50 Pemuda Direkrut KPK Sebagai Penyuluh Pencegahan Dini Korupsi

Written by  Yayuk Wullur Sep 21, 2022

Manado, Sulutnews.com - Siapa saja bisa berprofesi sebagai Penyuluh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentu terlebih dahulu harus menempuh pembekalan tentang pencegahan dan penanganan korupsi.

Melalui program Bimbingan Teknik (Bimtek) KPK Bidang Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat adalah juga berprospek seseorang menjadi penyuluh KPK.

Rabu, (22/9) KPK mengelar Bimtek Pemuda dan LSM Antikorupsi di Sulawesi Utara. Ada 50 orang pemuda pemudi terbaik menjadi peserta Bimtek KPK ini, mereka lulus seleksi online sebelum diundang sebagai peserta.

Bimtek KPK tersebut mengusung topik "Partisipasi Pemuda dan LSM membangun Provinsi Sulawesi Utara Bebas dari Korupsi". Kegiatan berlangsung di Hotel Arya Duta Manado.

Ketua KPK Deputi Bidang Pendidikan DR Ir Wawan Wardiana MT mengatakan korupsi merupakan kejahatan besar sehingga target tahun 2025 Indonesia bebas dari korupsi belum tercapai.

"Sebenarnya potensi melakukan korupsi berawal dari keluarga kita. Mengambil uang dari sisa belanja sudah termasuk korupsi kecil-kecilan," kata DR Ir Wawan Wardiana,MT ketika berbicara di Pembukaan Bimtek KPK di Hotel Arya Duta Boulevard Manado, Rabu (22/9).

Ia menambahkan dalam pendekatan kepada masyrakat KPK menggunakan tiga cara yaitu pendidikan, pencegah dan penindakan.

"Kami berharap korupsi dapat dicegah secara dini mulai dari keluarga. KPK sangat berharap pula potenai pemuda sebagi penyuluh dapat bekerja dengan baik. Mereka kami latih  faham terhadap 3 L yaitu Lihat, Lawan, Laporkan," lanjutnya di saat menggelar Konferensi Pers yang dihadiri awak media dari Jakarta dan Manado.

Sebagian penyuluh direkrut dari pemuda dan LSM yang ada di kabupaten Kota se Sulawesi Utara. "Akademisi, pejabat dan mahasiswa kami rekrut untuk bisa membantu KPK dalam pencegahan dan penangann korupsi di Indonesia," urainya. (yuk).