SULUTNEWS,KOTAMOBAGU-Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kotamobagu bekerjasama dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar, menggelar kegiatan Pembekalan dan Uji Sertifikasi Tenaga Kerja Terampil (TKK) kelas I.

Kegiatan yang sukses dilaksanakan pada tanggal 24-25 November 2021 tersebut, dibuka langsung oleh Sekertaris Daerah (Sekda) Kotamobagu, Ir. Sande Dodo dan diikuti oleh 50 peserta TKK.

Usai kegiatan, Kepala Dinas PUPR Kotamobagu, Claudy Mokodongan menjelaskan, untuk para peserta yang ikut dalam pembekalan dan uji serifikasi ini bisa memperdalam pengetahuan dan teori dalam bekerja nanti.

“Diharapkan para peserta bisa memaksimalkan kemampuan yang ada serta mengoptimalkan capaian ujian pembekalan menjadi sertifikat yang bisa digunakan dikemudian hari. Pun, dalam persaingan era globalisasi setiap pekerja diwajibkan mempunyai sertifikat dalam pelaksanaan kegiatan Pemerintah maupun BUMN,” jelas dia.

Diketahui, kegiatan ini berlangsung dengan Protokol kesehatan dimana panitia dan peserta telah melakukan swab antigen sebelum kegiatan dimulai(*)

SULUTNEWS,KOTAMOBAGU-Rencana pemerintah pusat untuk menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Level III Jelang peringatan Natal tanggal 25 Desember 2021 dan Perayaan Tahun Baru 1 Januari 2022 mendatang, direspon oleh Pemerintah Kota Kotamobagu.

 

Kepada awak media, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Alam Daerah atau BPBD Kota Kotambagu Alfian Hasan ST, menegaskan kalau pihaknya akan menerapkan Pemberlakuan Pemabatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM level III jelang Natal dan Tahun baru tersebut sebagaimana rencana dari pemerintah pusat.

 

Kondisi Kotamobagu saat ini dengan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM level I di daerah, sebagaimana hasil dari Instruksi Mendagri terbaru tahun 2021 belum lama ini, kata Alfian hampir dipastikan akan berubah, seiring dengan rencana pemerintah pusat tersebut.

Alfian Hasan ST mengatakan kalau rencana Pembelakuan PPKM level III tersebut, merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mencegah meningkatkan covid-19 pada saat peringatan Natal dan Perayaan tahun baru nanti. “Untuk penerapan PPKM level III akan dilakukan selama 10 hari sejak tanggal 24 Desember 2021 sampai dengan 2 Januari 2022,” ungkap Alfian kepada awak media, Selasa 30 November 2021.

Alfian mengatakan kalau penerapan PPKM level III untuk seluruh daerah di Indonesia, telah tertuang pada Instruksi Kementerian Daam Negeri atau Menedagri nomor 62 tahun 2021, tentang pencegahan dan penanggulangan Corona pada Natal dan Tahun Baru 2022.

“Kami Kotamobagu siap untuk melakukan instruksi Mendagri tersebut, dengan menerapkan PPKM level III selama 10 hari sejak menjelang Natal hingga usai perayaan tahun baru, untuk mencegah meningkatnya kasus covid-19 di daerah khususnya dan secara nasional pada umumnya,” tambahnya.

Diketahui, sejak tanggal 24 Desember 2021 nanti, proses pemberlakukan PPKM level III akan dilakukan serentak di seluruh Indonesia. Dimana, dengan penerapan itu, maka seluruh aturan yang tertuang dalam PPKM level III terkait dengan aktifitas sosial kemasyarakatan akan dilakukan sesuai dengan regulasi.(*)

SULUTNEWS,KOTAMOBAGU-Produksi kopi dan kakao di Kotamobagu rupanya masih cukup menjanjikan, dengan produksi capai ratusan ton sebagaimana data yang diungkap oleh Badan Perencanaan penelitian dan Pembangunan Daerah atau Bappelitbangda Kota Kotamobagu.

 

Dari data yang diungkap oleh Badan Perencanaan dan Penelitian Pembangunan Daerah atau Bappelitbangda Kota Kotamobagu itu, kalau produksi capai ratusan ton dari hasil perkebunan Kopi dan Kakao di daerah itu, bisa terwujud menyusul luas lahan perkebunan di wilayah Kotamobagu masih cukup bagus.

 

Dimana, dari data tersebut diketahui untuk luas lahan perkebunan kopi di Kotamobagu bisa mencapai 228,75 hektare, sementara dari luas lahan tersebut ada 225,05 hektare yang tercatat masih merupakanm lahan produksi aktif untuk tanaman kopi, dari data itu juga terinformasi kalau produktifitas perkebunan kopi saat ini di Kotamobagu menyentuh angka 0,676 ton per hectare lahan.

Sementara itu, untuk perkebunan kakao sendiri di Kotamobagu masih seluas 1115,19 hektare, dengan luas lahan aktif yakni 815,19 hektare, dengan jumlah produksi 0,75 ton per hectare.

Data potensi perkebunan kopi dan kakao di Kotamobagu itu, dipaparkan Badan Perencanaan dan Penelitian Pembangunan Daerah atau Bappelitbangda Kota Kotamobagu, di hadapan tim dari Kementerian Kordinator Perekonomian dan tim dari kementerian dalam negeri  yang tengah berkunjung ke Kotamobagu, untuk melakukan monitoring dan evaluasi di daerah itu.

