Sulawesi Tengah

Sulawesi Tengah (4)

Toli-Toli,Sulutnews.com - Berkat pencapaian pembangunan oleh Satgas TMMD ke-110 Kodim 1305/BT warga Desa Kamalu, Kecamatan Ogodiede, Kabupaten Toli-toli, merasa senang dan terbantu karena dengan adanya TMMD Infrastruktur di desa mereka dapat terbangun sehingga akan meningkatkan pada sektor perekonomian.

Terbukti, Warga Desa Kamalu, Senin (15/3/2021) belum lama ini, ikut Berbondong-bondong membantu anggota Satgas TMMD ke-110 Kodim 1305/BT guna memacu pembangunan di seluruh sektor program TMMD yang ada di Desa tersebut.

Kepada Sulutnews.com Rabu (17/03) siang tadi,  Kapendam XIII/Merdeka Kolonel Kav M. Jaelani menerangkan  bahwa program TMMD ke-110 Kodim 1305/BT pekerjaanya hampir rampung.

Pasalnya seluruh sasaran fisik sudah dalam proses pembangunan, dan sampai saat ini sudah ada sasaran fisik yang selesai di bangun ucap Kapendam.

"Selain sasaran fisik, beberapa sasaran non fisik juga telah dilaksanakan oleh satgas TMMD ujarnya.

"Dijelaskan Kapendam, Program pembangunan TMMD ke-110 di Kabupaten Toli-toli sudah hampir rampung, selain sasaran fisik, sasaran non fisik juga telah selesai dilaksanakan.

Kapendam juga berharap dengan adanya bantuan tenaga masyarakat, seluruh pembangunan akan selesai tepat waktu karena mengingat tanggal penutupan program TMMD ke-110 Kodim 1305/BT tinggal 16 Hari lagi.

"Diharapkan seluruh pembangunan sasaran fisik dapat dicapai tepat waktu sesuai dengan tanggal yang telah ditentukan." Tukas Kapendam.

Adapun prosentase pembangunan sasaran fisik di Desa Kamalu sebagai berikut :

  1. Pengembangan Jalan kantong produksi Prosentase pekerjaan  26%
  2. Pengembangan Jembatan Prosentase pekerjaan 90 %
  3. Pengembangan Plat Deucker 1 Prosentase pekerjaan 75 %
  4. Pengembangan Plat Deucker 2 Prosentase pekerjaan 10 %
  5. Pengembangan Plat Lintas Prosentase 100 %

(/Adrian)

Poso,SulutNews.com - Tim Komando Operasi Khusus (Koopsus) yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Operasi Mandago Raya terlibat kontak tembak dengan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso di bawah pimpinan Ali Kalora, di wilayah penggunungan Andole, Desa Tambarana, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Senin (1/3/2021)

Kapendam XIII/Meredeka Kolonel Kav M. Kepada Jaenani Sulutnews.com dalam keterangannya Rabu, (03/03) hari ini menerangkan,  bahwa pada hari senin sore tepatnya pukul 17.21 Wita di wilayah Penggunungan Andole Kabupaten Poso,

"Telah terjadi kontak tembak antara Tim Koopsus pimpinan Serma Nyoman Dani dengan DPO MIT pimpinan Ali Kalora, sehingga kontak tersebut mengakibatkan 2 DPO MIT tewas di tempat.

Dari pihak satgas juga ada yang menjadi Korban tembak usai melaksanakan kontak senjata dengan kelompok MIT.

Selain itu satu personil satgas dinyatakan gugur atas nama Praka  Dedi usai melaksanakan Kontak tersebut." Terang Kolonel Kav M. Jaelani

Saat ini proses evakuasi dilaksanakan oleh tim yang berada dilapangan dengan menggunakan Helikopter dikarenakan medan yang curam, selain itu Satgas Mandago Raya juga masih menyisir di sekitar TKP untuk memburu sisa kelompok MIT yang berada tidak jauh dari lokasi kontak tukas Kolonel Kav M. Jaelani.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulawesi Tengah (Sulteng), Kombes Didik Supranato juga membernarkan dua teroris yang di tembak oleh Satgas Mandago Raya.

Dua teroris yag masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) itu ditembak hingga tewas.

Sebelum ditembak, Satgas Madago Raya dan kelompok MIT terlibat baku tembak, ucap  Didik kepada Wartawan Selasa (02/03) kemarin.

Didik mengungkapkan, kedua jenazah saat ini masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara, Palu untuk proses pemeriksaan lanjut. Belum diketahui apa peran keduanya dalam kelompok MIT.

Didik menjelaskan, kontak tembak terjadi di wilayah pegunungan Andole, Kampung Maros, Poso Pesisir, Kabupaten Poso pada pukul 18.20 WITA. Kontak tembak terjadi saat Satgas Madoga Raya mendapati para teroris hendak mengambil bahan makanan dari kurir.

Didik menyebut, penyidik sudah mendapatkan informasi terkait kegiatan pengambilan makanan di wilayah Andole tersebut. Atas informasi itu, Satgas Mandago Raya langsung melakukan penyergapan.

