Lampung

Lampung (3)

Lampung,Sulutnews.com - Walikota Tomohon Caroll J A Senduk SH  menghadiri rangkaian acara dan menyampaikan selamat Hari Ulang Tahun ke-22 APEKSI (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia) yang dilaksanakan pada kamis - minggu, 26 - 29 mei 2022 di Hotel Novotel Lampung.

Walikota Senduk menyampaikan selamat ulang tahun APEKSI ke-22, dan berharap kedepannya kerja sama lewat Asosiasi ini akan terus eksis dalam setiap pengembangan program pembangunan di tiap daerah didalamnya Pemerintah Kota.

“Melalui momentum saat ini dan dengan mengacu pada tema HUT APEKSI saat ini, dalam kolaborasi antar Pemerintah Kota di Indonesia kita yakini bersama dan optimis bahwa proses pemulihan dan kebangkitan dalam berbagai bidang termasuk sektor ekonomi ditiap daerah akan berjalan sesuai harapan” ujar Walikota Tomohon.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh APEKSI kerja sama dengan Pemerintah Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung.

Saat ini APEKSI genap usia ke-22 tepat pada 25 mei 2022, dan perayaan HUT APEKSI kali ini bertemakan ‘'Kebangkitan Ekonomi Melalui Kolaborasi Multi Pihak''. Acara HUT dilaksanakan dengan berbagai agenda yakni Syukuran HUT, Seminar Nasional, Expo UMKM dan ada juga side event atau acara pendamping yaitu workshop Nasional, sepeda santai, kunjungan wisata dan sentra UMKM.

Dalam acara puncak syukuran APEKSI ke-22, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Dr H Suhajar Diantoro MSi mewakili Menteri Dalam Negeri dalam sambutannya menegaskan bahwa apa yang terus digaungkan oleh Presiden kaitan dengan budaya kerja kita dalam pemerintahan, intinya yakni berorientasi kepada pelayanan kepada masyarakat, pola relasi antara hubungan antara pemerintah dengan rakyat sudah sangat jauh berubah, sehingga hal ini harus mencerminkan bahwa rakyat sesungguhnya adalah diatas dan kita pemerintah adalah pelayan rakyat.

“Semoga syukuran HUT ini dapat memberi motivasi kepada kita semua didalamnya para Walikota untuk terus melaksanakan tanggung jawabnya serta terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat” ungkap Suhajar.

Pembangunan di daerah sesungguhnya adalah membangun masyarakat menuju masyarakat pembangunan, masyarakat membangun adalah masyarakat mandiri, masyarakat yang mampu mengendalikan masa depannya sendiri.

Diakhir sambutannya ditutup dengan pantun ‘jadilah pemimpin bersenjatakan kata-kata, pemimpin rakyat menyejukan hati, terima kasih kepada seluruh Walikota yang telah bersusah payah memajukan Negeri'.

Ketua Dewan Pengurus APEKSI Dr H Bima Arya Sugiarto, juga sebagai Walikota Bogor menjelaskan tujuan dilaksanakan kegiatan ini diantaranya untuk mendapatkan pembelajaran dan inspirasi praktis baik pemerintah daerah dalam melakukan kolaborasi proses pembangunan, untuk memperkuat peran APEKSI dalam mengangkat profil Asosiasi serta para anggota.

Pada kegiatan ini Walikota Tomohon didampingi oleh Kabag Prokopim Christo Kalumata, S.STP, Kabag Umum Semuel Roeroe, S.STP.

Turut Hadir dalam kegiatan tersebut Unsur Pemerintah Provinsi Lampung, Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana bersama unsur Forkopimda Bandar Lampung, para Walikota anggota APEKSI, para mitra strategis APEKSI/Pemerintah Daerah bersama unsur Organisasi Perangkat Daerah terkait dari tiap Kota.(/Merson)

Lampung,Sulutnews.com -  Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau kegiatan percepatan akselerasi vaksinasi serentak seluruh Indonesia dengan hadir secara langsung di Gedung Graha Wangsa, Lampung, Selasa (11/1/2022).

