Pendidikan

Pendidikan (75)

Manado, Sulutnews.com - Kepala Bidang SMA Diknas Sulut Arthur Tumipa M.Ed mengatakan sejak dilaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di 230 SMA baik negeri dan swasta yang ada di 15 Kabupaten Kota sejak awal September hinga awal Oktober  belum ada laporan ada siswa atau guru yang terkena covid 19. "Jadi kita bersyukur belum ada yang terkena Covid 19 baik siswa dan guru guru serta staf" kata Arthur Tumipa kepada Sulutnews Rabu (13/10) dikantornya.

Menurut Tumipa dalam PTM dengan siswa sekitar 100 ribu pihaknya melakukan pengawasan ketat bekerja sama degan satgas Covid disetiap sekolah. Setiap sekolah harus lakukan prokes ketat. "Sekolah yang lalai dan tidak lakukan Prokes ketat diberikan sangsi."Ujar Tumipa.

Dikatakan dalam PTM ada sekolah yang lakukan satu sif ada juga dua sif terutama sekolah yang banyak siswa. PTM hanya dua jam. Siswa yang belum mendapat ijin dari orang tua untuk ikut PTM tetap mengikuti lewat belajar daring"Tidak ada siswa yang tidak belajar. Semua harus ikut belajar baik PTM maupun belajar daring"kata Tumipa.

Sementara itu Kepala Sekolah ( Kepsek) SMA Negeri 2 Manado Berti Dondokambey SPd secara terpisah mengatakan PTM disekolah berjalan lancar dan prokes ketat. Hinga saat ini belum ada yang terkena Covid 19. Usai PTM siswa langsung pulang kerumah.(fany)

Manado,Sulutnews.com - Dalam kegiatan Pendidikan Tatap Muka (PTM) Terbatas terdapat Siswa dan siswi SMP serta SD di Kota Manado menjadi pesertanya, sebagai tanda dimulainya Program belajar mengajar tahun 2021/2022 di Manado.

Pendidikan Tatap Muka Terbatas dilangsungkan di wilayah yang sudah rendah tingkat resiko penularan covid19, salah satunya terdapat di Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Kepala Bidang Pembinaan SMP Diknas Kota Manado Sonne Denny Wenses Engka, S.Pd mengatakan meskipun begitu Program PTM Terbatas dilakukan sejumlah sekolah SLTP dengan sangat hati-hati dengan tetap menggunakan protap Covid19.

Diharapkan nanti akan berangsur terjadi pemulihan sehingga kelak dapat menghasilkan pendidikan yang diinginkan bersama yakni siswa kita kembali bersekolah, dan meningkatkan mutu pendidikan.

Disamping itu dapat pula menciptakan siswa yang maju dalam teknologi komputer serta ilmu pengetahuan.

"Pastinya PTM Terbatas 1 Oktober diharapkan akan dapat menjadi semangat kita menghadapi pembangunan mutu pendidikan," kata Sonne Engka ditemui sulutnews.com di ruang kerjanya, Selasa (12/10).

Bukan saja akan ada kemajuan dari siswa, ujar Sonne, tetapi PTM Terbatas ini diharapkan akan jadi alat pendorong untuk menghadirkan guru yang hebat sebagai fungsi mempersiapkan proses belajar mengajar dengan penjabaran kurikulum.

Dari hasil pantauan, tambah mantan Kepsek SMP Negeri 10 Manado ini, siswa sudah banyak yang masuk sekolah, sebagian besar mereka sudah rindu untuk sekolah, meskipun dijalaninya dengan protap ketat covid19.

"Siswa SMP Madrasah juga sudah mulai tatap muka terbatas dan berlangsung sukses tak ada kendala, contohnya siswa-siswi SMP Madrasah Kombos 2 Manado," tambahnya.

Jikalau masih ada sekolah SD dan SMP Madrasah yang belum PTM Terbatas nanti akan ada evaluasi kinereja, karena semua siswa pasti sudah ingin kembali ke sekolah.

