Foto : “Tiga Serangkai Toko Motivator Pendidikan Kejurua Lahirnya SMK NEGERI 1 Kaidipang : Arifin Bolota, Kamarudin Babay, Lasa I Korompot.” Foto : “Tiga Serangkai Toko Motivator Pendidikan Kejurua Lahirnya SMK NEGERI 1 Kaidipang : Arifin Bolota, Kamarudin Babay, Lasa I Korompot.”

Hikmah Sejarah Berdirinya SMK Negeri 1 Kaidipang Bolmut Sulut

Written by  Gandhi Goma Nov 12, 2022

Bolmut, Sulutnews.com -  Doeloe, Kecamatan Kaidipang terietak dibagian Barat Kabupaten Bolaang Mongondow.  Kondisi Kecamatan Kaidipang kala itu belum memilki sekolah sederajat tingkat menengah. Situasi ini menyebabkan dampak negative ferhadap generasi muda yang putus sekolah tidak dapat melanjutkan  kejenjang pendidlkan menengah ke daerah lain, karena alat transportasi masih lewat laut, jalan raya belum dapat dilalui kendaraan bermotor. Sabtu (12/11/2022).

Pendidikan kejuruan dewasa ini dihadapkan pada berbagai tantangan yang makin berat dan perubahan yang amat cepat. Karakteristik output pendidikan kejuruan yang diharapkan mampu memenuhi tuntutan perubahan karakteristik dunia kerja antara lain: (1) memiliki kecakapan kejuruan secara profesional, (2) memiliki kecakapan berpikir, berolah rasa dan seni, dan memiliki komitmen pada moral yang mulia, (3) memiliki kemampuan pemecahan masalah kehidupan nyata, dan (4) memiliki kemampuan berpikir krtitis dan kemampuan sebagai agen perubahan., menjamin kesinambungan pembangunan negara. Berdasarkan analisis filsafat (idealisme, realisme, pragmatisme dan rekonstruksionisme), prinsip-prinsip pendidikan kejuruan yang layak diterapkan saat ini adalah: kurikulum yang realis (mengacu pada kompetensi) dan idealis (humanistik), diikuti dengan proses pembelajaran pragmatis (problem based learning) dan rekonstruksionisme.

Filosofi Pengembangan Pendidikan

Tuntutan persaingan era global, perkembangan informasi dan komunikasi, pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta perubahan struktur ketenagakerjaan di era global memerlukan kualitas SDM (tenaga kerja) yang handal (mempunyai daya saing secara terbuka dengan negara lain, adaptif dan antisipatif terhadap berbagai perubahan dan kondisi baru, terbuka terhadap perubahan, mampu belajar bagaimana belajar (learning how to learn), multi-skilling, mudah dilatih ulang, serta memiliki dasar- dasar kemampuan luas, kuat, dan mendasar untuk berkembang di masa yang akan datang). Hal ini selaras dengan karakteristik manusia sebagai sumberdaya dalam era global yang dituntut memiliki kemampuan: (1) berpikir kritis, peka, mandiri, dan bertanggung jawab, (2) bekerja secara tim, berkepribadian yang baik, dan terbuka terhadap perubahan, serta berbudaya kerja yang tinggi, dan (3) berpikir global dalam memecahkan masalah lokal, dan memiliki daya emulasi yang tinggi.

Berangkat dari permasalahan tersebut diatas, pada tanggal 2 Mei 2004, bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, setelah melaksanakan Upacara Hari Pendidlikan Nasional di Lapangan Kembar Boroko, beberapa tokoh pemikir pendidikan mencoba duduk bersama untuk membicarakan dan sekaligus untuk memecahkan permasalahan pendidlikan yang ada di Kabupaten Bolaang Mongondow pada umumnya dan Kecamatan Kaidipang pada khususnya, agar bagaimana masyarakat bisa sekolah dengan tujuan peningkatan SDM dikalangan masyarakat, para tokoh pemikir tersebut yaitu : Kamarudin Babay, Lasa I. Korompot dan Arifin Bolota mencoba membicarakan untuk menggagas mendirikan SMK Kaidipang pada waktu itu.

