Manado

Manado (930)

Manado,Sulutnews.com – Polri melalui SSDM Polri dan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang pendidikan, pelatihan, pengkajian, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan kelembagaan, dan keamanan kampus.

Penandatanganan naskah MoU tersebut berlangsung di aula lantai 4 Gedung Rektorat Unsrat Manado, Kamis (11/11/2021) sore.

Dihadiri oleh Anjak Utama Bidang Jianstra SSDM Polri Brigjen Pol Drs. Sri Eko Pranggono, Wakapolda Sulut Brigjen Pol Johnny Eddizon Isir, S.I.K., MTC.P., dan Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Ellen Joan Kumaat, M.Sc., DEA., beserta para Wakil Rektor dan Dekan.

Rektor Unsrat dalam sambutannya, mengatakan, menyambut baik penandatanganan MoU ini yang merupakan kelanjutan kerjasama antara Polri dengan Unsrat, yang sudah diperpanjang MoU-nya sejak 2015 lalu.

“MoU pertama itu pada 2015 dengan jangka waktu 5 tahun dan berakhir di 2020. Mengingat pada 2020 itu sedang hangat-hangatnya pandemi Covid-19, maka perpanjangan MoU baru bisa kita laksanakan di tahun 2021 ini,” ujar Prof. Ellen.

Lanjutnya, kerjasama Unsrat dengan Polri termasuk juga dengan Polda Sulut, dalam implementasinya telah dilaksanakan berbagai kegiatan kerjasama.

“Jadi kerjasama ini bukan hanya sekedar di atas kertas, tetapi kita sudah laksanakan implementasinya dalam lingkup pendidikan, kuliah-kuliah umum, pelatihan Satuan Pengamanan Unsrat, pengamanan Unsrat termasuk juga vaksinasi massal beberapa waktu lalu,” jelas Prof. Ellen.

Terkait MoU yang ditandatangani tersebut, khususnya dalam lingkup pendidikan, ada beberapa mahasiswa yang berasal dari kepolisian yang tersebar di jenjang S-I maupun S-II.

“Kami menyambut baik jika ada anggota Polri yang akan melanjutkan pendidikan di Unsrat untuk jenjang S-I, S-II, S-III, profesi bahkan mungkin dokter spesialis,” ucap Prof. Ellen.

Namun demikian, lanjut Prof. Ellen, dalam hal penerimaan mahasiswa mitra kerjasama ini, pihak Unsrat tetap menjunjung tinggi profesionalisme akademi.

“Di mana calon mahasiswa tersebut tetap wajib menempuh prosedur seleksi sebagaimana mahasiswa lainnya baik di tingat S-I, S-II, S-III, profesi bahkan mungkin dokter spesialis,” terangnya.

Prof. Ellen menambahkan, sekitar sebulan yang lalu Unsrat telah memperoleh status akreditasi klasifikasi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi.

“Harapan kami setelah penandatanganan MoU ini akan dilanjutkan dengan berbagai perjanjian kerjasama dan kegiatan implementasi dengan intensitas yang aktif,” tutup Prof. Ellen.

Sementara itu Kapolda Sulut Irjen Pol Drs. Mulyatno, S.H., M.M., melalui Wakapolda, mengatakan, maksud dan tujuan MoU ini adalah untuk meningkatkan kualitas anggota Polri yang bertugas di Polda Sulut.

“Sehingga nantinya mampu mengidentifikasi, merumuskan, dan menyelesaikan masalah-masalah sosial yang berkaitan dengan fungsi dan kelembagaan kepolisian sesuai dengan karakteristik daerah,” kata Brigjen Pol Johnny Eddizon Isir.

Selanjutnya Asisten SDM Kapolri Irjen Pol Drs. Wahyu Widada, M.Phil., dalam sambutan tertulis dibacakan Anjak Utama Bidang Jianstra SSDM Polri, menerangkan, MoU ini sejalan dengan salah satu rencana aksi dari Program Prioritas Kapolri yaitu meningkatkan kerjasama di dalam dan luar negeri pada pendidikan dan pelatihan anggota Polri.

