Pendidikan

Pendidikan (81)

Manado, Sulutnews.com - Dukungan terlaksananya pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia terpilih hasil Pemilu 2019 secara aman dan damai terus mengalir dari berbagai pihak dan kalangan.

Salah satunya dari Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Drs. Tuerah August Musa Ronny Gosal, M.Si.

“Kami mendukung pelaksanaan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih tahun 2019 dan menolak segala aksi yang bersifat radikalisme dan terorisme yang membuat pecah belah bangsa,” tegas Gosal, Selasa (15/10) siang, di Gedung Rektorat Unsrat.

Diketahui, pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia akan dilakukan pada 20 Oktober mendatang, di Jakarta.

Lanjut Gosal, pihaknya juga mengutuk keras aksi demonstrasi mahasiswa yang berujung anarkis bahkan hingga menimbulkan korban. Ia berharap mahasiswa Unsrat tetap menjaga keamanan dan ketertiban menjelang pelantikan tersebut.

“Untuk itu, kami juga mengimbau kepada seluruh mahasiswa Universitas Sam Ratulangi untuk tidak melakukan demonstrasi yang bersifat anarkis,” tandasnya mengimbau.(/IT)

Manado, Sulutnews.com - Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia terpilih hasil Pemilu 2019 akan dilakukan pada 20 Oktober mendatang, di Jakarta. Tak dipungkiri, masih ada saja pihak-pihak yang berupaya menentang pelantikan tersebut.

Meski begitu, ternyata jauh lebih banyak pihak dan kalangan yang mendukung penuh terlaksananya pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia itu dengan aman, damai dan lancar.

Dukungan tersebut salah satunya datang dari Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Prof. Dr. Ir. Ellen Joan Kumaat, M.Sc., DEA.

“Saya Rektor Universitas Sam Ratulangi, dengan ini menyatakan bahwa kami mendukung pelaksanaan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih tahun 2019 dan menolak aksi yang bersifat radikalisme dan terorisme yang membuat pecah belah bangsa,” tegas Rektor, Selasa (15/10) siang, di ruang kerjanya.

Tak hanya itu, pihaknya juga mengimbau segenap civitas akademika Unsrat Manado untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden.

“Kami juga mengimbau kepada seluruh mahasiswa Universitas Sam Ratulangi untuk tidak melakukan demonstrasi yang bersifat anarkis,” pungkas Rektor.(/IT)

Manado, Sulutnews.com – Meski sibuk dengan rutinitasnya sebagai anggota Polri, Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Dr. R. Sigid Tri Hardjanto, SH, MSi masih meyempatkan diri memenuhi undangan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado untuk menjadi salah satu Tim Penguji dari eksternal dalam rangka Ujian Tertutup yang dilakukan Unsrat untuk Mahasiswa calon Doktor S3.

Pelaksanaan ujian dilangsungkan di gedung Pasca Sarjana Unsrat Manado, Kamis (2/10/2019) dipimpin oleh Wakil Direktur II Pasca Sarjana Unsrat Dr. Eng Pingkan Peggy Egam, ST, MT. Ujian tertutup tersebut merupakan ujian yang keempat dari 5 kali ujian yang harus dilaksanakan oleh Mahasiswa calon Doktor di bidang hukum.

Kehadiran Kapolda Sulut ini mendapat apresiasi baik dari para Dosen, maupun dari kalangan mahasiswa, termasuk mahasiswa bernama Serfie Djemson Bokko yang hari itu sebagai promovendus calon Doktor S3 Hukum, yang memaparkan hasil tulisannya dihadapan para Tim Penguji.

“Sebagai mahasiswa kami sangat mengapresiasi atas kehadiran Kapolda sebagai Penguji Eksternal dan semua dosen sangat mengapraesiasi sekali,” katanya.

