Manado

Manado (930)

Manado,Sulutnews.com – Kapolda Sulawesi Utara (Sulut) Irjen Pol Drs. Mulyatno, S.H., M.M., didampingi beberapa Pejabat Utama Polda Sulut melakukan kunjungan ke kampus Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Selasa (23/11/2021) sore.

Kedatangan Irjen Pol Mulyatno dan rombongan disambut langsung Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Ellen Joan Kumaat, M.Sc., DEA., beserta para Wakil Rektor, di Gedung Rektorat Unsrat. Selanjutnya dilakukan pertemuan di ruang kerja Rektor.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast yang turut dalam kegiatan, mengatakan, kunjungan ini dalam rangka silaturahmi.

“Ini merupakan kunjungan silaturahmi, untuk memperkenalkan diri Irjen Pol Mulyatno selaku pejabat baru Kapolda Sulut. Sekaligus menjalin sinergitas dan kerjasama, terutama di bidang pendidikan,” ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast, usai kunjungan.

Lanjutnya, dalam perbincangan yang berlangsung santai, Irjen Pol Mulyatno dan Prof. Ellen pun bertukar pengalaman seputar dunia pendidikan.

Prof. Ellen memperkenalkan Program Kampus Merdeka, yang merupakan bagian dari kebijakan Merdeka Belajar oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa/mahasiswi untuk mengasah kemampuan sesuai bakat dan minat dengan terjun langsung ke dunia kerja sebagai persiapan karier masa depan.

“Jadi tidak menutup kemungkinan ke depan ada mahasiswa Unsrat misalnya jurusan hukum, yang magang atau melakukan penelitian di pengadilan, kejaksaan atau kepolisian,” jelas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Dalam pertemuan tersebut, juga dibahas terkait perkembangan Covid-19 di Sulut yang cenderung melandai.

“Prof. Ellen mengusulkan adanya penambahan petugas pemeriksa rapid test antigen di Bandara guna menghindari terjadinya antrian yang bisa mengakibatkan kerumunan,” kata Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Lebih lanjut Kombes Pol Jules Abraham Abast menerangkan, Irjen Pol Mulyatno menyambut baik rencana kerjasama terkait Program Kampus Merdeka.

“Irjen Pol Mulyatno mengajak mahasiswa dan mahasiswi untuk tidak pernah berhenti dalam belajar atau lifelong learning,” tutur Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Sambungnya, Irjen Pol Mulyatno dalam kesempatan tersebut juga sharing sejarah atau asal mula kata Indonesia, yang sebelumnya dikenal dengan nama Hindia Belanda atau Nederlands Indie.

Pertemuan yang berlangsung penuh keakraban dan kekeluargaan tersebut, ditutup dengan sesi foto bersama, dengan latar belakang lukisan Dr. Sam Ratulangi. (Adrian)

Manado,Sulutnews.com – Kapolda Sulawesi Utara (Sulut) Irjen Pol Mulyatno menghadiri Apel Siaga Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Tahun 2021, yang dipimpin langsung Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono, Selasa (23/11) pagi, di Dermaga Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung.

Apel yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal PSDKP Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI ini bertemakan “Menjaga Laut untuk Ekonomi Biru, Laut Sehat, Indonesia Sejahtera”.

Kegiatan diawali dengan pemutaran video peluncuran Ekonomi Biru, Laut Sehat, Indonesia Sejahtera oleh Presiden RI Joko Widodo, di Belitung, pada 26 Oktober lalu.

Menteri Kelautan dan Perikanan dalam amanatnya mengatakan, apel siaga ini untuk menunjukkan semangat, kekuatan serta kesiapsiagaan KKP beserta stakeholders terkait dalam mengawal sumber daya kelautan dan perikanan Indonesia.

“Saya yakin, dengan membangun sinergi bersama Aparat Penegak Hukum lainnya serta menggandeng Pemerintah Daerah, maka tugas dalam menjaga dan mengawasi pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan Indonesia akan semakin maksimal,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya, Ketua DPD RI, Gubernur Sulut, Ketua DPRD Sulut, perwakilan Gubernur Maluku Utara, Walikota Bitung, Bupati Biak, Dirjen PSDKP, Staf Ahli dan Staf Khusus Menteri KKP, para Pejabat di lingkup KKP maupun kementerian/lembaga terkait lainnya, serta Forkopimda Bitung. (Adrian)

Manado,Sulutnews.com -  Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Mulyatno menghadiri penutupan Pekan Kerukunan Internasional dan Konferensi Nasional FKUB ke-VI se- Indonesia, yang digelar di Graha Bumi Beringin Manado, Senin (22/11/2021).

