Pendidikan

Pendidikan (81)

Minahasa, Sulutnews.com - Kegiatan yang merupakan kerjasama dengan Lembaga Pengembang Inovasi dan Kewirausahaan Universitas Negeri Manado (Unima) dengan PT. Aquix Inovasi Indotek dan Koperasi Jaga Lilin Nusantara, dilaksanakan di Gedung Auditorum Unima, Senin (12/4).

Ibu Rektor Prof. Deitje A. Katuuk, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa program ini untuk memenuhi Indikator Kinerja Utama (IKU) selain itu untuk Baku Beking Sejahtera.

Profesor Perry Rumengan, selaku Ketua Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan Unima menyampaikan bahwa kehadiran dua perusahaan ini adalah untuk membantu Unima.

"Dua perusahaan ini hadir untuk membantu Unima mencapai visi misi melalui kerjasama kewirausahaan, ahli teknologi dan pendampingan berwirakeusahaan secara digital" ujar Rumengan.

Kegiatan ini dihadir pihak PT. Aquix Inovasi Indotek Bapak Ferdinan. D.J Dumais, Koprasi Jaga Lilin Nusantara Bapak Gideon Ivan, dan Dinas Koperasi Sulut.(Adrian)

Manado,Sulutnews.com - Legislator DPRD Manado dari Fraksi Partai NasDem Adrey Laikun mengatakan sudah mendengar  rencana uji coba buka sekolah di Manado menyambut Ajaran Baru Juli 2021.

"Jika mengutungkan bagi peserta didik tidak jadi soal dilakukan uji coba dahulu," kata Adrey Laikun dalam keterangannya kepada sulutnews.com.

Ia menambahkan jika didahului uji coba tentu pemerintah sudah mempertimbangkan baik buruknya. "Di masa  pandemik aktivitas sekolah disesuaikan dengan protokol kesehatan covid-19, menerapkan 3M, mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak," tandas legislator yang akrap dengan awak media ini.

Ia melanjutkan bahwa saat ini Pemerintah Kota telah bekerja keras  memuntaskan program vaksinasi guru dan tenaga pendidik bukan untuk coba-coba, akan tetapi merupakan langkah penting untuk melewati Pandemik.

Jika pada masa Pandemik sekolah  ditempuh dengan penyederhanaan kurikulum, maka di awal tahun ajaran baru 2021 bisa segera disempurnakan.

"Tetapi juga harapan saya saatnya buka sekolah seluruh guru SD dan SMP, 100% sudah divaksin covid-19 sehingga resiko penularan bisa dicegah, ujarnya. (*/yuk)

Maanado, Sulutnews.com -  Universitas Negeri Manado (UNIMA) menggelar Wisuda Tahap I Semester Genap Tahun Ajaran 2020/2021 di Auditorium Unima, Selasa (30/03/2021).

Wisuda Unima ini, diikuti oleh wisudawan program Doktor, Magister dan Sarjana sebanyak 1010 peserta dan dilaksanakan secara dalam jaringan dan ada juga perwakilan yang mengikuti secara langsung di Auditorium Unima.

Rektor Unima Prov. Dr. Deitje A. Katuuk, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan, bahwa gelar akademik yang diterima, bukanlah tujuan akhir perkuliahan namun harus dipertanggung jawabkan.

"Hayatilah bahwa gelar akademik yang Sodara sandang, bukanlah tujuan akhir namun masih harus ada tanggung jawab kepada masyarakat melalui pengabdian," ucapnya.

Katuuk mendorong wisudawan untuk terus semangat, kreatif dan inovativ serta terus bekerja keras dan disiplin yang tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat nantinya.

Dalam kesempatan itu juga, Katuuk mengharapkan kepada wisudawan agar mampu menghadapi tantangan serta memanfaatkan peluang-peluang yang ada dalam menhadapi kemajuan industri dan teknologi.

"Wisudawan diharapkan mampu menghadapi tantangan yang ada dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0 serta mampu beradaptasi di Era Baru ini," harapnya.

Dirinya menjelaskan, wisudawan telah dilengkapi dengan keahlian dan kompetensi serta kemampuan memanfaatkan teknologi untuk kepentingan pengabdian di tengah masyarakat nantinya.

Katuuk menabahkan, wisudawan telah diterima sebagai anggota Ikatan Alumni Unima dan diharapkan tetap memberikan pemikiran untuk berkembangnya unima kedepan.

