Manado

Manado (604)

Manado, Sulutnews.com – Gubernur Sulawesi Utara mengeluarkan surat edaran Nomor : 440/21.4514/Sekr-Dinkes Tentang Antisipasi Peningkatan Kasus Covid-19 Di Provinsi Sulawesi Utara.

Bunyi surat edaran Gubernur Sulawesi Utara Selengkapnya adalah sebagai berkut :

Berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 25 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua; dan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 26 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2, dan Level 1 serta mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disesae 2019 di tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019, maka untuk jadi perhatian hal-hal sebagai berikut:

  1. Bahwa sesuai kondisi epidemiologi, wilayah Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Utara dilakukan pembatasan kegiatan masyarakat berdasarkan kriteria level assessment COVID-19;
  2. Bupati/Walikota menetapkan status kewaspadaan dan mengatur pembatasan kegiatan masyarakat berdasarkan kriteria level assessment COVID-19 di wilayah Kecamatan, Desa/Kelurahan sesuai kaidah epidemiologi dan tingkat risiko penularan COVID-19;
  3. Melakukan monitoring dan rapat koordinasi secara berkala dengan Satgas COVID-19 dan pemangku kepentingan terkait (stakeholders);
  4. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (Sekolah, Perguruan Tinggi, Akademi, Tempat Pendidikan dan Pelatihan) dilakukan secara daring;
  5. Pelaksanaan kegiatan pada tempat kerja/perkantoran sektor non essensial diberlakukan 25% (dua puluh lima persen) Work From Office (WFO) dengan protokol kesehatan secara ketat;
  6. Pelaksanaan kegiatan pada tempat kerja/perkantoran sektor essensial seperti keuangan dan perbankan, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non penanganan karantina COVID-19, industri orientasi ekspor diberlakukan 50% (lima puluh persen) maksimal staf Work From Office (WFO) dengan protokol kesehatan secara ketat;
  7. Pada sektor Pemerintahan yang memberikan pelayanan publik yang tidak bisa ditunda pelaksanaannya diberlakukan 50% (lima puluh persen) maksimal staf Work From Office (WFO) dengan protokol kesehatan secara ketat;
  8. Sektor kritikal seperti energi, kesehatan, keamanan, logistik dan transportasi, industri makanan dan minuman serta penunjangnya, petrokimia, semen, objek vital nasional, penanganan bencana, proyek strategis nasional, konstruksi, utilitas dasar (listrik dan air) serta industri pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari diberlakukan 100% (seratus persen) maksimal Staf Work From Office (WFO) dengan protokol kesehatan secara ketat;
  9. Kegiatan pertemuan seperti rapat dan sejenisnya yang dilakukan di dalam ruangan diberlakukan 25% (dua puluh lima persen) kapasitas ruangan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat;
  10. Untuk supermarket, pasar tradisional, toko kelontong dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasional sampai pukul 20.00 Wita dengan kapasitas pengunjung 50% (lima puluh persen);
  11. Untuk Apotik dan toko obat dapat dibuka selama 24 (dua puluh empat) jam;
  12. Pelaksanaan kegiatan makan/minum ditempat (restoran, warung makan, rumah makan, kafe, pedagang kaki lima, lapak jajanan) baik yang berada pada lokasi tersendiri, maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/mall dibatasi jam operasional sampai pukul 20.00 Wita dengan kapasitas pengunjung 25% (dua puluh lima persen);
  13. Resepsi pernikahan, acara duka dan acara syukur lainnya dihadiri maksimal 50 (lima puluh) orang dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan tidak menerapkan makan ditempat, penyediaan makanan hanya diperbolehkan dalam tempat tertutup dan untuk dibawa pulang;
  14. Kegiatan Keagamaan dilakukan di dalam ruangan dengan kapasitas 25% (dua puluh lima persen) dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat;
  15. Surat Edaran ini mulai berlaku sejak tanggal 2 Agustus sampai dengan 16 Agustus 2021 dengan memperhatikan perkembangan epidemiologi COVID-19.

Demikian untuk mendapat perhatian dan pelaksanaan sebagaimana mestinya

 

Manado, Sulutnews.com - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus memacu penyaluran bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Gubernur Sulut Olly Dondokambey mengungkapkan bahwa bansos berupa beras 10 kilogram tersebut merupakan kerjasama Pemprov Sulut dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) yang saat ini sedang disalurkan ke kabupaten/kota se-Sulut, Sabtu (31/7/2021).

