Oh No, Kadis Grace Punuh Sebut Banyak Guru di Sulut Belum Disuntik Vaksin COVID-19

Written by  Yayuk Wullur Jun 18, 2021

Manado,Sulutnews.com - Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dr Grace Lisje Punuh,Mkes, menyebut belum semua kepala sekolah dan tenaga pendidik sekolah SMA/SMK tersentuh pelayanan Vaksin COVID-19 di Provinsi berpenduduk 2,6 juta jiwa itu.

"Belum semua sekolah di daerah kita disentuh pelayanan tenaga kesehatan Vaksin COVID-19, padahal kegiatan vaksinasi sudah berjalan bertahap sejak awal tahun 2021," kata Kadis Dikda dr Grace Lisje Punuh,MKes saat bertatap muka dengan sejumlah Kepala Sekolah SMK di Gedung Pertemuan Dinas Pendidikan Daerah Sulut, Jumat (18/6) lima hari yang lalu.

Misalnya di daerah terdekat seperti di Manado, seharusnya semua guru sudah divaksin 2x saat dibuka PPDB 2021. Keterlambatan memperoleh vaksin menandakan sekolah belum mampu mengakses seluruh informasi tentang pelaksanaan waktu dan tempat vaksinasi, akhirnya guru tidak bisa segera memiliki sertifikat imun.

Selain itu Kadis Gace Punuh menyebut sekolah SMA/SMK yang belum disentuh nakes vaksin, sebaiknya segera mendaftar ke Dikda Sulut. "Sekolah yang sudah terdaftar akan mendapat layanan vaksin, saya akan konfirmasi hal ini untuk ditindaklanjuti Dinkes," katanya.

Wanita berambut sebahu ini melanjutkan jika ada sekolah sudah terlayani nakes, tetapi masih ada guru THL tak hadir saat hari pelaksanaan vaksinasi, maka harus dicari penyebabnya.

"Saya harap hal seperti ini dapat dijelaskan atasnama laporan, maka akan ditindaklanjuti mengapa ada guru yang tidak mau disuntik vaksin. Ia meminta profesionalie harus diperhatikan demi terlaksananya percepatan vaksinasi, mengingat sampai dengan sekarang ini Mendikbud RI Nadiem Makarim meminta tenaga pendidik yang beraktifitas di sekolah harus sudah disuntikan vaksinasi COVID-19 2x pada tenggang waktu tahun 2021/2022.

Seperti sudah diberitakan sebelumnya, pemberian vaksin COVID-19 tahap II untuk tenaga pendidik TK, SD, SMP, SMA/SMK yang gedung sekolahnya berada di Ibu Kota Provinsi Manado, di kota kabupaten, desa, dan di kepulauan, dilakukan oleh Pemerintah Sulut dan dilayani nakes di masing-masing daerah. (*/yuk).