Pendidikan

Pendidikan (81)

Bitung,Sulutnews.com - Sejumlah sekolah yang sudah melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Bitung dan Kabupaten Minahasa Utara (Minut)  tetap melakukan Protokol Kesehatan (Prokes) secara ketat meskipun Pandemy Covid 19 mulai menurun.

Hal tersebut dikatakan sejumlah Kepala Sekokah (Kepsek) yang ditemui Sulutnews.com Rabu (8/9)  di Kota Bitung dan Kabupaten Minut. Menurut Kepsek SMK Negeri I Kota Bitung Meiske Makadada SPd sejak 1 September sekolahnya sudah melakukan PTM dengan Prokes ketat. PTM yang juga sudah didukung oleh orang tua siswa hinga Rabu 8 September berjalan baik. Artinya tidak ditemukan siswa atau guru terkena firus Covid 19. Karena Prokes ketat.

Disaat siswa masuk sekolah tim Satgas Covid langsung menjemput siswa untuk mencuci tangan pakai masker dan duduk jaga jarak dan pakai hand sanitizer. Karena banyak siswa maka Menurut Kepsek siswa belajar pakai dua shif, Shif pertama jam 7.30 wita hinga jam 10.00 wita. Shif Kedua dari jam 10.30 hinga pukul 12.00 dan siswa tidak makan disekolah.Usai belajar langsung pulang dan tidak ada kerumunan.

"Hasil evaluasi cukup baik dan tidak ditemukan ada siswa yang terkena Covid. Ini juga karena sebagian besar siswa sudah di Vaksin begitu juga guru guru.

Hal sama juga dikatakan Kepsek SMK Kelautan Baramuli di Airmadidi Minut Louis Lumingkewas SPd MPd secara terpisah. Menurut Kepsek SMK swasta yang dia pimpin sudah satu mingu lebih melakukan PTM dan hasil evaluasi berjalan baik dan tidak ada terkena Covid karena melakuhan Prokes ketat. Guru guru juga sudah difaksin dan siswa.

Satgas Covid Sekolah

Sementara itu Kepsek SMP Negeri 2 Kota Bitung Tommy M Paat SPd secara terpisah mengatakan PTM disekolahnya sejak 1 September berjalan baik. Siswa disekolahnya setiap hari sekitar 600 siswa yang masuk sekolah. Tim satgas Covid disekolah 14 orang langsung memantau siswa sejak masuk sekolah hinga pulang. Jadi  Prokes ketat dan kerumunan tidak ada. Guru guru sudah divaksin dan siswa sebagian juga.  Hinga saat ini tidak ada yang terkena Covid. SMP yang siswanya hampir 2.000 lebih memang sulit mengaturnya. Tapi kalau Kepsek dia memberanikan diri dan berusaha kerja keras melakukan PTM dan hinga saat ini berjalan baik. PTM di Sekolah ini tidak pakai shif.

Sementara Kepsek SMP Swasta Dewi Laut Bitung Bastian Langingi SPd untuk sekolahnya sejak PTM berjalan tidak ada masalah. Karena Prokes ketat dan siswa sudah senang bisa bersekolah. Guru guru sudah vaksin dan siswa sehinga Kepsek optimis akan lancar PTM disekolahnya.

Awasi Ketat

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bitung dr Piter Lumingkewas mengatakan secara terpisah Kota Bitung sudah masuk level 3. Namun tetap meminta agar masyarakat tetap waspada dan terapkan Prokes ketat terutama pelaksanaan PTM disekolah."Kita terus berkoordinasi dengan Puskesmas dan Sekolah sekolah agar Prokes tetap dilakukan ketat. Tidak bisa lengah,. Kita tetap awasi ketat Kata Kadis Kesehatan. (fany)

Manado, Sulutnews.com - Proses belajar secara daring ditingkat Sekolah Menegah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Sekolah Sederajat di 15 Kabupaten dan Kota hingga saat ini berjalan lancar. Namun ada beberapa sekolah yang berada didaerah terpencil sering ganguan signal internet, tapi langsung dapat diatasi.

