Boroko, Sulutnews - Kunjungan kerja  Wakil Ketua Komite 1 DPD Ir. H. Djafar Alkatiri, MPdI ke Komisi Penyelenggara Pemilu (KPU) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) dalam rangka menyaksikan langsung persiapan penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Utara 9 Desember 2020 nanti. Jumat (24/07/2020).

Petugas Pemuktakhiran Data Pemilih (PPDP) telah dibentuk di enam kecamatan se Kabupaten Bolmut berjumlah 169 orang petugas  guna mengevaluasi kembali jumlah wajib pilih berdasarkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga  (KK).

Ketua KPU Bolmut Djunaidi Harundja dalam laporannya mengungkapkan tahapan dimulainya proses pemutakhiran data pemilih dimulai tanggal 5 Juli 2020 dan akan berakhir pada tanggal 5 Desember 2020. Deviasi data untuk akurasi data  pemilihan umum gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Utara akan dilaksanakan 9 Desember 2020.

Namun menurut Djafar Alkatiri dalam rapat dengan Mendagri kemarin terjadi perdebatan seru dalam rapat komisi untuk Pilkada serentak secara nasional tahun 2020 bakal tertunda.

Banyak pertimbangan ketika Pilkada serentak ini dilaksanakan, mengingat pademi Covid-19 secara nasional semakin bertambah setiap harinya.

"Dikuatirkan jika dilaksanakan pilkada serentak ini Desember 2020 siapa yang bertanggung jawab jika terjadi kenaikan drastis jumlah dampak Covid-19 sekitar 5 juta orang dengan wajib terdata kurang lebih 128 juta orang ?"

Tahapan Pilkada Serentak tidak efektif, karena jaringan internet belum tersedia di beberapa desa terpencil, bagaimana bisa dilaksankan dengan sistem E-Voting. Sehingga kualitas Pilkada akan menurun kualitas dan efektivitasnya.

Pelaksanaan pemungutan suara direncanakan digelar secara serentak pada bulan Desember 2020. Total daerah yang akan melaksanakan pemilihan kepala daerah serentak tahun 2020 sebanyak 270 daerah dengan rincian 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota.

Kita mendapat masukan dan kritikan dari semua pihak jika Pilkada Serentak ini akan dilaksanakan tanggal 9 Desember 2020 ditunda dulu dengan menimbang;

Pertama badan lembaga kesehatan dunia WHO pandemi covid-19 belum berakhir.

Kedua, semakin bertambah jumlah terkena dampak positif covid-19 di beberapa daerah.

Atas usulan dari seluruh personil komisioner KPU Bolmut untuk membangun gudang logistik akan kita bicarakan dengan Bupati Bolmut. Proses mencegah dampak Covid-19 untuk petugas penyelenggara pemilu sejumlah 885 orang sudah dirapid tes tetap dimonitor kesehatannya, karena gejala tertular virus corona ini akan berdampak setiap saat.

Beban kerja para komisioner semakin berkurang sekitar 60 persen, tetapi dana tertata di APBN sekitar Rp.4,7 Triliun akan menguras sumber dana kita menghadapi dampak Covid-19, namun hal itu tidak kita persoalkan.

Tujuan dilaksanakannya Pemilukada serentak ini bukan hanya teknis pelaksanaan penyelenggaraan, namun kita kita semua akan menghasilkan pemimpin yang berkualitas nanti.

Oleh sebab itu, kita ingatkan kembali setiap kasus pidana politik yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi. Politik uang belum berdampak merusak sistem demokrasi kita, tetapi pemalsuan data wajib pilih adalah suatu kejahatan luar biasa merusak sendi-sendi demokrasi.

"Undang-undang Pemilu akan dirubah terus untuk satu tujuan menciptakan Pemilu yang berkualitas berdayaguna, kampanye harus dialog timbal balik, ada pertanggungjawaban publik terhadap janji politik dalam naskah perjanjian, agar menghasilkan pemimpin yang berkualitas," tegas ungkap Djafar Alkatiri. (/Gandhi Goma)

Boroko, Sulutnews.com - Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Drs. H. Depri Pontoh mengucapkan selamat datang kepada Wakil Ketua Komite 1 DPD RI Ir. H. Djafar Alkatiri, MPdI dan terima kasih atas kunjungan kerjanya di Kabupaten Bolmut, semoga pertemuan ini memberi persepsi maupun aspirasi atau masukan-masukan sehubungan dengan fungsi pengawasan Komite 1 DPD RI dalam kaitannya dengan dampak Covid-19 di wilayah Kabupaten Bolmut sehingga diperlukan koordinasi secara nasional pemerintah daerah. Acara ini berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Bolmut. Jumat (24/07/2020).