Ia juga memberikan apresiasi karena Kapolda bisa dipercaya dan diangkat sebagai Dosen Luar Biasa pada Pasca Sarjana Unsrat Manado khususnya pada Prgram Studi Ilmu Hukum.

“Memang pantas karena ada persoalan-persoalan dalam rangka penegakkan hukum, mahasiswa bisa tanyakan kepada Kapolda langsung. Kalau tidak salah Kapolda juga mengajarkan tentang Perbandingan Hukum,” ujarnya.(*/IT)

Manado, Sulutnews.Com - PT BRI Kantor Wilayah Manado terus melakukan kegiatan guna mewujudkan tujuan pendidikan yang berkualitas di Sulawesi Utata, terbukti pada Rabu (25/9/2019) digelar sosialisasi kepada Siswa di Kota Manado.

Kepala PT BRI Kantor Wilayah Manado, Agung Sulistijo dalam sambutannya mengatakan kepedulian guna mewujudkan kepedulian untuk bidang pendidikan khususnya kalangan milenials yang merupakan sasaran empuk penyalagunaan obat terlarang seperti narkotika yang lagi hangat di bicarakan di masyarakat.

"Selaku pimpinan Wilayah kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan dengan satu harapan akan bermanfaat bagi siswa siswi pada tingkat SMK/SMA,MA sederajat yang ada di Kota Manado" kata Sulistijo.

Dalam kegiatan yang dihadiri perutusan siswa dari berbagai sekolah di Kota Manado tersebut menghadirkan materi pada kegiatan sosialisasi dari BNN,Polri, Tokoh agama Kristen Pdt Luisye Pesik MTh. M.Mis dan dari tokoh muslim Ust Usmar Maliki serta dari Dinas Pendidikan Provinsi.

Materi yang disampaikan antara lain Bahaya dan cara pencegahan narkoba dari BNN, Aspek Hukum terkait penggunaan narkoba dari Polri, pandangan dari Tokoh agama Kristen dan Muslim serta Junio smart dari BRI E Banking.

Hadir pada acara sosialisasi seluruh pengurus OSIS  se Kota Manado.(/Josh Tinungki)

Manado, Sulutnews.com - Sekolah dari SD hinga SMA dan SMK harus ada kantin yang menjual makanan bergizi yang baik untuk kesehatan para siswa. Hal ini penting karena dengan demikian para siswa yang sering makan dikantin menjadi sehat.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Sulut dr Debby Kalsium Mks  dan Kadis Pendidikan Sulut dr Greace Punuh  saat acara Raker tentang Lomba Sekolah Sehat 2019 di Manado Rabu(18/09/2019). Acara yang dilakukan Biro Kesra Sulut dihadiri utusan dari Kabupaten dan Kota se Sulut.

Menurut Kepala Biro Kesra Sulut dr Kartika Tanos MArs kegiatan ini penting untuk bisa mengikuti lomba sekolah sehat nasional.

Menurut Kalalo banyak temuan kantin disekitar sekolah menjual makanan yang kurang sehat, ini berbahaya. Bahkan dr Punuh menambahkan banyak juga pedagang kecil yang jualan disekitar sekolah yang perlu diawasi karena kualitas jualannya diragukan.

Peran Guru dan orang tua serta sekolah untuk mengawasi anak anak juga penting, karena tanpa demikian  akan sulit teratasi masalah makanan sehat.

Kadis Kesehatan dr Kalalo menilai makanan sehat itu banyak terutama untuk anak anak. Sedangkan Kadis Pendidikan akan usahakan semua sekokah harus dibangun kantin sehat.  Sulut harus sukses ikut lomba sekolah sehat dan semua Kabupaten dan Kota harus siap ikut,  Kata dr Kartika Tanos.(/Fanny)

Manado, Sulutnews.com - Perguruan Tinggi (PT) sangat mendukung 100 persen pembangunan pariwisata dan infrastruktur di Sulut . Karena bisa majukan kesejahtraan rakyat kedepan. Hal itu dikatakan Drs Jan Polii MS Rektor Universitas Nusantara Manado Rabu 17 Juli 2019 saat HUT ke 24 Universitas Nusanatara dan dilanjutkan dengan diskusi tentang Pariwisata Infrastruktur dan Perbankan Dalam Membangun Sulut.

