Sumatera Selatan

Sumatera Selatan (4)

Sumsel,Sulutnews.com - Hibah Rp 2 triliun dari pengusaha Akidi Tio diduga palsu atau bohong. Terbukti baru - baru ini Heriyati, anak bungsung Akidi Tio kekinian ditangkap aparat Polda Sumatera Selatan Senin (2/8/2021).

Heriyanti dijemput langsung oleh Direktur Intelkam Polda Sumsel Komisaris Besar Ratno Kuncoro.

"Kami bawa ke mapolda untuk dimintakan keterangan," kata Ratno Kuncoro.

Berdasarkan informasi yang terhimpun, Heriyanti akan ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus bohong hibab Rp 2 triliun.

Heriyanti tiba di Mapolda Sumsel dan langsung digiring masuk ke ruang Ditreskrimum Polda Sumsel, dengan pengawalan sejumlah petugas. 

Dia yang memakai batik biru dan bercelana panjang hitam, berusaha menghindari awak media. Heiryanti terus berjalan cepat seraya menutupi wajahnya menggunakan tangan.  Tak ada sepatah kata pun yang keluar dari bibirnya. 

"Tidak hanya Heriyanti, Polisi juga menjemput Prof Dr Hadi Darmawan sebagai Dokter keluarga Akidi Tio.

Sementara Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel Hisar Siallagan, kepada Wartawan saat dikonfirmasi, enggan memberikan komentar terkait penjemputan Heriyanti. 

Sebelumnya polemik mengenai sumbangan almarhum Akidi Tio ini ramai diperbincangkan. Sejumlah tokoh di Indonesia bahkan mengapresiasi apa yang dilakukan keluarga dermawan ini.

Namun belakangan aparat Polda Sumsel mencium kecurigaan, sehingga akhirnya mengamankan Heryanti yang saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka penipuan.

Diketahui, beberapa waktu lalu, tepatnya pada Senin (26/7) Pemprov Sumsel mendapat bantuan hibah dana penanganan Covid-19 dari dermawan sebesar Rp2 triliun.

Penyerahan bantuan ini dilakukan dengan seremonial yang luar biasa dihadiri oleh Gubernur Sumsel Herman Deru dan jajaran Polda Sumsel.

Mengingat hubungan baik antara Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Eko Indra Heri dengan keluarga Akidi Tio semasa bertugas di Aceh, maka dana besar itu dititipkan kepada Kapolda untuk diatur pembagiannya sedemikian rupa.

Sayangnya, hingga ditetapkan sebagai tersangka hari ini, apa yang telah dilakukan Heryanti telah membuat malu Kapolda Sumsel dan jajaran.

Setelah menghebohkan Indonesia, jeratan pidana menanti Heriyanti yang kini sedang dimintai keterangan oleh pihak berwajib di Mapolda Sumsel. (Adrian)

Sumsel,Sulutnews.com - Polda Sumsel mendapat bantuan dana penanggulangan covid-19 sebesar Rp.2 Triliun. Bantuan ini diberikan oleh keluarga alm Akidi Tio, pengusaha sukses asal Kota Langsa Kabupaten Aceh Timur melalui dokter keluarga mereka di Palembang, Prof dr Hardi Darmawan. Penyerahan dana bantuan turut diserahkan ke Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri, dan disaksikan Gubernur Sumsel H Herman Deru, Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Dra Lesty Nuraini Apt Kes dan Danrem 044/Gapo, Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji.

"Ini luar biasa sekali, ada yang memberikan bantuan untuk penanganan covid-19"

"Bantuan berupa uang sebesar Rp. 2 triliun," ujar Gubernur Sumsel H Herman Deru saat ditemui setelah penyerahan bantuan covid-19 sebesar Rp 2 T di Mapolda Sumsel, Senin (26/7/2021).

Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri mengatakan, Akidi Tio adalah keluarga yang ia kenal saat bertugas di Aceh beberapa tahun silam.

Perwakilan keluarga lalu menyampaikan kepada dirinya bahwa akan ada bantuan dana yang diberikan kepada masyarakat Sumsel terdampak covid-19.

Meski Kapolda sendiri tak menampik sempat sedikit dibuat terkejut dengan nominal fantastis dari bantuan yang diberikan.

"Mendengarnya saja kaget, apalagi melaksanakan (amanah) itu"

"Menurut saya ini adalah amanah yang sangat luar biasa dan berat sekali karena uang yang diamanahkan ini besar dan pastinya harus dipertanggungjawabkan"

Sementara Gubernur Hernan Deru turut mengapresiasi bantuan yang diberikan keluarga almarhum Akidi Tio.

"Sumsel dapat bantuan COVID-19. Dananya sekitar Rp 2 triliun," kata Deru usai penyerahan dana hibah COVID-19 di Polda Sumsel. (Adrian)

Tanjungenim, Sulutnews.com - PT Bukit Asam Tbk yang merupakan perusahaan BUMN terkemuka di Indonesia kembali menunjukkan komitmen sebagai perusahaan yang memiliki misi Peduli dan Membangun Rakyat dengan mendukung penuh Program 100 Gerobak UMKM Terdampak Covid yang diusung Forum Silahturahmi Pemuda Sumatera Selatan (FSPSS) bekerjasama dengan SMSI Sumsel. Komitmen ini dinyatakan langsung oleh Direktur Utama (Dirut) PT Bukit Asam Tbk, Suryo Eko Hadianto ketika menerima audiensi Pengurus FSPSS dan SMSI Sumsel di Ruang Tamu Direksi PT Bukit Asam Tbk Tanjung Enim, Kamis (29/4).