"Penyalurkan bantuan ini diperuntukan bagi Keluarga yang datanya ada di Dinas Sosial akan mendapatkan 10 kg. Sementara ini bantuan sedang dijalankan," kata Gubernur Olly.

Diketahui, bantuan ini menyasar 181.377 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di 15 kabupaten/kota se-Sulut yang terdiri dari keluarga yang masuk Program Keluarga Harapan (PKH) sebanyak 84.166 keluarga dan Penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) 97.211 keluarga, dengan total beras yang disiapkan Pemprov Sulut adalah sebanyak 1.813.770 kilogram.

"Bantuan ini sudah ada di Bulog kabupaten/kota. Jadi saat ini bupati/walikota harus secepatnya menyalurkan bantuan ini supaya manfaatnya bisa segera dirasakan oleh masyarakat," ujar Gubernur Olly.

Per tanggal 30 Juli 2021, realisasi penyaluran bantuan sudah mencapai 66,00 persen, dengan total yang masuk dalam Berita Acara Serah Terima (BAST) berjumlah 1.197.140 kilogram.

Beberapa Kabupaten/Kota sudah 100 persen capaian penyaluran bantuannya yaitu Kota Manado, Kota Bitung, Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa Tenggara dan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. (/Fanny)

Manado,Sulutnews.com – Polda Sulawesi Utara (Sulut) menggelar konferensi pers untuk menanggapi beredarnya video di medsos tentang komplain proses Seleksi Penerimaan Terpadu Anggota Polri T.A. 2021, Jum’at (30/07) siang, di Ruang Catur Prasetya.

Kapolda Sulut Irjen Pol Nana Sudjana melalui Kabid Humas Kombes Pol Jules Abraham Abast dalam konferensi pers, menjelaskan kronologi kejadian tersebut.

“Komplain dilakukan oleh Calon Siswa (Casis) atas nama Rafael Malalangi, Nomor Casis: 032823/P/1682, asal pendaftaran dari Panitia Pembantu Penerimaan (Pabanrim) Polres Minahasa Selatan (Minsel) dan orang tuanya, pasca  Sidang Kelulusan Casis Bintara dan Tamtama Polri di Polda Sulut,” kata Kombes Pol Jules Abraham Abast didampingi Kabag Dalpers Biro SDM AKBP Eko.

Sidang tersebut, lanjutnya, digelar pada Kamis (22/07) di Mapolda Sulut, dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Sehingga yang hadir secara langsung untuk mengikuti Sidang Kelulusan hanya berjumlah 27 orang, terdiri dari perwakilan Casis 20 orang dan orang tua 7 orang. Sedangkan Casis yang lain berjumlah 739 orang, menyaksikan melalui live streaming Youtube.

Pada saat sidang disampaikan bahwa apabila ada di antara Casis yang keberatan dengan nilainya, maka dipersilahkan untuk mengajukan keberatan.

“Setelah sidang diberi kesempatan kepada para Casis untuk mengajukan keberatan melalui Zoom Meeting maupun datang langsung ke Biro SDM Polda Sulut,” ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Kemudian usai sidang, Casis atas nama Franco Efraim Kowal Nomor Casis: 032823/P/1583 asal pendaftaran dari Pabanrim Polres Minsel mendatangi Panitia untuk mengajukan keberatan terhadap nilai Tes Kesamaptaan Jasmani (Kesjas).

Dan setelah dilakukan pengecekan pada hasil nilai Tes Kesjas yang diterima oleh pihak Sekretariat (berdasarkan Berita Acara), maka nilainya masih sesuai seperti yang disampaikan/ditayangkan pada saat Sidang Kelulusan.

Sehingga dilakukan pengecekan pada flip chart yang ditandatangani oleh para peserta pada saat selesai melaksanakan tes dan didapati bahwa terdapat perbedaan pada nilai flip chart khususnya Tes Kesjas C (Renang).

“Di mana pada flip chart tercantum nilai 91, sedangkan pada Berita Acara yang diserahkan oleh Tim Kesjas kepada Sekretariat adalah nilai 64,” jelasnya.

Atas dasar temuan tersebut, lalu dilakukan pencocokan nilai dan ternyata setelah dimasukkan nilai yang sebenarnya, maka Nilai Akhir dari Casis Franco Efraim Kowal untuk Tes Kesjas 72,45 dari yang sebelumnya 64,35.

