Manado

Manado (930)

Manado,Sulutnews.com - Komandan Korem 131/Santiago Brigjen TNI Prince Meyer Putong SH, MH Menghadiri Pelepasan Gerakan Mobil Masker Untuk Masyarakat Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) bertempat di Halaman Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Utara, Jl. 17 Agustus Kelurahan Teling Atas, Kecamatan Wanea, Kota Manado, Sabtu (9/10/2021)

Pelepasan mobil masker tersebut dilakukan oleh Kepala Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M. didampingi Staf Khusus Panglima TNI Letjen TNI Arios Tiopan Aritonang, S.I.P. dan disaksikan oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey, SE dan Kapolda Sulut Irjen Pol Drs. Nana Sujana, M.M serta jajaran Forkopimda Sulut

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka pembagian 500 ribu masker, 100 ribu Handsanitizer dan100 ribu sabun batang untuk masyarakat Sulawesi Utara secara sombolis

Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M dalam sambutannya mengatakan gerakan yang dinamakan gerakan mobil masker untuk masyarakat di Provinsi Sulut ini merupakan arahan dari bapak Presiden RI Joko Widodo untuk kita menegakkan protokol kesehatan terutama penggunaan masker di kalangan masyarakat,

"Kita bersyukur lambat tapi pasti dalam waktu kurang lebih 2 bulan kita sudah bisa mengendalikan laju penyebaran Covid-19, ini ditandai kita semua bekerja keras dan saling mendukung sehingga apa yang diharapkan bisa tercapai", ujarnya

Lebih lanjut Ketua BNPB menjelaskan Masker dan Vaksin memang tidak bisa menghentikan Covid-19 atau menghilangkan virus dari permukaan bumi tapi masker mencegah kita dari virus Covid-19 dan Vaksin juga bisa menjadikan kita lebih kuat imun menjadikan kekebalan tubuh kuat apabila kita terkena Covid -19

Sehingga mari kita sama sama memberikan edukasi kepada masyarakat agar tetap  memakai masker dan mengikuti program vaksin Nasional

"Saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada Bapak Gubernur Sulawesi Utara atas kepemimpinan beliau, Covid-19 di Sulawesi Utara bisa terkendali hingga saat ini pada level 2 dan kita harapkan level ini akan semakin membaik", imbuhnya

Sementara itu Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Prince Meyer Putong SH.  M.I.P seusai acara saat ditemui media mengucapkan terima kasih kepada Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M serta Letjen TNI Arios Tiopan Aritonang, S.I.P. atas dukungan Gerakan Mobil Masker Untuk Masyarakat Provinsi Sulawesi Utara ini

"Gerakan tersebut adalah  program pemerintah yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo,  ini bertujuan meningkatkan disiplin masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan, khususnya memakai masker yang harus  dilaksanakan oleh semua lapisan masyarakat"ujarnya

Danrem berharap program ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih patuh dan tetap  mematuhi  protokol kesehatan, meliputi kesadaran untuk selalu meningkatkan disiplin memakai masker,  menjaga jarak dan rajin  mencuci tangan,  saat ini juga  kita semua patut  bersyukur  bahwa kondisi kasus positif diwilayah provinsi Sulut sudah sangat menurun,  kondisi ini perlu kita jaga bersama tentunya ini semua membutuhkan kesadaran dari semua lapisan masyarakat sehingga Kota Manado umumnya Provinsi Sulut terbebas dari penularan Covid 19.

"Program Mobil Masker untuk masyarakat di Bumi Nyiur Melambai ini memerlukan sinergi dari seluruh stakeholders, mulai dari Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, TNI-POLRI, swasta, elemen masyarakat, hingga warga dan pihak sekolah",  Pungkas Danrem

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kadispers Lanud Samrat Kolonel Adm Akmal Darwis, Aspers  Lantamal VIII/Mdo Kolonel Laut (KH) Dadan, S.Ag. M.Pd. CTMP,  Dandim 1309/Manado Raja Sulung Purba, SH, M.Tr (Han), Sekprov Sulut Edwin Silangen, Kepala BPBD Sulut Joy Oroh, Walikota Manado Drs. Andrei Angouw,  Wakil Walikota Bitung Hengki Honandar dan Wakil Walikota Tomohon Wenny Lumentut, SE. (Adrian)

Manado,Sulutnews.com - Kapolda Sulut Irjen Pol Nana Sudjana menerima kunjungan audiensi Komisi Nasional (Komnas) Perempuan, yang dipimpin Wakil Ketua Komnas Perempuan Olivia C. Salampessy, di ruang kerja Kapolda, Jumat (8/10/2021) sore.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolda Irjen Pol Nana Sudjana didampingi Dirintelkam, Dirreskrimum dan Dirreskrimsus menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan dan atensi Komnas Perempuan, terkait persoalan perempuan di Sulawesi Utara.