Hal tersebut dikatakan Sekretaris Diknas Sulut Drs Vieleo Dondokambey kepada Sulutnews.com Senin (9/8)  usai acara serah terima Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Negeri 2 Manado dari Kepsek lama Drs Ombung kepada Kepsek baru Drs Berti Dondokambey. Ombung memasuki masa pensiun yang baru sebelumnya Wakil Kepsek Bidang Kurikulum SMA Negeri 2. Hadir dalam serah terima Kabid SMA Diknas Drs Artur Tumipa dan sejumlah guru dengan prokes yang ketat.

Sekdiknas Vieleo mengatakan dalam proses belajar daring memang  kita pantau terus karena tidak mudah apalagi didaerah terpencil dan cuaca buruk. Diknas Sulut  terus lakukan evaluasi terutama juga tenaga guru dan sarana penunjang. Karena kualitas guru menjadi perhatian. "Jadi Diknas memantau terus semua Sekolah dan ribuan guru termasuk guru honorer atau THL."Kata Vieleo.

Terkait  quota pulsa untuk guru Guru dan siswa itu sudah diberikan oleh Kementrian Pendidikan langsung ke no hand phone dan WA guru-guru dan siswa."Jadi tidak ada masalah mengenai pulsa" Kata Vieleo.

Sementara itu Kepsek SMA Negeri 2 Manado yang baru Drs Berti Dondokambey mengatakan kepada Sulutnews.com pihaknya akan melanjutkan program Kepsek yang lama. Terutama proses belajar mengajar daring yang baik kita lanjutkan yang kurang baik kita benahi. Saat ini proses belajar daring SMA Negeri 2 sudah berjalan baik hanya beberapa siswa yang karena jaringan sering terlambat belajar.

Hal yang lain dikatakan Kepsek SMA Negeri 7 Manado Dra Marlina Katihokang MPd kepada Sulutnews.com Senin(9/8) disela sela acara HUT ke-48 SMA Negeri 7. Menurut Marlina belajar daring disituasi pandemi Covid 19 memang tidak mudah, namun SMA Yang dia pimpin sejak 2020 lalu tetap berjalan baik sampai saat ini dengan siswa sekitar 1.800 lebih. Bahkan saat ini sudah ada kelas akselerasi sejak tahun lalu. Jadi siswa hanya belajar dua tahun saja.

Sementara itu Kepsek SMK Negeri 6 Manado Drs Vicky Umboh MPd secara terpisah kepada Sulutnews.com mengatakan untuk sekolahnya meskipun berat tetap berjalan baik belajar daring. Guru-guru dan para siswa kita pantau terus dan evaluasi setiap usai belajar."Sejak 2020 berjalan baik hinga saat ini."Katanya. Untuk pulsa selain bantuan dari Kementrian Pendidikan pihak sekolah juga bantu. Siswa yang sulit jaringan kita datangi. Dan guru guru yang jaringan sulit harus datang kesekolah karena ada wifi tapi dengan prokes ketat.(/fany)

Manado, Sulutnews.com - Meski pemerintah RI tengah gencar mengurus wabah Corona dan sehingga sekolah dilakukan secara daring, tetapi ada baiknya simak tulisan pendidikan berikut ini.

Apa itu SMK Pusat Keunggulan, programnya diluncurkan secara daring oleh Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim di 34 Profinsi pada bulan Maret 2021.

SMK Pusat Keunggulan (PK) merupakan sebuah terobosan baru Kemendikbut RI, dalam rangka menjawab tantangan pendidikan jenjang SMK saat ini, agar para lulusannya semakin baik demi kebutuhan dunia kerja di tujuh sektor prioritas salah satunya ekonomi kreatif.

Ada 895 SMK yang jadi prioritas Program SMK Pusat Kejuruan ini, satu diantaranya ada di Profinsi Sulawesi Utara yaitu SMK Negeri 3 Manado.