Dan setelah dilakukan perankingan kembali untuk Pabanrim Polres Minsel, maka Casis Franco Efraim Kowal menjadi ranking 14 dari kuota 22 orang yang Lulus Terpilih untuk mengikuti Pendidikan Gelombang I Tahun 2022 mendatang.

Berdasarkan klarifikasi ini maka Panitia mengundang Casis Rafael Malalangi bersama orang tuanya untuk hadir di Polda Sulut, dalam rangka disampaikan adanya koreksi terhadap hasil sidang, karena Rafael berada pada ranking terakhir (rangking 22) Pabanrim Polres Minsel.

Dalam pertemuan hari Jum’at (23/07) yang dihadiri Casis Franco Efraim Kowal dan Casis Rafael Malalangi bersama orang tua masing-masing, disampaikan bahwa terdapat keberatan dari Franco Efraim Kowal terkait nilai akhir Tes Kesjas.

Usai dilakukan verifikasi dengan cara menampilkan flip chart pada saat pelaksanaan tes oleh Tim Kesjas terhadap nilai dari Casis Franco Efraim Kowal, ternyata terdapat kekeliruan pada Nilai Akhir Tes Kesjas. Maka Casis  Franco Efraim Kowal masuk dalam ranking sesuai kuota atau Lulus Terpilih.

“Dengan masuknya atau secara ranking Casis Franco Efraim Kowal Lulus Terpilih, maka secara otomatis Casis Rafael Malalangi yang adalah ranking terakhir (rangking 22) dan tadinya dinyatakan Lulus Terpilih, menjadi batal atau dinyatakan Lulus Tidak Terpilih, serta menjadi ranking 23,” terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Ditambahkannya, Bid Propam Polda Sulut telah meminta keterangan terhadap Casis Rafael Malalangi dan orang tuanya, terkait adanya Laporan Nomor: LP/62/VII/2021/Subbagyanduan tanggal 26 Juli 2021.

“Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan oleh Bid Propam dan Itwasda Polda Sulut terhadap Panitia Seleksi Penerimaan terkait adanya dugaan kesalahan faktor manusia (human error) penginputan nilai hasil Tes Kesjas,” tegas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Kombes Pol Jules Abraham Abast menjelaskan, berdasarkan pertimbangan dan kebijakan dari pimpinan dalam rapat yang telah digelar terkait komplain ini, maka Kapolda Sulut mengajukan usulan agar Casis Rafael Malalangi dapat diikutkan mengikuti pendidikan Bintara Polri pada Gelombang I tahun 2022 mendatang.

“Dan usulan tersebut diajukan kepada Bapak Kapolri, dan beliau sudah menyetujui dan mengakomodir untuk penambahan kuota sebanyak satu orang atas nama Rafael Malalangi untuk mengikuti pendidikan Bintara Polri pada Gelombang I tahun 2022,” pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Konferensi pers tersebut turut dihadiri oleh Casis Rafael Malalangi bersama orang tua dan pendamping.

Dalam kesempatan itu pula, ayah Rafael, Kenli Malalangi juga meminta maaf atas viralnya video komplain tersebut di media sosial.

“Saya dan keluarga meminta maaf kepada Bapak Kapolri, Bapak Kapolda Sulut dan seluruh jajaran kepolisian atas beredarnya video tersebut,” ucapnya.

Sementara itu, Rafael pun mengungkapkan rasa bahagianya karena akhirnya bisa mengikuti pendidikan tahun 2022 mendatang.

“Saya berterimakasih kepada Bapak Kapolri dan Bapak Kapolda Sulut yang sudah menerima saya menjadi calon Anggota Polri. Saya senang, saya cinta Polri, dan saya bangga. Untuk persiapan pendidikan saya akan rajin latihan, belajar, dan tidak melakukan hal-hal yang buruk,” kuncinya. (Adrian)

Manado,Sulutnews.com - Dalam rangka Memperingati Hari Bhakti ke-74 TNI AU, Lanud Sam Ratulangi Manado menggelar  ziarah di Taman Makam Pahlawan Kairagi, Weru, Paal Dua, Kota Manado, Sulawesi Utara, Rabu (28/07) kemarin. Kegiatan yang tampak berlangsung sederhana sekaligus khidmat ini, dipimpin langsung oleh Komandan Lanud Sam Ratulangi Marsma TNI Mohamad Satriyo Utomo, S.H.