"Sebagai anggota Ikatan Alumni Unima, jaga dan pelihara nama baik Almamater serta dapat terus berkontribusi melalui pemikiran-pemikiran untuk pengembangan Unima kedepannya," tutupnya. (Adrian)

Tomohon, Sulutnews.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sariputra Indonesia Tomohon (Unsrit) menggelar kampanye terbuka (debat) untuk pemilihan Presiden dan Wakil Presiden BEM (Presbem)  Periode 2021 – 2022 yang digelar di aula Kampus Unsrit,  (09/03) kemarin.

Kampanye tertutup yang didalamnya berupa Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK), serta kampanye terbuka yang didalamnya berupa Debat dilaksanakan pada pukul 13:00-15:00 wita.

Dalam kampanye terbuka dan tertutup ini menghadirkan tiga pasang calon, yakni pasangan nomor urut 1. Anggela Reyaan dan Dwindy, nomor  2. Holsiana Tjodi dan Didi Mentu, dan pasangan  nomor urut 3 Instansia Edo Koropit dan Pricilia Supit, yang diketahui adalah mahasiswa aktif di fakultas tersebut.

Ketua BEM Unsrit Naftali Sumendap berharap, dalam pemilihan Presiden dan Wakil Presiden BEM Unsrit periode 2021-2022 bisa berjalan dengan baik dan nantinya calon yang akan terpilih bisa bekerja dengan baik serta dapat mewujudkan visi dan misi yang mereka usung sewaktu kampanye.

‘’Saya berharap ada pemimpin-pemimpin baru yang nantinya akan meneruskan tongkat estafet dari pengurus BEM yang sebelumnya,’’ Ucap Sumendap pada kegiatan kampanye tersebut.

Kegiatan ini tampak dihadiri oleh Pimpinan Unsrit yang diwakili oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Joksan Huragana, S.Kep., M.M.Kes dan sejumlah mahasiswa pendukung pasangan calon. (Adrian)

Manado,Sulutnews.com – Bertempat di Pengadilan Militer III-17 Manado, Sabtu tanggal 6 Maret 2021, dilaksanakan kegiatan bakti sosial dan public campaign Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) yang dilaksanakan Universitas Teknologi Sulawesi Utara (UTSU) dengan bekerjasama dengan Pengadilan Militer III-17 Manado.

Kegiatan diawali sambutan Kadilmil III-17 Manado Letnan Kolonel Chk Dwi Yudo Utomo, S.H. menyampaikan rasa terima kasih atas kerja sama yang terjalin dengan segenap civitas akademisi Universitas Teknologi Sulawesi Utara (UTSU) dan semoga jalinan kerjasama seperti ini dapat terlaksana seterusnya. Selanjutnya Wakil Rektor IV Bapak I.S. Soetarto Widodo, S.E, M.M. dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Kerja Bhakti KKN angkatan XIII yang diselenggarakan UTSU sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi yang terdiri atas Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan dan Pengabdian kepada Masyarakat.

Kegiatan Bhakti Sosial KKN angkatan XIII UTSU diikuti oleh 30 (tiga puluh) Akademisi UTSU yang terdiri atas Para Dekan, Ketua Program Studi dan Dosen dan 50 (lima puluh) orang mahasiswa/mahasiswi KKN serta personil Pengadilan Militer III-17 Manado. Kegiatan KKN meliputi kegiatan penanaman pohon bersama di lahan yang berada di Komplek Peradilan Terpadu. Adapun bibit tanaman yang disiapkan antara lain bibit tanaman Cabe, Tomat, Jagung dan terong. Sebelum kegiatan penanaman pohon dimulai, terlebih dahulu Wakadilmil III-17 Manado Mayor Laut (KH) Bagus Partha Wijaya, S.H, M.H. memberikan pembekalan dan yel-yel untuk membakar semangat peserta Bakti Sosial yang kemudian diikuti dengan pembagian sektor kerja oleh Mayor Chk Subiyatno, S.H., M.H.

Kegiatan dilanjutkan dengan public campaign Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), dimana segenap Civitas Akademisi UTSU menunjukan dukungannya kepada Pengadilan Militer III-17 Manado untuk menolak korupsi dan mewujudkan Zona Integritas menuju WBBM. Seusai kegiatan Penanaman pohon, Rombongan KKN UTSU melanjutkan kegiatan Bhakti Sosial ke daerah Likupang (Hakim Juru Bicara).(/Merson)

Manado,Sulutnews.com – Bertempat di Ruang Sidang Utama Pengadilan Militer III-17 Manado, Selasa tanggal 23 Februari 2021, dilaksanakan kegiatan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Focus Group Discussion (FGD) antara Pengadilan Militer III-17 Manado dengan Universitas Teknologi Sulawesi Utara (UTSU).

