Pendidikan Politik PDI-P Bolmut : Sarasehan 4 Pilar Kebangsaan Dan 3 Pilar Partai

Written by  Gandhi Goma Nov 07, 2021

Bintauna, Sulutnews.com - Pendidikan politik adalah dasar dalam kehidupan bernegara dan berbangsa. Hak politik dan hak berdemokrasi penting dilakukan dijamin dalam konstitusi. Sarasehan ini dilaksanakan di rumah Ketua PAC Bintauna Edi Mondoringin, Desa Vahuta Kecamatan Bintauna. Minggu (07/11/2021).

Ketua DPC PDI-P Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Drs. Amin Lasena, MAP, Wakil Bupati Bolmut, dan calon Bupati Bolmut dalam Pemilu Serentak Tahun 2024 menyampaikan kembali landasan hidup bernegara dalam 4 Pilar Kebangsaan dan 3 Pilar Partai Politik yang akan disampaikan oleh pengurus parpol.

Max Takumansang membawakan materi 4 pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhineka Tunggal Ika.

"Landasan moral falsafah bangsa dan negara Indonesia jika kita membangun rumah tiang penyangga adalah Pancasila dalam Sila 1 Ketuhanan Yang Maha Esa. Konsep dasar ini banyak mengalami ujian untuk menggantinya dalam gerakan radikalisme," ujar Takumansang.

Ditambahkannya, UUD 1945 sebagai pilar konstitusi menjadi sumber dalam menyusun hirarki peraturan perundang-undangan harus singkron dengan peraturan dibawanya dalam wadah NKRI dan semangat kebangsaan Bhineka Tunggal Ika.

Sekretaris DPC PDIP Bolmut Abdul Zamad Lauma, SIP mengungkapkan 3 Pilar parpol dalam lembaga eksekutif, legislatif, struktural parpol dalam kehidupan demokrasi berbangsa, maka para kader untuk aktif dalam kehidupan bernegara.

"Sinergi tiga pilar partai, yakni struktural, legislatif dan eksekutif partai, bergotong royong untuk memajukan ekonomi negeri. Itulah jawaban PDI Perjuangan guna mendorong gerakan ekonomi kerakyatan yang dijalankan dengan semangat gotong royong," katanya.

Lauma mengatakan seluruh kader wajib mendorong pergerakan ekonomi kerakyatan.

Ia menambahkan PDI Perjuangan mengambil langkah terobosan guna menampilkan wajah politik yang membangun peradaban dengan meninggalkan feodalisme perjuangan.

Roslani Topayu dalam kapasitas pengurus bidang pengkaderan PDIP mengingatkan kembali perjuangan tokoh Proklamator Ir. Soekarno dan ajarannya dalam politik bernegara dengan semangat Bhineka Tunggal Ika.

"Marhaenisme pada esensinya adalah sebuah ideologi perjuangan yang terbentuk dari Sosio-Nasionalisme, Sosio-Demokrasi dan Ketuhanan Yang Berkebudayaan Bung Karno,"

Ketua Fraksi PDIP DPRD Bolmut Donny Pangau akan memberdayakan para pemuda di bidang olahraga, termasuk beliau sebagai Ketua PBVSI Sulut telah menyumbang perlengkapan bola voli, bola kaki dan sepatu olahraga ke beberapa desa, dan berikutnya kepada para pemuda di Kecamatan Bintauna sedang disusun jadwal kunjungan secara bertahap.

Muh. Sofian Goma sebagai kader PDIP di legislatif Bolmut dari hasil sarasehan usul dan saran jaminan kesehatan untuk kelompok tukang serta pemanjat kelapa secara teknis akan konsultasi ke dinas terkait sehubungan dengan jaminan BPJS yang iurannya ditanggung daerah.

Leko Binolombangan sebagai Ketua Komisi 1 merasa prihatin dengan data kependudukan Bolmut ribuan orang menulis wiraswasta sehingga akan dikembalikan sesuai data subyek sesungguhnya sebagai petani, dan nelayan, serta tukang kayu. Mengapa hal itu menjadi kendala ? Karena bantuan sosial dari kementerian terkait tidak akan turun karena pekerjaan mereka sebagai wiraswasta.

Sesion terakhir dialog sarasehan ini, ada seorang simpatisan PDIP bertanya kepada Ketua DPC PDIP Amin Lasena, ada seorang dari partai lain sudah bergabung dalam kepengurusan PDIP Bolmut, jika berkenan beliau dapat menjelaskan mengapa tertarik masuk PDIP.

Moderator sarasehan Charles Sumaili mempersilahkan saudara Meidy Pontoh memberikan keterangan kepada seluruh pengurus dan simpatisan PDIP Bolmut.

Singkat, padat, serta ekspresi serius pengusaha muda dari Desa Biontong Meidi Pontoh menjelaskan keterpanggilan masuk PDIP Bolmut karena dorongan dari nurani saya.

Tepuk tangan dari hadirin terdengar riuh membahana, dan seorang pengurus ranting PDIP Desa Kopi nyeletuk "Telah datang banteng timur dari Bolang-Itang bersatu.

Sarasehan ini dihadiri beberapa tokoh masyarakat diantaranya Berce Sompotan, termasuk Pjs Sangadi Vahuta. (/Gandhi Goma)