“Kerjasama antara Polri dan Unsrat ini diharapkan dapat meningkatkan sinergisitas dan kolaborasi antara Polri dengan perguruan tinggi dalam rangka peningkatan kompetensi dan kapasitas sumber daya manusia Polri guna menghadapi tantangan tugas saat ini dan di masa mendatang,” ujar Brigjen Pol Sri Eko Pranggono.

MoU yang sudah ditandatangani bersama ini, lanjut Brigjen Pol Sri Eko Pranggono, diharapkan segera diimplementasikan dalam bentuk kerjasama nyata, untuk memberikan manfaat yang signifikan bagi kedua belah pihak.

“Adapun kerjasama yang bisa dilakukan di antaranya, penelitian bersama, program magang mahasiswa Unsrat di Polri, program kelas khusus bagi anggota Polri, pelibatan personel Bhabinkamtibmas pada program pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa Unsrat, serta kegiatan lainnya yang bermanfaat dalam mewujudkan sinergisitas Polri dengan Unsrat,” pungkas Brigjen Pol Sri Eko Pranggono. (Adrian)

Manado, Sulutnews.com - Mantan Bupati Minahasa Periode 2013-2018 Drs Jantje Wowiling Sajow, MSi. (JWS) ditunjuk sebagai ketua Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD Partai Golkar Sulut pada Pemilu 2024 mendatang.

Penunjukan JWS sebagai ketua Mapilu dilakukan lewat rapat pengurus Partai Golkar Sulut.

Mewakili Ketua DPD Golkar Sulut, Christiany Eugenia Paruntu (CEP) Rapat ini dipimpin ketua harian Golkar Sulut James Kojongian yang didampingi Sekretaris Golkar Sulut Rasky Mokodompit.

"Dalam rapat ini memutuskan, menunjuk JWS sebagai Ketua Bappilu Golkar Sulut.

James Arthur Kojongian (JAG) menyampaikan, tugas JWS sebagai ketua Bappilu untuk melakukan konsolidasi partai hingga ke akar rumput.

“Penunjukkan Ini sudah sesuai mekanisme yang ada dan target awal dari ketua Bappilu yang baru sesuai amanat dari ibu CEP yaitu melakukan koordinasi dan menuntaskan konsolidasi sampai pada tingkat paling bawah dan melakukan penggalangan opini sesuai panduan dari MPO Partai Golkar,” tandas JAG.

Dengan penunjukan ini, maka JWS menggantikan Jabes Gaghana yang sebelumnya mengemban tugas ini, dan selanjutnya akan berkonsentrasi penuh sebagai ketua DPD II Golkar Sangihe dalam rangka konsolidasi sampai pada tingkat bawah.

JWS pun menyambut baik tugas ini dan akan segera melakukan koordinasi untuk pemenangan wilayah dalam rangka menyusun strategi pemenangan.

“Saya menyambut baik tugas ini dan sangat berterima kasih atas kepercayaan yang di berikan ibu CEP ke saya,” ungkap JWS

Selanjutnya Akan dilakukan koordinasi dalam rangka penyusunan strategi demi kemenangan kita pada kontestasi politik di tahun 2024 nanti,” tukas JWS.

Diketahui dalam rapat  ini, juga membahas mengenai kedatangan ketua Bappilu DPP Bapak Zainudin Amali yang juga menjabat Menteri Pemuda dan Olah Raga di Sulawesi Utara. (Adrian)

Manado,Sulutnews.com - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Komjen Pol Petrus Golose didampingi Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Wakapolda Sulut Brigjen Pol Johnny Eddizon Isir dan Kasdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Wirana Prasetya Budi mencanangkan Desa dan Kelurahan Bersih Narkoba (Bersinar), serta Launching Terobosan Kreatif Rehabilitasi BNNP Sulut.

Pencanangan dan launching dilaksanakan di aula Catur Prasetya Polda Sulawesi Utara, Kamis (11/11/2021) ditandai dengan menempelkan telapak tangan di videotron oleh keempat pejabat tersebut.

“Saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat Sulut dan Forkopimda serta seluruh stake holder dimana mampu menunjukan kebersamaan dan tingkat keseriusan dalam memerangi narkotika,” ujar Komjen Pol Petrus Golose.

Narkotika di Sulut menurut mantan Kapolda Bali ini cukup memprihatinkan. Dibutuhkan kebersamaan untuk meminimalisir peredaran narkotika.