Kegiatan diawali sambutan Kadilmil III-17 Manado Letkol Chk Dwi Yudo Utomo, S.H. dan Rektor UTSU Bapak Ruano Urbanus Senduk, SE, MM. Dalam Sambutannya Kadilmil menyampaikan pentingnya sinergitas antara Insitusi Pengadilan Militer III-17 Manado dengan kalangan akademisi yang diwakili UTSU untuk menjalin kerjasama dengan prinsip saling memberikan manfaat bagi kedua Institusi”. Masih dalam sambutannya Kadilmil menyampaikan “Prestasi yang sudah diraih Pengadilan Militer III-17 Manado terutama perolehan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) pada tanggal 21 Desember 2020 dari KemenpanRB dijadikan momentum pencapaian predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada tahun 2021 ini”.

Acara dilanjutkan dengan Penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan oleh Kepala Pengadilan Militer III-17 Manado dengan Rektor Universitas Teknologi Sulawesi Utara (UTSU) dan diikuti dengan penyerahan cinderamata. Dalam Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) hasil kerjasama Pengadilan Militer III-17 Manado dengan UTSU mengambil tema “Tantangan dan Peluang Kolaborasi Antara Civitas Akademika bersama Pengadilan Militer III-17 Manado”.

Kegiatan FGD menghadirkan narasumber dari kedua institusi, yaitu dari Pengadilan Militer III-17 Manado menampilkan Wakadilmil III-17 Manado a.n. Mayor Laut (KH) Bagus Partha Wijaya, SH., M.H. selaku dan Pokkimil Mayor Chk Subiyatno, S.H., M.H. sedangkan dari Universitas Teknologi Sulawesi Utara (UTSU) menghadirkan Ibu Mauren Langie, S.T., M.Pd, M.MKom Dekan Fakultas Teknik UTSU, Dr. Ir. Ferdinatus Taruh, M.Si Dekan Fakultas Pertanian UTSU, Dr. Ahnes Tumbelaka, M.Si. Dekan Fakultas Sosial Politik UTSU, Henny Tumbelaka, S.Pd., M.M Dekan Fakultas Komunikasi UTSU serta Dr. Agus Walansendow, S.E,M.M., M.Si. Wakil Rektor Bidang II UTSU dengan Moderator Lady Grace Jane Giroth, S.S, M.Si. Kepala Lembaga Penelitian UTSU dan Kapten Laut (KH) Prana Kurnia Wibowo, S.H.

Mayor Laut (KH) Bagus Partha Wijaya, S.H., M.H. menyampaikan materi tentang Company Profile Pengadilan Militer III-17 Manado, sedangkan Mayor Chk Subiyatno, S.H., M.H. menyajikan materi tentang Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Inovasi Pelayanan di Pengadilan Militer III-17 Manado. Seusai penyajian materi kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif antara Narasumber dengan peserta yang hadir baik dari Mahasiswa, Dosen atau staf Pengadilan.(*/Ria)

Manado, Sulutnews.com - Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah Sulawesi Utara menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) VI di Hotel Paninsula Manado, Selasa 16 Februari 2021.

Muswil VI memilih ketua dan pengurus periode 2021-2025 sesuai dengan mandat organisasi terkait berakhirnya tugas kepengurusan lama. Kegiatan ini diikuti 45 dari 46 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se Sulawesi Utara, baik Universitas, Institut, Sekolah Tinggi dan Akademi.

Kegiatan yang dibuka Gubernur Sulut, Olly Dondokambey  yang diwakili dr.Jemmy Lampus kepala Bapelitbang Sulut didampingi Ketua APTISI Pusat, Prof Dr. Ir. Budi Djatmiko. Dalam sambutan tertulis, Gubernur Sulut mendukung APTISI Wilayah Sulawesi Utara, pengambangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi salah satu prioritas utama di Provinsi Sulut.

Ketua Pelaksana, Drs.Teddy Manueke, MM mendampingi Plt Ketua APTISI Wilayah Sulawesi Utara periode 2015-2020, Sahrul Poli, SE mengatakan, kegiatan ini terlambat dilaksanakan berhubung pandemi covid-19 dan penyesuaian waktu Ketua Umum APTISI Pusat, namun walau terlambat diharapkan dapat menjadi momentum PTS dalam menjalankan proses pendidikan yang sehat, dan mandiri untuk mencetak lulusan-lulusan yang berkualitas, dan berdaya saing.