"Sekolah dari rumah itu dapat dilakukan apabila orangtua tidak mengijinkan, misalnya karena  pertimbangan kesehatan atau lainnya," tuturnya Kabit Sonne. (*/yuk)

Manado, Sulutnews.com - Program Studi Doktor Ilmu Manajemen (PSDIM) Pascasarjana Fakultas Ekonomi Universitas Samratulangi kembali melaksanakan kegiatan sidang promosi doktor atas nama Agustince Neti Kula, Kegiatan ujian promosi doktor ini diselenggarakan secara daring dengan menggunakan aplikasi Zoom Meeting, kegiatan diselenggarakan pada hari Jumat, 8 Oktober 2021 pukul 10.00 Wita. Promovendus Agustince Neti Kula mengharumkan daerah yang dalam kesehariannya merupakan PNS di Bappeda Kabupaten Minahasa Tenggara, telah mempromosikan disertasinya yang berjudul "ANTESEDEN DAN KONSEKUENSI PERILAKU KEPEMIMPINAN WIRAUSAHA PADA PEMERINTAH KABUPATEN MINAHASA TENGGARA".

Promofendus berhasil memberikan gambaran yang mendalam dan holistik tentang perilaku kepemimpinan wirausaha pada Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara.

Pimpinan sidang promosi doktor Prof. Dr. Ir. Ellen Joan Kumaat, M.Sc.,DEA, sekretaris sidang Prof. Dr. Ir. Grevo S. Gerung, Promotor Prof. Dr. S.L.H.V. Joyce Lapian, SE.,MEc, Ko Promotor I Dr. Altje Tumbel, SE.,MSi, Ko Promotor II  Dr. Novi S. Budiarso, SE.,MSA, Penguji Eksternal Prof. Dr. Tulus Haryono, M.Ek, Penguji Prof.Dr.David P.E. Saerang, SE.,MCom(Hons), Penguji Prof. Dr. Bernhard Tewal, SE.,ME, Penguji : Dr. Ivonne S. Saerang, SE.,MM.

Promovendus Agustince Neti Kula dinyatakan lulus dengan kategori Sangat memuaskan, dengan nilai A dengan IPK 3,94, dengan terselenggaranya sidang promosi doktor ini maka Promovendus Agustince dengan sah menyandang gelar Doktor (DR).

DR.Agustince Neti Kula, S.Si, Apt, M.Kes, mengisahkan pengalamannya selama mengikuti kuliah bahkan pada masa pembimbimbingan Disertasi, kadang berbeda pendapat dengan Promotor dan KoPromotor, “namun senang dan bangga dengan tim Promotor yang memperlakukannya sebagai anak yang memberikan motivasi sehingga bisa selesai lebih cepat dari teman-temannya angkatan 2018”, ungkapnya

Tim penguji Prof Dr. Paul Elia D Saerang S.E.M.COM( Hons) yang sebelumnya sebagai kaprodi saat masuk kuliah S3 menyampaikan apresiasi kepada DR.Agustin yang dapat menyelesaikan program Doktor dalam waktu 3 tahun tercepat selama ini. Yang sama juga disampaikan Wakil Dekan 3 Dr Ivonne Saerang SE.MM, selama menjadi penguji baru DR.Agustin yang bisa selesai 3 Tahun.

Ko Promotor 2 Dr. Novi S.Budiarso SE.MSA DR.Agustin adalah mahasiswa bimbingan pertama dari program S3, “dalam upaya mencapai gelar Profesor keberhasilan Agutince sangat membantu saya mencapainya” katanya.

Tim Penguji Prof Bernahard Tewal SE. M.E mengatakan bangga atas pencapaian DR.Agustince dapat menyelesaikan program doktor tepat waktu, ditambahkan oleh Kaprodi PSDIM DR.Viktor Lengkong SE.M.Si, “Keberhasilan Agustince adalah keberhasilan program studi secara keseluruhan”.

Merson Simbolon, teman seangkatan menyampaikan selamat dan bangga atas apa yang telah dicapai, “bahagia melihat teman dapat menyandang gelar Doktor, semoga semakin sukses dan keberhasilan Dr.Agustince akan memberikan semangat kepada kami untuk cepat selesai” katanya.

DR.Agustince Neti Kula menyampaikan ucapan syukur kepada Tuhan atas kelimpahan berkat yang diberikan sehingga dapat menyelesaikan program Doktor, juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga suami/anak yang mendukung memberikan semangat setiap hari, terima kasih kepada Civitas Akademika Universitas Samratulangi, program studi doktor ilmu manejemen.Terima kasih kepada Tim Promotor, Tim Penguji, Kaprodi, Dosen-Dosen, staf administrasi. Terima kasih kepada Penguji Eksternal Prof. Dr. Tulus Haryono, M.Ek.

