Sulawesi Selatan

Sulawesi Selatan (7)

Makasar,Sulutnews.com - Aksi Demonstrasi yang dilakukan oleh Aliansi Organisasi Kedaerahan (Organda) se- Sulsel pada Kamis, 14 April 2022 kemarin di Depan Kantor DPRD Sulawesi Selatan berlangsung damai.

Tak hanya mempersoalkan isu nasional dan isu daerah di Sulawesi Selatan, namun banyak ragam masalah yang diangkat oleh beberapa daerah yang dikemas untuk memperjelas masalah di Sulsel yang mesti ditindak lanjuti oleh Pemerintah.

Salah satunya yang disuarakan oleh Pengurus Pusat Himpunan Pelajar Mahasiswa Bantaeng (HPMB) yang tergabung dalam Aliansi Organisasi Kedaerahan se Sulsel.

Turunan isu tersebut diuraikan oleh Koordinator Lapangan (Korlap) HPMB, Aenul Ikhsan. "Menurutnya, isu tersebut diangkat lantaran banyaknya opini publik yang sering dikeluhkan oleh masyarakat Sulsel, khususnya di Kabupaten Bantaeng.

Semua isu, Ikhsan melanjutkan bahwa harus mendapatkan titik terang agar tidak terjadi kesalahpahaman, maka transparansi persoalan sangat dibutuhkan seluruh masyarakat khususnya masyarakat Bantaeng.

"Isu ini kami angkat berdasarkan hasil diskusi PP-HPNB yang tinggal di beberapa daerah yang telah berdiri perusahaan. Jadi ini memang masalah besar, jika benar Pemda Bantaeng tidak memenuhi aspek sebelum membuat regulasi di daerah sebagai dasar hukum pendirian perusahaan sekaligus peralihan fungsi lahan serta yang paling dipertanyakan teman-teman juga persoalan TKA di Kabupaten Bantaeng yang sering disebut tenaga kerja ahli," katanya, Minggu (17/4).

"Kami mengangkat isu secara umum dan tidak menyebutkan nama agar pemerintah sendiri yang menjelaskan seluruh perusahaan itu," tambah Ikhsan sapaan akrabnya.

Ikhsan yang juga mahasiswa UINAM ini mempertegas bahwa masyarakat sudah terbiasa dengan keterbatasan akses untuk mendapatkan transparansi atas terpenuhinya hak dalam mendapatkan informasi.

"Saya berharap dengan mengangkat 4 Isu Lokal untuk Pemda Bantaeng adalah masyarakat bisa menilai seberapa persen pemenuhan hak ekonomi, sosial, dan budaya dalam segala hal yang terkait dengan kebijakan pemerintah yang berdampak langsung pada masyarakat, khususnya di kawasan industri Bantaeng," harap Ikhsan yang juga Kabid Hubungan Organisasi dan Partisipasi Daerah (HOPD) PP-HPMB.

Dirinya menegaskan mewakili PP-HPMB mendesak agar Pemda terbuka dalam menjawab persoalan-persoalan di Kabupaten Bantaeng.

"Kami tidak main-main kalau memang Pemda Bantaeng tidak berani mengadakan audiensi dengan kami. Ini keresahan bersama organisasi semata dan ada banyak cara yang ditempuh ketika mengawal kebijakan publik bukan hanya demonstrasi, diantaranya seminar dan audiensi," tuturnya.

"Kalau Pemda Bantaeng anggap ini bercanda maka kami akan mengambil tindakan lapangan selain merilis ini secara media," kunci Korlap PP-HPMB tersebut.

Sementara itu, Ketua Umum PP-HPMB, Mabrur berharap agar Pemda Bantaeng peka terhadap kritikan yang dilayangkan organisasi daerah kepada pihaknya.

"Ini kritik yang membangun dan solusi diharapkan disetiap masalah kedaerahan. Jadi harapan saya Pemda siap menerima kritikan, jangan batasi kami bersuara agar tidak terjadi tindakan anarkis," tegas Mabrur.

Adapun turunan isu dari setiap daerah khususnya di Kabupaten Bantaeng ada 4 tuntutan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bantaeng, diantaranya:

  1. Hentikan dominasi TKA dengan dalih tenaga kerja ahli demi pemberdayaan tenaga kerja lokal di Kabupaten Bantaeng.
  2. Penuhi hak ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat daerah KIBA dalam implementasi Perbup No. 66 Tahun 2013 tentang pengelolaan KIBA.
  3. Evaluasi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terkait kebijakan pengalihan fungsi lahan di Kabupaten Bantaeng.
  4. Hentikan krisis lingkungan hidup akibat perusahaan di Kabupaten Bantaen

Penulis: ARP

Makasar,sulutnews.com- Menanggapi maraknya isue-isue aktual ditengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, diantaranya wacana penundaan Pemilu, perpanjangan jabatan Presiden dan Wakil Presiden, Revitalisasi GBHN dan kualitas demokrasi.

