Forum Pengembangan Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Bolang Mongondow Utara Disambut Antusias Masyarakat.

Written by  Gandhi Goma Sep 19, 2022

Bolmut, Sulutnews.com - Forum Pengembangan Perumahan dan Kawasan Pemukiman (FKP) Kabupaten Bolmong Utara melaksanakan rapat koordinasi berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 12 tahun 2020 Tentang Peran Masyarakat Dalam Penyelenggaraan Perumahan Dan Kawasan Permukiman. Acara ini dilaksanakan di obyek wisata pantai “Batu Pinagut” Desa Boroko Timur Kecamatan Kaidipang. Senin (19/09/2022).

Dalam rangka pelaksanaan kegiataan forum berkaitan dengan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Pemukiman guna menjawab tuntutan pembangunan perumahan baik arah maupun laju pembangunan dapat mencapai kondisi pada jumlah dan kualitas sesuai dengan tuntutan kebutuhan masyarakat, maka sebagai organisasi perpanjangan tangan pemerintah dalam urusan ini, Forum PKP Bolaang Mongondow Utara akan melaksanakan kegiatan kunjungan dan dialog sekaligus fasilitasi rencana aksi di desa sasaran.

Program PKP Bolmong Utara berjalan dengan baik, dan menjadi contoh untuk daerah lainnya. Ketika dilakukan koordinasikan dengan Sekda Bolmong Utara merespon positif. Ketika dalam tingkat Provinsi Sulut menjadi perhatian dari peserta utusan daerah.

“Setelah 2 tahun menjadi contoh untuk daerah lainnya, hanya keterbatasan pos anggaran. Isu strategis dari beberapa fakta di masyarakat, lebih fokus mengatasi sampah organik dan sampah plastik untuk didaur ulang. Sektor kawasan perumahan dan pemukiman.” Ungkap Sisca Babay.

Sekretaris FKP Kamarudin Babay mengenai persampahan sudah dikordinasikan dengan 3 desa percontohan. Berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan hidup tentang mekanisme pengangkutan melalui truck sampah setelah dibuang pada pembuangan akhir untuk memisahkan sampah organik dan sampah plastik. Termasuk drainase di pusat ibukota Boroko belum berfungsi.

Yusman Hunowu menangani bidang persampahan untuk sosialisasi tentang sampah plastik dipesisir pantai yang didasar laut sudah menumpuk, apalagi sampah plastik sudah dibakar menyisakan bahan dasar plastik yang akan merusak tatanan kesuburan tanah.

Moderator di pandu lansung oleh Ketua Forum ; Rahmat J. Buhang. Kepala Bapelitbang Bolaang Mongondow Utara yang di Wakili oleh Kepala Bidang Bapelitbang Bolaang Mongondow Utara Ibu Sisca Babay, S.Pt., M.Si antara lain :

- Harapan akan terjadinya sinergitas antara Pokja PKP dengan Forum dalam mengatasi

masalah masalah dalam pengembangan perumahan dan kawasan pemukiman

- Menentukan prioritas-prioritas program dan kegiatan forum PKP karena cakupan dan ruang

lingkub peran forum yang sangat luas.

- Membantu memaksimalkan pencapaian target SDGs 100-0-100.

 

Pemaparan Materi Oleh Ketua Forum : Rahmat J. Buhang, S.Pt, M.Si tentang program kerja tahun 2021 sekaligus sebagai bahan evaluasi dan rujukan program kerja forum tahun 2022

Isyu-isyu strategis yang masih menjadi konsentrasi dan Forum di antaranya :

 

  1. Masalah Persampahan dan perilaku masyarakat sebagai salah satu factor penyumbang terjadinya kawasan kumuh.
  2. Masalah Prasarana dan Sarana Utilitas di Kawasan Pemukiman dan atau Kawasan
  3. Perumahan yang di bangun oleh Pengembang.
  4. Masalah alifungsi lahan dan kawasan lindung (mangrove) untuk pemukiman maupun
  5. Masalah system drainase perkotaan yang masih buruk.
  6. Masalah Cakupan Layanan air minum dan Sanitasi yang layak bagi Masyarakat.