Kegiatan yang telah dilaksanakan selama sepekan di Sulawesi Utara ini, ditutup secara resmi oleh Staf Ahli Menteri Agama RI didampingi Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Pengurus Asosisasi FKUB, ditandai dengan pemukulan tetengkoren bersama-sama.

Gubernur Olly menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pelaksanaan kegiatan di Sulawesi Utara dapat berjalan dengan baik.

"Terima kasih kepada tokoh-tokoh agama di Sulut dan seluruh Indonesia yang hadir dalam Konferensi Nasional FKUB di Sulut yang sudah terlaksana dengan baik,"

Olly juga menyampaikan terima kasih kepada aparat keamanan baik TNI maupun Polri, bersama dengan Pemerintah dalam menjaga kerukunan yang ada di Sulut. "Terima kasih juga kepada seluruh masyarakat Sulawesi Utara yang menyambut tamu-tamu yang datang ke Sulawesi Utara dengan hati yang gembira," ucapnya.

Sementara itu Kapolda Sulut Irjen Pol Mulyatno mengatakan, kegiatan Konferensi Kerukunan ini sangat penting sekali. "Manfaatnya bukan hanya dirasakan oleh masyarakat di Sulawesi Utara saja tapi juga masyarakat di Indonesia," ujarnya.

Ini juga kata Kapolda Irjen Pol Mulyatno, merupakan modal sosial yang sangat penting di dalam membangun rajutan dalam berbangsa dan bernegara.

"Para tokoh agama telah hadir di Sulut untuk membangun sebuah konektifitas dan inklusifitas di dalam kehidupan bersama dalam Indonesia yang mejemuk, sehingga dengan konektifitas dan inklusifitas ini dapat membangun moralitas bersama nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," ujar Irjen Pol Mulyatno.

Pada kegiatan ini juga Gubernur Sulut Olly Dondokambey mendapat penghargaan dari Asosiasi FKUB sebagai Bapak Pluralisme Indonesia.

Konferensi Nasional FKUB VI se-Indonesia tahun 2021 ini menghasilkan sebuah Deklarasi Manado, yang berbunyi, Kami Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), berikrar:

  1. Setia dan menjunjung tinggi tegaknya NKRI yang bedasarkan Pancasila dan UUD 1945.
  2. Memelihara kerukunan dan kebersamaan untuk menciptakan susana yang damai, dengan prinsip persatuan yang berbhinneka tunggal ika.
  3. Mendukung program Pemerintah dalam memelihara kerukunan umat beragama.
  4. Mewujudkan Indonesia rukun, aman dan nyaman.
  5. Menjadikan deklarasi beragama sebagai peta jalan pemeliharaan kerukunan umat beragama di Indonesia.

Kegiatan penutupan ini juga dihadiri oleh Forkopimda Sulawesi Utara, Bupati dan Walikota se-Indonesia serta utusan FKUB se-Indonesia. (Adrian)

Manado,Sulutnews.com - Seorang residivis pencurian barang elektronik (curanik), berinisial ZZ alias Zulkifly, 27, warga jalan Nuri, Kecamatan Matiso, Kota Makassar, Senin (22/11/2021) berhasil di ringkus oleh Tim Resmob Polda Sulut.

Kasubdit Jatanras Dit Reskrimum Polda Sulut, AKBP Beny Ansiga melalui Katim Iptu Ahmad Anugrah kepada Wartawan menjelaskan, sebelum pria tersebut ditangkap awalnya tim mendapat informasi telah terjadi pencurian elektronik di Perumahan Griya Maleosan Indah.

"Tim kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil mengetahui keberadaan pelaku sehingga berhasil dibekuk di Terminal Malalayang, saat hendak menaiki Bus tujuan Manado-Makassar ujar Katim.

Lanjut Katim adapun barang bukti hasil  pencurian yakni TV merek Samsung 55" dan Laptop merek Asus.

Untuk  barang bukti TV tersebut  telah di jual pelaku melalui aplikasi Facebook, dan Untuk proses hukum selanjutnya pelaku diserahkan ke Polresta Manado tukas Katim. (Adrian)

Manado,Sulutnews.com - Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulawesi Utara Olvie Atteng, SE, Msi, menyampaikan ucapan dan syukur  HUT ke-60 Gubernur Provinsi Sulawesi Utara Olly Dondokambey, Rabu (18/11).

Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara Olvie Atteng,SE,M.si dan Sekretaris Ir Conny Kuhon, beserta pejabat/ segenap staff/pegawai mengucapkan Selamat Ulang Tahun ke-60 kepada Gubernur Sulawesi Utara Dr Olly Dondokambey.

