Aceh

Aceh (7)

Aceh, Sulutnews.com - Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Aceh Aldin N, Jumat (11/11/2022) mengutuk pengancaman yang dilakukan oleh oknum pengawas proyek Pasar Rejewali, Aceh Tengah, Provinsi Aceh berinisial Am dan rekannya berinisial Rah. Tindakan Am yang mengancam akan membunuh Jurnalis—wartawan harian Rakyat Aceh/Kabargayo, sekaligus Ketua SMSI Aceh Tengah-Bener Meriah, merupakan tindakan yang melanggar hukum dan mengancam kebebasan pers di Indonesia.

Aldin Nainggolan mengatakan upaya pengancaman akan membunuh Jurnalis sembari mendatangi kediaman sang wartawan, merupakan bentuk ancaman nyata yang bukan saja dapat diduga hendak menekan pewarta, tapi sekaligus ingin memberikan tekanan psikologis terhadap keluarga Jurnalis.

Menurut Aldin, ada dua hal yang telah dilanggar oleh pelaku yang mengancam Jurnalis. Pertama telah mengancam akan membunuh. Yang bersangkutan (Am) telah melanggar Pasal 368 ayat 1 KUHP dan perbuatan tidak menyenangkan Pasal 355 KUHP. Pasal itu lengkapnya berbunyi: Barang siapa melawan hukum memaksa orang lain supaya melakukan, tidak melakukan, atau membiarkan sesuatu, dengan memakai kekerasan, sesuatu perbuatan lain maupun perlakuan yang tidak menyenangkan, atau memakai ancaman kekerasan, sesuatu perbuatan lain maupun perlakuan yang tak menyenangkan, baik terhadap orang itu sendiri maupun orang lain.

Kedua, telah mencoba merampas kebebasan pers. Dengan serta merta Am telah melanggar UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sesuai dengan mandatnya, salah satu fungsi wartawan yaitu mengawasi pembangunan.

Bila Am merasa dirugikan oleh pemberitaan yang diterbitkan oleh dunia media terkait proyek yang sedang dia awasi, seharusnya Am dapat meminta hak jawab. Konon lagi Jurnalis menurut keterangannya kepada penegak hukum, telah mencoba menghubungi yang bersangkutan sebagai bentuk konfirmasi sebelum berita dikirim ke redaksi, tapi Am tidak menggubris. Maka Am semakin meyakinkan telah bertindak sewenang-wenang. Tindakan kesewenang-wenangan tersebut telah menyalahi aturan, karena yang ia awasi merupakan proyek yang dibiayai dengan anggaran negara.

Oleh karena itu, SMSI Aceh mendesak penegak hukum mengusut tuntas peristiwa pengancaman pembunuhan tersebut. Am harus mendapatkan hukum atas perbuatannya yang telah berupaya melakukan peruntuhkan kemerdekaan pers, dan mengancam keselamatan jiwa manusia.

"Ancaman seperti ini tidak bisa dibiarkan dan aparat hukum harus menindak tegas. Sebab, bila dibiarkan berlalu begitu saja, maka kasus kasus serupa yang mengancam kebebasan pers akan terulang kembali," demikian Aldin Nainggolan yang juga Kepala Perwakilan Waspada di Aceh tersebut.(*/Merson)

Banda Aceh, Sulutnews.com — PT Astra International Tbk (Astra) bersama PT Asuransi Astra Buana (Asuransi Astra), yang merupakan bagian dari lini bisnis jasa keuangan Astra Financial, meresmikan Bank Wakaf Mikro (BWM) di Banda Aceh sebagai wujud dukungan terhadap peningkatan inklusi keuangan masyarakat. Bank Wakaf Mikro ini merupakan Badan Wakaf Mikro yang ke-9 dari 10 BWM yang telah didirikan Astra bersama unit bisnis Astra Financial.

