Papua

Papua (35)

Kasuari,Sulutnews.com - Tangungjawab Kodam Kasuari diantaranya adalah menggelar dan membina satuan untuk kepentingan pertahanan wilayah Provinsi Papua Barat yang merupakan bagian dari pertahanan NKRI. Satuan harus siap dioperasionalkan setiap waktu apabila Negara membutuhkan terutama dalam menghadapi situasi yang genting.

Penekanan ini disampaikan Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Gabriel Lema, S.Sos., dalam amanatnya saat membuka secara langsung kegiatan Apel Komandan Satuan (Dansat) Kodam XVIII/Kasuari TA. 2022, di aula Makodam, Trikora, Arfai 1, Manokwari, Papua Barat, Senin (23/5).

Dalam keterangan tertulis Penerangan Kodam XVIII/Kasuari, dihadapan para peserta Apel Dansat, Pangdam menyampaikan para peserta dituntut untuk dapat menemukan suatu konsep dan formulasi yang tepat bagaimana Dansat dapat menerapkan sistem pembinaan satuan (Binsat) yang diharapkan sehingga dapat tercapai profesionalisme prajurit.

“Untuk itu semua satuan jajaran Kodam perlu melaksanakan Binsat secara berjenjang, sistematis, terukur dan terpadu guna memperoleh kesiapan operasional dalam rangka melaksanakan tugas OMP maupun OMSP”.

Apel Dansat ini merupakan media efektif bagi pimpinan untuk memberikan kesamaan pemahaman tentang kebijakan pimpinan Kodam XVIII/Kasuari  dalam melaksanakan tugas pokok disamping juga  untuk meningkatkan dan megembangkan kemampuan Dansat dalam menyelenggarakan pembinaan satuan yang siap operasional, meningkatkan kesejahteraan prajurit serta memantapkan kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui pembinaan teritorial,” ucap Pangdam.

Ia menambahkan, apel ini merupakan wahana untuk membahas berbagai hal yang terkait dengan kepemimpinan para perwira, sekaligus merupakan forum evaluasi hasil pembinaan satuan dan kepemimpinan para Dansat di tahun 2021 yang lalu.

”Hal yang perlu menjadi perhatian khusus saat ini adalah masalah tingkat disiplin anggota yang masih rendah yang menjurus pada terjadinya pelanggaran. Peran Dansat sangat penting, karena kualitas kepemimpinan menentukan maju mundurnya  sebuah organisasi  termasuk sebuah kesatuan,” tuturnya.

Tema Apel Dansat kali ini yakni  “Membangun Komandan Satuan TNI AD Yang Tangguh Guna Menjamin Terwujudnya Prajurit Dan Satuan TNI AD Yang Profesional Dan Sejahtera Sebagai Pilar TNI AD ”

Dalam Apel Dansat ini juga diberikan penghargaan dan apresiasi oleh Pangdam Kasuari kepada para prajurit berprestasi yang bertugas di kewilayahan diantaranya Koptu Maximilian Pasaka (Babinsa Kampung Gar, Koramil 1803-02/Kokas), Koptu Nikodemus Yulianus Saiwini (Babinsa Kampung Meyerga, Koramil 1806-06/Meyado, Kopda Maikel Edwin Wakum (Babinsa Kampung Yenbuba, Koramil 1805-01 Waisai) dan Pratu Dani Rizki Kurniawan (Tamudi Kiban Yonzipur 20/PPA).

Ikut dalam kegiatan ini Kasdam XVIII/Kasuari, Brigjen TNI Yusuf Ragainaga, Irdam XVIII/Kasuari, Danrem 181/PVT, Danrem 182/JO, Kapoksahli Pangdam, Danrindam, para Pamen Staf Ahli Pangdam, LO TNI AL, AU, para Asisten dan Kabalakdam XVIII/Kasuari serta para Dansat jajaran Kodam XVIII/Kasuari.