"Pada prinsipnya Polda Sulut dan jajaran tetap mengedepankan penegakan hukum kasus kekerasan terhadap perempuan dan terus mengembangkan kemampuan dan keterampilan dalam melaksanakan tugas," ujar Irjen Pol Nana Sudjana.

Di wilayah hukum Polda Sulut belum ditemui kasus pemerkosaan online, melainkan kasus pencemaran nama baik maupun penganiayaan.

Namun demikian Polda Sulut terus menegakkan UU ITE untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal tersebut. "Situasi kamtibmas di wilayah hukum Polda Sulut masih kondusif serta aman terkendali," tandas Kapolda Irjen Pol Nana Sudjana.

Sementara itu Wakil Ketua Komnas Perempuan Olivia C. Salampessy mengatakan, Polda Sulut perlu diapresiasi karena telah menegakkan hak perempuan berdasarkan hukum yang ada.

"Terima kasih banyak terhadap Polda Sulut yang telah menegakkan UU ITE dalam mengantisipasi terjadinya pemerkosaan online," ujar Olivia. (Adrian)

Manado,Sulutnews.com – Kapolda Sulawesi Utara (Sulut) Irjen Pol Nana Sudjana didampingi beberapa Pejabat Utama, menerima kunjungan audiensi Ombudsman Republik Indonesia (RI) dalam rangka koordinasi dan kerjasama pengawasan pelayanan publik, Jum’at (08/10/2021) siang, di ruang kerja Kapolda.

Hadir langsung dalam audiensi yakni, Ketua Ombudsman RI Mokhammad Najih bersama Anggota Ombudsman RI Jemsly Hutabarat, serta Kepala Perwakilan Ombudsman Sulut Meilany Limpar.

Irjen Pol Nana Sudjana menyambut hangat kedatangan Ketua Ombudsman RI beserta rombongan.

“Selamat datang di Bumi Nyiur Melambai, suatu kehormatan dan kebanggaan, Bapak Ketua Ombudsman RI dan rombongan bisa hadir di Polda Sulut,” ucap Irjen Pol Nana Sudjana.

Lanjutnya, Polda Sulut dan jajaran berkomitmen meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam bentuk penegakan hukum, perlindungan, pelayanan dan pengayoman yang menjadi dambaan masyarakat.

“Untuk mewujudkan hal tersebut, Polda Sulut dan jajaran terus melakukan pembenahan pada unit-unit pelayanan seperti pelayanan SIM, SKCK, SPKT, dan SP2HP,” jelas Irjen Pol Nana Sudjana.

Sementara itu Ketua Ombudsman RI, mengucapkan terima kasih kepada Kapolda yang telah menyambut baik kunjungan ini.

Pihaknya mengapresiasi dua Polres di jajaran Polda Sulut yang menyandang predikat WBK, dan berharap hal tersebut bisa menjadi contoh bagi Polres lainnya.

“Terkait pelayanan kami masih menemukan Polres yang belum memiliki domain/website dikarenakan memang kondisi wilayah yang belum memadai. Namun saat ini kami ingin mencontohkan Polres yang sudah memiliki domain lengkap dan terhubung ke semua sistem yaitu Polres Kotamobagu,” pungkas Mokhammad Najih. (Adrian)

Manado,Sulutnews.com -Ketua Umum Perbakin Pengprov Sulut Brigjen TNI Prince Meyer Putong, S.H., M.I.P didampingi oleh  Dandim 1309/Manado Kolonel Inf Y.R. Raja Sulung Purba, S.H.M.Tr(Han) , GM. Angkasa Pura Manado Minggus Gandeguai,  Sekertaris Perbakin Pengprov Sulut  Donald Wengki Goni, Ketua Bidang Organisasi Perbakin Sulut Drs. Musa Hans Tinangon, Wakil Ketua Umum Perbakin Pengprov Sulut Lendy L.E. Wangke, Bendahara Umum Perbakin Pengprov Sulut Ronny Langi, Kabid Hukum dan Etika Daniel Talantan, S.H dan Kabid Berburu Galvin Mogi.  Jumat sore, (8/10) sekira  Pukul 15.56 WITA, menyambut kedatangan 2 atlet peraih medali pada PON XX Papua, di Terminal kedatangan  Bandara Sam Ratulangi Manado.