"Semoga senantiasa terus diberkati bersama Keluarga Dondokambey-Tamumtuan dalam memimpin Provinsi Sulawesi Utara kedepan," ucap Kadis Olvie Ateng.

Diucapkan pula, Gubernur Olly Dondokambey sukses dalam tugas, pengabdian dan pelayanannya.

Ibadah Syulur HUT Gubernur Olly Dodokambey juga dilayangkan untuk Olly Dondokambey beserta istri Ir Rita Tamuntuam oleh Forkopimda, sejumlah pejabat eselon II lainnya di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulut. (*/yuk).

Manado,Sulutnews.com  Tim Resmob Polres Tomohon mengamankan 2 tersangka pelaku penganiayaan yang terjadi di jalan raya Tomohon-Manado, tepatnya di Kelurahan Kakaskasen III, Sabtu (20/11/2021) sekitar pukul 21.00 Wita.

Dijelaskan oleh Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, kedua lelaki yang dijuluki 'Kumbang' oleh warga ini, diamankan di rumah salah satu tersangka di Kelurahan Kakasakasen Lingkungan II.

"Kedua tersangka berinisial JM berusia 29 tahun dan MP berusia 24 tahun diamankan satu jam setelah kejadian," terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Kejadian bermula saat korban bernama Trival Liuw (18) sedang mengendarai sepeda motor, tiba-tiba hampir bersenggolan dengan sepeda motor yang dikendarai tersangka.

Akibat hal tersebut, terjadilah adu mulut antara mereka yang berujung penganiayaan yang dilakukan tersangka terhadap korban.

Disaat bersamaan datang lelaki Exel Liuw (23) dan Tamrin (23) untuk melerai. Namun justru keduanya juga kena tinju dan tendangan secara berulang kali oleh kedua tersangka.

Usai menganiaya 3 warga yang juga berdomisili di Kelurahan Kakaskasen, kedua tersangka yang sudah dalam keadaan mabuk langsung melarikan diri.

"Kedua tersangka sudah diamankan di Polres Tomohon guna pemeriksaan lebih lanjut," singkat Kombes Pol Jules Abraham Abast. (Adrian)

Manado,Sulutnews.com - Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Prince Meyer Putong SH, MIP selaku Dansatgas Pengamanan Wilayah menyambut  kedatangan Wakil Presiden Republik Indonesia Prof. Dr. (H.C) K.H. Ma'ruf Amin beserta rombongan   di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara, Jumat (19/11/2021)

Kedatangan Wakil Presides RI di Sulawesi Utara tersebut dalam rangka peresmian pembukaan Konferensi Nasional FKUB Ke - VI Se-Indonesia dan Pekan kerukunan Internasional 2021 yang dilaksanakan di Hotel Sutan Raja Maumbi Kabupaten  Minahasa Utara.

Kunjungan Wakil Presiden (Wapres) tampak didampingi oleh Menteri Ketenagakerjaan RI Ida Fauziyah dan  Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah RI Teten Masduki.

Adapun acara diawali dengan laporan  oleh Sekjen FKUB RI Taslim Syahlan kemudian sambutan Gubernur Sulut yang intinya mengucapkan selamat datang dan  terimakasih serta  apresiasi setinggi tingginya atas kehadiran Wakil Presiden RI Prof DR (H.C) KH Ma'ruf Amin.

Dalam kesempatan ini Wakil Presiden  RI juga memberikan apresiasi kepada FKUB yang telah selalu berperan dalam penyelesaian konflik kerukunan beragama yang dinilai mampu menyelesaikan perselisihan Pilkada dibeberapa daerah.

"Dikatakan Wapres kerukunan sangat mahal, sehingga harus didukung oleh Pemda.

Tantangan FKUB saat ini, menghadapi era digital, sehingga perlu diantisipasi hoax di media Sosial, ucap Wapres.

Usai sambutan oleh  Wakil  Presiden RI  dilanjutkan  dengan pemukulan  Tetengkoren bersama  sebagai tanda Peresmian Pembukaan Pekan Kerukunan Internasional dan Konferensi VI FKUB, selanjutnya  Wapres melakukan penandatanganan prasasti penetapan Kota Tomohon sebagai Kota Toleransi se - Indonesia.

Terpisah Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Prince Meyer Putong, Selaku Dansatgas Pengamanan Wilayah saat ditemui usai kegiatan  menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada seluruh unsur pengamanan baik  TNI dan  Polri  serta instansi terkait yang sudah bekerja sama dalam tugas pengamanan selama kegiatan Kunjungan Wakil Presiden RI di Manado,  sehingga dapat berjalan dengan aman dan lancar.