“Program yang kita canangkan adalah bagaimana hard power dengan penegakan hukum tapi kita juga melakukan soft power yaitu bagaimana kita melakukan pencegahan dan rehabilitasi,” ujar pemilik jenderal bintang tiga ini.

Sulut katanya adalah daerah pertama yang mendeklarasikan program intervensi berbasis masyarakat. “Saya sebagai putra Sulut bangga dengan kepemimpinan gubernur daan jajaran bekerja sama dengan seluruh stakeholder, maka saya yakin kita akan bisa meminimalisir bahkan sampai dengan zero narkoba di Sulut,” harap Komjen Pol Petrus Golose.

Sementara itu Gubernur Olly berharap apa yang sudah dicanangkan ini dapat dilaksanakan dengan baik. “Narkoba itu adalah musuh generasi muda, kita jaga agar Sulut terbebas dari narkoba,” ujar Olly.

Pemprov Sulut katanya akan terus ikut untuk melakukan upaya pencegahan dan pembrantasan narkoba yang saat ini sudah sampai di desa-desa.

Pada kegiatan tersebut, juga diserahkan penghargaan kepada Gubernur dan Kepala Daerah yang telah mendukung dan membantu program P4GN.

Usai pencanangan dan launching, Kepala BNN RI bersama pejabat utama BNN RI, Forkopimda Sulut, para Kepala Daerah di Sulut meninjau Drugs Free Exhibition Day yang digelar di halaman utama Mapolda Sulut. (Adrian)

Manado,Sulutnews.com – Irjen Pol Drs. Mulyatno, S.H., M.M., resmi menjabat sebagai Kapolda Sulawesi Utara (Sulut) menggantikan Irjen Pol Drs. Nana Sudjana, M.M.

Hal tersebut setelah dilakukan upacara serah terima jabatan (sertijab) yang dipimpin langsung oleh Kapolri, Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., Rabu (10/11/2021) sore, di Rupattama Mabes Polri, Jakarta.

Diketahui, sertijab tersebut berdasarkan Keputusan Kapolri Nomor: Kep/1665/X/2021, tanggal 31 Oktober 2021 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan Polri.

Irjen Pol Drs. Nana Sudjana, M.M., diangkat dalam jabatan baru sebagai Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel).

Sedangkan Irjen Pol Drs. Mulyatno, S.H., M.M., sebelumnya menjabat sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.

Dalam kesempatan tersebut, turut pula dilaksanakan upacara Korps Raport Kenaikan Pangkat ke dan dalam golongan Perwira Tinggi Polri, serta sertijab lima Kapolda lainnya.

Rangkaian kegiatan tersebut dilaksanakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan ketat untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan sertijab tersebut.

“Setelah sertijab Kapolda Sulut di Mabes Polri, selanjutnya akan dilaksanakan rangkaian penyambutan dan pelepasan di Polda Sulut,” ujarnya, Rabu malam, di Mapolda.

Rangkaian penyambutan dan pelepasan, lanjut Kombes Pol Jules Abraham Abast, terdiri dari berbagai kegiatan.

“Di antaranya paparan laporan kesatuan, serah terima pataka, serta acara pengantar tugas,” pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast. (Adrian)

Manado,Sulutnews.com – Wakapolda Sulut Brigjen Pol Johnny Eddizon Isir menghadiri upacara dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kairagi, Manado, Rabu (10/11/2021) pagi.

Bertindak selaku Inspektur Upacara adalah Wakil Gubernur (Wagub) Sulut Steven Kandouw. Turut dihadiri Forkopimda dan Pejabat Pemprov Sulut, dengan peserta upacara personel TNI, Polri, ASN, serta pelajar.

Upacara ditandai dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan, mengheningkan cipta, peletakan karangan bunga, dan pembacaan doa. Selanjutnya penghormatan terakhir dan penaburan bunga di pusara para pahlawan.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, upacara ini bertujuan untuk mengenang dan menghormati jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur demi bangsa dan negara.