Dengan menumpangi Pesawat Lion Air JT 799 route Sorong-Manado,  kedatangan  Gisella Liberty Lasut dan Fransisca Siagian Peraih peraih satu medali perak dan satu medali perunggu tiba di pintu kedatangan Bandara Sam Ratulangi Manado bersama Kabid Tembak Sasaran Marthen Theogives Lasut, Ibu Nansy Rompas Orang Tua dari atlet petembak Fransisca Margareth Siagian, Pelatih Utama Rendi Ratulangi selaku  Pelatih Utama dan Ibu Femi Oroh Orang Tua dari atlet petembak  Gisella Liberty Lasut.

Pada kesempatan ini dijelaskan Brigjen TNI Prince Meyer Putong, S.H., M.I.P juga selaku Danrem 131/Santiago. "Prestasi yang diraih ini merupakan kerja keras semua pihak, yang terus menerus melakukan pembinaan kepada para atlet cabor menembak.

"Hari ini kita jemput atlet kita dari cabang menembak  yang meraih satu medali perak dan satu medali perunggu pada PON XX di Papua.

Menurutnya,  Prestasi ini artinya sungguh merupakan kebahagiaan kami sebagai Pengurus Perbakin Pengprov Sulut.

Oleh karena itu kepada para atlet  atas nama seluruh Perbakin Pengprov Sulut, kami ucapkan terima kasih, ungkapnya.

Saya katakan bahwa prestasi yang diraih oleh Gisella Liberty Lasut dan Fransisca Siagian ini sungguh membuat kebahagiaan  dan kebanggaan bagi seluruh masyarakat sulut.

ia juga menjelaskan bahwa prestasi yang diraih ini merupakan hal yang membuat nama harum bagi  Provinsi Sulut. “ Apa yang Anda lakukan ini membuat harum nama Provinsi Sulut, imbuhnya lagi.

"Terima kasih kami sampaikan juga kepada para orangtua masing-masing karena bagaimanapun apapun minat dan bakat anda semua yang tidak akan mungkin tanpa didukung oleh para orang tua, juga pelatih kami sampaikan terima kasih tandasnya.

Sebelumnya,  Manajer cabang olahraga menembak Sulut di PON XX Papua Ir Miky Junita Linda Wenur MAP (MJLW) mengaku bangga bisa memperoleh medali mengingat fasilitas latihan dari atlet sangat minim.

”Latihan hanya menggunakan kertas sehingga belum bisa mengukur sampai di mana kemampuan terbaik,” kata MJLW.

Ke depan ia berharap bisa memperoleh fasilitas memadai sehingga atlet bisa dengan leluasa melakukan latihan sehingga memperoleh hasil maksimal tandas MJLW. (Adrian)

Manado,Sulutnews.com – Tim URC Totosik Polres Tomohon  mengamankan dua remaja pria pelaku penganiayaan di Pasar Wilken, Tomohon Timur.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, mengatakan, pelaku berinisial HL (16) warga Wailan, Tomohon Utara, dan JK (17) warga Kamasi, Tomohon Tengah.

“HL di Pimpin langsung oleh Katim Totosik Aipda Yanny Watung,  ditangkap Jum’at (08/10/2021) sekitar pukul 04.00 WITA di rumahnya, sedangkan JK ditangkap sekitar pukul 04.30 WITA di TKP,” ujarnya, Jum’at siang, di Mapolda Sulut.

Lanjut Kombes Pol Jules Abraham Abast, kedua pelaku menganiaya Wiliam Mantiri (18) warga Kakaskasen Dua, Tomohon Utara, pada Jum’at (08/10) sekitar pukul 02.00 WITA, di lokasi pesta ulang tahun kompleks Pasar Wilken.

“Saat itu korban dan temannya, Geral akan pulang. Tiba-tiba JK menarik tangan Geral kemudian hendak memukulnya, dan korban membela Geral,” kata Kombes Pol Jules Abraham Abast.   