Kepada media ini, Kepala Penerangan Lanud Sam Ratulangi  Mayor (Sus) Michiko Sandra Moningkey menjelaskan, selain melakukan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Kairagi, donor darah telah pula dilaksanakan pada hari Kamis (22/07)  untuk membantu Palang Merah Indonesia mengatasi kelangkaan stok darah di masyarakat Sulawesi Utara.

Dijelaskan Mayor Michico, Walaupun, Serbuan Vaksinasi masih tetap berlangsung hingga 4 Agustus di Balai Prajurit Lanud SRI, dengan dosis kedua vaksin  Zinovac (Inactivated SARS-CoV-2 virus 3 mcg/dose) dari Biofarma.  Tapi  untuk menaati aturan PPKM yang ditegaskan Marsma TNI Mohamad Satriyo Utomo, S.H.,  Kali ini ziarah rombongan hanya berjumlah setengah kekuatan personel Lanud, dengan menerapkan physical distancing dan pembatasan aktivitas dengan adanya pembagian shift kerja (WFH dan WFO)

"Jadi, usunan pasukan ziarah hanyalah satu Satuan Setingkat Peleton, ditambah Ibu-ibu PIA Ardhya Garini Lanud Sam Ratulangi, ujar Mayor Michico.

Lanjut dihari yang sama, Kamis (29/7) juga digelar upacara Hari Bhakti pada pukul sembilan waktu setempat, yang dilaksanakan secara daring. Kegiatan ini diikuti oleh Komandan dan para Kepala Dinas di ruang kerja Komandan di Mako “Tentara Langit” Lanud Sam Ratulangi.

Seluruh anggota dikatakan Mayor Michico, akan menyaksikan pelaksanaan upacara melalui Streaming Airmen TV Dispenau dengan links sebagai berikut: https://www.youtube.com/c/AirmenTVDispenau. Atau melalui link Facebook TNI AU yakni: http://www.facebook.com/TNIAUOfficial/ . Personel militer mengenakan pakaian dinas PDU 1 dan pakaian Korpri bagi PNS.

"Kegiatan serupa juga diselenggarakan di semua Pangkalan TNI AU (Lanud) di seluruh Indonesia dan di seluruh Komando Utama TNI AU. Meski beda jauh dengan pelaksanaan peringatan Hari Bhakti seperti tahun-tahun sebelumnya, namun seluruh rangkaian peringatan ke-74 ini dapat berlangsung dengan hikmat. Penyelenggaraannya beradaptasi dengan kebiasaan baru, yaitu disiplin hidup sehat dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat,  Urai Mayor Michico. (Adrian)

Manado,Sulutnews.com – Satreskrim Polres Bitung mengamankan pelaku pembuatan surat keterangan hasil pemeriksaan Swab PCR Covid-19 palsu, berinisial HES (41), warga Talawaan Minahasa Utara, Minggu (25/07/2021).

Pria tersebut merupakan oknum PNS di lingkungan Pemprov Sulawesi Utara (Sulut).

Pengungkapan kasus tersebut diulas oleh Kapolres Bitung AKBP Indrapramana melalui konferensi pers di depan sejumlah awak media, Kamis (29/07/2021) siang, di Mapolres setempat.

Kapolres mengatakan, terungkapnya kasus yang cukup menghebohkan publik ini berawal pada Sabtu (24/07) malam, di Pelabuhan Bitung.

“Bermula dari laporan Petugas di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bitung tentang adanya penggunaan surat hasil Swab PCR palsu,” ujar Kapolres.

Sehari kemudian, Minggu (25/07), Tim Satreskrim Polres Bitung melakukan penyelidikan, dan mendapat informasi bahwa pengguna hasil Swab PCR palsu itu berdomisili di Amurang Minahasa Selatan.

“Tim Satreskrim kemudian ke Amurang dan menginterogasi pengguna hasil Swab PCR palsu tersebut. Dan diperoleh info bahwa perantara pembuatan hasil Swab PCR palsu beralamat di Mapanget Manado,” katanya.

Pada hari yang sama, tim mendatangi perantara tersebut kemudian juga diinterogasi. Diterangkannya, pembuat hasil Swab PCR palsu tersebut adalah HES.