Berikut masih ada 11 SMK lagi yang mendapat status Pusat Keunggulan di Sulut, seperti SMK Pembangunan Pertanian Di Minahasa Utara, SMK Negeri I Manado, SMK Negeri 1 Bitung dan SMK Negeri 4 Manado.

Kepala Sekolah SMK Negeri 3 Manado Asyura Hulinggi mengatakan akan siap bekerja menyukseskan SMK Pusat Keunggulan di Sulawesi Utara.

"SMK Negeri 3 salah satu sekolah kejuruan di Manado yang mendapat Program SMK Pusat Keunggulan tahun 2021, penerapan awal dimulai hanya untuk peserta didik di kelas 10 dan 11," ungkap Kepala Sekolah SMK Negeri 3 Manado Asyura Hulinggi. kepada Media, Selasa (3/8).

Kepsek Asyura menambahkan SMK Pusat Keunggulan sebenarnya adalah pendidikan paragdigma baru yang mencari jalan senergitas antara peserta didik SMK dan lulusannya dengan dunia kerja.

Jadi memang prakteknya tak lain adalah meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa yang sesuai dengan standar dunia usaha dan dunia kerja, kata wanita berambut sebahu ini.

Untuk selarasnya, lanjut Asyura, akan ada penguatan kepala sekolah, peningkatan peran guru, pengawas sekolah melalui pelatihan secara rutin dengan intensif dana yang sudah tersedia. Instruktur dari industri serta pakar dari dunia kerja pun akan dilibatkan.

“Ini bertujuan untuk mendukung mewujudkan sekolah dengan manajemen dan pembelajaran berbasis dunia kerja,” ujarnya seraya menambahkan pelatihan tenaga pendidik SMK Pusat Keunggulan SMK Negeri 3 Manado sudah sementara dilakukan.

Disamping itu untuk mencapai visi selaras antara SMK Pusat Keunggulan dengan dunia kerja pun nanti SMK Negeri 3 akan mewujudkan tidak hanya melalui praktek kerjasama sekolah dengan berbagai perusahaan yang bergerak di sektor industri, tetapi juga akan ditambah dengan perubahan pembelajaran kurikulum baru SMK pusat keunggulan.

"Sehingga khusus praktik kerja lapangan pendidikan industri kami harapkan bisa dilakukan minimal satu semester untuk kelas 11," tambah Asyura.

Ia mengharapkan kedepannya SMK Pusat Keunggulan SMK Negeri 3 dapat berperan menunjukan karya dan inovasinya melalui lulusan yang mampuni.

"Bahkan lulusan SMK Negeri 3 Manado kelak akan segera diserap oleh pelaku industri dan universitas terbaik di Indonesia." ujarnya.

Nah, apakah sekolahmu salah satu SMK Pusat Keunggulan ? (*/yuk)

Manado,Sulutnews.com -  Angkasa Pangkalan TNI AU Sam Ratulangi Manado dibawah pembinaan Komandan Lanud Sam Ratulangi Marsma TNI Mohamad Satriyo Utomo S.H., mengadakan kegiatan pengenalan sekolah secara daring dari Gedung Sekolah TK Angkasa Jalan A. A. Maramis, Lapangan, Mapanget, Rabu (14/07/2021).

Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dibuka secara resmi oleh Ketua Yasarini Pengurus Cabang Lanud Sam Ratulangi Ibu Reni Satriyo Utomo, S.E.

Dalam sambutannya, Ketua Yasarini Pengurus Cabang Lanud Sam Ratulangi mengatakan bahwa mengawali tahun pelajaran tahun 2021-2022, seluruh peserta didik baru wajib mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah.

“MPLS akan dipandu oleh bapak dan ibu guru dibantu  pengurus Yasarini dan kepanitian MPLS. Selama kegiatan ini berlangsung, kami berharap anak-anak dapat memperoleh pengalaman baru yang menyenangkan, mengenal teman yang baru, para guru dan karyawan. Dan yang paling utama, mengenal lingkungan sekolah sebagai kawasan wiyata mandala tempat anak-anak belajar selama satu atau dua tahun ke depan”, jelas  Ibu Reni Satriyo Utomo, S.E.

