Deklarasi Dan Pelantikan Pengurus DPC GANN Kabupaten Bolmut.

Written by  Gandhi Goma Nov 24, 2021

Boroko, Sulutnews.com - Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekda Kabupaten Bolaaang Mongondow Utara (Bolmut)  Rahmat R. Pontoh, SH, M.Si., menghadiri Acara Deklarasi Generasi Anti Narkoba Nasional (GANN) Dan Pelantikan Pengurus DPC GANN Kabupaten Bolmut. Bertempat di Aula Kantor Bapelitbang. Rabu (24/11/2021).

Kegiatan ini diawali dengan Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Generasi Anti Narkoba Nasional Kabupaten Bolmut Oleh Ketua DPD GANN Provinsi Sulawesi Utara  Donald Karel Dotulung.

Ketua DPC GANN Bolmut yang terpilih, Candi Momouke dalam sambutannya menyampaikan, lahirnya LSM GANN di Bolmut, merupakan semangat dari generasi muda untuk memerangi narkotika dan pencegahannya akan dilakukan terus-menerus dalam kepengurusan kami.

Bupati Bolmut Drs. H. Depri Pontoh dalam sambutannya  dibacakan  Rahmat R. Pontoh, SH, M.Si menyampaikan ucapan selamat serta apresiasi kepada seluruh Pengurus DPC Generasi anti Narkotika Nasional Kabupaten Bolmut yang baru saja dilantik. Semoga Tugas dan Amanah yang diberikan kepada saudara-saudara, dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya serta dapat menjadi mitra pemerintah daerah, lembaga penegakan hukum Polri dan Kejaksaan dalam pencegahan dan tindakan pemberantasan Narkotika.

"Saya berharap nantinya DPC GANN hendaknya dapat menjadi garda terdepan, agar lebih gencar lagi melakukan pencegahan dan pemberantasan narkoba di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Kita harus bisa saling memperkuat, mengisi dan melengkapi untuk memberantas narkotika ini demi membangun visi Bolaang Mongondow Utara yang berkelanjutan mandiri berbudaya dan berdaya saing.

Sesudah itu acara dialog tentang studi kasus sering terjadi dikalangan pelajar di Kabupaten Bolmut  penggunaan aibon.

Lem aibon kerap disalahgunakan oleh para anak jalanan dan pelajar untuk mendapatkan sensasi nge-fly atau mabuk. Padahal kegiatan yang sering dikenal dengan istilah ngelem atau menghirup lem ini memiliki efek yang sangat berbahaya.

Mabuk lem atau ngelem adalah sebuah cara untuk mendapatkan sensasi ‘melayang’ atau dikenal dengan istilah nge-fly dengan menghirup aroma lem.

Adapun beberapa tanda orang yang gemar mabuk lem adalah: Bau bahan-bahan kimia di napas atau pada pakaiannya, bicara tidak jelas,perilaku mabuk atau linglung, kehilangan nafsu makan,

mudah marah, ruam di sekitar mulut yang dapat menyebar ke bagian tengah wajah, menyembunyikan benda-benda yang mungkin dapat disalahgunakan, seperti kain, pakaian, tas, atau wadah produk tertentu.

dr.Reyner dari Dinkes Bolmut mengungkapkan ketika seseorang ngelem atau menghirup lem aibon, zat kimia berbahaya yang terkandung di dalamnya akan masuk ke dalam aliran darah melalui paru-paru. Kemudian zat itu dialirkan dengan cepat ke otak dan organ-organ lewat pembuluh darah.

Hasilnya, sekilas si pengguna akan mendapatkan efek seperti seseorang yang mabuk minuman beralkohol. Misalnya, kesulitan bergerak, bicara tidak jelas, euforia (selama 15-45 menit), halusinasi, delusi, dan pusing. Namun, di saat yang sama ia sedang keracunan zat kimia berbahaya tadi.

Sayangnya, pelaku ngelem seringkali ketagihan sehingga memperpanjang durasi menghirup lem berulang kali, dalam waktu beberapa jam untuk mendapatkan sensasi “terbang” yang lebih lama. Jika terlalu banyak menghirup lem, pelaku akan mengantuk selama beberapa jam dan mengalami sakit kepala yang cukup lama. Pada beberapa kasus yang parah, pelaku bisa saja kehilangan kesadaran, bahkan dapat menyebabkan kematian.

Kasat Narkoba Polres Bolmut Iptu Jantje Untu akan melakukan sosialisasi di kalangan sekolahan guna mencegah bahaya narkoba dan menghirup aibon.

"Saya dengan pengurus GANN serta melibatkan KNPI Bolmut akan melakukan sosialisasi pencegahan penggunaan narkoba di seluruh tingkat pendidikan di Kabupaten Bolmut", pungkas Kasat Narkoba.

Resky Amalia sebagai penyuluh narkoba ahli pertama menghimbau kepada seluruh kepala keluarga untuk selalu mengingatkan bahaya penggunaan narkoba, serta ancaman hukuman mati bagi para pengedarnya.

Jaksa Muh. Jufri Tabha, SH menyampaikan denganterbitnya Pedoman Jaksa Agung Nomor 18 Tahun 2021 tentang Penyelesaian Penanganan Perkara Tindak Pidana Penyalahgunaan Narkotika Melalui Rehabilitasi dengan Pendekatan Keadilan Restoratif sebagai Pelaksanaan Asas Dominus Litis Jaksa.

Sesuai dengan UU Narkotika, rehabilitasi adalah kegiatan pengobatan dan pemulihan dari ketergantungan narkotika. Namun, tidak semua pengguna narkotika adalah pecandu atau mengalami ketergantungan.

"Yang perlu rehabilitasi hanyalah yang benar-benar membutuhkan rehabilitasi, maka solusi untuk pengguna narkotika tidak dengan ketergantungan adalah melakukan pengesampingan perkara (seponeering) ataupun dapat mengoptimalkan penggunaan tuntutan pidana bersyarat dengan masa percobaan, sesuai dengan Pedoman Kejaksaan 11 tahun 2021,"

Ketua Advokasi Pemkab Bolmut Safrizal Walahe, SH, MH telah menerima usul dan saran dari peserta dialog untuk menyusun ranperda tentang pembatasan penjualan aibon, komix, dan lain-lain akan kita bahas bersama dengan pihak Kejaksaan dan Kepolisian serta dinas terkait. (/Gandhi Goma).