 

Brain Storming (Curah Pendapat) serta Identifikasi masalah PKP dari peserta Rapat yang di pandu langsung oleh Pimpinan Rapat

MOH. ISA DILAPANGA, ST

  • Pembahsan struktur Forum PKP
  • Tupoksi forum agar di paparkan kembali dalam rapat ini
  • Forum PKP tidak punya anggaran operasional
  • Kegiatan harus berbiaya rendah/bebas anggaran dan bisa di laksanakan - Tidak ada kegiatan khusus ceremony.

YUSMAN HUNOWU, SP

  • Di Desa Bigo Selatan di bangun fasilitas sampah an organic/plastic oleh dinas
  • lingkungan hidup tapi belum termanfaatkan
  • Penanganan sampah organic dan perlu adanya aksi nyata.
  • Sampah plastik dapat didaur ulang secara ekonomis oleh ibu-ibu Dasawisma dan sudah ada pembelinya.

KAMARUDIN BABAY, S.Pd

  • Masalah persampahan, tidak ada tempat sampah khsuus dalam kompleks
  • perumahan yang di bangun oleh pengemban
  • Pendekatan di desa melalui kampanye sosialisasi penanganan sampah serta
  • kebersihan melalui kerjasama dengan pemerintah desa
  • Masalah Drainase kompleks perumahan dan pemukiman masyarakat tidak di
  • Contoh perumahan Manggabay dan Griya Pinagut tidak memenuhi syarat terutama PSU tidak di sediakan oleh pengembang.
  • Dalam melakukan pengembangan perumahan oleh developer menganut prinsip di
  • bangun dulu baru di pasarkan, bukan di pasarkan baru di bangun
  • Masukan Forum/Rekomendasi : Mengamankan ibukota dari banjir di rencanakan menggunakan kawasan di kompleks perkantoran berfungsi menjadi resapan air, Pembuangan di kawasan mangrove keakar

IBRAHIM DATUKRAMAT

  • Penanganan sampah, ada yang di buat oleh Dinas lingkungan hidup, ada yang dari
  • desa namun sudah banyak yang tidak berfungsi.
  • Tempat sampah yang di buat oleh desa di komplen/protes oleh warga akibat
  • timbulnya aroma yang tidak sedap.
  • Jaringan listrik ke perumahan, belum dapat di tangani tangani oleh PLN karena
  • belum di serahterimakan oleh pengembang kepada PLN
  • Kejadian kabel yang masuk ke perumahan Manggabay yang menggangu jalan
  • Tiap desa mestinya ada proposal untuk warga yang belum ada akses listrik.
  • Desa Boroko Utara terjadi pembuangan sampah di sungai yang menuju ke laut.
  • Desa Boroko, Talud penahan pantai yang di bangun 2017 dan 2018 , pekerjaan
  • tidak selesai sehingga kompleks pemukiman yang tidak di bangun Talut selalu
  • mengalami banjir Rob bahkan sudah masuk ke dalam rumah warga setempat.
  • Di anggarkan di desa, tapi bukan kewenangan desa
  • Jamban dan MCK yang tidak bisa di pakai.

MOH. AKRINATO MULILING, S.Ag

  • Forum ini tidak punya dana, namun Fungsi forum sebagai fasilitator
  • Dana untuk pecahkan masalah kebutuhan msyarat dalam mengatasi kekumuan
  • menjadi tugas forum untuk mengkomunikasikan dengan pihak-pihak yang
  • memiliki anggaran.
  • Penanganan tentang listrik, ada yang perlu di kawal untuk menghasilkan regulasi
  • daerah dan desa. Contoh penanaman tanaman di bawa jaringan listrik, kalau
  • sudah di tanam harus di matikan.
  • TV kabel yang bekerjasama dengan PLN, perlu di tata agar tidak menimbulkan
  • kesemrautan jaringan di kawasan pemukiman.
  • Pasar Boroko : ada MCK tidak bisa di fungsikan dan rusak. Harus di fasilitasi untuk
  • mencari solusi, memfasilitasi siapa yang bertanggungjawab.
  • Master plan pembangunan/tata ruang sehingga tidak ada ruang bagi masyarakat
  • yang tidak punya lahan untuk membangun rumah sehingga menjadi kumuh
  • Penanganan sampah, organic dan an organic
  • Forum juga memfasilitasi untuk mendatangkan ahli
  • Langka dan teknis, Forum turun di setiap desa identifikasi dan pendataan.,
  • penyebabnya, solusi, siapa yang bertanggungjawab.
  • Identifikasi rumah tidak layak huni.
  • Penanganan sungai yang berada di kawasan ibukota
  • Kesegaran udara di Bolmut adanya mangrove akan menghasilkan oksigen,
  • sehingga ada upaya untuk merehabilitasi dan mengkonservasi.