“Sesuai tema peringatan Hari Pahlawan tahun 2021 yaitu, Pahlawanku Inspirasiku, maka sebagai generasi penerus bangsa kita wajib meneladani sekaligus meneruskan cita-cita para pahlawan untuk mewujudkan Indonesia menjadi bangsa yang besar dan bermartabat,” pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast. (Adrian)

Manado,Sulutnews.com – Hingga November 2021, khususnya pada masa kepemimpinan Irjen Pol Nana Sudjana sampai saat ini, Polda Sulut dan Polres jajaran menangani 14 kasus Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

Hal tersebut dikatakan Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast dalam konferensi pers di Lobi Utama Mapolda Sulut, Selasa (09/11) petang.

 “Dari 14 kasus tersebut, 3 kasus dalam proses penyelidikan, kemudian 3 kasus proses penyidikan, dan  8 lainnya sudah Tahap II (P21),” ujarnya, didampingi Wadir Reskrimsus AKBP Robby Rahadian dan Kasubdit Tipidter Kompol Ferri Sitorus.

Penanganannya, lanjut Kombes Pol Jules Abraham Abast, di antaranya ditangani oleh Ditreskrimsus Polda Sulut sebanyak 5 kasus, kemudian Polres Kotamobagu 1 kasus, Polres Minahasa Tenggara (Mitra) 6 kasus, dan Polres Bolaang Mongondow Timur (Boltim) 2 kasus.

Kombes Pol Jules Abraham Abast kemudian merinci perkembangan penanganan kasus-kasus tersebut.

Mulai dari 5 kasus yang ditangani Ditreskrimsus, 3 kasus dalam proses penyelidikan, 1 kasus proses penyidikan, dan 1 kasus Tahap II (P21).

“Untuk 3 kasus yang masih proses penyelidikan, dilaporkan pada 25 Oktober 2021, tentang adanya aktivitas PETI di tiga lokasi. Yakni, di Sungai Bolonsio Totabunan, Lolak, Bolaang Mongondow (Bolmong), kemudian di Liang, Ratatotok, dan di Ampreng, Ratatotok, Mitra,” jelasnya, di depan sejumlah awak media.

Satu kasus dalam proses penyidikan, lanjut Kombes Pol Jules Abraham Abast, dilaporkan pada 6 September 2021. Yaitu tentang adanya aktivitas PETI di lokasi pertambangan KUD Nomontang di Desa Lanut, Modayag, Boltim, dengan terlapor berinisial EMT alias E dan kawan-kawan.

“Sedangkan 1 kasus yang sudah Tahap II (P21), laporannya pada 16 April 2021. Tentang aktivitas PETI menggunakan alat berat berupa ekskavator, di Perkebunan Buyayut/Sambiki Ratatotok Tengah, Ratatotok, Mitra. Tersangkanya masing-masing berinisial  ML, FS dan TL,” sebutnya.

Berlanjut ke 1 kasus PETI yang ditangani Polres Kotamobagu dan sudah Tahap II (P21), Kombes Pol Jules Abraham Abast menerangkan, laporannya pada 19 Juli 2021.

“Yaitu tentang aktivitas PETI di lokasi Jalina Desa Bakan, Kecamatan Lolayan. Kasus ini melibatkan tersangka masing-masing berinisial AS, WM, dan SM,” terangnya.

Sementara itu untuk 6 kasus PETI yang ditangani Polres Mitra, 2 dalam proses penyidikan, dan 4 sudah TahapI/Tahap II (P21).

Untuk 2 kasus yang sedang disidik, 1 kasus dilaporkan pada 11 Februari 2021 tentang aktivitas PETI di Perkebunan Alason, Ratatotok, dengan tersangka DPS.

Lalu 1 kasus lainnya dilaporkan pada 16 September 2021 tentang aktivitas PETI dan pengrusakan hutan di Kebun Raya Megawati Soekarno Putri, Ratatotok, Mitra, dengan terlapor yakni, A, J, LT, JL, C, P, dan IM.

Dijelaskan Kombes Pol Jules Abraham Abast, untuk 4 kasus yang Tahap I/Tahap II semuanya terkait aktivitas PETI dan pengrusakan hutan di Kebun Raya Megawati Soekarno Putri, Ratatotok, Mitra.

“Kasus 1 dilaporkan pada 22 Maret 2021, tersangkanya RM dan AA. Kasus 2 dilaporkan pada 24 Maret 2021, dengan tersangka RS. Selanjutnya kasus 3 dilaporkan pada 31 Maret 2021, dengan tersangka IL. Dan kasus 4, dilaporkan pada 26 Juli 2021, dengan tersangka SW dan EM,” rincinya.