Setelah pengesahan tata tertip dilanjutkan pemilihan, dimana dalam muswil ini ada 2 calon yang sudah menyatakan siap untuk maju, Apriano Ade Saerang, ST, M.Si dari Universitas Trinita dan Dr.Dra.Debby CH Rende, M.Si dari Universitas Pembagungan Indonesia (UNPI). Pemilihan ketua dilakukan dengan pemungutan suara, setiap PTS memiliki hak suara dipanggil satu persatu sesuai urutan daftar hadir. Awal perhitungan suara masing-masing calon saling susul menyusul yang membuat pendukung masing-masing calon turut bergembira. Pada akhir perhitungan Debby Rende mendapat suara 49 sedangkan Apriano Saerang mendapat 33 suara.

Sambutan Ketua Aptisi Pusat menegaskan tugas Rektor dan tugas ketua APTISI ke depan adalah “merusak sistem yang lama cara-cara lama menuju sistem yang baru, kita harus duluan sampai ke revolusi industry 5.0” tegasnya.

Budi Djatmiko berharap, ketua dan pengurus APTISI periode 2021-2025 yang terpilih dapat bekerja secara amanah dan membawa organisasi tersebut semakin maju, menjalankan fungsi sebagaimana mestinya dalam berkontribusi mencerdaskan anak bangsa.

Menyambut tantangan dan amanah sebagai ketua APTISI Sulawesi Utara, Dr.Dra Debby CH Rende menyatakan siap dan akan melakukan konsolidasi dan bersinergi dengan seluruh PTS di Sulawesi Utara. “Untuk memajukan sebuah daerah diperlukan SDM dan masyarakat yang berkualitas. Karena itu, APTISI Sulut sebagai sektor pendidikan akan bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan lulusan yang berkompetensi dan berdaya saing” tegasnya.(/Merson)

Manado,Sulutnews.com - Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri Dua Manado siap membuka tahun belajar baru 2020/2021 dengan menerapkan protap kesehatan panduan WHO pada saat Pandemik Corona.

"Sekolah menyediakan tempat-tempat cuci tangan di seluruh sudut halamannya yang bisa berpotensi terjadi kerumunan siswa," kata Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Manado Drs Djefry Ombong kepada sulutnews.com, Jumat (17/7)

Menurut Kepsek Djefry Ombong, 11 rombongan belajar (kelas 10) disediakan SMA Negeri 2 pada Ajaran baru 2020-2001, semuanya sudah terisi melalui mendaftar siswa baru pada empat jalur, Zonasi, Afirmasi, Jalur Perpindahan Tugas Orang Tua/Wali, dan Jalur Prestasi.

Sisanya untuk kelas 11 dan 12 tersedia ruang belajar yang cukup baik. Setiap rombel terdiri dari 32 siswi-siswa, seraya menambahkan karena sekolah saat Pandemik, maka proses belajar mengajar masih akan berlangsung  jarak jauh dari rumah menggunakan teknologi komunikasi zoom meeting aplikasi smarphone.

Menjawab pertanyaan tentang arahan Gubernur Sulut Olly Dondokambey sebagai Ketua Gugus Tugas Covid-19, yang jauh-jauh hari sebelumnya telah menghimbau agar SMA/SMK di Sulut, termasuk juga SMA Negeri 2 Manado, harus menjadi percontohan fasilitas, maka proses belajar mengajar saat Pandemik dilakukan dengan sistim daring atau belajar jarak jauh.

Edukasi mencuci tangan di wastafel adalah prioritas. Sekolah sudah menyediakan lima buah tempat cuci tangan, termometer memeriksa suhu badan dan wajib pakai masker, hal ini merupakan upaya kita melawan penyebaran corona dan memulai aktifitas bebas virus.

"Kami menjaga jangan ada siswa atau guru yang terjangkit corona. Sampai dengan sekarang tidak ada dari mereka yang terpapar corona," ucap Kepsek.

Tentang pendaftaran ulang siswa kelas 12 dan 13, dilakukan tatap muka namun ada pula mereka menggunakan sistim daring atau meeting zoom, guna memperlancar proses proses persiapan hingga tiba saatnya new normal, katanya. (*/yuk)

Manado, Sulutnews.com -  Dunia pendidikan di Sulawesi Utara dikejutkan kehadiran wanita cantik terpilih sebagai Direktur Politeknik Negeri Manado, OLGA E. Melo SST MT dalam proses berat pemilihan direktur pada Jumat, akhir bulan juni yang lalu (26/6/2020).