“Selamat datang dan selamat bergabung kepada seluruh peserta didik baru beserta keluarga. Alhamdulillah, kami dari Yasarini Lanud Sam Ratulangi telah menyediakan sarana dan prasarana di TK Angkasa Lanud Sam Ratulangi dengan lebih baik, kami sudah melakukan renovasi terhadap gedung sekolah, dan memperbaharui sarana dan prasarana serta fasilitas yang ada.

Saya berharap peserta didik akan lebih nyaman untuk belajar di sekolah TK Angkasa. Masa pengenalan lingkungan sekolah secara daring dari 12 Juli sampai dengan 16 Juli 2021”, ujar Ketua Yasarini mewakili keluarga besar Yasarini Pengurus Cabang Lanud Sam Ratulangi di depan layar zoom meeting MPLS.

Sementara itu, Ibu Ayu Moch. Choirudin selaku Kabidik Yasarini Cabang Lanud Sam Ratulangi menjelaskan bahwa Sekolah TK Angkasa telah menerima lima puluh delapan anak baru dan sembilan anak yang masih melanjutkan ke kelas B. Jumlah keseluruhan anak adalah enam puluh tujuh siswa.

“Hal ini menggambarkan tingkat kepercayaan orangtua kepada Yasarini Cabang Lanud Sam Ratulangi Manado sangatlah tinggi. Sehingga orangtua telah mendaftarkan anak-anaknya untuk bersekolah di TK Angkasa Lanud Sam Ratulangi”, ungkapnya.

Saat ini, Kepala Sekolah diawaki oleh Bapak Reymond R Rawung S.Pd selaku Pembicara Utama MPLS. MPLS bertujuan untuk mengenal taman bermain, dan ruang kelas serta semua sarana dan prasarana yang ada. Persyaratan masuk sekolah TK Angkasa hanyalah bermodalkan KTP Orangtua, Kartu Keluarga dan Akte Anak.

Selama masa pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dari 5 Juli sampai 18 Juli 2021, maka pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring. Hal ini berdasarkan Surat Edaran Gubernur Sulut Nomor 440/21.4150/Sekr-Dinkes tertanggal 5 Juli 2021.

Adapun Guru-guru pendukung giat belajar mengajar adalah Astri Wongkar, S.Pd selaku Wali Kelas B3; Farah Wullur .S.Pd Wali Kelas B2; Evie Ante S.Psi Wali Kelas A serta Rus Djahuno sebagai Wali Kelas B1. (Adrian)

Manado, Sulutnews.com - Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE Launching Vaksinasi Covid-19 untuk anak usia  12-17 tahun, dipusatkan di SMP-SMA Eben Haezar Teling Manado, Senin 5 Juli 2021.

Dalam sambutannya, Gubernur memberikan apresiasi yang tinggi kepada pihak Eben Heazer yang telah bersedia memberikan tempat dalam pelaksanaan vaksin anak umur 12 – 17 tahun,  “berharap waktu dekat seluruh anak sekolah dan guru sudah divaksin sehingga proses belajar mengajar tatap muka dapat dimulai meski dalam tahap pembatasan”, Imbuhnya.

Gubernur mengajak seluruh warga sulut agar divaksin.”Memang ada yang sudah dua kali vaksin tapi masih terpapar covid – 19 tapi harus yakin bahwa orang  sudah divaksin lebih kuat dibandingkan orang yang belum divakasin apabila terpapar virus covid – 19,” kata Gubernur.

Dalam launching tersebut hadir Walikota Manado Andre Angouw, Wakil Walikota Manado Richard Sualang, Sekot Manado Mickler Lakat, Kadis Kesehatan Debie Kalalo, Kepala Sekolah se – Sulut serta Kepala Daerah Kabupaten/kota secara virtual.

