Boroko, Sulutnews.com - Musyawarah Kerja Cabang Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) dibuka secara resmi Asisten I Setda Pemda Bolmut, berlangsung di Bounor Cafe Desa Kuala Utara. Senin (26/10/2020).

Terkait dengan agenda acara ini pada intinya adalah mengedukasi masyarakat membangun moral umat serta dibahas tuntas untuk program kerja tahun 2021.

Program kegiatan akan disusun jika sumber dana kegiatan ini berasal dari iuran anggota, hibah, termasuk dana hibah dari Pemkab Bolmut untuk pemberian besaran terhadap organisasi masyarakat, termasuk Cabang NU Bolmut.

'Insyaallah, besaran bantuan dana hibah dari proposal Cabang NU akan kita musyawarahkan dengan bagian anggaran DPRD Bolmut, kebetulan hadir ditempat ini legislatif Budi Setiawan Kohongia, S.Pd yang akan mengawalnya", ujar Rahcmat Pontoh.

Ketua Cabang NU Bolmut Supriadi Goma, SPdI pada masa jabatan kedua kalinya telah mengevaluasi kinerja periode sebelumnya, dan program kerja selanjutnya tahun 2021.

Target utama kita adalah mendirikan Kantor Sekretariat Cabang NU Bolmut. Semoga kita  mendapat dukungan dari Pemda Bolmut. Program selanjutnya kita memberdayakan masjid bukan hanya sebagai kegiatan ibadah, tetapi memberdayakan kegiatan ekonomi umat dimulai dari masjid melalui sumbangan uang logam setiap keluarga dan kita mampu memberdayakan setiap imam masjid minimal lima juta rupiah perbulan, seperti dilakukan pengurus NU di Jawa. Kita akan mengajukan proposal pembangunan SMK Khusus Informasi Teknologi

siap kerja ke Yayasan Pendidikan Maarif NU, namun syarat utamanya ada hibah tanah untuk lokasinya, semoga ada yang ikhlas menghibahkan lokasi tanahnya. Mengirimkan anak-anak kita ke Pesantren Tebu Ireng, dan seterusnya..

"Program hasil musyawarah kerja ini akan dibukukan dan kita kirimkan kepada Ketua Pengurus Besar NU Jakarta," ungkap Supriadi Goma.

Program dari Ketua Ansor Bolmut Donal Lamunthe mendirikan badan usaha UKM di bidang pertanian, perkebunan termasuk penanaman jagung,

Cabe, termasuk pepaya California yang sudah dimulai sahabat Liem Antogia. Badan Tanggap Becana Banser Ansor akan kita bentuk, termasuk penanggulangan bencana kesehatan dampak covid-19.

Acara musyawarah ini dihadiri badan penasehat NU Cabang Bolmut Lukman Daimasiki, Ketua Muslimat dan Fathayat NU,  Kepala Cabang Diknas Bolmut Patra Kapiso, S.Pd, Sangadi Tanjung Buaya Romi Lantapa, Sekretaris Cabang NU Bolmut Raden Mokoginta, ST, M.Si. (/Gandhi Goma)

Boroko, Sulutnews.com -  Menghadapi Pilkada Serentak 2020 di Provinsi Sulut jajaran Polres Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) telah menjalin keakraban kesekian kalinya dengan para awak media sebagai mitra Polri yang independen, berlangsung di Pusat Wisata Pantai Batupinagut Cafe Legend. Rabu (21/10/2020).

Dalam pertemuan tersebut, Kapolres Bolmut AKB Eko Kurniawan mengucapkan terima kasih kepada wartawan cetak, wartawan online,  dan elektronik dalam menyajikan   pemberitaan berimbang telah bersinergi dengan Polres Bolmut dengan tetap menjaga netralitas dan independensi, konsisten menjaga kamtibmas yang kondusif selama tahapan Pilkada Sulut 2020 sedang berlangsung sampai pada tahap pemungutan suara di TPS tanggal 9 Desember 2020.

 “Posisi dan peran media massa sangat strategis dan penting dalam menumbuhkan rasa kesadaran pada setiap lapisan masyarakat, menjaga Kamtibmas tetap kondusif selama tahapan pilkada berlangsung,“ ungkap AKBP Eko Kurniawan.

