Bolmut, Sulutnews.com - Bupati Bolmut Drs. Hi. Depri Pontoh mengambil sumpah jabatan dan pelantikan pejabat struktural administrator dan pengawasan serta pejabat fungsional di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut). Bertempat di Auditorium Kantor Bupati Bolmut, Senin (11/10/2021).

Dalam sambutan Bupati Bolmut menyampaikan amanah Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil, yang merupakan tindak lanjut dari Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, sekaligus sebagai komitmen untuk penyelenggaraan manajemen ASN berbasisi "Sistem Merit".

Sistem merit, menurut Pasal 1 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014, adalah kebijakan dan manajemen ASN yang berdasarkan pada kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara adil dan wajar dengan tanpa membedakan latar belakang politik, ras, warna kulit, agama, asal usul, jenis kelamin, status pernikahan dan umur.

Lebih lanjut pada hari ini, telah dilakukan pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan jabatan struktural sebanyak 93 jabatan dengan rincian, 26 Jabatan Administrator dan 67 Jabatan Pengawas serta 16 Jabatan Fungsional kepala sekolah dan kepala puskesmas.

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan ini merupakan tindak lanjut dari adanya perubahan susunan organisasi dan tata kerja pada beberapa perangkat daerah, dan dalam rangka pengisian kekosongan jabatan dikarenakan pensiun atau meninggal dunia, pada jabatan administrator, pengawas serta jabatan fungsional kepala sekolah dan kepala puskesmas.

Untuk itu, saya minta bekerjalah dengan menjunjung tinggi nilai nilai dasar ASN, melalui Akronim Berakhlak yang aritnya:

Berorentasi pelayanan, yaitu komitmen memberikan pelayanan prima demi kepuasan masyarakat.

Akuntabel, yaitu bertanggungjawab atas kepercayaan yang di berikan.

Kompeten, yaitu terus belajar dan mengembangkan kapabilitas.

Harmonis yaitu saling peduli dan menghasilkan perbedaan.

Loyal, yaitu berdedikasi dan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara.

Adaptif, yaitu terus berinovasi dan antunsias dalam menggerakan serta menghadapi perubahan.

Kolaboratif, yaitu membangun kerja sama yang sinergis.

Turut Hadir Wakil Bupati Bolmut Drs. Hi, Amin Lasena M.AP, Wakil Ketua TP PKK Bolmut, Dra, Hj Siti Safwania Djenaan, Ketua DPRD Bolmut, Sekertaris Daerah Bolmut DR, Drs, Hi, Asripan Nani M.Si, Anggota DPRD Bolmut, Para Asisten Sekda, Para Staf Khusus, dan Staf ahli Bolmut, Pimpinan OPD, serta Para Camat. (/Gandhi Goma).

Bolmut, Sulutnews.com - Dampak kerusakan lingkungan hidup terlihat dalam penggalian batu dan pasir di Desa Biontong II Kecamatan Bolang-Itang Timur Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), patut diduga dilakukan dua perusahaan tambang batu dan pasir dari Bitung dan Gorontalo untuk dipasok ke pembangunan PLTU di Binjeita telah menjadi pembicaraan hangat di masyarakat. Senin (11/10/2021).

Menurut beberapa keterangan dari masyarakat sekitar lokasi penggalian pasir dan batu pernah merasakan dahsyatnya banjir bandang menghantam pemukiman  Desa Binuni 70 rumah, Desa Biontong l 250 rumah, Desa Lipubogu 92 rumah, Desa Binjeita 37 rumah, Desa Bunong 28 rumah, Desa Padang 79 dan Desa Padang Barat 76 rumah. Biontong I 250  unit rumah terendam banjir dengan batangan gelondongan kayu menghantam rumah penduduk dua tahun lalu, tepatnya bencana alam terjadi pada tanggal 01 Agustus 2019 . Sumber penyebab banjir ini karena batu kali dan kerikil sudah dikeruk tuntas dan perbukitan sudah dijadikan perkebunan.

Menurut keterangan ibu Ir. Ella Darise sebagai staf bidang perijinan perusahaan tambang batu dan pasir dari dua perusahaan berada di lokasi Desa Biontong II tidak terdaftar dalam register perusahaan galian C di Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bolmut.

Ditambahkan Kabid Perijinan Galian C Moh. Larry Talibo jika terdapat ada dua perusahaan  tambang di Biontong II belum melapor ke instansi terkait, maka kami dengan tim terpadu akan turun ke lokasi sengketa.

Seperti diketahui, dari beberapa jenis bahan galian golongan C yang paling banyak penambangannya dilakukan adalah pasir, kerikil, batu kali dan tanah urug.

Usaha penambangan terutama tanah urug tersebut harus mendapat perhatian serius, karena sering kali usaha penambangan tersebut dilakukan dengan kurang memperhatikan akibatnya terhadap lingkungan hidup.

"Pada umumnya pengusaha penambangan bahan galian golongan C melakukan kegiatan penambangan memakai alat berat. Dalam pemakaian alat-alat berat inilah yang mengakibatkan terdapatnya lubang-lubang besar bekas galian yang kedalamannya mencapai 3 sampai 4 meter, dan apabila bekas galian ini tidak direklamasi oleh pengusaha mengakibatkan lingkungan sekitarnya menjadi rusak," ungkap Larry Talibo.

Ketika dikonfirmasi ke Kapolres Bolmut AKBP Wahyu Purdiawarso SH, SIK, dengan tegas telah memerintahkan stafnya untuk turun meninjau lokasi pertambangan di Biontong II. (/Gandhi Goma).

Boroko, Sulutnews.com - Bupati Bolaang Mongondow Utara Drs. Hi. Depri Pontoh terima Kunjungan Kerja Sekaligus Silaturahmi Anggota DPD RI Ir. H. Djafar Alkatiri, MM, M.Pd.I dengan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara bertempat di Aula Pohohimbunga Kantor Bapelitbang. Rabu (06/10/2021).

