Sumatra Utara

Sumatra Utara (13)

Sergai, Sulutnews.com - Dewan Pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) Masa Bakti 2022-2027 resmi dikukuhkan oleh Ketua Dewan Pengurus KORPRI Sumatera Utara (Sumut) Dr H Arsyad Lubis, MM di Aula Sultan Serdang Komplek Kantor Bupati Sergai di Sei Rampah, Senin (17/1/2022).

Usai dikukuhkan, Ketua Terpilih Dewan Pengurus KORPRI Sergai H M Faisal Hasrimy, AP, M.AP yang juga sebagai Sekdakab Sergai menyampaikan semangat untuk tetap bekerja keras, tetap kompak dalam menjalankan tugas sebagai ASN.

Ia mengajak kepada seluruh pengurus yang baru dilantik untuk sama-sama bekerja keras menggali potensi yang dimiliki sehingga dapat menciptakan inovasi dan kreativitas dalam memberikan yang terbaik kepada masyarakat Sergai.

“Ciptakanlah ide-ide yang terbaik untuk kemajuan Tanah Bertuah Negeri Beradat. Kita jaga dan jalankan amanah yang telah diberikan sehingga dapat bekerja dengan maksimal. Mari kita tunjukkan bahwa korps KORPRI ini adalah korps yang terbaik. Tetap semangat dalam menjalankan amanah, tetap semangat untuk membantu visi dan misi Bapak Bupati Darma Wijaya dan Wakil Bupati Bapak Adlin Tambunan menakhodai Kabupaten Sergai. Jangan pernah   lelah untuk mencintai kabupaten tercinta ini,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pengurus KORPRI Sumut Dr H Arsyad Lubis, MM menyampaikan bahwa kehadiran organisasi KORPRI ini diharapkan membawa manfaat bagi anggota dan juga masyarakat.

Ia menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus KORPRI yang baru saja dikukuhkan sekaligus berpesan, jika dalam menjalankan tugas harus menjunjung tinggi profesionalitas serta memahami tugas pokok dan fungsi serta menjalankan pekerjaan tersebut dengan baik, yang meliputi, akuntabilitas, nasionalisme (netralitas), etika publik, komitmen mutu, anti korupsi dan integritas.

Ada tiga pesan yang harus dilaksanakan, pertama bertanggung jawablah terhadap tugas yang diamanahkan disertai dengan motivasi yang tinggi dan semangat pengabdian. Kedua, laksanakan konsolidasi organisasi sesuai ketentuan yang sudah diatur dalam AD/ART, dan yang terakhir, laksanakan semua hasil keputusan musyawarah KORPRI untuk kepentingan anggota dan organisasi demi memajukan masyarakat pada umumnya,” pungkasnya.

Adapun susunan personalia Dewan Pengurus KORPRI Kabupaten Sergai Masa Bakti 2022 -2077 yaitu; H M Faisal Hasrimy,AP, M.AP sebagai Ketua, Drs Fajar Simbolon, M.Si, sebagai Ketua I, Nina Deliana Hutabarat, S.Sos, M.Si sebagai Ketua II. Kemudian Dingin Saragih, S.IP, MM sebagai Ketua Bidang Organisasi dan Kelembangaan, Drs Dimas Kurnianto, SH, MM, M.SP sebagai Ketua Bidang Pembinaan Disiplin, Jiwa KOPRS dan Wawasan Kebangsaan, M. Zuhri Lubis, SE, M.AP sebagai Ketua Bidang Perlindungan dan Bantuan Hukum, Arianto, S.Pd, M.Si sebagai Ketua Bidang Kesejahteraan Sosial.

Selanjutnya, dr. Helminur Iskandar Sinaga, M.Kes sebagai Ketua Bidang Peningkatan Pemberdayaan Perempuan Keluarga Berencana, Suwanto Nasution, S.Pd, MM, sebagai Ketua Bidang Pendidikan, Pelatihan dan Pembinaan Generasi Muda, Drs Zulfikar, sebagai Ketua Bidang Seni dan Budaya, Drs H Akmal, AP, M.Si, sebagai Ketua Bidang Informasi, Komunikasi dan Publikasi,     Ir H Kaharuddin, MM, selaku Ketua Bidang Kerohanian, Selamet Hartono, S.KM, M.KM, sebagai Ketua Bidang Kesehatan, Ikhsan, AP, M.Si, selaku Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga dan Drs Nasrul Aziz Siregar, sebagai Ketua Bidang Usaha dan Kemitraan.

Gelar Muskab dan Raker KORPRI

Sebelum acara pengukuhan, pada pagi harinya di tempat yang sama, terlebih dahulu dilaksanakan Musyawarah Kabupaten (Muskab) yang dirangkai dengan Rapat Kerja (Raker) KORPRI Kabupaten Sergai.

Dalam sambutan Bupati Sergai H Darma Wijaya yang diwakili Sekdakab H. M. Faisal Hasrimy, AP, M.AP, menyarankan agar lebih mencermati program dan kegiatan sekaligus melakukan evaluasi dalam menyusun program kerja yang lebih baik serta berdampak positif bagi masyarakat luas.

Susunlah program kerja lima tahun kedepan yang realistis dan program yang dapat dirumuskan dengan baik pula. Saya berharap musyawarah ini dapat menghasilkan anggota KORPRI yang mandiri, sejahtera dan religius sekaligus berjalan sesuai dengan yang kita harapkan bersama,” tutupnya.

Hal serupa juga disampaikan Ketua Dewan Pengurus KORPRI Sumut Dr H Arsyad Lubis, MM yang mengajak seluruh pengurus untuk terus menurus meningkatkan kompetensi dalam menciptakan inovasi serta kreativitas yang berkualitas.

Ketua Dwan KORPRI Sumut berharap kedepannya program yang dirancang oleh seluruh Dewan Pengurus lebih berdampak positif lagi bagi seluruh anggota serta masyarakat Sergai. Kemudian seluruh kegiatan yang mendukung kesejahteraan harus dikembangkan secara terus-menerus dan berkelanjutan.

