Diskominfo kota kotamobagu Bakal Sasar 15 Desa Untuk Program Digital

 

SULUTNEWS,KOTAMIBAGU-Program desa digital sebagai salah satu program unggulan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika atau Diskominfo Kota Kotamobagu, tahun 2022 ini akan segera diimplementasikan.

Hal tersebut,ditegaskan oleh Kepala Dinas Kominfo Kota Kotamobagu Moch Fahri Dmaopolii Skom ME, kepada awak media, Rabu 5 Januari 2022 di ruang kerjanya, dan mnyebutkan target mereka, untuk program itu langsung akan menyasar 15 desa se Kotamobagu.

 

“ Program Desa Digital memang masuk salah satu program prioritas kami di tahun 2022. Makanya di awal bulan ini, kami mulai mempersiapkan segala sesuatunya untuk segera merealisasikan program ini, terutama di 15 desa se-Kota Kotamobagu,” ungkap Fahri.

Menurut Fahri, program tersebut sebenarnya sudah direncanakan sejak beberapa tahun lalu untuk diterapkan di desa-desa yang ada di Kotamobagu

“Program Desa Digital memang sudah kami siapkan sejak tahun 2019. Waktu itu kami merancang penerapannya dengan mengambil sampel untuk dua desa. Namun karena kondisi pandemi yang melanda saat itu, program ini kemudian kami tunda, dan baru bisa kami lanjutkan tahun 2022 ini,” ucapnya.

Adapun system digitalisasi di desa tersebut akan dimulai dengan penggunaan sistem informasi desa untuk mempermudah layanan pemerintahan di tingkat desa, mulai dari layanan administrasi kependudukan, surat menyurat, pengarsipan, penyajian profil dan berbagai informasi desa, keuangan desa, hingga ke program bantuan di tingkat desa.

“Selain itu implementasinya juga tidak hanya terbatas untuk wilayah desa, tapi kelurahan juga bisa memanfaatkan ini. Sehingga kami akan menerapkan layanan sistem informasi ini untuk seluruh desa dan kelurahan yang ada di Kota Kotamobagu,” lanjutnya.

 

Diskominfo sendiri sudah memulai tahapannya dengan melakukan sosialisasi ke desa dan kelurahan se-kota Kotamobagu. “Selasa kemarin, kami sudah mempresentasikan program ini dihadapan para Sangadi (Kepala Desa) dan Lurah se-Kota Kotamobagu. Setelahnya kami akan mulai turun ke desa dan kelurahan untuk melakukan pendampingan, agar sistem informasi ini bisa segera diterapkan,” tuturnya.(*)