Kunjungan kerja tersebut terkait dengan Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 16 tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan.

Menurut Djafar Alkatiri, penting diketahui, Undang- Undang Nomor 16 tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan mengatur tentang sistem penyuluhan pertanian, perikanan, dan kehutanan secara holistik dan komprehensif dalam suatu pengaturan yang terpadu serasi antara penyuluhan yang diselenggarakan oleh kelembagaan penyuluhan pemerintah, kelembagaan penyuluhan swasta, dan kelembagaan penyuluhan swadaya kepada pelaku utama dan pelaku usaha.

"Namun selama berlakunya Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2006 ini, masih terdapat kelemahan dalam implementasinya di lapangan, khususnya terhadap kemajuan teknologi yang mengharuskan dilakukan penyesuaian materi muatan dalam undang-undang tersebut. sehingga Lembaga DPR-RI, DPD-RI, dan pemerintah sudah menetapkan Undang–Undang Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan sebagai salah satu Rancangan undang- undang (RUU) yang masuk dalam Daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas Tahun 2021." Ungkap Djafar Alkatiri.

Bupati Bolmut menyampaikan pemerintah daerah telah menyampaikan proposal permohonan bantuan program pembangunan infrastruktur sarana dan prasarana daerah, kepada Ketua DPD-RI pada saat kunjungan beliau di Kabupaten Bolmut pada akhir tahun 2020 yang lalu.

DPD - RI adalah lembaga negara yang memiliki kedudukan sebagai representasi kepentingan daerah. dengan kedudukan tersebut, maka kami pemerintah daerah berharap DPD - RI mampu memperjuangkan kepentingan aspirasi rakyat dan daerah dalam kebijakan - kebijakan nasional. sehingga, besar harapan kami selaku pemerintah daerah dan masyarakat, kiranya beberapa usulan program pembangunan infrastruktur tersebut dapat dikawal untuk tahun 2022 mendatang, sehingga dapat teralokasi di daerah yang sedang giat-giatnya melakukan pembangunan.

Kadis Pertanian Ir. Sutrisno Goma, M.Sc dalam dialog menyampaikan usulan untuk penyuluh lapangan dimohon dibuat suatu badan penyuluh pertanian, seperti Badan Penanggulangan Bencana Nasional.

Ditempat terpisah Sutrisno Goma menyampaikan ada program yang sudah disusun yaitu "Petani dan Nelayan Tersenyum". Prioritas pertama adalah memberdayakan 135 kelompok tani Kabupaten Bolmut dengan memberikan dana abadi bergulir minimal Rp.100 juta setiap kelompok, ketika musim tanam tiba untuk kebutuhan mengelolah lahan sawah dan kebun untuk membeli pupuk, insektisida, dll, dapat dipinjamkan dari dana abadi bergulir ini. Demikian juga untuk kelompok nelayan ketika akan melaut.

Kadis Perikanan Ir. Jakaria Babay, M.Sc mengusulkan agar para penyuluh pertanian, kelautan, dan kehutanan harus ada pendamping sesuai keahliannya untuk turun di lapangan.

"Kita saat ini akan memberdayakan Pelabuhan Tuntung sebagai pusat penampungan ikan melalui lelang ikan di TPI dan menganggarkan pabrik es batu. Karena selama ini ketergantungan konsumsi ikan dari pasokan daerah tetangga Gentuma Kabupaten Gorontalo Utara.

Penyuluh Pertanian dari Kecamatan Sangkup Pamuji mengungkapkan kembali pengalamannya tentang tingkat keberhasilan dan kendala sampai beliau mendekati masa pensiun.

"Perlu diketahui bersama sarana dan prasarana penyuluhan pertanian Kabupaten Bolmut terbaik di Sulawesi Utara sesuai penilaian Dinas Pertanian Provinsi Sulut. Kendala yang sering dihadapi adalah kekurangan pupuk dan para petani belum memiliki uang untuk mengelolah lahan sawah dan perkebunan.

Turut hadir Wakil Bupati Bolmut Drs. Hi. Amin Lasena, MAP, para Asisten Sekda, para Staff Ahli Bupati, Pimpinan OPD serta Para Penyuluh Pertanian, Nelayan, dan Kehutanan. (/Gandhi Goma).

Bolmut, Sulutnews.com -  Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT)  Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Manado Hendra Makalalag mengadakan pertemuan dengan Bupati Bolaang Mongondow Utara Drs. Hi. Depri Pontoh didampingi oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bolmut Abdul Muis Suratinoyo di ruang kantor Bupati Bolmut. Kamis (30/09/2021)

Dalam pertemuan ini, Kepala UPT BP2MI Manado menyampaikan tentang peluang kerja ke luar negeri khususnya peluang kerja ke Jepang melalui Program G to G dan SSW, serta menyampaikan perihal perlindungan pekerja yang bekerja ke luar negeri sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 18 tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

Hendra menyebutkan bahwa peluang kerja ke Jepang melalui program Government to Government (G to G) dan Specified Skilled Worker (SSW) harus dimanfaatkan oleh putra-putri dari Bolaang Mongondow Utara.

“Saat ini Jepang sedang membutuhkan banyak pekerja khususnya pekerja di bidang tenaga kesehatan sebagai nurse dan perawat lansia atau care worker karena mereka sedang mengalami kekurangan tenaga kerja akibat populasi yang menua.” Kata Hendra.

“Gaji yang ditawarkan pun sangat fantastis yaitu mulai dari Rp. 20 juta/bulan dengan persyaratan yang terbilang mudah, yaitu minimal berusia 18 tahun, pendidikan minimal SMA/SMK, memiliki kemampuan berbahasa Jepang setara N4, dan memiliki sertifikat kemampuan sesuai bidang yang dilamar. Untuk itu sebaiknya peluang yang sangat baik ini harus segera diambil oleh putra daerah” tambah Hendra.