Motivasi Dan Tantangan Berawal Dari Seorang Siswa Yang Ditolak Karena Putus Sekolah

Sosok seorang Arifin Bolota menceritakan kisahnya sekitar bulan Juli 2004. Arifin Bolota sempat mendaftarkan diri sebagai siswa di SMK Neger 1 Kotamobagu untuk melanjutkan pendidikan tapi sangat disayangkan tidak diterima dan ditolak mentah-mentah sebagai siswa ole Kepala Sekolah Drs. Narman Abubakar karena  faktor usia yang sudah menanjak 24 Tahun.

Dengan menahan rasa pil pahit tersebut Arifin Bolota kembali ke Kaidipang untuk bertemu salah satu tokoh pendidik Kamarudin Babay, menjabat sebagai Kepala Sekolah SLTP Negeri 1 Kaidipang dengan tujuan rencana membentuk SMK Kaidipang.

Dalam diskusi tersebut Kamarudin Babay sepakat dengan rencana pembentukan sekolah kejuruan tersebut dan Kecamatan Kaidipang dijadikan sebagai Pusat Pemerintahan Kabupaten Binadow pada awal namanya, dengan harapan do'a serta dukungan tersebut Arifin Bolota mengunjungi teman-temannya yang sudah putus sekolah untuk diajak masuk kesekolah

Usulan Dan Saran Pertimbangan Mendirikan Smk Kelas Jauh Kaidipang.

Pada Tanggal 2 Agustus 2004, setelah disetujui, di deklarasikan SMK Kelas Jauh Kaidipang tetapi Arifin Bolota kembali ditolak sebagai siswa karena standar penerimaan siswa baru pada saat itu.

Tekanan dan tantangan yang sangat sulit dipecahkan, Arifin Bolota menghadap di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bolaang Mongondow di Kotamobagu, pada saat itu Drs. Yamin Kai selaku Kepala Dinas Pendidikan.

Dengan pertemuan tersebut teriadi  perdebatan sangat alot karena Kepala Dinas beralasan tidak mau mengambil resiko umur yang sudah melampaui batas untuk sekolah lanjutan menengah, sehingga Arifin Bolota tidak bisa diterima sebagai siswa. Setelah mendengar pendapat itu Arifin Bolota secara tegas memberikan alasan  “Jika saya diterima sebagai siswa tidak akan memberatkan Dinas Pendidikan asalkan saya dapat belajar bersama dengan teman-teman di SMK Kela Jauh Kaidipang.”

Dengan alasan permintaan  tersebut dapat merestui Arifin Bolota sebagai siswa dengan catatan Menandatangani Surat Pernyataan antara lain :

Jika saudara Arifin Bolota dikemudian hari apabila diseleksi sebagai peserta ujian nasional tidak memenuhi syarat, maka saudara akan diikutkan dalam ujian paket C

Jika kemudian hari saudara Apabila, SMK Kelas jauh Kaidipang tidak berkembang maka saudara tidak bisa pindah sekolah lain selain Paket C

Setelah menyetujui dua persyaratan tersebut bersedia menandatangani pernyataan, setelah mendapat rest dari kepala dinas Arifin Bolota segera mengajak teman-temannya yang berjumlah 28 Siswa baru sebagai siswa di SMK Kelas Jauh Kaidipang

Fasilitas yang digunakan dalam proses kegiatan Belajar Mengajar mash menggunakan Fasilitas Gedung SLTP Negeri 1 Kaidipang dan disediakan satu ruang kelas, meja dan kursi disediakan oleh masing-masing Wali Murid dan Tenaga Pengajar masih meminjam Tenaga Guru dari SLTP Negeri 1 Kaidipang, selain peran mereka sebagai siswa juga sebagai inovator dan mengajak putra-putri yang sudah menyandang Status Sarjana untuk dijadikan sebagai Tenaga Pengajar.

Selang waktu 3(tiga) bulan pasca terbentuknya SMK kelas jauh Kaidipang yang berjumlah 28 siswa, siswa belum dapat menerima pelajaran secara aktif disebabkan sistem pembelajaran (kalender pendidikan dan kurikulum) masih dalam tahap perancangan dan pengelolaan, tapi keadaan seperti itu tidak serta merta mengurangi semangat para siswa untuk belajar,

Selama waktu 3 (tiga) bulan tersebut para siswa hanya mendapat nasihat dari guru-guru berdasarkan pengalaman mereka. Dengan semangat tersebut siswa SMK Kelas Jauh Kaidipang mendapat respon positif dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bolaang Mongondow dengan mengutus beberapa tenaga pengajar yang juga berasal dari Kaidipang dan Bolangitang di antaranya; Dra. Haina Wengkeng , Drs. Baharudin Tunggil, Amir Usup, BA.

