Pendidikan

Pendidikan (64)

Manado,Sulutnews.com -  Angkasa Pangkalan TNI AU Sam Ratulangi Manado dibawah pembinaan Komandan Lanud Sam Ratulangi Marsma TNI Mohamad Satriyo Utomo S.H., mengadakan kegiatan pengenalan sekolah secara daring dari Gedung Sekolah TK Angkasa Jalan A. A. Maramis, Lapangan, Mapanget, Rabu (14/07/2021).

Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dibuka secara resmi oleh Ketua Yasarini Pengurus Cabang Lanud Sam Ratulangi Ibu Reni Satriyo Utomo, S.E.

Dalam sambutannya, Ketua Yasarini Pengurus Cabang Lanud Sam Ratulangi mengatakan bahwa mengawali tahun pelajaran tahun 2021-2022, seluruh peserta didik baru wajib mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah.

“MPLS akan dipandu oleh bapak dan ibu guru dibantu  pengurus Yasarini dan kepanitian MPLS. Selama kegiatan ini berlangsung, kami berharap anak-anak dapat memperoleh pengalaman baru yang menyenangkan, mengenal teman yang baru, para guru dan karyawan. Dan yang paling utama, mengenal lingkungan sekolah sebagai kawasan wiyata mandala tempat anak-anak belajar selama satu atau dua tahun ke depan”, jelas  Ibu Reni Satriyo Utomo, S.E.

“Selamat datang dan selamat bergabung kepada seluruh peserta didik baru beserta keluarga. Alhamdulillah, kami dari Yasarini Lanud Sam Ratulangi telah menyediakan sarana dan prasarana di TK Angkasa Lanud Sam Ratulangi dengan lebih baik, kami sudah melakukan renovasi terhadap gedung sekolah, dan memperbaharui sarana dan prasarana serta fasilitas yang ada.

Saya berharap peserta didik akan lebih nyaman untuk belajar di sekolah TK Angkasa. Masa pengenalan lingkungan sekolah secara daring dari 12 Juli sampai dengan 16 Juli 2021”, ujar Ketua Yasarini mewakili keluarga besar Yasarini Pengurus Cabang Lanud Sam Ratulangi di depan layar zoom meeting MPLS.

Sementara itu, Ibu Ayu Moch. Choirudin selaku Kabidik Yasarini Cabang Lanud Sam Ratulangi menjelaskan bahwa Sekolah TK Angkasa telah menerima lima puluh delapan anak baru dan sembilan anak yang masih melanjutkan ke kelas B. Jumlah keseluruhan anak adalah enam puluh tujuh siswa.

“Hal ini menggambarkan tingkat kepercayaan orangtua kepada Yasarini Cabang Lanud Sam Ratulangi Manado sangatlah tinggi. Sehingga orangtua telah mendaftarkan anak-anaknya untuk bersekolah di TK Angkasa Lanud Sam Ratulangi”, ungkapnya.

Saat ini, Kepala Sekolah diawaki oleh Bapak Reymond R Rawung S.Pd selaku Pembicara Utama MPLS. MPLS bertujuan untuk mengenal taman bermain, dan ruang kelas serta semua sarana dan prasarana yang ada. Persyaratan masuk sekolah TK Angkasa hanyalah bermodalkan KTP Orangtua, Kartu Keluarga dan Akte Anak.

Selama masa pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dari 5 Juli sampai 18 Juli 2021, maka pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring. Hal ini berdasarkan Surat Edaran Gubernur Sulut Nomor 440/21.4150/Sekr-Dinkes tertanggal 5 Juli 2021.

Adapun Guru-guru pendukung giat belajar mengajar adalah Astri Wongkar, S.Pd selaku Wali Kelas B3; Farah Wullur .S.Pd Wali Kelas B2; Evie Ante S.Psi Wali Kelas A serta Rus Djahuno sebagai Wali Kelas B1. (Adrian)

Manado, Sulutnews.com - Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE Launching Vaksinasi Covid-19 untuk anak usia  12-17 tahun, dipusatkan di SMP-SMA Eben Haezar Teling Manado, Senin 5 Juli 2021.