Kepala Dikda Sulut Grace Punuh menyampaikan bahwa target vaksinasi di tingkat SMA sederajat sebanyak 100ribu siswa.”Target ini diluar sekolah tingkat SD dan,SMP,” katanya.(/Yayuk)

Manado,Sulutnews.com - Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dr Grace Lisje Punuh,Mkes, menyebut belum semua kepala sekolah dan tenaga pendidik sekolah SMA/SMK tersentuh pelayanan Vaksin COVID-19 di Provinsi berpenduduk 2,6 juta jiwa itu.

"Belum semua sekolah di daerah kita disentuh pelayanan tenaga kesehatan Vaksin COVID-19, padahal kegiatan vaksinasi sudah berjalan bertahap sejak awal tahun 2021," kata Kadis Dikda dr Grace Lisje Punuh,MKes saat bertatap muka dengan sejumlah Kepala Sekolah SMK di Gedung Pertemuan Dinas Pendidikan Daerah Sulut, Jumat (18/6) lima hari yang lalu.

Misalnya di daerah terdekat seperti di Manado, seharusnya semua guru sudah divaksin 2x saat dibuka PPDB 2021. Keterlambatan memperoleh vaksin menandakan sekolah belum mampu mengakses seluruh informasi tentang pelaksanaan waktu dan tempat vaksinasi, akhirnya guru tidak bisa segera memiliki sertifikat imun.

Selain itu Kadis Gace Punuh menyebut sekolah SMA/SMK yang belum disentuh nakes vaksin, sebaiknya segera mendaftar ke Dikda Sulut. "Sekolah yang sudah terdaftar akan mendapat layanan vaksin, saya akan konfirmasi hal ini untuk ditindaklanjuti Dinkes," katanya.

Wanita berambut sebahu ini melanjutkan jika ada sekolah sudah terlayani nakes, tetapi masih ada guru THL tak hadir saat hari pelaksanaan vaksinasi, maka harus dicari penyebabnya.

"Saya harap hal seperti ini dapat dijelaskan atasnama laporan, maka akan ditindaklanjuti mengapa ada guru yang tidak mau disuntik vaksin. Ia meminta profesionalie harus diperhatikan demi terlaksananya percepatan vaksinasi, mengingat sampai dengan sekarang ini Mendikbud RI Nadiem Makarim meminta tenaga pendidik yang beraktifitas di sekolah harus sudah disuntikan vaksinasi COVID-19 2x pada tenggang waktu tahun 2021/2022.

Seperti sudah diberitakan sebelumnya, pemberian vaksin COVID-19 tahap II untuk tenaga pendidik TK, SD, SMP, SMA/SMK yang gedung sekolahnya berada di Ibu Kota Provinsi Manado, di kota kabupaten, desa, dan di kepulauan, dilakukan oleh Pemerintah Sulut dan dilayani nakes di masing-masing daerah. (*/yuk).

Manado,Sulutnews.com - Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) Dinas Pendidikan Daerah Privinsi Sulawesi Utara mengelar Rapat di Manado, Jumat sore (18/6).

MKKS merupakan komunitas para Kepala Sekolah (Kepsek) SMA dan SMK Negeri maupun Swasta, yang sekolahnya tersebar di Provinsi Sulawesi Utara.

Peserta rapat khusus Kepala Sekolah SMK ini diwajibkan menggunakan protap kesehatan untuk mencegah penularan wabah Corona baru Varian Delta yang sedang mengancam  Indonesia itu.

Kepala Dinas Pendidikan Nasional Prov Sulut dr L.Grace Punuh,MKes memberikan apresiasi kepada kepala sekolah SMK dalam menyelenggarakan pendidikan nasional melalui terciptanya Sekolah Menengah Kejuruan Pusat Keunggulan (SMK-PK) di Sulawesi Utara di Masa Pandemik.