 

ABD. GANI TUNA, S.Ip

  • Program kerja yang lalu di evaluasi untuk di laksnakan.
  • Ketidak aktivan anggota, di isi
  • Kompleks perkantoran, tidak ada resapan air dan saluran pembuangan
  • Persampahan, buatkan desa percontohan pengelolaan sampah yang baik.

       

Dari pemaparan pendapat peserta rapat, maka selaku pimpinan rapat melakukan analisa dan menarik intisari dari pokok tanggapan, dan saran untuk menyusun program kerja forum sebagai berikut :

  1. PERSAMPAHAN
  2. DRAINASE
  3. PERUMAHAN DAN PSU
  4. MANGROVE PERKOTAAN
  5. LISTRIK
  6. AIR MINUM DAN SANITASI

Tanggapan Balik Peserta

  1. Yusaman Hunowu, SP

Dalam hal penanganan sampah perlu di lakukan langkah-langkah

  • Sosialisasi
  • Desa percontohsn
  • Menghasilkan uang/pendapatan
  • Bank sampah
  • Pupuk organic, dari sampah organic
  • Pendekatan lewat pemerintah desa
  1. Bapak Isa Dilapanga, ST

Konsentrasi penanganan masalah sampah pokja dapat memfasilitasi

  • Kampanye dan fasilitasi pengolahan sampah
  • Desain spanduk
  1. Ibu Sisca Babay, S.Pt, M.Si

Menekankan agar forum juga berkonsentrasi pada upaya penanganan masalah

  • Saluran air di pasar
  • MCK pasar/sanitasi layak
  • Air bersih/PAM yang keruh

 

Dari pembahasan tersebut maka di sepakati beberapa simpulan rapat sebagai berikut : KESIMPULAN

  1. Forum berfokus dulu pada lokus terbatas di wilayah perkotaan/beberapa desa di Kecamatan Kaidipang.
  2. Berkonsentsai pada 6 isyu pokok yakni Persampahan, Drainase, Kelistrikan, perumahan dan PSU, Mangrove perkotaan, Air minum dan sanitasi.
  3. Dalam mendistribusikan sumberdaya forum akar terkonsentrasi pada 6 isyu tersebut. Rapat menyepakati pembagian tugas anggota forum sebagai berikut :
  • Persampahan di koordinir oleh Bapak Yusman Hunowu, SP
  • Drainase di koordinir oleh Bapak Kamarudin Babay, S.Pd
  • Perumahan dan PSU di koordinir oleh Bapak Abdul Gani Tuna, S,Ip
  • Mangrove Perkotaan di koordinir oleh Bapak Moh. Akrianto Muliling, S.Ag
  • Listrik di koordinir oleh Bapak Ibrahim Datukramat
  • Air Minum dan Sanitasi di koordinir oleh Gandhi Goma, SH
  1. Forum rapat juga menyepakati untuk membuat rencana aksi Sosialisasi dan Fasilitasi penanganan sampah untuk membentuk Komunitas penggerak di Desa dengan metode melakukan kunjungan dan dialog rembuk guna menemukan solusi penanganan sampah baik organic maupun an organic.
  2. Desa-desa yang menjadi sasaran prioritas dan jadwal kunjungan sebagai berikut :
  • DESA BIGO SELATAN.
  • DESA BOROKO.
  • DESA BOROKO UTARA.
  1. Anggota forum sewaktu-waktu akan melaksanakan pertemuan kembali untuk mematangkan draft program kerja sebagaimana terlampir pada notulensi rapat.

(/Gandhi Goma).