Disertasi ini terinpirasi dari kepemimpinan Bupati Kabupaten Minahasa Tenggara Bapak James Sumendap, S.H, sehingga “Pencapaian gelar ini saya persembahkan buat Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara” tutup Agustince.(/Yuk)

Manado Sulutnews.com - Siswa yang tidak ikut Pembelajaran Tatap Muka (PTM) mulai awal Oktober karena belum diijinkan orang tua  akan tetap  ikut proses pembelajaran lewat daring. Hal tersebut dikatakan sejumlah Kepala Sekolah (Kepsek) di Kota Manado dan Kabupaten Minahasa secara tetpisah Rabu (29/9) kepada  Sulutnews.com.

Menurut Kepsek SMK Pembangunan Pertanian (SMK-PP) di Kalasey Kabupaten Minahasa Drs Jemmy Jeremias Spd  belum semua siswa disekolahnya akan ikut PTM mulai Senin 4 Oktober. Siswa yang akan ikut PTM baru yang tidak memiki jaringan baik dan siswa tidak mampu.  Sementara yang  bagus jaringan dan mampu serta belum diijinkan orang tua kita lajani blajar daring.  Menurut Kepsek sekolahnya sistim asrama yakni siswa yang ikut PTM harus masuk asrama 60 kamar. Karena sangat  beresiko kalu semua ikut PTM dan masuk asrama maka dibatasi saja siswa yang memang jaringan sulit dan tidak mampu  Dan yang ikut PTM harus prokes ketat serta antigen disekolah lewat kerja sama dengan Puskesmas dan Dinas Kesehatan karena pihaknya terbatas dana untuk pemeriksaan antigen. Untuk guru guru dan karyawan sudah vaksin kedua, begitu juga para siswa.

Hal lain juga dikatakan Kepsek SMK Negeri Manado Drs Vicky Umboh MPd.Menurutnya sekolah siap lakukan PTM dengan prokes ketat. Namun siswa harus ada persetujuan orang tua . Mereka yang belum ikut PTM tetap dilayani Pembelajaran daring. "pokok semua siswa yang ikut PTM dan yang tidak itu tetap ada pembelajaran"Kata Kepsek. Guru guru sudak vaksin dan sebagian besar siswa.

SMP Siap PTM

Sementara Kepsek SMP Negeri 8 Manado Drs Ronald Nayoan MPd dengan siswa sekitar 1.700 ada 95 persen siswa sudah ada persetujuan orang tua untuk ikut PTM. Yang belum akan lewat daring. Dalam PTM mulai Jumat 1 Oktober  baru kelas 7 yang masuk kelas dengan tiga sif dan belajar selama dua jam. Kelas 8 dan 9 belajar dari rumah lewat daring. Hari Senin 4 Oktober kelas 8 yang masuk PTM dan Selasa 5 Oktober kelas 9."Jadi kami lakukan secara bergantian"kata Kepsek. Hal yang sama juga dikatakan Kepsek SMP Negeri I Manado  Drs Steven Tumiwa MPd .Dengan jumlah siswa sekitar 2.050 pihak lakukan prokes ketat dalam PTM Jumat 1 Oktober. Siswa yang sudah diijinkan orang tua  untuk ikut PTM cukup banyak diatas 95 persen. Tingal sedikit yang belum dapat ijin orang tua namun siswa tersebut tetap ikut pembelajatan daring"Jadi tidak ada masalah karena semua siswa baik ikut PTM atau tidak tetap ikut pembelajaran". Dalam PTM siswa hanya dua jam disekolah dan hanya 25 persen  yang masuk dua jam pertama. Kemudian sif kedua 25 persen siswa lain. Satu kelas siswanya sekitar 44 .Jadi 25 persen dari  44 siswa. Saat masuk kelas dan selesai belajar ada petugas satgas covid akan kawal hinga naik kendaraan pulang kerumah. Orang tua siswa harus jemput usai sekolah. Sedangkan Kepsek SD Negeri Malalayang Froukye J Pade SPd secara terpisah mengatakan sekolahnya dengan siswa sekitar 500 akan mulai PTM Senin 4 Oktober dengan Prokes ketat. Sebagian besar orang tua sudah ijinkan anak ikut PTM namun harus antar jemput. Selama dua jam dengan dua sif siswa ikut PTM dan tidak makan disekolah. Menurut Kepsek kalu ada siswa tidak ikut PTM karena alasan tertentu kita layani lewat belajar daring.