Diharapkannya, setiap individu insan pers bisa menjalin kemitraan yang profesional dalam jalinan komunikasi serta  keakraban dengan Polri dalam menjalankan fungsinya sebagai pelindung dan pengayom masyarakat menegakan kamtibmas.

Dengan memberitakan kejadian atau sebuah informasi sesuai fakta dengan menghindari tata bahasa yang dapat menimbulkan keresahan dan atau kejadian gangguan kamtibmas. Kita tetap jaga kode etik profesi independensi sebagai wartawan dan netralitas TNI/Polri.

Dia juga menyebutkan, permasalahan utama yang menjadi titik pengawasan adalah permasalahan pelanggaran tahapan kampanye dialogis yang dibatasi setiap paslon cagub dan wagub hanya 50 orang. Selain itu, juga soal penerapan kedisiplinan mematuhi standar protokol kesehatan, memakai, masker dan menjaga jarak sebagai upaya  pencegahan dampak virus Covid-19 pada seluruh tahapan Pilkada.

Acara menjalin keakraban Polri dan Wartawan dihadiri Wakapolres Bolmut Kompol Kerry G Utiarahman, Kabag OPS Kompol Samuel Kayangan, SH, Kabag Humas Iptu Datuana, Kasat Intelkam Iptu Audi Victor Winerungan, Kasat Reskrim M.S. Marwan, Sekretaris PWI Bolmut Ramdan Buhang dan pengurus, Patris Babay sebagai tim mediasi internal wartawan (/Gandhi Goma)

Bolmut, Sulutnews.com - Latihan Penanggulangan Bencana Alam (Latgulbencal) Tahun 2020 diselenggarakan oleh Korem 131/Santiago dengan pelaksana Kodim 1303 Bolmong meningkatkan jalinan hubungan kerjasama yang baik antara Pemerintah Daerah Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) dan TNI.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kasrem 131/Santiago Kolonel Arm. Frangky J.H. Watuseke, yang dilangsungkan di Gedung BPU Sangkub, Senin (19/10/2020).

Kasrem 131/Santiago Kolonel Arm. Frangky J.H. Watuseke menyampaikan bahwa tujuan latihan penanggulangan bencana alam ini, merupakan hal mendasar yang harus guna menyatukan visi dan misi serta melatih kekompakkan dalam tim/satuan.

Sehingga masing-masing Tim dapat mengaplikasikan di lapangan secara baik dan benar yang didukung oleh Pemerintah Daerah setempat dalam mengatasi musibah bencana alam.

Dandim 1303 Bolmong Letkol Inf Raja Gunung Nasution, SIP, yang mewakili Kapolres serta Kepala Basarnas Sulut Suhri Sinaga, SE.,MM bersama dalam pembukaan kegiatan ini menerapkan standar protokol kesehatan covid-19.

Dalam kegiatan tersebut, juga dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra (Asisten 1) Setda Kabupaten Bolmut Rachmat R. Pontoh SH.M.Si mewakili Bupati Bolmut Drs. H. Depri Pontoh.

Asisten 1 Rachmat R. Pontoh, SH.M.Si menyampaikan selamat datang kepada Kasrem 131/Santiago Kolonel Arm. Frangky J.H. Watuseke di Kabupaten Bolmut serta sembari mengucapkan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada jajaran TNI yang telah memberikan kontribusi positif khususnya dalam hal penanggulangan bencana alam.

 “Pembangunan yang berlangsung selama ini tentunya tidak terlepas dari peran dan partisipasi jajaran TNI yang sangat memahami pentingnya keamanan dan ketertiban bagi perkembangan pembangunan di Kabupaten Bolmut,” ungkapnya.

Dikatakan bahwa, dalam kegiatan penanggulangan bencana alam ini, tentunya sudah menunjukkan bukti TNI, Pemerintah dan Masyarakat tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. (/Gandhi Goma)

Boroko, Sulutnews.com - Wakil Bupati Bolmut Drs. Hi. Amin Lasena, MAP membuka rapat koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) tingkat Kabupaten Bolaang Mongondow Utara  (Bolmut), berlangsung diruang rapat Bupati. Senin (19/10/2020).

inflasi merupakan suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (continue).