Depri sangat menyambut baik kunjungan ini dan langsung meresponnya dengan menyetujui untuk melakukan kerjasama dalam bidang perlindungan pekerja migran Indonesia dengan BP2MI.

"Peluang kerja yang disampaikan oleh Kepala UPT BP2MI Manado dapat membantu pemerintah daerah untuk mengurangi jumlah pengangguran dan dapat membantu mensejahterakan ekonomi rakyat Bolmut:” kata Depri Pontoh

Lebih lanjut Depri Pontoh menyebutkan bahwa sebagai bentuk komitmen dan keseriusannya dalam mendukung penempatan PMI ke luar negeri, pihaknya akan segera meneken MoU dengan BP2MI.

Adapun terkait pembiayaan pelatihan yang diamanatkan oleh UU Nomor 18 Tahun pasal 41 akan ditindaklanjuti oleh pihaknya.

“Sesuai amanat UU maka pembiayaan dan pelatihan CPMI yang menjadi tugas dan tanggung jawab Pemda akan kami tindaklanjuti dengan menganggarkannya dalam APBD Bolmut di tahun 2022. Mudah-mudahan akan segera diwujudkan dalam waktu dekat” tutup Depri.(/Gandhi)

Bolmut, Sulutnews.com - Bupati Bolmut Drs. Hi. Depri Pontoh menutup secara resmi Seleksi Kompentensi Dasar (CPANS) Tahun 2021 Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Bertempat di Halaman SMK Negeri 1 Kaidipang. Kamis (30/09/2021).

Dalam kesempatan tersebut dilaksanakan penyerahan hasil Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPASN Kabupaten Bolaang Mongondow Utara tahun 2021 oleh Koordinator Seleksi BKN Regional XI Manado kepada Bupati Bolmut.

Bupati Bolmut menyampaikan, kepada peserta belum berhasil dalam mengikuti seleksi tahun ini, jadikanlah ini sebagai motivasi atau dorongan untuk kita semangat mengikut kembali perekrutan, dan saya mengucapkan selamat kepada peserta CPASN tahun ini yang berhasil dengan capaian nilai SKD.

Diketahui Seleksi Kompetensi Dasar CPASN dilaksanakan selama 7 (tujuh) hari, dimulai tanggal 24 s/d 30 September 2021 dengan titik lokasi di SMK Negeri 1 Kadipang.

Lebih lanjut SKD CPNS Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Tahun Anggaran 2021 dilaksanakan dalam 24 Sesi, dimana setiap sesi berjumlah 75 Peserta yang dibagi ke dalam 3 (tiga) Ruangan CAT, dari 1789 Peserta yang berhak mengikuti SKD, yang hadir mengikuti seleksi 1714 Peserta, tidak hadir 74 Peserta dan 1 orang peserta terkonfirmasi positif Covid 19 untuk kemudian menunggu penjadwalan kembali oleh pihak BKN.

Sampai Sesi terakhir pelaksanaan SKD, peserta yang memperoleh nilai (skor) tertinggi sebagai berikut :

- Skor 448 NURNIKMA LANTONG Formasi Terampil-Bidan Puskesmas Bohabak;

- Skor 443 GEBY PANGAU Formasi Ahli Pertama-Penera UPTD Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi Dan Usaha Kecil Menengah;

- Skor 441 PATRICIA TJIONGANATA Formasi Ahli Pertama – Dokter Puskesmas Bintauna.

- Skor 434 AMALUDIN JUNUS Formasi Ahli Pertama-Auditor Inspektorat Pembantu Wilayah II Inspektorat Daerah;

- Skor 433 SITTI JULIARTI LALISU Formasi Ahli Pertama – Auditor INSPEKTORAT Pembantu Wilayah II Inspektorat Daerah.

Bupati Bolmut mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi sehingga kegiatan Seleksi Kompetensi Dasar CPASN Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Tahun Anggaran 2021 ini dapat terlaksana dengan baik.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Bolmut  Kristanto Nani, SSTP, sehubungan dengan pelaksanaan SKD CPASN Bolaang Mongondow Utara T.A 2021 Tilok SMK Negeri 1 Kaidipang selesai dengan luar biasa.

"Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi di perhelatan kegiatan ini sejak awal persiapan, sampai berakhir hari ini.

Semua berjalan sesuai harapan. Atensi kami kepada PT. Telkom Indonesia, PT.PLN Persero

Kepada peserta yang lulus SKD, kami ucapkan selamat. Bagi yang belum, kami berharap bisa bertemu di kompetisi selanjutnya," ungkap Kepala BKPP Bolmut.

Turut Hadir Wakil Bupati Bolmut Drs.Hi. Amin Lasena, M.AP, Sekertaris Daerah Bolmut Dr. Drs. Hi. Asripan, M.Si, Koordinator Seleksi BKN Regional XI Manado, Wakil Ketua DPRD Bolmut Saiful Ambarak S.Pdi, Para Asisten Sekda Bolmut, Para Staf Khusus Bupati Bolmut, Pimpinan OPD, serta Peserta Seleksi CPASN.(/Gandhi)

Boroko, Sulutnews.com - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (disingkat BP2MI), sebelumnya bernama Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (disingkat BNP2TKI), adalah sebuah lembaga Pemerintah Non Departemen di Indonesia yang mempunyai fungsi pelaksanaan kebijakan di bidang penempatan dan perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri secara terkoordinasi dan terintegrasi.

Lembaga ini pertama dibentuk sebagai BNP2TKI berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2006 sebelum digantikan oleh BP2MI melalui Peraturan Presiden Nomor 90 Tahun 2019. Badan ini diketuai oleh Benny Rhamdani yang dilantik pada 15 April 2020.

