Munculnya Covid19 Berdampak Pada Pembuatan Paspor Di Kantor Imigrasi Manado

Written by  Yayuk Wullur Oct 13, 2021

Manado,Sulutnews.com - Pencegahan dan Penanganan Pemerintah RI tentang Covid19 di Indonesia berdampak pada pembuatan paspor baru di Kantor Imigrasi Kelas 1 Manado, selama tahun 2020 menurun dratis dibandingkan tahun sebelumnya 2019.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Manado diwakili Kasie Lantaskim Jeaky Gerung mengatakan penurunan terjadi hingga 100 persen mulai bulan Juni 2020.

"Penurunan dratis per Juni 2020, berlanjut hingga Desember tahun itu juga," kata Jacky Gerung di Manado, Rabu (13/10).

Terjadi penurunan karena kan bulan Juni pelayanan pengurusan paspor baru dihentikan sementara, alias disetop terkait himbauan pemerintah tentang munculnya Covid19 di Indonesia, tambahnya.

Penurunan drastis juga terjadi pada pembuatan paspor baru untuk jamaah haji tahun 2020 yang ditutup karena pandemi COVID-19.

Nanti pada bulan Agustus 2021 sudah ada 20 sampai 85 orang setiap harinya yang mengurus paspor baru, kata Jeaky Gerung menjelaskan terkit penanganan Covid19, untuk mencari 5 paspor baru saja tidak ada yang mengurus.

Pembuatan paspor persiapan penggantian baru terjadi mulai bulan Agustus 2021, hal ini disebabkan banyak orang dipikir bahwa paspornya sudah mendekati jatuh tempo dan akan didenda, "Mereka lantas datang untuk diperpanjang. Padahal paspor tidak kena denda," ujarnya.

Dibanding tahun sebelumnya yakni 2019 pembuatan paspor baru mencapai 4000, tahun 2021 baru akan direkap, tambah Jeaky Gerung.

Pembuatan paspor dan pengurusan visa diberikan kepada mereka dengan tujuan luar negeri di Arab Saudi, Jepang, Hongkong dan Amerika.

Mengurus paspor dihimbaunya jika dibutuhkan saja yang diurus baik dengan mendatangi Kantor Imigrasi Manado atau melalui online.

Sementara untuk kegiatan promosi, kata Jeaky, karena situasi pandemi COVID-19, dilakukan dengan pola informasi online.

Khusus pengawasan terhadap orang asing juga mengalami perubahan.

Semula jumlah petugasnya banyak dan langsung turun ke lapangan, berganti mengandalkan pengawasan dengan jumlah petugas sedikit dan secara online. (*/yuk)