Kunjungan Kerja Senator DPD RI Djafar Alkatiri Di Kabupaten Bolmut

Written by  Oct 06, 2021

Boroko, Sulutnews.com - Bupati Bolaang Mongondow Utara Drs. Hi. Depri Pontoh terima Kunjungan Kerja Sekaligus Silaturahmi Anggota DPD RI Ir. H. Djafar Alkatiri, MM, M.Pd.I dengan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara bertempat di Aula Pohohimbunga Kantor Bapelitbang. Rabu (06/10/2021).

Kunjungan kerja tersebut terkait dengan Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 16 tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan.

Menurut Djafar Alkatiri, penting diketahui, Undang- Undang Nomor 16 tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan mengatur tentang sistem penyuluhan pertanian, perikanan, dan kehutanan secara holistik dan komprehensif dalam suatu pengaturan yang terpadu serasi antara penyuluhan yang diselenggarakan oleh kelembagaan penyuluhan pemerintah, kelembagaan penyuluhan swasta, dan kelembagaan penyuluhan swadaya kepada pelaku utama dan pelaku usaha.

"Namun selama berlakunya Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2006 ini, masih terdapat kelemahan dalam implementasinya di lapangan, khususnya terhadap kemajuan teknologi yang mengharuskan dilakukan penyesuaian materi muatan dalam undang-undang tersebut. sehingga Lembaga DPR-RI, DPD-RI, dan pemerintah sudah menetapkan Undang–Undang Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan sebagai salah satu Rancangan undang- undang (RUU) yang masuk dalam Daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas Tahun 2021." Ungkap Djafar Alkatiri.

Bupati Bolmut menyampaikan pemerintah daerah telah menyampaikan proposal permohonan bantuan program pembangunan infrastruktur sarana dan prasarana daerah, kepada Ketua DPD-RI pada saat kunjungan beliau di Kabupaten Bolmut pada akhir tahun 2020 yang lalu.

DPD - RI adalah lembaga negara yang memiliki kedudukan sebagai representasi kepentingan daerah. dengan kedudukan tersebut, maka kami pemerintah daerah berharap DPD - RI mampu memperjuangkan kepentingan aspirasi rakyat dan daerah dalam kebijakan - kebijakan nasional. sehingga, besar harapan kami selaku pemerintah daerah dan masyarakat, kiranya beberapa usulan program pembangunan infrastruktur tersebut dapat dikawal untuk tahun 2022 mendatang, sehingga dapat teralokasi di daerah yang sedang giat-giatnya melakukan pembangunan.

Kadis Pertanian Ir. Sutrisno Goma, M.Sc dalam dialog menyampaikan usulan untuk penyuluh lapangan dimohon dibuat suatu badan penyuluh pertanian, seperti Badan Penanggulangan Bencana Nasional.

Ditempat terpisah Sutrisno Goma menyampaikan ada program yang sudah disusun yaitu "Petani dan Nelayan Tersenyum". Prioritas pertama adalah memberdayakan 135 kelompok tani Kabupaten Bolmut dengan memberikan dana abadi bergulir minimal Rp.100 juta setiap kelompok, ketika musim tanam tiba untuk kebutuhan mengelolah lahan sawah dan kebun untuk membeli pupuk, insektisida, dll, dapat dipinjamkan dari dana abadi bergulir ini. Demikian juga untuk kelompok nelayan ketika akan melaut.

Kadis Perikanan Ir. Jakaria Babay, M.Sc mengusulkan agar para penyuluh pertanian, kelautan, dan kehutanan harus ada pendamping sesuai keahliannya untuk turun di lapangan.

"Kita saat ini akan memberdayakan Pelabuhan Tuntung sebagai pusat penampungan ikan melalui lelang ikan di TPI dan menganggarkan pabrik es batu. Karena selama ini ketergantungan konsumsi ikan dari pasokan daerah tetangga Gentuma Kabupaten Gorontalo Utara.

Penyuluh Pertanian dari Kecamatan Sangkup Pamuji mengungkapkan kembali pengalamannya tentang tingkat keberhasilan dan kendala sampai beliau mendekati masa pensiun.

"Perlu diketahui bersama sarana dan prasarana penyuluhan pertanian Kabupaten Bolmut terbaik di Sulawesi Utara sesuai penilaian Dinas Pertanian Provinsi Sulut. Kendala yang sering dihadapi adalah kekurangan pupuk dan para petani belum memiliki uang untuk mengelolah lahan sawah dan perkebunan.

Turut hadir Wakil Bupati Bolmut Drs. Hi. Amin Lasena, MAP, para Asisten Sekda, para Staff Ahli Bupati, Pimpinan OPD serta Para Penyuluh Pertanian, Nelayan, dan Kehutanan. (/Gandhi Goma).

Last modified on Wednesday, 06 October 2021 08:34