Anggota MPR RI dari Kelompok DPD RI Ir. Stefanus BAN Liow, MAP (SBANL) mengatakan isue-isue tersebut, meskipun bagian dari dinamika demokrasi tetapi apabila tidak disikapi secara arif, maka bukan hanya menguras energi masyarakat tetapi juga dapat melemahkan kesepakatan-kesepakatan bangsa yang terumuskan dalam Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dikatakan Senator SBANL, energi masyarakat bukan hanya terkuras dengan isue-isue tersebut, tetapi juga pusing bahkan bisa sekarat dengan kemahalan/kekurangan minyak goreng, pupuk, gula dan banyak lagi.

Hal ini disampaikan Senator SBANL alias Stefa, sapaan Anggota DPD RI/MPR RI Dapil Sulut Ir. Stefanus BAN Liow, MAP, ketika tampil sebagai Narasumber Lokakarya bertajuk "Merancang Strategi Implimentasi Empat Pilar MPR RI" yang digelar Sekretariat Jenderal MPR RI di Hotel Santika Makassar Provinsi Sulawesi Selatan, tanggal 11-13 Maret 2022.

Senator SBANL menegaskan bahwa sesuai konstitusi negara, Pemilu dilaksanakan lima tahun sekali untuk memilih Anggota DPR RI, DPD RI, DPRD, Presiden dan Wakil Presiden RI. Demikian pula konstitusi negara menegaskan Presiden dan Wakil Presiden RI memegang jabatan selama lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama hanya untuk satu kali masa jabatan.

Artinya hanya dibatasi dua kali saja menjabat Presiden dan Wakil Presiden. Mengenai Implimentasi Empat Pilar MPR RI, Stefanus Liow mencatatkan berbagai tantangan dan kompleksitas permasalahan bangsa, seiring dengan perkembangan zaman, apalagi di era globalisasi, era digital dan bonus demografi bahkan masa pandemi Covid-19.

Hal ini menjadi tantangan dan pergumulan tersendiri untuk mengoptimalkan dan menguatkan implimentasi Empat Pilar MPR RI ditengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara secara efektif dan solutif agar kehidupan masyarakat menjadi harmonis, adil dan sejahtera, serta nilai-nilai luhur dari norma, budaya dan tradisi dari kearifan lokal tetapi lestari dan terjaga dengan baik.

Selain Stefanus Liow, tampil juga sebagai Narasumber yakni Anggota MPR RI yakni Drs. Tanzil Linrung (Sulsel), H.M Syukur, SH,MH (Jambi), Ir Darmansyah (Bangka Bitung), Arnizah, SE,MM (Sumatera Selatan) dan dr. Asyera, M.Kes (NTT). Sedangkan dari kalangan akademisi Prof. Dr. Hasnawi Haris, M.Hum (Unhas Makasar), Dr. Syamsuri Rahim, M.Si (UMI Makasar) dan Dr. Samsul Alam, M.Si. Peserta lokakarya dari berbagai kalangan seperti akademisi, pengurus ormas dan kepemudaan di Provinsi Sulawesi Selatan. (Adrian)

Sulsel,Sulutnews.com - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri acara Gebyar Ekspor Tutup Tahun 2021, di Sulawesi Selatan (Sulsel), Jumat (31/12).

Dalam kesempatan tersebut, Sigit menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meminta kepada Gubernur, Bupati, Wali Kota untuk menggali potensi ekspor di wilayahnya, khususnya di bidang pertanian, perkebunan dan peternakan. Menurutnya, hal itu dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan dan meningkatkan ekspor komoditas pertanian unggulan Indonesia di dunia

"Dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan saya kira semua tahu ini bagian dari strategi dan program dari Kementan. Tidak hanya ketahanan pangan tapi bagaimana meningkatkan daya saing komoditas pertanian yang berkelanjutan dengan lima strategi yaitu peningkatan kapasitas produksi, diversifikasi pangan lokal, penguatan cadangan dan sistem logistik pangan. Ini yang harus betul dikawal adalah pengembangan pertanian dan gerakan tiga kali lipat ekspor," kata Sigit dalam sambutannya.

Dalam mewujudkan ketahanan pangan, mantan Kapolda Banten tersebut juga memaparkan bahwa, saat ini, Pemerintah bersama dengan TNI, Polri dan Stakeholder lainnya juga mengembangkan kawasan Food Estate berbasis korporasi petani. Yang dimana, pengembangan itu diarahkan sebagai sistem agrobisnis yang kuat di pedesaan dengan berbasis pemberdayaan masyarakat adat ataupun lokal sesuai dengan kekayaan alam yang kita miliki.

"Itu semua bisa berhasil manakala terjadi sinergitas dan soliditas antara pemangku kepentingan untuk melakukan aksi satu tekad dari hulu sampai hilir dengan seluruh stakeholder dan fungsi Kementerian terkait serta salah satunya Polisi," ujar Sigit.

Terkait hal itu, mantan Kabareskrim Polri itu memastikan bahwa, seluruh Polda jajaran telah diinstruksikan guna mendukung dan mengawal seluruh program ketahanan pangan nasional.