“Saya berpesan kepada seluruh anggota Dewan KORPRI untuk melaksanakan pemilihan secara demokratis. Kepada siapapun nanti yang terpilih agar melaksanakan program kerja yang realistis dan bermanfaat bagi banyak orang,” pungkasnya.(/Daniel)

Sergai, Sulutnews.com - Bupati Serdang Bedagai (Sergai) H Darma Wijaya didapuk untuk memberikan kuliah umum di kampus utama Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Jalan Mukhtar Basri Medan, Sabtu (15/1/2022).

Dalam kuliah umumnya, Bupati memberikan pesan sekaligus mengingatkan para mahasiswa betapa pentingnya restu orang tua dalam kesuksesan seseorang, katanya dihadapan Rektor UMSU Prof. Dr. Agussani, wakil rektor, dekan, staf pengajar dan ratusan mahasiswa.

” Selain restu orang tua, yang tak kalah penting adalah restu dari Allah SWT. Kita jangan pernah lupakan itu. Karena kesuksesan kita tergantung doa ibu, bapak kita. Oleh karenanya, adik-adik mahasiswa jangan sepelekan restu orang tua,” ujarnya dalam Seminar Hasil PKL/PPL Mahasiswa FISIP UMSU.

Ia mengungkapkan bahwa kesuksesan sesorang tidak hanya bergantung pada kerja keras dan keseriusan kita, namun juga doa dan restu orang tua.

Bupati mengisahkan, jika dulu dirinya tidak pernah berharap dan bermimpi untuk menjadi seorang kepala daerah. Akan tetapi, berkat doa orang tua dan dukungan masyarakat semua dapat terwujud. Maka dari itu, Ia berpesan agar jangan pernah takut dan malu berbuat. Lakukan saja selagi itu baik, pesannya.

Lebih lanjut dikisahkannya, bahwa saat dirinya masih muda, bahkan masih sekolah, ia tak malu untuk mengangon (menggembala) lembu. Ia juga menjadi seorang penggalas dan berladang untuk menutupi biaya sekolah.

Usai tamat SMA, saya gak kuliah. Karena keterbatasan keuangan keluarga. Orang tua saya sudah meninggal dan saat itu abang saya sedang kuliah, adik saya sedang sekolah. Jadi saya membantu menopang kehidupan keluarga. Saya lakukan semuanya selagi itu baik, tanpa malu saya bekerja keras dan Alhamdulillah, sekarang saya rasakan hasilnya,”tutur Bupati sembari memotivasi sekaligus mengingatkan mahasiswa agar tidak takut menjadi enterprenuer, pengusaha yang jujur dan bersosialisasi dengan semua orang dan golongan.

Diakhir kuliah umumnya, ia berpesan bahwa dalam menjalani hidup, selagi itu baik dan tidak merugikan orang lain, lakukan saja. Jangan malu untuk berbuat kebaikan, jangan menyerah. Mulai dari muda agar tuanya kita bisa nikmati,” pungkasnya.

Dikesempatan serupa, Rektor UMSU Prof. Dr. Agussani mengatakan bahwa ia mengenal pak Bupati sebagai pemimpin yang energic dan dekat dengan masyarakatnya. Hal ini terlihat adanya pembangunan yang dilakukan benar-benar menyentuh masyarakat.

“Tentu kita berharap pak Bupati Darma Wijaya terus menjadi pemimpin yang membanggakan. Kami juga bangga terhadap Sergai yang kini usianya sudah 18 tahun dibawah kepemimpinannya menjadikan Sergai Maju Terus,” ungkapnya.

Lebih lanjut diutarakannya, bahwa perkembangan tekhnologi ini tentunya harus diimbangi dengan kreativitas anak muda yang harus diarahkan dan dibimbing. Dengan demikian, kami melibatkan mahasiswa UMSU dalam merancang konten kreativitas untuk dikembangkan di tekhnologi. Karna kita tahu jika tekhnologi sudah berkembang dan kita harus manfaatkan itu sebagai wadah promosi,”ungkapnya.

Tak lupa Ia berharap agar kegiatan yang dilanjutkan dengan penandatangan MoU ini manjadi langkah awal jalinan kerjasama yang lebih baik lagi kedepannya, tandasnya sembari mengucapkan terimakasih kepada Bupati yang telah memberikan motivasinya kepada para mahasiswa.

Sedangkan Dekan FISIP UMSU, Arifin Saleh melaporkan saat ini hadir 430 mahasiswa FISIP UMSU pada pembukaan seminar hasil PKL/PPL mahasiwa ini. Para mahasiswa akan mempresentasikan hasil PKL/PPLnya didepan dosen.

“Kita harap tahun depan mahasiswa dapat melakukan PKL ke Sergai. Beberapa tahun ini karena pandemi makanya dilakukan hanya di Medan, tidak keluar daerah. Kita khawatir akan menimbulkan kluster baru,”ucapnya.

Sebelum memberikan kuliah umum, Bupati Darma Wijaya juga melakukan penandatanganan MoU dengan Rektor UMSU Prof. Dr. Agussani, terkait kerjasama yang dilakukan antar Pemkab Sergai dengan UMSU. Turut hadir para Asisten, Kepala OPD, Kabag dan tamu undangan lainnya.

Usai memberikan kuliah umum, Bupati Darma Wijaya bersama Rektor UMSU Prof. Dr. Agussani berkeliling Kampus UMSU.(/Daniel)

Sergai, Sulutnews.com - Sebanyak 71.000 orang siswa yang ada di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) akan melaksanakan Vaksinasi Merdeka untuk anak usia 6-11 tahun pada dosis I. Untuk pertama kalinya 400 siswa melaksanakan vaksinasi yang berlangsung di SDN 102020 Desa Firdaus Kecamatan Sei Rampah, Rabu (5/1/2022).