Penulis: ARP

Papua,Sulutnews.com - Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Yonif 126/KC Kolakopsrem 172/PWY menemukan ladang ganja seluas kurang lebih 400 meter persegi di jalan Lintas Jayapura Wamena KM 139, Distrik Waris, Kabupaten Keerom.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif 126/Kala Cakti, Letkol Inf Dwi Widodo, S.H., M.Han. dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Keerom, Papua, Kamis (19/05/2022).

Dansatgas Yonif 126/KC Letkol Inf Dwi Widodo, S.H., M.Han. menjelaskan penemuan ladang ganja tersebut merupakan hasil dari pengembangan dari kegiatan sweeping kendaraan yang dilakukan oleh jajaran Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 126/KC tepatnya Pos Kalimao beberapa waktu lalu. Dari sweeping yang dilaksanakan diamankan seorang masyarakat yang mengendarai sepeda motor membawa narkotika jenis ganja siap pakai sebanyak 5 bungkus.

Setelah kejadian tersebut, Satgas Pamtas RI-PNG 126/KC intens melakukan berbagai upaya dalam menemukan sumber dari barang terlarang tersebut di wilayah Kab. Keerom. Dan dengan pelaksanaan Binter dan Komsos secara terus menerus, pada hari Selasa (17/5), seorang masyarakat melaporkan adanya ladang ganja di sekitar jalan lintas Jayapura - Wamena KM 139.

Personel Satgas Pamtas 126/KC berjumlah 17 orang dari Pos Kotis saat tiba di lokasi menemukan sebanyak 21 batang ukuran 3 sampai dengan 5 meter ganja siap panen.

Saat ini, kata Dansatgas, barang bukti sudah di serahkan kepada Polres Keerom untuk pemusnahan.

Sementara itu, Danrem 172/PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan selaku Dankolakops saat dikonfirmasi menyampaikan apresiasi kepada para Satgas Pamtas yang terus berupaya dalam memerangi narkoba di Tanah Papua.

Dankolakopsrem 172/PWY juga menambahkan dalam hal ini Pangemanan, menyampaikan bahwa penemuan ladang ganja ini sebagai bukti bahwa Binter dan Komsos yang selama ini dilaksanakan oleh TNI khususnya Satgas Yonif 126/KC diwilayah perbatasan berjalan dengan baik. Dimana masyarakat di daerah perbatasan sangat senang dan percaya atas keberadaan TNI dan dengan sendirinya datang melaporkan hal-hal yang dapat mengganggu keamanan di daerahnya.

Dansatgas Yonif 126/KC juga mengajak seluruh masyarakat bersama-sama memerangi narkoba di wilayah perbatasan dalam rangka menciptakan situasi wilayah perbatasan yang aman dan damai, sehingga Tanah Papua akan terbebas dari peredaran Narkoba.

Penulis: ARP

Oksibil,sulutnews.com- Satgas Binmas Noken Operasi Damai Cartenz 2022 Mengelar Program Kegiatan SI-IPAR, memberikan wawasan kebangsaan dan menanamkan cinta tanah air Sejak Usia Dini kepada anak-anak Kampung Pulbingin, Distrik Serambakon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Senin (11/4/2022).

Kegiatan SI-IPAR ini dipimpin oleh Korwil Binmas Noken Pegunungan Bintang Iptu Sabtuwadji dan 4 Personelnya Yakni Brigpol Maikel Imburi, Brigpol Wahyu Pitoyo, Bripda Yehezkiel Fatubun, Bripda Rudy Cakradini.

Iptu Sabtuwadji Mengatakan tujuan Mengelar SI-IPAR agar terjalin hubungan silaturahmi antara Satgas Binmas bersama masyarakat, juga memberikan wawasan kebangsaan, menanamkan cinta tanah air dan rasa nasionalisme sejak usia dini.