Disamping itu juga Kepala SMK Kelas Jauh Kaidipang mengambil langkah bijak untuk menambah tenaga pengajar dengan memanfaatkan tenaga sukarela yang berasal dari Kecamatan Kaidipang di antaranya Isman Rahman, S.Pd. Fatmawati Korompot, S.Pd, Ferawati Djoharam, SE, Misrawati Pakaya, S.Sos dan Lasa I. Korompot ditambah dengan beberapa guru lainya dari SLTP Negeri 1 Kaidipang yaitu A. Ilolu, Dra. Selvia Hapili, Ismun Podomi dan 1 (satu) orang Tata Usaha yaitu Yuningsi Utina dan perlu diketahui nama-nama guru yang tersebut diatas adalah tenaga pengajar yang pertama melakukan proses belajar mengajar pada SMK Kelas Jauh Kaidipang.

Di Awal tahun 2005 setelah wilan semester 1 (satu), 5MK Kelas Jauh Kaidipang menggelar kegiatan praktek pengetikan komputer dan Bahasa di SMK Negeri 1 Kotamobagu selama 2 minggu. Selama di SMK Negeri 1 Kotamobagu siswa Kelas Jauh Kaidipang dapat beradaptasi dan mampu menyesuaikan diri dengan siswa SMK Negeri 1 Kotamobagu sehingga siswa SMK Kelas Jauh Kaidipang dapat mengembangkan potensi melalui kegiatan tersebut.

Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Kotamobagu Drs Narman Abu Bakar mengajak siswa Kaidipang dan Posigadan untuk melakukan kegiatan Study Tour di dunia usaha industry dan objek wisata pada PT. Marsindo Sinar Pratama di Bakan Bolaang Mongondow selama 1 (satu) hari.

Setelah melakukan kunjungan Study Tour siswa melaksanakan rapat kerja untuk membahas pembentukan pengurus OSIS (Organisasi Siswa), sementara di masing masing sekolah dilaksanakan selama 3 (tiga) hari.

Setelah kegiatan praktikum dan pembahasan Rapat Pembentukan Pengurus OSIS, para siswa yang berasal dari Kecamatan Kaidipang kembali ke daerah dan melakukan proses tahapan Pemilian Ketua dan Pengurus OSIS Sementara, dan yang terpilih sebagai ketua OSIS adalah Arifin Bolota.

Pasca pembentukan  kepengurusan OSIS Sementara SMK Kelas Jauh Kaidipang, para siswa yang tergabung dalam kepengurusan melakukan sosialisasi Program Kerja tentang eksistensi SMK Kelas Jauh Kaidipang dan pentingnya kesadaram bersekolah kepada masyarakat dan secara khusus di seluruh SLTP yang ada di Kecamatan Kaidipang dan wilayah sekitarnya, Sehingga memperoleh hasil yang cukup memuaskan.

SMK Kelas Jauh Kaidipang menerima/membuka pendaftaran siswa baru, ketika itu siswa baru yang mendaftarkan diri sebagai siswa di SMK Kelas Jauh Kaidipang berjumlah 75 siswa baru pada tahun ke dua dan tahun ke tiga SMK Kelas Jauh Kaidipang berkembang pesat hal ini dikarenakan animo masyarakat yang cukup tinggi dan merespon kehadiran SMK Kelas Jauh Kaidipang.

Di Kecamatan Kaidipang sehingga jumlah siswa baru ditahun tersebut berjumlah 175 siswa baru. Kondisi yang cukup mengembirakan in akhirnya mendapat perhatian dari Pemerintah Pusat melalui Dirjen Menengah Kejuruan di Jakarta dan memberikan bantuan dana sebesar Rp. 1,4 Miliar untuk pembangunan infrastruktur untuk Smk Kelas Jauh Kaidipang.

