186 Lulusan SMKPPN Kalasey Jangan Jadi Penganguran

Written by  Fanny Waworundeng Jun 10, 2021

Manado, Sulutnews.com - Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan Negeri (SMKPPN) Kalasey Drs Jemmy Jeremias minta 186 siswa yang baru lulus jangan mengangur. Ilmu yang diperoleh selama tiga tahun belajar harus dipraktekan ditengah masyarakat.

Hal itu dikatakan Kepsek Jemmy Jeremias Rabu 10/6) saat acara Penamatan 186 siswa SMKPPN yang lulus dari 189 siswa. Tiga siswa tidak lulus karena sudah tidak masuk sekolah dan telah menikah.

Acara penamatan dihadiri semua orang tua siswa dan dilakukan tiga hari Sejak Senin 8 Juni hinga 10 Juni dengan protokol kesehatan. Satu hari dilakukan tiga sesi dengan 20 siswa setiap satu sesi.

Menurut Kepsek lulusan SMKPPN itu bila langsung kerja kemudian studi lanjut dan berwiraswata atau menjadi pelaku bisnis. "Jadi jangan mengangur. Atau langsung kawin disaat belum bekerja" Kata Kepsek.

Kepsep berharap orang tua harus memdorong anak anak untuk bisa bekerja. Banyak lulusan bisa buka lahan pertanian atau peternakan dan buka usaha UMKM. Banyak ilmu yang diperoleh bisa dipraktekan."Saya optimis para siswa bisa dan mampu melakukan tinggal tergantung kita. Kalau malas dan tidak mau bekerja itu akan merugikan kita" katanya.

Potensi pertanian besar dan luas. Kalau manusia itu sudah makan pasir dan batu pertanian akan mati. Tapi selama manusia masih makan beras sayur mayur umbi umbian maka lahan pertanian masih terbuka luas.

Kepsek menambahkan lima hal yang bisa dilakukan agar sukses kedepan yakni harus rajin, tekun, bertangungjawab, jujur dan loyal pada atasan bila sudah bekerja. Untuk SMKPPN Kalasey milik Pemda Sulut memiliki beberapa jurusan yang memang cocok dengan kondisi daerah seperti jurusan Agribisnis Tanan Pangan, Agribisnis Holtikultura, Perkebunan,  Ternak Ungas dan jurusan Pegelolaan hasil Pertanian. Dari beberapa jurusan banyak jurusan Agribisnis Holtikultura yang diminati.

Selanjutnya pada bagian lain Kepsek mengatakan untuk tahun ajaran 2021 /2022 sekitar 400 siswa yang akan diterima dan akan masuk asrama bila sudah mulai tatap muka. Untuk guru dan sarana di SMKPPN sudah memadai termasuk kualitas guru terus ditingkatkan. Ada bantuan pemerintah Provinsi dan pusat dalam perbaikan sarana dan prasarana sekolah. Sekolah ini kata Kepsek telah ditetapkan sebagai Sekolah Pusat Ungulan di Sulut dan satu satunya di Kabupaten Minahasa.(/Fanny)