"Alhamdulilah pak Mentan, beliau sampaikan dan saya baru tahu maksudnya selama ini di setiap beliau keliling daerah beliau selalu menghubungi kami untuk bisa menghubungi para Kapolda dan Kapolres untuk mendampingi beliau. Saya kira ada apa ini tapi rupanya, hari ini terjawab itu dilakukan dalam rangka mengawal program. Alhamdulilah hasilnya yang tadi sudah disampaikan," ucap Sigit.

Menurut Sigit, sebuah kehormatan dan kebanggaan bagi Polri untuk diberikan kepercayaan dalam hal mengawal, menjaga dan mendampingi seluruh agenda nasional terkait mewujudkan ketahanan pangan dan meningkatkan ekspor.

Dalam hal ini, Sigit menekankan, jajaran Polri selalu menyerap segala permasalahan yang dirasakan para petani. Seperti, tengkulak, kelangkaan pupuk bersubsidi, mafia. Menurutnya, hal itu yang mengakibatkan berkurangnya tingkat nilai tukar petani.

Menyadari hal itu, Sigit menegaskan, Polri telah berperan aktif dalam mendukung program ketahanan pangan dengan melaksanakan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Kementan, guna memberikan pendampingan dan pengawalan serta penegakan hukum atas segala permasalahan yang dihadapi oleh para petani.

"Kita lakukan MoU dan beberapa diperbaiki disertai 11 perjanjian kerjasama dimana di dalamnya mengikuti pengamanan dan penegakan hukum terkait dengan kegiatan strategis dan barang milik negara, pendampingan pengamanan kegiatan fasilitas dan diikuti pengembangan holtikultura, penegakan hukum di bidang strategis holtikultura, pendampingan dan pengamanan  juga penegakan hukum penyaluran pupuk dan peredaran pestisida, pendampingan dan pengamanan pengendalian pemotongan hewan ternak dan pendampingan intelijen dalam pemotongan hewan ternak," papar Sigit.

Dengan begitu, Sigit memastikan bahwa, kedepannya Polri bakal terus meningkatkan dukungan dan pengawalan di sektor pertanian. Ia juga menyambut baik, ajakan dari Mentan terkait polisi menanam jagung.

"Penting dan wajib kita untuk mendorong petani, peternak untuk bisa terus meningkatkan kesejahteraannya dengan cara mengawal dan menjaga. Sehingga produk pertanian bisa unggul, nilai petani bisa kita jaga, petani bisa dapat nilai cukup bahkan lebih pada saat menjual hasil pertanian dan peternakan. Sehingga itu semua tentunya akan meningkatkan kesejahteraan petani. Bagaimana kita mampu mewujudkan ketahanan pangan, swasembada pangan, kita mampu mencukupi kebutuhan pertanian dengan hasil pertanian kita dan sisanya bisa kita ekspor, ini cita-cita kita bersama dan kita ingin masa kejayaan pertanian kita kembali dan itu kita harapkan dan saya yakin bisa terjadi di era saat ini," tegas Sigit.

Di tengah Pandemi Covid-19, Sigit menyebut pertumbuhan perekonomian Indonesia sempat terdampak. Namun, kata Sigit, peran di sektor pertanian, telah memberikan pertumbuhan ekonomi sebesar 16,24 persen.

"Ini angka besar, tahun 2021 saat pertumbuhan nasional naik di angka 3,31 persen, sektor pertanian 12,92 persen ini adalah angka menggembirakan dan kita harapkan bisa dipertahankan. Kita harus optimis, kerja keras dan modernisasi di bidang pertanian. Sehingga pelan-pelan kebutuhan kita terhadap impor bisa kita kurangi, semua kebutuhan kita, bisa kita lengkapi dari hasil pertanian dan peternakan kita dan ke depan kita harapkan ekspor kita menguasai dunia," harap Sigit.

Sementara itu, Mentan Syahrul Yasin Limpo sangat mengapresiasi Kapolri Jenderal Sigit karena telah menyempatkan waktu untuk hadir dalam acara ini. Menurutnya, selama ini, jajaran Polri telah ikut mendukung segala program Pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

"Terima kasih pak Kapolri sudah datang dan mohon pengarahan serta sekaligus melepas. Ditempat ini Presiden melepas ekspor sama-sama saya sebelum dia menjadi Presiden. Persis ditempat ini gitu pak, saya masih Gubernur (Sulsel), beliau (Presiden) masih Gubernur DKI. Kami tandatangan MoU disini. Jadi seperti itu mudah-mudahan ini mengenergi seluruh Indonesia," kata Syahrul.

Lebih dalam, selain meminta seluruh Polres jajaran menanam jagung, Syahrul juga berharap, adanya peran Polri dalam rangka karantina bagi pangan yang masuk maupun ke luar Indonesia. Hal itu mencegah terbawanya hama yang dapat merusak sektor pertanian.