Prokes Ketat

Sementara itu Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulut Vileo Dondokambey SE kepada Sulutnews mengatakan untuk SMA dan SMK Sederajat yang  menjadi tangung jawab mereka sudah siap PTM mulai 4 Oktober. .Memang ada beberapa SMA dan SMK yang telah lakukan PTM sejak awal hulan ini di Kota Manado. Untuk yang lain mulai 1 Oktober.  Sedangkan beberapa Kabupaten dan Kota sudah lakukan PTM sejak bulan lalu dan awal September.

Sekretaris Diknas minta PTM harus lakukan Prokes ketat  karena kalau ada siswa atau guru terkena Covid akan dihentikan PTM.

Khusus siswa yang belum diijinkan ikut PTM oleh orang tua harus tetap dilayani lewat daring. Dari data yang ada kata Vileo sudah banyak siswa yang divaksin dan guru guru sudah tahap dua."Saya optimis PTM akan berjalan lancar asalkan prokes ketat" kata Vileo.(/Fany)

Manado,Sulutnews.com - Pemerintah Kota Manado menyatakan kesanggupan mengelar Pembelajaran Tatap Muka Terbatas mulai 1 Oktober 2021 untuk SD dan SLTP.

Walikota Manado Andrei Angouw (AA) menyampaikan rencana 1 Oktober  sebagai hari belajar mengajar tersebut, usai menghadiri Rapat DPRD tentang Pembahasan Anggaran Belanja Tambahan 2021 Pemerintah Kota Manado, akhir pekan lalu.

"Tatap muka di sekolah tidak semua siswa peserta pembelajaran misalnya satu rombel akan dibagi, jadi tidak full, ini sesuai dengan panduan Menteri Dikbut,” ujar Walikota AA kepada sejumlah awak media.

Disamping itu walikota menegaskan, salah satu syaratnya adalah siswa berumur 12 tahun ke atas harus sudah divaksin.

"Jadi jika ingin ikut sekolah tatap muka harus divaksin," kata mantan Pimpinan DPRD Prov Sulut ini.

Siswa yang ikut serta juga harus dapat izin orang tua hal itu wajib. Kalau tak ada izin harus tetap daring, katanya.

Sekolah Harus Miliki Satgas Covid19

Kepala Dinas Pendidikan Manado Daglan Walangitan mengatakan pembelajaran tatap muka mulai 1 oktober memang sudah diawali dengan persiapan.

"Sudah ada persiapan sekolah tatap muka atau kegiatan belajar mengajar tanggal 1 Oktober, kita namakan PTM Terbatas," kata Kepala Dinas Pendidikan Manado DR Daglan Walangitan, Jumat akhir pekan lalu (18/9).

Pihak satuan pendidikan diwajibkan membentuk Satgas Covid-19 yang terdiri dari guru dan karyawan, dalam penerapan pembelajaran tatap muka terbatas ini, tambahnya.

Persiapan lainnya berupa pengaturan peserta didik dibatasi 50 persen.

Walikota Manado Andrei Angouw mengisyaratkan, pembagian jumlah peserta didik 50 banding 50 sedang disiapkan mengingat pembelajaran akan mengacu sesuai protap kesehatan.

Mengingat hal lain bahwa belum semua siswa dan guru mendapatlan vaksin covid19, kita masih harus lakukan dengan jumlah terbatas, tambahnya.

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Diknas Manado Tryana Almas menambahkan ada sebanyak 275 SD Swasta dan SD negeri di Kota Manado yang terdata sejak awal pandemik melakukan proses belajar secara daring.

Namun hal lain tak dijelaskannya, sepeti kegiatan pembekalan Asesmen Nasional (AN) berbasis komputer yang diikuti ratusan siswa SD dan SLTP se Kota Manado pada akhir Agustus.

Kegiatan AS memang viral di medsos, menyebabkan banyak siswa malahan   memiih mendapatkan cakupan vaksinasi covid19 di puskesmas sekolah. (*/yuk).

Manado, Sulutnews.com - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) disejumlah sekolah di Kota Manado telah mendapat persetujuan orang tua siswa. Hal tersebut dikatakan Kepala Sekokah (Kepsek) SMA Negeri 9 Manado Drs Meydi Tungkangi MSi Senin (13/9) di Manado.