Inflasi berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain : konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang.

Selain itu, ketidakstabilan ekonomi dan tingkat penjualan juga menimbulkan inflasi. Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu.

Wakil Bupati mengatakan kepada seluruh peserta forum yang tergabung dalam TPID Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmut).

"Kehadiran kita saat ini merupakan wujud dari adanya komitmen yang kuat dari kita sekalian, untuk membangun sinergitas yang baik dalam upaya menjaga perekonomian daerah,"ungkap Lasena.

Rapat kordinasi TPID merupakan salah satu agenda pemerintah dalam rangka mengendalikan kebutuhan pokok masyarakat untuk menghindari jangan sampai terjadi inflasi.

"Harga barang tinggi dan bisa menyebabkan terjadi peningkatan kemiskinan karena ketidakberdayaan masyarakat dalam membeli bahan pokok," ujarnya.

"Saat ini kita dihadapkan pada situasi pandemi Covid-19, dimana situasi ini tidak hanya menyebabkan krisis kesehatan global tapi juga menyeret ke bidang-bidang lainnya terutama bidang sosial dan ekonomi masyarakat umumnya mungkin banyak yang terfokus pada aspek kesehatan padahal adapula hal sangat penting untuk diperhatikan saat ini yaitu aspek kebutuhan pangan," Wabup menambahkan.

Untuk itu inflasi diharapkan mampu dikendalikan agar dapat menjadi indikator keseimbangan sektor pangan. "Industri dan sebagainya. Dan ada empat hal yang menjadi entry point bagi pemerintah,"ujarnya.

Pertama TPID selain menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok juga harus memikirkan strategi yang mendukung pemulihan ekonomi daerah. Dengan menjaga kecukupan stok pangan sekaligus mengupayakan kelancaran distribusinya. "Kedua, mendukung industri rumah tangga dan UMKM agar dapat hidup kembali, faktanya industri rumah tangga dan UMKM menjadi basis dan garda terdepan pengendalian harga-harga kebutuhan pokok di masyarakat," jelas Wabup

Ketiga ukuran keberhasilan TPID dari tinggi rendahnya inflasi. Akan tetapi yang paling penting adalah bagaimana TPID bersama seluruh pemangku kepentingan secara sinergis melakukan kegiatan untuk mendorong upaya pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat secara mandiri.

"Misalnya dengan menggalakkan pemanfaatan lahan-lahan pekarangan atau lahan kosong sebagai sumber untuk memperoleh bahan makanan pokok yang biasa dikonsumsi," ungkapnya.

"Keempat stabilitas keamanan menjadi salah satu poin penting dalam menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi di daerah. Kondisi demikian perlu mendapat perhatian kita bersama. Sejalan dengan percepatan pembangunan daerah kedepan," tambah Wabup. (/Gandhi Goma)

Boroko, Sulutnews.com - Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara terima kunjungan silaturahmi Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) bersama Tim Penggerak PKK dan Dharma Wanita Persatuan bertempat di Gedung Wanita. Jumat (16/10/2020)

Diketahui, Pjs Bupati Bolsel Praseno Hadi yang sebelumnya menjabat sebagai Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Pemprov Sulut ditunjuk sebagai Pjs oleh Mendagri melalui Gubernur Sulut.

Kedatangan rombongan bersilaturahmi dari Pemda Bolsel beserta Tim Penggerak PKK dan Dharma Wanita Persatuan disambut dengan tarian Momohongo.

Tari Momohongo merupakan tarian kreasi baru yang menceritakan tentang kehidupan masyarakat mengalami kepanikan dan kekuatiran dampak pandemi covid-19.

Momohongo atau dalam bahasa indonesia diartikan memohon doa, dalam pemaknaan pola gerak dan tari menampilkan masyarakat yang sedang berdoa dan memohon perlindungan dari Tuhan Maha Esa dalam mengatasi wabah.

Tarian yang merupakan binaan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bolmut ini, merupakan salah satu tarian ini mewakili Kabupaten Bolmut dalam acara FLS2N Tingkat Provinsi Sulut.

Tari ini beberapa waktu lalu meraih juara I dan berhak mewakili Provinsi Sulut ke Tingkat Nasional.