Peluang kerja ke Jepang dari pihak UPT BP2MI Manado telah melakukan sosialisasi peluang kerja sebagai Care Worker ke Jepang melalui program SSW (Specified Skilled Worker) atau pekerja terampil spesifik sudah ditentukan telah dilaksanakan di Kawasan Wisata Pantai Batu Pinagut Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) dan dihadiri oleh ±100 peserta yang merupakan warga Bolmut yang berminat kerja ke luar negeri. Rabu (29/09/2021)

Kepala UPT BP2MI Manado Hendra Makalalag menyampaikan sosialisasi dengan didampingi oleh Kepala Disnakertrans Bolaang Mongondow Utara Abdul Muis Suratinoyo dan Camat Kaidipang Muhammad Misaala.

Dalam sambutannya Kepala UPT BP2MI Manado mengatakan;

"Kabupaten Bolaang Mongondow Utara memiliki potensi calon pekerja migran yang cukup besar, memiliki prosentase usia produktif yang cukup besar yaitu kita bisa lihat dari jumlah lulusan SMA/SMK dan lulusan perguruan tinggi di tahun 2021 yang berjumlah 9.605 orang. Nah jumlah yang besar ini apabila bisa disalurkan untuk bekerja di Jepang sebanyak 10% saja sudah bisa mendatangkan pendapatan bagi daerah” ungkap Hendra.

Lebih lanjut Hendra mengatakan bahwa peluang kerja ke Jepang sebagai Care Worker dapat membantu pemerintah daerah mengurangi pengangguran.

“Persyaratan untuk bekerja ke Jepang sebagai Care Worker cukup mudah yaitu minimal berusia 18 tahun, pendidikan minimal SMA/SMK dan memiliki kemampuan berbahasa Jepang minimal setara N4. Saya yakin dari kualifikasi yang diminta ini, putra-putri Bolmut bisa memenuhinya. Untuk persyaratan bahasa sendiri, di Sulawesi Utara sudah ada lembaga pelatihan bahasa yang bisa memfasilitasi jadi peluang kerja ke Jepang kini semakin terbuka” jelas Hendra.

Lebih lanjut Hendra mengatakan bahwa peluang kerja ke Jepang merupakan peluang yang harus dimanfaatkan oleh putra daerah

“Gaji sebagai Care Worker ke Jepang sangat besar yaitu mulai dari Rp. 21 juta perbulan diluar lembur dengan ijin tinggal selama 5 tahun. Ini bekerja dan bukan magang, jadi peluang ini sangat baik untuk segera diambil”tutup Hendra. 

Dalam dialog terbuka banyak peserta mengajukan pertanyaan bagaimana caranya bagi mereka ketika belum memiliki keuangan, bagaimana peran pemerintah daerah dalam hal ini mengatasi kendala dan solusinya.

Pemerintah Jepang lewat regulasi residential status baru memberikan peluang kepada warga negara asing (WNA) untuk bekerja sebagai tenaga kerja terampil spesifik. Terdapat 14 sektor pekerjaan yang dibuka bagi WNA, antara lain;

pekerja perawatan, manajemen pembersihan gedung, suku cadang mesin dan industri pendingin, mesin industri, industri listrik, elektronik dan industri informasi.

Kemudian perbaikan dan perawatan mobil, industri penerbangan, industri akomodasi, pertanian, perikanan dan budidaya, industri makanan dan minuman, dan industri jasa makanan.

Kepala Disnakertrans Bolaang Mongondow Utara Abdul Muis Suratinoyo akan konsultasi dan koordinasi dengan legislatif untuk menyiapkan anggaran pelatihan dan kursus bahasa Jepang yang akan dilaksanakan di Manado, minimal melalui seleksi 50 orang pemuda Bolmut yang akan dikirim ke Jepang akan kita siapkan untuk tahun anggaran RAPBD 2022.

Target Pemerintah Daerah Kabupaten Bolmut untuk bisa mengatasi masalah pengangguran melalui pengiriman tenaga kerja terampil SSM (Specified Skilled Worker) ke Jepang sebanyak 50 orang kemungkinan besar dapat terwujud dengan mudah. (/Gandhi Goma).

Bolmut, Sulutnews.com - Bupati Bolmut Drs. Hi. Depri Pontoh yang diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Dan Kesejahteraan Rakyat Rachmat R Pontoh SH, M.Si, membuka secara resmi kegiatan Konsultasi Publik I Penyusunan Rencana Detail Ruang (RDTR) Kawasan Ibukota Kabupaten. Bertempat di RM Laviesta Desa Kuala Utara Kecamatan Kaidipang. Jumat (24/09/2021).

Dalam sambutan Bupati Bolmut, dibacakan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Dan Kesejahteraan Rakyat menyampaikan dengan merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang, telah disebutkan rencana detail tata ruang merupakan rencana secara terperinci tentang tata ruang wilayah Kabupaten Kota yang dilengkapi dengan peraturan zonasi. Penyusunan RDTR Lawasan Ibukota Kabupaten di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) memiliki tujuan antara lain;

Sebagai acuan penyusunan pola ruang, struktur ruang, ketentuan pemanfaatan ruang dan peraturan zonasi.

Untuk menjaga konsistensi dan keserasian pengembangan wilayah perencanaan sesuai dengan RTRW Kabupaten Kota.

Rencana detail tata ruang harus memegang prinsip pembangunan berkelanjutan yang bersinergi dari seluruh aspek, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang dalam penyusunan RDRT mengacu pada Tata Ruang Wilayah Kabupaten serta dilaksanakan sesuai norma, standar, prosedur dan kriteria yang meliputi;

Penentuan batas kawasan mencakup karakteritis perkotaan, karekteritis pedesaan, serta kawasan lintas Kabupaten Kota.

Dituangkan kedalam peta dengan tingkat ketelitian skala 1: 5000.

Ditetapkan dengan Peraturan Kepala Daerah Kabupaten Kota.