Menurutnya setelah diijinkan melakukan PTM dari pemerintah karena pandami Covid 19 sudah menurun. Sekolah dengan jumlah siswa sekitar 2.000 lebih langsung koordinasi dengan orang tua sekitar 80 persen setuju sehinga mulai Senin (13/9)  SMA Negeri 9 melakukan PTM perdana."Jadi yang sudah  setuju siswanya hadir disekolah sekitar 2.5 jam hinga 3 jam dengan Prokes ketat"Kata Kepsek. Sementara siswa yang orang tuanya belum setuju tetap blajar secara daring.

Menurut Kepsek semua siswa tetap melakukan proses belajar mengajar meskipun belum semua masuk. Dalam PTM hanya enam kelas jurusan IPA yang masuk selama belajar 2.5 hinga 3 jam dengan jumlah siswa sekitar 200 Kemudian hari kedua dan seterusnya dilakuan bergantian untuk jurusan lain. Kalau berjalan baik maka akan ditambah jumlah kelas dan siswa. Untuk SMA Negeri 9 semua guru dan staf sudah divaksin. Sementara siswa sudah sebagian besar yang divaksin.

Kepsek optimis PTM disekolahnya akan berjalan lancar, karena ada satgas Covid 19 disekolahnya dan akan dievaluasi setiap hari PTM.

Hal lain juga dikatakan Kepsek SMP Negeri 4 Manado Ibu Dr A Palit Mpd secara terpisah. Menurutnya untuk SMP yang dia pimpin dengan siswa  sekitar 1.700 lebih akan mulai PTM pada awal Oktober nanti. Pihaknya sudah siap namun tetap meminta persetujuan orang tua."Kita tetap akan rapat dengan orang tua siswa." Kata Kepsek. Untuk guru guru sudah vaksin.

Begitu juga dikatakan Kepsek SMP Negeri 13 Manado Drs Hans kepada Sulutnews.com, “untuk PTM sudah siap dan guru guru sudah harus vaksin dan sebagian besar orang tua siswa sudah setuju”, katanya.(/Fany)

Manado,Sulutnews.com - Provinsi Sulawesi Utara mendapat giliran menjadi peserta Pembelajaran Program Kamp Kreatif SMK Indonesia (KKSI) yang digagas Dirjen SMK Kemendikbud RI.

SMK Pusat Keunggulan Negeri 3 Manado yang dikomandoi Kepala Sekolah Asyura Hullinggi, Spd, MPd, menjadi sekolah di Sulut yang terpilih menjadi tuan rumah Program Pembelajaran KKSI tahun 2021.

Program Pembelajaran KKSI ditujukan bagi para siswa SMK Jurusan Tata Boga atau Kuliner dan siswa-siswi yg minat mengembangkan diri dibidang food dengan pemateri yg handal dibidangnya seperti kepala sekolah dan guru pakar Tata Boga.

Program Pembelajaran KKSI di Sulut selain dilakukan pembelajaran juga ada sesi lomba yanh menampilkn tiga orang siswa masing-masing Yosua Yordan Ondang, Rizky Manyohe dan Yulia Jeanie Eman, ketiganya utusan SMK PK Negeri 3 Manado Jurusan Tata Boga Kelas 12.

Ketiga peserta wajib mengikuti pembelajaran berikut berlomba memasak kuliner pada 6 September 2021, sebagai syarat peserta Program KKSI.

Menurut Kepala Sekolah SMK PK Negeri 3 Manado Asyura Hullingi,SPd,MPd, kegiatan KKSI bertujuan mengasa ketrampilan siswa menjadi pakar di bidang tata boga.

"Kegiatan KKSI 2021 hanya berlangsung satu hari saja, untuk hasil Lomba masakan segera dijual kepada guru-guru dengan vidio conferenci bagi yang sedang WFH," kata Kepala Sekolah SMK Pusat Keunggulan Negeri 3 Manado, Asyura Hullingi, Spd, Mpd, di Manado, Senin (6/9).

Kue yang dilombakan adalah Babana Pelangi, Piza tuna, dan Apang sambiki.

Sedangkan penilaian dilakukan pada  rasa kue, kwalitas kue mulai bentuk dan warna, serta cara penyajian kue.

Disamping itu karena KKSI 2021  merupakan upaya meningkatkan mutu pembelajaran berbasis revolusi industri 4.0 di SMK, maka peserta pembelajaran pun wajib mengikuti vidio converensi dengan pembawa materi yang hadir secara daring.