"Provinsi Sulawesi Utara ketambahan 5 SMK Pusat Unggulan, satu diantaranya SMK Pertanian. Ini sudah baik MKKS Sebagai wadah Kepala Sekolah saya beri apresiasi positif, " kata Kadis Grace Punuh di sambutannya saat hadir dalam acara penutupan Rapat MKKS SMK Se Sulut di Aula Kantor Dikda Sulut.

Menurutnya managerial komunitas kepala sekolah MKKS SMK sudah sejalan dan komitmen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI terhadap transformasi dunia Pendidikan sekolah SMK Pusat Unggulan di tanah air. Komunitas MKKS SMK Sulawesi Utara telah berperan mewujudkannya bersama Dinas Pendidikan Daerah Sulut, lulusan SMK yang mampu menjawab tantangan dunia kerja.

Ia pun meminta pengurus dan anggota MKKS SMK dapat terus meningkatkan profesionalitas kepala sekolah, serta memanagerial sumber dana sekolah yaitu BOS untuk kukuh dicairkan bagi kemajuan pendidikan. Kadis juga meminta agar kepala sekolah yang belum melengkapi dokumen pencairan dana BOS untuk segera mengurusnya agar dana tersebut bisa segera digunakan untuk membiayai operasional sekolah di masa pandemik corona.

Rapat tersebut antara lain membahas komitmen MKKS SMK mencapai tujuan SMK Pusat Keunggulan atau SMK-PK, pentingnya kehadiran Ranperda Pendidikan di Sulawesi Utara, Distribusi Dana BOS SMK, dan Kalender MKKS SMK yang sebentar lagi akan dibagikan kepada seluruh sekolah.

Tampak hadir Ketua MKKS SMA/SMK Dinas Pendidikan Provinsi Sulut Drs Anton Rosang dan segenap Pengurus inti MKKS SMK diantaranya Kepsek SMK Negeri 4 Manado Drs Moudy Lumintang (Moderator), Kepsek SMK Negeri 1 Manado Drs Jenner Rein Rumerung,Msi, Kepsek SMK Negeri 3 Manado Asyura Hulinggi,SPd, Kepsek SMK PP Manado Jemmy Jeremias,SPd, SMK Negeri 3 Bitung Hennie Onibala,Spd, dan lainnya.

Mereka yang hadir pada pembukaan rapat jumlahnya mencapai 118 Kepala Sekolah SMK dari 187 Anggota MKKS SMK, kemudian peserta berkurang menjadi 75 orang Kepala Sekolah saat Acara penutupan berlangsung. Ada  yang pulang karena sudah beli tiket kapal laut ke Tahuna, Sitaro, Siau, dan bus seperti ke Bolmong, Boltim dan Bolmut. Dan ada pula peserta yang datang namun tak bisa mengikuti acara hingga selesai disebabkan masa Pandemik, kata Lumintang.(*/yuk)

Tomohon,sulutnews.com- Mantan Rektor Universitas Sariputra Indonesia Tomohon (UNSRIT) Dr Rooije RH Rumende SSi MKes resmi melaporkan  seorang lelaki berinisial JJE alias julius Warga Kota Tomohon, terkait dugaan Pencemaran nama baik ke Mapolres Tomohon, Senin (14/6) sore tadi, sekira Pukul 17.30.

Laporan itu diterima kepolisian dengan nomor STPL/B/240/VI/2021/SPKT/Res-Tmhn-Polda Sulut, tanggal 14 Juni 2021.

Dugaan tindak pidana pencemaran nama baik yang dilaporkan oleh Rumende tampak diterimah langsung oleh banit II SPKT Polres Tomohon AIPDA Frenty Karundeng.

Usai melayangkan laporannya, Rumende kepada media ini menjelaskan bahwa dirinya telah melaporkan seorang lelaki JJE ke Polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya kepada pihak yang berwajib, yang membuat dirinya merasa dicemarkan akibat ulah terlapor tersebut.

"Langkah ini saya ambil, mengingat saya berstatus sebagai pejabat publik, sebagai ASN, juga sebagai mantan rektor UNSRIT tutur Rumende.

