Tim TABUR Kejati Sulut Tangkap DPO Kejari Tanjung Perak

Written by  Adrianus Pusungunaung Jun 23, 2022

Manado,sulutnews.com - Tim Tangkap Buronan (TABUR) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara Kamis, (23/6/2022) sekitar pukul 15.30 WITA, berhasil mengamankan Terpidana HS alias Hendra.

Saat itu Tim TABUR Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara yang di pimpin langsung oleh Asisten Intelijen Stanley  Yos Bukara, S.H., M.H berhasil mengamankan terpidana atas nama Hendra  yang telah melakukan Tindak Pidana Penggelapan Pasal 372 KUHP jo. Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor 869 K/Pid/2018 tanggal 12 September 2019 yang telah berkekuatan hukum tetap (Inkracht Van gewijsde).

Kepada media ini, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulut Edy Birton, SH.MH melalui Kasi Penkum Theodorus Rumampuk, SH.MH menerangkan bahwa terpidana Hendra  masuk dalam DPO (Daftar Pencarian Orang) dari Kejaksaan Negeri Tanjung Perak berdasarkan Surat Penetapan Pencarian Orang tanggal 22 Juni 2022.

Dikatakan Kasi Penkum Setelah menerima Surat Permohonan Bantuan Pengamanan dari Kepala Kejaksaan Negeri Tanjung Perak tanggal 22 Juni 2022, yang pada pokoknya memberikan informasi bahwa Terpidana Hendra  berada di wilayah hukum Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, maka Tim TABUR Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara mulai melakukan pencarian tentang keberadaan terpidana di Kota Manado.

Terpidana Hendra Sihombing di amankan Tim Tangkap Buronan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara pada saat terpidana sedang mengurus surat-surat tanah di kantor Kecamatan Mapanget, Kota Manado.

"Pada saat di amankan Tim TABUR Kejati Sulut terlebih dahulu menjelaskan kepada Terpidana tentang perbuatan pidana yang di lakukan bersangkutan berdasarkan

Putusan Mahkamah Agung Nomor : 869 K/Pid/2018. Dan Terpidana mengakuinya dan tidak melakukan perlawanan, ucap Kasi Penkum.

Lanjut dijelaskan Kasi Penkum Bahwa menurut fakta hukum yang terungkap dalam Persidangan perbuatan Terpidana telah melakukan penggelapan terhadap Uang Saksi Korban Handoko Mintojo Raharjo dengan cara mempergunakan uang Saksi Korban menyimpang dari tujuan dan sifat di berikannya sejumlah uang kepada Terpidana.

Yaitu untuk pengurusan pembayaran tunggakan dan denda pajak bumi dan bangunan bukan untuk hal lainnya sehingga mengakibatkan Saksi Korban mengalami kerugian sebesar Rp.- 710.000.000 juta (tujuh ratus sepuluh juta rupiah).

Selanjutnya Terpidana Hendra Sihombing dibawa ke Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara untuk selanjutnya akan di terbangkan ke Surabaya untuk menjalani hukuman selama 1 (satu) Tahun  dan 3 (tiga) Bulan, tukas Kasi Penkum Theodorus Rumampuk, SH.MH.

Penulis: ARP