HL mendekati korban lalu terjadi adu mulut hingga perkelahian antara korban dan Geral melawan kedua pelaku. Sejumlah orang di TKP kemudian melerai perkelahian tersebut.

“Namun kemudian JK melempar sebuah paving block dan kena di perut korban. Terjadi perkelahian antara korban melawan kedua pelaku,” jelas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Di tengah perkelahian, HL menikam pinggang kiri belakang korban menggunakan sebilah pisau kecil. Setelah itu HL membuang pisau ke selokan di sekitar TKP.

Kedua pelaku kemudian melarikan diri, sedangkan korban dilarikan ke Rumah Sakit Bethesda Tomohon.

Usai mendapat informasi kejadian, Tim URC Totosik melakukan pengejaran dan menangkap HL saat bersembunyi di dalam kamar rumahnya.

Tim lalu menuju TKP dan menemukan barang bukti pisau. Tak berselang lama, tim juga menangkap JK yang dini hari itu kembali ke TKP.

 “Kedua pelaku beserta barang bukti berupa sebilah pisau dan paving block sudah diamankan di Mapolres Tomohon untuk diperiksa lebih lanjut,” pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.(Adrian)

Manado,Sulutnews.com – Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Nana Sudjana berharap agar personel pengemban fungsi Propam dapat berperan membangun kesadaran personel Polri untuk menghindari praktek pelanggaran disiplin, kode etik profesi dan tindak pidana.

Hal itu disampaikan Kapolda saat membuka Rapat Kerja Teknis (Rakrenis) di aula Tribrata Polda Sulut, Jumat (8/10/2021), yang dihadiri oleh para PJU Polda, para Wakapolres dan Kasie Propam jajaran.

“Bangun koordinasi secara intens baik dengan internal maupun eksternal Kepolisian dalam melaksanakan tugas kepropaman serta dapat menjadi konsultan dalam menangani berbagai masalah dan bukan semata-mata mencari kesalahan,” ujar Irjen Pol Nana Sudjana.

Kapolda Irjen Pol Nana Sudjana juga berharap personel Propam dapat memberikan korektif dan solusi serta tetap tegas dalam melaksanakan fungsi punishment bila memang terbukti ada pelanggaran/pidana yang dilakukan oleh personel Polri.

Kepada seluruh personel pengemban fungsi Propam, Kapolda minta untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan penyelidikan dan pengamanan internal, terhadap berbagai kemungkinan terjadinya dugaan pelanggaran disiplin, kode etik, dan tindak pidana di lingkungan Polda Sulut dan jajaran.

“Tingkatkan profesionalisme penegakan hukum internal Polda Sulut dan jajaran dengan menerapkan prinsip proporsional, transparan, dan akuntabel. Tingkatkan sikap proaktif dan inovatif dalam mengemban tugas kepropaman dalam rangka menindaklanjuti pengaduan masyarakat sehingga berhasil dan berdaya guna dalam pelaksanaannya,” tandas Kapolda Irjen Pol Nana Sudjana. (Adrian)

Manado,Sulutnews.com - Tim Totosik Polres Tomohon di Pimpin langsung oleh Katim Ipda Yanny Watung, mengamankan tersangka pelaku pengeroyokan yang terjadi di Perkebunan Wawo Kelurahan Matani Satu Kecamatan Tomohon Tengah, pada hari Kamis, 7 Oktober 2021 sekitar pukul 23.00 Wita.

Menurut keterangan Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, tersangka pelaku ada 2 orang, masing-masing lelaki berinisial VP (19) warga Tumatangtang dan lelaki EP (20) warga Taratara Satu. Keduanya berprofesi sebagai tukang.

“Kedua tersangka diamankan pada Jumat, 8 Oktober 2021 sekitar pukul 00.30 Wita, setelah mendapat laporan dari korban bernama Christofel Angouw berusia 20 tahun. Keduanya diamankan saat sedang menggelar pesta miras di TKP, Perkebunan Wawo,” ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast, Jumat siang (8/10/2021) di Mapolda Sulut.

Penganiayaan berawal saat korban dengan mengendarai kendaraan R2 akan menuju ke TKP guna menjemput pacarnya. Saat tiba di TKP, korban yang masih berada di atas kendaraan tiba-tiba didekati kedua tersangka dan menanyakan tujuan korban datang ke TKP. Dijawab korban hendak menjemput pacar.