Peserta tari terdiri dari 4 orang yang merupakan siswa SMA Bolangitang dan SMK Kaidipang.

Bupati Bolmut Depri Pontoh dalam sambutannya menggambarkan kembali perkembangan tahapan pembangunan yang sudah dicapai pada masa pandemi covid-19.

Kemudian dilanjutkan pemotongan tumpeng memperingati hari kelahiran Bupati Bolmut Drs. Hi. Depri Pontoh yang ke- 58.

Acara ini dihadiri Wakil Bupati Bolmut Drs. Hi Amin Lasena, SekretarisD DaerahDr. Drs. Hi. Asripan Nani, M.Sc, Dra. Hj. Ainun Talibo, Ny. Praseno Hadi, Dra. Hj. Safwani Djenaan Lasena, serta pejabat Satuan Perangkat Daerah. (/Gandhi Goma)

Boroko, Sulutnews.com -  Yuku Moko sebagai seniman batik Indonesia berasal dari Boroko Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Provinsi Sulut telah melintasi Eropah, Amerika, Timur Tengah, Afrika, Jepang, Russia, untuk memperkenalkan batik tradisional Indonesia dalam pameran internasional. Rabu (07/10/2020)

Batik pertama kali diperkenalkan kepada dunia internasional oleh Presiden Soeharto saat mengikuti konferensi PBB. Batik Indonesia didaftarkan untuk mendapat status intangible cultural heritage (ICH) melalui kantor UNESCO di Jakarta oleh kantor Menko Kesejahteraan Rakyat mewakili pemerintah dan komunitas batik Indonesia, pada 4 September 2008.

Pengajuan itu pun membuahkan hasil bagi pemerintahan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono. Pada 9 Januari 2009, pengajuan batik untuk Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi UNESCO diterima secara resmi.

Batik dikukuhkan pada sidang keempat Komite Antar-Pemerintah tentang Warisan Budaya Nonbendawi yang diselenggarakan UNESCO di Abu Dhabi pada 2 Oktober 2009. Pada sidang tersebut batik resmi terdaftar sebagai Warisan Kemanusiaan Karya Agung Budaya Lisan dan Nonbendawi di UNESCO.

Yuku Moko menceritakan kembali rekam jejaknya mengapa keindahan seni batik telah memanggil jiwa seniman melukisnya untuk berkiprah dalam pameran internasional.

Yuku Moko yang menyebut dirinya dengan panggilan adat DaTo'Kakay lahir 25 Februari 1952 di Posso Sulawesi Tengah. Dia berasal dari Boroko sebagai pusat pemerintahan swapraja Kerajaan Kaidipang Besar, sekarang Kota Boroko sudah menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut).

Katanya, "Saya berumur 2 bulan kami sekeluarga pindah ke Kota Makassar sekitar tahun 1972.

Kuliah di Seni Rupa pada pagi hari dan sore  kuliah di Akademi Bank Indonesia, tapi talenta seni melukis kurun waktu masih SR ( Sekolah Rakyat tahun 60an dan sekolah menengah, Dato'Kakay memang sejak kecil sudah ada bakat aktif melukis, awalnya sering terjun di dunia seni lukis, gerak tari pantomim dan sandiwara.

Ternyata semua perjalanan nasib DaTo'Kakay ke dunia seni (art) karena panggilan jiwa seninya agak tertunda. Tahun 1975 Dato'Kakay masuk kerja di Bank Bumi Daya (BBD) demi untuk membahagiakan orang tuanya yang pada saat masa itu lebih suka putranya bekerja.

Apalagi bekerja di BBD pada saat itu sebagai bank yang menjadi impian setiap orang meraih status prestise. Dengan separuh hati dia mau bekerja di Bank tapi separuh Hati DaTo'Kakay lebih condong ke dunia seni rupa yang memang sudah tertanam dan berakar dalam hatinya.

Klimaksnya ketika mengambil keputusan yang selama ini menjadi impiannya. Suatu peristiwa duka cita; tahun 1989 ibunda Dato'kakay meninggal dunia, dan 6 bulan kemudian tahun 1990 ayahnya menyusul.

Setelah menjadi yatim piatu, segala yang bergejolak dalam dirinya untuk menetapkan pilihan keputusan berhenti kerja di BBD.

