UPT BP2MI Manado Sosialisasikan Program SSW ke Jepang Di Hadapan Masyarakat Bolmut.

Written by  Gandhi Goma Sep 29, 2021

Boroko, Sulutnews.com - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (disingkat BP2MI), sebelumnya bernama Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (disingkat BNP2TKI), adalah sebuah lembaga Pemerintah Non Departemen di Indonesia yang mempunyai fungsi pelaksanaan kebijakan di bidang penempatan dan perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri secara terkoordinasi dan terintegrasi.

Lembaga ini pertama dibentuk sebagai BNP2TKI berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2006 sebelum digantikan oleh BP2MI melalui Peraturan Presiden Nomor 90 Tahun 2019. Badan ini diketuai oleh Benny Rhamdani yang dilantik pada 15 April 2020.

Peluang kerja ke Jepang dari pihak UPT BP2MI Manado telah melakukan sosialisasi peluang kerja sebagai Care Worker ke Jepang melalui program SSW (Specified Skilled Worker) atau pekerja terampil spesifik sudah ditentukan telah dilaksanakan di Kawasan Wisata Pantai Batu Pinagut Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) dan dihadiri oleh ±100 peserta yang merupakan warga Bolmut yang berminat kerja ke luar negeri. Rabu (29/09/2021)

Kepala UPT BP2MI Manado Hendra Makalalag menyampaikan sosialisasi dengan didampingi oleh Kepala Disnakertrans Bolaang Mongondow Utara Abdul Muis Suratinoyo dan Camat Kaidipang Muhammad Misaala.

Dalam sambutannya Kepala UPT BP2MI Manado mengatakan;

"Kabupaten Bolaang Mongondow Utara memiliki potensi calon pekerja migran yang cukup besar, memiliki prosentase usia produktif yang cukup besar yaitu kita bisa lihat dari jumlah lulusan SMA/SMK dan lulusan perguruan tinggi di tahun 2021 yang berjumlah 9.605 orang. Nah jumlah yang besar ini apabila bisa disalurkan untuk bekerja di Jepang sebanyak 10% saja sudah bisa mendatangkan pendapatan bagi daerah” ungkap Hendra.

Lebih lanjut Hendra mengatakan bahwa peluang kerja ke Jepang sebagai Care Worker dapat membantu pemerintah daerah mengurangi pengangguran.

“Persyaratan untuk bekerja ke Jepang sebagai Care Worker cukup mudah yaitu minimal berusia 18 tahun, pendidikan minimal SMA/SMK dan memiliki kemampuan berbahasa Jepang minimal setara N4. Saya yakin dari kualifikasi yang diminta ini, putra-putri Bolmut bisa memenuhinya. Untuk persyaratan bahasa sendiri, di Sulawesi Utara sudah ada lembaga pelatihan bahasa yang bisa memfasilitasi jadi peluang kerja ke Jepang kini semakin terbuka” jelas Hendra.

Lebih lanjut Hendra mengatakan bahwa peluang kerja ke Jepang merupakan peluang yang harus dimanfaatkan oleh putra daerah

“Gaji sebagai Care Worker ke Jepang sangat besar yaitu mulai dari Rp. 21 juta perbulan diluar lembur dengan ijin tinggal selama 5 tahun. Ini bekerja dan bukan magang, jadi peluang ini sangat baik untuk segera diambil”tutup Hendra. 

Dalam dialog terbuka banyak peserta mengajukan pertanyaan bagaimana caranya bagi mereka ketika belum memiliki keuangan, bagaimana peran pemerintah daerah dalam hal ini mengatasi kendala dan solusinya.

Pemerintah Jepang lewat regulasi residential status baru memberikan peluang kepada warga negara asing (WNA) untuk bekerja sebagai tenaga kerja terampil spesifik. Terdapat 14 sektor pekerjaan yang dibuka bagi WNA, antara lain;

pekerja perawatan, manajemen pembersihan gedung, suku cadang mesin dan industri pendingin, mesin industri, industri listrik, elektronik dan industri informasi.

Kemudian perbaikan dan perawatan mobil, industri penerbangan, industri akomodasi, pertanian, perikanan dan budidaya, industri makanan dan minuman, dan industri jasa makanan.

Kepala Disnakertrans Bolaang Mongondow Utara Abdul Muis Suratinoyo akan konsultasi dan koordinasi dengan legislatif untuk menyiapkan anggaran pelatihan dan kursus bahasa Jepang yang akan dilaksanakan di Manado, minimal melalui seleksi 50 orang pemuda Bolmut yang akan dikirim ke Jepang akan kita siapkan untuk tahun anggaran RAPBD 2022.

Target Pemerintah Daerah Kabupaten Bolmut untuk bisa mengatasi masalah pengangguran melalui pengiriman tenaga kerja terampil SSM (Specified Skilled Worker) ke Jepang sebanyak 50 orang kemungkinan besar dapat terwujud dengan mudah. (/Gandhi Goma).