Tujuan dibentuknya BWM adalah agar masyarakat kecil dapat mengakses layanan keuangan terutama dalam hal pembiayaan. Terlebih masih banyak masyarakat di berbagai daerah yang belum memiliki akses ke layanan keuangan formal. Hal ini merupakan wujud Astra untuk mendukung inklusi keuangan masyarakat terutama dalam keuangan syariah.

"Astra senantiasa menjalankan berbagai kontribusi sosial berkelanjutan untuk memajukan kualitas bangsa. Melalui lini bisnis jasa keuangan, Astra Financial, program Bank Wakaf Mikro diharapkan dapat meningkatkan inklusi keuangan dan kesejahteraan masyarakat di sekitar pondok pesantren di seluruh Indonesia. Hal ini mendukung Sustainable Development Goals Indonesia dan sejalan dengan cita-cita Astra untuk sejahtera bersama bangsa,” ujar Chief of Corporate Affairs Astra, Riza Deliansyah.

Caption : Sesi peresmian Bank Wakaf Mikro Astra di Banda Aceh yang diikuti oleh (kiri-kanan): Wahyu Avianto - SEVP Operation BSI, Ustad Masrul Aidi - Pimpinan Dayah Babul Maghfirah, Wimboh Santoso - Ketua Dewan Komisioner OJK, Iskandar Syukri - Staf Ahli Bidang Keistimewaan Aceh SDM dan Hub Kerjasama, Yusril - Kepala OJK Aceh, Riza Deliansyah - Chief Corporate Affairs Astra.

Adi Sepiarso, Chief Compliance and Risk Management Officer Asuransi Astra, mengatakan bahwa pendirian BWM ini merupakan salah satu bentuk kontribusi Asuransi Astra sebagai bagian dari Grup Astra untuk mewujudkan cita-cita Astra yaitu “Sejahtera Bersama Bangsa”. Hal ini juga merupakan salah satu bentuk pelaksanaan komitmen Asuransi Astra dalam hal tanggung jawab sosial yang berkesinambungan, khususnya pemberdayaan kepada masyarakat di sekitar pondok pesantren. “Astra dan Asuransi Astra menyambut baik peresmian ini serta mendukung pengembangan dan BWM yang diprakarsai oleh OJK. Kami berharap, BWM Babul Maghfirah dapat memberikan manfaat yang baik bagi warga pesantren dan sekitarnya,” tambahnya.

Bank Wakaf Mikro di Banda Aceh ini merupakan BWM ketiga yang diresmikan dan mendapat dukungan dari Asuransi Astra. Sebelumnya, Asuransi Astra telah memberikan dukungan untuk Bank Wakaf Mikro di Pondok Pesantren As’Ad Jambi dan Bank Wakaf Mikro Ahmad Taqiuddin Mansur (ATQIA) di Pondok Pesantren Al Manshuriyyah Ta’limusshibiyan Lombok Tengah.

Peresmian BWM di Banda Aceh dilakukan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK RI - Wimboh Santoso yang didampingi oleh Anto Prabowo sebagai Deputi Komisioner Humas dan Manajemen Strategis OJK dan Yusri selaku Kepala OJK Aceh. Kegiatan ini juga dihadiri Riza Deliansyah sebagai Chief Corporate Affairs Astra, Pongki Pamungkas selaku Komisaris PT Sedaya Multi Investama (Astra Financial), dan Adi Sepiarso sebagai Chief Compliance Risk Management Officer Asuransi Astra.

Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang dilakukan pada tahun 2019 oleh OJK RI menunjukkan indeks literasi keuangan Indonesia sebesar 38,03% dan indeks inklusi keuangan sebesar 76,19%. Persentase tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia belum memahami dengan baik produk dan layanan jasa keuangan yang ditawarkan oleh lembaga jasa keuangan formal.

