Sonne Engka : Semua Siswa Pasti Sudah Rindu Bersekolah

Written by  Yayuk Wullur Oct 11, 2021

Manado,Sulutnews.com - Dalam kegiatan Pendidikan Tatap Muka (PTM) Terbatas terdapat Siswa dan siswi SMP serta SD di Kota Manado menjadi pesertanya, sebagai tanda dimulainya Program belajar mengajar tahun 2021/2022 di Manado.

Pendidikan Tatap Muka Terbatas dilangsungkan di wilayah yang sudah rendah tingkat resiko penularan covid19, salah satunya terdapat di Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Kepala Bidang Pembinaan SMP Diknas Kota Manado Sonne Denny Wenses Engka, S.Pd mengatakan meskipun begitu Program PTM Terbatas dilakukan sejumlah sekolah SLTP dengan sangat hati-hati dengan tetap menggunakan protap Covid19.

Diharapkan nanti akan berangsur terjadi pemulihan sehingga kelak dapat menghasilkan pendidikan yang diinginkan bersama yakni siswa kita kembali bersekolah, dan meningkatkan mutu pendidikan.

Disamping itu dapat pula menciptakan siswa yang maju dalam teknologi komputer serta ilmu pengetahuan.

"Pastinya PTM Terbatas 1 Oktober diharapkan akan dapat menjadi semangat kita menghadapi pembangunan mutu pendidikan," kata Sonne Engka ditemui sulutnews.com di ruang kerjanya, Selasa (12/10).

Bukan saja akan ada kemajuan dari siswa, ujar Sonne, tetapi PTM Terbatas ini diharapkan akan jadi alat pendorong untuk menghadirkan guru yang hebat sebagai fungsi mempersiapkan proses belajar mengajar dengan penjabaran kurikulum.

Dari hasil pantauan, tambah mantan Kepsek SMP Negeri 10 Manado ini, siswa sudah banyak yang masuk sekolah, sebagian besar mereka sudah rindu untuk sekolah, meskipun dijalaninya dengan protap ketat covid19.

"Siswa SMP Madrasah juga sudah mulai tatap muka terbatas dan berlangsung sukses tak ada kendala, contohnya siswa-siswi SMP Madrasah Kombos 2 Manado," tambahnya.

Jikalau masih ada sekolah SD dan SMP Madrasah yang belum PTM Terbatas nanti akan ada evaluasi kinereja, karena semua siswa pasti sudah ingin kembali ke sekolah.

"Sekolah dari rumah itu dapat dilakukan apabila orangtua tidak mengijinkan, misalnya karena  pertimbangan kesehatan atau lainnya," tuturnya Kabit Sonne. (*/yuk)