Foto : Jelita Mantik (Kim) Foto : Jelita Mantik (Kim)

Kim Bangga Main di Sinetron "Fatih Di Kampung Jawara" Pakai Bahasa Manado

Written by  Adrianus Pusungunaung Nov 18, 2021

Manado, Sulutnews.com - Dara bernama lengkap Jelita Mantik (32) yang akrap di sapa Kim ternyata mengaku bangga dan senang bisa bermain film saat dialog yang digunakan sepenuhnya dipercayakan menggunakan bahasa Manado.

anak kandung dari Leo Derk Mantik dan almarhun Yetti Legoh saat di wawancarai oleh media ini kamis (18/11/2021), mengungkapkan dimana pada saat itu dirinya tampil di sinetron "Fatih Di Kampung Jawara" yang pernah ditayangkan perdana 17 Oktober 2018 hingga selesai 27 Maret 2020 pukul 19.00 WIB sampai pukul 20.20 WIB di MNCTV. 

"Saat itu saya diminta oleh sutradara untuk bagaimana kalau dialog saya diganti dengan bahasa asal daerah saya, yaitu bahasa Manado.

Meskipun awalnya kaget, tapi saya dengan senang hati langsung menerima dan melakukan aksi tersebut, dan jujur saja dari beberapa cuplikan bahasa Manado saat tampil di syuting ini, saya sangat bangga karena bisa mengangkat bahasa daerah,  yakni kota Manado ujar Kim.

Kepada media ini Kim juga  menceritakan awal dirinya bergabung di dunia perfiliman indonesia. Diceritakan oleh Kim, Itu bermula saat ia diajak oleh seorang teman baiknya yang kebetulan punya koneksi di dunia perfiliman, kususnya filim laga yang kemudian mempromosikan dirinya ke salah satu cordinator action coreo yang sekaligus, stunt cordinator, namanya Jonatan Ozoh ucap Kim.

"Setelah melihat saya punya dasar bela diri, maka saya langsung di tawari untuk bergabung dan belajar aksi reaksi fighting action coreograpi,  "dari situ saya mulai tertarik di dunia perfiliman dan mulai mendapat  job berperan sebagai fighter, pemain.

"Dan selain sebagai pemain, saya juga bisa menjadi seorang stunt in kususnya di layar lebar yang bisa menggantikan pemain yang tidak bisa melakukan suatu aksi yang berbahaya atau mempunyai keahlian kusus, seperti fighting, atau seling dan hal - hal  yang memerlukan mental  beresiko cedera bagi talent atau pemain tersebut.

Menurut Kim dari beberapa pengalaman perfiliman yang sudah dilakoni dirinya  baik itu mulai dari short film, sinetron, webseris layar lebar dan salah satu iklan dari situlah  kemudian akhirnya  ia ditawari untuk bergabung dalam Persatuan artis  film indonesia (PARFI), dan tentunya sebagai perempuan kelahiran Tondano Kabupaten Minahasa saya patut berbangga dong.

"asalkan kita mau berjuang dan terus mengejar apa yang menjadi impian kita untuk meraih sukses tentunya, timpal Kim.

Lanjut dikatakan Kim, "saya adalah anak  ke 7 dari 8 bersaudara, kami adalah keluarga yang sederhana dengan ekonomi yang paspasan. Sejak aktif sebagai atlet Taekwondo di tahun 2008 sampai 2014 sampai pernah mengikuti pertandingan di manado  ditingkat kejuaran indonesia bagian timur, memang pendidikan terakhir saya adalah sarjana ekonomi .

Perlu diketahui awal saya merantau ke Jakarta pada waktu itu,  jujur saja itu karena karna pada saat itu orang tua saya ekonominya lagi susah.  jadi mau tidak mau saya harus  merantau  ke  Jakarta untuk mencari pekerjaan agar bisa melanjutkan kuliah, sebut Kim.

Awal perjalananan karir  saya pada waktu itu banyak tantangan, tapi yang paling penting adalah kita jangan lupa megandalkan Tuhan dan jangan mau diperbudak oleh keinginan - keinginan daging yang dapat merusak harga diri seorang wanita. "jangan malu hidup sederhana, belajar mengucap syukur  dengan apa kita miliki, percaya diri dan percaya bahwa yang pegang torang pe masa depan itu Tuhan yang torang sembah,  tandas Kim. (Adrian)