Menyikapi hal tersebut, kehadiran Bank Wakaf Mikro yang didukung penuh oleh Grup Astra menjadi dukungan nyata untuk merespon visi SNLKI 2021 – 2025, yaitu “mewujudkan masyarakat Indonesia yang memiliki indeks literasi keuangan yang tinggi (well-literate) sehingga dapat memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan yang sesuai untuk mencapai kesejahteraan keuangan yang berkelanjutan”, serta menjadi perwujudan strategi dari Pilar 2 Kerangka Struktural Master Plan Sektor Jasa Keuangan Indonesia (MPSJKI) 2021 – 2025 yaitu Pengembangan Ekosistem Jasa Keuangan yang berfokus pada program 'Memperluas Akses Keuangan dan Meningkatkan Literasi Keuangan Masyarakat'.

Hingga 2022, total ada sepuluh BWM yang didirikan oleh Grup Astra melalui lini bisnis Astra Financial, dengan total dana donasi mencapai lebih dari Rp 40 miliar. Pendirian sepuluh BWM ini dimungkinkan dengan dukungan anak perusahaan dari Astra Financial, mencakup FIFGROUP: BWM di Semarang, Jayapura, Ambon, dan Rembang. ACC: BWM di Banyuwangi, Banjarmasin, dan Trenggalek. Sedangkan Asuransi Astra dengan sebaran BWM di Jambi, Nusa Tenggara Barat, dan Aceh.

Melalui program BWM, Astra dan Astra Financial senantiasa mendukung OJK RI untuk meningkatkan tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia. Hal ini dimulai dari pengenalan manfaat hingga risiko dalam memanfaatkan layanan-layanan Lembaga Jasa Keuangan, khususnya untuk membawa perubahan positif pada tata cara pengelolaan keuangan masyarakat untuk mewujudkan Indonesia yang sejahtera.(/Parmin)

Banda Aceh,Sulutnews.com - Yayasan HAkA (Hutan, Alam, dan Lingkungan Aceh) berkolaborasi bersama Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh dan berbagai organisasi kemahasiswaan suarakan keprihatinan terhadap perdagangan ilegal satwa liar di Aceh melalui festival seni Bu-Moe Fest. Bu-Moe Fest berlangsung selama 28 Februari s.d. 3 Maret 2022 di Leuser Conservation Training Center, Pango Deah, Ulee Kareng, Banda Aceh.

Melalui serangkaian kegiatan kolaboratif antar seniman dan anak muda Aceh yang peduli terhadap lingkungan, khususnya Kawasan Ekosistem Leuser (KEL), Bu-Moe Fest memamerkan 20 lebih karya seni rupa dan mempertontonkan aksi seni pertunjukkan sebagai media edukasi berbasis seni kepada pengunjung. Musisi kondang Aceh, Maimunzir, juga ikut memeriahkan panggung dan menyuarakan pesan-pesan pelestarian hutan di Aceh

Hutan Aceh khususnya Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) dikenal sebagai tempat terakhir di dunia dimana badak, harimau, gajah, dan orangutan hidup berdampingan di alam liar. “Saat ini, satwa-satwa ini diburu dan diperdagangkan secara ilegal. Inilah mengapa kita bersama seniman dan anak-anak muda peduli lingkungan tergerak untuk menyuarakan ini (perdagangan ilegal satwa liar di Aceh), terlebih pada 3 Maret esok kita akan memperingati Hari Satwa Liar Sedunia” ucap Badrul Irfan, Sekretaris Yayasan HAkA, dalam kata sambutannya pada pembukaan Bu-Moe Fest, Senin (28/2/2022).

Pada kesempatan yang sama Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi aksi seniman dan anak muda di Bu-Moe Fest. Kepala BKSDA Aceh, Agus Arianto, S. Hut., turut berhadir membuka acara tersebut secara resmi menyampaikan bahwa kolaborasi dalam rangka penanganan kasus-kasus perdagangan ilegal satwa liar sudah berjalan dengan baik.

“Berbagai kasus dapat berhasil diungkap karena komitmen bersama berbagai pihak yang peduli terhadap kelestarian sumber daya alam,” ungkap Egi, begitu ia akrab disapa. Selanjutnya ia juga mengapresiasi dan mendukung penyadartahuan melalui kampanye interaktif dan kreatif yang dikemas di Bu-Moe Fest.