"Kegiatan ini bertujuan menambah wawasan kebangsaan seperti pengenalan dasar-dasar lambang negara serta lagu kebangsaan Indonesia dan rasa nasionalisme", Ujar Iptu Sabtuwadji.

Dirinya bersama personel juga mengajak anak-anak berkumpul dan bermain mulai dari berhitung, menghafal afabet, bermain tebak-tebakan hingga menyusun pazzel dengan dibagi beberapa kelompok.

"Anak-anak yang benar menjawab pertanyaan mendapatkan bingkisan menarik berupa buku tulis, pensil, serutan hingga Souvernir", Tutur Kasat Binmas Noken Wilayah Pegunungan Bintang ini.

Sementara itu, Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz Kombes Pol. Drs Ahmad Musthofa Kamal, SH menyampaikan kepedulian Polri pada dunia pendidikan tercermin dalam pelaksanaan Polisi Pi Ajar yang terus digencarkan oleh Binmas Noken Ops Damai Cartenz.

“Digencarkannya Polisi Pi Ajar guna mendorong pertumbuhan generasi emas Papua yang berprestasi dan dapat memajukan daerahnya khusunya daerah Pegunungan di Papua,” tutupnya.

Penulis: ARP

Jayapura,Sulutnews.com - Polri menyakini Operasi Damai Cartenz 2022 akan menjadi strategi yang efektif dalam menangani kelompok kriminal bersenjata (KKB), di Papua. Sebab, operasi tersebut mengedepankan pendekatan humanis. 

Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri mengatakan pihaknya telah menginstruksikan jajarannya untuk tidak lagi melakukan penyerangan terlebih dulu dan lebih banyak bersikap bertahan. Operasi ini mulai diberlakukan pada awal Februari hingga Desember 2022. 

"Selama ini kita dalam kasus penembakan selalu aktif merespon. Dalam merespon ini selalu terjadi kontak tembak ini (lebih banyak) sisi negatif, karena (KKB) memanfaatkan moment menjatuhkan pemerintah," ujar Matihus di Gedung Mabes Polda Papua, Selasa, 18 Januari 2022. 

Saat ini, aparat gabungan TNI-Polri yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Nemangkawi masih diberlakukan hingga 25 Januari mendatang. Mathius menyebut operasi tersebut juga mulai mengedepankan pendekatan persuasif. 

"Kita lihat operasi terakhir mengurangi korban masyarakat yang dampaknya ke kegiatan itu, sehingga korban menurun termasuk masyarakat. Dan banyak (KKB) yang kita tangkap," terangnya.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2022 itu berharap ke depan banyak anggota KKB yang dapat diedukasi menyerahkan diri. Sehingga dapat kembali ke lingkungan masyarakat secara normal.

Sebelumnya, Polri mengganti nama Operasi Nemangkawi. Operasi Pemburu KKB di Papua itu berganti nama menjadi Damai Cartenz.

"Iya betul menjadi Damai Cartenz. Pendekan soft approach diutamakan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi, Senin, 10 Januari 2022.7. (Adrian)

Papua,Sulutnews.com - Polda Papua menurunkan sebanyak 380 personel yang terdiri dari Satbrimon, Samapta dan Polairud untuk membantu Polres Jayapura dan Jayapura Kota dalam penanganan banjir dan longsor yang terjadi di kota tersebut.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, Kapolda Papua Irjen Pol Mathias D Fakhiri memimpin langsung para personel menuju lokasi titik banjir dan longsor, untuk selanjutnya melakukan evakuasi atau pertolongan kepada para korban.

"Para personel melakukan penanganan secara terpadu dengan instansi terkait pada titik terjadinya longsor, pohon tumbang dan terdapat material akibat longsor di jalan raya dan pembersihan saluran Irigasi/drainase atau got yang menyumbat aliran air," kata Kamal dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (8/1/2022).