Tak mau kehilangan target utama, tim segera melacak keberadaan pelaku, dan akhirnya diamankan di wilayah Dimembe Minahasa Utara.

Lanjut Kapolres, pelaku mengaku membuat dan mencetak surat hasil Swab PCR palsu menggunakan laptop dan printer miliknya.

“Tim lalu menuju rumah pelaku dan mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain 1 buah laptop, 1 buah printer, 1 buah flashdisk, dan 1 hasil Swab PCR palsu, serta 1 asli,” rincinya.

Modusnya, pelaku menunggu siapapun yang memerlukan ‘jasanya’ untuk membuat hasil Swab PCR palsu. Pelaku telah memiliki format file hasil Swab PCR yang tersimpan di laptop.

“Jika ada yang memesan, pelaku lalu mengubah identitas yang ada dalam format tersebut dengan identitas pemesan atau pengguna. Termasuk mengubah tanggal sesuai penggunaannya,” jelas Kapolres.

Untuk meyakinkan pemesan, pelaku juga selalu meminta KTP, hasil Swab Antigen serta Surat Keterangan Perjalanan dari desa/kelurahan.

“Pelaku memasang tarif setiap pembuatan hasil Swab PCR palsu ini dengan harga bervariasi, mulai dari Rp800 ribu hingga 1,5 juta. Dan pelaku mengaku telah membuat hasil Swab PCR palsu ini kurang lebih lima kali,” terangnya.

Kapolres menambahkan, pelaku beserta barang bukti telah diamankan dan ditahan di Mapolres Bitung.

“Pelaku dijerat Pasal 263 Ayat (1) KUHP Sub Pasal 268 Ayat (1) KUHP, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 6 tahun,” tandas Kapolres. (Adrian)

Manado,Sulutnews.com – Peredaran gelap narkotika di Sulawesi Utara oleh oknum tidak bertanggung jawab, terus mendapat atensi dan perlawanan dari seluruh stakeholder terkait dan masyarakat di Sulawesi Utara.

Salah satu hasil penangkapan yang kemudian dimusnahkan barang buktinya, adalah narkotika golongan 1 bentuk tanaman jenis ganja sebanyak 1 paket dengan berat bersih sekitar 494,67 gram, dari tersangka perempuan berinisial ANS alias Ima (42) dan lelaki berinisial MA alias Memed (37), keduanya warga Kota Manado.

Pemusnahan barang bukti tanaman ganja ini dilaksanakan di halaman Kantor BNN Provinsi Sulawesi Utara, Kamis (29/7/2021) pagi, dihadiri oleh Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Nana Sudjana, Kepala BNN Provinsi Sulut Brigjen Pol V. J. Lasut, Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Prince M. Putong, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, Dirresnarkoba Kombes Pol Indra Lutrianto Amstono dan stakeholder terkait lainnya.

Pemusnahan ini sendiri berdasarkan Surat Ketetapan Status Barang Sitaan Narjkitika Kepala Kejaksaan Negeri Manado Nomor B-1635/P.1.10/Enz.1/06/2021, Surat Ketetapan Pemusnahan Barang Sitaan Narkotika Kepala BNN Provinsi Sulawesi Utara Nomor SK/01/VI/2021/BNNP Sulut, dan Surat Perintah Pemusnahan Barang Bukti Nomor SPPBB/01.d/VII/2021/BNNP Sulut.

Menurut Kepala BNNP Sulut Brigjen Pol V. J. Lasut, penangkapan ini membuktikan bahwa banyak narkotika yang masuk di di wilayah Sulawesi Utara.

“Dari data hasil analisa dan evaluasi daerah rawan narkotika tahun 2020, bahwa ada 29 daerah rawan dengan kategori daerah berbahaya. Ini yang kita harus antisipasi, kalau bisa turun menjadi daerah siaga atau waspada atapun daerah aman,” ujar Lasut.

Dan untuk mengantisipasi ini katanya, dibutuhkan kerja sama semua pihak lintas instansi dan departemen serta masyarakat pada umumnya. “Kami harapkan ada informasi kepada kami dan kerja sama yang baik dalam mengantispasi peredaran narkotika di Sulut,” tutup Lasut. (Adrian)

Manado, Sulutnews.com – Di tengah pandemi Covid-19, Sulawesi Utara (Sulut) masuk dalam 10 Provinsi di Indonesia yang pertumbuhan ekonominya positif pada Januari-Maret 2021.