"Kegiatan ini dipandu oleh guru pembimbingnya Jurusan Tata Boga  Ibu Altje Salele, Spd, Mpd," tambah Kepsek Asyura yang juga merupakan pakar Tata Boga dalam KKSI 2021 di SMK PK Negeri 3 Manado. (*/yuk).

Manado,Sulutnews.com - PPKM level 3 yang ditetapkan Pemerintah RI bagi daerah-daerah yang kasus covid19 turun dratis, salah satunya adalah Kota Manado yang berpenduduk 451.916 jiwa.

Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat level 3 ini juga disiapkan pengaturan sekolah tatap muka (STM).

Dilakukan persiapan awal melalui sosialisasi asesmen nasional basis komputer pada akhir Agustus dan awal September 2021.

Kepala Bagian Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Manado, Sonny Wenses Engka, SPd MPd mengatakan, Sekolah Tatap Muka SMP di Manado bisa saja dilakukan mulai bulan depan.

Ada sebanyak 275 SD dan 102 SMP Swasta maupun negeri di Kota Manado telah siap pembelajaran tatap muka.

"Bisa iya kita lakukan bersama pemerintah kota jika pesertanya 25 Persen dari Peserta didik dan pendidik, pengaturan tersebut kan berdasarkan zonasinya Kota Manado sudah orange," ujar Sonny Wenses Engka kepada Media di Manado, Rabu (8/9).

Asesmen nasional adalah persiapan siswa menjelang pembelajara yang diatur pemerintah pusat bukan uji coba sekolah tatap muka, tambah mantan Kepala Sekolah SMP Negeri 10 Manado itu.

Sudah semua SMP diikutkan dalam sosialisasi asesment nasional berbasis komputer dan sukses, sekolah tatap muka tinggal menuggu waktu saja kan, kata Engka mengakhiri percakapan dengan media.(*/yuk).

Bitung,Sulutnews.com - Sejumlah sekolah yang sudah melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Bitung dan Kabupaten Minahasa Utara (Minut)  tetap melakukan Protokol Kesehatan (Prokes) secara ketat meskipun Pandemy Covid 19 mulai menurun.

Hal tersebut dikatakan sejumlah Kepala Sekokah (Kepsek) yang ditemui Sulutnews.com Rabu (8/9)  di Kota Bitung dan Kabupaten Minut. Menurut Kepsek SMK Negeri I Kota Bitung Meiske Makadada SPd sejak 1 September sekolahnya sudah melakukan PTM dengan Prokes ketat. PTM yang juga sudah didukung oleh orang tua siswa hinga Rabu 8 September berjalan baik. Artinya tidak ditemukan siswa atau guru terkena firus Covid 19. Karena Prokes ketat.

Disaat siswa masuk sekolah tim Satgas Covid langsung menjemput siswa untuk mencuci tangan pakai masker dan duduk jaga jarak dan pakai hand sanitizer. Karena banyak siswa maka Menurut Kepsek siswa belajar pakai dua shif, Shif pertama jam 7.30 wita hinga jam 10.00 wita. Shif Kedua dari jam 10.30 hinga pukul 12.00 dan siswa tidak makan disekolah.Usai belajar langsung pulang dan tidak ada kerumunan.

"Hasil evaluasi cukup baik dan tidak ditemukan ada siswa yang terkena Covid. Ini juga karena sebagian besar siswa sudah di Vaksin begitu juga guru guru.

Hal sama juga dikatakan Kepsek SMK Kelautan Baramuli di Airmadidi Minut Louis Lumingkewas SPd MPd secara terpisah. Menurut Kepsek SMK swasta yang dia pimpin sudah satu mingu lebih melakukan PTM dan hasil evaluasi berjalan baik dan tidak ada terkena Covid karena melakuhan Prokes ketat. Guru guru juga sudah difaksin dan siswa.

Satgas Covid Sekolah

Sementara itu Kepsek SMP Negeri 2 Kota Bitung Tommy M Paat SPd secara terpisah mengatakan PTM disekolahnya sejak 1 September berjalan baik. Siswa disekolahnya setiap hari sekitar 600 siswa yang masuk sekolah. Tim satgas Covid disekolah 14 orang langsung memantau siswa sejak masuk sekolah hinga pulang. Jadi  Prokes ketat dan kerumunan tidak ada. Guru guru sudah divaksin dan siswa sebagian juga.  Hinga saat ini tidak ada yang terkena Covid. SMP yang siswanya hampir 2.000 lebih memang sulit mengaturnya. Tapi kalau Kepsek dia memberanikan diri dan berusaha kerja keras melakukan PTM dan hinga saat ini berjalan baik. PTM di Sekolah ini tidak pakai shif.