Lanjut Dijelaskan Rumende, sebetulnya masalah di internal Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kota Tomohon, yang sempat heboh sehingga terpublikasikan di media masa  Itu sudah selesai.

Sebelumnya dirinya juga sudah pernah melaporkan seseorang dengan kasus yang sama.  laporannya tersebut saya layangkan ke Polres Tomohon pada sekitar Februari 2021, dengan terlapor adalah Ketua LPM Sulut berinisial lelaki FS.

Dimana saat itu, FS menuding dirinya sebagai ketua LPM Tomohon telah diberhentikan sebagai ketua, disebabkan karena tidak memberikan laporan pertanggungjawaban keuangan negara/dana hibah tahun 2020 dari pemerintah Kota Tomohon.

Padahal FS telah membuat pernyataan tertulis dan dibacakan dihadapan penyidik polres, para wartawan, dan  pengurus LPM Kota Tomohon pada tanggal 14 April 2021, dimana FS sendiri mengaku telah bersalah, minta maaf, dan tidak akan mengulangi lagi, terang Rumende.

"Saya pikir pada waktu itu masalah saya dengan Ketua LPM Sulut sudah selesai, apa lagi  pengakuan FS  itu disiarkan langsung ke media masa.  Namun anehnya saat ini, masalah pencemaran nama baik yang sama muncul lagi, tapi yang melakukannya adalah orang lain, dengan tuduhan yang hampir sama.

Jadi inilah maksut saya mendatangi Mapolres Tomohon, sambil memohon agar kiranya laporan saya dapat di usut tuntas oleh Penyidik, tutup Rumende.

Bertalian dengan kasus tersebut,  Kapolres Tomohon AKBP. Bambang Gatot Ashari SIK.MH melalui Banit II SPKT Polres Tomohon AIPDA Frenty Karundeng dikonfirmasi media ini membenarkan laporan Mantan Rektor Unsrit tersebut.  "Benar yang bersangkutan sore tadi telah mendatangi Mapolres dan melayangkan Laporannya tersebut, tukas Karundeng. (Adrian)

Minahasa, Sulutnews.com - Puluhan mahasiswa dari sejumlah organisasi yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Universitas Negeri Manado (Unima) melakukan aksi demo damai terkait Pungutan Liar (Pungli) yang diduga marak terjadi diseluruh Fakultas-fakultas Unima di depan Kantor Pusat Rektorat Unima, Senin (14/6).

Para mahasiswa yang tergabung dalam KBM Unima dalam aksinya menyatakan 4 sikap yaitu, menuntut agar Rektor Unima Ditje Katuuk untuk mengeluarkan surat edaran mengenai Pungli, Transparansi Uang Kuliah Tunggal (UKT), Perpanjangan study Mahasiswa  Unima Angkatan 2014 dan Meminta Rektor Unima Meningkatkan Pelayanan Birokrasi sekaligus transparansi anggaran Kemahasiswaan.

Aksi Demo ini langsung di respon oleh Rektor Unima Prof.Dr Ditje Katuuk MPd Bersama jajaranya terkait apa yang menjadi tuntutan para mahasiswa tersebut.

Rektor Katuuk, didepan mahasiswa mengatakan bahwa dirinya selaku Pimpinan Unima akan menindak lanjuti apa yang menjadi tuntutan soal pungli yang terjadi di setiap fakultas, dan secara tegas Katuuk akan memberikan sangsi kepada pejabat jika terbukti melakukan pungli terhadap mahasiswa.

Disisi lain terkait aksi demo Mahasiswa tersebut, Pembantu Rektor 4  Prof Dr Noldy Pelengkahu M.Pd, saat di cegat sejumlah wartawan mengatakan bahwa dirinya membenarkan kalau pihak pejabat  Unima perlu dibersikan karena sudah 'Kotor'.