Turut tampil beberapa karya seni rupa dan seni pertunjukan dari mahasiswa ISBI Aceh. “Kami mendukung penuh kreativitas mahasiswa dan mahasiswi dalam berkarya dan menyuarakan keresahan-keresahan sosial dengan kacamata seni,” pungkas Erlinda, S.Pd., M.Sn., ketua prodi Seni Pertunjukan ISBI Aceh. “Semoga Bu-Moe Fest dapat menjadi ruang dan wadah dimana mahasiswa ISBI dapat berkreasi” tambahnya.

Rangkaian kegiatan seperti Live Painting, Poeh Cakra, dan Nonton Bareng akan terus meramaikan festival ini hingga ditutup pada Kamis (3/3/2022), tepat pada peringatan Hari Satwa Liar Sedunia. Serangkaian agenda kegiatan dapat dilihat melalui media sosial Bu-Moe Fest (bit.ly/TentangBuMoeFest).(*/Melvin)

Aceh,Sulutnews.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau akselerasi percepatan vaksinasi di Pidie Convention Center, Kabupaten Pidie, Aceh, Sabtu (26/2/2022). Dalam kegiatan ini, Sigit juga terhubung secara virtual dengan 6.441 titik di 34 Provinsi Indonesia yang juga melaksanakan vaksinasi.

"Alhamdulillah, kita baru saja melaksanakan kegiatan vaksinasi serentak. Hari ini kita hadir langsung pada  pelaksanaan di wilayah Pidie. Hari ini target Pidie 5 ribu vaksinasi. Secara umum giat vaksinasi Provinsi Aceh 67 ribu dosis. Nasional target 1,5 juta dosis," kata Sigit.

Sigit menuturkan, pelaksanaan vaksinasi ini dalam rangka memastikan bahwa masyarakat untuk mendapatkan imunitas. Dalam kesempatan ini, Sigit juga menyampaikan informasi bahwa vaksinasi booster sudah bisa dilakukan 3 bulan setelah mendapatkan dosis kedua. Sebagaimana Surat Edaran Kemenkes.

"Saya mohon kepada rekan-rekan bantu sosialisasikan sehingga yang sudah tiga bulan vaksin dosis dua bisa datang ke gerai-gerai vaksin yang sudah disiapkan," ujar Sigit.

Percepatan vaksinasi, lanjut Sigit sangat penting dilakukan guna mengurangi angka fatalitas atau tingkat kematian. Berdasarkan survei, vaksinasi dosis kedua bisa meningkatkan imunitas sampai dengan 67 persen dan dosis tiga bisa meningkatkan imunitas sampai 91 persen.

"Jadi memang untuk hadapi varian baru Omicron ini kita harus yakin bahwa masyarakat kita betul-betul sudah melaksanakan atau dapatkan vaksinasi secara optimal. Dan itu kunci bagi kita untuk bisa menangani dan mengelola laju Omicron dengan baik," ucap Sigit.

Mantan Kabareskrim Polri ini mengingatkan bahwa beberapa waktu lalu Indonesia bisa menangani laju penyebaran Covid-19 varian delta, dimana dalam beberapa waktu tidak terjadi pertumbuhan.

Saat ini varian baru Omicron tengah menyebar, Sigit meyakini dengan kerja sama seluruh stakeholder dan antusias masyarakat untuk mengikuti vaksinasi, maka bisa melewati varian Omicron dengan baik.

"Apalagi tingkat fatalitasnya jauh lebih rendah daripada varian yang lama. Namun demikian, tetap ada angka kematian dan khususnya itu muncul di usia rentan yang dosisnya belum lengkap atau komorbid. Jadi ini tentunya jadi sasaran prioritas yang harus terus kita laksanakan," tutur Sigit.

Selain vaksinasi, mantan Kapolda Banten ini menuturkan pentingnya tetap menjaga protokol kesehatan (prokes) dan mengurangi mobilitas bagi yang sudah melaksanakan vaksinasi, guna mencegah penularan Covid-19.

