Caption: Rooije R.H Rumende, Bersama Ketua Pembina LPM Sulut dan Ketua LPM Sulut, Setelah Melakukan Pertemuan, di Polres Tomohon, Rabu (14/4/2021) Caption: Rooije R.H Rumende, Bersama Ketua Pembina LPM Sulut dan Ketua LPM Sulut, Setelah Melakukan Pertemuan, di Polres Tomohon, Rabu (14/4/2021)

Ketua LPM Sulut Minta Maaf, Pemecatan Rumende Dianggap Tidak Sah

Written by  Adrianus RP Apr 14, 2021

Manado,Sulutnews.com- Kisruh Dinonaktifkannya Rooije R.H Rumende, Sebagai Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kota Tomohon, oleh Ketua LPM Sulawesi Utara (Sulut) Drs. Ferdy Suoth, Yang Tertuang Dalam Surat Keputusan Nomor 50/DPD.LPM-Sulut/SK/II/2021, Mulai Menemukan Titik Terang.

Hal tersebut, ditandai dengan adanya surat permohonan maaf yang disampaikan oleh Ketua LPM Sulut Drs. Ferdy Suoth, tanggal 14 April 2021, yang bertempat di Polres Tomohon, pada Rabu (14/4) siang tadi.

Dalam surat tersebut, Ketua LPM Sulut memohon maaf dan mengaku bersalah atas statemen yang diberikannya kepada salah satu wartawan media online  Tomohon pada tanggal 19 Januari lalu.

Dimana dalam  statemen tersebut menyebutkan, LPM Tomohon dibawah pimpinan, Rooije R.H Rumende, telah menerima dana hibah anggaran tahun 2020 dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon.

Diketahui, penonaktifkan Rumende oleh Ketua LPM Sulut, dilakukan karena LPM Tomohon tidak menyerahkan Laporan Pertanggungjawaban atas dana hibah yang diterima oleh LPM Tomohon  dari Pemkot Tomohon, padahal tidak demikian, atau tuduhan tersebut keliru.

Menanggapi hal tersebut, Rumende mengatakan, karena dasar pemberhentian ini adalah tidak dilaporkannya dana hibah serta Ketua LPM Sulut telah memohon maaf, maka pihak nya berharap agar surat pemberhentuan tersebut dicabut oleh LPM Sulut.

"Dengan adanya permohonan tersebut, pihak kami berharap agar pemberhentian ini dibatalkan, sebagai kelanjutan dari permohonan maaf dari ketua LPM Sulut, yang telah menuding LPM Tomohon terkait dana hibah, padahal Kami tidak pernah menerima dan hibah dari pihak manapun. Karena tudingan tersebut dianggap tidak sah, maka pemberhentian inipun berati tidak sah," ungkap Rumende

Terpisah, Ketua Dewan Pembina LPM Sulut, Dr. Iwayan Damai, mengatakan, akan memediasi kedua belah pihak agar tidak ada lagi perselisihan.

"Selaku Ketua Dewan Pembina, saya akan berusaha menjadi penengah. Saya akan berupaya membantu mencari jalan damai agar persoalan ini bisa terselesaikan tanpa ada kerugian dari pihak manapun," ucap Damai. (Adrian)