"Saya titip karantina saya pak Kapolri. Insya Allah bersama pak Kapolri sukses selalu. Kepolisian tidak hanya jaga keamanan sekaligus jaga makannya rakyat. Subhanallah," tutup Syahrul.(Adrian)

Jakarta, Sulutnews.com – Dijuluki sebagai Negara Seribu Pulau, Indonesia terkenal dengan kekayaan alamnya yang indah dan kebudayaannya yang beragam, terbentang luas dari Sabang hingga Merauke--menjadikan Indonesia sebagai salah satu destinasi wisata atraktif di dunia. MG ingin turut menggali dan memperkenalkan potensi ini ke seluruh masyarakat, terutama di tengah kondisi yang belum memungkinkan untuk bepergian beramai-ramai. Oleh karena itu, MG menginisiasi #MGDiscoverIndonesia demi menyuguhkan hiburan perjalanan virtual selagi kita semua di rumah saja. Setelah sebelumnya #MGDiscoverIndonesia menjelajahi beberapa kawasan wisata di pulau Jawa bersama MG ZS dan MG HS, kali ini MG memanfaatkan kecanggihan teknologi dan fitur keselamatan yang tertanam pada MG HS i-SMART untuk menjelajahi kekayaan wisata alam di Indonesia bagian timur, yaitu Bulukumba dan Tana Toraja yang terletak di Sulawesi Selatan.

Bercerita lebih lanjut terkait program ini, Arief Syarifudin, Marketing & PR Director MG Motor Indonesiamengungkapkan, “Dengan tetap mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan yang memadai selama kegiatan #MGDiscoverIndonesia ini dijalankan, MG berhasil menangkap cerita dan gambar-gambar indah dari sejumlah wilayah penuh daya tarik di Sulawesi Selatan yang dapat dinikmati para penggemar MG dan pecinta kegiatan pariwisata. Di samping mengobati rasa kangen untuk melakukan kegiatan liburan, perjalanan ini membuktikan ketangguhan MG HS serta kecanggihan dan kecerdasan teknologi MG i-SMART dalam membantu tim dalam menavigasi kegiatan penjelajahan ini. Harapan besar kami, perjalanan ini dapat menjadi inspirasi tersendiri bagi masyarakat selepas pandemi sehingga gairah pariwisata dalam negeri akan kembali meningkat dan kesehatan serta ekonomi masyarakat dapat kembali seperti sedia kala.”

Pada perjalanan kali ini, MG HS i-SMART dibawa untuk mengarungi perjalanan dengan medan yang beragam, mulai dari Desa Kahayya, Titik Nol Bulukumba, Tanjung Bira hingga ke Enrekang dan Tana Toraja. Berikut adalah ringkasan perjalanan yang menyenangkan sekaligus menantang:

Menikmati segarnya udara khas pegunungan di Desa Kahayya

Terletak kurang lebih 34 km arah utara dari pusat kota Bulukumba, Desa Kahayya menjadi pilihan destinasi yang tepat apabila Anda ingin melepas penat dari suasana perkotaan. Nama Kahayya sendiri diambil dari Bahasa Konjo, di mana “kaha” berarti kopi dan penambahan kata “yya” di belakangnya sebagai penegasan dari kata sebelumnya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Desa Kahayya merupakan daerah penghasil kopi terbaik di Bulukumba. Besarnya potensi wisata yang ada pada Desa Kahayya ini juga telah menjadikannya sebagai desa wisata Kemenparekraf (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) dengan kategori berkembang. Namun, fakta geografis Desa Kahayya yang berada tepat di bawah kaki gunung Lompobattang membuat kondisi jalan yang harus ditempuh menjadi sedikit lebih menantang.

Menempuh perjalanan menanjak dengan sudut kemiringan 15-20 derajat dan luas jalan yang hanya 3,5m saja dapat dilewati dengan lebih percaya diri bersama MG HS i-SMART karena adanya ragam fitur keselamatan mumpuni yang membuat perjalanan lebih nyaman dan aman. Untuk performa lebih bertenaga, pengemudi bisa mengaktifkan mode berkendara spesial khas MG HS dengan semudah memencet tombol “Super Sport” dari setir kemudi. Sembari menempuh medan dengan tanjakan dan turunan, fitur keselamatan seperti HSA (Hill Start Assist) dan HDC (Hill Descent Control) akan sangat membantu untuk pengalaman berkendara ekstra nyaman, apalagi dilengkapi dengan kamera omni-directional beserta sensor yang tertanam juga turut menjadi ‘mata ketiga’ bagi pengendara untuk mengamati kondisi jalanan di sekeliling mobil, terutama apabila ada tebing dan jurang di sisi kiri atau kanan jalanan. Setibanya di Desa Kahayya, Anda bisa menikmati segarnya udara pada ketinggian 900-2.800 mdpl sambil menyeruput kopi panas dan melihat perkebunan kopi yang merupakan salah satu sumber penghasilan bagi masyarakat di Desa Kahayya. Nikmat sekali!

