Sulawesi Tenggara

Sulawesi Tenggara (9)

Kendari, Sulutnews.com - Presiden Joko Widodo menyetujui adanya penataan terhadap ekosistem industri pers sehingga terciptanya iklim kompetisi yang lebih seimbang di antara media-media arus utama dengan platform digital asing.

Hal ini ia sampaikan secara daring dalam sambutan acara puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2022 yang digelar oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Dorongan disahkannya regulasi hak cipta jurnalistik atau publisher right menjadi salah satu usulan yang mengemuka dalam HPN kali ini.

Jokowi pun menawarkan tiga opsi mengenai regulasi publisher rights, yaitu dengan membentuk UU baru, merevisi undang-undang terkait industri media yang sudah ada, atau paling cepat menerbitkan peraturan pemerintah (PP).

"Kami serahkan kepada PWI dan Dewan Pers agar regulasi itu segera bisa kita selesaikan. Saya akan dorong terus setelah nanti pilihannya sudah ditentukan. Apakah UU baru, revisi UU lama, atau memakai PP," ucap mantan gubernur DKI Jakarta itu saat menghadiri puncak peringatan HPN,  Rabu (9/2).

Menurut Jokowi, perusahaan platform asing harus diatur agar tata kelolanya semakin baik. Dengan demikian, hal ini bisa menjadikan industri pers semakin sehat dan kuat.

Lebih lanjut, Jokowi menekan, pers Indonesia harus mampu memperbaiki kelemahan sambil melanjutkan agenda-agenda besar bangsa, sehingga tetap mampu berselancar di tengah perubahan dan era transformasi digital.

Transformasi digital dalam ekosistem industri pers diperlukan untuk menghasilkan karya-karya jurnalistik yang berkualitas, lebih cepat dan tetap akurat," katanya.

Ia menegaskan, dalam dua tahun terakhir, industri pers dinilai mengalami tekanan akibat disrupsi digital. Selain karena pandemi, juga adanya tekanan dari platform media raksasa asing yang berakibat menggerus potensi ekonomi dan pengaruh media arus utama.

Akibat persaingan media, lanjut Jokowi, berbagai persoalan pun tumbuh, yakni munculnya sumber-sumber informasi alternatif selain dari media yang berpotensi menimbulkan kebingungan atau disinformasi kepada masyarakat.

"Tumbuh suburnya tren informasi yang semata mengejar 'klik' atau 'views', membanjiri konten-konten yang hanya mengejar viral, masif nya informasi yang menyesatkan bahkan adu domba sehingga menimbulkan kebingungan dan bahkan perpecahan," katanya.

Jokowi menyatakan, kedaulatan informasi harus diwujudkan bersama-sama. Caranya, dengan memperkuat ekosistem industri pers nasional yang sehat, membangun dan memperkuat palatform nasional periklanan, serta menciptakan platform video nasional agar tidak sepenuhnya tergantung pada platform video-video asing.

"Kita tidak boleh hanya jadi pasar produk teknologi global dan harus secepatnya dibangun platform teknologi inovatif yang membantu dan menggerakkan masyarakat mendapat informasi berkualitas akurat dan dapat dipertanggungjawabkan," jelas dia.

Tagih Janji

Sementara itu, dalam laporannya, Ketua Umum PWI Pusat Atal Sembiring Depari menyampaikan draft regulasi publisher right sudah diserahkan kepada pemerintah sejak Oktober 2021.

"Kami sangat membutuhkan dan sesuai janji kami kepada Bapak Presiden pada tahun lalu, Alhamdulillah sudah kami susun dan kami serahkan pada bulan Oktober tahun lalu (daftar regulasi publisher rights). Memang jelasnya belum sempurna namun sekarang bola di tangan pemerintah," kata Atal di Kendari.

Atal berharap draf regulasi tersebut bisa segera ditindaklanjuti karena tinggal menunggu langkah lanjut dari pemerintah. "Mohon Bapak Presiden berkenan menginstruksikan kementerian terkait untuk memprosesnya. Kalau bola di tangan pemerintah jadi Bapak Presiden tinggal tentang pakai kaki kiri atau kanan," katanya.

Digital Feudalism

Ketua Dewan Pers, M Nuh dalam sambutannya, turut menyinggung gempuran digital oleh digital platform global. Hal ini, kata M. Nuh, bisa menjadi digital feudalism (penjajahan digital).

"Sebagai makhluk digital, dia bisa masuk ke mana pun, termasuk ke dunia pers. Oleh karena itu, dunia pers memerlukan payung hukum untuk melindungi dirinya- Publisher Right," ujar M. Nuh.

  1. Nuh menyebut, draft publisher right sudah diserahkan langsung kepada Menko Polhukam Mahfud MD dan Kementerian Komunikasi Informatika. Ia optimistis payung hukum insan pers tersebut segera diterbitkan.

"Terima kasih kepada Pak Mahfud, Pak Johnny Plate dan para menteri yang lain atas kerja samanya yang baik selama ini. Kami yakin dan berharap, In Syaa Allah dalam waktu tidak terlalu lama payung hukum tersebut segera terbit untuk melindungi kami insan pers dari bahayanya hujan dan teriknya matahari," tutup M. Nuh.(/Fanny)

Kendari, Sulutnews.com  – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak insan pers nasional terus membangun optimisme masyarakat menghadapi berbagai dampak yang ditimbulkan pandemi Covid-19, dalam dua tahun terakhir. 