Vaksinasi ini digelar berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI (KMK) Nomor HK.01.07./MENKES/6688/2021 tentang Pelaksanaan Vaksiansi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) bagi anak usia 6 (enam) sampai dengan 11 (sebelas) tahun, yang ditandatangani oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada 13 Desember 2021.

Usai pelaksanaan Vaksinasi Merdeka Anak, yang digelar oleh Polda se-Indonesia,  Bupati Sergai H Darma Wijaya yang diwakili H M Faisal Hasrimy, AP, M.AP secara virtual menyampaikan jika hari ini kita melaksanakan Vaksinasi Merdeka Anak, perdana sebanyak 400 orang yang di pusatkan di SD 102020 Firdaus.

“Dengan jumlah 71.000 anak yang akan divaksin,  ditargetkan satu hari melaksanakan   lebih kurang 5000-an vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun dan dalam kurun waktu 2 minggu vaksinasi anak ini selesai dilaksanakan,” kata Sekda Faisal.

Ia meyakini jika vaksinasi anak ini dapat kita sukseskan dengan melakukan pendekatan dan sosialisasi serta mengedukasi anak-anak, yang dilakukan oleh guru maupun dengan melakukan pendekatan kepada orang tua bahwa vaksinasi ini aman.

“Kita ibaratkan saja vaksin ini dengan imunisasi agar anak kita sekaligus orang tuanya tidak merasa cemas dan was-was saat melaksanakan vaksin,” katanya lagi, sambil menginstruksikan kepada jajaran Dinas Pendidikan agar bergerak secara masif di sekolah-sekolah sehingga pelaksanaan vaksinasi anak dapat berjalan dengan baik dan anak-anak kita mendapatkan kekebalan komunal.

Diakhir penyampaiannya, Sekdakab Faisal Harsimy berpesan kepada para tenaga vaksinator agar memastikan kesehatan anak yang akan divaksin dan jika di perlukan orang tua dapat mendampingi anaknya saat di vaksinasi, pungkasnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Kapolres Sergai AKBP. Dr. Ali Machfud, S.I.K, M.I.K yang mengatakan bahwa pelaksanaan vaksin ini dapat kita selesaikan dalam kurun waktu 2 minggu serta waktu efektif siswa sekolah 12 hari.

“Saya berharap komunikasi guru dan orang tua siswa dapat berjalan baik agar orang tua anak-anak kita yakin anaknya mendapatkan vaksinasi, dan vaksin ini aman serta pemerintah bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan vaksin ini, maka dari itu kita harus mempersiapkan anak kita,” cetusnya.

Kapolres Sergai menambahkan, jika anak usia 6-11 tahun, baik yang sekolah di madrasah maupun pesantren juga kita laksanakan vaksinasi. Hal ini guna mendapatkan kekebalan komunal bagi anak kita, pungkasnya.

Hadir juga, unsur Forkopimda Sergai, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Nina Deliana, S.Sos, M.Si, Kepala OPD terkait serta para siswa dan tenaga vaksinator.(/Daniel)

Sergai, Pasca libur Tahun Baru 2022, Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai) menggelar inspeksi mendadak (sidak) dan monitoring tingkat kedisiplinan PNS dan Tenaga Kontrak di lingkungan Pemkab Sergai, Senin (3/1/2021).

Pelaksanaan kegiatan ini didasari Surat Perintah Tugas No. 18.33/090/7677/2021, tanggal 30 Desember 2021.

Bupati H. Darma Wijaya, Wakil Bupati H. Adlin Umar Yusri Tambunan, ST, MSP, Sekdakab Sergai H. M. Faisal Hasibuan, AP, MAP, jajaran Staf Ahli dan Asisten serta personil Badan Kepegawaian Daerah (BKD) mendatangi satu persatu OPD untuk mengecek kelengkapan pegawai dan tenaga kontrak yang hadir.

Dari pantauan di lapangan, tingkat kehadiran personil masing-masing OPD cukup baik. Data dari BKD, tingkat kehadiran pada hari ini mencapai 98 persen, sedangkan Tenaga Kontrak di angka 92 persen.

Di kesempatan apel dadakan yang digelar di lapangan Inspektorat Sergai, Sei Rampah, Bupati Sergai menekankan pentingnya seluruh pihak untuk mencintai pekerjaan. Baginya, jika seseorang bisa mencintai apa yang dilakukan, maka hasil akhirnya akan berkualitas dan jadi berkah.

“Jangan sampai kerja dibawa dongkol. Nikmati saja. Jalani dengan cinta. Jujur saja, saya malah merasa jenuh kalau disuruh refreshing. Malah bagi saya, justru dengan bekerjalah sarana saya untuk refreshing,” ucap Bupati.

Di apel pertama yang digelar di tahun 2022 ini, Bupati juga menyampaikan ke depan tugas dan pekerjaan akan semakin kompleks, apalagi ditambah dengan penggunaan teknologi yang juga makin maju.

Setiap orang, sebutnya, harus bisa mengikuti dan mengimbangi laju perkembangan zaman dengan aktif belajar, jangan sampai ada waktu berleha-leha. Diriya juga menyinggung perihal penyetaraan pejabat Eselon IV ke Pejabat Fungsional yang sudah mulai dilaksanakan di lingkungan Pemkab Sergai. Hal ini, sebutnya, perlu disikapi dengan komitmen untuk bekerja lebih baik lagi dan semakin profesional.

“ Yang terpenting bagi kita sekarang adalah kemauan. Walau SDM-nya sudah oke, tapi kalau tidak dibarengi dengan kemauan yang tinggi, maka jadi sia-sia. Apa yang sudah baik yang kita lakukan di tahun lalu, mari kita tingkatkan lagi, sedangkan yang masih kurang, sama-sama kita perbaiki. Semoga apa yang kita targetkan di tahun ini, bisa tercapai,” harapnya, sembari menambahkan jika dirinya dan para pimpinan OPD akan terus memonitor kinerja seluruh personil.