Selain Kapolda, kata Kamal, para pejabat utama Polda Papua dilibatkan langsung untuk turun ke lapangan memimpin proses penanganan bencana alam banjir dan longsor.

Para personel yang diturunkan juga melakukan patroli untuk mengecek perkembangan sekaligus memonitor bertambahnya korban jiwa. Kemudian memberikan imbauan kepada masyarakat untuk waspada adanya curah hujan lanjutan yang cukup deras.

Kamal menambahkan, rapat koordinasi juga sudah dilakukan bersama dengan forkopimda Kota Jayapura. Hasilnya jajaran forkopimda mendirikan tempat penampungan untuk pengungsi yang berpusat di Balai Diklat Sosial Tanah Hitam. Surat Keputusan (SK) status tanggap darurat juga akan segera dibuat oleh Wali Kota Jayapura.

"Kemudian mendirikan posko induk di GOR Waringin dengan 3 posko pembantu (Organda, Pasar Yautefa dan SMA 4 Jayapura)," ujarnya.

Personel Polda dan forkopimda juga membantu pengurusan surat atau dokumen yang hilang akibat bencana. 

"Makanan yang dibagikan kepada masyarakat terdampak dalam bentuk siap saji di 4 Distrik (Jayaapura Utara, Jayapura Selatan, Abepura dan Heram) oleh Dinas Sosial sebanyak 3 kali sehari," katanya.

Total korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor di Kota Jayapura sebanyak 7 orang dan luka-luka sebanyak 4 orang. Untuk korban selamat dievakuasi ke Rumah Sakit terdekat diantaranya RS DOK II Jayapura, RS Provita Jayapura dan RS Bhayangkara Jayapura.

"Kejadian bencana alam tanah longsor yang menyebabkan korban meninggal dunia dikarenakan curah hujan yang cukup tinggi melandah wilayah Kota Jayapura," katanya.

Adapun wilayah bencana tanah longsor yang paling parah terdapat di wilayah Jayapura Utara dengan 4 titik Tanah Longsor antara lain Nirwana I Bhayangkara, APO Kali, dan Kloofkamp.

Untuk wilayah genangan air atau banjir yang terparah berada pada distrik Abepura yaitu Perumahan Organda, Kali Acai, dan Kompleks Pasar Youtefa dan Distrik Jayapura selatan yaitu wilayah pemukiman kompleks SMAN 4 , PTC Entrop  dan Hamadi. Sedangkan untuk wilayah Kabupaten Jayapura banjir terparah terjadi di Perumahan BTN Gajah Mada Yahim Sentani, Areal Stadion Lukas Enembe.

"Untuk saat ini genangan banjir sudah tidak ada, yang tersisa hanya material bekas banjir dan tanah longsor dan sedang dibersihkan oleh personel gabungan TNI-Polri dan Pemerintah setempat," katanya.  (Adrian)

Jayapura,Sulutnews.com – Kelompok KKB Kampung Ambaidiru Distrik Kosiwo melalui Polres Yapen menyerahkan diri untuk kembali kepangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menjelaskan, TNI-Polri mempunyai komitmen yang tinggi untuk menjaga wilayah kita, dimana masyarakat Yapen telah kami anggap sebagai bagian dari keluarga kami TNI-Polri termasuk juga pemerintah daerah tidak tinggal diam.

"Maka dari itu pasca-kita melaksanakan kegiatan penegakan hukum kemarin, kita terus melakukan upaya penegakan secara persuasif dan humanis untuk memberikan pemahaman serta meyakinkan saudara-saudaraku semuanya bahwa aparat TNI-Polri yang ada di Kepulauan Yapen ini bukan sebagai musuh tapi sebagai keluarga," kata Dedi, kepada wartawan, Minggu (19/12/2021).

Menurut Dedi, pihaknya hadir untuk membantu Pemerintah Daerah dalam membangun Kepulauan Yapen dan membantu percepatan kesejahteraan untuk bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat, dari sisi pendidikan dan dari sisi kesehatan.