Dalam sambutannya, Gubernur memberikan apresiasi yang tinggi kepada pihak Eben Heazer yang telah bersedia memberikan tempat dalam pelaksanaan vaksin anak umur 12 – 17 tahun,  “berharap waktu dekat seluruh anak sekolah dan guru sudah divaksin sehingga proses belajar mengajar tatap muka dapat dimulai meski dalam tahap pembatasan”, Imbuhnya.

Gubernur mengajak seluruh warga sulut agar divaksin.”Memang ada yang sudah dua kali vaksin tapi masih terpapar covid – 19 tapi harus yakin bahwa orang  sudah divaksin lebih kuat dibandingkan orang yang belum divakasin apabila terpapar virus covid – 19,” kata Gubernur.

Dalam launching tersebut hadir Walikota Manado Andre Angouw, Wakil Walikota Manado Richard Sualang, Sekot Manado Mickler Lakat, Kadis Kesehatan Debie Kalalo, Kepala Sekolah se – Sulut serta Kepala Daerah Kabupaten/kota secara virtual.

Kepala Dikda Sulut Grace Punuh menyampaikan bahwa target vaksinasi di tingkat SMA sederajat sebanyak 100ribu siswa.”Target ini diluar sekolah tingkat SD dan,SMP,” katanya.(/Yayuk)

Manado,Sulutnews.com - Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dr Grace Lisje Punuh,Mkes, menyebut belum semua kepala sekolah dan tenaga pendidik sekolah SMA/SMK tersentuh pelayanan Vaksin COVID-19 di Provinsi berpenduduk 2,6 juta jiwa itu.

"Belum semua sekolah di daerah kita disentuh pelayanan tenaga kesehatan Vaksin COVID-19, padahal kegiatan vaksinasi sudah berjalan bertahap sejak awal tahun 2021," kata Kadis Dikda dr Grace Lisje Punuh,MKes saat bertatap muka dengan sejumlah Kepala Sekolah SMK di Gedung Pertemuan Dinas Pendidikan Daerah Sulut, Jumat (18/6) lima hari yang lalu.

Misalnya di daerah terdekat seperti di Manado, seharusnya semua guru sudah divaksin 2x saat dibuka PPDB 2021. Keterlambatan memperoleh vaksin menandakan sekolah belum mampu mengakses seluruh informasi tentang pelaksanaan waktu dan tempat vaksinasi, akhirnya guru tidak bisa segera memiliki sertifikat imun.

Selain itu Kadis Gace Punuh menyebut sekolah SMA/SMK yang belum disentuh nakes vaksin, sebaiknya segera mendaftar ke Dikda Sulut. "Sekolah yang sudah terdaftar akan mendapat layanan vaksin, saya akan konfirmasi hal ini untuk ditindaklanjuti Dinkes," katanya.

Wanita berambut sebahu ini melanjutkan jika ada sekolah sudah terlayani nakes, tetapi masih ada guru THL tak hadir saat hari pelaksanaan vaksinasi, maka harus dicari penyebabnya.

"Saya harap hal seperti ini dapat dijelaskan atasnama laporan, maka akan ditindaklanjuti mengapa ada guru yang tidak mau disuntik vaksin. Ia meminta profesionalie harus diperhatikan demi terlaksananya percepatan vaksinasi, mengingat sampai dengan sekarang ini Mendikbud RI Nadiem Makarim meminta tenaga pendidik yang beraktifitas di sekolah harus sudah disuntikan vaksinasi COVID-19 2x pada tenggang waktu tahun 2021/2022.

Seperti sudah diberitakan sebelumnya, pemberian vaksin COVID-19 tahap II untuk tenaga pendidik TK, SD, SMP, SMA/SMK yang gedung sekolahnya berada di Ibu Kota Provinsi Manado, di kota kabupaten, desa, dan di kepulauan, dilakukan oleh Pemerintah Sulut dan dilayani nakes di masing-masing daerah. (*/yuk).

Manado,Sulutnews.com - Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) Dinas Pendidikan Daerah Privinsi Sulawesi Utara mengelar Rapat di Manado, Jumat sore (18/6).