Terkait pandemi covid-19 dapat kami sampaikan sejak dinyatakan sebagai pandemi global oleh WHO (Organisasi Kesehatan Dunia), Pemerintah Daerah segera melakukan langkah-langkah dan upaya-upaya pencegahan penyebaran Covid-19 yang menimbulkan dampak sangat luar biasa terhadap aspek sosial dan ekonomi masyarakat Kabupaten Bolmut. Pemerintah Daerah telah memfokuskan anggaran sebesar Rp.103,06 Miliar untuk penanganan Covid-19.

Anggaran tersebut terdistribusi pada :

  1. Dinas Kesehatan sebesar Rp.34,62 Miliar untuk pengadaan obat-obatan, peralatan dan Alat Pelindung Diri (APD).
  2. RSUD dan PKM sebesar Rp.52,13 Miliar untuk pengadaan alat kesehatan (alkes), Gedung Isolasi dan operasional.
  3. Dinas Perdaginkop sebesar Rp.200 juta untuk stimulus bagi UMKM terdampak.
  4. Dinas Ketahanan Pangan sebesar Rp.150 juta untuk buffer stock.
  5. Belanja tidak terduga sebesar Rp.13,12 Miliar.
  6. Dan bantuan sosial sebesar Rp.2,82 Miliar.

Terkait dengan pemberian bantuan sosial dampak Covid-19, berikut kami laporkan jumlah masyarakat kurang mampu di Kabupaten Bolmut sesuai Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari Kementerian Sosial per Januari 2020 adalah 29.957 jiwa tau 7.848 Kepala Keluarga (KK), atau 34,93 persen dari jumlah penduduk Kabupaten Bolmut yaitu 85.771 jiwa dengan jumlah keluarga sebanyak 26.182 KK.

Tahun 2020 Kabupaten Bolmut mendapat bantuan sosial dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia berupa; berupa, Program Keluarga Harapan (PKH) berjumlah 2.893 KK, bantuan sembako berjumlah 4.617 KK dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) berjumlah 3.245 jiwa atau 1.044 KK, kemudian BLT Desa berjumlah 11.577 KK dan Bantuan Sosial Pemerintah Daerah berjumlah 4.469 KK, dengan total keseluruhan 24.600 KK.

"Berdasarkan data tersebut, dapat saya katakan bahwa seluruh kurang mampu dan bahkan hampir seluruh keluarga di Kabupaten Bolmut telah mendapatkan bantuan sosial dari Pemerintah Daerah, dalam memenuhi kebutuhannya sehari-hari dalam situasi antisipasi dan pencegahan pandemi covid-19. Karena hal paling penting pada saat itu adalah "rakyat harus sehat dan rakyat tidak lapar" ungkap Depri Pontoh.

Ditambahkannya, protokol kesehatan pencegahan Covid-19, karena kasus positif di Provinsi Sulawesi Utara terus meningkat setiap harinya dan sudah pada angka 2.074 kasus positif, dan kasus positif nasional sudah pada angka 91.752 kasus positif.

Kemudian perlu diketahui diawal Bulan Juni 2020 Kabupaten Bolmut tergolong sebagai "zona kuning", atau wilayah dengan resiko rendah penularan virus corona. Alhamdulillah saat ini Kabupaten Bolmut sudah berada pada "zona hijau"dengan tidak ada penemuan kasus baru selama 4 Minggu berturut-turut dan kesembuhan mencapai 100 persen dengan tidak adanya "kematian" yang terkonfirmasi positif. (/Gandhi Goma).

Boroko- Sulutnews.com - Pimpinan Komite 1 Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Djafar Alkatiri berkunjung ke Kantor Dinas Kesehatan Pemkab Bolaang Mongondow Utara dalam rangka kunjungan kerja menerima laporan terhadap  progres pencegahan dampak Covid-19. Jumat (24/07/2020).

Setelah menerima laporan dari Sekretaris Dinkes Bolmut serta sambutan Bupati Bolmut Drs. H. Depri Pontoh tentang awal bulan Juni 2020 Kabupaten Bolmut tergolong sebagai "zona kuning" atau wilayah resiko rendah penularan virus Corona.