"Saat ini kita juga fokus melindungi masyarakat serta menjaga masyarakat dalam menyongsong perayaan Hari Natal di tanggal 25 Desember di tahun 2021, kita harus pastikan bahwa perayaan natal berjalan dengan damai, aman, sukacita dan penuh hikmat sehingga saudara kita semua yang merayakan Natal dapat melaksanakan ibadah dengan tenang," ujar Dedi.

Ia menambahkan bahwa kami menyambut baik upaya nyata dari semua pihaknya yang telah menyerahkan diri dan menyatakan bahwa kita semua adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Papua dari dulu adalah Indonesia, Indonesia adalah Papua jadi sudah tidak ada lagi perjuangan - perjuangan yang di luar, tidak ada lagi yang namanya perjuangan mengatasnamakan Papua Merdeka atau west Papua, Papua Barat," ucapnya. (Adrian)

Biak Numfor, Sulutnews.com “Posisi Biak terus menjadi sangat strategis dengan perkembangan corak isu pertahanan-keamanan yang dihadapi Negara Kesatuan Republik Indonesia.” Hal tersebut disampaikan pada kunjungan Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP) Jaleswari Pramodhawardani ke Kabupaten Biak Numfor dalam rangka melaksanakan verifikasi lapangan tata kelola pertahanan-keamanan kawasan timur Indonesia dan kesiapan tata kelola pemerintahan untuk pelaksanaan percepatan pembangunan dan kesejahteraan di Kabupaten Biak Numfor, Kabupaten Kepulauan Yapen dan Kabupaten Supiori. Sebelumnya Deputi V KSP dan Tim melaksanakan kunjungan kerja tersebut sepanjang 4 hari sejak tanggal 01 Desember 2021 sampai 04 Desember 2021.

Deputi V KSP melakukan kunjungan ke Balai LAPAN-BRIN Biak untuk mendengarkan perkembangan terkini rencana pembangunan bandara antariksa. Pada kesempatan tersebut Dr. Rika Andiarti yang merupakan Deputi Teknologi Penerbangan dan Antariksa LAPAN (2014-2017) dan kini menjabat sebagai Perekayasa Ahli Utama BRIN menyampaikan apresiasi besarnya terhadap kehadiran Tim KSP serta potensi luar biasa Biak untuk terlibat langsung dalam space race atau perlombaan antariksa era ini. Hadir juga Kepala Staf KoopsAU3 pada kegiatan tersebut, Marsekal Pertama Ronald Siregar.

“Pembangunan Bandara Antariksa di Biak bukan semata-mata menjawab kebutuhan akan adanya fasilitas peluncuran satelit dengan lokasi yang strategis, tetapi juga menegaskan komitmen Presiden untuk membangun kekuatan negara dalam menguasai wilayah antariksa di masa yang akan datang. Sebagai kawasan strategis pertahanan negara, Biak memiliki dukungan alam berupa letak geografis yang tepat untuk lokasi bandara antariksa serta infrastruktur keamanan yang dikelola oleh tri matra TNI. Pembangunan ini juga bisa memicu percepatan peningkatan SDM masyarakat Papua untuk dapat mengambil peran dalam pengelolaan bandara ini,” ungkap Jaleswari.    

Setelah itu Deputi V KSP dan Tim mengunjungi Markas Komando Operasi Angkatan Udara III (KoopsAU3) dan diterima oleh Kepala Staf KoopsAU3. Disampaikan laporan terkait progress pembangunan kekuatan KoopsAU3 serta kerja-kerja KoopsAU3 dalam menjaga integritas wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Deputi V KSP menyampaikan dukungannya atas rencana pengembangan pembangunan kekuatan TNI AU di wilayah KoopsAU3 yang sudah menjadi bagian dari MEF. 