Pada bulan Juni tahun 2007, 28 siswa mendapat predikat lulus 100 % dengan hasil yang cukup memuaskan, kelulusan tersebut juga ditandai dengan terbentukya daerah pemekaran Kabupaten Bolaang Mongondow Utara yang saat itu di pimpin oleh Bapak Drs. H. R. Makagansa sebagai PJS Bupati.

Dengan terbentuknya Kabupaten pemekaran Bolaang Mongondow Utara sehingga menimbulkan efek positif bagi kelangsungan SMK Kelas Jauh Kaidipang sebagai wadah pembangunan SDMSumber Daya Manusia) sebagaimana yang telah diamanatkan dalam UUD 1945 .

Setelah ferbentuknya Kabupaten Bolaang Mongondow Utara menjadi adalah daerah otonom kabupaten di provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Ibukotanya adalah Boroko. Kabupaten ini dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2007, pada tanggal 2 Januari 2007 di Pimpin oleh Pjs Dis. H. R. Makagansa. MS.

Dalam rencana anggara dan belanja daerah, Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Ukara melaksanakan pernbahasan mengenai rencana pembangunan Gedung: $MK Kelas Jauh Kaidipang dan repatnya pada hari Senin bulan Juni tahun 2007, Pernerintah Kabupaten melakukan prosesi upacara peletakan batu pertama pada Gedung: SMK Kelas Jauh Kaidipang yang terletak di Desa Bigo. Dalam kurun waktu lima bulan, gedung tersebut sudah dapat ditempati oleh stawa SMK Kelas Jauh Kaidipang.

Dengan perkembangan sangat pesat akhirnya SMK Kelas Jauh Kaidipang dirubah statusnya menjadi SMK Negeri 1 Kaidipang berdasarkan NPSN : 40103491 Status : Negeri

Bentuk Pendidikan : SMK, Status Kepemilikan : Pemerintah Daerah, SK Pendirian Sekolah : 26 Tahun 2007, Tanggal SK Pendirian : 2007-11-08, SK Izin Operasional : 26 Tahun 2007, Tanggal SK Izin Operasional : 2007-11-08

Menjabat sebagai Kepala Sekolah Drs. Baharuelin Tunggil dan Lasa Ib Korompot selaku ketua komite yang juga sekaligus meniadi panitia pembangunan SMK Negeri I Kaidipang dengan pengelolaan pengadaan dilakukan secara Swakelola atas keputusan dari Dirjen Menengah Kejuruan di Jakarta.

Dengan perjuangan yang cukup panjang dan melelahkan, akhirnya harapan dan cita cita masyarakat untuk mendapatkan sebuah sekolah kejuruan demi mendekatkan pelayanan terhadap masyarakat serta berdapak secara positif dalam rangka peningkatan sumber daya manusia di daerah ini dapat terwujud, langkah-langkah terbentukya SMK Neger 1 Kaidipang tidak lepas dari kerjasama dan peran antara penggagas, orang tua/wali murid, siswa, masyarakat, guru dan pemerintah.

Pengembangan jurusan SMK. Negeri 1 Kaidipang merupakan Sekolah Menengah Kejuruan yang beralamatkan di Jalan Manggis Desa Bigo Kecamatan Kaidipang Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Sekolah ini merupakan satu-satunya sekolah Menengah Kejuruan yang ada di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Sebagai Sekolah Kejuruan. menyediakan 8 jurusan yaitu Multimedia, Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), Pertanian, Teknik Gambar Bangunan (TGB), Administrasi Perkantoran (ADP), Akuntansi serta Pemasaran. Adapun total jumlah siswa SMK Negeri 1 Kaidipang tahun 2021 yaitu sejumlah 700 siswa.

Demikian penyusunan sejarah singkat dari SMK Negeri 1 Kaidipang semoga menjadi motivasi untuk semua kalangan, kami menyadari bahwa penyusunan sejarah in masih banyak kekurangan, untuk itu kami memohon kritik dan saran yang sifatnya membangun untuk penyempurnaan penyusunan sejarah ini, dan untuk semua pihak dan pelaku sejarah diucapkan terima kasih Billahi Taufig Wal Hidayah Wassalamu Alaikum Wr. Wb.

Editorial : Gandhi Goma

Sumber Data : Sdr. Arifin Bolota.