MKKS merupakan komunitas para Kepala Sekolah (Kepsek) SMA dan SMK Negeri maupun Swasta, yang sekolahnya tersebar di Provinsi Sulawesi Utara.

Peserta rapat khusus Kepala Sekolah SMK ini diwajibkan menggunakan protap kesehatan untuk mencegah penularan wabah Corona baru Varian Delta yang sedang mengancam  Indonesia itu.

Kepala Dinas Pendidikan Nasional Prov Sulut dr L.Grace Punuh,MKes memberikan apresiasi kepada kepala sekolah SMK dalam menyelenggarakan pendidikan nasional melalui terciptanya Sekolah Menengah Kejuruan Pusat Keunggulan (SMK-PK) di Sulawesi Utara di Masa Pandemik.

"Provinsi Sulawesi Utara ketambahan 5 SMK Pusat Unggulan, satu diantaranya SMK Pertanian. Ini sudah baik MKKS Sebagai wadah Kepala Sekolah saya beri apresiasi positif, " kata Kadis Grace Punuh di sambutannya saat hadir dalam acara penutupan Rapat MKKS SMK Se Sulut di Aula Kantor Dikda Sulut.

Menurutnya managerial komunitas kepala sekolah MKKS SMK sudah sejalan dan komitmen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI terhadap transformasi dunia Pendidikan sekolah SMK Pusat Unggulan di tanah air. Komunitas MKKS SMK Sulawesi Utara telah berperan mewujudkannya bersama Dinas Pendidikan Daerah Sulut, lulusan SMK yang mampu menjawab tantangan dunia kerja.

Ia pun meminta pengurus dan anggota MKKS SMK dapat terus meningkatkan profesionalitas kepala sekolah, serta memanagerial sumber dana sekolah yaitu BOS untuk kukuh dicairkan bagi kemajuan pendidikan. Kadis juga meminta agar kepala sekolah yang belum melengkapi dokumen pencairan dana BOS untuk segera mengurusnya agar dana tersebut bisa segera digunakan untuk membiayai operasional sekolah di masa pandemik corona.

Rapat tersebut antara lain membahas komitmen MKKS SMK mencapai tujuan SMK Pusat Keunggulan atau SMK-PK, pentingnya kehadiran Ranperda Pendidikan di Sulawesi Utara, Distribusi Dana BOS SMK, dan Kalender MKKS SMK yang sebentar lagi akan dibagikan kepada seluruh sekolah.

Tampak hadir Ketua MKKS SMA/SMK Dinas Pendidikan Provinsi Sulut Drs Anton Rosang dan segenap Pengurus inti MKKS SMK diantaranya Kepsek SMK Negeri 4 Manado Drs Moudy Lumintang (Moderator), Kepsek SMK Negeri 1 Manado Drs Jenner Rein Rumerung,Msi, Kepsek SMK Negeri 3 Manado Asyura Hulinggi,SPd, Kepsek SMK PP Manado Jemmy Jeremias,SPd, SMK Negeri 3 Bitung Hennie Onibala,Spd, dan lainnya.

Mereka yang hadir pada pembukaan rapat jumlahnya mencapai 118 Kepala Sekolah SMK dari 187 Anggota MKKS SMK, kemudian peserta berkurang menjadi 75 orang Kepala Sekolah saat Acara penutupan berlangsung. Ada  yang pulang karena sudah beli tiket kapal laut ke Tahuna, Sitaro, Siau, dan bus seperti ke Bolmong, Boltim dan Bolmut. Dan ada pula peserta yang datang namun tak bisa mengikuti acara hingga selesai disebabkan masa Pandemik, kata Lumintang.(*/yuk)

Tomohon,sulutnews.com- Mantan Rektor Universitas Sariputra Indonesia Tomohon (UNSRIT) Dr Rooije RH Rumende SSi MKes resmi melaporkan  seorang lelaki berinisial JJE alias julius Warga Kota Tomohon, terkait dugaan Pencemaran nama baik ke Mapolres Tomohon, Senin (14/6) sore tadi, sekira Pukul 17.30.