Mendengar hal tersebut, kedua tersangka langsung memukul korban dengan kepalan tangan ke arah wajah, setelah korban terjatuh kembali tersangka memukuli korban.

Merasa terancam korban selanjutnya berdiri dan langsung melarikan diri menggunakan kendaraan R2 miliknya, selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Tomohon Tengah.

“Kedua tersangka saat ini sudah diamankan Tim Totosik dan diserahkan ke Mapolsek Tomohon Tengah untuk diproses hukum lebih lanjut,” singkat Kombes Pol Jules Abraham Abast. (Adrian)

Manado,Sulutnews.com – Tim Tarsius Presisi Polsek Maesa mengamankan dua pelaku penganiayaan terhadap seorang pedagang di sekitar Pasar Girian, Bitung.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, mengatakan, kedua pelaku yaitu MP (19) warga Wangurer Barat, Bitung, dan AL (24) warga Madidir Ure, Bitung.

“Kedua pelaku ditangkap di Bongkudai, Modayag, Bolaang Mongondow Timur, pada Kamis (07/10/2021) dini hari,” ujarnya, Jum’at (08/10) pagi, di Mapolda Sulut.

Lanjut Kombes Pol Jules Abraham Abast, kedua pelaku diketahui menganiaya Rusli Patta (51) warga Girian Bawah, Bitung, pada Senin (04/10) malam.

“Kedua pelaku saat itu dalam keadaan mabuk. MP lalu menanyakan keberadaan pria bernama Mail kepada korban, namun korban menjawab dengan kalimat kasar lalu memukul MP, hingga terjadi perkelahian,” katanya.

Melihat hal tersebut, AL mencabut sebilah pisau badik dari pinggangnya dan menikam korban tetapi korban berhasil menghindar hingga terjatuh.

“Saat korban terjatuh, AL menikam pinggang kiri korban. Kemudian MP juga mencabut pisau badik dan hendak ikut menikam, namun dihalangi keluarga korban. Kedua pelaku lalu melarikan diri,” jelas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Ditambahkan Kombes Pol Jules Abraham Abast, AL diberikan tindakan tegas dan terukur di kaki kanannya karena berusaha melarikan diri dan melawan petugas saat penyitaan barang bukti.

“Kedua pelaku beserta barang bukti dua bilah senjata tajam pisau badik telah diamankan di Mapolres Bitung untuk diperiksa lebih lanjut,” pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast. (Adrian)

Manado,Sulutnews.com - Sekitar 95.000 siswa yang terdiri dari 5.000 siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan 90.000 siswa SMP dan SD baik negeri dan  swasta di Kota Manado yang ikut Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sejak Jumat 1 Oktober hingga Kamis 7 Oktober  belum ada yang terkena Covid 19. 

Hal tersebut dikatakan Kadis Pendidikan Nasional Kota Manado Dr Dahlan Walangitan MPd kepada wartawan Kamis (710) dikantornya.

Menurut Dahlan belum ada yang terkena Covid 19 karena Prokes sangat ketat dalam PTM. Pengawasan ketat dan tim Satgas di setiap sekolah bekerja baik. Kemudian sebagian besar siswa 12 tahun keatas sudah vaksin termasuk guru guru. Sementara dalam PTM siswa hanya dua jam disekolah dan hanya 50 persen yang ikut PTM dengan satuh sif.

Setiap hari secara bergantian siswa ikut PTM. Contohnya kalau kelompok pertama 15 siswa ikut PTM  kelompok kedua 15 siswa lewat daring dari rumah itu dilakukan secara bergantian."Jadi semua sekolah harus taat Prokes,"Kata Dahlan.

Dahlan optimis kalau prokes ketat maka tidak akan terjadi Claster Covid 19 disekolah. Ditambahkan semua siswa harus ikut PTM maupun daring"Jadi semua sisws harus ikut proses pembelajar apakah lewat daring atau PTM,"kata Dahlan.

Ijin Orang Tua

Sementara itu Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Negeri 4 Manado Dr Alwin Palit MPd  dan Kepsek SMP Negeri 11 Manado Enoch Saul SPd kepada Sulutnews.com secara terpisah mengatakan mereka lakukan Prokes ketat dalam PTM. Sejak siswa masuk halaman sekolah langsung cuci tangan dan harus pakai masker. Saat pulang juga diawasi.   Menurut Kepsek Dr Alwin Palit siswa yang sakit tidak ikut PTM. Mereka hanya satu sif dan sudah vaksin 12 tahun keatas. Siswa yang tidak ada ijin orang tua hanya sedikit. Hal yang sama juga dikatakan Kepsek Enoch Saul. Menurutnya siswa tidak makan disekolah setelah PTM selama dua jam langsung kembali kerumah. Sedangkan Kepsek SMP Negeri 7 Manado Syenny Waworuntu SPd mengatakan siswa yang tidak ikut prokes ketat kami langsung tindak. Usai belajar langsung pulang kerumah.