Acara dihadiri Ketua Yayasan Universitas Nusantara  Drs Teddy Manueke MM dan ratusan undangan lainnya serta mahasiswa.

Menurut Jan Polii kebijakan Gubernur Sulut Olly Dondokambey membangun sektor pariwisata kami dukung karena sangat besar potensi yang ada. Namun pembenahan infrastruktur itu harus dilakukan juga. Karena masih ada yang rusak terutama jalan menuju obyek wisata dan wilayah lainnya. Begitu juga perbankan harus berperan karena tanpa peran perbankan maka UMKM tidak bisa berkembang karena butuh modal dan banyak wisatawan ingin belanja produk UMKM. "Jadi sebagai pimpinan PT mendukung kebijakan Gubernur dan Wakil Gubernur. Tetapi semua masyarakat juga harus mendukung."Kata Rektor.

Universitas Nusantara akan menyiapkan SDM yang handal untuk menunjang pariwisata. Jadi peningkatan kualitas kami perhatikan terutama bahasa asing baik Ingris dam Mandarin. Saat ini sekitar ratusan mahasiswa yang ada.Termasuk staf pengajar akan terus membenahi diri.

Ketua Yayasan Teddy Manueke mengatakan pihaknya  membangun PT karena ingin kualitas SDM di Sulut meningkat. Dari data yang ada kita banyak anak anak muda tidak kulia. PT Yang kamj miliki terbuka semua masyarakat Sulut dan darerah lain. Pihaknya banga karena Gubernur telah membantu PT mereka sehinga menjadi lebih baik saat ini.(/Fanny)

Manado, Sulutnews.Com - Menjawab era Revolusi industri 4.0 ( four point zero ) SMK Negri 1 Manado terus melakukan gebrakan agar tidak tertinggal baik dari segi Kwalitas Sumber Daya Manusi (SDM) maupun Kwalitas Pendidikan. berbagai pengembangan terus dilakukan, bahkan SMK I Negri Manado berhasil menjadi sekolah tujuan dari pelaksanaan Olimpiade Saint Nasional  tahun 2019.

 

Foto : SMK 1 Negri Manado

Kepala Sekolah SMK Negri 1 Manado Moodie Djerrie Lumintang, mengatakan SMK N 1 akan terus berinovasi untuk melakukan pengembangan, agar siswa yang belajar tidak kalah bersaing dengan siswa yang ada disekolah lain. "Tujuan program pendidikan OD-SK u tuk menciptakan SDM yang handal di Sulut pasti akan terus didukung oleh komuniyas SMK Negri 1 Manado," kata Lumintang.

Peran SMK Negri 1 Manado sendiri dalam menghasilkan prestasi terbukti pada penyelenggaraan OSN jenjang SMA tahun 2019 Sulut sebagai tuan rumah pelaksanaan, SMK Negri 1 Manado menjadi salah satu sekolah tujun para peserta OSN, karena dinilai menjadi sekolah paling siap."Ada sembilan bidang sains, yabg dioertandingkan yaitu Matematika, Fisika, Kimia, Informatika/ Komputer, Biologi, Astronomi, Ekonomi, Kebumian, dan Bidang Geografi," jelas Lumintang sambil menambahkan untuk bidang Matematika diikuti 77 peserta, Fisika 79 peserta, Kimia 74 peserta, Komputer/Informatika 75 peserta, Biologi 77 peserta, Astronomi 72 peserta, Ekonomi 77 peserta, Kebumian 77 peserta, dan Geografi 77 peserta.(/Josh Tinungki)

Minsel, Sulutnews.com - Polemik yang terjadi di tahun 2019 tentang penerimaan siswa baru disemua tingkatan sekolah dengan sistem zonasi masih jadi pembicaraan. Pasalnya sistem tersebut menuai protes dikalangan masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI), Stefanus Liow, melakukan kunjungan kerja Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Minsel, dan disambut langsung oleh Kepala Disdikpora, Fietber Raco. Kamis (25/7/19).