Laporan itu diterima kepolisian dengan nomor STPL/B/240/VI/2021/SPKT/Res-Tmhn-Polda Sulut, tanggal 14 Juni 2021.

Dugaan tindak pidana pencemaran nama baik yang dilaporkan oleh Rumende tampak diterimah langsung oleh banit II SPKT Polres Tomohon AIPDA Frenty Karundeng.

Usai melayangkan laporannya, Rumende kepada media ini menjelaskan bahwa dirinya telah melaporkan seorang lelaki JJE ke Polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya kepada pihak yang berwajib, yang membuat dirinya merasa dicemarkan akibat ulah terlapor tersebut.

"Langkah ini saya ambil, mengingat saya berstatus sebagai pejabat publik, sebagai ASN, juga sebagai mantan rektor UNSRIT tutur Rumende.

Lanjut Dijelaskan Rumende, sebetulnya masalah di internal Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kota Tomohon, yang sempat heboh sehingga terpublikasikan di media masa  Itu sudah selesai.

Sebelumnya dirinya juga sudah pernah melaporkan seseorang dengan kasus yang sama.  laporannya tersebut saya layangkan ke Polres Tomohon pada sekitar Februari 2021, dengan terlapor adalah Ketua LPM Sulut berinisial lelaki FS.

Dimana saat itu, FS menuding dirinya sebagai ketua LPM Tomohon telah diberhentikan sebagai ketua, disebabkan karena tidak memberikan laporan pertanggungjawaban keuangan negara/dana hibah tahun 2020 dari pemerintah Kota Tomohon.

Padahal FS telah membuat pernyataan tertulis dan dibacakan dihadapan penyidik polres, para wartawan, dan  pengurus LPM Kota Tomohon pada tanggal 14 April 2021, dimana FS sendiri mengaku telah bersalah, minta maaf, dan tidak akan mengulangi lagi, terang Rumende.

"Saya pikir pada waktu itu masalah saya dengan Ketua LPM Sulut sudah selesai, apa lagi  pengakuan FS  itu disiarkan langsung ke media masa.  Namun anehnya saat ini, masalah pencemaran nama baik yang sama muncul lagi, tapi yang melakukannya adalah orang lain, dengan tuduhan yang hampir sama.

Jadi inilah maksut saya mendatangi Mapolres Tomohon, sambil memohon agar kiranya laporan saya dapat di usut tuntas oleh Penyidik, tutup Rumende.

Bertalian dengan kasus tersebut,  Kapolres Tomohon AKBP. Bambang Gatot Ashari SIK.MH melalui Banit II SPKT Polres Tomohon AIPDA Frenty Karundeng dikonfirmasi media ini membenarkan laporan Mantan Rektor Unsrit tersebut.  "Benar yang bersangkutan sore tadi telah mendatangi Mapolres dan melayangkan Laporannya tersebut, tukas Karundeng. (Adrian)

Minahasa, Sulutnews.com - Puluhan mahasiswa dari sejumlah organisasi yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Universitas Negeri Manado (Unima) melakukan aksi demo damai terkait Pungutan Liar (Pungli) yang diduga marak terjadi diseluruh Fakultas-fakultas Unima di depan Kantor Pusat Rektorat Unima, Senin (14/6).

Para mahasiswa yang tergabung dalam KBM Unima dalam aksinya menyatakan 4 sikap yaitu, menuntut agar Rektor Unima Ditje Katuuk untuk mengeluarkan surat edaran mengenai Pungli, Transparansi Uang Kuliah Tunggal (UKT), Perpanjangan study Mahasiswa  Unima Angkatan 2014 dan Meminta Rektor Unima Meningkatkan Pelayanan Birokrasi sekaligus transparansi anggaran Kemahasiswaan.

Aksi Demo ini langsung di respon oleh Rektor Unima Prof.Dr Ditje Katuuk MPd Bersama jajaranya terkait apa yang menjadi tuntutan para mahasiswa tersebut.

Rektor Katuuk, didepan mahasiswa mengatakan bahwa dirinya selaku Pimpinan Unima akan menindak lanjuti apa yang menjadi tuntutan soal pungli yang terjadi di setiap fakultas, dan secara tegas Katuuk akan memberikan sangsi kepada pejabat jika terbukti melakukan pungli terhadap mahasiswa.