Adapun tim dari kementerian kordinator perekonomian dan kementerian dalam negeri tersebut dipimpin Kepala Bidang atau Kabid Prasarana Pangan dan Agrobisnis Kemenko Perekonomian, Tony Naingolan, Kasubid Kebijakan Pembiayaan Kelembagaan Kemenko Perekonomian, Kunto Nugroho selaku anggota tim, dan Peneliti Madya Badan Litbang Kemendagri, Herry Saksono selaku anggota tim juga.(*)

 

SULUTNEW,KOTAMOBAGU-DPRD Kotambagu Selasa 30 November 2021 telah berhasil paripurnakan APBD tahun 2022, lewat rapat paripurna yang digelar dan dihadiri langusng oleh Wali Kota Kotamobagu Ir Hj Tatong Bara, di ruang sidang paripurna DPRD Kota Kotamobagu, jalan Paloko Kinalang Kelurahan Kotobangon Kecamatan Kotamobagu Timur, sore tadi.

 

Wali Kota Kotamobagu Ir Hj Tatong Bara saat menghadiri rapat paripurna tersebut, mengucapkan terima kasih atas kerja keras DPRD kota kotamobagu mulai dari proses pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara atau KUA dan PPAS tahun anggaran 2022, yang menjadi cikal bakal Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah atau R-APBD Tahun 2022, yang kemudian terus dibahas secara marathon oleh para wakil rakyat tersebut, hingga akhirnya sore tadi berhasil rapat paripurna pengesahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah atau APBD tahun 2022.

 

“saya atas nama pribadi dan seluruh jajaran eksekutif,ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya  kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kotamobagu yang telah memberika tenaga dan waktu disertai dengan komitmen yang tinggi sehingga pada rapat paripurna sore hari ini kita semua dapat menyetujui bersama penetaapan Ranperda tentang pendapatan dan belanja daerah kota kotamobagu tahun anggaran 2022,” ucap Wali Kota Kotamobagu Ir Hj Tatong Bara.

Wali Kota Tatong Bara menambahkan, kalau dokumen pendapatan dan belanja daerah merupakan rancangan keuangan pemerintah daerah yang juga adalah instrument dalam rangka untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. “Selain itu, ini juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pelaksanaan program dan kegiaatan pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah,” tambah Wali Kota Tatong Bara.

Diketahui, rapat paripurna tahap II Rancangan APBD tahun 2022 tersebut, dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Kotamobagu Meiddy Makalalag ST didampingi oleh Wakil Ketua DPRD Kotamobagu Syarifuddin Juaidi Mokodongan SH, dan Wakil Ketua II DPRD Kotamobagu Herdy Korompot, serta jajaran anggota DPRD Kota Kotamobagu, bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah atau Forkopimda Kotamobagu, juga jajaran kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah atau SKPD yang ada di internal Pemerintah Kota Kotamobagu

SULUTNEWS,KOTAMOBAGU-Tidak menunggu lama, kopi arabika moanok setelah mulai melakukan produksi secara berkelanjutan, terus menjajaki proses pemasaran dengan melakukan komunikasi serta kordinasi dengan sejumlah pihak.

 

Lihat saja, belum lama setelah dilakukan produksi dan terdata sebagai salah satu Industri Kecil Menengah atau IKM di Kotamobagu, Kopi Arabika Moanok diketahui mulai menjajaki kerja sama dengan salah satu ferai ritel terbesar nasional, yakni Indomaret dan Alfamart.

 

Penjajakan kerja sama dengan Indomaret dan Alfamart tersebut diungkapkan oleh owner Kopi Arabika Moanok, Rudi Mokodompit kepada awak media, Selasa.(30/12/2021). “Saat ini kita sedang menjajaki kerja sama dengan Indomaret dan Alfamart. Dimana, komunikasi itu sementara dibangun antar kedua belah pihak,” ungkap Rudi.

Rudi mengatakan, Indomaret dan Alfamart jadi salah satu target pasar mereka, untuk bisa ikut menjual produksi kopi yang diproduksi mereka. Dimana, hal itu akan ikut meluaskan nama Kopi Arabika Moanok di wilayah Sulawesi Utara.

Sebelumnya, Rudi Mokodompit mengatakan kalau kopi yang dijual dalam bentuk kemasan dengan merek Moanok tersebut, merupakan hasil dari perkebunan kopi miliknya. “Kopi ini diolah dari perkebunan Mologuyun di Desa Poyowa Besar II Kecamatan Koitamobagu Selatan,” ungkap Rudi.

Dalam hal pengolahan, Rudi Mokodompit menegaskan kalau pihaknya mengedepankan betul kwalitas dari kopi yang akan dijual oleh mereka itu. “Proses produksinya cukup panjang, dimulai dari pemetikan sampai dengan pengemasan sebelum dijual,” tambahnya.

Dirinya menambahkan, kalau pihaknya hanya mengambil biji kopi yang benar-benar telah matang dan siap untuk dipanen, untuk kemudian diolah mereka dalam mesin yang telah disiapkan. “Yang kita ambil hanyalah biji kopi yang sudah berwarna merah. Setelah itu, biji kopi tersebut kita uji dulu, apakah layak untuk dijual atau tidak. Setelah itu baru kemudian kita olah, dan masukkan dalam kemasan. Sehingga, hasil dari kemasan kopi ini benar-benar teruji,” tuturnya.