"Alhamdulillah saat ini Kabupaten Bolmut sudah berada pada "zona hijau" dengan tidak ada penemuan kasus baru selama 4 Minggu berturut-turut dan kesembuhan mencapai 100 persen dan tidak adanya kematian terkonfirmasi positif covid-19" ujar Djafar Alkatiri.

Menurut dia, dampak covid-19 new normal masih wacana, mengapa ?karena belum ada payung hukumnya.

Ketika Bolmut menjadi zerro (nol) dampak covid-19 dan daerah-daerah lain akan mencontoh bagaimana tips Kabupaten Bolmut mengatasi pademi ini. Akan saya viralkan dan sampaikan ke Menteri Kesehatan, Mendagri, serta menteri terkait jika ada rapat koordinasi.

Strategi paling utama adalah edukasi teramat penting. Kita harus menyadari panduan dalam menanggani dampak covid-19 mencuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker. Bagaimana caranya agar masyarakat menyadari dampak pademi Covid-19 lahir batin.

Mungkin ada beberapa masalah manajerial penanganan covid-19, tapi kita lebih terbuka dan transparan. Bolmut ini adalah wilayah trans sulawesi, biarkan saja kendaraan lewat tidak ada masalah. Bangun kerjasama dengan Provinsi Gorontalo. Menangani secara teknis menyangkut droplet. Apalagi menurut WHO sudah menebar lewat udara.

"Saya tidak percaya ada vaknisasi global. Ini harus kita hindari. Indonesia tidak akan menjadi konspirasi global. Mati bukan karena covid-19 tapi mati karena ada gejala penyakit akut yang menyertainya" ujar Djafar Alkatiri.

Pengadaan alat kesehatan terlambat ditangani, berdampak terhadap pemberdayaan sumber daya manusia untuk menangani dampak covid-19, 135 orang perawat kena dampaknya di Jawa Timur. Belum ada koordinasi lintas sektoral menyebabkan terjadi permasalahan ini.

Zero dampak covid-19 bukan level aman karena manusia bergerak lintas wilayah. Hari ini belum berdampak, seminggu lagi positif covid-19. Virus  covid-19 tidak membunuh, hanya karena bersamaan penyakit bawaan dan daya tubuh lemah menyebabkan kematian. Oleh karena itu propaganda para kapitalis global pandemi covid-19 dijadikan isu menakutkan.

 

Jika sudah ditemukan vaksin covid-19 maka selesai sudah siluman pademi ini... Ungkap Alkatiri.

Semoga kita tetap diiberikan kekuatan dan kesehatan lahir batin, dan sejak kedatangan saya di Bolmut  sudah dikawal Bupati dan Wabup sejak awal kegiatan ini... Sekali terima kasih dan kami akan melanjutkan meninjau langsung RSUD Bolmut. (/Gandhi Goma).

Boroko, Sulutnews.com - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) dr. Jusnan C Mokoginta, MARS memberikan keterangan pers terkonfirmasi positif-04 Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dan gambaran terakhir perkembangan kasus Covid-19 Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Jumat (17/07/2020).

Kasus Positif Covid-19 ke-4 Kab. Bolaang Mongondow Utara;
Nama Inisial      : I.S
Umur                 : 41Tahun
Jenis Kelamin     : laki-laki
Alamat     : Desa Vo’a Kecamatan Bintauna Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Memiliki Riwayat Perjalanan dari Fasilitas Kesehatan yang berada di Daerah Zona Merah

Kronologis Pasien :

Berdasarkan hasil pemeriksaan Laboratorium Eijkmen dan Pemberitahuan dari Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara yang dirilis resmi pada tanggal 10 Juli 2020 bahwa hasil swab yang bersangkutan terkonfirmasi positif Covid-19 dengan spesifikasi swab ke-1 Positif dan swab ke-2 Negatif, sehingga yang bersangkutan menjadi pasien terkonfirmasi Positif ke-4 04 Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dan pasien positif ke-1545 Provinsi Sulawesi Utara.

