PTM Terbatas SD dan SLTP Di Manado 1 Oktober, Ini Penjelasan Pemerintah

Written by  Yayuk Wullur Sep 21, 2021

Manado,Sulutnews.com - Pemerintah Kota Manado menyatakan kesanggupan mengelar Pembelajaran Tatap Muka Terbatas mulai 1 Oktober 2021 untuk SD dan SLTP.

Walikota Manado Andrei Angouw (AA) menyampaikan rencana 1 Oktober  sebagai hari belajar mengajar tersebut, usai menghadiri Rapat DPRD tentang Pembahasan Anggaran Belanja Tambahan 2021 Pemerintah Kota Manado, akhir pekan lalu.

"Tatap muka di sekolah tidak semua siswa peserta pembelajaran misalnya satu rombel akan dibagi, jadi tidak full, ini sesuai dengan panduan Menteri Dikbut,” ujar Walikota AA kepada sejumlah awak media.

Disamping itu walikota menegaskan, salah satu syaratnya adalah siswa berumur 12 tahun ke atas harus sudah divaksin.

"Jadi jika ingin ikut sekolah tatap muka harus divaksin," kata mantan Pimpinan DPRD Prov Sulut ini.

Siswa yang ikut serta juga harus dapat izin orang tua hal itu wajib. Kalau tak ada izin harus tetap daring, katanya.

Sekolah Harus Miliki Satgas Covid19

Kepala Dinas Pendidikan Manado Daglan Walangitan mengatakan pembelajaran tatap muka mulai 1 oktober memang sudah diawali dengan persiapan.

"Sudah ada persiapan sekolah tatap muka atau kegiatan belajar mengajar tanggal 1 Oktober, kita namakan PTM Terbatas," kata Kepala Dinas Pendidikan Manado DR Daglan Walangitan, Jumat akhir pekan lalu (18/9).

Pihak satuan pendidikan diwajibkan membentuk Satgas Covid-19 yang terdiri dari guru dan karyawan, dalam penerapan pembelajaran tatap muka terbatas ini, tambahnya.

Persiapan lainnya berupa pengaturan peserta didik dibatasi 50 persen.

Walikota Manado Andrei Angouw mengisyaratkan, pembagian jumlah peserta didik 50 banding 50 sedang disiapkan mengingat pembelajaran akan mengacu sesuai protap kesehatan.

Mengingat hal lain bahwa belum semua siswa dan guru mendapatlan vaksin covid19, kita masih harus lakukan dengan jumlah terbatas, tambahnya.

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Diknas Manado Tryana Almas menambahkan ada sebanyak 275 SD Swasta dan SD negeri di Kota Manado yang terdata sejak awal pandemik melakukan proses belajar secara daring.

Namun hal lain tak dijelaskannya, sepeti kegiatan pembekalan Asesmen Nasional (AN) berbasis komputer yang diikuti ratusan siswa SD dan SLTP se Kota Manado pada akhir Agustus.

Kegiatan AS memang viral di medsos, menyebabkan banyak siswa malahan   memiih mendapatkan cakupan vaksinasi covid19 di puskesmas sekolah. (*/yuk).