Isteri Menganiaya Suami Lagi Di Kursi Roda Dengan Sadisnya Di Jalan Berbatu

Written by  Gandhi Goma Jul 27, 2022

Bolmut, Sulutnews.com - Peristiwa tragis penganiayaan sadis seorang isteri berinisial YS alias Yuli (50 tahun) terhadap suaminya Hosen Abidin (56 tahun) seorang ASN yang sedang mengalami stroke duduk di kursi roda dengan menyeretnya di jalan berbatu. Korban yang sudah tidak lancar berbicara terdengar meminta tolong tidak berdaya, isterinya dengan ekspresi kemarahan, terlihat para saksi yang sedang membongkar los hajatan, kaki korban menjulur ke jalan, terseret sepanjang jalan berbatu hanya dengan memakai kaos dalam dan celana pendek.  Peristiwa mengerikan ini terjadi di Desa Dalapuli Timur, Kecamatan Pinogaluman Kabupaten Bolmong Utara. Rabu (27/07/2022).

Berdasarkan keterangan saksi dari Yanti Abidin (30 tahun) putri tunggal dari Hosen Abidin, anak dari almarhumah isteri pertama Hosen Abidin.  Peristiwa ini terjadi pada hari Rabu (13/07/2022), jam 08.00 wita,  ketika ibu tirinya YS alias Yuli berteriak di depan rumahnya sambil mendorong kursi roda dengan bebas meluncur masuk halaman rumahnya sambil berteriak urus saja papamu,  bikin susah saja.   Terlihat depan rumah saya begitu banyak orang karena sedang bongkar los hajatan, termasuk Sangadi (Kepala Desa) Dalapuli Timur Satrin Daun (39 tahun) turut menyaksikan langsung peristiwa penganiayaan  sadis ini. Mereka tidak ada satu pun datang menolong orang tuanya.

“Saya terkejut dan shock melihat papaku dalam kesakitan tidak berdaya, terlihat air matanya mengalir dengan penyesalan. Kemarahan saya datang seketika dan langsung mendamprat ibu tiri, terjadi cekcok aduh mulut dan langsung menanyakan; apakan pinjaman kredit 200 juta dengan jaminan gaji papa saya tidak cukup merawatnya ?” ujar Yanti Abidin.

Saksi lainnya, sepupu dari korban Ibu Sumarni Abidin seorang guru menceritakan kembali sebelum peristiwa ini. Dari tetangga sering terdengar bentakan kasar dari isterinya untuk memaksa makan, mengancam akan dibawa ke rumah sakit jiwa, serta terdengar bantingan barang dari dalam rumah.

Sesuai keterangan kakak kandung korban Hasan Abidin (64 tahun) yang mengambil foto pada saat di visum terlihat punggung adiknya lebam membiru, kakinya terlihat masih tersisa pasir gunung, tangannya memar bekas ditarik paksa.

Modus dari isteri adiknya; apakah dengan memperlakukan tindak kekerasan phisik, tindak kekerasan psikis, tindakan penelantaran rumah tangga karena isterinya sudah mendapat pinjaman kredit 200 juta dari anggunan gaji adiknya, sehingga terjadi pembiaran dari isterinya terhadap adiknya dalam keadaan stroke duduk di kursi roda menjadi sekarat menjemput kematiannya ?

“Bersyukur, berdasarkan laporan polisi telah masuk dalam tahap penyidikan nomor : B/07/VII/2022/reskrim/Sek-Pinogaluman tanggal 15 Juni 2022, di tandatangani Kapolsek Pinogaluman Iptu J Indrawan Mamonto. Adik saya Hosen Abidin sebagai ASN di Bagian Umum Pemda Bolmut telah mendapat bantuan hukum dari pengacara. Pemda. Kepada seluruh keluarga harus bersabar. Kita menunggu proses tindakan hukum selanjutnya,” ungkap Hasan Abidin.

(/Gandhi Goma).

Last modified on Wednesday, 27 July 2022 14:31