“Meskipun berada dalam situasi pandemi, insan pers tetap bekerja, terus menyampaikan informasi, meningkatkan literasi, membangun optimisme, dan membangun harapan, sehingga masyarakat tetap tangguh menghadapi dampak pandemi COVID-19,” kata Presiden Jokowi saat berpidato pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2022 secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (9/2/2022).

Puncak peringatan HPN 2022 dipusatkan di Kendari, Sulawesi Tenggara. Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi menyampaikan apresiasinya kepada segenap

“Atas nama masyarakat, bangsa, dan negara saya menyampaikan selamat Hari Pers kepada seluruh insan pers Indonesia di manapun berada,” kata Presiden Jokowi.

Sebelumnya, Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia Pusat (Ketum PWI Pusat) Atal S. Depari dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan kesempatan insan pers untuk memperoleh dosis vaksin Covid-19 di kesempatan awal. Insan pers merupakan garda terdepan dalam penyampaian informasi kepada masyarakat.

"Masih teringat ketika HPN 2021 di Ancol, saat itu kami meminta vaksin (Covid-19) bagi kalangan pers. Permohonan itu Bapak Presiden kabulkan sehingga 5.500 wartawan mendapat vaksin di bagian awal,” ujarnya.

Menanggapi pernyataan Ketum PWI Pusat, Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa secara keseluruhan hingga saat ini pemerintah telah menyuntikkan sebanyak 325 juta dosis vaksin kepada masyarakat, baik itu dosis pertama, kedua, maupun dosis penguat atau booster. Pemerintah, lanjutnya, juga memiliki stok vaksin yang cukup untuk pelaksanaan vaksinasi kepada masyarakat Indonesia.

“Saat itu, dari PWI meminta untuk didahulukan dan saat itu memang kami hanya bisa memberikan 5 ribu dosis vaksin. Saat ini, kalau PWI masih minta lagi, Pak Atal Depari, kami ada stok 143 juta dosis. Jadi, Bapak mau minta berapa akan saya beri, sekarang, sekarang juga karena stoknya banyak,” tandasnya.

Puncak perayaan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2022 yang sebelumnya akan dilangsungkan di Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) dipindahkan ke pelataran Masjid Al-Alam Kendari.

Masjid yang menjadi landmark religi ini dianggap representasi dari masyarakat Sultra. Masjid ini mampu menampung hingga 10.000 jamaah.

Masjid Al-Alam berdiri dengan luas 12.692 meter, selesai dibangun pada 2018 dengan arsitektur yang unik. Jika dilihat dari atas masjid akan membentuk angka delapan.

Masjid Terapung ini, terbagi menjadi bangunan utama masjid, plaza tertutup dan plaza terbuka. Selain untuk beribadah, keindahan arsitekturnya membuat pengunjung menjadikannya lokasi berfoto sehingga hampir tiap sore masjid dan pelatarannya dipenuhi oleh warga

Pada puncak HPN 2022, juga diserahkan Anugerah Jurnalistik Adinegoro kepada insan pers yang terbagi ke dalam enam kategori, yang terdiri atas, 

Pertama, Kategori Media Cetak diraih Tim Harian Kompas dengan judul “Berbahaya, Masker Medis Palsu Beredar di Masyarakat.”

Kedua, Kategori Media Siber diraih Tim IDN Times melalui artikel berjudul “Bertaruh Nyawa, Berjuang Melawan Ganasnya Covid-19.”

Ketiga, Kategori Televisi diraih Tim CNN Indonesia TV dengan judul “Menghapus Mereka yang Mati.”

Keempat, Kategori Radio diraih oleh Tim RRI Sintang dengan judul “Oksigen Terakhir untuk Ayah.”

Kelima, Kategori Foto Berita diraih Sigid Kurniawan dari LKBN Antara dengan judul “Ganda Putri Indonesia Raih Emas Olimpiade.”

Keenam, Kategori Karikatur diraih Ashady dari JPNN.com dengan judul “Kritiklah Daku.”

Selain itu, juga dilakukan penyerahan Penghargaan Anugerah Kebudayaan kepada sembilan orang kepala daerah, yaitu Wali Kota Padang Panjang, Bupati Magetan, Bupati Lamongan, Bupati Indramayu, Bupati Sumbawa Barat, Wali Kota Bengkulu, Wali Kota Surakarta, Bupati Buton, dan Bupati Lamandau.

Sementara itu, Penghargaan Press Card Number One kepada 30 orang wartawan yang karyanya diakui tingkat nasional dan internasional. Penerimaan penghargaan diwakili lima orang penerima yaitu C. Herry SL, Suprapto, Ramon Damora, Mahmud Matangara, dan Syafruddin Pernyata.

Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU antara Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang ditandatangani Ketua Umum PWI Pusat Atal S. Depari dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali.

Selanjutnya, penandatanganan MoU antara PWI dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), PT Astra International Tbk, dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia serta MoU antara Dewan Pers dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). (**/Gandhi Goma)

Kendari, Sulutnews.com – Presiden  Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi insan pers Nasional yang terus membangun optimisme masyarakat  menghadapi berbagai dampak yang ditimbulkan  pandemi Covid-19, dalam dua tahun terakhir. 