Didampingi  Sekretaris Perusahaan Apollonius Andwie, Dirut PTBA yang baru menjabat di lingkungan perusahaan batubara ini menekankan pada prinsipnya perusahaan milik negara ini selalu memperhatikan dengan ikut andil dalam kegiatan terutama kegiatan sosial kemasyarakatan. "Pada prinsipnya kita sangat mendukung kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan apalagi dalam situasi pandemi seperti ini di mana UMKM juga sangat merasakan," ujar Suryo yang juga menyebutkan selama Ramadhan pihaknya sudah melakukan serangkaian kegiatan di antaranya memberi santunan kepada 74 Pengurus Masjid dan 64 Musholla, membagikan masker serta mengadakan kegiatan sosialisasi dan penyuluhan percepatan penanggulangan wabah Covid 19.

Di tempat yang sama, Ketua FSPSS, Ir Deliar Marzukie, MM mengatakan Program 100 Gerobak Peduli UMKM Terdampak Covid 19 ini rencananya akan direalisasikan dengan merangkul SMSI Sumsel sebagai mitra dalam mempromosikan gerakan peduli UMKM di Sumsel ini. "FSPSS mengusung program ini dalam rangka ikut andil membangkitkan kembali perekonomian masyarakat terdampak dalam hal ini UMKM yang terkena imbas pandemi Covid. Kita berharap dengan Program 100 Gerobak ini akan ikut membantu Program yang diusung Pemprov Sumsel, Sumsel Maju untuk Semua," ujar Deliar seraya menambahkan bahwa dalam program ini akan terserap 200 tenaga kerja di mana satu gerobak akan melibatkan 2 orang yang akan mengelola penjualan pisang goreng serta makanan kecil lainnya yang diusung per gerobak.

Diakui Deliar, program ini membutuhkan support banyak pihak karena konsep "Langsung Dorong" yang diusung yaitu per gerobak sudah siap semuanya tinggal jual di mana mulai dari keberadaan fasilitas gerobak yang representatif dengan segala fasilitas mulai dari tenaga operasional, stok pisang dan peralatan seperti minyak goreng dan tepung dan yang lainnya. "Pokoknya tinggal dorong saja. Itu maunya kita. Insya Allah kita berharap program ini akan sangat  mendukung dalam rangka membangkitkan perekonomian di Sumsel," kata Deliar seraya berharap BUMN dan BUMD lain di Sumsel juga ikut peduli dan andil terhadap program ini.

Sementara itu, Ketua SMSI Sumsel, Jon Heri, S.Sos mengatakan SMSI Sumsel dengan Program Kampung Ekonomi Kreatif Digital yang diusung SMSI secara nasional ikut andil dalam Program 100 Gerobak UMKM Terdampak Covid ini. "Kita sinkronkan dengan Program Ekonomi Kreatif Digital di mana dengan kekuatan seluruh anggota SMSI di Sumsel khususnya dan dukungan SMSI secara nasional kita berharap Program 100 Gerobak Peduli UMKM ini dapat dipromosikan gaungnya baik secara regional maupun nasional. Kita berharap SMSI Sumsel juga ikut andil dalam mendukung Program Pemerintah Provinsi Sumsel, Sumsel Maju Untuk Semua," ujar Jon Heri. (/Jonheri/SMSI)

Palembang, Sulutnews.com - Sebanyak 130 anggota Peradi dilantik dan diambil sumpah, bertempat di Hotel Aston Palembang. Selasa, 19/1/2020. Acara pelantikan dihadiri langsung  pejabat Peradi Pusat dan Pengurus DPC Peradi  Kota Palembang yang saat ini di bawah komando Hj Nurmalah SH MH dan Sekretaris DPC Peradi Kota Palembang MR. Soki SH MH.

Hj Nurmalah SH MH yang saat ini juga sudah dipercaya DPN Peradi Pusat sebagai  Wakil Sekjen DPN Peradi Pusat  juga Managing kantor Hukum Hj.Nurmalah SH.MH yang berkantor  di Ruko Citra Grand London c 15 mengatakan," Pelantikan dan  Penyumpahan Advokad Peradi sebanyak 130 peserta, dengan demikian jumlah anggota Peradi Sumsel sebanyak 1.438 anggota termasuk

anggota baru ini. Ini setelah dikurangi ada juga anggota yang meninggal dunia dan lain-lain,” kata wanita yang memiliki seabrek aktivitas ini.

Dia bersyukur di tengah saat ini yang marak bermunculan organisasi advokad, Peradi tetap menunjukkan kualitas diri dengan penerapan berbagai aturan yang sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

”Di tengah situasi banyaknya organisasi advokat, Peradi tetap The Best. Banyak yang ingin masuk tapi kita punya standar tersendiri di antaranya harus ada keterangan magang, sarjana hukum, harus pendidikan dulu baru ikut tes dan pengangkatan advokad benar-benar ikuti prosedur dan standar UU Advokat No 18 Tahun 2003.

Selain itu, usia ijazah sarjana hukumnya minimal 2 tahun, kurang satu hari pun tidak bisa ikut ujian kita. Selain itu, usia minimal 25 tahun baru bisa di￾lantik,” tambah advokat perempuan Sumsel yang saat ini tengah menempuh Pendidikan S3 di Kota Semarang dan baru saja meresmikan Kantor Advokad Hj Nurmalah SH MH di Ruko Citra Grand London c 15  kota Semarang.

Saat dimintai keterangan media melalui selular Rabu, 20/1/2021 Hj. Nurmalah SH. MH menyampaikan,"  Dengan adanya pelantikan sebanyak 130 orang Advokat Peradi ini, menunjukan peradi masih yang terbaik dan provesi Advokat masih menjadi pilihan.  Semoga mereka yang dilantik amanah Dalam menjalankan profesi tentunya tetap harus patuh pada kode etik dan UU Advokat no.18 th 2003," pungkas beliau.(/Dyah)