Sedangkan Kepsek SD Negeri 125 Manado Hanifa Onggi SPd dan Kepsek SD Negeri Winangun Ny Rotinsulu SPd  mengatakan sebagian besar siswanya ikut PTM dengan prokes ketat."Saya bersyukur tidak ada siswa yang terkena Covid 19" kata Ny Rotinsulu. Kepsek Hanifa juga diawasi ketat dan prokes ketat. Karena kalau ada yang terkena Covid bisa dihentikan PTM"Jadi kami ikut instruksi Kadis Pendidikan dan Satgas Covid,"kata Kepsek Hanifa. Pantauan Sulutnews dibeberapa Sekolah tempat cuci tangan banyak dibangun didepan kelas.(*/fany)

Manado,Sulutnews.com - Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara Ibu  A. Dita Prawitaningsih, SH.,MH didampingi Kabag TU Reinhard Tololiu, SH.,MH bersama Kasi Penkum Theodorus Rumampuk, SH.,MH menerima kunjungan silaturahmi dari Pengurus Inti Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Utara, Kamis (07/10).

Dita Prawitanginsih selaku Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara menyambut baik kunjungan Rombongan PWI Sulut.

Dimana selama menjabat Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, ini kali yang pertama dirinya menerima kunjungan Pengurus inti PWI Provinsi Sulut.

Saya memberikan ucapan selamat kepada seluruh Pengurus  Persatuan PWI  Provinsi Sulut periode 2021-2026 yang telah dilantik  Pada 30 Maret 2021.

"Saya berharap apa yang menjadi Visi  Misi PWI Sulut itu dapat terlaksana dengan baik ungkap Dita Prawitanginsih.

Pada kesempatan ini Dita Prawitanginsih juga  berpesan agar PWI Sulut dapat  bersinergi untuk mendukung Program Kerja Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara.

"Kami  butuh wartawan, begitu juga sebaliknya Wartawan butuh kami,  ungkap Dita Prawitanginsih.

Menurutnya salah satu tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini adalah maraknya peredaran hoax atau kabar bohong.

Oleh karena itu,  Dita Prawitanginsih berharap  PWI Sulut bisa meningkatkan kompetensi seluruh anggotanya dan tampil sebagai yang terdepan untuk melawan hoax.

"Tantangan untuk wartawan tentu tidak mudah,  "Banyaknya media, Derasnya pemberitaan di media sosial di satu sisi dapat merugikan wartawan.

"Apalagi tidak semua informasi di media sosial tersaring dengan baik dan akhirnya memunculkan informasi  hoax, tuturnya.

Semoga Kehadiran PWI Sulut dapat menjadi teman dan mitra yang baik terutama dalam menyampaikan berita-berita yang berimbang yang menyejukkan dan tidak provokatif tandas Dita Prawitaningsih.

Mewakili Ketua PWI Provinsi Sulut Vouke Lontaan, melalui (Sekretaris) Merson Simbolon, (Wakil Ketua Bidang Organisasi) Jimmy Senduk, (Wakil Ketua Bidang Advokasi dan Pembelaan Wartawan) Adrianus R Pusungunaung,  dan (Wakil Ketua Bidang Pendidikan) Fernando Lumanauw,

"Mengucapkan terimakasih Kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara Ibu  A. Dita Prawitaningsih, SH.,MH. yang telah menerima kunjungan Pengurus inti PWI Sulut.

Dikatakan Merson Simbolon, pihaknya juga terus berupaya meningkatkan profesionalisme juga kesadaran patriotis untuk menangkal berita hoax yang bertujuan menyesatkan masyarakat dan memecah belah bangsa.

“Di tengah wabah Covid-19, wartawan dibutuhkan peranannya untuk membangkitkan optimisme masyarakat agar bisa melewatinya, sekaligus mendorong semangat pemulihan ekonomi,” pungkas Merson Simbolon. (Adrian)