Indahnya Pasir Putih di Pantai Tanjung Bira

Selain destinasi wisata yang berada di kawasan pegunungan, Bulukumba juga kaya akan destinasi wisata pantai dan laut yang sayang apabila dilewatkan, salah satunya adalah Pantai Tanjung Bira. Pantai ini menyuguhkan pemandangan hamparan pasir putih yang indah dan air laut yang berwarna biru nan cantik.

Perjalanan menuju Tanjung Bira yang berada di ujung paling Selatan Pulau Sulawesi dapat ditempuh tanpa rasa khawatir akan tersesat berkat adanya fitur Navigation pada Smart Connect MG HS i-SMART, di mana pengendara dapat langsung melihat arah jalan langsung pada layar infotainment system yang berukuran 10,1 inci. Dengan demikian, konsentrasi pengendara tidak lagi terpecah dua antara jalanan maupun ponsel pintarnya. Selain itu, fitur Voice Command dari Smart Command MG HS i-SMART juga dapat mempermudah pengendara untuk melakukan banyak hal hanya melalui perintah suara, seperti menaikkan atau menurunkan temperatur AC, memainkan atau mematikan musik, hingga membuka atau menutup jendela dan Electric I-MAX Panoramic Sunroof.

Melihat lokasi Titik Nol Bulukumba

Tidak jauh dari Pantai Tanjung Bira, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan juga baru-baru ini memperkenalkan wisata Titik Nol Bulukumba. Lokasi wisata ini disebut sebagai salah satu destinasi yang cukup ekstrim karena berada pada titik bertemunya arus angin barat dan angin timur, serta arus laut dari arah Selat Makassar dan Laut Flores. Para pengunjung Titik Nol Bulukumba ini dapat berfoto di depan tugu perahu pinisi dan prasasti penanda Titik Nol Bulukumba yang berada di ketinggian 50 m di atas permukaan laut. Lokasi ini juga merupakan tempat yang cocok untuk Anda menikmati pemandangan matahari terbit maupun terbenam, Cukup buka Electric I-MAX Panoramic Sunroof, rebahkan electric adjustable seat Anda untuk meregangkan kaki sembari menghirup udara segar dan pemandangan yang memukau.

Dibangun pada dataran yang cukup tinggi dari pantai dan dengan trek pejalan kaki yang cukup panjang, para pemilik MG HS i-SMART tidak perlu khawatir apabila lokasi parkir mungkin berada cukup jauh dari lokasi yang dituju. Berkat adanya fitur Smart Check, keberadaan mobil dapat terus dipantau hanya melalui aplikasi MG i-SMART pada ponsel pintar pemilik mobil. Fitur Security Alarm juga dapat langsung memberikan notifikasi apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada mobil Anda. Selain itu, kondisi mobil pun pastinya juga dapat dipantau, seperti level bahan bakar dan tekanan ban.

Melihat budaya pembuatan kapal pinisi di Desa Tana Beru

Cukup sapa mobil MG HS i-SMART dengan sebutan “Hello MG” dan sebutkan destinasi yang ingin dituju, yaitu Desa Tana Beru melalui fitur smart command, MG secara otomatis akan mengarahkan melalui navigasi yang dapat dilihat di 10.1 inch Infotainment System ke tempat yang ingin dituju. Di luar wisata alamnya yang indah, Bulukumba juga kaya akan wisata budayanya. Dengan mengunjungi Desa Tana Beru, Anda dapat melihat pekerjaan masyarakat setempat yang membangun kapal pinisi secara manual tanpa adanya gambar rancangan bangunan. Kebudayaan ini sukses meraih sertifikat dari UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda. Perahu dari Desa Tana Beru ini telah melanglang buana ke berbagai negara dan 75% dari pesanan kapal datang dari luar negeri dengan harga miliaran. Tradisi pembuatan perahu yang diakui sebagai salah satu sumber nafkah warga Bulukumba ini pun masih dipertahankan, di mana proses memilih kayu hanya dapat dilakukan pada hari yang diyakini baik, yaitu hari kelima atau hari ketujuh pada setiap bulan dengan kepercayaan angka lima melambangkan rezeki yang telah diraih dan angka tujuh melambangkan selalu mendapatkan rezeki. Selain itu saat akan berlayar, masyarakat setempat juga akan melaksanakan upacara Maccera Lopi dengan tujuan menyucikan perahu agar diberi keselamatan.

Menjajal agrowisata bawang merah di Enrekang

Perjalanan tim MG selanjutnya adalah menjelajahi kabupaten Enrekang yang dikenal sebagai sentra penghasil bawang merah di Sulawesi, dan dikatakan berpotensi besar menjadi destinasi wisata baru. Anda akan mendapatkan dua sensasi berbeda pada siang dan malam hari di Enrekang. Pada siang hari, Anda akan menikmati suasana pedesaan dengan pemandangan hamparan Gunung Nona dan lukisan langit biru. Di malam hari, Anda akan disuguhkan dengan gemerlap lampu sepanjang mata memandang yang berasal dari lampu-lampu teknologi pengusir hama di lahan bawang milik petani, sehingga Anda akan merasa sedang berada di perkotaan namun dengan udara yang bersih dan sejuk. Jalan menuju Enrekang cukup menantang karena berbatu dan berlubang, namun berkat ketangguhan MG HS i-SMART yang dibekali dengan suspensi depan MacPherson Struts and Stabilizer Bar dan suspensi belakang, Independent Multi-link with Stabilizer Bar, penumpang tidak merasakan guncangan yang berarti sewaktu di dalam kabin sehingga tetap nyaman dan fresh ketika sampai di Enrekang.