"Bagi yang sudah vaksin lengkap tetap jaga prokes, gunakan masker itu harus selalu dilakukan dan kurangi mobilitas ini menjadi salah satu kunci untuk menahan agar transmisi penularan bisa kita kendalikan. Ini hal-hal yang perlu kita sampaikan," tegas Sigit.

Terakhir, Ia pun menyampaikan terima kasih kepada masyarakat dan Forkopimda Aceh yang terus bekerja sama dan bekerja keras untuk melawan penyebaran Covid-19.

"Angkanya sudah sangat bagus walaupun berada di salah satu titik yang agak jauh namun tidak kalah pencapaiannya dengan rata-rata nasional. Tentunya ini harus dipertahankan dan ditingkatkan," kata Sigit.

Dalam kesempatan itu, Kapolri juga melakukan dialog interaktif secara virtual untuk memberikan pengarahan pengendalian Pandemi Covid-19 di seluruh Indonesia. (Adrian)

Aceh,Sulutnews.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Aceh untuk melakukan upaya maksimal dan strategi pengendalian Pandemi Covid-19.

Sigit menjelaskan, upaya dan strategi itu harus dilakukan semaksimal mungkin, untuk menekan potensi terjadinya lonjakan angka positivity rate di wilayah Serambi Mekkah tersebut.

"Kemudian, dari perkembangan positivity rate yang ada saat ini wilayah Aceh masih di bawah rata-rata nasional. Namun tentunya ada peningkatan menjadi delapan persen. Sementara rata-rata nasional 18 persen. Jadi dalam kesempatan ini saya minta tentunya untuk rekan-rekan seluruhnya agar lakukan langkah-langkah," kata Sigit saat meninjau langsung akselerasi vaksinasi di Gedung LPMP Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Jumat (25/2/2022).

Upaya dan strategi yang dilakukan harus maksimal, kata Sigit, dengan terus melakukan percepatan akselerasi vaksinasi bagi masyarakat, baik dosis I, dosis II hingga dosis III atau Booster.

Percepatan vaksinasi itu, menurut Sigit, juga harus dibarengi dengan penguatan sosialisasi pentingnya penerapan protokol kesehatan (prokes) kepada masyarakat dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari.

"Dan tentunya kunci dari ini semua adalah kerja dari seluruh pihak. Bagaimana soliditas yang sudah ada, sudah terbangun antara seluruh stakeholder, Pemda, TNI-Polri seluruh tenaga kesehatan yang ada betul-betul bisa bekerja dengan baik. Dan tentunya ini harus kita dorong dan kita pertahankan," ujar eks Kabareskrim Polri itu.

Disisi lain, mantan Kapolda Banten itu juga mengingatkan untuk Forkopimda Aceh memperhatikan jangka waktu masyarakat yang sudah memasuki pelaksanaan vaksinasi booster. Pasalnya, dengan penyuntikan dosis ketiga itu, masyarakat akan memiliki imunitas lebih baik dan mengurangi tingkat fatalitas akibat paparan virus corona.

"Karena memang apabila kemudian melewati batas waktu yang ada, tentunya tingkat efektivitasnya akan sedikit menurun. Jadi, saya ingatkan untuk waktu yang sesuai. Sehingga kemudian manfaat dari vaksinasi betul-betul bisa optimal," ucap Sigit.

Sementara itu, Sigit juga mengapresiasi seluruh stakeholder yang telah bekerja keras melakukan akselerasi vaksinasi di Aceh. Ia meyakini target vaksinasi di wilayah tersebut akan terus meningkat kedepannya.

Dengan terbentuk kekebalan komunal, Sigit menekankan, hal itu akan berdampak pada terjaganya pertumbuhan perekonomian masyarakat di tengah lonjakan pertumbuhan Covid-19 khususnya varian Omicron.