Sedangkan 2 kasus yang ditangani Polres Boltim, sambung Kombes Pol Jules Abraham Abast, dilaporkan pada 18 Agustus 2021, dan keduanya sudah Tahap II (P21).

“Keduanya tentang laporan PETI dan pengrusakan hutan di Kawasan Hutan Lindung Gunung Simbalang. Kasus 1 tersangkanya CR, dan kasus 2 tersangkanya JP,” sebutnya.

Kombes Pol Jules Abraham Abast menambahkan, para tersangka secara keseluruhan ada 23 orang. Sebagian tersangka ditahan di Kejaksaan karena sudah P21.

“Kami juga menyita beberapa alat sebagai barang bukti yang diduga digunakan para tersangka untuk melakukan aktivitas PETI. Selain itu juga telah disita beberapa alat berat atau ekskavator,” pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast. (Adrian)

Manado,Sulutnews.com - Pasca dituding Pihaknya telah melakukan malpraktek yang diduga mengakibatkan almarhuma Agita Wajong (27), warga Kalurahan Matani Tiga, Kota Tomohon, Sulawesi Utara (Sulut) akhirnya meninggal dunia.

Direktur Rumah Sakit (RS) GMIM Bethesda Tomohon Dr Ramon Amiman akhirnya angkat bicara.

Kepada media ini, selasa (09/11/2021) dijelaskan Dr Amiman bahwa malpraktek medis atau kelalaian karena ketidakhati-hatian seorang dokter dalam pelaksaan kewajiban profesionalnya perlu dibuktikan ungkap Dr Amiman menjawab dugaan malpraktek yang terjadi di rumah sakit yang dipimpinnya itu.

Dikatakan Dr Amiman,  "kalau ada yang menduga telah terjadi malpraktek medis di RS GMIM Bethesda, itu sah-sah saja dan merupakan hak mereka.

"Tapi itu perlu dibuktikan,” cetus  Dr Amiman menampik dugaan malpraktek seperti yang disampaikan keluarga  Agitha Wajong yang meninggal dunia setelah pernah menjalani perawatan di RS GMIM Bethesda.

Foto : Almarhuma Agita Wajong

Sebelumnya dalam dalam Confrensi Pers yang di gelar oleh Pihak Keluarga, Senin (8/11/2021) bertempat di  D' Ce Cafe  Jalan Slanag Kelurahan Kolongan Satu Kota Tomohon, Kecamatan Tomohon Tengah.

"Pihak Keluarga almarhumah Agita Wajong (27), berencana bakal mengambil jalur hukum untuk Mempolisikan pihak Rumah Sakit (RS) Bethesda Tomohon.

Dalam pernyataan mereka, Pihak keluarga berencana bakal menuntut penanganan terhadap Agitha yang meninggal dunia 5 Oktober lalu setelah mendapatkan perawatan medis di RS Bethesda Tomohon.

Menurut keterangan dari kedua Orang Tua Almarhuma Agitha, saat melakukan perawatan di RS. Bethesda mengalami Malpraktek medis yang menyebabkan Almarhuma Agitha meninggal dunia. (Adrian)

Manado,Sulutnews.com - Wakapolda Sulawesi Utara Brigjen Pol Johnny Eddizon Isir mendorong jajaran Forkopimda dan seluruh tokoh di Kabupaten Minahasa Utara untuk mempercepat vaksinasi covid-19.

Hal tersebut disampaikan saat meninjau Gerai Vaksin Presisi yang dilaksanakan di halaman Mapolres Minahasa Utara, Selasa (9/11/2021) pagi, kerjasama antara Biddokkes Polda Sulut, Polres Minut, TNI dan Dinas Kesehatan Minut.

"Kabupaten Minut termasuk 4 dari 15 Kabupaten dan Kota di Sulut yang masih rendah vaksinasi untuk dosis pertama. Kami dari Polda akan mendukung secara total, kami siap untuk membantu," ujar Brigjen Pol Johnny Eddizon Isir.