Tapi hati Kecil ini ada penyesalan, selama 15 Tahun Dato' banyak belajar tentang kepemimpinan, manajerial perbankan BBD.

DaTo'Kakay tetap bertahan sampai batas waku 20 tahun kemudian. Masih banyak ilmu yang harus Dato'Kakay dapatkan. Setelah cukup proses pembelajaran bagaimana kita melayani nasabah dengan terhormat memohon pensiun dini dari karyawan BBD.

Proses harus menunggu 5 tahun lagi. Entah mengapa, pada tahun 1993 datang keinginan untuk belajar membatik. Karena bakat mendasar Dato'kakay di bidang lukis, mudahlah untuk belajar membatik, dan panggilan seorang mitra kerjanya seorang ibu pengusaha industri batik dari Djawa untuk ajarkan membatik. Alhamdulillah, itulah cikal bakalnya terjun ke dunia seni perbatikan.

Sesudah tahun 1995 permohonan DaTo'Kakay pensiun dini dikabulkan Direksi Bank Bumi Daya.

Sesudah itu Dato'Kakay belum tahu apa yang harus dilakukan sesudah itu.Tahun 1994 Dato' sudah berani ikut pameran awal di Jakarta.

Dengan produk batik yang sangat sederhana Dato' sudah berani tampil di pameran-pameran yang mulai diadakan di panggung festival kebudayaan.  Mulai berani ikut tampil di pameran berskala besar.

Segala macam pameran Dato' ikuti dengan segala kreatifitas dan inovasi dikembangkanya.

Dato' muncuL dengan GAYA SENIMAN. Karena memang Dato' asaLnya dari SENI RUPA. Bukan jebolan di Sekolah MODE. Makanya DaTo'Kakay suka protes ke pihak panitia yang sering memperkenalkan DaTo'Kakay sebagai seorang designer. Bukannya malu, tapi memang kalau designer ada sekolahnya khusus, makanya selalu Dato' jelaskan, Dato' hanyalah seorang seniman lukis bukan seorang designer.

Dengan modal semangat untuk terjun ke dunia seni inovasi merancang batik. DaTo'Kakay sudah sering muncul di pameran besar seluruh Indonesia.

Banyak customer DaTo'Kakay yang suka dengan produk yang diciptakan dari inovasi maha karya anak negeri Boroko. Produk yang kami buat dengan nama " Kampunk BOROKO " Brand DaTo'Kakay yang sangat dikenal dimana-mana sesama para pecinta produk batik Indonesianya selalu tampil unik, sangat berbeda dengan produk lain yang hanya menjual produknya.

"Produk batik "Kampunk BOROKO" dikenal dengan batik ethnieq selalu tampil beda dengan display booth (Stand) sangatlah Indonesia sekali, dan semua produk kain batik kami " BOROKO " tidak ada yang kembar atau sama yang kami buat. Semua Limited Edition tanpa Rekayasa", ungkap Yuko Moko.

Tahun 1997 produk " BOROKO " sudah di ikut sertakan dalam pameran besar di Turkey, dengan membawa nama produk unggulan dari Indonesia.

Sesudah itu dengan berjalannya waktu. Setiap tahun  produk batik " BOROKO " Selalu di ikut sertakan jika ada undangan pameran di luar negeri. Hampir semua negara telah kami kunjungi untuk memperkenalkan produk batik Indonesia.

Sudah berapa kali pameran di Kota KoBe, 0saka di Jepang, termasuk Tokyo. Sesudah itu kami dipilih untuk pameran di negara-negara Amerika Latin; Colombia, Chilie, Equador, Peru dan Venezuela, dan kami juga sempat pameran di Jourdania, Den Haag Belanda, Jeddah, Spanyol di Kota Madrid dan Canary island di Las Palmas, sampe ke Russia dua kali pameran di Kota Moscow dan ikut Muslim fashion show di Kota Kazan Russia. Di Singapore dan di Kuala Lumpur Malaysia, bahkan pameran di San Fransisco Amerika.

Kami juga di Undang Fash Show di Wellington New Zealand, di Bangkok. Kami diundang pameran  sampai dua kali diAfrica. Kalau di Jepang sudah berkali-kali.