Wajib mengintergrasikan RDTR Kabupatem Kota dalam bentuk digital melalui Sistem Online Single Submission (OSS).

"Oleh karena itu saya berharap apa yang menjadi masukan masukan dari masing masing organisasi perangkat daerah (OPD) maupun stakeholder (pemangku kepentingan) terkait yang hadir pada kesempatan ini, yaitu dari Perguruan Tinggi dan juga Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), menjadi catatan-catatan dan rekomendasi sebagai bahan penyempurnaan daripada penyusunan RDTR Kabupaten Bolaang Mongondow Utara."

Dari dialog dengan Tim Ahli Tata Ruang dipertanyakan lokasi Gelanggang Olah Raga (GOR) yang tempatnya harus memenuhi syarat jauh dari pemukiman penduduk dan lokasi pembuangan air tinja dimana tempatnya. Karena penataan kota masa depan harus ditata sejak saat ini, ungkap Camat Bolang-Itang Barat.

Turut Hadir Ketua LKP Geospasial Bumi Nusantara Manado Drs. Budiarjo, M.Sc, Tim Ahli Dari Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado (terhubung secara virtual), Staf Khusus Bupati Bolmut Drs. Eddy Pontoh, Kepala Dinas PUPR Bolmut Rudini Masuara, ST, Pimpinan OPD, Camat Bolangitang Barat Supriadi Goma, SPdI, dan Peserta Konsultasi Publik. (/Gandhi Goma).

Bolmut, Sulutnews.com - Keluarga besar Pontoh-Ponto dalam musyawarah keluarga di Naulas Desa Paku Selatan telah disepakati untuk memindahkan jasad Radja Phillips Pontoh dan Radja Pade dari tempat pemakaman berlokasi di Singkil Manado akan dibawah ke Pekuburan raja-raja di "Milu-Milungo" Desa Langi Kecamatan Bolang-Itang Barat.  Selasa (21/09/2021).

Menurut keterangan wakil keluarga Ibu Wisje Pontoh, persiapan untuk memindahkan jasad kedua raja Bolang-Itang ini telah dikoordinasikan dengan Bupati Bolmut Depri Pontoh dan juga sebagai keluarga, beliau akan turut serta dalam acara ini. Jadwal prosesi pemindahan jasad sesuai rencana akan dilaksanakan pada hari Sabtu (25/09/2021) Jam : 08.00 wita.

"Lokasi makam ke dua raja Bolang-Itang di Singkil sudah tidak jelas, tugu sebagai tanda makam itu sudah dirobohkan karena ada oknum sudah menguasai lokasi itu tanpa sepengetahuan kita sebagai pemilik lahan tersebut." ungkap Wisje Pontoh.

Prosesi pemindahan jasad ini akan dilaksanakan secara adat, dan persyaratan ritual keagamaan dilakukan dengan cara agama Islam, termasuk pemberitahuan kepada Pemda Bolmut beserta Pemerintah Daerah Kotamadia Manado untuk pelaksanaan nanti.

Hari Jumat (23/09/2021) diharapkan kepada keluarga yang ikut prosesi untuk berkumpul di rumah adat Bolang-Itang.

Seperti diketahui bersama Kerajaan Kaidipang Besar memiliki lintasan sejarah yang panjang sebelum kolonialisme Pertugis dan Belanda datang menguasai bumi nusantara.

Sumber referensi dapat dari penulis sejarah Prof. Dr. H.T. Usup dalam bukunya "Dari Mokapog Ke Kaidipang Besar ( Sejarah Kerajaan Mokapog, Bolang-Itang, Kaidipang dan Kaidipang Besar) Terbitan I (100 eks) 1973. Terbitan II (350 eks) 1979.

Kecamatan Bolang-Itang secara administratif adalah satu kerajaan yang berdaulat sejak tanggal 21 November 1793. Maka kalau dihitung, negeri Bolang-Itang bersatu (Bolangitang Barat dan Bolang-Itang Timur) akan berusia 228 pada 21 November tahun 2021.

Radja Willem David Korompotlah yang mengusulkan kepada pemerintah (VOC pada waktu itu) agar Salmon Muda Pontoh diangkat menjadi Radja Kerajaan Bolang-Itang yang pertama. Usul ini diperkuat dengan Surat Permohonan Penghulu Antogia Pontoh kepada Sultan Ternate yang isinya memohon agar putranya  Salmon menggantikan beliau.

Penghulu Antogia Pontoh mengawini Bua (Putri) Dongintaela Manoppo, Putri Sultan Bolaang-Mongondow dan beroleh putra yang terkenal bernama Salmon Muda Pontoh (tahun 1770). Salmon mula-mula memerintah sebagai Penghulu Bolang-Itang (1770-1793) pada masa Radja Willem David Korompot (Radja Kerajaan Kaidipang VIII).

 

Di masa Salmon, negeri dipindahkan lagi lebih ke utara, dari Motingge ke Desa Ollot/Sonuo, sekarang sebagai pusat kerajaan terletak di suatu tempat yang kini tempat berdirinya Mesjid Desa Sonuo.

Peristiwa itu bagi orang Bolang-Itang merupakan satu rakhmat yang besar karena pada saat itu Bolang-Itang yang tadi-tadinya hanya merupakan wilayah tempat kedudukan penghulu ditingkatkan tarafnya menjadi kerajaan, sebab penghulu (di masa itu) hanya memerintah di wilayah lebih kecil, bagian dari kerajaan. Kini penghulu berarti kepala agama (penyelenggara perkawinan).