Hari diakhiri oleh Rapat Koordinasi Evaluasi Tata Kelola Pertahanan Di Kawasan Timur Indonesia yang dipimpin langsung oleh Deputi V KSP. Danrem 173/PVB, Kas-KoopsAU3, Danguskamla 3 yang hadir langsung di Swissbel Biak serta unsur dari kawasan Timur Indonesia dan pusat yang hadir via Zoom. Rapat ini secara khusus membicarakan perubahan pendekatan pembangunan dan kesejahteraan di wilayah Papua dan kesiapan dukungan TNI di lapangan, terutama di wilayah-wilayah zona merah. 

Di dalam rapat tersebut Deputi V menyampaikan kesimpulan bahwa “KSP dalam melaksanakan tupoksinya khususnya monitoring dan debottlenecking mencatat telah ada berbagai upaya kerja keras oleh TNI-POLRI-BIN dalam mendukung Inpres 09/2020 untuk mengamankan pembangunan kesejahteraan di Provinsi Papua dan Papua Barat dan menjaga Kawasan Timur Indonesia secara keseluruhan. Disampaikan juga oleh Deputi V KSP Jaleswari Pramodhawardani bahwa ke depan “integrasi kerja keamanan-pertahanan dengan birokrasi sipil perlu terus disinergikan di mana kolaborasi dan komunikasi secara berkala menjadi sebuah kebutuhan dan keniscayaan”.

Sebelum kembali ke Jakarta pada Sabtu, 04 Desember 2021, Deputi V KSP dan tim mengunjungi markas Komando Gugus Keamanan Laut Komando Armada III di Biak. Pada kunjungan tersebut Danguskamla Armada III beserta DanlanudAL serta jajaran menerima Deputi V KSP dan tim secara langsung dan memberi paparan terkait signifikansi sejarah Biak dan potensi pemulihan bandara yang dibangun oleh sekutu.

Turut hadir mendampingi Deputi V KSP dalam kunjungan tersebut yaitu Tenaga Ahli Utama: Dr. Theo Litaay, Sigit Pamungkas, Mufti Makarim, serta Tenaga Ahli Muda: Dina Rifqiana dan Hilmi Kartasasmita.(*/Luhut)

Jayapura, Sulutlnews.com - Deputi V Kepala Staf Kepresidenan Jaleswari Pramodhawardani menegaskan, tidak boleh ada lagi Penyelewengan Dana Otsus, Korupsi, dan pungli, dalam mekanisme penyaluran Dana Otsus ke depan untuk menjamin efektivitas program dan mencegah kebocoran Dana Otsus yang tidak tepat sasaran. Pernyataan ini disampaikan, dalam diskusi dengan Papua Corruption Watch, di Jayapura Kamis 11 November 2021.

Jaleswari menyampaikan salah satu kritik yang dialamatkan dalam pengelolaan dan pemanfaatan Otonomi Khusus di Papua adalah masih rendahnya peningkatan kesehateraan masyarakat. Salah satu indikatornya ditunjukkan oleh Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Papua yang berada di skor 60.44 turun 0.40 dibanding tahun 2019. Pun demikian IPM Papua Barat yang sedikit lebih baik di skor 65.09 walaupun tetap berada di bawah rata-rata IPM nasional tahun 2020 (71.94). Hal ini mencerminkan bahwa pengelolaan dan pemanfaatan Dana Otsus selama 20 tahun terakhir ini belum efektif dan harus dievaluasi akuntabilitasnya.

Kondisi yang belum ideal ini, harus menjadi evaluasi bagi semua pihak bahwa pendekatan kebijakan pembangunan  di Papua tidak boleh biasa-biasa saja, tidak bolah parsial dan sporadis, serta tidak boleh asal terserap tanpa memperhatikan dampaknya.