Saat baku tembak terjadi, tim Satgas Madoga Raya bahkan memastikan pimpinan kelompok MItT Ali Kalora terlibat langsung. Namun, setelah baku tembak, seluruh kelompok MIT melarikan diri dan tengah dalam pengejaran.

"Barang bukti ada amunisi laras panjang, kemudian bahan makanan, sayur mayur, kemudian ada jam tangan, ada GPS, macam-macam," tukasnya. (Adrian)

Sulteng,Sulutnews.com - Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C) Hadi Tjahjanto, S.I.P dan Kapolri Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si  meninjau operasi Satuan Tugas (Satgas) Mandago Raya yang berlangsung di wilayah Kabupaten Poso. Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Kunjungan kerja (kunker) dua petinggi di jajaran  TNI - Polri di Sulteng pada hari sabtu (20/02/2020) belum lama ini, di terimah langsung oleh Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Santos G. Matondang, M.M., M.Tr (Han)

Kepada Sulutnews.com Minggu (21/02), Kapendam XIII/Merdeka Kolonel Kav M. Jaelani dalam keterangan nya menjelaskan bahwa tujuan Panglima TNI dan Kapolri melaksanakan Kunker di wilayah Korem 132 yakni, untuk meninjau operasi Satuan Tugas (Satgas) Mandago Raya yang berlangsung di wilayah Kabupaten Poso.

"Kunker Panglima TNI dan Kapolri di Provinsi Sulawesi Tengah yaitu untuk mengecek sejauh mana perkembangan satgas Mandago Raya." Imbuh Kapendam.

Lebih lanjut Kapendam dijelaskan Kapendam bahwa  selain meninjau pelaksanaan operasi, Panglima TNI dan Kapolri juga turut memberikan arahan kepada seluruh anggota satgas tentang pentingnya sinergitas antara TNI dan Polri dalam menjalankan tugas.

"Bapak Panglima TNI dan Kapolri juga memberikan pengarahan kepada anggota satgas, sembari memantau perkembangan operasi." Ucap Kapendam

Lanjut dijelaskan Kapendam, "nama satgas Mandago Raya diambil dari bahasa wilayah poso yang artinya baik hati sehingga pada tanggal 1 januari 2021 nama sandi Satgas Tinombala akhirnya dirubah menjadi Satgas Mandago Raya tukasnya.

Diketahui usai memberikan pengarahan kepada anggota Satgas Mandago Raya Panglima TNI dan Kapolri beserta rombongan langsung bertolak menuju Bandara Kasiguncu untuk melaksanakan take off menuju Bandara Sis Aljufri Palu kemudian kembali ke Jakarta dengan menggunakan pesawat Boeing VIP 737 dengan nomor seri A-7305 milik TNI AU. (Adrian)

Semarang, Sulutnews.com - Ditreskrimum Polda Jawa Tengah laksanakan pers rilis kasus pencabulan yang dilakukan tersangka berinisial S (39) terhadap anak di bawah umur dengan korban mencapai 9 (sembilan) orang yang berusia 13-15 Tahun pada hari ini, Kamis (26/11/2020).

Pers Rilis dipimpin oleh Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna, hadir juga Kasubdit IV AKBP Sunarno, Kanit I (PPA) Kompol Agus Sunandar, Panit I Unit I AKP Pudji Hari S, dan Panit II Unit I : Iptu Yuni Utami.

Kabidhumas menjelaskan modus operandi tersangka mengaku dapat mendeteksi makhluk halus yang ada di tubuh orang, dan mengusir dengan melakukan penyatukan raga (berhubungan badan) dan memberikan pil koplo atau pil putih.

"Kita mendasari dari laporan polisi, modusnya dari tersangka berinisial S ini mengagetkan kita semua ya, dengan mengatakan pada korban bisa mendeteksi mahluk halus yang ada di tubuh orang." ungkap Kabidhumas, Kamis (26/11/2020).

Adapun kesembilan korban berinisial AAP (14) APS (15) IA (14) SE (14) BMP (14) SHN (15) UTH (13) B (14) AC (15) selain itu ada juga terduga korban lain berjumlah empat orang berinisial S (14) W(14) T (14) A (14).

"TKP ada beberapa tempat, ada di kamar mandi, di hotel, di kos-kosan dan di rumah pelak. untuk wilayah ada di Semarang dan Boja" ungkap Kabidhumas, Kamis (26/11/2020).

Pelaku mengaku menjalankan aksi bejatnya sejak 2018, aksinya terungkap karena salah satu korban menceritakan kepada orang tuanya kemudian orang tuanya membuat pengaduan dan melaporkanya pada polisi.

"Pelaku tidak membuka praktik tapi aksinya berjalan dari mulut ke mulut, temanya di kenalkan oleh temanya lagi jadi bila korban ingin lepas dari pelaku maka korban harus mencarikan korban baru baru dilepaskan oleh pelaku." ungkap AKBP Sunarno, Kamis (26/11/2020).

Polisi menyita barang bukti berupa akta kelahiran korban, pakaian korban dan Hinda Civic Nopol H 7765 AM milik tersangka.

Atas perbuatanya tersangka diancam dengan Pasal 76 D Jo Pasal 81 Ayat (1) dan atau Pasal 76EJo Pasal 82UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp5.000.000.000 (lima miliyar rupiah). (/Dyah)