“Meskipun berada dalam situasi pandemi, insan pers tetap bekerja, terus menyampaikan informasi, meningkatkan literasi, membangun optimisme, dan membangun harapan, sehingga masyarakat tetap tangguh menghadapi dampak pandemi COVID-19,” kata Presiden Jokowi saat berpidato pada  peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2022 secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (9/2/2022). Puncak peringatan HPN 2022 dipusatkan di Kendari, Sulawesi Tenggara.

“Atas nama masyarakat, bangsa, dan negara saya menyampaikan selamat Hari Pers kepada seluruh insan pers Indonesia di manapun berada,” kata Presiden Jokowi.

Sebelumnya, Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia Pusat (Ketum PWI Pusat) Atal S. Depari dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan kesempatan insan pers untuk memperoleh dosis vaksin Covid-19 di kesempatan awal. Insan pers merupakan garda terdepan dalam penyampaian informasi kepada masyarakat.

“Masih teringat ketika HPN 2021 di Ancol, saat itu kami meminta vaksin (Covid-19) bagi kalangan pers. Permohonan itu Bapak Presiden kabulkan sehingga 5.500 wartawan mendapat vaksin di bagian awal,” ujarnya.

Menanggapi pernyataan Ketum PWI Pusat, Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa secara keseluruhan hingga saat ini pemerintah telah menyuntikkan sebanyak 325 juta dosis vaksin kepada masyarakat, baik itu dosis pertama, kedua, maupun dosis penguat atau booster. Pemerintah, lanjutnya, juga memiliki stok vaksin yang cukup untuk pelaksanaan vaksinasi kepada masyarakat Indonesia.

“Saat itu, dari PWI meminta untuk didahulukan dan saat itu memang kami hanya bisa memberikan 5 ribu dosis vaksin. Saat ini, kalau PWI masih minta lagi, Pak Atal Depari, kami ada stok 143 juta  dosis. Jadi, Bapak mau minta berapa akan saya beri, sekarang, sekarang juga karena stoknya banyak,” tandasnya.

Pada puncak HPN 2022,  juga diserahkan Anugerah Jurnalistik Adinegoro kepada insan pers yang terbagi ke dalam enam kategori, yang terdiri atas, 

Pertama,  Kategori Media Cetak diraih  Tim Harian Kompas  dengan judul “Berbahaya, Masker Medis Palsu Beredar di Masyarakat.”

Kedua,  Kategori Media Siber diraih  Tim IDN Times melalui artikel berjudul “Bertaruh Nyawa, Berjuang Melawan Ganasnya Covid-19.”

Ketiga,  Kategori Televisi diraih  Tim CNN Indonesia TV dengan judul “Menghapus Mereka yang Mati.”

Keempat, Kategori Radio diraih oleh Tim RRI Sintang dengan judul “Oksigen Terakhir untuk Ayah.”

Kelima, Kategori Foto Berita diraih  Sigid Kurniawan dari LKBN Antara dengan judul “Ganda Putri Indonesia Raih Emas Olimpiade.”

Keenam,  Kategori Karikatur diraih  Ashady dari JPNN.com dengan judul “Kritiklah Daku.”

Selain itu, juga dilakukan  penyerahan Penghargaan Anugerah Kebudayaan kepada sembilan orang kepala daerah, yaitu Wali Kota Padang Panjang, Bupati Magetan, Bupati Lamongan, Bupati Indramayu, Bupati Sumbawa Barat, Wali Kota Bengkulu, Wali Kota Surakarta, Bupati Buton, dan Bupati Lamandau.

Sementara itu,  Penghargaan Press Card Number One kepada 30 orang wartawan yang karyanya diakui tingkat nasional dan internasional. Penerimaan penghargaan diwakili  lima orang penerima yaitu C. Herry SL, Suprapto, Ramon Damora, Mahmud Matangara, dan Syafruddin Pernyata.

Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU antara Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang ditandatangani  Ketua Umum  PWI Pusat Atal S. Depari dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali.

Selanjutnya, penandatanganan MoU antara PWI dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), PT Astra International Tbk, dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia serta MoU antara Dewan Pers dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).(Feybe)

Kendari, Sulutnews.com - Delegasi Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Sulawesi Utara (Sulut) menuai pujian pada Mukernas IKWI di Kendari, Selasa (8/2). Delegasi IKWI Sulut dipimpin   Sekretaris IKWI Sulut Julkebet Tuwo,S.Pd. bersama Bendahara Yelina Rini Sanjang dan Ketua Bidang Kesejahteraan dan Kesehatan Grace Kandou.

"Program IKWI Sulut didasarkan pada kebersamaan sebagai satu keluarga wartawan yang saling melengkapi. Kami menyiapkan program pelatihan keterampilan bagi anggota agar memiliki daya saing dan dapat menambah penghasilan," tegas Julkebet pada saat menyampaikan laporan kegiatan IKWI Sulut pada Mukernas yang bertajuk Mendorong Semangat Berorganisasi Yang Berkualitas. Laporan IKWI Sulut langsung mendapat pujian dan applause dari pimpinan dan peserta Mukernas.