Pada apel ini, Bupati juga menyampaikan jika awal tahun baru 2022, Sergai mendapat kado istimewa dengan dirinya yang ditetapkan sebagai salah satu Bupati terpopuler se-Indonesia sesuai dengan hasil riset lembaga Indonesia Indicator (I2).

“Ini merupakan sebuah kebanggaan sebab hasil kerja keras kita mendapat perhatian, bukan hanya di lingkup Sumatera Utara, namun di hadapan khalayak nasional,” cetus Bang Wiwiek, sapaan akrabnya.

Di tempat yang berbeda, Wakil Bupati Sergai Adlin Tambunan melaksanakan sidak di beberapa OPD di kawasan Kecamatan Perbaungan di antaranya Dinas Perhubungan, Kantor Camat Perbaungan, dan Dinas Sosial.

Pada kesempatan ini, Wabup menyampaikan jika sidak yang dilaksanakan oleh pihaknya hari ini merupakan bentuk monitoring kesiapan personil Pemkab Sergai untuk menghadapi rangkaian tugas yang dimulai di awal tahun.

“Kita membawa banyak harapan agar tahun ini bisa lebih baik lagi dari tahun lalu. Kesiapan kita di awal tahun akan menentukan kesuksesan dalam proses panjang yang kita akan tempuh sepanjang 2022 ini,” kata Wabup.

Dirinya berharap agar seluruh ASN dan Tenaga Kontrak di Pemkab Sergai dapat menjaga semangat dan motivasi kerja mengingat tantangan di tahun ini akan semakin berat.

“Hal baik yang kita raih di tahun lalu semoga bisa kita capai lagi, kalau bisa kita tingkatkan. Sedangkan yang masih belum, agar kita evaluasi secara komprehensif dan bisa segera kita lakukan perbaikian di tahun ini,” tandasnya.

Selain Bupati dan Wakil Bupati, Sekdakab Sergai juga melaksanakan monitoring dan sidak di beberapa OPD di kawasan kompleks Kantor Bupati Sergai, mulai dari Dinas Kominfo sampai ke beberapa Bagian di bawah sekretariat.

Dalam kesempatan ini, Sekdakab menyampaikan jika Kabupaten Sergai mendapat kado tahun baru sekaligus jelang HUT Sergai yang ke-18 dengan prestasi yang diperoleh Bupati sebagai salah satu pemimpin paling populer se-Indonesia sesuai dengan hasil riset yang dilakukan oleh lembaga Indonesia Indicator (I2).

“Ini merupakan salah satu bukti jika kerja publikasi yang dilakukan, salah satunya oleh Dinas Kominfo, mampu menyiarkan kinerja dan prestasi Bapak Bupati, ke hadapan masyarakat luas,” puji Sekdakab.(/Daniel)

Sei Rampah, Sulutnews.com - Bersama sembilan Kepala Daerah se-Indonesia, Bupati Serdang Bedagai (Sergai) H Darma Wijaya dinobatkan sebagai Bupati Terpegah (terpopuler) ke-8 dan paling berpengaruh sepanjang tahun 2021 versi Indonesia Indicator (I2).

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sergai, Drs H Akmal AP M.Si melalui saluran Media Center Sergai, Minggu (2/1/2022).

Penilaian tersebut merujuk pada jumlah berita di plafon media online tahun 2021 yang di dalamnya mencakup kiprah kepala daerah dalam menangani berbagai persoalan maupun melakukan inovasi pembangunan.

”Mengawali tahun 2022, ini merupakan sesuatu yang bagus dan cemerlang sekaligus memberikan harapan yang baik guna mewujudkan Sapta Dambaan Kabupaten Sergai,” kata Akmal.

Kadis Kominfo merinci, ke sepuluh Bupati terpopuler tersebut yaitu; pada urutan pertama Ade Yasin Bupati Bogor dengan jumlah berita sebanyak 13.901 berita, urutan kedua Bupati Jember Hendy Siswanto dengan 7.329 berita. Bupati Siak, Alfedri menempati posisi ketiga Bupati Terpegah dengan 6.835 berita. Kemudian peringkat keempat Bupati Terpegah ditempati Bupati Gresik, Fandi Ahmad Yadi dengan 6.225 berita.

Selanjutnya, peringkat kelima ditempati oleh Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan 6.001 berita, peringkat keenam Bupati Tanah Datar Eka Putra 5.844 berita, ketujuh, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar 5.627 berita, kedelapan, Bupati Sergai Darma Wijaya 5.627 berita, kesembilan Bupati Luwu, Indah Putri Indriani 5.543 berita dan terakhir, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dengan jumlah pemberitaan sebanyak 5.154, rinci Akmal.

Dalam hal ini, Bupati Sergai Darma Wijaya di tahun 2021 telah banyak yang dilakukannya diantaranya; kepedulian terhadap penanganan pandemi Covid-19 terutama dalam perjuangannya untuk mencapai target vaksinasi.

Selain itu, lanjut Akmal lagi, hal yang tak kalah penting adalah penanganan terhadap bencana alam banjir, dimana pada saat itu, banjir yang melanda Kabupaten Tanah Bertuah Negeri Beradat merupakan yang terparah di dua dekade.

”Seperti tak kenal lelah, Bang Wiwik sapaan akrabnya, selalu peduli dan rutin menyambangi korban bencana banjir yang ada di posko-posko pengungsian. Selain itu juga mencari solusi dengan melakukan koordinasi secara intens kepada pihak BWS dan Pemprovsu,” terang Akmal.

Visi misi dalam membangun Tanah Bertuah juga memegang andil yang cukup penting. Seperti halnya Infrastruktur terintegrasi yang tertuang dalam Sapta Dambaan di RPJMD 2021-2026 , saat ini menjadi prioritasnya

”Perlahan namun pasti, jalan yang ada di beberapa wilayah Sergai secara bertahap telah diaspal dan kian mulus saja. Meyakini jika jalan mulus ekonomi bagus tentu akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Tak lepas dari dukungan media

Kiprah kepala daerah yang menyandang sebagai yang Terpegah tentu tak lepas dari peran media. Baik media cetak, online, elektronik juga media sosial. Untuk mewujudkan hal itu, tentu diperlukan strategi kemitraan yang baik dengan media.