"Kita dorong akselerasi vaksinasi di Wilayah Aceh dalam rangka untuk  menghadapi varian baru Omicron yang sudah mulai masuk. Dan saya yakin dengan semangat yang ada kita semua bisa melewati dan menghadapi varian baru tersebut. Tentunya kita ingin bahwa pertumbuhan ekonomi Aceh tetap bisa bertahan dan terus meningkat tanpa terganggu varian yang ada," papar Sigit. (Adrian)

Banda Aceh, Sulutnews.com - Empat Rider yang tergabung dalam Tim Jelajah Kebangsaan Wartawan- Persatuan Wartawan Indonesia (JKW-PWI) memulai perjalanannya dari Kilometer 0 Kota Sabang.

Hari Senin (21/11/2021) Tim JKW-PWI sudah tiba di kota Banda Aceh dan langsung diterima Ketua PWI Pusat, Atal S Depari yang baru saja menghadiri Konferensi Provinsi XII PWI Aceh.

Seperti diketahui, Tim JKW-PWI yang terdiri dari Agus Blues Asianto, Yanni Krishnayanni, Indrawan Ibonk, dan Sonny Wibisono, Riders tiba di pusat ibukota negeri serambi mekah bertepatan dengan Acara Konferensi Provinsi XII PWI Aceh tersebut.

Agus Blues dan Kawan-kawan akan melakukan ekspedisi keliling Indonesia untuk memenuhi target sambangi 34 provinsi di tanah air.

Selama melakoni perjalanan, Tim JKW-PWI akan membuat laporan kondisi yang dialami dan yang terjadi di seluruh sudut bagian Indonesia yang dilewati selama ekspedisi.

Ketum PWI Pusat, Atal S Depari didampingi Ketua PWI Aceh Terpilih M Nasir Nurdin dan Ketua DKP PWI Aceh Tarmilin Usman langsung memberikan arahan kepada Yanni Krishnayanni dan kawan-kwan.

"Ini merupakan kegiatan penyaluran bakat serta hobby yang ada pada Wartawan di Indonesia," jelas Atal S Depari sekaligus melepas rombongan menuju Sumatera Utara.

Tim JKW-PWI diakui Atal S Depari punya hobi.

"Hobi ini kita tampung melalui kegiatan JKW-PWI ini, agar mereka mengetahui nusantara yang sesungguhnya namun selama ekspedisi, mereka harus memberitakan kondisi sudut Indonesia yang mereka lewati, baik itu kondisi kearifan adat, sosial budaya serta kondisi insfratrukturnya, nanti mereka juga akan menyelesaikan buku yang berjudul Indahnya Indonesia," jelas Atal S Depari.(/Rolina)

Aceh,sulutnews.com - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Aceh, terkait dengan evaluasi penanganan Pandemi Covid-19, Selasa (2/11/2021).

Dalam pengarahannya, Sigit menyoroti Provinsi Aceh yang masih tergolong rendah soal capaian vaksinasi. Tanah Rencong menempati rangking 33 untuk capaian vaksinasi di skala nasional.

Sigit menekankan, untuk mempercepat akselerasi vaksinasi, seluruh elemen mulai dari TNI, Polri, Pemda, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat, di Nangroe Aceh Darussalam harus bersatu padu dan bergandengan tangan melakukan strategi percepatan vaksinasi.

"Kami bersama Panglima TNI datang langsung untuk lakukan dialog dengan seluruh Forkompinda, lembaga adat yang ada di Aceh, Forkopimda di tingkat daerah dan seluruh stakeholders yang ada. Baik dari para tokoh dari pemuka agama. Kami berdiskusi untuk mencari jalan terbaik bagaimana kita bisa meningkatkan akselerasi percepatan vaksinasi di wilayah Aceh," kata Sigit dalam arahannya.

Menurut mantan Kapolda Banten ini, kunci untuk mengakselerasi vaksinasi adalah dengan terwujudnya sinergitas dan soliditas antara TNI, Polri dan Pemerintah Daerah, dan seluruh elemen masyarakat.

Sigit pun memberikan masukan, untuk mempercepat vaksinasi, diantaranya adalah melakukan sistem target dan bekerjasama dengan wilayah-wilayah yang berdekatan atau aglomerasi.