Kami batik ethnieq " BOROKO " Sudah identik dengan Gambar " SEA " di dalam  kain batik kami. Ikon kami tetap " <{•)))<~~... Dato'Kakay ambil dari tanggal, bulan, identik dengan kelahiran Dato' 25 Februari 1952, berlambang bintang PIECES, dan sampe detik ini DaTo'Kakay masih di beri izin ALLAH SWT Untuk tetap berkarya di jalan-NYA Aminnn...

Alhamdulillah kami sekarang buka pameran batik di RUMAHKU WARUNK KAINKU " Kampunk BOROKO " di Lantai 2 Rumah DaTo'Kakay. Itu sekelimut perjalanan Dato'Kakay di dunia seni membatik. Sampai tidak terasa sudah memasuki 26 tahun pameran batik dilaksanakan antar benua. Semoga usaha kami ini tetap di ridhoi oleh-NYA Aamiin. (/Gandhi Goma)

Boroko, Sulutnews.com - Kadis Kesehatan dr. Jusnan C Mokoginta, MARS sesudah rapat koordinasi dengan Sekda Bolmut serta beberapa organisasi perangkat daerah yang terkait guna menindaklanjuti surat Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Nomor : 005/20.8431/Sekr.Bappeda, Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) untuk melaksanakan Rapat Koordinasi Persiapan Penilaian Kinerja Kabupaten Lokasi Khusus (Lokus) dalam pelaksanaan konvergensi intervensi Penanganan Stunting di Provinsi Sulut Tahun 2019-2020.

Rakor tersebut dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bolmut Dr. Drs. H. Asripan Nani, M.Si bertempat di Ruang Rapat Sekda Bolmut, Selasa (06/10/2020).

Sekda Bolmut Dr. Drs. H. Asripan Nani, M.Si menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Sulut akan melaksanakan penilaian kinerja bagi empat Kabupaten Lokus yang terdiri dari Kabupaten Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Selatan, Minahasa dan termasuk Bolaang Mongondow Utara.

Dalam rapat yang berlangsung, Sekda Bolmut Dr. Drs. H. Asripan Nani, M.Si mengungkapkan sebagai daerah lokus di Provinsi Sulut ini, Bolmut memperoleh kesempatan dalam kesiapan penilaian intervensi stunting.

“Kabupaten Bolmut salah satu dari Kabupaten yang akan dinilai dalam pencapaian penanganan stunting baik secara sensitif maupun spesifik,” jelasnya.

Dikatakan dalam penanganan stunting, Pemda Bolmut Tahun 2019 telah mencapai bahkan melampaui target yang telah ditetapkan oleh World Health Organisation (WHO) dibawah 20% yaitu capaian Bolmut 15,30%.

Maka dari itu, ditahun 2020 ini diharapkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk mempersiapkan data-data pendukung serta mempresentasikan realisasi kinerja OPD terhadap penanganan stunting di Penilaian nanti.

Selain itu, dibutuhkan beberapa inovasi dari OPD terkait sebagai wujud komitmen bersama untuk realisasi capaian terbaik dalam penanganan stunting ini.

Menurut Kadis Kesehatan dr. Jusnan Mokoginta, MARS;

"Angka stunting di Bolmut sudah baik. Target nasional sudah tercapai. Semoga Minggu depan penilaian akhir secara nasional dapat diraih."

Rapat tersebut dihadiri OPD Kabupaten Bolmut terkait penanganan stunting yaitu Bappelitbang, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan, Dinas PUPR, Dinas Perdaginkop dan UKM, Dinas PMD, Dinas Adminstrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

 

Serta Dinas Sosial, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, DPPKB-PPPA, Dinas Kelautan dan Perikanan, dan Dinas Kominfo Persandian. (/Gandhi Goma)

Boroko, Sulutnews.com - Ketua Bawaslu Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Irianto Pontoh, S.Pd mengemukakan proses tahapan pengawasan penyelenggaraan Pilgub Sulut 2020 dan sudah sejauh mana tindakan pelanggaran diterapkan, termasuk netralitas PNS, TNI/POLRI, serta peran pemuka agama imam masjid, pendeta dan pastor serta rohaniawan. Rabu (23/09/2020).

