sekitar pukul 18.00 WITA, di rumahnya,” kata Kombes Pol Jules Abraham Abast, Sabtu (23/10) siang.

Diketahui, kasus curas tersebut viral di media sosial beberapa saat usai kejadian. Pihak korban lalu melaporkan kejadian ke Polsek Malalayang.

“Dalam penyelidikan, Satgassus Maleo Polda Sulut mengantongi identitas pelaku berdasarkan rekaman CCTV. Selanjutnya dilakukan penangkapan,” jelas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Saat ditangkap, pelaku sedang menulis surat wasiat berisi pengakuan dan permintaan maaf kepada keluarganya karena telah melakukan curas, bahkan pelaku berencana akan bunuh diri.

Informasi diperoleh, pelaku yang berprofesi sebagai kontraktor ini nekad melakukan curas karena terlilit hutang. Pasalnya, upah harian untuk para pekerja sudah digunakannya untuk bermain judi online.

Kombes Pol Jules Abraham Abast menambahkan, dalam penangkapan tersebut turut diamankan sejumlah barang bukti yang digunakan pelaku saat beraksi.

Antara lain, pakaian yang terdiri dari kaos kerah hitam, celana jeans biru donker, sepatu biru-putih, tas ransel abu-abu, mobil Nissan Juke merah, handphone, juga uang tunai Rp15 juta hasil curas, serta martil.

“Pelaku beserta barang bukti sudah diserahkan dan diamankan di Polsek Malalayang untuk diperiksa lebih lanjut,” tandas Kombes Pol Jules Abraham Abast. (Adrian)

Manado,Sulutnews.com - Kerja nyata Polda Sulut melalui Polres Minahasa di bawa komando AKBP Tommy Bambang Souissa SIK,. dalam memberantas mafia bahan bakar minyak  (bbm) jenis solar di Kabupaten Minahasa menuai apresiasi dari masyarakat Sulawesi Utara (Sulut).

Pasalnya respon cepat Polres Minahasa dalam melayani laporan warga terkait kelangkaan minyak solar di SPBU, langsung  ditindak lanjuti oleh Polres Minahasa melalui Tim Tarantula.

"Apa lagi  kelangkaan bahan bakar bersubsidi jenis solar ini dinialai sangat menyusahkan masyarakat Sulut, bahkan di Kabupaten Minahasa sendiri kelangkaan Solar sudah bertahun - tahun sering  dikeluhkan oleh masyarakat.

Dengan terbongkarnya jaringan penimbun minyak solar yang berhasil di ungkap oleh Polres Minahasa melalui  Tim Tarantula,

Keberhasilan Tim Tarantula besutan Kapolres Minahasa ini banyak mendapat apresiasi dari berbagai kalangan.

Sebut saja Ketua Umum (OKLBI) Ormas Kristen Laskar Benteng Indonesia, Allan Berty Lumempouw. OKLBI memberikan apresiasi kepada Polda Sulut yang serius merespon kelangkaan bahan bakar minyak solar di Kabupaten Minahasa.

Dikatakan Lumempouw kerja nyata Polda Sulut melalui Polres Minahasa dalam memberantas mafia Solar, wajip di dukung dan diberikan apresiasi oleh masyarakat sulut.

Menurutnya kelangkaan minyak solar ini terjadi karna maraknya oknum - oknum mafia  solar yang ingin meraup keuntungan besar, Sehingga kelangkaan solar ini terjadi di mana - mana. dan ini bukan rahasia umum lagi, "tinggal magaimana kita menunggu keseriusan  aparat penegak hukum lainnya untuk membongkar bisnis gelap tersebut di wilayah hukumnya,  tutur Lumempow.

Hal senada juga di sampaikan oleh Ketua Ormas Waraney Santiago Indonesia (WSI) Marthin Waworuntu yang juga turut mendukung langkah Polda Sulut melalui Polres Minahasa, Ormas adat WSI mendukung langkah kepolisian  agar jangan  berhenti untuk membongkar jaringan mafia solar yang lagi marak di Sulawesi Utara.

Kepada media ini dikatakan Tonaas Marthin Waworuntu, " jangan hanya Polres Minahasa saja yang berani mengungkap masalah kelangkaan minyak solar ini, karena masalah kelangkaan minyak solar ini tidak hanya melanda Kabupaten Minahasa, melainkan terjadi di mana - mana (se-sulut) ungkapnya.