Sempat banyak kalangan terkejut dan meragukan wanita berparas cantik dan selalu tampil penuh semangat ini, mampukah memimpin para akademisi, praktisi dunia pendidikan, yang lebih senior dan yang usianya lebih tua ?

Bisa jadi karena dunia pendidikan di Sulut saat ini membutuhkan inovasi dan program-program baru, supaya dapat bersaing dengan lembaga pendidikan tinggi lain, inilah alasannya.

Saat ditemui di ruang kerja Direktur Polimdo di Kampus Politeknik Manado, Olga E. Melo SST MT menanggapi bahwa terpilihnya ia sudah melalui proses demokrasi dengan tahap pemilihan yang panjang.

 "Kalau meminta tanggapan, saya pribadi bersyukur ini semua dilewati dalam Anugerah Tuhan. Akhirnya saya terpilih tentu untuk bertugas melayani civitas akademisi Polmdo ini," kata Olga E. Melo SST MT usai terpilih, beberapa waktu lalu, kepada media.

Bagaimanakah strategi kedepan untuk Pelimdo tampil beda menjadi kampus terbaik?

Ia menjelaskan dengan singkat bahwa Polimdo sebenarnya adalah institusi pendidikan avokasi yang juga sama memiliki program terbaik dengan lainnya, saya ingin di Polimdo mahasiswa didekatkan dengan dunia kerja. Di sini saya akan menata kampus dengam program-program yang disinkronisasikan dengan marwah pendidikan memasuki revolusi industri sistim 4.0.

Wanita lulusan Institut Teknoligi Bandung (ITB) ini lebih jauh, menjelaskan Pelimdo akan ditata menjadi kampus merdeka. Artinya merdeka belajar karena pun suka atau tidak suka kita harus  memiliki program pendidikan ketrampilan khusus seperti untuk menyusun big data, sistim iot bahkan visualisasi digital bisnisnya.

"Saya ingin Pelimdo menjadi sebuah kampus dengan program terbaik dalam digital bisnis, jadi meski kita sama tujuan namun lulusan harus lebih unggul. Jika lulusan kita unggul maka Indonesia akan menjadi negara kuat," katanya kepada sulutnews.com.

Pendidikan vokasi adalah sistem pendidikan tinggi yang diarahkan pada penguasaan keahlian terapan tertentu, program tersebut mencakup program pendidikan diploma I (D1), diploma II (D2), diploma III (D3) dan diploma IV (D4). Lulusan pendidikan vokasi mendapatkan gelar vokasi, misalnya A.Ma (Ahli Madya), A.Md (Ahli Madya).

Menyinggung rencana pelantikannya yang akan berlangsung 21 Juli nanti, ia mengaku siap menjalani tahapan demi tahapan. "Untuk pelantikan, ada pada proses tahapan keempat. Saya telah melewati tiga tahap yang sulit. Dan sedang bersiap untuk acara pelantikan," katanya.

Usai dilantik nanti ia akan mulai bekerja dengan mengedepankan sistem kerja yang profesional, akan tetapi ia pun tetap akan meningkatkan komunikasi yang lebih baik dan transparan dengan para akademisi Polimdo, dosen dan pegawai. Masukan dan umpan balik yang diberikan padanya, akan dapat menjadi bekal dan kekuatan untuk menutup kekurangan yang ada selama ini, demikian OLGA E. Melo SST MT. (*/yuk)

Manado, Sulutnews.com - Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sulut Florens Panungkelan SE MPd mengatakan mutu pendidikan di Sulut bukan ditentukan satu institusi guru namun semua pihak baik guru orang tua murid dan pemerintah didaerah dan pusat.

Hal itu dikatakan Florens kepada Sulutnews baru baru ini. Menurut Florens pihaknya memang melakukan pelatihan bagi guru guru di Sulut. Tapi bukan kami yang menentukan Diknas dan pemerintah daerah juga. "Kami sebagai instansi fertikal sangat membantu daerah Tapi terbatas dana ."Kata Florens.

Dikatakan peningkatan mutu guru penting kedepan, karena mutu atau kualitas guru dibutuhkan juga kedepan diera persaigan digital. Saat ini untuk mendapat sertifikasi guru sudah sangat sulit saat ini, berbeda dengan sebumnya. Jadi guru guru yang akan ikut sertifikasi harus siap dengan belajar banyak. Semua Kabupaten dan Kota kami lakukan kerja sama untuk peningkatan kualitas guru.(/Fanny)