Disahkannya UU 2/2021 tentang Otsus Papua ini dapat menjadi momentum perubahan. Beleid ini menekankan pada mekanisme baru pendanaan otsus, yaitu peningkatan alokasi dana otsus menjadi 2.25% setara dana alokasi umum nasional dimana 1% merupakan block grant (hibah) dan 1.25% perbasis kinerja. "Namun harus diingat bahwa hibah tersebut harus memiliki alokasi sesuai aturan dan tujuan bagi peningkatan kesejahteraan masayarakat dengan akuntabilitas pelaporan dan evaluasi yang kuat. Hal ini untuk membuka ruang partisipasi publik dalam perencanaan sehingga diharapkan kontrol sosial menjadi lebih kuat dan pembangunan dapat dirasakan hasilnya secara siginifikan"

Jaleswari menyampaikan bahwa pemerintah sudah menyiapkan mekanisme Pencegahan Korupsi melalui Stranas PK yang dapat  diterapkan untuk membantu pengelolaan dan implementasi Otsus ke depan.

Sesuai dengan Peraturan Presiden 54 Tahun 2018 Aksi Stranas PK Tahun 2021-2022, pemerintah daerah di Papua dan Papua Barat dapat melaksanakan aksi yang relevan untuk memperbaiki Tata kelola pemerintah, contohnya untuk penguatan pengendalian internal pemerintah, pengukuhan kawasan hutan dan one map, pengadaan barang jasa berbasis elektronik, serta sinkronisasi perencanaan dan penganggaran, yang dapat semakin memperkuat tata kelola pemanfaatan dana Otsus ke depan.(/Orgenes)

Jayapura,Sulutnews.com - Nasib, atlet NPC Riau, merebut medali emas pertama cabang atletik Pekan Paralimpik Nasional XVI Papua (Peparnas Papua). Ia menjadi yang terbaik dalam nomor lompat tinggi putra yang berlangsung di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Sabtu (6/11/2021) pagi.

Nasib dari Riau berhasil finish pada ketinggian 160 meter. Dan merupakan medali perdana untuk Riau.

Di urutan kedua atau peraih perak, Agus Kurniawan dari Bangka Belitung dengan ketinggian 154 meter. Sedangkan juara ketiga atau perunggu diraih Godaris asal Jawa Barat juga 154 meter.

Dari Lompat Tinggi T43 dan T44 ini diikuti oleh 5 atlet tetapi yang dua lagi gagal di ketinggian 145 meter dan 154 meter setelah 3 kali percobaan.

Tercatat ada 4 provinsi yang mengirimkan atlet pada pertandingan ini, yakni Bangka Belitung (1), Jawa Barat (2), Kalimantan Timur (1) dan Riau (1).

Nasib yang berhasil mempersembahkan emas pertama buat Riau mengaku senang atas perolehan ini. Ia mengucapkan syukur dan menyampaikan terima kasih atas dukungan tim dan doa masyarakat Riau.

"Alhamdulillah saya berhasil mempersembahkan emas pertama buat Riau. Ini tak lepas atas bimbingan pelatih, dukungan ketua NPC Riau dan doa seluruh masyarakat Riau," katanya usai dinyatakan menang.

Nasib juga tak lupa memberikan semangat buat atlet-atlet Riau lainnya agar mampu juga menyumbangkan medali. "Insya Allah kita semua bisa," ucapnya.

Sedangkan pelatih atletik, Martin mengaku senang atas prestasi anak didiknya. "Saya mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang mengabulkan doa kita agar meraih emas. Ini juga tak terlepas dari hasil latihannya selama ini," terangnya.

Martin juga tetap optimis atlet atletik yang lain juga akan mampu memperseembahkan medali emas buat Riau. "Mudah-mudahan target 7 emas dapat kita peroleh," yakinnya.

Peparnas Papua diikuti oleh 1.985 atlet penyandang disabilitas dari 34 provinsi yang akan berupaya mencetak sejarah sebagai yang terbaik.

Mereka akan berlomba untuk menyumbangkan keping medali bagi kontingen masing-masing pada Peparnas ke-16 yang digelar pada 6-13 November.