"Lakukan vaksinasi dengan sistem targeting dan kerjasama antar daerah yang berdekatan atau aglomerasi. Sehingga mampu meningkatkan capaian vaksinasi dengan cepat. Forkopimda Kabupaten/Kota harus kompak dalam melaksanakan akselerasi vaksinasi," ujar eks Kabareskrim Polri tersebut.

Sigit memaparkan, khusus di Banda Aceh, capaian vaksin dosis pertama telah mencapai 80 persen. Hal itu terbilang bagus. Namun, Sigit menyebut, wilayah Aceh lainnya yang masih tergolong rendah.

Sehingga, kata Sigit, jika dirata-ratakan di skala nasional, Aceh hanya berada di angka 31 persen. Sementara, beberapa provinsi sudah ada di angka 50 persen bahkan adapula yang sudah 100 persen, seperti DKI Jakarta, Bali, Kepri, dan DIY.

"Tentunya gap ini harus dikejar terus. Karena di beberapa wilayah Indonesia untuk dosis pertama seperti DKI Jakarta, Yogya, Kepri dan Bali sudah 100 persen," ucap Sigit.

Adanya sinergitas dan soliditas seluruh stakeholders di Aceh, Sigit optimis bahwa kedepannya target Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi), untuk mencapai vaksinasi sebesar 70 persen dapat segera terwujud.

"Sehingga apa yang jadi target Pak Presiden di bulan November mencapai 60 persen dan akhir Desember bisa tercapai 70 persen," kata Sigit.

Lebih dalam, Sigit mengungkapkan, kunci untuk menghadapi Pandemi Covid-19 adalah melakukan strategi kombinasi. Yakni, melaksanakan vaksinasi secara maksimal, menjaga dan selalu menerapkan protokol kesehatan (prokes) dan melakukan treatment terhadap masyarakat yang positif virus corona, sehingga bisa diselamatkan dengan baik.

"Ini kombinasi yang harus terus dilaksanakan. Karena memang dengan kerja keras ini, Alhamdulillah Indonesia berada di rangking satu untuk kemampuan kita kendalikan laju Covid-19 se-Asia Tenggara. Jadi saya kira ini harus dipertahankan tentunya dengan akselerasi vaksinasi," tutur Sigit.

Disisi lain, Sigit juga merangkul para tokoh agama dan tokoh adat sama-sama melawan informasi palsu atau hoaks soal vaksin, yang menyebabkan sebagian masyarakat masih merasa takut untuk disuntik vaksin.

"Terhadap yang belum vaksin dan masih takut dengan hoaks. Tadi sudah disampaikan oleh para tokoh bahwa itu tentunya tidak benar. Sehingga bagaimana membangkitkan antusias masyarakat mau divaksin itu menjadi sangat penting. Dan ini perlu kerja keras, kerjasama dari seluruh rekan-rekan stakeholders, temasuk rekan media untuk bantu sosialisasikan," papar Sigit.

Lebih jauh, dengan adanya percepatan vaksinasi dan penerapan prokes, Sigit menyebut, Indonesia akan bisa mengantisipasi potensi lonjakan Covid-19 di akhir tahun nanti, yang dimana ada perayaan Natal 2021 dan Tahun 2022.

"Indonesia bisa pertahankan terkait pengendalian Covid-19 khususnya hadapi akhir tahun. Karena biasanya akan terjadi lonjakan. Ini harus kita jaga dengan prokes yang kuat dan vaksin yang lebih cepat. Dengan demikian laju Covid-19 bisa dikendalikan dan pertumbuhan ekonomi diharapkan bisa semakin meningkat," ujar Sigit.

Selain memimpin rapat Forkopimda, Panglima TNI dan Kapolri juga meninjau secara langsung serbuan vaksinasi yang diselenggarakan di Banda Aceh Convention Hall (BACH), serta diikuti serentak di 23 kab/kota se-Provinsi Aceh. (Adrian)