Dalam hal ini, lanjut Akmal, Dinas Kominfo Sergai sudah melakukannya. Di tahun 2021 sebanyak 118 media telah menjalin kemitraan dengan Pemkab Sergai. Hal ini menjadi bukti, jika kekuatan media mampu menginfluencer masyarakat maupun unsur lainnya. Kemajuan pembangunan maupun program dan kegiatan lainnya terbungkus apik dan tersebar di berbagai kanal media.

”Itu semua tak terlepas dari rilis pemberitaan yang dikelola oleh Dinas Kominfo dan disebarkan ke semua media yang bermitra dengan Pemkab Sergai. Jika kita tidak melakukan kemitraan dengan media, bisa diprediksi tak akan ada atau akan minim berita-berita positif pembangunan di Sergai,” bebernya.

Begitupun di tahun 2022 ini, lanjut Kadis Kominfo, sebanyak 104 media yang telah terjaring sesuai dengan ketentuan lewat aplikasi ROMS serta akan menjalin kemitraan dengan Pemkab Sergai.

”Tentunya dasar dari kemitraan dengan media, regulasinya telah digodok dengan matang oleh pihak Kominfo Sergai. Bukan apa-apa, kita mau semuanya sesuai dengan peraturan dan koridor yang telah ditetapkan sehingga penggunaan APBD sesuai manfaatnya dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kado indah di hari jadi Sergai ke-18

Masuknya nama Bupati Sergai Darma Wijaya sebagai Bupati Terpegah tahun 2021 versi I2, menjadi hal yang spesial di tengah momentum hari jadi Kabupaten Sergai yang ke-18.

”ini akan menjadi kado terindah mengawali tahun 2022 sekaligus momen hari jadi kabupaten yang kita cintai ini. Semoga dapat terus kita pertahankan. Bekerja selalu kompak, tetap bersinergi mendukung roda pemerintahan bersama pemimpin dambaan masyarakat Sergai,” pungkas Kadis Kominfo Akmal.(/Daniel Gultom)

Tebing Tinggi, Suluttnews.com - Dalam rangka Bulan Bhakti Karang Taruna Ke-61 Kota Tebing Tinggi Para Pejuang Muda Kemensos dan SDM PKH ikut serta dalam kegiatan yang berlangsung pada hari Jumat (10/12/2021) di  Masjid Al-Muttaqin Jl SM. Raja Lk. IV Kel. Bandarsono Kec. Padang Hulu, Kota Tebing Tinggi.

Dalam kesempatannya Walikota Tebing Tinggi Ir. H.Umar Zunaidi Hasibuan MM menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh partisipan yang ikut menyukseskan kegiatan gotong royong membersihkan parit di sepanjang Jalan SM Raja Kel. Bandarsono Kec. Padang Hulu dalam rangka Bulan Bhakti Karang Taruna Ke-61 Kota Tebing Tinggi.

Kegiatan tersebut dihadiri juga oleh Walikota Tebing Tinggi Ir. H.Umar Zunaidi Hasibuan MM, Kadis Sosial Tebing Tinggi, Drs. H. Khairil Anwar Nasution M.SI, Ketua Karang Taruna Tebing Tinggi Asnawi Mangkualam SH, DanDanramil 13 Tebing Tinggi Kapten Inf. Budiono, mewakili Kajari dan Ketua Pengadilan Negeri Tebing Tinggi, Camat Padang Hulu H Andika Deni Siregar MM, Lurah Bandarsono Abdus Salam SH, Ketua dan para pengurus BKM Mesjid Al-Muttaqin. (*/Daniel)

Sei Rampah, Sulutnews.com - Sebagai upaya dalam memberikan pembekalan, pengetahuan dan keterampilan untuk meningkatkan peran kader kelompok dalam menyikapi perkembangan informasi dan teknologi,  Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai) menggelar kegiatan Pelatihan dan Pembinaan Kader Dasawisma PKK di Aula Sultan Serdang Komplek Kantor Bupati Sergai di Sei Rampah, Jumat (3/12/2021).

Dalam sambutannya, Bupati Sergai H. Darma Wijaya melalui Sekdakab H. M. Faisal Hasrimy, AP. M.AP menyampaikan bahwa kehadiran kelompok Dasawisma diharapkan dapat membantu menyukseskan vaksinasi di Kabupaten Tanah Bertuah Negeri Beradat sehingga masyarakat yang divaksin mencapai 70% dan akan meningkatkan herd immunity.

Kader Dasawisma merupakan kekuatan dan garda terdepan Kabupaten Tanah Bertuah negeri Beradat, karena ibu-ibu merupakan orang-orang terdepan dalam mengayomi masyarakat di desa dan lingkungan masing-masing, katanya.

“Saya sangat mengharapkan kerjasama para Kader Dasawisma yang ada di seluruh desa se-Kabupaten Sergai untuk mengajak masyarakat agar melaksanakan vaksinasi. Karena dengan vaksinasi akan meningkatkan kekebalan komunal,” katanya. 

Ia berharap dengan kegiatan ini, para Kader Dasawisma dapat lebih meningkatkan kemampuan dan kinerja masing-masing di desa serta mendukung visi dan misi Kabupaten Sergai yang Maju Terus, harapnya.

Sementara itu Ketua TP PKK Sergai Ny. Hj. Rosmaida Darma Wijaya menyampaikan jika ilmu yang didapatkan dalam kegiatan ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sehingga mampu mencapai visi misi kabupaten.

Lebih lanjut disampaikannya, kesejahteraan suatu bangsa dimulai dari kesehatan keluarga yang merupakan salah satu sasaran pembangunan yang utama. Oleh karenanya, kita semua yang tergabung dalam organisasi PKK harus mampu meningkatkan peran di tengah masyarakat baik sebagai motivator maupun komunikator kepada masyarakat.

