[Keterangan Foto: Tampak Wakil Walikota Tomohon Wenny Lumentut saat merekam situasi di Bandara Sam Ratulangi saat dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh pihak KKP] [Keterangan Foto: Tampak Wakil Walikota Tomohon Wenny Lumentut saat merekam situasi di Bandara Sam Ratulangi saat dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh pihak KKP]

Ini Alasan Wakil Walikota Tomohon Marah - Marah di Bandara Samratulangi, Sampai Keluar Kata Brengsek

Written by  Adrianus Pusungunaung May 06, 2022

Manado,Sulutnews.com - Pelayanan pada penumpang di Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi diminta untuk ditingkatkan. Terutama saat ini, pariwisata Sulawesi Utara (Sulut) mulai bergeliat kembali.

Penumpang di Bandara Samrat Manado, khususnya internasional mengalami peningkatan signifikan.

Berdasarkan  data,  selama Januari, hingga Jumat (6/5) kemarin,  total penumpang internasional yang mendarat di Bandara Samrat mencapai 4.154 penumpang.

Sementara yang berangkat sebanyak 880 penumpang. Hal ini pun memicu antrean panjang di terminal kedatangan internasional. Banyak yang mengeluhkan kurangnya kursi tunggu.

Seperti disaksikan Wakil Wali Kota Tomohon Wenny Lumentut, kemarin. Pada Wartawan Wenny Lumentut mengaku sangat mengapresiasi usaha-usaha pemerintah, khususnya Satgas Covid-19 dalam pencegahan penyebaran virus.

 “Saya hargai kerja keras tim Satgas covid. Namun alangkah baiknya penumpang menunggu di ruang tunggu yang nyaman. Apalagi proses untuk masuk sekira dua jam,” tutur Lumentut.

Dia melanjutkan, selain ruang tunggu yang dinilainya tidak representatif, kursi yang disediakan sangat sedikit. Penumpang hampir 100 yang tiba di bandara, kursinya sangat sedikit,” lanjut Lumentut.

Dia berharap ada pembenahan dari instansi teknis. “Karena saat inikan wisatawan sudah banyak yang datang ke Sulut. Sambutannya juga harus maksimal,” kuncinya.

Sebelumnya Wakil Walikota Tomohon Wenny Lumentut protes keras terhadap pelayanan pihak Angkasa Pura dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP)  Bandara Internasional Dr Sam Rarulangi Manado.

Wenny menganggap apa yang dilakulan Angkasa Pura Manado dan KKP menghambat program Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey dalam meningkatkan roda perekonomian lewat pariwisata.

"Ini pak Gubernur. Ini tidak sehat cara-cara seperti ini, Kayak ayam semua ini. Kita sudah PCR, masih model begini. Brengsek betul pelayanan di Bandara Sam Ratulangi. Melayani turis model begini, tidak beres. Bukan main pelayanan bandara. Rusak!,"ujar Wenny sambil memperlihatkan rekaman video yang dia ambil.

Nampak dalam rekaman video tersebut, ratusan penumpang lokal dan turis dari berbagai negara tertahan di pintu depan koridor. Mereka harus antri melakukan pemeriksaan. Dalam rekaman video tersebut, para penumpang yang akang keluar bandara harus menjalani pemeriksaan PCR.

"Luar biasa pelayanan di Badara Sam Ratulangi. Dilayani kayak ayam. Benar-benar menyedihkan.

Brengsek betul pelayanan di Bandara Sam Ratulangi ini. Pak Gubernur, ini harus ditegur. Pelayanan ngak beres di Bandara Sam Ratulangi. Kesehatan dan Angkasa Pura melayani turis-turis tidak benar lagi ini. Ini tidak sehat ini. Kayak ayam dilayani,"Timpalnya Lagi.

Ternyata tidak Hanya Wenny saja, senada disampaikan Wakil Ketua DPRD Manado Noortje Van Bone. “Visi dan misi Gubernur Sulut pariwisata kalau bisa dilancarkan.

Ternyata ini turis sangat kesal dengan situasi yang ada, padahal ini baru satu pesawat. Bagaimana PAD mau naik kalau pelayanan seperti ini,” ujarnya.

Terkait keluhan tersebut, General Manager Bandara Samrat Manado Minggus Gandeguai memohon maaf atas ketidaknyamanan para penumpang.

Dia menuturkan untuk ketersediaan kursi di terminal kedatangan internasional memang jumlahnya tidak terlalu banyak. Jumlah tersebut sudah disesuaikan dengan total penumpang yang datang. Namun dia menjelaskan,  selama libur panjang terjadi peningkatan penumpang yang tidak diprediksi.

"Semua penumpang yang tiba di bandara harus melewati beberapa pemeriksaan.  Mulai dari pemeriksaan pihak KPP hingga Bea Cukai. 

Namun di dalam ruangan pemeriksaan KKP disediakan 47 kursi. Kebetulan terjadi lonjakan penumpang internasional jadi ada antrean. Di luar pun ada antrean karena ada WNA yang mengajukan VOA jadi belum bisa langsung ke KKP.  Namun proses di Bandara Samrat terhitung cepat, " jelasnya.

Dia memastikan, keluhan para penumpang menjadi bahan evaluasi dan bahan perbaikan kedepannya.  "Nanti kedepannya ini akan menjadi bahan evaluasi dan akan kami tambah jumlahnya. Peningkatan penumpang ini di luar prediksi sehingga tempat duduk masih pada jumlah yang sama, " katanya. 

Minggus pun menegaskan, proses pemeriksaan dokumen adalah ranahnya KKP,  Imigrasi dan Bea Cukai.  “Proses pemeriksaan ini menyesuaikan dengan aturan pemerintah pusat. 

Jadi kurang lebih pasti di bandara lain juga prosesnya sama," tekannya, sembari menambahkan, saat ini pihaknya sudah menambah empat meja pemeriksaan KKP.  Yang sebelumnya 6 menjadi 10 untuk percepat antrean.

Penulis: ARP