Wakapolda Brigjen Pol Johnny Eddizon Isir juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga yang sudah melaksanakan vaksinasi dan mengajak warga yang belum vaksin agar segera mendatangi gerai-gerai vaksinasi.

"Meski sudah divaksin, kita tetap wajib mematuhi protokol kesehatan. Kita tidak boleh berpuas diri, jangan lengah. Mari terus berkolaborasi dengan seluruh stake holder, dengan seluruh lapisan masyarakat untuk melaksanakan pencegahan covid-19," ujar Brigjen Pol Johnny Eddizon Isir.

Jenderal bintang satu ini juga mengingatkan warga agar waspadai peningkatan penyebaran covid-19 saat memasuki perayaan Natal dan Tahun Baru, dimana saat itu terjadi mobilitas yang tinggi di tengah masyarakat.

Dalam kegiatan Gerai Vaksin Presisi di Polres Minut ini juga diserahkan bantuan sosial berupa sembako kepada peserta vaksinasi lanjut usia.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh beberapa PJU Polda Sulut, Kapolres Minut Bambang Yudi Wibowo dan perwakilan Pejabat Forkopimda Minut. (Adrian)

Manado, Sulutnews.com - Pihak Rumah Sakit (RS) Bethesda Tomohon di tuding telah melakukan Malpraktik yang menyebabkan Agita Wajong (27), warga Kalurahan Matani Tiga, Kota Tomohon, Sulawesi Utara (Sulut) meninggal dunia.

Dalam Konferensi Pers yang di gelar oleh Pihak Keluarga, Senin (8/11/2021) bertempat di  D' Ce Cafe  Jalan Slanag Kelurahan Kolongan Satu Kota Tomohon, Kecamatan Tomohon Tengah.

"Pihak Keluarga almarhumah Agita Wajong (27), berencana bakal mengambil jalur hukum untuk Mempolisikan pihak Rumah Sakit (RS) Bethesda Tomohon.

Dalam pernyataan mereka, Pihak keluarga berencana bakal menuntut penanganan terhadap Agitha yang meninggal dunia 5 Oktober lalu setelah mendapatkan perawatan medis di RS Bethesda Tomohon.

Menurut keterangan dari kedua Orang Tua Almarhuma Agitha, saat melakukan perawatan di RS. Bethesda mengalami Malpraktik yang menyebabkan Almarhuma Agitha meninggal dunia.

"Anak kami Agitha sebelum dilakukan operasi di vonis menderita penyakit Kista, pada bulan Februari saat dilakukan pemeriksaan di Bethesda," ungkap Selfie Pondaag kepada sejumlah wartawan di D' Ce Cafe di kompleks Pemkot Tomohon.

Namun, lanjut Selfie, setelah dilakukan penanganan medis, Agitha justru di operasi di bagian usus.

Bahkan, kata dia, dari penjelasan salah satu Dokter di Bethesda, ada selang yang tertempel di usus hingga dilakukan operasi hingga tiga kali.

"Ya, anak kami menjalani operasi sebanyak 3 kali, pertama pada Tanggal 4 Agustus, ke dua 11 Agustus, dan ke tiga pada awal Bulan September," bebernya.

Usai dioperasi, lanjut dia, Agitha dipulangkan oleh pihak RS. Namun, beberapa hari kemudian drop sampai tidak sadarkan diri sehingga dilarikan ke RS Siloam.

"Setelah dilakukan pemeriksaan di Siloam, beberapa jam kemudian di rujuk ke RSUD Ptof Kandouw," bebernya.

Selfie menjelaskan, saat dilakukan pemeriksaan  di RS Kandouw mereka menjelaskan bahwa Agitha menderita penyakit Kista, namun sudah terjadi infeksi di bagian usus atas tindakan operasi oleh pihak RS Bethesda.

"Pihak RS Kandouw saat itu melakukan tindakan operasi dan berhasil mengeluarkan Kista yang bersarang di kandungan anak kami," terang Selfie yang diiyakan Paul Wayong bapak Agitha dan Geovani Wuisan yang diketahui sebagai suami Almarhuma Agitha.

Namun, Selfie mengungkapkan, penanganan medis yang dilakukan RS Kandouw akibat infeksi di bagian usus lantaran operasi di RSUD Bethesda tidak mampu menyelamatkan Agitha.