Dijelaskan, IKWI Sulut juga melaksanakan program konsolidasi organisasi pembentukan IKWI di kabupaten dan kota.

Tuwo menambahkan kepemimpinan Ketua IKWI Pusat Indah Kirana perlu mendapat apresiasi dari para peserta seluruh Indonesia. "Kinerja Ibu Indah Kirana dan pengurus lainnya luar biasa dan harus diapresiasi,"tambahnya. (Feybe)

Kendari, Sulutnews.com – Ada dua hal yang harus menjadi fokus program kerja Seksi Wartawan Olahraga Persatuan Wartawan Indonesia (Siwo PWI) 2022, Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Powarnas) dan sosialisasi Design Besar Olahraga Nasional (DBON). Hal tersebut diungkapkannya saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Siwo PWI di hotel DBlitz Kendari, Senin (07/02/22).

Atal mengatakan bahwa wartawan olahraga memiliki keistimewaan. Di kepengurusan PWI saja, hanya bidang olahraga yang memiliki seksi dan bisa menggelar Rakernas, untuk memiliki program kerja. Sementara bidang lain di PWI tidak.

Bukan hanya itu, wartawan olahraga bahkan memiliki pekan olahraga sendiri. Berbeda dengan wartawan bidang lainnya. Hingga di pun berpesan akan Siwo dapat meneruskan tradisi baik dalam melaksanakan Powarnas dari waktu ke waktu.

“Yang terbaik adalah terus ada peningkatan dari waktu-ke waktu. Harus ada perkembangan prestasi dan kualitas kepanitian dan penyelenggaraannya,” ungkap jurnalis senior Suara Karya itu.

Porwanas merupakan pertaruhan SIWO PWI dalam dunia olahraga, dimana olahraga harus mendapatkan perlakukan yang baik, terutama sportivitasnya.

“Saya melihat ada usaha untuk terus memperbaiki kualitas pelaksanaannya, itu baik. Dan harus demikian. Daerah yang menjadi tuan rumah juga harus mulai belajar sebagai pelaksana yang baik,” ungkap Atal.

Terutama dalam pelaksanaan pertandingan juga harus dilandasi dengan sportivitas yang tinggi dan rasa solidaritas serta kekerabatan yang juga diutamakan. Dia meminta agar jangan ada upaya saling menyakiti.

“Pertandingan yang rawan benturan pun dinilai dari kualitas atletnya. Semakin tinggi risiko cedera, semakin harus berhati-hati melakukannya,” tambahnya.

Karena itu untuk Porwanas seterus di Jawa Timur nanti, harus diutamakan keselamatan dan kesehatan atletnya, dan jangan berfikir bertanding asal menang saja. Apalagi Powarnas edisi kali ini berlangsung masih di tengah pandemi covid-19.

Sementara itu, untuk sosialisasi DBON ini, merupakan kerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang akan diresmikan lewat penandatanganan MoU pada Selasa (8/2/2022) ini, antara PWI dengan Menpora. Dengan kerja sama ini, maka Siwo akan mengambil peran penting di dalam mensosialisasikan DBON lebih luas lagi ke masyarakat hingga pelosok.

“Saat menjadi wartawan olahraga, saya pernah melakukan liputan di Cina dan menyaksikan pembinaan di sana. Di mana pembentukan atlet itu dimulai dari rumah. Ada perhatian dan dukungan dari orang tua sejak anaknya Balita. Sebab, atlet itu by design. Itu ternyata yang terbaik. Jadi tidak ada atlet yang tiba-tiba ditemukan karena berprestasi,” ungkap mantan Ketua Siwo Pusat tersebut.

Maka, saat ini sudah tepat bisa ada program Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang dibuat oleh pemerintah. Sebab menurutnya, untuk memperoleh atlet berkualitas dan berprestasi, harus ada upaya mendesain secara terprogram. Apa yang dilakukan Kemenpora bersama PWI ini dinilainya sebagai awal pembinaan jangka panjang.

“Lewat sosialisasi ini, dimungkikan lahirnya atlet dalam jumlah yang banyak. Sehingga, mampu melahirkan banyak bintang dari sana,” pungkasnya.(/Fanny)

Kendari, Sulutnews.com - Gubernur Sulawesi Tengara (Sultra) Ali Mazi SH  menilai Hari Pers Nasional (HPN) sangat penting bagi Sultra karena bisa mempromosikan potensi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA)  serta sektor pembangunan lainnya. Hal itu dikatakan Gubernur Sultra Ali Mazi saat acara Gelar Tatap Muka dan Makan Malam di Rumah Dinas Gubernur Senin (7/2) malam. Dalam acara ada atraksi budaya lokal berupa tarian dan lagu lagu lokal.

Hadir dalam acara Ketua Dewan Pers Prof Dr Ir M Nuh, Ketua PWI Pusat Atal S Depari puluhan Dutar Besar Negara Sahabat dan Ketua dan Pengurus PWI se- Indonesia dan Forkopinda Sultra serta Bupati dan Walikota.