Saat dikonfirmasi media ini, Liow mengakui bahwa kedatangannya di Kabupaten Minahasa Salatan (Minsel) adalah terkait penanganan sistem zonasi penerimaan siswa baru. “Jadi kedatangan saya di Minsel khsusnya di Dinas Pendidikan dan Olahraga, terkait dengan penerimaan siswa baru sistem zonasi,” ujarnya.

Karena menurutnya, Kabupaten Minahasa Selatan mempunyai perbedaan dengan kabupaten/kota lain dalam sistem zonasi. “Melihat dari hal tersebut di daerah lain banyak timbul permasalahan terhadap sistem zonasi, karena memang padat penduduk dan kurangnya ketersediaan sekolah." jelasnya

Berbeda dengan Kabupaten Minahasa Selatan. Dalam hal ketersedian sekolah Minsel sendiri dari setiap desa/kelurahan pasti ada, bahkan ada yang lebih dari tiga sekolah baik dipemerintahan dan swasta. “Untuk itu jumlah penduduk dan ketersediaan sekolah di Minsel semua tercakup dan terlayani." terangnya.

Lanjutnya, demikian pula Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SMP), di 17 Kecamatan di Minsel, ada sekitar 80 lebih sekolah. Jadi tidak ada masalah yang timbul mengenai penerimaan siswa baru dengan sistem zonasi, tukasnya.

Ditempat yang sama, Kepala Disdikpora Minsel, Fietber Raco saat dikonfirmasi mengatakan, sangat mengapresiasi akan kunjungan kerja dari anggota DPD RI Stefanus BAN Liow. Karena menurutnya, sosok Liow sangat peduli dengan pendidikan di Kabupaten Minahasa Selatan agar lebih berkembang dan berprestasi. “Apresiasi memang kepada Anggota DPD RI Stefanus Liow yang memiliki mempunyai kepedulian serta mau turun langsung dimasyarakat melihat permasalahan pendidikan." tutup Raco (/Ferrowaney)

Manado, Sulutnews.com - Tahun Ajaran Baru 2019-2020 SMA Kristen Eben Heazer Manado menerima peserta didik baru melalui program PPDB atau Penerimaan Peserta Didik Baru yang pelaksanaannya dilakukan secara serentak di seluruh sekolah di Indonesia.

Kepala Sekolah SMA Kristen Eben Heazer Manado Dr Abner Matoneng,MHum,MPd saat ditemui di ruang kerjanya di Bilangan Teling Manado, Sulawesi Utara, Rabu (17/7) mengatakan, pada tahun ajaran baru 2019/2020 sekolah ini menerima 316 peserta didik baru. Mereka terbagi di 9 Rombel, dengan rencana penempatannya 1 Rombel terdapat 34 siswa. Mereka inilah yang akan belajar selama 3 tahun untuk  menjadi berprestasi, begitu kata Abner seraya tersenyum.

Kepsek Abner menjelaskan lebih jauh lagi bahwa, poses belajar mengajar pada masa Presday School ditempuh 3 hari sejak Senin 8 Juli 2019. Melalui Proses belajar mengajar tersebutlah peserta didik akan mengenali lingkungan sekolahnya dari pembelajaran PLS (Pengenalan Lingkungan Sekolah) dan Ospek.

