Pendidikan Pemilih Perempuan Dalam Pemilu 2019

Written by  Gandhi Goma Mar 08, 2019

Boroko, Sulutnews.com - Ketua KPU Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Djunaidi Harundja, SH dalam sambutan pembukaan sosialisasi pendidikan pemilih perempuan dalam Pemilu 2019 di cafe 'Warung Kopi (Warkop) Basudara Desa Boroko. Sabtu (09/03/2019),  pdimulai dari peran ibu rumahtangga untuk mensosialisasikan tentang proses mekanisme pemungutan suara pada tanggal 17 April 2019, menggunakan hak pilihnya secara aktif. Pemilu ini untuk memilih pemimpin, tapi jangan berhenti disitu, masyarakat terutama perempuan juga harus ikut mengawasi kerjanya, termasuk janji yang mereka sampaikan.

"Peran perempuan dalam Pemilu 2019 diharapkan bisa maksimal karena perempuan harus bisa berperan dalam rangka  pengawasan ataupun untuk meningkatkan partisipasi masyarakat untuk datang dan mencoblos ke TPS." Ungkap Harundja.

Pembawah materi peran perempuan dalam pemilu 2019 Sumarno Hilipito, SP mengungkapkan Indonesia merupakan negara pertama di kawasan Asia-Pasifik yang membentuk kementerian khusus untuk meningkatkan peran perempuan. Berbagai kegiatan perempuan mulai bermunculan, hal ini menunjukkan adanya pertumbuhan politik perempuan yang makin besar dan telah banyak membantu melaksanakan program-program pemerintah. Berbagai jabatan politis telah dicapai seperti menjadi menteri, anggota parlemen, ketua partai, bupati, camat, lurah/kepala desa, dan lain-lain. Tetapi jika dilihat dari jumlah maupun pengaruhnya dalam rumusan kebijakan nasional sangatlah kecil.

"Berbagai kegiatan sosialisasi tentang pemilu dilaksanakan dengan sasaran pemilih pemula, selain itu untuk memastikan agar masyarakat terutama pemilih perempuan dan pemilih pemula menggunakan hak pilihnya pada pesta demokrasi yang akan datang." Kata Sumarni Hilipito.

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Penjara Fardhan Patingki, SH menjelaskan upaya untuk meningkatkan 30 persen keterlibatan perempuan di parlemen sebagaimana tercantum dalam UU No.7 Tahun 2019, merupakan upaya pemerintah dalam melindungi hak partisipasi perempuan di politik, untuk bangkit dari ketertinggalan diberbagai bidang pembangunan seperti politik, ekonomi, hukum serta bidang lainnya. Untuk itu kami menghimbau untuk kaum perempuan 'bersatu' untuk memilih caleg perempuan setiap daerah pemilihan di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, upaya ini sekaligus mendukung kemajuan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mewujudkan kesetaraan gender guna mengejar ketertinggalan dengan negara lain.

Rita Dorondo sebagai pimpinan ketua divisi sosialisasi, pendidikan pemilih, partisipasi masyarakat dan SDM KPU Bolmong Utara mengatakan dalam dunia perpolitikan Indonesia, Pemilihan Umum dilakukan secara terbuka tidak hanya kaum laki-laki, perempuanpun memiliki hak yang sama untuk memilih dan memilah atau dipilih dalam pemilu serentak 2019.

 

Ismail Mobiliu sebagai ketua divisi komisioner bidang hukum dan pengawasan KPU Bolmong Utara peran dan posisi kaum perempuan dalam dunia politik mengakhiri dan menutup acara sosialisasi pendidikan politik perempuan menyimpulkan perempuan punya hak yang sama untuk berpartisipasi secara aktif membangun kehidupan demokrasi melalui pemilu. Perempuan mempunyai hak untuk ikut serta dalam pengambilan kebijakan, termasuk mensosialisasikan kartu suara dimulai dari rumah tangga, tetangga, lingkungan keluarga, kalangan RT/RW. Dengan demikian melalui kegiatan sosialisasi ini diharapkan perempuan bisa berperan serta dan lebih aktif dalam menyalurkan hak pilihnya, agar bisa mengajak masyarakat untuk turut memilih dan bisa menjadi pengawas, pelapor serta preventif bagi peserta pemilu. (/Gandhi Goma).