Dua Perusahaan Tambang Misterius Merajalela Di Biontong II

Written by  Gandhi Goma Oct 11, 2021

Bolmut, Sulutnews.com - Dampak kerusakan lingkungan hidup terlihat dalam penggalian batu dan pasir di Desa Biontong II Kecamatan Bolang-Itang Timur Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), patut diduga dilakukan dua perusahaan tambang batu dan pasir dari Bitung dan Gorontalo untuk dipasok ke pembangunan PLTU di Binjeita telah menjadi pembicaraan hangat di masyarakat. Senin (11/10/2021).

Menurut beberapa keterangan dari masyarakat sekitar lokasi penggalian pasir dan batu pernah merasakan dahsyatnya banjir bandang menghantam pemukiman  Desa Binuni 70 rumah, Desa Biontong l 250 rumah, Desa Lipubogu 92 rumah, Desa Binjeita 37 rumah, Desa Bunong 28 rumah, Desa Padang 79 dan Desa Padang Barat 76 rumah. Biontong I 250  unit rumah terendam banjir dengan batangan gelondongan kayu menghantam rumah penduduk dua tahun lalu, tepatnya bencana alam terjadi pada tanggal 01 Agustus 2019 . Sumber penyebab banjir ini karena batu kali dan kerikil sudah dikeruk tuntas dan perbukitan sudah dijadikan perkebunan.

Menurut keterangan ibu Ir. Ella Darise sebagai staf bidang perijinan perusahaan tambang batu dan pasir dari dua perusahaan berada di lokasi Desa Biontong II tidak terdaftar dalam register perusahaan galian C di Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bolmut.

Ditambahkan Kabid Perijinan Galian C Moh. Larry Talibo jika terdapat ada dua perusahaan  tambang di Biontong II belum melapor ke instansi terkait, maka kami dengan tim terpadu akan turun ke lokasi sengketa.

Seperti diketahui, dari beberapa jenis bahan galian golongan C yang paling banyak penambangannya dilakukan adalah pasir, kerikil, batu kali dan tanah urug.

Usaha penambangan terutama tanah urug tersebut harus mendapat perhatian serius, karena sering kali usaha penambangan tersebut dilakukan dengan kurang memperhatikan akibatnya terhadap lingkungan hidup.

"Pada umumnya pengusaha penambangan bahan galian golongan C melakukan kegiatan penambangan memakai alat berat. Dalam pemakaian alat-alat berat inilah yang mengakibatkan terdapatnya lubang-lubang besar bekas galian yang kedalamannya mencapai 3 sampai 4 meter, dan apabila bekas galian ini tidak direklamasi oleh pengusaha mengakibatkan lingkungan sekitarnya menjadi rusak," ungkap Larry Talibo.

Ketika dikonfirmasi ke Kapolres Bolmut AKBP Wahyu Purdiawarso SH, SIK, dengan tegas telah memerintahkan stafnya untuk turun meninjau lokasi pertambangan di Biontong II. (/Gandhi Goma).