Lebih lanjut Danrem mengatakan  bahwa semua  ini juga tidak terlepas, karena  berkat dukungan seluruh lapisan masyarakat Sulawesi Utara yang sudah bekerja sama dalam menjaga keamanan diwilayah sehingga seluruh rangkaian kegiatan kunjungan kerja Wakil Presiden RI beserta rombongan  dapat berjalan dengan baik,  aman dan lancar tukas Danrem.

Tampak hadir Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE, Pangdam XIII/Mdk Mayjen TNI Wanti Waranei F Mamahit, Kapolda Sulut Irjen Pol Mulyatno, Danlantamal VIII/Manado Brigjen TNI (Mar) Iwayan Ari Wijaya SE CFrA,

Danlanudsri Marsma TNI M. Satriyo Utomo, Wakil Gubernur Sulut Steven OE Kandouw dan Seluruh Walikota dan Bupati se Sulawesi Utara. "Selama kegiatan  berlangsung, tetap mematuhi dan  menerapkan protokol kesehatan covid 19 secara ketat. (Adrian)

Manado,Sulutnews.com – Polda Sulawesi Utara dan jajaran menggelar pengamanan kedatangan Wakil Presiden Republik Indonesia Prof. Dr. (H.C.) K.H. Ma'ruf Amin di Sulawesi Utara.

Menurut keterangan Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, personel pengamanan dari Kepolisian bersama jajaran TNI dan unsur terkait lainnya, disebar di beberapa titik pengamanan yang akan dikunjungi dan dilewati oleh Wapres RI.

“Polda Sulut dibantu personel dari Polresta Manado dan Polres Minut menurunkan sebanyak 779 personel pengamanan,” ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast, Jumat (19/11/2021).

Wakil Presiden Republik Indonesia Prof. Dr. (H.C.) K.H. Ma'ruf Amin tiba di Bandara Sam Ratulangi Manado pada Jumat siang (19/11/2021) sekitar pukul 10.50 Wita.

Kedatangan Wapres RI ini disambut sejumlah Pejabat Forkopimda Sulut diantaranya Gubernur Olly Dondokambey, Kapolda Sulut Irjen Pol Mulyatno dan Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Wanti Waranei F Mamahit.

“Kunjungan Wakil Presiden RI ke Sulut dalam rangka kegiatan Kerukunan Internasional dan Konferensi FKUB ke-VI se-Indonesia di Provinsi Sulut, yang secara resmi dibuka oleh Wapres di Hotel Sutan Raja Minut,” ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Usai kegiatan pembukaan Kerukunan Internasional dan Konferensi FKUB ke-VI se-Indonesia di Provinsi Sulut, Wapres RI dijadwalkan langsung kembali ke Jakarta. (Adrian)

Manado,Sulutnews.com – Satgassus Maleo Polda Sulut bersama Resmob Polres Kotamobagu dan Polsek Bolaang mengamankan dua pria pelaku penipuan dan penggelapan uang sekitar Rp85 juta bermodus jual-beli mobil, pada Rabu (17/11/2021), sekitar pukul 21.30 WITA.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, mengatakan, keduanya masing-masing berinisial FK alias Angky (45) warga Pontodon, Kotamobagu, dan HP alias Lebar (43) warga Pateten, Bitung. Sedangkan korbannya Mohammad Yuslan (50) warga Perumnas Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah.

“Kedua pelaku ditangkap di lokasi berbeda. FK ditangkap di rumahnya, Desa Pontodon, sedangkan HP ditangkap di Pasar Serasi Gogagoman, Kotamobagu,” jelasnya, Kamis (18/11) siang, di Mapolda Sulut.

Kejadiannya, lanjut Kombes Pol Jules Abraham Abast, pada Jum’at (15/10/2021), sekitar pukul 19.30 WITA, di Desa Tadoy, Bolaang Mongondow (wilayah hukum Polsek Bolaang).

Malam itu korban bersama temannya, Ramlan, bertemu dengan kedua pelaku yang mengaku bernama Bayu dan Jimi untuk transaksi jual-beli mobil dump truck di Desa Tadoy, sesuai kesepakatan sebelumnya.

“Pelaku yang mengaku bernama Bayu lalu menunjukkan mobil dump truck warna kuning kepada korban. Pelaku kemudian meminta uang sejumlah Rp85 juta kepada korban, dengan alasan akan diserahkan kepada pemilik mobil tersebut,” jelas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Saat itu juga pelaku meminjam handphone milik teman korban tersebut, dengan alasan untuk memfoto serah terima uang.