Hj Rosmaida mengutarakan jika tujuan kegiatan ini adalah untuk membantu tugas pokok TP PKK Desa dan Kelurahan sebagai kelompok terkecil dari PKK yang memiliki peran strategis dalam mewujudkan keluarga yang sehat dan sejahtera. Selain itu, katanya lagi, PKK merupakan ujung tombak terdepan dalam pelaksanaan berbagai kegiatan yang berhubungan langsung dengan keluarga dan lingkungan. Dengan demikian, kelompok Dasawisma merupakan motor penggerak pelaksanaan 10 program pokok PKK untuk mewujudkan keluarga yang sehat sejahtera lahir dan batin.

Ketua TP PKK Sergai menambahkan, jika kita melihat di lapangan, masih ada yang menunjukkan adanya kelompok Dasawisma yang belum dapat melaksanakan tugas dan fungsinya.

“Diharapkan kader-kader Dasawisma akan semakin mudah berkordinasi dalam suatu jaringan sehingga program-program PKK  maupun yang melibatkan PKK dapat berjalan tepat, cepat dan akurat dalam menghimpun, mencatat, mengolah, menggandakan serta menurunkan data sebagai informasi dari tingkat bawah hingga ke tingkat pusat,” pungkasnya.

Sebelumnya Ketua DWP Sergai Ny Uke Retno Faisal Hasrimy dalam laporannya mengatakan kegiatan ini juga bertujuan agar Kader Dasawisma mampu menata kelembagaan kelompok Dasawisma, kemudian terbinanya Kader Dasawisma dalam pelaksanaan 10 Program Pokok PKK. Terakhir agar kader mampu dalam pengelolaan data kegiatan administrasi kelompok Dasawisma.

Kegiatan ini dilaksanakan selama sehari, bertempat di Aula Sultan Serdang dan Aula Dinas Pendidikan dengan peserta sebanyak 243 orang, tutupnya.

Hadir juga dalam kegiatan, Asisten Pemum dan Kesra Hj Nina Deliana Hutabarat, S.Sos, M.Si, OPD terkait, Narasumber Penggerak PKK Sumut, serta para Kader Dasawisma se-Kabupaten Sergai.(Daniel)

Tarutung, Sulutnews.com – Menjadi Narasumber Konsultasi Nasional Forum Komunikasi Pria Kaum Bapak Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (FKPKB PGI), Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey  di sambut  dengan adat suku Batak menerima Tukkot Tunggal Panaluan, Tarutung, (1/11/21).

Tukkot Tunggal Panaluan berupa tongkat dam pedaang ini disematkan Lembaga Adat Dalihan Na Tolu dari Tapanuli Utara.

Tungkot Tunggal Panaluan adalah tongkat ukiran wajah tujuh manusia dan beberapa hewan yang diukir menurut kejadian sebenarnya dari kayu tertentu dan memiliki kesaktian.

Tungkot Tunggal Panaluan menjadi warisan budaya yang secara turun-temurun dimanfaatkan serta dilestarikan oleh suku Batak Toba.

Bukan tanpa alasan. Selama ini juga Gubernur Olly dinilai berhasil mengangkat Sulut menjadi Provinsi dengan segudang prestasi dan mendapat penghargaan-penghargaan dari pemerintah pusat.

Sebagai Ketua Forum Komunikasi Pria Kaum Bapak FK PKB PGI Gubernur Olly Dondokambey dinilai sebagai pemimpin besar. Dia didoakan kelak nanti mengayomi dan memperhatikan masyarakat Indonesia, termasuk Tapanuli Utara.

Gubenur Olly pada kesempatan ini menjadi narasumber FKPKB PGI bersama Dua Menteri yakni Menteri Agama RI Gus Yaqut Cholil Qusmes, Menhumkam Prof Yasonna H. Laoly, yang akan berlansung 2-4 November 2021.

“Terima kasih atas sambutannya. Kalau dilihat, bukan lagi sebagai FK PKB PGI. Ini sudah pakaian lengkap raja-raja,” canda Gubernur Olly disambut riuh dan tepuk tangan para hadirin.

“Sekali lagi terima kasih. Semoga Tuhan selalu menyertai kita,” sambung Gubernur Olly.

Selanjutnya, Gubernur Olly dijamu makan bersama Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan dan Forkopimda.

Turut hadir mendampingi Gubernur Olly, Ketua PGI Gulmar Gultom, Ketua Sinode GMIM Pdt. Dr. Hein Arina, Bupati Minahasa Roy Octavian Roring, Wali Kota Bitung Maurits Mantiri, serta para pendeta.(/Rolina)

Oleh: Abie

Medan, Sulutnews.com - Pemerintah secara resmi telah mengumumkan larangan mudik Idul Fitri 2021 yang berlaku mulai 6-17 Mei 2021. Usai diumumkan, larangan tersebut ditegaskan melalui  Surat Edaran Kepala Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik pada Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah selama 6-17 Mei 2021.

Upaya tersebut merupakan strategi efektif untuk menjaga trens positif kasus Covid-19. Kebijakan tersebut sangat wajar menimbulkan kekecawaan bagi mereka yang sangat merindukan kampung halaman, apalagi sudah 2 tahun berturut-turut kebijkan tersebut terpaksa diambil Pemerintah RI pasca mewabahnya Covid-19.

Namun, larangan tersebut harus tetap dilaksanakan dalam upaya pengendalian penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Pasalnya, berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya, setiap libur Panjang terjadi peningkatan angka penyebaran dan kematian akibat Covid-19. Dengan kebijakan serupa, ketika  libur Idul Fitri 2020 terjadi kenaikan kasus harian hingga 93 persen.

Di saat yang sama, terjadi tingkat kematian mingguan hingga 66 persen. Kenaikan kasus Covid-19 kedua terjadi saat libur panjang pada 20-23 Agustus 2020, mengakibatkan kenaikan hingga 119 persen dan tingkat kematian mingguan meningkat hingga 57 persen.