Menikmati pemandangan dari negeri di atas awan Kampung Lolai

Sebelum ke Toraja Utara, tim MG menyempatkan diri untuk mampir di Tana Toraja yang merupakan ikon budaya dan pariwisata Sulawesi Selatan. Tidak hanya budayanya yang amat terkenal di dunia, dengan letak geografisnya yang berada di ketinggian, Tana Toraja menyuguhkan berbagai pilihan wisata alam mulai dari bukit dan pegunungan hingga air terjun yang eksotis. Anda dapat dengan puas menyaksikan pemandangan alam Toraja di puncak bukit Buntu Burake yang berada pada ketinggian 1700 mdpl, di mana patung Yesus tertinggi yang ikonik berdiri dengan megah di sini. Setelah puas menikmati keindahan alam di Tana Toraja, Anda dapat mengemudikan mobil menuju Kampung Lolai, sebuah negeri di atas awan yang amat sangat cantik terletak di Toraja Utara untuk menikmati matahari terbit atau terbenam di sela-sela hamparan awan yang begitu menakjubkan. Perjalanan jauh sama sekali tidak terasa melelahkan sebab sepanjang jalan Anda akan disuguhkan dengan pemandangan yang menakjubkan, apalagi jika Anda membuka Electric I-MAX Panoramic Sunroof, perjalanan akan semakin terasa mengesankan.

Melalui perjalanan #MGDiscoverIndonesia ini, MG HS i-SMART telah membuktikan keandalannya dalam menempuh perjalanan jauh dari segala sisi, mulai dari fitur keselamatan, keamanan, hingga kenyamanan. Untuk merasakan sendiri kecanggihan MG HS i-SMART ini, segera kunjungi outlet resmi MG yang tersebar di wilayah Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Malang, Medan, Makassar, hingga Manado dan segera dibuka di Sumatera yaitu Pekanbaru dan Palembang. Ada ragam penawaran menarik yang disediakan oleh MG untuk para pelanggan yang melakukan pembelian MG HS, mulai dari gratis biaya perawatan hingga 100.000 km atau lima tahun, termasuk jasa dan suku cadang, gratis garansi lima tahun tanpa batasan kilometer, hingga voucher Thule senilai Rp2 jutaan*. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut terkait penawaran ini, silakan kunjungi www.mgmotor.id atau ikuti akun Instagram resmi @mgmotor.id.(/Merson)

Wajo, Sulutnews.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo secara bersamaan meresmikan Bendungan Paselloreng dan Bendung Gilireng di Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (9/9/2021). Pembangunan infrastruktur bendungan dan bendung bertujuan untuk menambah pasokan air di Provinsi Sulsel sebagai salah satu lumbung pangan nasional sehingga kontinuitas air ke lahan pertanian terjaga.

Presiden Jokowi menyampaikan Bendungan Paselloreng yang dibangun sejak tahun 2015 sudah selesai dan siap difungsikan untuk memasok air di Provinsi Sulsel sebagai lumbung pangan nasional. "Kita tahu bahwa ketahanan pangan sangat butuh suplai air. Dan air akan ada kalau kita memiliki banyak bendungan sehingga bisa menyediakan air secara kontinu dan berkelanjutan," kata Presiden Jokowi dalam sambutannya.

Hadir juga mendampingi Presiden, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Bupati Wajo Amran Mahmud, dan Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Aras.

Menteri Basuki mengatakan Bendungan Paselloreng memiliki kapasitas tampung 138 juta m3 atau dua kali lebih besar dari Bendungan Way Sekampung dengan kapasitas 68 juta m3 yang diresmikan Presiden Jokowi pada Kamis (2/9/2021) lalu. Bendungan ini merupakan satu dari 17 bendungan yang ditargetkan selesai pada tahun 2021.

"Bisa kita lihat di sepanjang jalan antara Kota Makassar ke Kabupaten Wajo ini di sebelah kiri kanan daerah irigasi, mulai dari irigasi Saddang, Bila hingga Gilireng. Manfaat Bendungan Paselloreng memang utamanya untuk keperluan irigasi, sebagai suplesi air Bendung Gilireng seluas 8.500 hektare yang sekaligus kita selesaikan sebagai satu kesatuan sistem," tutur Menteri Basuki.

Menurut Menteri Basuki, Bendungan Paselloreng merupakan bendungan kedelapan yang diresmikan Presiden Jokowi di sepanjang tahun 2021 setelah Bendungan Tukul di Jawa Timur, Tapin di Kalimantan Selatan, Napun Gete di NTT, Sindang Heula di Banten, Kuningan di Jawa Barat, Way Sekampung di Lampung, dan Bendo di Jawa Timur.