Perundingan dan persetujuan tentang pendirian Kerajaan Bolang-Itang itu diadakan di Loji Amsterdam Manado (letaknya sekitar Kompleks Pasar '45 sekarang) dengan melalui pertemuan/perundingan segitiga antara Pemerintah VOC (Belanda), Raad XII Kesultanan Ternate dan Radja Willem David Korompot dengan beberapa kesimpulan antara lain mendirikan Kerajaan Bolang-Itang (dipisahkan dari Kerajaan Kaidipang yang radjanya Willem David Korompot) dan selanjutnya terwujud kata sepakat agar antara kedua kerajaan itu (Bolang-Itang dan Kaidipang) tidak boleh berselisih atau bermusuhan dan keduanya harus saling bantu-membantu dalam segala hal. Sesudah persetujuan itu Salmon kembali dari Manado dan singgah di Kotamobagu.

Tahun 1793 beberapa bobato dan para utusan rakyat datang ke Kotamobagu untuk menjemput Salmon Muda Pontoh sebagai raja mereka. Maka berdasarkan persetujuan Raad XII Ternate dan Pemerintah Belanda (VOC) dilantik lah Salmon Muda Pontoh sebagai Radja Kerajaan Bolang-Itang I tanggal 21 November 1793 dan dengan demikian pada tanggal tersebut resmi berdiri Kerajaan Bolang-Itang.

Masa jabatan Salmon sebagai Radja I selama 30 tahun (1793-1823). Pusat kerajaan pada masa itu terletak di Desa Sonuo (sekitar 3 kilometer dari Bolang-Itang. Di sekitar Mesjid Sonuo yang sekarang sebagai pusat pemerintahan Kerajaan Bolang-Itang yang pertama kali.

Salmon membangun negerinya, membuat kampung, mengatur pemerintahan dan mengajar rakyat cara hidup yang layak, memperluas daerah perkebunan rakyat, sekalipun kita akui bahwa beliau seorang yang tidak dapat dan menulis.

Permaisuri Salmon 2 orang, masing-masing :

Permaisuri pertama, Martha (Marata) berputra Phillips Pontoh (diangkat sebagai Presiden Radja/Radja Muda/Putra Mahkota dan setelah dilantik sebagai Radja II, diresmikan pelantikan beliau sebagai raja di Manado, tetapi tiba-tiba wafat dengan sebab-sebab kurang jelas.

Permaisuri kedua, Filipina Silagondo Jacobus (Putri nan cantik dari Pulau Siau Kepulauan Sangihe-Talaud, Putri Radja Siau Ismail Jacobus (1752-1788) dengan permaisurinya Ester Manoppo (Putri Radja Bolaang Mongondow) berputra Damonti dan Patri (Patri disebut juga Nicholaas Pontoh.

Radja Salmon wafat dalam usia tua/lanjut. Pada saat akan dimakamkan di Bolang-Itang (pekuburan itu sekarang terletak di belakang Gedung Pertemuan Umum Bolang-Itang).

Menurut keterangan- jenazah Salmon ketika diusung ke pekuburan, tiba-tiba... Kilat dan halilintar datang menyambar-nyambar sambung-menyambung, cuaca gelap dan buruk... dan sesudah selesai kemelut itu ternyata jenazah raja dalam usungan itu tidak ada lagi ! Alangkah herannya.

Walau pun begitu upacara pemakaman diteruskan walau secara simbolis saja. Ada pula keterangan lain bahwa pada saat pemakaman tadi-tadinya terang tiba-tiba saja menjadi gelap, kilat, halilintar, guntur dan hujan lebat.

Itulah sebabnya setelah wafat, beliau diabadikan dalam julukan "Ombuina Kinumilato" (Putra Radja atau Radja yang pergi dengan sekejap mata dengan kecepatan seperti kilat; asal katanya "kilato" (kilat) atau pada saat pemakaman tiba-tiba timbul kilat.

Kepergian Radja Salmon takhta kerajaan segera diserahkan kepada putra beliau Daud Pontoh sebagai Radja II. Masa dinas beliau 40 tahun lamanya (1823-1863). Pelantikan Daud menjadi raja dilaksanakan di Kotamobagu/Kotobangon dan sudah dilantik staf kerajaan bobato-bobato) pergi Kotamobagu menjemput beliau.

Dimasa Radja Daud agama Islam telah meluas di kalangan masyarakat yang masuk menyebar dari Gorontalo sekitar tahun 1825.

Radja Daud berpemaisuri 2 orang masing-masing :

Pertama, Nanggio (permaisuri ini adalah putri dari Piantai pada isterinya Linggakoa atau Putri Lingkan dari Kaidipang berputra Jacob (Jacob Pontoh menjadi Radja Kerajaan Siau 1850-1889) dan Israel.

Kedua, Gogat (wanita asal Bolaang-Inobonto) berputra Ayuba, Tukunang, Panjuroro, Baramaeng, dan Zulhaji.

Sedianya Radja Daud sebagai Radja II ini akan digantikan oleh saudaranya Philips Pontoh, sebab Philips Pontoh adalah Presiden Radja, tetapi setelah dilantik di Manado menjadi Radja, tiba-tiba wafat di Singkil Manado Utara secara mendadak dengan sebab kurang jelas. Karena itu beliau diberi gelar sesudah wafat dengan "Ombuina ko Singgilo" (Radja/putra Radja sesudah wafat dimakamkan di Singkil Manado "Singgilo"-Singkil). Walaupun demikian Philips Pontoh dapat dianggap sebagai Radja II (1863) yang tidak memerintah.

Situasi kerajaan menjadi panik setelah mendengar kabar yang mengejutkan itu, maka dengan segera bobato-bobato mengangkat putra Radja Daud Pontoh ialah Israel Pontoh (turunan dari Radja Salmon Muda Pontoh) sebagai Radja Kerajaan Bolang-Itang III dengan masa dinas 17 tahun (1863-1880) yang dilantik Residen Manado pada waktu berkunjung ke Bolang-Itang dan Kaidipang.