Menurut Gubernur Sultra potensi SDA di Sultra yang ada antara lain sektor pertambangan, perikananan dan kelautan , pariwisata dan sektor petanian dan perkebunan. Potensi SDA ini saya berharap dengan HPN bisa dipromosikan agar kedepan ada investor bisa masuk juga kunjungan wisatawan bisa meningkat. Apalagu HPN saat ini dihadiri puluhan Duta Besar negara sahabat." Ini pasti akan lebih dikenal diluar negeri dan  kedepan Sultra srmakin Jaya dan Indonesia Maju," kata Gubernur.

Untuk sektor pariwisata ada beberapa spot destinasi yang sudah dikenal luas yakni obyek wisata taman laut Wakatoby. Ini taman laut terkenal dan kita terus mempromosikan potensi ini. "HPN ini jelas agan memberikan manfaat besar bagi daerah kita kedepan" katanya.

Ketua PWI Pusat Atal S Depari mengatakan kepada wartawan HPN di Sultra memang akan memberikan manfaat besar bagi daerah. Karena dengan sendirinya semua yang hadir di HPN dari berbagai daerah akan mempromosikan potensi Sultra. Dalam HPN tahun ini menurut panitia kepada Sulutnews HPN ini dilakukan berbagai kegiatan menyangkut peran pers di era digitalisasi dan kegiatan penanaman pohon serta diskusi pariwisata dan kegiatan olahraga serta IKWI melakukan bakti sosial dan Rakernas bersama SIWO PWI. Acara puncak HPN 9 Februari dipusatkan di Mesjid Al-Alam Teluk Kendari.(*/Fanny)

Kendari, Sulutnews.com - Transformasi Digital adalah sesuatu yang tak bisa dihindari. Semua sektor mengalaminya. Menolaknya jelas bukan pilihan yang realistis. Mempersiapkan diri untuk menghadapinya adalah sebuah keharusan. Keniscayaan itu juga berlaku untuk industri media massa.

Tahapan acara Hari Pers Nasional (HPN) dengan tema; KONVENSI NASIONAL MEDIA MASSA : "Membangun Kedaulatan Nasional Di Tengah Gelombang Digitalisasi Global." Dibuka resmi oleh Menteri BUMN Erick Thohir secara virtual. Bertempat di Claro Hotel  Kota Kendari. Senin (07/02/2022)

Sebelum masuk ruangan, panitia memberi sebuah buku dari Dewan Pers; "Dialektika Industri Media Nasional Menghadapi Disrupsi Digital." (Rangkuman Seri Diskusi "Membangun Model Media Massa Berkelanjutan")

Ditulis oleh Agus Sudibyo.

Menjadi perhatian dari tulisan ini mengenai komunikasi media massa yang beretika seharusnya menjadi solusi bagi ruang publik media. Dalam pemberitaannya, pers tidak terjebak dalam keriuhan yang yang tak meninggalkan manfaat bermakna buat pembaca.

Empat November 2021, publik dikejutkan oleh meninggalkannya artis Vanessa Angel dan suami dalam kecelakaan maut di jalan bebas-hambatan di wilayah Nganjuk, Jawa Timur. Namun, apa benar pemberitaan media mesti segencar dan seheboh itu ? Apa iya dalam jurnalisme terkini, trafik dan page view menjadi pertimbangan utama dalam proses produksi berita, mengalahkan pertimbangan kualitas jurnalistik dan kelayakan publik ? Apakah secara moral dapat dibenarkan "jurnalisme selebritis" menenggelamkan jurnalisme publik ?

Untuk para pengelola media saat ini, semakin sulit menghadapi integrasi ke dalam ekosistem distribusi konten, data penguna dan periklanan yang dikendalikan platform digital global. Persinggungan jurnalisme dengan teknologi penunjang distribusi konten, penambangan data dan layanan iklan yang dioperasikan platform digital sesungguhnya hanya soal waktu dan intensitas.

Dalam konteks membangun kemandirian relatif terhadap platform digital global, apa yang mesti dilakukan ? Para penerbit atau pengelola media di Indonesia semestinya tidak hanya berkutat dengan eksploitasi target yang mudah tercapai, orientasi untuk bertahan hidup dalam jangka pendek dan mengembangkan inisiatif strategis secara top down untuk memberi respon cepat terhadap terpaan disrupsi. Tiga hal ini menyelamatkan media dalam jangka pendek, tetapi akan menghadirkan disrupsi yang lebih mendalam pada jangka panjang.

"Para penerbit harus berani mengeksplorasi potensi pertumbuhan dengan membangun strategi yang tetap berbasis pada penempatan jurnalisme berkualitas dengan keunggulan komperatif media massa," ujar Agus Sudibyo.

Pemberitaan kecelakaan maut Vanessa Angel menjadi contoh. Banyak media mendulang page view yang besar dari kecelakaan maut itu bukan terutama karena beritanya memang bagus, tetapi karena kemurahan Google dalam menyediakan teknologi yang memungkinkan suatu konten muncul di daftar top search.

Realitas yang seperti ini tentu tidak kondusif bagi pengembangan jurnalisme berkualitas. Ruang publik media dilanda gelombang tabloidisasi, dalam arti dibanjiri konten-konten yang mungkin saja menarik, menghibur, menebus rasa penasaran masyarakat, tetapi tidak benar-benar relevan dengan kebutuhan untuk membangun ruang publik yang mencerahkan dan memberdayakan.