Kemudian pada libur 28 Oktober hingga 1 November 2020 telah menyebabkan kenaikan kasus covid hingga 95 persen dan kenaikan tingkat kematian mingguan mencapai 75 persen. Kejadian terakhir ketika libur akhir tahun yakni 25 Desember 2020 sampai dengan 3 Januari 2021 mengakibatkan kenaikan jumlah kasus harian mencapai 78 persen dan kenaikan tingkat kematian mingguan hingga 46 persen.

Kebijakan larangan mudik dinilai sebagai upaya untuk menjaga tren positif penyebaran Covid-19 yang sudah mulai berangsur turun. Dalam sebulan terakhir, tren penambahan kasus harian konsisten menunjukkan penurunan, di mana sudah lebih dari dua pekan terakhir, angka kasus baru tidak pernah tembus 7.000 orang setiap harinya.

Disamping itu, kebijakan larangan mudik juga dilakukan selaras dengan program pemerintah untuk menciptakan herd immunity melalui vaksinasi. Kebijakan larangan mudik ini juga dinilai positif oleh Iqbal Elyazar selaku peneliti di Eijkman-Oxford Clinical Research Unit yang menyebutkan bahwa larangan mudik adalah upaya yang positif dan membantu membuat skenario dampak dalam beberapa waktu mendatang.

“Seberapa besar dampak larangan mudik ini tidak bisa terlihat secara instan. Setelah satu minggu, dua minggu, tiga minggu, akan ada skenario sebab dan akibat jika masyarakat patuh atau tidak patuh terhadap larangan tersebut,” tutur Iqbal dalam seminar online yang diadakan The Conversation Indonesia berjudul “Mengukur Efektivitas Intervensi Pemerintah dalam Penanganan Covid-19”, Selasa (21/4/2020). 

Kepatuhan masyarakat terhadap kebijakan ini memiliki andil yang sangat penting. Hal itu menentukan seberapa besar efektivitas yang dihasilkan dari intervensi tersebut termasuk larangan mudik. Meski demikian, kebijakan tersebut juga mendapat kritikan dari seorang pakar epidemiologi dari Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI), Masdalina Pane.

Aturan larangan mudik pada tahun ini tetap akan meningkatkan kasus positif virus corona karena pemerintah tak mendukung kebijakan itu dengan 3T yakni testing, tracing and treatment. Dirinya menilai pemerintah tidak menggunakan pengalaman dan data mengenai larangan mudik tahun lalu dalam membuat kebijakan larangan Mudik 2021.Pada tahun 2020 pemerintah, katanya, juga melarang mudik lebaran tapi angka positif Covid-19 naik.

Pernyataan kebijakan larangan mudik akan meningkatkan kasus positif Covid-19 dinilai tidak koheren dengan perbandingan data yang disampaikan pada kebijakan larangan mudik 2020 yang meningkatkan angka positif Covid-19, karena kenaikan angka positif covid-19 pada 2020 bukan disebabkan kebijakan larangan mudik.

Henry Surendra, ahli epidemiologi dari Eijkman-Oxford Clinical Research Unit membeberkan beberapa kendala dari berbagai aspek terkait penanganan Covid-19 di Indonesia.

“Salah satunya dalam aspek pencegahan dan pengendalian. Dalam aspek ini, bisa dilihat ketidakpatuhan dan partisipasi masyarakat yang belum optimal.

Mungkin tanpa kebijakan tersebut angka kenaikan jauh lebih tinggi dari yang terjadi karena tingginya mobilitas masyarakat. Kebijakan larangan mudik tentunya bukan merupakan kebijakan yang berdiri sendiri, upaya pencegahan, pengendalian dan penanganan lainnya masih terus berlangsung.

Kebijakan-kebijakan tersebut diantaranya program vaksinasi, Protokol Kesehatan dan 3 T (testing, tracing and treatment) masih terus berlangsung.  Semua kebijakan tersebut dinilai saling mendukung satu sama lain, karena sampai dengan saat ini kebijakan-kebijakan tersebut masih terus dilaksanakan. (**/Adrian)

*Penulis adalah warganet tinggal di Medan

Medan Sulutnews.com - Seminar online yang digelar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Medan Area, Prodi Ilmu Komunikasi dengan tajuk "Semiloka Rekontruksi Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka," Selasa (2/3/2021), menjadi hangat, dengan tampilnya Ketua Umum SMSI Pusat, Firdaus, yang memberikan paparan tentang dasar- dasar jurnalistik di era digital.

Turut hadir juga sebagai narasumber,  Hermansyah, SE (Ketua SMSI Sumut), Drs. H. Sofyan Harahap (Wakil Penanggung Jawab Harian Waspada), Jimmi A.A.,  S.Ps. CHRP, CHRM (Manager Komunikasi PT. PLN Persero, UIW Sumatera Utara), Syaiful Anwar Lubis (Ketua IJTI Sumut dan Praktisi Jurnalis Televisi), Fakhrur Rozi (Dewan Redaksi Kaldera.id/Dosen UINSU), Aldi Wilman, ST (Manager Kadiv & Public Relatioan Regional 1), Saurma MGP Siahaan, MIPR (Ketua BPC Perhumasan Meda), Chandi Mohammad, SE (Youtuber), Tulangtio, SE (Alumni Influencer Conten Creator, Penyanyi) dan Dr. Dedy Sahputra, MA yang bertindak sebagai moderator.

Diawal bicara mengenai dasar jurnalistik di era digital, saat ini menurut Firdaus, ada beberapa masalah yang dialami media diantaranya, mencari model media, meningkatkan kepercayaan pembaca, membangun iklim bisnis, bersaing dengan media sosial yang banyak menarik minat para pengguna internet untuk segementasi hiburan dan praktik media terus berubah akibat disrubsi digital.