Meski demikian Gubernur Sulut Olly Dondokambey tetap terus melakukan langkah antisipasi jika terjadi pelemahan ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19.

Langkah yang diambil Olly adalah dengan kembali mengajukan pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun 2021 sebesar Rp600 miliar. Sebelumnya Sulut telah mendapatkan fasilitas pinjaman PEN tahun 2020 sebesar Rp723 miliar, dengan pencairan dana telah mencapai Rp653 miliar.

“PEN berkontribusi meningkatkan suplai barang dan jasa sehingga dapat mempercepat perputaran perekonomian masyarakat Indonesia” ungkap Gubernur.

Hal itu terungkap dalam Rapat Bersama Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Terkait Usulan Pinjaman PEN tahun 2021, melalui zoom meeting di cempaka Kolongan Minahasa Utara, Selasa, (27/7/2021).

Di mana Gubernur Olly mengungkapkan bahwa usulan pinjaman PEN yang diajukan oleh Pemerintah Provinsi Sulut berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan Pemprov Sulut.

“Kita perlu menggenjot pertumbuhan ekonomi daerah demi mempercepat pemulihan ekonomi nasional. Maka kita ajukan pinjaman ke PEN sebesar Rp600 Miliar,” ujarnya

Untuk itu, lanjut Olly, lewat pinjaman PEN Pemprov Sulut akan mendorong percepatan pembangunan infrastruktur serta sarana dan prasarana.

“Kita fokus khususnya di bidang kesehatan, dalam hal ini rumah sakit di wilayah Sulawesi Utara,” paparnya.

Diketahui, dilansir dari data Kementerian Keuangan (Kemenkeu), tahun ini Pemprov Sulut mengusulkan Pinjaman PEN sebesar Rp600 miliar dan disetujui Kemenkeu Rp552 miliar atau 95% dari total usulan.(*/Yuk)

Manado,Sulutnews.com – Kapolda Sulawesi Utara (Sulut) Irjen Pol Nana Sudjana kembali memimpin langsung kegiatan bakti sosial dalam rangka PPKM, Rabu (28/07/2021) sore.

Kali ini, kegiatan dilakukan di Lingkungan 2 Kelurahan Paniki Bawah, Kecamatan Mapanget, Kota Manado.

Kapolda yang didampingi Dirbinmas Kombes Pol Dumadi dan Kabid Humas Kombes Pol Jules Abraham Abast, berturut-turut menyerahkan bantuan sosial (bansos) berupa sembako secara simbolis kepada warga setempat.

Kapolda mengatakan, pemberian bansos ini adalah bentuk nyata kepedulian dan rasa empati pihak kepolisian kepada masyarakat, terutama yang terdampak ekonomi pandemi Covid-19 serta saat diterapkannya PPKM.

“Harapan kami, tentunya bantuan yang diberikan ini bermanfaat dan bisa sedikit meringankan beban warga,” ujarnya.

Kegiatan sosial serupa, lanjut Kapolda, akan terus dilakukan secara mobile dengan sasaran masyarakat yang membutuhkan.

Terkait peningkatan Covid-19 di wilayah Sulut yang cukup signifikan dan diterapkannya PPKM Level 3 maupun Level 4, Kapolda mengajak masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Kuncinya adalah kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan 5M. Yaitu, Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, dan Mengurangi mobilitas,” jelasnya.

Kapolda menambahkan, Polda Sulut dan jajaran bersama TNI dan Pemerintah Daerah terus berupaya melakukan upaya-upaya operasional di lapangan dalam rangka menekan laju penyebaran virus corona.

“PPKM Berskala Mikro di tingkat desa/kelurahan akan ditingkatkan perannya, kemudian juga melaksanakan imbauan serta operasi yustisi protokol kesehatan terus digencarkan,” terangnya.

Dalam kesempatan ini Kapolda juga mengimbau masyarakat untuk mematuhi Surat Edaran Gubernur Sulut tentang Antisipasi Peningkatan Penyebaran Covid-19, terutama dalam pembatasan mobilitas masyarakat, juga pembatasan waktu operasional tempat-tempat usaha.

