Kejari Bolmut Tetapkan Tersangka Baru Tipikor Mark Up Tarif Listrik Multiguna PLN Boroko

Written by  Gandhi Goma Jan 13, 2022

Bolmut, Sulutnews.com - Kejari Kabupaten Bolaaang Mongondow Utara (Bolmut)  menetapkan tersangka baru pada kasus dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan keuangan pembayaran belanja tarif listrik pada kegiatan penyediaan jasa perkantoran di Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (SETWAN) Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Kamis (13/01/2022).

Berdasarkan hasil penyidikan dan sudah memeriksa lima orang saksi serta keterangan saksi ahli dari Dinas Inspektorat Daerah Bolmut dengan barang bukti berupa 51 kwitansi pembayaran, maka pihaknya menetapkan MHB alias Anto sebagai tersangka pada pengembangan lanjutan markup pembayaran listrik di Setwan,” kata Kajari Bolmut, Nana Riana SH, MH dalam  konpererensi pers didampingi Kasi Tindak Pidana Khusus Ekaputra Polimpung, SH.

“Selama seminggu kami melakukan pemeriksaan kepada 5 orang saksi, baik itu dari pihak PLN, Setwan maupun Pemerintah Daerah Bolmut, dimulai hari ini kami penetapan tersangka dan melakukan penahanan selama 20 hari kedepan, ” ujar Kajari Bolmut

Modus markup yang kami temukan dilapangan itu ada 3 yakni, markup daya, markup multiguna dan markup double pembayaran, dan total keseluruhan kerugian keuangan negara sebesar Rp. 2,5 miliar,“ ungkap mantan Koordinator Bidang Pidana Khusus di Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan ini.

Berdasarkan hasil penyidikan Kejaksaan Negeri Bolaang Mongondow Utara dengan Surat Perintah Penyidikan Nomor : PRINT-01/P.1.19/Fd.1/01/2022 tanggal 04 Januari 2022 dan Surat Penetapan Tersangka Nomor : B-59/P.1.19/Fd.1/01/2022 tanggal 13 Januari 2022, telah menetapkan MHB alias Anto sebagai tersangka dalam pengembangan perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi Penyalahgunaan Pembayaran Belanja Listrik Multiguna pada Kegiatan Penyediaan Jasa Perkantoran Kantor Sekretariat DPRD Kabupaten Bolmut Tahun Anggaran 2016 sampai dengan  Tahun Anggaran 2018.

Setelah selesai pemeriksaan, tersangka langsung dibawa ke Polsek Urban Kaidipang untuk dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan dan sebelum dilakukan penahanan tersangka dilakukan pemeriksaan kesehatan (rapid test covid-19) dengan hasil non-reaktif. (/Gandhi Goma).