Berdasarkan pedoman Covid revisi ke-5 bahwa kasus Probable/ Kasus Konfirmasi dengan gejala (simptomatik) yang mendapatkan hasil pemeriksaan follow up RT-PCR 1 kali Negatif, dengan ditambah minimal 3 hari setelah tidak lagi tidak lagi menunjukkan gejala demam dan gangguan pernafasan pasien masuk dalam klasifikasi Selesai Isolasi kemudian Sembuh, dengan demikian melalui Siaran Pers resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulawesi Utara bahwa pasien positif covid-19 04 Kab. Bolmong Utara tersebut dinyatakan Selesai Isolasi/Sembuh.

Gambaran Perkembangan Covid-19 Kabupaten Bolaang Mongondow Utara per tanggal 17 JUli 2020 Pukul 18.00 WITA
1.    Kasus Probable= 0
2.    Kasus Suspek =2
3.    KERT= 6

Menurut dr Jusnan C Mokoginta, berharap kepada media massa tetap memberikan informasi kepada masyarakat untuk tetap menerapkan protokol covid-19 di era new normal ini agar zona hijau yang telah kita upayakan sekuat tenaga bersama seluruh stakeholder yang ada dapat dipertahankan dan ditingkatkan.

Tanggapan dari masyarakat Desa Iyok Syarif Pontoh Kecamatan Bolangitang Barat memberikan apresiasi tersendiri terhadap kinerja Dinas Kesehatan Bolmut guna mencegah menebarnya dampak Covid-19.

"Program senam diiringi musik serta bersepeda di sore hari mengilingi Lapangan Kembar Boroko serta kegiatan berolahraga lainnya adalah upaya memperkuat daya tahan tubuh sebagai proses mencegah penyebaran Covid-19. Tiada hari tanpa olahraga... Didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat melawan virus Covid-19" ujar Pontoh. (/Gandhi Goma)

Boroko, Sulutnews.com - Dra. Marlina Moha Siahaan atau dikenal Bunda MMS alias Butet, seorang putri terbaik asal Bolaang Mongondow (Bolmong). Putri tertua dari mendiang  Kapten Polisi John Siahaan dan ibu Hanum Sugeha. Alumni Smansa Jl. Siswa  Manado dan Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi.

Memulai karir politik di FKPPI dan Partai Golkar dan sebagai kontraktor bersama suaminya, almarhum Syamsudin Kuji Moha(SKM). Dikaruniai dua putra, Aditya Anugrah Didi Moha(ADM) dan Bayu Moha MSi (kini, ASN di Kotamobagu).

Reiner Ointoe sebagai pemerhati politik dan kebudayaan masyarakat adat mengungkapkan kembali kepemimpinan Bunda  Marlina Moha Siahaan (MMS);

"Karir politik awal MMS dirintis dari Golkar -- di bawah guru politik almarhum J.C. Mokoginta (Mantan Ketua DPRD Bolmong), ayah kandung Dr. Jusnan Calamento Mokoginta, MARS (kini, Kadis Kesehatan Bolmut) -- Menjadi Wakil Ketua DPRD Bolmong. Pada Pemilihan Bupati Bolmong lewat Dewan 2001, MMS terpilih sebagai Bupati berpasangan dengan almarhum Syamsudin Mokoginta."

Pada periode kedua, Pilkada langsung 2006, kembali MMS memenangkannya berpasangan dengan Sehan Mokoapa Mokoagouw (SMM) dalam Pilkada langsung pertama paling sengit.

Dua periode kepemimpinan MMS sebagai Bupati produk dua sistem (tak langsung dan langsung) membuat  kepemimpinan lokal paling fenomenal. Selain peralihan sistem politik perlementer ke presidensial atau kombinasi yang menghiasi politik reformasi dan otonomi daerah, MMS tergolong pemimpin yang susah kita dapati di era sekarang.

Karakter kepemimpinan lokal yang dijalankan MMS, selain karismatik, menyuguhi pola-pola budaya yang natural dan religius.

Disamping memelopori penggunaan pakaian jilbab, jurus-jurus kepemimpinan yang dilakoni Bupati MMS alias Mama Didi alias Butet tampak dari komunikasi dengan rakyat selalu menggunakan bahasa lokal Mongondow. Ia pun bisa menutur bahasa Gorontalo dan bahasa Bolango (Molibagu, Bolsel). Juga, dari tangan MMS terjadi pemekaran daerah. Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolsel), Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) dan Kodya Kotamobagu.

"Kini, hampir semua daerah pemekaran itu dipimpin oleh kader-kadernya. Dari Herson Mayulu, Iskandar Kamaru, Depri Pontoh(Sekretaris KPU di masa MMD Bupati) dan pimpinan dewan lainnya, Sumardiyah Modeong hingga Karel Bangko." Ungkap Reiner Ointoe.