"Jadi dari keterangan pihak RS Kandouw, anak kami infeksi pada bekas operasi di usus. Agitha tidak terselamatkan hingga menghembuskan nafas terakhir pada tanggal 5 Oktober," ucap Selfie.

Dikatakan, pihak keluarga sangat kecewa dengan pelayanan RS Bethesda, yang melakukan operasi terhadap Agitha hingga menyebabkan infeksi di bagian usus.

"Bagi kami ini adalah malpraktik. Kami akan mengambil tindakan hukum atas kejadian terhadap anak kami," tegasnya.

Menurutnya, pihak RS Bethesda harus bertanggungjawab atas meninggalnya Aghita Wajong.

"Ini kami lakukan, supaya kejadian serupa tidak terjadi pada orang lain. Kami akan melaporkan ini ke pihak berwajib supaya tidak ada lagi Aghita di hari yang akan datang," tukasnya.

Terpisah Direktur RS Bethesda, Dr. Ramon Hamiman, ketika dikonfirmasi membantah dugaan Malpraktik yang di lakukan oleh Pihak Rumah Sakit Betheda.

Pasien tersebut (almarhumah Agita Wajong) memang pernah dirawat di RS Bethesda dari tanggal 1 Agustus 2021 dan diperkenankan pulang/rawat jalan pada tanggal 3 September 2021. 

Kemudian datang ke IGD karena sakit lagi dan di rujuk ke RS siloam akhir September/awal oktober, besoknya dirujuk lagi ke RSUP Kandou sampai akhirnya meninggal dunia tutur Dr. Ramon Hamiman.

"Tapi kalau nantinya ada laporan atau gugatan hukum dari pihak keluarga, kami dari  Pihak RS Bethesda tentunya akan menghormati proses hukum yang berlaku tandas Dr. Ramon Hamiman. (Adrian)

Manado,Sulutnews.com -  Kodim 1309/Manado menggelar Program Serbuan Vaksin bagi pengunjung Mega Mall Manado, dihari pertama Kamis 4 Nopember masyarakat yang datang menerima suntikan vaksin mencapai 350 orang.

Kepala Operasional Kodim 1309/Manado Mayor TNI Frans Dahua dalam kesempatan itu mengatakan, program serbuan vaksin ini disasar untuk masyarakat yang belum divaksin.

"Sasaran vaksinasi adalah masyarakat yang belum divaksin," kata Mayor TNI Frans Dahuan kepada media sulutnews.com, Jumat (5/11).

Program Serbuan Vaksinasi dilayani oleh 18 orang perawat dan dua orang dokter dari RS Tentara Kodim 1309/Manado, dan berjalan lancar dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan.

Karena tujuan vaksin adalah membentuk kekebalan tubuh pada serangan Corona, maka pelaksanaan kegiatan serbuan vaksinasi ini tetap dilaksanakan dengan protokol kesehatan seperti tetap memakai masker,  kata Kaops Frans Dahuan.

Sejak dibuka pelaksanaan serbuan vaksin oleh Dandim 1309/Manado Kolonel Inf YR Raja Sulung Purba SH MTr(Han) pada Bulan Juni 2021 lalu ditargetkan sebanyak 2.920 orang akan divaksin tahap I.

"Dengan sudah ada 350 orang dihari pertama dan 200 lebih dihari kedua yang divaksin di kawasan Mega Mall, kita akan terus melaksanakan program serbuan vaksinasi ini sampai mencapai target," ujarnya.

Apalagi sudah mendekati Bulan Desember dimana masyarakat Kota Manado umumnya sedang bersiap merayakan Natal dan Tahun Baru 1 Januari 2022, sangat diharapkan sudah divaksin minimal tahap pertama, tambahnya.

Dikesempatan itu disalurkan pula ribuan kilogram Beras Bantuan Presiden Untuk warga yang divaksin, kegiatan dihadiri pejabat di lingkungan Kodim 1309 Manado.

Pelaksanaan vaksinasi tahap kedua dijadwalkan pada Bulan Januari dan Pebruari 2022. Sementara untuk informaai pelaksanaan dapat menghubungi pengelola Mega Mall atau bertanya langsung di Kantor Dandim Manado. (*/yuk)