Patut diketahui untuk para pemuka agama belum diatur dalam UU Pemilu, tokoh agama adalah aktor penting dalam melakukan pendidikan moral politik masyarakat.

Dalam sosialisasi dengan para imam masjid di enam kecamatan se- Bolmut ada kesepakatan bersama dapat diketahui bahwa money politic (politik uang), rishwah, dan hadiah (infaq politik) itu bukanlah suatu hal yang sama, akan tetapi mempunyai perbedaan.

"Money politic dan rishwah merupakan pemberian dengan cara yang tidak benar yang, diberikan seseorang untuk mendapatkan hal yang diinginkan dengan cara yang tidak benar. Sedangkan hadiah maupun infaq merupakan pemberian dengan tidak mengharapkan balasan. Pemberian ini murni dari niat hati seseorang tanpa diiringi tendensi apapun" ungkap Irianto Pontoh.

Tokoh agama juga pelaku utama yang mampu menyampaikan pesan kedamaian antar umat beragama terutama di tengah gejolak politik yang dapat membangun praktik politik uang dan politisasi Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA).

 Untuk itu, kehadiran literasi damai dan menyejukkan sangat dibutuhkan. Untuk menelurkan itu, Bawaslu menginisiasi sebuah gagasan sebagai bentuk upaya strategis agar para tokoh agama dapat mendukung Pemilu yang terbebas dari praktik politik uang dan politisasi isu SARA.

Dengan begitu dapat tercipta Pemilu yang aman dan berkualitas.

Gagasan untuk melibatkan tokoh-tokoh agama dalam menciptakan Pemilu damai, aman dan berkualitas dimaniferstasikan dengan menggelar pertemuan-pertemuan.

Forum-forum yang dibangun itu membahas persoalan-persoalan dalam Pemilu, pencegahannya dan solusinya. Dari pertemuan-pertemuan tersebut tergagaslah pembuatan Buku Materi Ceramah Pengawasan dengan perspektif agama.

Dalam sambutan Mgr. Ignatius Suharyo sebagai Ketua Presidium Konferensi Waligereja Indonesia mengungkapkan;

"Terbitnya buku yang berjudul Peran Serta Umat Katolik Dalam Mewujudkan Pemilu Yang Berkualitas ini merupakan salah satu bentuk kehadiran dan keterlibatan Gereja Katolik dalam hidup berangsa dan bernegara, khusus dalam peristiwa politik Pilkada", Kerawanan Pemilu pada dimensi kontestasi dengan variabel kampanye menjadi sorotan utama karena ada kemungkinan praktik politik yang tidak terhormat di antaranya dengan upaya membeli suara dengan politik uang,politisasi SARA, penyebaran kabar bohong, dan ujaran kebencian terutama melalui media sosial, serta menggunakan sarana tempat ibadah untuk berkampanye.

Dimensi penyelenggaraan dengan variabel di antaranya integritas penyelenggara, profesionalitas penyelenggara, dan kekerasan terhadap penyelenggara.

Pada kontestasi ada variabel pencalonan, kampanye, kontestan dan kekerabatan. Sementara dimensi partisipasi dengan variabel hak pilih, karakteristik lokal, dan pengawasan/kontrol masyarakat.

Gereja Katolik Indonesia menaruh perhatian besar terhadap proses penyelenggaraan Pemilu di Indonesia. Sikap ini dianjurkan oleh ajaran Gereja: “Hendaknya semua warga negara menyadari hak maupun kewajibannya untuk secara bebas menggunakan hak suara mereka guna meningkatkan kesejahteraan umum”.

Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) sebagai representasi Gereja Katolik Indonesia memberikan seruan pastoral dalam menyikapi persoalan sosial politik, termasuk di dalamnya Pemilu.