Selain Bendungan Paselloreng, di Provinsi Sulsel juga akan diselesaikan Bendungan Karraloe di Kabupaten Gowa dengan luas genangan 145 hektare dan kapasitas tampung 40, 5 juta m3 serta disusul Bendungan Pamukkulu di Kabupaten Takalar dengan luas genangan sebesar 126 hektare dan  kapasitas tampung 82,5 juta m3.

"Bendungan Karraloe Insya Allah diresmikan tahun ini dan Bendungan Pamukkulu segera kita selesaikan," ujar Menteri Basuki.

Dengan luas genangan sebesar 1.258 hektar, Bendungan Paselloreng juga berpotensi menjadi sumber air baku untuk 6 kecamatan di Kabupaten Wajo sebesar 145 liter/detik, yakni Kecamatan Majauleng 35 liter/detik, Sajoanging 24 liter/detik, Gilireng 10 liter/detik, Panrang 22 liter/detik, Takalala 29 liter/detik, dan 25 liter/detik.

Manfaat lain bendungan multifungsi ini adalah sebagai infrastruktur pengendali banjir  dengan debit sebesar 489 m3/detik, konservasi air, perikanan air tawar, dan potensi destinasi pariwisata karena memiliki lansekap yang indah.

Pembangunan bendungan dikerjakan oleh kontraktor PT. Wijaya Karya – PT. Bumi Karsa, KSO (Kerjasama Operasi) dengan nilai kontrak konstruksi Rp771,6 miliar, ditambah kontrak supervisi senilai Rp37,5 miliar dengan penyedia jasa PT. Mettana, PT. Timor Konsultan, dan PT. Rayakonsult (JO).

Sementara Bendung Gilireng mulai dibangun  tahun 2018 untuk mengairi daerah irigasi Gilireng seluas 8.500 hektare yang terdiri dari jaringan irigasi kanan 5.700 hektare dan jaringan irigasi kiri 2.800 hektare. Suplai air irigasi ini diharapkan dapat membantu petani meningkatkan intensitas tanamnya dari 112 % menjadi 300 % dengan pola tanam padi - padi - palawija. Bendung yang berada di Desa Laiseng, Kecamatan Gilireng ini juga berpotensi sebagai destinasi wisata baru di Kabupaten Wajo karena memiliki lansekap yang indah di kelilingi area perkebunan dan persawahan.

Bendung Gilireng didesain dengan tipe mercu bertingkat (cascade) dengan  lebar bendung 50 meter dengan debit intake sebesar 16,34 m3/detik dan berpotensi sebagai objek wisata baru di Kabupaten Wajo. Pembangunan bendung dilaksanakan oleh kontraktor PT. Adhi Karya dan PT. Adi Jaya Lima Pradana dengan anggaran APBN sebesar Rp199,9 miliar, sehingga ditambah dengan biaya konstruksi Bendungan Paselloreng untuk mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Wajo total sekitar Rp1 triliun.

Turut hadir mendampingi Menteri Basuki, Inspektur Jenderal Kementerian PUPR T. Iskandar, Direktur Jenderal Sumber Daya Air Jarot Widyoko, Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan. Endra S. Atmawidjaja, Direktur Bendungan dan Danau Ditjen SDA Airlangga Mardjono, Kepala Pusat Analisis Pelaksanaan Kebijakan Hariyono Utomo, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang Adenan Rasyid, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional III Sulsel Muhammad Insan,  Kepala Biro Komunikasi Publik Krisno Yuwono, serta Dirut PT. Wijaya Karya Agung Budi Waskito, Dirut PT. Adhi Karya Entus Asnawi dan Dirut PT. Bumi Karsa Kamalludin. (*/Mercys)

Makassar, Sulutnews.com - Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Selatan (Sulsel) menyayangkan program kegiatan Diseminasi Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) yang dikelola Kementerian Kominfo (Menkominfo).

Kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di sektor media massa yang dilakukan Menkominfo dianggap tak adil. Hal ini nampak dari nilai kontrak kegiatan Diseminasi KPCPEN 2021 kepada media lokal di lapangan.

Ketua SMSI Sulsel, Rasid mengatakan kegiatan Diseminasi KPCPEN merupakan kebijakan yang meminta semua kementerian agar mengalihkan anggaran belanja iklan mereka, terutama iklan layanan masyarakat, kepada media-media lokal.

"Hanya saja, pelaksanaan di lapangan serasa mencederai rasa keadilan dan bahkan terkesan menindas media-media daerah anggota kami. Nilai kontrak yang diberikan mulai 6 juta, 5 juta, 4 juta bahkan ada yang 3 juta rupiah/kontrak," kata Rasid.

Rasid menyebutkan dengan frekuaensi konten 12-25 kali pemuatan/kontrak, di dapat nilai sebesar lebih kurang Rp100 ribu/konten. Padahal dengan alokasi anggaran yang luar biasa besar, seharusnya media-media daerah bisa memperoleh kompensasi antara Rp. 1 juta hingga Rp. 1,5 juta/artikel konten.