Menurut dia, di masa kepemimpinan MMS, literasi kebudayaan setempat dibangkitkan dengan semangat otonomi swapraja (Molintak Kon Totabuan) yang kini nyaris terhapus oleh politik dan kepemimpinan yang dengan sengaja hendak menghapus atau menghilangkan jejak historis politik kebudayaan dan kebudayaan politik yang ahistori.

"Tragedi kepemimpinan kultural di Bolmong Raya(BMR) akan punah jika aset dan akses kebudayaan telah dirampas secara sistemik oleh kekuatan atau kekuasaan anonim yang disusupkan oleh konspirasi kekuatan jahat yang menyaru dan tak memiliki akar-akar historis keswaprajaan." Tegas ungkap Reiner Ointoe.

Ketua Damanda (Dewan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Daerah) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Idris Patadjenu mengenang kembali jasa dan dedikasS sebagai Bunda Pembaharu Bolaang Mongondow Raya (BMR), tokoh adat dan komunikatif serta penyantun.

"Bunda MMS setiap kali berkunjung resmi ke masyarakat adat Kaidipang Besar dan Bintauna Kabupaten Bolmut; kita selalu menyambutnya dengan prosesi adat. Beliau memiliki talenta alamiah mengenal setiap orang dengan menyapa serta menyebut nama setiap orang dengan akrabnya. Seorang penyanyi piawai memukau setiap orang ketika melantunkan suaranya. Jiwa sosial beliau dikenang masyarakat adat BMR..." ungkap Patadjenu.

Dirgahayu MMS. Yaumul Milad Mama Didi alias Butet. Barakallahu fii umuriq. (/Gandhi Goma)

Boroko, Sulutnews.con - Wakil Bupati Bolmut Drs. Hi. Amin Lasena, M.AP memimpin rapat pelaksanaan Shalat Idul Adha dan penyembelian Hewan Qurban Tahun 1441 H/2020 M yang bertempat di Ruang Rapat Bupati Bolmut. Jumat (10/07/2020)

Dikutip dari sumber bagian humas Pemkab Bolmut, rapat tersebut dihadiri oleh Kantor Kementarian Agama, Kepala Bagian Kesra Setda, MUI Bolmut, Lembaga Aliansi Adat, para Camat dan Perwakilan Organisasi Islam.

Wakil Bupati Bolmut menyampaikan hasil rapat yang telah disepakati bersama dimana prosesi Adat Mopohabaru akan tetap dilaksanakan. Shalat Idul Adha di Kabupaten Bolmut bisa dilaksanakan di Mesjid, lapangan atau tempat yang sudah ditentukan dan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Lebih lanjut dijelaskannya pelaksanaan Shalat Idul Adha Tingkat Kabupaten dilaksanakan di Lapangan Kembar Boroko, sebagai langkah antisipasi jika terjadi hujan  pada pelaksanaan Shalat, Mesjid Agung Baiturrahman tetap dipersiapkan.

Untuk kegiatan Takbiran tetap dilaksanakan di Mesjid masing-masing Desa. Demikian pula kegiatan penyembelihan hewan Qurban tetap dilakukan dengan mengacu pada protokol kesehatan.

Diketahui, hasil kesepakatan bersama tersebut telah sesuai dengan Surat Edaran Menteri Agama RI Nomor SE. 18 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Shalat Idul Adha dan Penyembelian Hewan Kurban Tahun 1441 H/2020 M menuju masyarakat Produktif dan Aman Covid 19.

Kepala Bagian Kesra Setda Santoro, S.Pd menambahkan tujuh Desa di Ibukota Kabupaten melaksanakan Shalat Idul Adha di Lapangan Kembar Boroko, nantinya akan ditindaklanjuti dengan Surat Edaran.

Dikatakannya Prosesi Adat Mopohabaru (memberikan kabar) tentang pelaksanaan shalat id akan dilaksanakan pada tanggal 23 Juni 2020 bertempat di Rumah Kediaman Bupati Bolmut. (Gandhi Goma).

Tahap berikutnya dari bulan Juli sampai dengan Desember 2020; tersisa Rp.300.000.00 per keluarga.

