Waspada Penyebaran Virus HIV/AIDS, Bolmong Utara Sudah 2 Orang Meninggal.

Written by  Gandhi Goma Sep 06, 2022

Bolmut, Sulutnews.com -  Angka kasus penderita Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome atau HIV/AIDS di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara mulai Januari hingga awal September tahun 2022 sebanyak 12 orang. Selasa (06/09/2022).

Sedangkan untuk tahun 2021 tercatat ada 67 kasus.

Konfirmasi dari Dinkes Bolmong Utara untuk September 2022 sudah 2 orang meninggal dunia akibat virus ini.

Human Immunodeficiency Virus yang selanjutnya disingkat HIV adalah Virus yang menyebabkan Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS).

Acquired Immuno Deficiency Syndrome yang selanjutnya disingkat AIDS adalah suatu kumpulan gejala berkurangnya kemampuan pertahanan diri yang disebabkan oleh masuknya virus HIV dalam tubuh seseorang.

Orang Dengan HIV dan AIDS yang selanjutnya disingkat ODHA adalah orang yang telah terinfeksi virus HIV.

Infeksi Menular Seksual yang selanjutnya disingkat IMS adalah infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual secara vaginal, anal/lewat anus dan oral/dengan mulut.

Dinas Kesehatan Bolmong Utara melalui Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Menular dan Tidak Menular P2M Febrianto Lumoto, SKM,

dikatakannya,  angka kasus penderita HIV/AIDS didominasi ibu rumah tangga dengan jumlah 34 persen, satu diantaranya adalah anak umur 3 tahun.

"Selama ini informasi laju penyebaran HIV-AIDS tidak sesanter Covid-19 dan yang paling disayangkan, jumlah kasusnya yang terus meningkat di kalangan ibu hamil," sebutnya.

Kata Lumoto mengaku hal tersebut tentu sangat menghawatirkan apalagi HIV adalah jenis virus yang menginfeksikan sel darah putih yang menyebabkan turunnya kekebalan tubuh manusia, dan AIDS adalah sekumpulan yang timbul karena turunnya kekebalan tubuh yang disebabkan oleh infeksi HIV.

Menurutnya, pihak Dinkes Bolmut terus melakukan pendampingan terhadap pengindap kasus HIV/AIDS. Kita butuhkan peran dari ulama dan rohaniawan untuk saling mengingatkan tentang dampak penyakit menular ini.

"Kami terus berupaya melakukan pengecekan terhadap ibu hamil di Bolmut, dan ada beberapa di antaranya tidak ingin di lakukan pemeriksaan," sebutnya.

Lumoto menceritakan tahun lalu sempat stafnya di kejar-kejar oleh masyarakat dengan sajam karena tidak mau untuk di cek data soal HIV/AIDS.

"Namun itu tidak akan mengurangi langkah kami dalam upaya melakukan sosialisasi pencegahan terhadap penyakit menular HIV/AIDS," tegasnya.

Ditambahkannya, Alhamdulillah, sudah 3 unit Puskesmas PDP (Perawatan Dukungan Pengobatan) HIV/AIDS di Puskesmas Buko, Puskesmas Bintauna Pante, Puskesmas Boroko, dan para pasien tidak perlu ambil obat ke Manado

Staf Khusus Bupati Bolmong Utara Drs. Eddi Pontoh di Bidang Pemerintahan, Hukum dan HAM, Politik, jika mengacu ke regulasi Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2013 tentang penanggulangan HIV dan AIDS. Jika perkembangan penyakit menular sudah terjadi di Bolmong Utara upaya pertama langkah adalah :

“Penanggulangan dengan segala upaya yang meliputi pelayanan promotif, preventif, diagnosis, kuratif dan rehabilitatif yang ditujukan untuk menurunkan angka kesakitan, angka kematian, membatasi penularan serta penyebaran penyakit agar wabah tidak meluas ke daerah lain serta mengurangi dampak negatif yang ditimbulkannya.”

Eddi Pontoh menegaskan kembali kepada Dinas Kesehatan dan dinas terkait untuk melaksanakan:

  1. Tes HIV atas Inisiatif Pemberi Pelayanan Kesehatan dan Konseling yang selanjutnya disingkat TIPK adalah tes HIV dan konseling yang dilakukan kepada seseorang untuk kepentingan kesehatan dan pengobatan berdasarkan inisiatif dari pemberi pelayanan kesehatan.
  2. Konseling dan Tes HIV Sukarela yang selanjutnya disingkat KTS adalah proses konseling sukarela dan tes HIV atas inisiatif individu yang bersangkutan.
  3. Konseling adalah komunikasi informasi untuk membantu klien/pasien agar dapat mengambil keputusan yang tepat untuk dirinya dan bertindak sesuai keputusan yang dipilihnya.
  4. Surveilans Epidemiologi adalah pemantauan dan analisa sistematis terus menerus terhadap penyakit atau masalah-masalah kesehatan dan kondisi yang mempengaruhinya untuk melakukan tindakan penanggulangan yang efektif dan efisien.

(/Gandhi Goma).