"Saya juga minta kepada Pemerintah agar dapat menindak tegas jika di temukan ada SPBU yang bermain mata dengan melanggar aturan penyaluran bbm.

Dikatakan Tonaas Marthin, Penyaluran  solar bersubsidi ini harus disalurkan  dengan tepat sasaran atau harus sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014.

"Maka, jika terdapat SPBU yang terindikasi dan terbukti terjadi penyelewengan, Pertamina harus memberikan sanksi tegas tanpa pandang buluh.

Ia menjelaskan, penyelewengan yang dilakukan oleh para pengelola SPBU 'nakal' itu diantaranya, pengisian solar subsidi dengan jeriken tanpa surat rekomendasi, pengisian ke kendaraan modifikasi, penyelewengan pencatatan atau administrasi, serta melayani pengisian atau transaksi di atas 200 liter, dan ini terjadi di mana - mana, ungkap Tonaas Mathin sambil memberikan apresiasi kepada Polres Minahasa.

Sebelumnya pengungkapan kasus  ini bermula pada hari Selasa, (19/10/2021, sekira pukul 14.45wita, bertempat di jalan raya Langowan.

Dimana pada saat itu Timsus Tarantula Polres Minahasa yang dipimpin oleh WakaTim Bripka Surya awalnya berhasil mengamankan  satu orang pria terduga jaringan penimbun minyak berinisial JW (55)

Warha desa amongena II kec langowan timur, yang di amankan  bersama dengan satu kendaraan Open cup Daihatsu gran max deng plat No DB 8867 BG yang mengangkut 22 gelon minyak solar keseluruan berisi 700 liter.

Menariknya dalam pengembangan kasus ini Tim Tarantula berhasil menggali ketarangan terhadap terduga pelaku, yakni sehingga dari bahan ketarangan (baket) ini tim tarsius berhasil mengungkap lagi 3 orang terduga pelaku yang merupakan satu jaringan dengan pelaku yakni, FM (59) warga desa toraget jaga VI langowan timur, MRR (44)

Warga desa Walantakan jaga IV kec langowan utara dan LP (51) warga walu ure jaga I kec langowan timur.

Kapolres Minahasa AKBP Tommy Bambang Souissa SIK,. saat di konfrimasi oleh media ini menerangkan bahwa rencananya bbm yang berhasil di amankan oleh pihaknya akan di bawa oleh terduga pelaku ke wilayah tambang ratatotok di Kabupaten Mitra terang Kapolres. "Untuk proses lebih lanjut barang bukti dan para terduga pelaku telah di amankan kemako polres minahasa untuk  dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ​​sedangkan jumlah bbm yang telah di amankan keseluruhan berjumlah  1150 liter timpal  Kapolres. (Adrian)

Manado,Sulutnews.com - Wakapolda Sulut Brigjen Pol Johnny Eddizon Isir, S.I.K., MTC.P., menghadiri peresmian nama jalan dan lapangan oleh Ketua Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia (RI) Prof. Dr. H.M. Syarifuddin, S.H., M.H., di Kantor Pengadilan Terpadu Manado, Jum'at (22/10/2021) pagi.

Ruas jalan dan lapangan upacara/olahraga tersebut diresmikan dengan nama Prof. Dr. Mr. Raden S.E. Koesoemah Atmadja, yang merupakan Ketua MA RI pertama pada 1945-1952, serta telah diberi gelar Pahlawan Nasional oleh Pemerintah RI pada 1965.

Ruas jalan yang diresmikan adalah akses masuk dari Tugu Adipura Mapanget menuju kompleks Pengadilan Terpadu Manado, yang sebelumnya bernama Jalan Adipura Raya. Adapun nama jalan baru tersebut diusulkan oleh Pemprov Sulut.

Peresmian ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Ketua MA RI didampingi Gubernur Sulut Olly Dondokambey.

Gubernur dalam sambutannya, menyatakan bersyukur dan bangga atas peresmian nama jalan dan lapangan Pengadilan Terpadu Manado, yang diresmikan langsung oleh Ketua MA RI.

“Terima kasih juga Bapak Ketua MA RI, karena pembangunan sarana prasarana pengadilan di Sulut khususnya di Kepulauan Talaud sudah selesai. Sehingga pelayanan kepada masyarakat di bidang hukum terutama di wilayah kepulauan jadi lebih mudah,” ujar Gubernur.