“Pemberlakuan Surat Edaran Gubernur Sulut ini terus kami kawal. Semuanya demi kebaikan dan kesehatan masyarakat. Kalau sehat, pandemi menurun, maka perekonomian pun akan kembali berjalan dengan baik,” pungkas Kapolda. (Adrian)

Manado,Sulutnews.com - Kodam XIII/Merdeka menggelar Mobile Training Team (MTT) sebelum mengikuti Latihan Bersama (Latma) Garuda Shield 15/2021 bagi personel Yonif Raider 712/Wiratama bertempat di Markas Yonif Raider 712/Wiratama, Selasa (27/07) kemarin.

Kapendam XIII/Merdeka Kolonel Kav M. Jaelani dalam keterangannya mengatakan bahwa MTT ini dilaksanakan dalam rangka Pra Latma Garuda Shield 15/2021 sebelum melaksanakan latihan sebenarnya di daerah Makalisung, dalam MTT tersebut para prajurit yang ditunjuk untuk mengikuti Latma akan diberikan materi-materi terkait pelaksanaan Latma Garuda Shield.

"Dalam MTT ini para prajurit dibekali dengan sejumlah materi latihan tehnis sebelum mereka turun ke medan sebenarnya." Ujar Kapendam

Kapendam melanjutkan bahwa pelaksanaan Latma Garuda Shield ini merupakan pertama kalinya bagi Kodam XIII/Merdeka, Oleh sebab itu Kapendam sampaikan bahwa Yonif Raider 712/Wiratama harus menunjukan yang terbaik sebagai Batalyon Infanteri yang ditunjuk untuk melaksanakan Latma dengan AD Amerika Serikat.

"Ini adalah suatu kebanggaan jadi kita harus tunjukan yang terbaik." Ucap Kapendam dengan penuh semangat

Kegiatan tersebut dibuka oleh Danrindam XIII/Mdk Kolonel Inf Semuel Jefferson Aling selaku Koordinator umum Latma Garuda Shield 15/2021 Makalisung. (Adrian)

Manado,Sulutnews.com - Program Pemerintah "Serbuan Vaksinasi" tidak hanya menyasar Generasi Milenial yakni anak-anak dan dewasa, namun juga bagi Oma & Opa yang berusia lanjut.  Oma-Opa (Generasi yang lahir di tahun-tahun awal perkembangan teknologi dan informasi) tetap terlayani oleh Tim Vaksin Hebat dalam Serbuan Vaksinasi yang terus berlangsung, Selasa (27/07/2021), di gedung Balai Prajurit "Tentara Langit" Lanud Sam Ratulangi,  Lapangan, Kecamatan Mapanget, Sulawesi Utara,

Tim Vaksin Hebat terdiri dari empat orang petugas yang mengurusi administrasi masyarakat yang telah mendaftar secara online. “Kami bertugas meng-in-put data-data yang masuk, membantu dinas Catatan Sipil Manado dan Badan Statistik Kota Manado. Jika masyarakat ingin di vaksin, dapat membuka (aplikasi) Vaksin Hebat dengan alamat https://www.vaksinhebat.idsolution.co.id/. Disitu tertera langkah demi langkah pengisian formulir isian. Jangan lupa siapkan terlebih dahulu di meja, kartu identitas atau KTP serta nomor telepon yang dapat dihubungi.”, jelas Yuses Bahagia, selaku Liasion Officers Vaksin Hebat Indonesia di RS TNI AU Sam Ratulangi.

“Didalam aplikasi tercantum beberapa pertanyaan yang tidaklah sulit untuk dijawab, seperti sudah vaksin yang ke berapa, dimana akan melaksanakan, dan yang paling utama saat mendaftar secara online adalah mengisi nomor KTP individu masyarakat. Sebab NIK (Nomor Induk Kependudukan) sudah tercatat dan terekam di kantor Catatan Sipil”, ujar Yuses Bahagia.

Lebih lanjut dikatakannya, penduduk golongan Lanjut Usia (Lansia) dihimbau untuk mendapatkan bantuan dari famili yang lebih faham dalam mengoperasikan gagdet (dawai elektronik), yakni dari anak-anak dan cucu. Namun, jikapun hal demikian dipandang masih menyulitkan bagi Oma-Opa, maka para Orangtua Lansia dapat langsung mendatangi tempat diadakannya vaksin gratis oleh Pemerintah RI, dimanapun tempat penyelenggaraan Serbuan Vaksinasi. “Kami sebagai LO pasti akan membantu Oma atau Opa yang kesulitan dalam mendaftar secara Online untuk dapat di vaksin, asalkan membawa KTP untuk didaftarkan”, kata LO Yuses Bahagia meyakinkan Penerangan Lanud Sam Ratulangi Manado.

