Foto : Mulyadi Mohama sebagai Sangadi (Kepala Desa) Binjeita Induk Kecamatan Bolangitang Timur Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Foto : Mulyadi Mohama sebagai Sangadi (Kepala Desa) Binjeita Induk Kecamatan Bolangitang Timur Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut)

Adat Mohohimbungo Dalam Tradisi Menjelang Pernikahan Desa Binjeita

Written by  Gandhi Goma May 25, 2022

Bolmut, Sulutnews.com - Mulyadi Mohama sebagai Sangadi (Kepala Desa) Binjeita Induk Kecamatan Bolangitang Timur Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) sesudah mengikuti musyawarah adat Mohohimbungo dari mempelai pria dari warganya akan melamar mempelai wanitanya di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Rabu (25/05/2022).

Musyawarah adat Mohohimbungo ini dalam pelaksanaannya dihadiri perwakilan Kepala Keluarga. Sudah merupakan tradisi setiap perwakilan kepala keluarga sudah menyiapkan dana Rp.150 ribu dan dicatat oleh pihak keluarga mempelai pria. Ada 238 kepala keluarga. Tradisi dana bergulir semacam arisan warga untuk persiapan melamar calon mempelai sudah lama dilaksanakan turun menurun.

"Beban keluarga calon mempelai secara ekonomi ditanggung bersama untuk meringankan biaya prosesi pernikahan. Ketentuan adat dalam sebulan hanya dua kali dilaksanakan jika ada warga yang akan melaksanakan pernikahan. Jika jadwal acara ditetapkan hanya berlaku dari hari Senin sampai hari Kamis. Dampak positifnya tidak ada warganya kawin lari atau menghindari beban biaya pernikahan," ungkap Sangadi Binjeita Induk.

Demikian juga untuk beban uang duka atau rorio, setiap pelayat duka memberikan uang duka pada hari pertama proses pemakaman dan hari ke tujuh. Tradisi uang duka ini sudah dilakukan sejak lama di Kecamatan Bolangitang bersatu.

Pemuka masyarakat Irianto Pontoh berharap tradisi gotong royong dalam musyawarah adat Mohohimbungo dalam persiapan pernikahan ini tetap dilestarikan. Ada kedamaian sesama warga masyarakat saling menolong tidak mengenal strakta ekonomi kaya atau miskin. Ada rasa keadilan sesama warga. (/Gandhi Goma).