Disisi lain terkait aksi demo Mahasiswa tersebut, Pembantu Rektor 4  Prof Dr Noldy Pelengkahu M.Pd, saat di cegat sejumlah wartawan mengatakan bahwa dirinya membenarkan kalau pihak pejabat  Unima perlu dibersikan karena sudah 'Kotor'.

"Perlu di selaber dan bersihkan dari kotor-kotor agar Unima bisa maju, saya berani pasang dada agar rektor ambil Langkah pembersihan seluruh pejabat .” tandas PR 4 Pelengkahu.

Aksi demo Ini pun mendapat mendapat dukungan besar dari Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Sulawesi Utara (Sulut) yang di nahkodai oleh Juan Ratu, yang konsen terhadap isu-isu kemahasiswaan dan sosial masyarakat ini.

Menurut Ratu, Aksi ini bentuk kerisauan dari civitas akademika di Unima, dan bentuk rasa cinta akan dunia pendidikan. Bahwa praktek kotor berupa pungli harus diberantas.

"Marwah dunia pendidikan dikebiri dengan pungli yang membudaya. Juga harus ada tindak lanjut yang efektif dari pemangku kebijakan di lembaga perguruan tinggi," tegasnya.

"Karena dunia kampus yang eksklusif cenderung disalahgunakan dengan praktek pungli bagi mahasiswa," pungkas Ketua GMNI Sulut ini yang geram atas kelakuan pejabat Unima.(Adrian)

Manado, Sulutnews.com - Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan Negeri (SMKPPN) Kalasey Drs Jemmy Jeremias minta 186 siswa yang baru lulus jangan mengangur. Ilmu yang diperoleh selama tiga tahun belajar harus dipraktekan ditengah masyarakat.

Hal itu dikatakan Kepsek Jemmy Jeremias Rabu 10/6) saat acara Penamatan 186 siswa SMKPPN yang lulus dari 189 siswa. Tiga siswa tidak lulus karena sudah tidak masuk sekolah dan telah menikah.

Acara penamatan dihadiri semua orang tua siswa dan dilakukan tiga hari Sejak Senin 8 Juni hinga 10 Juni dengan protokol kesehatan. Satu hari dilakukan tiga sesi dengan 20 siswa setiap satu sesi.

Menurut Kepsek lulusan SMKPPN itu bila langsung kerja kemudian studi lanjut dan berwiraswata atau menjadi pelaku bisnis. "Jadi jangan mengangur. Atau langsung kawin disaat belum bekerja" Kata Kepsek.

Kepsep berharap orang tua harus memdorong anak anak untuk bisa bekerja. Banyak lulusan bisa buka lahan pertanian atau peternakan dan buka usaha UMKM. Banyak ilmu yang diperoleh bisa dipraktekan."Saya optimis para siswa bisa dan mampu melakukan tinggal tergantung kita. Kalau malas dan tidak mau bekerja itu akan merugikan kita" katanya.

Potensi pertanian besar dan luas. Kalau manusia itu sudah makan pasir dan batu pertanian akan mati. Tapi selama manusia masih makan beras sayur mayur umbi umbian maka lahan pertanian masih terbuka luas.

Kepsek menambahkan lima hal yang bisa dilakukan agar sukses kedepan yakni harus rajin, tekun, bertangungjawab, jujur dan loyal pada atasan bila sudah bekerja. Untuk SMKPPN Kalasey milik Pemda Sulut memiliki beberapa jurusan yang memang cocok dengan kondisi daerah seperti jurusan Agribisnis Tanan Pangan, Agribisnis Holtikultura, Perkebunan,  Ternak Ungas dan jurusan Pegelolaan hasil Pertanian. Dari beberapa jurusan banyak jurusan Agribisnis Holtikultura yang diminati.