Sebelumnya, sesuai dengan isi pamflet elektronik yang resmi dikeluarkan oleh Rumah Sakit TNI AU Sam Ratulangi Manado sebagai Fasilitator Serbuan Vaksinasi yang mengutamakan Protokol Kesehatan dalam kegiatannya. Tertera tulisan bahwa tenaga kesehatan (Vaksinator) RS TNI AU Sam Ratulangi melayani Serbuan Vaksin Dosis Pertama dan Vaksin Dosis Kedua. Hal ini akan berlangsung hingga tanggal 4 Agustus 2021 dengan tajuk Serbuan Vaksinasi menggunakan vaksin jenis Sinovac dari Biofarma

Dalam pengamatan sejauh ini, upaya penyebarluasan informasi ini sangatlah efektif sebab didapati banyaknya masyarakat yang datang dari wilayah yang cukup jauh, salah satunya dari daerah Bitung ataupun Amurang yang berjarak cukup jauh dengan Gedung Balai Prajurit Lanud Sam Ratulangi Manado, sebagai titik lokasi pemberian vaksin. Bahkan, ada yang harus membawa bekal konsumsi sendiri, mengingat jarak dan keharusan tertib mengantri.

Komandan Lanud Sam Ratulangi Marsma TNI Mohamad Satriyo Utomo, S.H., kembali menegaskan bahwa TNI khususnya TNI AU memiliki tugas mulia, yaitu memberikan suntikan vaksin dalam menghadapi bencana nasional non-alam penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Pandemi Covid-19 yang melanda dunia ini adalah wujud nyata dari ancaman non-militer atau ancaman hibrida. Sebagai organisasi perang yang terlatih, terstruktur serta memiliki rantai komando yang jelas di seluruh wilayah NKRI, maka OMSP (Operasi Militer Selain Perang) TNI dalam menghadapi Covid-19 ini dijalankan untuk  menghadapi  krisis multidimensional akibat pandemi yang kita hadapi saat ini”, ujar Marsma TNI Mohamad Satriyo Utomo, S.H. “Lanud Sam Ratulangi dengan segenap hati siap melaksanakan tugas kemanusiaan ini. Dengan sinergitas antara TNI/ Polri, Pemda dan seluruh instansi lainnya, maka upaya penanggulangan bencana, In Shaa Allah akan berhasil”, kata Komandan Lanud Sam Ratulangi menjelaskan.

Serbuan Vaksinasi ini berjalan paralel dengan penerapan PPKM, sesuai Surat Edaran Pemerintah Daerah Sulawesi Utara dan dijabarkan kembali oleh Pemerintah Kota Manado. Demikian pula, Lanud Sam Ratulangi mendukung sepenuhnya, demi mewujudkan komunitas imunitas bangsa.

Dalam pelaksanaan serbuan vaksinasi kali ini, tersedia 410 kuota vaksin melalui Vaksin Hebat yang disalurkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sulut. Total partisipan vaksinasi per-hari Senin (26/07/2021) adalah 337 orang. Dengan rincian, untuk vaksin dosis pertama disuntikan kepada masyarakat sebanyak 325 orang, termasuk didalamnya para Lansia sebanyak 33 orang, anak-anak usia 12 sampai 17 tahun sebanyak 45 orang dan masyarakat publik lainnya sebanyak 247 orang.

Sedangkan vaksin dosis kedua disuntikan kepada masyarakat sebanyak 12 orang. Total vial yang terpakai adalah 33 vial vaksin jenis Sinovac dari Biofarma, dilayani oleh 12 Vaksinator dari Rumah sakit TNI AU Sam Ratulangi serta empat petugas bantuan dari Tim Vaksin Hebat.

Sesuai rencana yang telah dirancang oleh RS TNI AU Sam Ratulangi, mulai 27 Juli 2021 sampai dengan 4 Agustus 2021, suntikan vaksin dikhususkan bagi masyarakat untuk dosis kedua, dengan tidak menutup peluang bagi masyarakat yang akan menerima vaksin dosis pertama. (**/Adrian)