Dalam tinjauannya, Sigit meminta kepada seluruh jajarannya di wilayah dengan bersinergi seluruh stakeholder terkait, untuk terus mengejar target vaksinasi Presiden Joko Widodo (Jokowi), khususunya di wilayah yang masih di bawah 70 persen.

"Ini secara nasional dilaksanakan vaksinasi serentak dengan target sasaran 1 juta lebih. Harapan kita, bisa terus mengejar pencapaian vaksinasi. Sehingga wilayah yang masih kurang atau di bawah 70 persen untuk segera mengejar ketertinggalannya," kata Sigit usai meninjau percepatan akselerasi vaksinasi tersebut.

Mantan Kapolda Banten itu menekankan, kepada wilayah yang sudah mencapai atau melebihi target 70 persen, untuk segera melakukan percepatan vaksinasi terhadap masyarakat Lanjut Usia (Lansia) dan anak-anak.

"Kemudian yang sudah diatas 70, dan lansia juga sudah 60 persen, bisa segera mengejar target untuk anak-anak khususnya umur 6 sampai dengan 11 tahun, itu bisa segera dilakukan percepatan. Kita berikan target beberapa wilayah untuk bisa menyelesaikan ini dalam waktu dua minggu untuk bisa mencapai 100 persen," ujar mantan Kabareskrim Polri tersebut.

Menurut Sigit, percepatan vaksinasi terhadap lansia dan anak-anak menjadi penting. Mengingat, saat ini telah dimulainya kebijakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah. Dengan disegerakannya proses vaksinasi, hal itu akan meminimalisir risiko-risiko penyebaran virus corona.

"Ini menjadi penting karena PTM sudah mulai dibuka. Sehingga mau tidak mau ada potensi terjadinya kontak erat, potensi terjadinya carrier dan munculkan klaster baru apabila kita tidak antisipasi. Oleh karena itu jalan satu-satunya bagaimana lakukan akselerasi vaksinasi," ucap Sigit.

Lebih dalam, Sigit menyebut, percepatan vaksinasi, juga merupakan kunci untuk mengantisipasi dan meminimalisir risiko dari varian baru Covid-19, Omicron.

"Kenapa kita lakukan, karena kita tahu bahwa saat ini varian Omicron sudah masuk. Sebagian besar dari masyarakat pelaku perjalanan luar negeri yang kemudian, membawa varian baru. Karena memang di luar negeri, saat ini varian omicron sedang meningkat luar biasa," tutur Sigit.

Sigit memaparkan, varian Omicron bisa menjangkiti masyarakat yang sudah mendapatkan vaksin. Namun, tingkat fatalitas yang disebabkan menjadi rendah karena sudah mendapatkan suntikan vaksin. Hal itu berbeda dengan masyarakat yang belum mendapatkan vaksinasi, tingkat risikonya jauh lebih tinggi.

"Kita jaga masyarakat yang rentan, usia lansia dan yang memiliki komorbid yang belum sempat divaksin. Dan ini tentunya akan berdampak. Yang kurang baik apabila ini sampai terjangkit. Karena itu dalam kesempatan ini saya imbau untuk masyarakat, yang belum vaksin segera datangi gerai yang ada, segera hubungi titik-titik vaksinasi yang sudah disiapkan baik oleh Pemda, Kapolda dengan bekerjasama dengan TNI, seluruh relawan, BINDA, BKKBN, supaya kita yakin keluarga kita betul-betul sudah divaksin. Karena ini sudah didepan mata. Kita sudah bisa menjaga dalam waktu 167 hari lebih angka stabil. Tapi kalau varian baru ini masuk maka tren mulai meningkat ini harus kita jaga," papar Sigit.

Oleh karena itu, Sigit tak lelah kembali menghimbau dan memberikan edukasi kepada masyarakat, untuk segera dan tidak takut melakukan vaksinasi serta menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan kuat dan disiplin.

"Karena itu kita dorong bagaimana kembali ingatkan masyarakat untuk betul-betul melaksanakan protokol kesehatan dengan baik, gunakan masker, jaga jarak, dan kemudian mulai lakukan kegiatan tracing dan testing yang baik manakala di satu wilayah, ditemukan terjadinya klaster. Karena ini memang betul-betul harus kita laksanakan. Sekali lagi percepat vaksin, tetap pakai masker dan betul-betul laksanakan prokes dengan baik," kata Sigit.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga melakukan dialog interaktif secara virtual pelaksanaan vaksinasi serentak ini di wilayah, Papua, Sulawesi Barat, Sumatera Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan DKI Jakarta.