SMA Kristen Eben Heazer Manado memiliki dua Jurusan Ilmu yaitu Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial, kata Kepsek, usai menjalani PLS  dilanjutkan dengan tes jurusan untuk menentukan pilihan dan minat bersekolah maka siswa berhak untuk berprestasi seperti kakak-kakak di kelas 11 dan 12, sebut saja dua pelajar salah satunya Rivaldy Wuntu Siswa Kelas 12 yang sudah meraih Medali Perunggu Bidang Giografi pada Olimpiade Sain Nasional XVIII yang berlangsung di Manado.

Yayasan Eben Heazer sangat menghargai hak intelektual dan hak berprestasi siswa inilah sehingga sekolah harus selalu menjaga citra Pendidikan Kristen yang beriman kepada TYME, yang berjalan seimbang dengan pendidikan Ilmu Pengetahuan. Sekolah tidak mengizinkan siswa terlibat pergaulan bebas, seks bebas bahkan narkoba, ujar Kepsek Abner.

Di bagian lain Kepsek Abner menyinggung soal penggunaan Teknologi Digital. Keunggulan dunia digital ini sudah digunakan sekolah. Namun hal ini dimaksud  demi kesejahteraan peserta didik demikian pula guru. Pemanfaatan yang salah dapat menjadikan teknologi justru menjadi bumerang. Ia memberi contoh negatif penggunaan internet yaitu mengakses dan membuka-buka face book saat berlangsungnya proses belajar mengajar di kelas hal ini tidak diizinkan.

"Kami melarang penggunaan teknologi internet tidak tepat guna apalagi pada saat proses belajar mengajar dilakukan," ujarnya menegaskan. Penggunaan internet yang benar dilakukan pada edukasi berbahasa asing masih bisa diijinkan. Siswa diijinkan mengakses internet.  Namun guru berkewajiban mematikan ponsel saat sedang mengajar jika penggunaan internet tidak diperlukan lagi, ujarnya. (*/Yuk)

Manado, Sulutnews.com - Revandy Wuntu (16) siswa kelas 11 SMA Rex Mundy Manado meraih Medali Perunggu untuk Bidang Study Astronomi pada Olimpiade Sains Nasional XVIII yang berlangsung di Manado Sulawesi Utara 1-4 Juli 2019.

Rivandy Wuntu adalah salah satu dari dua siswa asal Sulut yang memperoleh Medali perunggu selain satu lagi siswa asal Sulut peraih Medali Perak yang diumumkan panitia OSN XVIII hari Jumat (5/7) lalu di Aula Kantor Gubernur Jalan 17 Agustus Manado.

Usai menerima Piagam Medali Perunggu yang dikalungkan oleh Ketua Panitia Penyelenggara dr Grace Punuh di atas panggung, remaja putra bermata sipit ini meloncat gembira dan kemudian mendapat kecupan hanggat di kedua pipinya oleh Kepala Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulut dr Grace Punuh ini.

"Selamat ya, Rivaldy." ujar Grace Punuh seraya tersenyum dan memberi kecupan baginya sebagai ungkapan bangga. Rivaldy menyingkirkan ribuan saingan saat adu cerdas pada Bidang Study Astronomi di OSN XVIII yang berlangsung 1 sampai dengan 4 Juli 2019. Meski belum berhasil merebut merebut Medali Emas dari juara legendaris DKI Jakarta tapi Rivaldy sudah memberikan yang terbaik kepada Sulawesi Utara, demikian ujar Grace Punuh dengan jujur kepada pers saat diwawancarai.

Dirjen Pembinaan SMA Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan RI, DR Parwadi,Pd.D menegaskan bahwa iven OSN XVIII di Manado merupakan kegiatan yang bertujuan menyalurkan hak intelektual siswa untuk bertanding dan mendapat juara. "Pemerintah hanyalah mencari bibit baru untuk bidang teknologi sains. Harus diakui bidang ini merupakan jalan manusia untuk hidup lebih sejahtera," kata Purwadi seraya menambahkan setiap juara akan diikutsertakan di Lomba Sain tingkat Internasional. Sampai bertemu di OSN XIX Tahun 2020. (*/Yuk)