Umat Katolik diharapkan mengantisipasi praktik politik yang tidak sehat atau menghalalkan segala cara dalam meraih kekuasaan dan mewaspadai upaya memecah belah persatuan lewat intimidasi dan kekerasan. Kedamaian dan persatuan tidak boleh dikorbankan demi kepentingan politik tertentu. (/Gandhi Goma)

Boroko, Sulutnews.com - Ditengah Pandemi Covid-19, Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) melalui Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Sirajudin Lasena, SE, M.Si  mengungkapkan dalam pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan Sektor Pedesaan dan Perkotaan (PBB P2) telah diserahkan ke pemerintah desa sampai bulan September 2020 belum mencapai target. Senin (21/09/2020)

Kabupaten Bolaang Mongondow Utara terdiri dari 6 kecamatan, 1 kelurahan, dan 106 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 87.881 jiwa dengan luas wilayah 1.680,00 km² dan sebaran penduduk 52 jiwa/km².

Menurut Sirajudin Lasena besarnya nilai PBB didasarkan pada dari Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tanah atau bangunan terkait di Kabupaten Bolmut Tahun 2019 totalnya sekitar Rp.975 juta.

"NJOP adalah nilai yang ditentukan oleh Kementerian Keuangan, dimana nilai NJOP di setiap daerah berbeda-beda karena tergantung faktor-faktor yang mempengaruhi, sebagaimana nilai tanah dan bangunan pada umumnya."

Berdasarkan konfirmasi dari Kabid BPKD Ilham Bolotio realisasi keseluruhan PBB-P2 Kabupaten Bolmut Per 20 September 2020,

TOTAL Rp. 536.489.392; terdiri dari 6 Kecamatan

  1. KAIDIPANG Rp. 81.717.139
  2. BOLANG ITANG BARAT Rp.85.794.808
  3. BOLANG ITANG TIMUR Rp.126.526.066
  4. BINTAUNA Rp.87.329.676
  5. SANGKUB Rp.63.727.670
  6. PINOGALUMAN Rp.91.394.033

PBB adalah wajib pajak untuk kepemilikan bangunan pribadi dan badan yang diatur dalam Undang-undang Nomor 12 Tahun 1994 Tentang Pajak Bumi dan Bangunan, perubahan atas Undang-undang Nomor 12 Tahun 1985.

"Oleh sebab diharapkan kepada Camat dan Sangadi (kepala desa) serta aparaturnya kecamatan untuk segera dapat memenuhi peraturan yang mendasari para wajib pajak untuk menunaikan kewajibannya dengan cara menyetorkan pajak tepat waktu, pungkas Sirajudin Lasena. (/Gandhi Goma)

download file realisasi pbb boltim

Bolangitang Barat, Sulutnews.com - Suatu peristiwa pembunuhan paling sadis terjadi di Desa Sonuo Dusun 1 Kecamatan Bolangitang Barat sekitar Jam 08.20 wita. Terlihat korban Arwin Baguna (72 tahun) terkapar berlumuran darah dibawah pohon kelapa dan lehernya nyaris putus. Pelakunya Wisno Tino diperkirakan berumur tujuh puluhan atau bisa dipanggi My Palna. Jumat (18/09/2020)

Menurut keterangan Sangadi Sonuo Harsono Puasa permasalahan ini hanya mengenai batas tanah yang sudah pernah kita tangani dan telah disepakati bersama. Namun korban pada pagi ini akan menggeser patok batas maka dari arah belakang pelaku menebas dengan parang tajam, tengkuk korban nyaris putus.

Terlihat si pelaku dengan teriakan kemarahan sambil mengacungkan parangnya melakukan perlawanan terhadap  anggota Polsek Bolangitang Barat.

Terjadi dialog antara anggota Polsek dengan si pelaku yang tetap mempertahankan kebenarannya tentang batas tanah ini.

Negosiasi ini hampir menyita waktu kurang lebih dua puluh menit. Ketika Sangadi Sonuo datang ke TKP disertai membujuk untuk menyerahkan diri ke polisi, maka si pelaku menyerahkan parang tajam tersebut, kemudian langsung digelandang dua anggota Polisi di bawah ke ruang tahanan Polsek Bolangitang Barat.

Pihak keluarga korban terlihat menangis histeris disertai kemarahan terhadap pelaku peristiwa pembunuhan sadis ini.

Menurut anggota Polsek Bolangitang Barat Soemartono, korban pembunuhan akan di visum ke RSUD Bolmut untuk melengkapi Berita Acara Perkara. Terlihat korban diangkat ke mobil patroli diiringi tangisan keluarganya. (/Gandhi Goma)