Selanjutnya pada bagian lain Kepsek mengatakan untuk tahun ajaran 2021 /2022 sekitar 400 siswa yang akan diterima dan akan masuk asrama bila sudah mulai tatap muka. Untuk guru dan sarana di SMKPPN sudah memadai termasuk kualitas guru terus ditingkatkan. Ada bantuan pemerintah Provinsi dan pusat dalam perbaikan sarana dan prasarana sekolah. Sekolah ini kata Kepsek telah ditetapkan sebagai Sekolah Pusat Ungulan di Sulut dan satu satunya di Kabupaten Minahasa.(/Fanny)

Manado, Sulutnews.com - Sekolah Menegah Kejuruan Negeri (SMKN) Pertanian milik Pemda Sulut di Desa Kalasey Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa terus tingkatkan kualitas para siswa dan guru serta dilengkapi sarana dan prasrana yang memadai. Hal itu dikatakan Kepala Sekolah  SMKN Pertanian Kalasey Drs Jemmy Jermias kepada Sulutnews.com Selasa (4/5) di Kalasey.

Menurut Jermias SMKN Pertanian saat ini siswanya ratusan dan tahun ini akan selesai studi sekitar 188 siswa yang berasal dari 15 Kabupaten dan Kota."Jadi 188 siswa saya optimis akan lulus semua karena kualitas tidak diragukan"Kata Kepsek Jermias. Bahkan ini ada peningkatan meskipun dimasa pandemi dengan proses belajar sejak tahun lalu hanya lewat daring. Dikatakan saat ujian akhir  bulan April lalu siswa yang tingal jauh di beberapa Kabupaten Kota didatangi  pihak sekolah."Jadi saya sebagai Kepsek datang langsung kepada siswa yang jauh dan tidak ada jaringan telepon dan internet sehinga semua siswa ikut ujian termasuk  siswa yang miskin"katanya.

Para lulusan nanti dipastikan berkualitas dan siap pakai terutama disektor pertanian yang memang potensi terbesar Di Sulut. Terkait rencana belajar tatap muka SMKN Pertanian, Kepsek mengatakan sudah siap dengan menerapan Protokol Kesehatan yang ketat.

SMKN Pertanian yang lokasinya berada disekitar lahan Pertanian memiliki asrama yang lengkap. Bagi masyarakat yang berminat masuk SMKN Pertanian tidak perlu ragu karena SMKN lengkap dan kualitas tidak kalah dengan sekolah lain. Sejumlah petani yang ditemui Sulutnews menyatakan bangga dengan SMKN Pertanian karena sangat membantu petani "Saya bangga dengan SMKN Pertanian"kata Jhonny W petani di Minahasa.

Tenaga disektor pertanian perlu yang trampil diera saat ini, hal lain dikatakan Rein M petani dari Minsel. Sektor pertanian Sulut perlu ada sentuan tenaga trampil agar menghasilkan produk pertanian yang berkualitas.(/Fanny)

Minahasa, Sulutnews.com - Rektor Universitas Negeri Manado (Unima) Prof. Dr. Deitje Adelfien Katuuk M.Pd, melalui pembantu rektor lV bidang perencanaan dan sistem informasi Prof.Dr. Noldy Pelengkahu M.Pd, saat tatap muka dengan sejumlah Wartawan mengatakan pihak Unima saat ini sangat merindukan adanya penanganan Kamtibmas yang lebih dalam situasi dan kondisi saat ini.

Hal tersebut dikatakan Noldy Pelengkahu di ruang kerjanya pada pukul 15.00 wita bertempat di kantor pusat Unima Kelurahan Tonsaru, Kecamatan Tondano Selatan, Kabupaten minahasa, Senin (19/4).

Prof. Noldy mengatakan bahwa Unima memiliki 4 blok seluas 4 kelurahan dengan luas area lahan 270 hekta are yang penduduknya dari berbagai suku daerah Kabupaten Minahasa.

"Dengan melihat kondisi saat ini Unima sangat merindukan adanya Sub Sektor sendiri dalam pengawasan dan penanganan Kamtibmas ,hal ini berdasarkan kajian dimana luas area 4 blok di Unima seluas 4 kelurahan dengan keadaan penduduk di lingkungan Unima berasal dari berbagai suku daerah yang ada di indonesia" ujar Pelengkahu.