Sementara Kepsek SMP Swasta Dewi Laut Bitung Bastian Langingi SPd untuk sekolahnya sejak PTM berjalan tidak ada masalah. Karena Prokes ketat dan siswa sudah senang bisa bersekolah. Guru guru sudah vaksin dan siswa sehinga Kepsek optimis akan lancar PTM disekolahnya.

Awasi Ketat

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bitung dr Piter Lumingkewas mengatakan secara terpisah Kota Bitung sudah masuk level 3. Namun tetap meminta agar masyarakat tetap waspada dan terapkan Prokes ketat terutama pelaksanaan PTM disekolah."Kita terus berkoordinasi dengan Puskesmas dan Sekolah sekolah agar Prokes tetap dilakukan ketat. Tidak bisa lengah,. Kita tetap awasi ketat Kata Kadis Kesehatan. (fany)

Manado, Sulutnews.com - Proses belajar secara daring ditingkat Sekolah Menegah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Sekolah Sederajat di 15 Kabupaten dan Kota hingga saat ini berjalan lancar. Namun ada beberapa sekolah yang berada didaerah terpencil sering ganguan signal internet, tapi langsung dapat diatasi.

Hal tersebut dikatakan Sekretaris Diknas Sulut Drs Vieleo Dondokambey kepada Sulutnews.com Senin (9/8)  usai acara serah terima Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Negeri 2 Manado dari Kepsek lama Drs Ombung kepada Kepsek baru Drs Berti Dondokambey. Ombung memasuki masa pensiun yang baru sebelumnya Wakil Kepsek Bidang Kurikulum SMA Negeri 2. Hadir dalam serah terima Kabid SMA Diknas Drs Artur Tumipa dan sejumlah guru dengan prokes yang ketat.

Sekdiknas Vieleo mengatakan dalam proses belajar daring memang  kita pantau terus karena tidak mudah apalagi didaerah terpencil dan cuaca buruk. Diknas Sulut  terus lakukan evaluasi terutama juga tenaga guru dan sarana penunjang. Karena kualitas guru menjadi perhatian. "Jadi Diknas memantau terus semua Sekolah dan ribuan guru termasuk guru honorer atau THL."Kata Vieleo.

Terkait  quota pulsa untuk guru Guru dan siswa itu sudah diberikan oleh Kementrian Pendidikan langsung ke no hand phone dan WA guru-guru dan siswa."Jadi tidak ada masalah mengenai pulsa" Kata Vieleo.

Sementara itu Kepsek SMA Negeri 2 Manado yang baru Drs Berti Dondokambey mengatakan kepada Sulutnews.com pihaknya akan melanjutkan program Kepsek yang lama. Terutama proses belajar mengajar daring yang baik kita lanjutkan yang kurang baik kita benahi. Saat ini proses belajar daring SMA Negeri 2 sudah berjalan baik hanya beberapa siswa yang karena jaringan sering terlambat belajar.

Hal yang lain dikatakan Kepsek SMA Negeri 7 Manado Dra Marlina Katihokang MPd kepada Sulutnews.com Senin(9/8) disela sela acara HUT ke-48 SMA Negeri 7. Menurut Marlina belajar daring disituasi pandemi Covid 19 memang tidak mudah, namun SMA Yang dia pimpin sejak 2020 lalu tetap berjalan baik sampai saat ini dengan siswa sekitar 1.800 lebih. Bahkan saat ini sudah ada kelas akselerasi sejak tahun lalu. Jadi siswa hanya belajar dua tahun saja.

Sementara itu Kepsek SMK Negeri 6 Manado Drs Vicky Umboh MPd secara terpisah kepada Sulutnews.com mengatakan untuk sekolahnya meskipun berat tetap berjalan baik belajar daring. Guru-guru dan para siswa kita pantau terus dan evaluasi setiap usai belajar."Sejak 2020 berjalan baik hinga saat ini."Katanya. Untuk pulsa selain bantuan dari Kementrian Pendidikan pihak sekolah juga bantu. Siswa yang sulit jaringan kita datangi. Dan guru guru yang jaringan sulit harus datang kesekolah karena ada wifi tapi dengan prokes ketat.(/fany)