Bolangitang, Sulutnews.com - Masyarakat adat penerima Bantuan Sosial Tunai Kecamatan Bolangitang Barat Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) sejumlah 745 orang telah menerima langsung tunai dari Kantor Pos Bolangitang berlangsung di aula  Kantor Kecamatan Bolangitang Barat. Kamis (09/07/2020).

Kepala Kantor Pos Bolangitang Barat Kurniawan Bareng dalam keterangan pers telah menyerahkan Bantuan Sosial Tunai langsung kepada penerima per keluarga sesuai standar operasional prosedur yang telah ditetapkan, diawali mengisi daftar antri setiap desa, pencegahan Covid-19 dengan memakai masker dan setiap penerima membawa identitas diri berupa KTP-el atau Kartu Keluarga Asli dan Surat Pemberitahuan dari PT Pos Indonesia (Persero).

"Bantuan Sosial Tunai Tahap I, Tahap II, dan Tahap III telah kita penuhi senilai Rp. 600.000.00 (enam ratus ribu rupiah). Dari Kementerian Sosial RI Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin, ada perubahan besaran nilai tunai sejumlah Rp.300.000.00 (tiga ratus ribu rupiah) untuk tahapan selanjutnya bulan Juli, sampai dengan Desember 2020."

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Kabupaten Bolmong Utara Masitha Humokor, SE menyampaikan informasi dari surat keputusan Dirjen Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial Asep Sasa Purnama Nomor : 22/6/SK/HK.02.02/4/2020 Tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Bantuan Sosial Tunai Dalam Penanganan Dampak Corona Virus Disease (Covid-19) tertanggal 9 Juni 2020.

"Besaran nilai bantuan sosial tunai sebagaimana dimaksud sejumlah Rp.600.000.00 (enam ratus ribu rupiah) per keluarga untuk tahap I, tahap II, tahap III dan sejumlah Rp.300.000.00 (tiga ratus ribu rupiah) per keluarga untuk tahap IV, tahap V, tahap VII, tahap VII, tahap VIII, dan tahap IX" ungkap Masitha Humokor.

Koordinator Daerah Bantuan Sosial Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Arlan Blongkod, SE menambahkan jangka waktu pemberian bantuan sosial tunai sebagaimana dimaksud sudah kita laksanakan pembayaran sejak bulan April 2020 sampai dengan bulan Juni 2020. Untuk tahap bulan Juli, Agustus, September, Oktober, November, sampai Desember 2020 menunggu surat perintah membayar melalui Kantor Pos setempat.

Pendamping Bantuan Sosial Kecamatan Bolangitang Barat Pusnawir Razak merasa bersyukur dan berterima kasih kepada Kementerian Sosial dengan bantuan sosial tunai ini langsung ke masyarakat dalam menghadapi dampak Covid-19, namun di era new normal ini kegiatan ekonomi kerakyatan mulai bergerak;

"Terlihat disetiap desa anak-anak mulai menjual kue di jalan, penjual ikan terlihat senang dengan bantuan sosial tunai untuk fakir miskin. Mereka mulai bersemangat mencari rejeki di era new normal. Semoga perhatian dari pemerintah pusat terhadap dampak Covid-19 dengan memberikan bantuan sosial tunai, tetapi bisa juga menggerakkan ekonomi kerakyatan untuk tahap berikutnya... ujar Pusnawir Razak dengan harap. (/Gandhi Goma)

Boroko, Sulutnews.com - Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Drs. H. Depri Pontoh didampingi Wakil Bupati Drs. H. Amin Lasena, M.AP dan Sekretaris Daerah Dr. Drs. H. Asripan Nani, M.Si menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pelaksana Tugas (Plt) 2 (dua) Pejabat Tinggi Pratama Pemerintah Daerah Kabupaten Bolmut pada apel bersama aparatur sipil negara,  bertempat di Halaman Kantor Bupati Bolmut. Senin (06/07/2020)

Penyerahan SK pengangkatan Plt  tersebut dilaksanakan untuk mengisi kekosongan jabatan Pejabat Tinggi Pratama yang telah memasuki masa pensiun.

Adapun SK yang diserahkan diantaranya Plt Asisten Pemerintahan Dan Kesra Sekretariat Daerah kepada Rachmat Ravid Pontoh, SH, M.Si disamping jabatannya sebagai Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian dan Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (DPPKBPP PA) kepada Yani Lasama, SKM disamping jabatannya sebagai Sekretaris DPPKBPP PA.