Radja Bolang-Itang III Israel Pontoh berpemaisuri Adinimo dan berputra 2 orang, masing-masing Reba Pontoh dan Sombo Pontoh sekitar tahun 1870.

Tahun 1880 Radja Israel Pontoh mangkat. Lalu ditetapkanlah Togupat Pontoh sebagai Radja Kerajaan Bolang-Itang IV dengan masa dinasnya singkat, 8 bulan (tahun 1880).

Di masa Radja Togupat perluasan wilayah Kerajaan Bolang-Itang lebih ke hulu (ke selatan) yang dibarengi dengan pembukaan kampung-kampung untuk perkebunan rakyat. Beliau membuat tempat peristirahatan di suatu tempat yang bernama "Milu-Milungo", suatu tempat yang terletak di Desa Langi sekarang di daerah aliran sungai Bolang-Itang menjadi tempat pemakaman raja-raja.

Penganti Radja Togupat ialah Pade Pontoh yang diangkat sebagai Radja V, hanya bermasa dinas 9 bulan (1881-1882). Pade ialah saudara kandung seayah dari Togupat atau putra Piantai Pontoh dengan isterinya Linggakoa (Putri Lingkan).

Permaisuri Radja Pade yaitu Boki Jamarutu, putri Radja Kaidipang IX dan berputra Adam, Ali dan Sahu serta Susungia; sedangkan istri yang lainnya ialah Fungaraya dan berputra Laimbango. Radja Pade adalah Raja Bolang-Itang yang banyak memiliki budak-budak, apabila berpergian sekitar 50 orang budak harus mendampinginya apalagi kalau beliau berada di Istana.

Radja Pade terkenal sebagai seorang raja yang keras hati, agresif dan agak diktator. Keputusannya pantang untuk dibantah. Tatkala saat menanam padi atau berkebun, rakyat diperintahkan untuk berkebun dan kalau tidak tentu akan dihukumnya.

Setelah selesai panen diperintahkan pula agar rakyat segera kembali ke kampung untuk menjalankan tugas-tugas pembangunan.

Hal ini sulit ditaati oleh rakyat sebab rakyat masih terikat dengan sambilan mereka selain padi. Keputusan beliau yang pantang dibantah itu menyebabkan beliau main hakim sendiri dengan membakar kebun-kebun rakyat, rumah sekaligus isinya yaitu bahan makanan rakyat.

Tindakan itu diketahui oleh Residen Manado melalui Kontorlir di Kotamobagu dan pada tahun 1881 beliau dipanggil ke Manado dan diusut sebagai terdakwa, itupun nanti dipanggil secara kekerasan.

Pada waktu pertemuan dengan Residen di Manado dalam proses pengusutan, beliau mengancam Residen Manado dan menyepak kursi duduk Residen sebagai tanda protes atas semua keputusan.

Akhirnya beliau dipecat dan tidak boleh kembali ke Bolang-Itang. Tindak pemecatan itu sama sekali tidak diterima karena beliau berpendapat bahwa Belanda (Residen) tidak ada kuasa samasekali memecatnya.

Selain itu beliau dipersiapkan untuk menjalani pembuangan. Namun selama menunggu pembuangan dengan tiba-tiba beliau mangkat tahun 1882 di Manado karena terserang penyakit kolera dan dikuburkan pula di Singkil Manado (sekitar kuburan Radja Phillips Pontoh) dan diberi gelar "Ombu Ina ko Munaru" (putra raja/raja yang dimakamkan di Manado, "Monaru" - Manado).

Demikian catatan sejarah singkat ke dua raja Bolang-Itang Phillips Pontoh dan Pade Pontoh dalam lintasan dimensi ruang dan waktu.

Ada pesan moral dari Prof. Dr. H.T. Usup dalam catatan halaman kedua Buku "Dari Mokapog Ke Kaidipang Besar" untuk kita semua.

"Saudara-saudaraku ! Mari kita belajar SEJARAH supaya berlaku jujur."

"Historia Vitas Magistra" (Sejarah adalah guru kehidupan)." (/Gandhi Goma).

Bolmut, Sulutnews.com - Bupati Bolmut Drs. Hi. Depri Pontoh bersama Wakil Bupati Bolmut Drs. Hi. Amin Lasena M.AP dan Forkopimda menghadiri serbuan vaksinasi DanLantamal VIII Manado di Balai Desa Pangkusa Kecamatan Sangkub Kabupaten Bolaang Mongondow utara (Bolmut). Selasa (21/09/2021).

Komandan Pangkalan Utama Angkatan  (Danlantamal) VIII Manado Brigadir Jenderal TNI (Mar) I Wayan Ariwijaya S.E., CFrA mengatakan selain melaksanakan kegiatan vaksinasi pihaknya juga melakukan silahturami dengan Forkompimda di Kabupaten Bolmut.

Sebagai representasi TNI AL di daerah,  Lantamal juga mempunyai peranan yang sangat strategis. Kedudukan Lantamal yang berada di daerah merupakan kepanjangan tangan dari Koarmatim dalam mendukung unsur-unsur operasional.

Sampai saat ini tindak pelanggaran di laut masih cukup tinggi, seperti, permasalahan di perbatasan dengan negara tetangga, kejahatan lintas negara (perampokan, human trafficking, illegal logging, illegal fishing dan kegiatan illegal lainnya), pelanggaran wilayah, dan jaminan keamanan jalur perhubungan laut internasional.

Pada kesempatan tersebut Danlantamal mengajak masyarakat untuk mendatangi lokasi vaksinasi yang ada di wilayahnya.

"Vaksinasi itu aman dan sehat. Selain itu sasaran vaksinasi juga kepada para pelajar hal ini terkait pembelajaran tatap muka,"

Untuk anak-anak yang akan melaksanakan tatap muka harus kita dukung secepatnya untuk vaksinasi.

Dirinya mengimbau kepada masyarakat  agar tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan meskipun sudah divaksin. 