Saat ini lanjut Firdaus, media baru telah  mengubah jurnalisme dalam empat cara, pertama, sifat konten berita berubah akibat dari munculnya teknologi media baru yaitu, konten interaktif, realtime, kedua, cara wartawan melakukan pekerjaannya berbasiskan digital dan multimedia, multiplatform, ketiga struktur ruang redaksi dan industri berita sedang mengalami transformasi mendasar, keempat, media baru membentuk kembali bagaimana hubungan antara unsur di dalam organisasi berita yaitu jurnalis, dan audiens termasuk narasumber, pesaing, pengiklan, dan pemerintah.

"Contoh, audien tidak hanya hanya sebagai penerima berita, tapi juga pemasok berita.(Jhon P Pavlik, 2001)," ujar Firdaus.

Selain itu, di era digital, diungkapkan Firdaus, telah muncul karakter baru media digital.

"Teori gatekeeping,  yang menjelaskan berita diseleksi dan ditentukan tim redaksi sebelum berita ditayangkan, tidak berlaku dalam media digital. Dan berubah menjadi gatekeeping digital, online, virtual, karena interaktivitas audiens membuat audien berpartisipasi sebagai penjaga gerbang sekunder di Internet. Media digital dan media sosial memungkinkan  audiens untuk berpartisipasi dalam dialog, berinteraksi langsung dengan bisnis, institusi, dan pembuat berita. (Shoemaker & Vos, 2009)," papar Firdaus.

Ditambahkan Firdaus, dalam menulis judul di media digital ditentukan oleh Google dengan sistem clicbait yaitu istilah untuk judul berita yang dibuat untuk menggoda pembaca yaitu menggunakan  bahasa yang provokatif dan  menarik perhatian.

"Karena judul adalah elemen yang paling pertama dibaca netizen di hasil pencarian, maka dengan mengoptimasi judul jumlah klik bisa bertambah. klik tidak melalui konten berkualitas, melalui tajuk utama halaman depan yang menarik, provokatif, dan sensasional yang bertujuan mengeksploitasi keingintahuan pengguna," tandas Firdaus.

Lebih jauh diterangkan Firdaus, di era digital, jurnalis menggunakan media sosial sebagai alat pengumpul informasi, memeriksa berita media lain, mendapatkan berita terkini, mewawancari narasumber, memvalidasi informasi, dan menyebarkan pemberitaan yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Trending topics media sosial dapat memiliki pengaruh signifikan dalam memproduksi informasi yang mempengaruhi agenda publik. Media menggunakannya, agar tidak tertinggal informasi yang sedang diperbincangan para nitizen," tutur Firdaus.

Media, sambung Firdaus,  menjadikan media sosial sebagai medium penyebarluasan berita. Karena media sosial dapat memperluas kemampuan berkomunikasi.

"Penyajian berita pada media sosial tersebut dilakukan dalam format foto, infografis, video pendek berdurasi satu sampai enam menit, videografis, dan live streaming," urai Firdaus.

Masih dalam paparanya, owner Teras Grup ini juga menjelaskan berbagai bentuk berita diantaranya, Hard news yang  memiliki daya tarik tinggi bagi pembaca karena sifatnya informatif, aktual, realtime.

Selanjutnya berita opini yang mengulas persoalan secara khusus dengan pendekatan akademik dan jurnalisme sastrawi.

"Berita-berita opini memiliki nilai tersendiri bagi para pembacanya. Berita opini untuk refrensi dalam beberapa kasus, seperti isu lingkungan, hukum, politik, ekonomi dan sosial," cetus Firdaus.

"Berita investigasi memiliki nilai lebih dalam memberikan kepuasan pembaca, sehingga berita ini akan sangat ekslusif dalam memberikan berita. Tingkat kerumitan dan proses panjang membuat berita ini akan mampu menarik pembaca dari berbagai segementasi pembaca," imbuh Firdaus.

Sementara itu, bicara perihal masa depan jurnalistik, Firdaus menerangkan, menurut (Burgess & Hurcombe, 2019:365), jurnalisme digital adalah praktik-praktik pengumpulan berita, pelaporan, produksi teks dan komunikasi tambahan yang mencerminkan, merespons, dan membentuk logika sosial, budaya dan ekonomi dari lingkungan media digital yang terus berubah.

Jadi jurnalistik digital tidak hanya memindahkan produk media konvensional ke media digital, tapi juga harus membuat model bisnis.

Firdaus mencontohkan, model bisnis ”The Long Tail” yang  dipopulerkan oleh Chris Anderson tahun 2004. Istilah ini mendeskripsikan  strategi bisnis pada segment pasar tertentu seperti yang dilakukan oleh Amazon.com atau Netflix, yang menjual sejumlah besar item unik dimana masing-masing memiliki kuantitas yang sedikit ke pangsa pasar yang besar.

Lalu, model bisnis Siberindo.co, media digital  yang motori  Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menjadi newsroom terbesar di Indonesia merupakan model bisnis media digital yang memproduksi konten dimana konten bisa digunakan anggota SMSI se-Indonesia. Kolaborasi ini berpotensi secara ekonomi, dengan tetap memegang teguh prinsip akuntabilitas penulisan informasi.

Diakhir paparan, Firdaus menyebut, masa depan jurnalistik adalah bagaimana mengkombinasi jurnalisme lama dan baru yaitu fungsi pers sebagai penjaga pintu tak menghilang sepenuhnya, melainkan hanya mengecil dimensinya tentang apa yang mesti disediakan pers.

"Pers harus menampilkan seperangkat fungsi yang lebih kompleks dari sekadar penjaga pintu dan mengadopsi format baru gaya bertutur, penyebaran dan pelibatan public dalam berita. Pers masih menjadi mediator, tetapi dengan peran mediasi yang lebih beragam dan kompleks, dan menjalankannya di dunia komunikasi tanpa batas seperti sekarang akan lebih sulit. (Kovach dan Rosentiels, 2012: 180)," pungkas Firdaus.(*/Rolina)