Menurutnya pihak unima sendiri pernah mengusulkan hal ini ke pihak kepolisian resort minahasa tinggal menunggu tindak lanjut dari pihak Polres Minahasa," Selaku pembantu rektor lV yang membidangi ini, kami pernah mengusulkan ke pihak polres bahkan hari ini Senin 19 april 2021 kami telah menyurat ke Kapolda Sulut terkait permohonan pihak unima ini," jelasnya

Pelengkahu menambahkan, bukan hanya Polsek khusus tapi juga Unima saat ini sedang merencanakan pemberlakuan satu pintu masuk Area Unima , dimana pintu masuk tersebut tidak dapat dilalui angkutan umum nantinya para mahasiswa, ASN dari pintu masuk akan disiapkan bus Unima khusus yang akan beroperasi di dalam area Unima. (Adrian)

Jakarta, Sulutnews.com - Nadim Makarim Mengaku kehilangan atas gugurnya dua guru hebat di tanah Papua. Kedua guru itu adalah Yonatan Randen yang merupakan guru di SMPN 1 Julokoma dan Oktavianus Rayo yang merupakan guru Sekolah Dasar (SD).

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Berduka. Turut berbelasungkawa atas gugurnya dua guru hebat dalam menjalankan tugas di Distrik Beoga, Papua," ujar Nadiem melansir laman resmi Instagramnya @nadiemmakarim, Rabu (14/4/2021).

Dia mengucapkan terima kasih atas pengabdian kedua guru tersebut untuk pendidikan Indonesia. Asal tahu saja, dua guru di tanah Papua tewas, akibat keberingasan kelompok kriminal bersenjata (KKB). Kedua guru itu, yakni Yonatan Randen yang merupakan guru SMPN 1 Julokoma dan Oktovianus Rayo yang merupakan guru Sekolah Dasar (SD). Selain dua penembakan guru, Kepala Sekolah SMPN 1 Julukoma Junedia Arung Salele juga sempat diculik anggota KKB.

Gugurnya dua guru di tanah Papua juga direspons oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). PGRI mengutuk keras atas penembakan yang menyebabkan dua orang guru tewas oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di tanah Papua, selama dua hari berturut-turut. "Untuk kesekian kalinya beberapa guru di daerah konflik kembali menjadi korban kekerasan oleh KKB. Kami mengutus keras atas tindakan itu," kata Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PGRI, Unifah Rosyidi.

PGRI juga sangat menyesalkan terjadinya pembakaran terhadap tiga gedung sekolah dasar (SD) Jambul, SMPN 1, dan SMAN 1 Beoga, Puncak Papua. "Dan ada pembakaran rumah guru juga pada Kamis, 8 April 2021," jelas dia. Dia menegaskan, guru adalah penyuluh peradaban bangsa yang mengabdikan diri untuk mencerdaskan generasi bangsa, sehingga harus dilindungi dalam menjalankan tugasnya, untuk itu, dia berharap negara dapat hadir dapat melalui pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat pertahanan dan keamanan, tokoh masyarakat (adat) untuk dapat memberikan perlindungan terhadap keselamatan para guru. "Terutama yang bertugas di pedalaman yang saat ini tersulut konflik agar mereka mendapatkan jaminan keselamatan diri, dan keluarganya," ujar dia.

Apabila guru tersebut merasakan ketidakpastian akan jaminan keselamatan dalam menjalankan tugasnya, lanjut dia, maka mohon bantuan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat memfasilitasi mereka. "Dengan begitu tempat tugas mereka aman dan terlindungi," ungkapnya.

Dia juga berharap Tuhan Yang Maha Esa selalu memberikan perlindungan kepada kaum guru dan seluruh masyarakat yang berada di daerah konflik. Begitu juga, permasalahan yang terjadi di daerah konflik, agar dapat segera teratasi dan masyarakat kembali menjalani kehidupan yang tenang dalam satu rumah negara tercinta, yakni Indonesia.

"Selamat jalan kawan! Semoga mendapatkan tempat yang tinggi di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan mendapatkan ketabahan dan kesabaran," ujar Unifah.(/Dyah)