"Meskipun sudah divaksin dosis pertama maupun dosis kedua semua masyarakat harus tetap melaksanakan protokol kesehatan untuk memutus penyebaran Covid-19,"

Bupati Bolmut menyampaikan sambutan atas nama pemerintah daerah mengucapkan selamat datang Komandan Lantamal (Danlantamal) VIII Beserta Nyonya dan rombongan yang telah menyempatkan diri datang ke Kabupaten Bolaang Mongondow Utara sembari mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada jajaran Lantaman VIII yang telah memberikan kontribusi positif dengan ikut melaksanakan program vaksinasi gratis bagi masyarakat. Semoga momentum ini, akan semakin meningkatkan jalinan hubungan kerjasama yang baik antara pemerintah daerah dan TNI Angkatan Laut.

Seperti diketahui bersama, Kabupaten Bolmut memiliki garis pantai utara terpanjang di Indonesia Bagian Timur, dengan demikian dibutuhkan pengawasan tersendiri dari Pos Angkatan Laut di Kecamatan Sangkub.

Program vaksinasi covid 19 adalah upaya pemerintah untuk melindungi keselamatan  warga negaranya. Sudah selayaknya masyarakat membantu pemerintah dengan mengikuti program vaksinasi covid 19 untuk memutuskan mata rantai penularan Covid 19.

Bupati Bolmut menghimbau kepada masyarakat yang akan divaksin serta mengingatkan agar tetap disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan.

Turut Hadir Kapolres Bolmut AKBP. Wahyu Purwidiraso SIK, SH, Kepala Kejaksaan Negeri Bolmut Nana Riana SH, MH, Pejabat Dijajaran Lantamal VIII Manado, Pabung 1303 Bolmut Mayor Inf. Nus K, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekda Bolmut Jacomina H.J Mamuaja, S.Pd, para staf khusus, Pimipinan OPD, Pejabat TNI/Polri, Camat Bolangitang Timur, Camat Sangkub, dan Sangadi Pangkusa. (/Gandhi Goma).

Bolmut, Sulutnews.com - Bupati Bolmut Drs. Hi. Depri Pontoh menghadiri Rapat Paripurna Dalam Rangka Penyampaian Rancangan Kebijakan Umum (KUA) Serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan APBD Kabupaten Bolmut Tahun Anggaran 2021. Bertempat di Ruang Sidang DPRD Bolmut. Rabu (15/09/2021).

Dalam sambutan Bupati Bolmut menyampaikan  proses penyusunan kebijakan umum perubahan APBD serta prioritas dan plafon anggaran sementara perubahan APBD tahun anggaran 2021 Kabupaten Bolmut, pada pasal 161 ayat (2) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah Dalam Perubahan APBD dapat dilakukan apabila terjadi hal hal sebagai berikut:

Pertama, perkembagan yang tidak sesuai dengan asumsi kebijakan umum APBD.

Kedua, keadaan yang menyebabkan harus dilakukan pergeseran anggaran antara unit organisasi, antar kegiatan, dan antar jenis belanja.

Ketiga, keadaan yang menyebabkan silva tahun sebelumnya harus digunakan dalam tahun anggaran berjalan.

Keempat, keadaan darurat dan keadaan luar biasa.Sejalan dengan regulasi, tersebut pada tahun anggaran 2021 terdapat beberapa kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang mendasari diperlukannya perubahan APBD Kabupaten Bolmut tahun 2021 antara lain:

Pertama, Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomoromor 17/PMK.07/2021 tentang Pengelolaan Transfer Ke daerah dan Dana Desa (Dandes) Tahun Anggaran 2021 Dalam Rangka Mendukung Penanganan Pandemi Vovid-19 dan Dampaknya.

Kedua, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 94 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/PKM.07/2021 tentang Pengelolaan Transfer  Ke Daerah dan Dana Desa Tahun Anggaran 2021 Dalam Rangka Mendukung Penanganan Pandemi Vovid-19  dan Dampaknya.

Ketiga, Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 910/3037/POLPUM tanggal 21 April 2021 Perihal Dukungan Anggaran Untuk Pemilu dan Pilkada Tahun 2024.

Keempat, Keputusan Menteri Keuangan Nomor 30/KM.7/2020 tanggal 30 Desember 2020 tentang Penggunaan Sebagian (EARMARKING) Dana Alokasi Umum atau Dab Bagi Hasil Dalam Rangka Dukungan Pendanaan Program Vaksinasi Vovid-19.

Kelima, penyusunan nomenklatur kegiatan, sub kegiatan dan rekening belanja kegiatan dan alokasi khusus.

Keenam, fukungan Pelaksanaan Pemilihan Kepala Sesa Serentak Tahun 2021.

Lebih lanjut dikatakan tentang hal-hal tersebut sesuai regulasi telah membawa konsekuensi terjadinya perubahan asumsi-asumsi dalam APBD yang tertuang dalam kebijakan umum perubahan APBD serta membawa perubahan alokasi penggunaan anggaran yang dilaksanakan oleh perangkat daerah.

Perubahan alokasi tersebut tertuang dalam prioritas dan plafon anggaran sementara perubahan APBD Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Tahun Anggaran 2021.

Ketua DPRD Bolmut dalam sambutannya tentang kehadiran rapat pleno dinyatakan sah dihadiri 17 pimpinan dan anggota DPRD Bolmut.

Turut Hadir Wakil Bupati Bolmut Drs. Hi. Amin Lasena, M.AP, Ketua DPRD Bolmut Frangky Chendra, Pimpinan DPRD serta Anggota DPRD, Sekertaris Daerah Bolmut Dr. Drs. Hi. Asripan Nani, M.Si, Para Asisten Sekda, Para Staf Ahli, dan Staf Khusus Bupati Bolmut, Pimpinan OPD, Serta Para Camat. (/Gandhi Goma).