“Namun setelah menerima uang dari korban, kedua pelaku kabur dengan membawa uang Rp85 juta serta 1 buah handphone milik teman korban,” terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Korban pun berusaha melakukan pencarian namun tidak berhasil, kemudian melaporkan kejadian ini ke Polsek Bolaang.

“Kedua pelaku beserta barang bukti 1 unit mobil dump truck warna kuning sudah diserahkan dan diamankan di Mapolsek Bolaang untuk diperiksa lebih lanjut,” tandas Kombes Pol Jules Abraham Abast. (Adrian)

Manado, Sulutnews.com - Dara bernama lengkap Jelita Mantik (32) yang akrap di sapa Kim ternyata mengaku bangga dan senang bisa bermain film saat dialog yang digunakan sepenuhnya dipercayakan menggunakan bahasa Manado.

anak kandung dari Leo Derk Mantik dan almarhun Yetti Legoh saat di wawancarai oleh media ini kamis (18/11/2021), mengungkapkan dimana pada saat itu dirinya tampil di sinetron "Fatih Di Kampung Jawara" yang pernah ditayangkan perdana 17 Oktober 2018 hingga selesai 27 Maret 2020 pukul 19.00 WIB sampai pukul 20.20 WIB di MNCTV. 

"Saat itu saya diminta oleh sutradara untuk bagaimana kalau dialog saya diganti dengan bahasa asal daerah saya, yaitu bahasa Manado.

Meskipun awalnya kaget, tapi saya dengan senang hati langsung menerima dan melakukan aksi tersebut, dan jujur saja dari beberapa cuplikan bahasa Manado saat tampil di syuting ini, saya sangat bangga karena bisa mengangkat bahasa daerah,  yakni kota Manado ujar Kim.

Kepada media ini Kim juga  menceritakan awal dirinya bergabung di dunia perfiliman indonesia. Diceritakan oleh Kim, Itu bermula saat ia diajak oleh seorang teman baiknya yang kebetulan punya koneksi di dunia perfiliman, kususnya filim laga yang kemudian mempromosikan dirinya ke salah satu cordinator action coreo yang sekaligus, stunt cordinator, namanya Jonatan Ozoh ucap Kim.

"Setelah melihat saya punya dasar bela diri, maka saya langsung di tawari untuk bergabung dan belajar aksi reaksi fighting action coreograpi,  "dari situ saya mulai tertarik di dunia perfiliman dan mulai mendapat  job berperan sebagai fighter, pemain.

"Dan selain sebagai pemain, saya juga bisa menjadi seorang stunt in kususnya di layar lebar yang bisa menggantikan pemain yang tidak bisa melakukan suatu aksi yang berbahaya atau mempunyai keahlian kusus, seperti fighting, atau seling dan hal - hal  yang memerlukan mental  beresiko cedera bagi talent atau pemain tersebut.

Menurut Kim dari beberapa pengalaman perfiliman yang sudah dilakoni dirinya  baik itu mulai dari short film, sinetron, webseris layar lebar dan salah satu iklan dari situlah  kemudian akhirnya  ia ditawari untuk bergabung dalam Persatuan artis  film indonesia (PARFI), dan tentunya sebagai perempuan kelahiran Tondano Kabupaten Minahasa saya patut berbangga dong.

"asalkan kita mau berjuang dan terus mengejar apa yang menjadi impian kita untuk meraih sukses tentunya, timpal Kim.

Lanjut dikatakan Kim, "saya adalah anak  ke 7 dari 8 bersaudara, kami adalah keluarga yang sederhana dengan ekonomi yang paspasan. Sejak aktif sebagai atlet Taekwondo di tahun 2008 sampai 2014 sampai pernah mengikuti pertandingan di manado  ditingkat kejuaran indonesia bagian timur, memang pendidikan terakhir saya adalah sarjana ekonomi .

Perlu diketahui awal saya merantau ke Jakarta pada waktu itu,  jujur saja itu karena karna pada saat itu orang tua saya ekonominya lagi susah.  jadi mau tidak mau saya harus  merantau  ke  Jakarta untuk mencari pekerjaan agar bisa melanjutkan kuliah, sebut Kim.

Awal perjalananan karir  saya pada waktu itu banyak tantangan, tapi yang paling penting adalah kita jangan lupa megandalkan Tuhan dan jangan mau diperbudak oleh keinginan - keinginan daging yang dapat merusak harga diri seorang wanita. "jangan malu hidup sederhana, belajar mengucap syukur  dengan apa kita miliki, percaya diri dan percaya bahwa yang pegang torang pe masa depan itu Tuhan yang torang sembah,  tandas Kim. (Adrian)