Selain itu, Bupati Bolmut juga menyerahkan SK Plt Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil kepada Imam Santoso, A.Ma.Pd disamping jabatannya sebagai Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk, Plt Sekretaris Camat Sangkub kepada Ediyanto Antogia, SE dan Plt Kepala UPTD Metrologi Legal Kabupaten Bolmut kepada Abdul Latif Y. Mewengkang, SE disamping jabatannya sebagai Kepala Seksi Pendaftaran Perusahaan, Metrologi dan Perlindungan Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM.

Dalam sambutannya, Bupati Bolmut menyampaikan selamat menjalankan tugas kepada para pejabat yang baru ditunjuk sebagai Plt, amanah yang diberikan agar dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Dirinya berharap aparatur Pemerintah di Daerah terus meningkatkan semangat kerja dan tanggung jawab terhadap tugas pokok dan fungsi, dimana saat ini Aparatur Pemerintah semakin dituntut kapasitas yang memadai dalam mengemban jabatan yang dipercayakan dipundaknya. (/Gandhi Goma)

Boroko, Sulutnews.com - Kadis Kesehatan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) dr. Jusnan C Mokoginta, MARS dalam konferensi pers di ruangan rapatnya menyampaikan informasi tentang pasien Positif Covid-19 ke-3 Kabupaten Bolmut. Selasa (02/06/2020)

Data pasien positif 03 Covid-19; perempuan, umur 27 tahun. Alamat KTP Desa Tombulang Timur Kecamatan Pinogaluman Kabupaten Bolmut. Alamat asal domisili dari Desa Ketapang Kecamatan Gentuma Raya Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut).

Kronologis hasil Rapid Reaktif (RR) :

Dirapit tes tanggal 30 April 2020, kemudian dilakukan pengambilan swab ke-1 tanggal 16 Mei 2020 dan swab ke-2 tanggal 17 Mei 2020.

Berdasarkan surat Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Dan Pengendalian Penyakit (BTKL PP) Kelas I Manado Nomor : SR/01.07/02/1625/2020 hasil swab ke-2 yang bersangkutan terkonfirmasi positif Covid-19, dengan demikian menjadi kasus positif Covid-19 ke-3 di Kabupaten Bolmut dan menjadi kasus pasien positif Covid-19 ke-392 Provinsi Sulawesi Utara dan sudah diumumkan oleh pemerintah pusat pada tanggal 06 Juni 2020.

Tanggal 04 Juni 2020 setelah mendapat informasi lisan dari Dinkes Provinsi Sulut terkait hasil terkonfirmasi positif Covid-19, pasien langsung dijemput oleh petugas RSUD Kabupaten Bolmut untuk dilakukan pengambilan swab ke-3 dan ke-4 sekaligus diisolasi sambil menunggu hasilnya.

Melalui Surat Edaran Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulut Nomor : 440/Sekr/1712/VI/2020 Terkait Pemulangan Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 yang dirawat di RSUD Bolmut. Surat tersebut menerangkan bahwa pasien dapat dipulangkan setelah 30 hari (mengikuti masa inkubasi virus) bila sudah tidak ada gejala dan tidak ada keluhan.

Menurut dr. Jusnan C Mokoginta dalam penjelasannya;

"Seperti diketahui bersama pasien positif Covid-19 ke-3 Kabupaten Bolmut ini dinyatakan positif sesuai hasil swab ke-2 pada tanggal 17 Mei 2020, dan jika dihitung per tanggal 25 Mei 2020 masa inkubasi virus sudah lebih dari 30 hari oleh Tim Medis RSUD Bolmut mengambil langkah untuk melakukan konsultasi dan koordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan Provinsi Sulut, dan selanjutnya mendapat rekomendasi pasien positif Covid-19 ke-3 untuk isolasi mandiri di rumah asal domisili di Kecamatan Gentuma Raya Kabupaten Gorontalo Utara, sambil menunggu hasil swab ke-3 dan ke-4."

Ditambahkannya, penyampaian terkait Pemulangan pasien positif Covid-19 berdasarkan Surat Edaran Kadis Kesehatan Provinsi Sulut Debie K.R.Kalalo, M.Sc.PH sesuai kriteria WHO yang dipublikasikan tanggal 27 Mei 2020 untuk pemulangan pasien Covid-19 yang diisolasi di Rumah Sakit, sebagai aturan transisi sebelum terbitnya Revisi Pedoman Penegakan Dan Pengendalian Covid-19 revisi keempat.