Saat memberikan pengarahan, Sigit berharap beberapa wilayah yang sudah mencapai target 70 persen, untuk segera bergerak untuk menuju ke capaian 100 persen. Ia menyebut, beberapa daerah memiliki target waktu tersendiri guna meraih 100 persen, mulai dari dua minggu, satu bulan hingga kurang dari 10 hari.

"Karena itu saya minta kepada wilayah lain yang capaiannya masih di bawah 70 atau sudah 70 namun usia lansia belum sampai 60 persen apalagi anak-anak dan anak remaja. Tolong ditingkatkan. Kemudian, ingatkan kembali ke masyarakat terkait masalah prokes. Karena memang ini varian baru kecepatan penyebarannya dalam waktu lima menit sudah bisa menular dan menyebar. Walaupun secara fatalitas risikonya rendah. Namun demikian terhadap yang belum divaksin ini tentu berbeda," tutup Sigit. (Adrian)

Lampung,Sulutnews.com -  Sejumlah warga membakar Polsek Candipuro, Lampung, lantaran kecewa terhadap pelayanan polisi karena masih maraknya kasus kejahatan yang terjadi di jalanan, seperti penodongan dan pembegalan.

"Imbas kasus ini, Kapolsek Candipuro AKP Ahmad Hazuan dimutasi.

"Dengan adanya rekomendasi tersebut, Kapolda Lampung mengganti Kapolsek Candipuro AKP Ahmad Hazuan kepada Iptu Gunawan," ujar Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad seperti dilansir dari detikcom, Minggu (23/5/2021).

Pandra mengatakan, dari hasil audit, kinerja AKP Ahmad selaku Kapolsek Candipuro belum sesuai standar.

“Padahal kemampuan seorang Kapolsek sangat penting dalam pengungkapan kejahatan serta pelayanan bagi masyarakat,” kata dia.

Dijelaskan Pandra , Tim Pengawas memberikan rekomendasi bahwa kapolsek kinerjanya belum sesuai key performance indicator. “Belum sesuai harapan masyarakat. Dalam konsep Polri Presisi diperlukan kemampuan kapolsek yang bisa menjadi pemimpin bagi organisasi ini dan bisa menggerakkan roda polsek sesuai fungsi preemtif, preventif, dan represif," kata Pandra.

Diketahui, Mutasi posisi AKP Ahmad Hazuan tercatat dalam surat telegram Kapolda Lampung, pada Jumat (21/5/2021).

Surat Telegram itu ditandatangani oleh Karo SDM Polda Lampung Kombes Endang.

AKP Ahmad Hazuan dimutasi ke posisi Kanit 1 Sinego Subditdalmas Ditsamapta Polda Lampung. Sedangkan penggantinya, yakni Iptu Gunawan, merupakan mantan Paur Sunkum Subbidsunluhkum Polda Lampung.

Dari sejumlah video amatir yang tersebar di media sosial, terlihat sejumlah warga memadati halaman Polsek.

Tak hanya menggeruduk, massa juga berlaku anarkistis dengan membakar ruangan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu atau SPKT.

Ruang utama Mapolsek yang masih dalam tahap renovasi turut dirusak warga, beruntung isi ruangan sempat dipindahkan sebelum aksi pembakaran terjadi.

"Saat ini Polisi telah menetapkan 10 orang sebagai tersangka, yang salah satunya kepala desa setempat, yakni DK. DK justru menjadi inisiator pembakaran Polsek Candipuro.

 

Polda Lampung menyampaikan permintaan maaf jika pelayanan masyarakat Polsek Candipuro dinilai kurang. Meski demikian, Polda Lampung menyayangkan aksi perusakan dan pembakaran yang dilakukan warga.

"Kapolda juga meminta maaf bila ada kekurangan pelayanan,  Kami minta maaf. Tapi tindakan kekerasan harus ditindak secara hukum," tukas Pandra  (**/Adrian)