"Ibarat langit dan bumi jika kita bandingkan dengan nilai yang diperoleh media-media lain di Jakarta. Bahkan harga sekantong Bansos (bantuan sosial) untuk fakir miskin pun bernilai lebih besar dari yang diperoleh media-media daerah anggota kami," sebutnya.

Karena itu pihaknya bersama pengurus SMSI pusat menyatakan protes dan keberatan atas perilaku tidak adil jajaran Kementerian Kominfo dan pihak ketiga selaku pemenang tender program tersebut.

Bentuk protes tersebut melalui surat yang dilayangkan pengurus SMSI pusat kepada Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate.

"Kami berharap Pak Menteri mengevaluasi kembali pelaksanaan daripada penyelenggaraan Diseminasi KPCPEN di Kementerian Kominfo secara seksama," pungkasnya.

Hal serupa juga disampaikan Anggota komisi etik Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) sekaligus pengamat komunikasi dan pemerintahan, Firdaus Muhammad.

Ia menyebut kebijakan yang ada harus juga mempertimbangkan keberadaan media lokal yang ada. Sehingga kebijakan yang diambil kemudian dapat adil bagi semua elemen.

"Kebijakan itu seharusnya juga pertimbangkan keberadaan media lokal sehingga lebih adil terutama soal layanan iklan masyarakat. Kondisi media lokal butuh perhatian pusat melalui kebijakan," ujar Dosen UIN Alauddin Makassar itu.

Ditempat terpisah, hal enada disampaikan juga Oleh Wibowo Susilo, ketua SMSI Bengkulu yang jugs Direktur Bengkulutoday.com. Ia mengatakan, program ini sesungguhnya sangat mulia, tetapi jika jatuh ketangan penjahat, nilainya jadi buruk.

"Semestinya kebijakan dan program KPCPEN ini sangat mulia, tetapi jika jatuh ketangan yang salah, nilainya jadi buruk. Melihat indikator ini, saya khawatir Bapak Menteri kominfo tidak tahu hal seperti ini. Untuk itu, kami minta bapak menteri kominfo dapat mengevaluasi pelaksanaan program KPCPEN di lingkungannya". Ujar Bowo.

Bowo juga menyampaikan "kami yakin, bapak menteri mau mendegar keluh kesah kami di daerah. Jika kami dari masyarakat pers saja diperlakukan seperti ini, kami khawatir ada yang lebih buruk diperlakukan dari pada kami" tandas bowo (rasyid/bowo)

Makassar,Sulutnews.com - Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menghadiri pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Pemberian Penghargaan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Selatan di Hotel Grand Claro Makassar, Jumat (26/3/2021).

Dalam kegiatan tersebut, Andi Sudirman menyampaikan pentingnya peran media bagi pemerintah. Bahkan segala bentuk kebijakan pemerintah bisa tersampaikan ke masyarakat karena adanya peran media yang memberikan informasi secara luas.

"Kami sebagai pemerintah ketika mau membuat inovasi dan tidak sampai kepada masyarakat, berat juga rasanya. kami selalu mencari media mana yang kencang ini untuk membantu kita semuanya dan membantu kita bersinergi," katanya.

Menurutnya, hadirnya media online atau media siber membuat masyarakat harus melek akan teknologi agar masyarakat mampu memperoleh informasi secara cepat.

Meski demikian, Andi Sudirman juga mengingatkan kepada media untuk tetap mengutamakan aturan yang berlaku. "Harapan kami dengan SMSI bagaimana ada nanti sistem check and balance, sehingga ketika ada koreksi, ada dewan pengawas, dengan begitu semua informasi tidak berakhir di persoalan," acapnya

Dimusim pandemi ini, kata Plt Gubernur, Pemerintah sangat berharap agar informasi terkait tahapan proses kebijakan recovery pemulihan ekonomi nasional bisa sampai ke desa-desa dan wilayah yang terisolir.

Sementara itu, Ketua Umum SMSI Firdaus juga berharap agar pemerintah di Sulawesi Selatan membantu pengembangan media siber di daerah ini dengan menjalin kerjasama.

"Tentu kita perlu bersinergi dengan pemerintah dengan membangun daerah, karena hanya pemerintah yang mempunyai anggaran," tegasnya.

Firdaus juga meminta kepada seluruh perusahaan media siber yang tergabung dalam SMSI di daerah untuk bisa melahirkan inovasi agar media siber tidak ketinggalan jaman.

Dalam kegiatan tersebut, SMSI juga memberikan penghargaan kepada delapan orang kepala daerah, dengan kategori Kepala Daerah Peduli Media dan Pers.

Delapan kepala daerah tersebut, Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Bupati Bantaeng Ilhamsyah Azikin, Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriyani, Bupati Sinjai Andi Seto Gadhista Asapa, Walikota Makassar Muhammad Ramdhan Pomanto, Bupati Soppeng Kaswadi Razak, Bupati Luwu Basmin Mattayang, dan Bupati Gowa Adnan Purichta.(*/MS)