"Dalam jangka panjang, tabloidisasi ruang media membuat publik sulit membedakan media massa dan media sosial, karena toh apa yang mereka sajikan hampir serupa. Tentu saja hal ini berdampak negatif terhadap citra media di hadapan publik, juga di hadapan pengiklan. Dengan kata lain, tabloidisasi ruang media merupakan model media yang tidak berkelanjutan secara sosial maupun secara bisnis,"ujarnya.

Bagaimana meraih iklan tanpa perantara perusahaan layanan periklanan digital ? Hal ini tidak kalah penting dalam hal ini adalah penerbit harus bekerjasama dengan perusahaan yang menyediakan teknologi periklanan tanpa perantara (direct ads platform). Penerbit membutuhkan teknologi yang dapat membantunya meraih transaksi iklan secara langsung dari pengiklan.

Pentingnya membangun hubungan langsung dengan pengiklan pararel dengan pentingnya menjaga hubungan langsung penerbit dengan pembaca.

Distribusi konten penerbit semakin tergantung pada platform digital. Bahkan lebih dari itu, berita penerbit yang mendistribusikan melalui platform digital juga dirancang untuk secara langsung diakses (natively) oleh pengguna pada platform seperti Apple News, Facebook Instant Articles, Instagram, dan Snapchat, alih-alih diakses pada website penerbit. Produk penyajian konten secara langsung di platform (native) ini terjadi pada Google AMP, Facebook Instant Articles, Twitter Moments, Apple News, Snapchat Discover, dan Instagram Stories. (**/Gandhi Goma).

Kendari, Sulutnews.com - Kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2022 pada acara puncak akan dipusatkan di Halaman Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Kota Kendari, pada tanggal 9 Februari 2022 mendatang.

Ketua PWI Pusat Atal S Depari menjelaskan rangkaian acara diawali Pameran Potensi Daerah, UMK, Ekraf, Pers, dan Festival Kuliner pada hari ini, Minggu (06/02/2022).

“Presiden Joko Widodo akan memberikan sambutan pada acara puncak. Gubernur Sultra, Ali Mazi akan hadir sekaligus membuka pameran yang digelar di Tugu Persatuan MTQ Square,” ujar Atal, kepada para wartawan.

Masih di lokasi yang sama, lanjutnya malam harinya akan ada panggung hiburan diisi parade seni budaya Indramayu, Sumba, Magetan, Buton, serta sayembara puisi.

Hari berikutnya, Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Sultra mengadakan bakti sosial pembagian sembako di kawasan Tugu Persatuan mulai pukul 07.00-10.00 WIB. Setelah itu agenda Family Trip IKWI ke Pantai Toronip didampingi dari Dinas Pariwisata Sultra.

Agenda lain di hari kedua HPN 2022 yaitu pembukaan bersamaan Konvensi Media Massa, Seminar Nasional Energi, Seminar Nasional Pariwisata, dan Seminar PEN yang digelar secara hybrid dari Phinis Ballroom Hotel Claro. Pada momen ini juga akan ada penandatanganan Deklarasi Bersama Kebangkitan Pariwisata Sultra dan Deklarasi Transisi Energi Nasional.

Diskusi Anugerah Jurnalistik Adinegoro (offline) dijadwalkan pukul 09.00 – 12.00 WITA di Auditorium Universitas Halo Oleo terbuka untuk umum, menghadirkan Dewan Pers sebagai Keynote Speak dan narasumber Panitia Tetap Adinegoro.

PWI Pusat juga menghadirkan Klinik Penulisan Kebudayaan di tengah peringatan HPN 2022 di Kota Kendari, dengan peserta wartawan, guru, dan penulis. Klinik yang akan dipandu oleh wartawan senior Yusuf Susilo Hartono, juga akan menghadirkan Nungki Kusumastuti, Dosen Institut Kesenian Jakarta juga seorang penari dan bintang film.

Pukul 16.00 – 18.00 WITA, diskusi Sinergitas Pers dan Pemerintah dalam Meningkatkan Produktivitas Pertanian Nasional dan Kelapa Sawit. Hadir narasumber dari Kementerian Pertanian dan Forum Perusahaan Sawit.

Menutup hari kedua akan ada Welcome Party berlokasi di Rujab Gubernur Sultra. Acara ini dibatasi hanya dihadiri 100 tamu undangan yaitu duta besar dari berbagai negara sahabat, menteri Kabinet Indonesia Maju, gubernur se-Indonesia, dan PWI. Bupati Indramayu akan tampil menari topeng ‘Kelana Gandrung.

Jadwal acara selengkapnya HPN 2022 di Kota Kendari, Sultra, sebagai berikut.