Sementara itu Ketua MA RI, mengapresiasi berdirinya gedung Pengadilan Terpadu Manado, yang merupakan gedung Pengadilan Terpadu pertama dan satu-satunya di Indonesia.

Pihaknya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Gubernur Sulut yang telah berkenan menyematkan nama jalan di depan kantor Pengadilan Terpadu Manado ini dengan nama Prof. Dr. Mr. Raden S.E. Koesoemah Atmadja.

“Kami yakin pemberian nama jalan Prof. Dr. Mr. Raden S.E. Koesoemah Atmadja ini merupakan wujud penghormatan dan penghargaan kepada beliau atas jasa-jasanya yang telah dipersembahkan kepada bangsa dan negara, khususnya bagi instansi MA dan badan peradilan yang berada di bawahnya,” tutur Ketua MA RI.

Pihaknya pun berharap, mudah-mudahan dengan pemberian nama jalan ini akan tumbuh gelora kepahlawanan dan patriotisme di tengah masyarakat, khususnya di dalam jiwa insan aparatur peradilan dalam bentuk semangat yang tinggi menegakkan hukum dan keadilan demi terwujudnya kejayaan bangsa dan negara.

“Kita juga berharap mudah-mudahan dari gedung-gedung yang megah ini bukan hanya memberikan pelayanan yang terbaik bagi para pencari keadilan, tetapi juga terpancar rasa keadilan yang didambakan oleh para pencari keadilan,” pungkas Ketua MA RI.

Turut hadir dalam peresmian, di antaranya Wakil Ketua MA RI Bidang Yudisial bersama para Ketua Kamar MA RI, Hakim Agung, Sekretaris dan Panitera MA RI, Pejabat Eselon I MA RI, Ketua Pengadilan Tingkat Banding dan Tingkat Pertama, serta Forkopimda Sulut. (Adrian)

Manado,Sulutnews.com - Prestasi membanggakan ditorehkan salah satu personel Satuan Brimob Polda Sulut, Bripka David Sasube. Ia dipercaya menjadi salah seorang wasit cabang olahraga sepak bola putri pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX yang digelar di Provinsi Papua baru-baru ini.

Diketahui Bripka David Sasube sudah menekuni profesi wasit sejak tahun 2007 dan beberapa event yang sudah dipercayakan kepadanya. Pada tahun 2021 ini, ia dipilih secara langsung oleh PSSI Pusat untuk bertugas sebagai wasit PON XX cabang sepak bola putri dan wasit di Liga 2 Indonesia setelah PON XX Papua selesai.

"Saya tidak menyangka akan ditunjuk dan diberi kepercayaan untuk menjadi wasit pada cabang  olahraga sepak bola putri PON XX Papua dan wasit Liga 2 Indonesia,  ini suatu kepercayaan yang harus saya pertanggungjawabkan dan saya laksanakan, saya siap,” ujar David panggilan akrabnya.

Sebelum pertandingan katanya, tim wasit yang ditugaskan di cabor olahraga sepak bola putri melaksanakan konsolidasi tentang aturan-aturan yang akan diterapkan pada pertandingan sepak bola putri. 

“Tim wasit beserta pemain yang akan mengikuti pertandingan harus melaksanakan swab test antigen terlebih dahulu dikarenakan pandemi Covid-19 yang belum berakhir dan selanjutnya setelah dinyatakan negatif baru melaksanakan pertandingan,” ujar David.

Bripka David memimpin beberapa pertandingan mulai dari pembukaaan pertandingan, semi final hingga laga final yang mempertemukan tuan rumah tim sepak bola putri Papua Vs tim sepak bola putri Jawa Barat, yang dimenangkan oleh tim sepak bola putri Papua dengan skor 1-0.

Sementara itu Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Sulut Kombes Pol Brury Soekotjo AP mengaku bangga atas terpilihnya Bripka David Sasube sebagai salah satu wasit dalam cabang olahraga sepak bola putri di PON XX Papua.

Ia berharap agar anggota lainnya dapat termotivasi dan mampu berkarya di tingkat nasional seperti Bripka David Sasube.  “Wasit salah satu elemen penting dalam suatu pertandingan, jadi saya juga harus memberikan apresiasi kepadanya, yang terpenting pesan saya selalu junjung tinggi sportivitas karena wasit itu harus jujur dan adil,” pungkas Kombes Pol Brury Soekotjo AP. (Adrian)