"Perlu di selaber dan bersihkan dari kotor-kotor agar Unima bisa maju, saya berani pasang dada agar rektor ambil Langkah pembersihan seluruh pejabat .” tandas PR 4 Pelengkahu.

Aksi demo Ini pun mendapat mendapat dukungan besar dari Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Sulawesi Utara (Sulut) yang di nahkodai oleh Juan Ratu, yang konsen terhadap isu-isu kemahasiswaan dan sosial masyarakat ini.

Menurut Ratu, Aksi ini bentuk kerisauan dari civitas akademika di Unima, dan bentuk rasa cinta akan dunia pendidikan. Bahwa praktek kotor berupa pungli harus diberantas.

"Marwah dunia pendidikan dikebiri dengan pungli yang membudaya. Juga harus ada tindak lanjut yang efektif dari pemangku kebijakan di lembaga perguruan tinggi," tegasnya.

"Karena dunia kampus yang eksklusif cenderung disalahgunakan dengan praktek pungli bagi mahasiswa," pungkas Ketua GMNI Sulut ini yang geram atas kelakuan pejabat Unima.(Adrian)

Manado, Sulutnews.com - Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan Negeri (SMKPPN) Kalasey Drs Jemmy Jeremias minta 186 siswa yang baru lulus jangan mengangur. Ilmu yang diperoleh selama tiga tahun belajar harus dipraktekan ditengah masyarakat.

Hal itu dikatakan Kepsek Jemmy Jeremias Rabu 10/6) saat acara Penamatan 186 siswa SMKPPN yang lulus dari 189 siswa. Tiga siswa tidak lulus karena sudah tidak masuk sekolah dan telah menikah.

Acara penamatan dihadiri semua orang tua siswa dan dilakukan tiga hari Sejak Senin 8 Juni hinga 10 Juni dengan protokol kesehatan. Satu hari dilakukan tiga sesi dengan 20 siswa setiap satu sesi.

Menurut Kepsek lulusan SMKPPN itu bila langsung kerja kemudian studi lanjut dan berwiraswata atau menjadi pelaku bisnis. "Jadi jangan mengangur. Atau langsung kawin disaat belum bekerja" Kata Kepsek.

Kepsep berharap orang tua harus memdorong anak anak untuk bisa bekerja. Banyak lulusan bisa buka lahan pertanian atau peternakan dan buka usaha UMKM. Banyak ilmu yang diperoleh bisa dipraktekan."Saya optimis para siswa bisa dan mampu melakukan tinggal tergantung kita. Kalau malas dan tidak mau bekerja itu akan merugikan kita" katanya.

Potensi pertanian besar dan luas. Kalau manusia itu sudah makan pasir dan batu pertanian akan mati. Tapi selama manusia masih makan beras sayur mayur umbi umbian maka lahan pertanian masih terbuka luas.

Kepsek menambahkan lima hal yang bisa dilakukan agar sukses kedepan yakni harus rajin, tekun, bertangungjawab, jujur dan loyal pada atasan bila sudah bekerja. Untuk SMKPPN Kalasey milik Pemda Sulut memiliki beberapa jurusan yang memang cocok dengan kondisi daerah seperti jurusan Agribisnis Tanan Pangan, Agribisnis Holtikultura, Perkebunan,  Ternak Ungas dan jurusan Pegelolaan hasil Pertanian. Dari beberapa jurusan banyak jurusan Agribisnis Holtikultura yang diminati.

Selanjutnya pada bagian lain Kepsek mengatakan untuk tahun ajaran 2021 /2022 sekitar 400 siswa yang akan diterima dan akan masuk asrama bila sudah mulai tatap muka. Untuk guru dan sarana di SMKPPN sudah memadai termasuk kualitas guru terus ditingkatkan. Ada bantuan pemerintah Provinsi dan pusat dalam perbaikan sarana dan prasarana sekolah. Sekolah ini kata Kepsek telah ditetapkan sebagai Sekolah Pusat Ungulan di Sulut dan satu satunya di Kabupaten Minahasa.(/Fanny)