6 Februari

Pameran Potensi Daerah, UMKM, Ekraf, Pers, Festival Kuliner Tempat : Tugu Persatuan MTQ Square (Offline)Pukul : 15.00 WITA

Panggung Hiburan

Tempat : Tugu Persatuan MTQ Square (Live) Pukul : 19.00 WITA

7 Februari

Baksos Pembagian Sembako

Tempat : Kawasan Tugu Persatuan

Pukul : 07.00 – 10.00 WITA

Februari Family Trip

Tempat : Pantai Toronipa

Pukul : 10.00 – 17.00 WITA

Pembukaan Konvensi & Seminar

Tempat : Phinis Ballroom Hotel Claro (Hybrid)Pukul : 08.00 – 12.00 WITA

Seminar Nasional Pariwisata “Desa Wisata Bahari, Pelopor Kebangkitan Pariwisata Sultra”

Tempat : Phinis Ballroom Hotel Claro (Hybrid)Pukul : 13.00 – 15.00 WITA

Keynote Speak: Menpar Sandiaga Uno

Seminar Nasional Energi

SESI 1 ”Transisi Energi di Era Teknologi Baru dan Perubahan Iklim”

SESI 2 ”Revisi UU Minerba No. 3/2020: Peran, Kewenangan & Hak Pemda”

Tempat : Phinis Ballroom Hotel Claro (Hybrid)Pukul : 13.00 – 15.00 WITA

Keynote Speak: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Arifin Tasrif

Narasumber : Ex Menteri, Dirjen Kementerian ESDM, Dirut PLN, IESR, Gubernur Sultra,Pakar Hukum Pertambangan

Diskusi Anugerah Adinegoro

Tempat : Auditorium UHO (Offline)

Pukul : 09.00-12.00 WITA

Keynote Speak: Dewan Pers

Narsum : Panitia Tetap Adinegoro

Klinik Penulisan Kebudayaan

Tempat : Aula RRI Kendari (Offline)

Pukul : 15.00-17.00 WITA

Keynote Speak: Dewan Pers

Narsum : PWI Pusat

Diskusi ‘Sinergitas Pers dan Pemerintah dalam Meningkatkan Produktivitas Pertanian Nasional & Kelapa Sawit’

Tempat : Hotel Claro (Hybrid)

Pukul : 16.00-18.00 WITA

Keynote Speak: Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo Narsum : Kementan, Forum Perusahaan Sawit

Welcome Party

Tempat : Rujab Gubernur Sultra (Offline)

Pukul : 19.00 WITA – selesai

Narsum : Gubernur Sultra

7-8 Februari

Rakernas SIWO & Sosialisasi DBON

Tempat : Hotel D’blitz & Plaza Inn (Hybrid)

Pukul : 10.00 – Selesai

Keynote Speak: Menpora, Zainuddin Amali

Narsum : Kemenpora, SIWO PWI, KONI, KOI

Konvensi Nasional Media Massa

Tempat : Phinis Ballroom Hotel Claro (Hybrid)Pukul : 13.00 – 17.00 WITA

Keynote Speak: Menkominfo, Johnny G. Plate Narsum : Kemenkoinfo, Dewan Pers, Pimpinan Media, Praktisi Media

Baksos Layanan Hypnoteraphy

Tempat : Aula Gedung PKK Sultra

Pukul : 07.00 – 12.00 WITA

Narsum : Himpunan Hypnoteraphi

Mukernas IKWI

Tempat : Hotel Same (Offline)

Pukul : 08.00 WITA – Selesai

Seminar Literasi Digital SJI & Pelatihan Jurnalistik Tempat : Auditorium IAIN Kendari (Hybrid Kendari, Jakarta, Solo, Yogyakarta)Pukul : 09.00 WITA – Selesai

Keynote Speak: Dewan Pers

Narsum : Monumen Pers Nasional

Lepasliar Hewan Endemik Anoa & Rusa

Tempat : Taman Nasional Rawa Aopa (Live)Pukul : 13.00 WITA – Selesai

Peserta : Presiden (Tentative), Menteri LHK

Seminar Nasional Pemulihan Ekonomi Nasional

Tempat : Hotel Claro (Hybrid)

Pukul : 08.00-12.00 WITA

Keynote Speak: Menteri Keuangan, Sri Mulyani

Narsum : Menko, Menkeu, Menteri BUMN, Gubernur BI, Kepala OJK, dan lain-lain

Forum Investasi Bersama Dubes

Tempat : Hotel Swissbell (Offline)

Pukul : 15.00-17.00 WITA

Keynote Speak: Gubernur Sultra, Ali Mazi

Peserta : Dubes, Bupati/Walikota se-Sultra, Kadin, BUMN, BUMD (100 orang)

Narsum : Menko, Menkeu, Menteri BUMN, Gubernur BI, Kepala OJK, dll

Pertemuan Dewan Kehormatan PWI Pusat dan DKP se-Indonesia

Tempat : Hotel Zahra (Offline)

Pukul : 14.00 – 17.00 WITA

Forum Pemred “Jurnalisme Berkualitas di Tengah Revolusi Teknologi Informasi”

Tempat : Daring

Pukul : 15.00 WITA – Selesai

Exhibition Futsal

Tempat : Metro Futsal (Offline)

Pukul : 16.00 – 18.00 WITA

Peserta : Tim Kemenpora vs Tim SIWO

Gala Dinner 10 Gubernur Penandatangan Komitmen Rehabilitasi Mangrove

Tempat : Hotel Claro (Offline)

Pukul : 14.00 – 20.00 WITA

Peserta : 10 Gubernur & Kementerian LHK

Rapimnas Serikat Media Siber Indonesia (SMSI)

Tempat : Hotel Horison (Offline)

Pukul : 19.00 WITA – Selesai

Pementasan Wayang Kulit

Tempat : Halaman RRI Kendari (Live)

Pukul : 19.00 WITA – Selesai

Peserta : Umum

Pencanangan Gernas Mangrove

Tempat : Teluk Kendari (Offline)

Pukul : 07.00 – 09.00 WITA

Keynote Speak: Presiden RI.