Pertama, pasien dapat dipulangkan setelah 30 hari (mengikuti masa inkubasi virus) dirawat di Rumah Sakit bila tidak ada keluhan dan tidak bergejala walaupun hasil swab belum ada.

Kedua, setelah dipulangkan, dilakukan isolasi mandiri selama 14 hari dengan pemantauan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan Puskesmas setempat sesuai tempat tinggal pasien.

Ketiga, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota wajib melaporkan hasil pemantauan ke Posko Covid-19 Dinas Kesehatan Daerah Sulawesi Utara.(/Gandhi Goma).

Boroko, Sulutnews.com - Juru bicara Fraksi Kebangkitan dan Persatuan Suriansyah Korompot, SH telah menyampaikan laporannya pada Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) dalam rangka Penetapan Rancangan Peraturan Daerah Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2019 dan menjadi perhatian tersendiri dari fraksi-fraksi, undangan Forkompinda, termasuk dari Bupati dan Wakil Bupati, Satuan Perangkat Daerah. Bertempat di Ruang Sidang DPRD Bolmut.

Suriansyah Korompot, SH dalam penyampaian nota fraksinya hanya dua pokok, padat dan ringkas dikemukakan;

Pertama, sinerginitas antara legislatif dan eksekutif Pemerintah Daerah Kabupaten Bolmut dalam kemitraan yang belum saling menguntungkan untuk kepentingan masyarakat.

Kedua, Opini WTP dalam APBD Bolmut 2019 secara internal di audit BPK kita telah akui dan memberikan apresiasi tersendiri tapi dengan kritikan sebagai bahan pertimbangan dan evaluasi untuk tahun berjalan APBD 2020. Kita sadari dampak Covid-19 telah menguras sumber dana yang ada, tetapi dari sisi kepentingan para petani dan nelayan ada keluh kesah dari lapisan masyarakat.

"Kita sudah menyadari belum sinergitas wakil rakyat dengan pemerintah daerah Bolmut antara lain tentang program pencegahan dampak Covid-19.  Masing-masing melakukan program sendiri-sendiri." Proyek phisik yang sudah kita sepakat bersama seringkali dipangkas sepihak tanpa konsultasi ke pihak legislatif, " kata Suriansyah Korompot.

Ditambahkannya, pada saat musim tanam jagung para  petani mengeluh kekurangan pupuk dan bibit jagung. Setiap dinas saling melempar tanggung jawab. Hal ini menjadi catatan bagi kita untuk koreksi terhadap penggunaan anggaran untuk para petani jagung untuk tahun anggaran berjalan dalam APBD 2020.

Wakil Bupati Bolmut Drs. H. Amin Lasena, M.AP saat diminta pendapatnya tentang dua hal kritikan yang dilontarkan Suriansyah Korompot, SH, mengapa kita belum sinergitas  antar lembaga kepemerintahan dan para petani masih kekurangan pupuk dan bibit jagung ?

"Memang dalam membangun sinergitas dengan legislatif yang penuh dengan warna-warni; banyak perbedaan kepentingan dari setiap wakil rakyat mewakili parpolnya; secara alamiah itu wajar" ungkap Amin Lasena.

Penataan anggaran pupuk dan bibit jagung sudah sesuai dengan APBD 2019/2020 yang sudah kita sepakati bersama lintas fraksi. Namun karena permintaan sangat tinggi untuk pengadaan pupuk dan bibit jagung serta terjadinya pengalihan anggaran dalam mencegah dampak Covid-19 diharapkan kita maklumi bersama..." kata Amin Lasena diplomatis...

Bupati Bolmut Drs. H. Depri Pontoh dalam sambutan penutup dari seluruh pandangan fraksi-fraksi DPRD Bolmut terhadap opini WTP yang keempat kalinya diraih Kabupaten Bolmut, ini merupakan pintu masuk pengelolaan keuangan daerah secara transparan dan akuntabel, jadi bukan hanya semata-mata penghargaan dalam bentuk administratif, tetapi dampak pengelolaan APBD yang transparan dan akuntabel memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi dan pendekatan kesejahteraan.

"Namun saya menyadari bahwa kekurangan-kekurangan masih juga ditemukan disana-sini dan hal itu menjadi tanggung jawab bersa sebagai bentuk komitmen kecintaan terhadap daerah ini" tegas Depri Pontoh. (/Gandhi Goma).