9 Februari Acara Puncak HPN

Tempat : Halaman Kantor Gubernur Sultra (Live) Pukul : 18.00 – 12.00 WITA

Keynote Speak: Presiden RI.

Menurut Ketua PWI Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Ramly Padju seluruh anggotanya berjumlah 16 wartawan sebagai peninjau siap mengikuti setiap serangkaian kegiatan HPN di Kendari. (/Gandhi Goma)

Sultra,Sulutnews.com  - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan pengarahan kepada jajaran Polda Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (15/12). Dalam kesempatan arahan, ia menekankan sejumlah kegiatan mulai dari pengendalian Covid-19 hingga mengawal iklim investasi di Indonesia.

Terkait pengawalan investasi, Sigit mengingatkan pesan dari Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) yang meminta kepada Polri untuk mengawal segala bentuk investasi di Indonesia.

Jokowi meminta kepada seluruh Kapolda untuk mengawal investasi di Indonesia saat memberikan pengarahan di Apel Kasatwil, pada Jumat 3 Desember lalu di Bali. Ia bahkan tegas meminta kepada Kapolri untuk mengevaluasi Kapolda yang tak mampu mengawal investasi.

"Harapan kita kesempatan ini, saat negara lain terdampak Pandemi Covid-19, maka negara kita berdasarkan hasil kerja keras kita semua. Saat laju Covid-19 sedang bagus, inilah kesempatan kita membuka ruang negara lain untuk investasi ke Indonesia," kata Sigit dalam pengarahannya.

Instruksi Sigit ini juga berlaku untuk semua Kapolda jajaran. Mengingat, kata Sigit, jika iklim investasi berjalan kondusif dan tidak ada gangguan, maka hal itu akan meningkatkan pertumbuhan perekonomian tanah air di tengah Pandemi Covid-19.

"Mau tidak mau ini harus kita kawal. Sehingga disatu sisi investasi bisa masuk ke Indonesia dan kemudian berdampak pertumbuhan ekonomi dan multiplier effect ke masyarakat juga betul-betul bisa didapat. Ini menjadi perhatian kita semua bagaimana mengawal iklim investasi. Pak Presiden ingin polisi mampu mengawal jangan jadi masalah yang menghambat investasi," ujar mantan Kapolda Banten itu.

Kemudian terkait penanganan dan pengendalian Covid-19, Sigit kembali menekankan, soal kesiapan dan antisipasi yang harus dilakukan saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Hal itu untuk mencegah terjadinya laju pertumbuhan Covid-19.

Upaya yang harus dilakukan, sambung Sigit, adalah melakukan akselerasi vaksinasi sehingga kekebalan komunal segera terbentuk. Lalu, pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) secara disiplin. Selain itu, harus dilakukan pula antisipasi dan pencegahan agar varian baru Covid-19 tidak masuk ke Indonesia.

"Vaksinasi juga dipercepat, prokes ketat dan aplikasi PeduliLindungi terpasang. Bapak Presiden berterima kasih kepada kita semua yang telah bekerja keras. Sehingga angka ini tercapai dan sangat bagus posisi pengendalian Covid-19," ucap Sigit.

Demi memastikan iklim investasi yang tanpa gangguan, eks Kabareskrim Polri ini menegaskan kepada Polda jajaran untuk mampu melakukan deteksi dini dan penanganan dengan cepat. Menurutnya, dalam menghadapi situasi, harus terlebih dahulu mengedepankan tindakan preemtif, preventif dan yang terakhir baru represif.

"Ke depan tindakan preemtif dan preventif menyelesaikan masalah, represif langkah terakhir. Polri harus hadir di tengah masyarakat. Sehingga masalah bisa diselesaikan sebelum ada potensi gangguan. Itu menjadi tugas kita," ucap Sigit.

Lebih dalam, Sigit menyebut, sinergitas dan soliditas TNI-Polri bersama, Pemda, relawan, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan elemen lainnya terus berjalan dengan baik dan bersatu padu demi mengawal seluruh kebijakan Pemerintah.

"Soliditas TNI-Polri saya kira ini kita bangun lama dan harus dilanjutkan. Karena ini kunci utama. Jangan sampai ada celah membuat TNI-Polri bisa diadu karena akan menjadi kerugian kita semua. Panglima TNI dan saya sepakat, kalau ada masalah harus ditindak tegas agar tak terulang. TNI mitra kita yang harus terus berkerjasama untuk menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan nyaman." papar Sigit.

Lebih jauh, Sigit mengingatkan untuk terus mengawal program Presisi (Prediktif, Responsibilitas dan Transparansi Berkeadilan) demi mewujudkan harapan masyarakat terhadap institusi Korps Bhayangkara.

"Hal lain saya kira terkait dengan program Presisi. Saya harapkan pencapaian 100 persen tentang target kuantitas. Tinggal kualitas bisa dirasakan masyarakat. Agar kita menjadi Polri yang Presisi dan dipercaya masyarakat. Saya titipkan tanggung jawab ini dan saya yakin rekan-rekan mampu," tutup Sigit. (Adrian)