Para atlet akan berlaga pada 12 cabang olahraga, terdiri atas angkat berat, atletik, boccia, bulu tangkis, catur, judo, menembak, panahan, renang, sepak bola cerebral palsy (CP), tenis lapangan kursi roda, dan tenis meja.(*/Orgenes)

Timika, Sulutnews.com – Panglima Kodam XVIII/Kasuari, Mayor Jenderal TNI I Nyoman Cantiasa menyebutkan Pekan Olahraga Nasional (PON), selain menjadi ajang perlombaan para atlet terbaik dari berbagai cabang olahraga, juga menjadi momen silaturahmi bagi para atlet dan insan olahraga di Indonesia, sehingga itu semua atlet di cabor manapun, harus tetap menjunjung tinggi sportifitas.

Demikian disampaikan Mayjen Cantiasa saat menyaksikan langsung 15 atlet terjun payung asal Papua Barat yang berlaga pada babak 6 cabor Terjun Payung PON XX Papua di lapangan kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Minggu (10/10/2021).

Menurut Pangdam Cantiasa, kehadirannya di venue Terjun Payung adalah untuk menyaksikan langsung pertandingan PON XX 2021 serta memberikan semangat kepada atlet terjun payung PON, khususnya dari Papua Barat.

“Saya sengaja datang ke Timika untuk menyaksikan pertandingan PON XX 2021, karena dari Provinsi Papua Barat juga ada kontingen. Saya ingin memberikan semangat kepada semua atlet PON, khususnya dari Papua Barat. Di sini kita bisa bersaing dan bertanding secara sportif dalam meraih prestasi,” tuturnya didampingi Asops Kasdam XVIII Kasuari Kolonel Inf Lucky Avianto,Asisten Manager Benny Adri Terok dan Pelatih Kepala Kolonel Inf.Suwondo.

Pangdam sendiri menilai, PON XX yang dilaksanakan di Papua sangatlah luar biasa, meskipun sebelumnya banyak keraguan, akan tetapi saat ini PON XX di Papua menjadi sukses. Ia juga bangga dengan tingginya antusiasme masyarakat untuk menyaksikan iven olahraga empat tahunan ini.

“Tadi saya lihat di luar banyak masyarakat yang datang menonton. Masyarakat yang selesai ibadah di gereja, langsung datang menonton pertandingan terjun payung. PON XX ini sangat luar biasa. Yang tadinya orang ragu, ternyata setelah Presiden Joko Widodo memutuskan untuk lanjut dan semua orang di Provinsi Papua sepakat, maka PON XX juga bisa dilaksanakan dengan baik dengan antusias masyarakat,” ungkapnya.

Dikatakan, dengan adanya PON XX, berarti semua bisa berkompetisi dalam rangka meraih prestasi menjadi atlet unggulan Indonesia, baik untuk iven SEA games, Asian games hingga tingkat dunia. ‘’Saat ini banyak atlet-atlet baru yang muncul dan yang sudah tua menjadi penyelenggara. Ini berarti tongkat estafet untuk terjun payung terus berjalan,” sambungnya.

Pangdam juga menyebut, bagi atlet yang meraih medali emas, perak dan perunggu, pastinya akan diberikan penghargaan. Dari pemerintah Papua Barat juga telah disiapkan bonus oleh gubernur.

“Dari kesatuan saya sudah jelas akan ada penghargaan. Yang dari pemerintah juga sudah disiapkan bonus. Kemarin saya sudah diskusi dengan gubernur. Kalau anak-anak yang juara bagaimana? gubernur jawab ada bonus yang akan diberikan,” katanya. 

Sementara itu Asisten Manager terjun payung Papua Barat Benny Adri Terok mengatakan,sangat berterima kasih atas kunjungan Pangdam Kasuari. dirinya berharap dengan kehadiran Pangdam bisa membuat motivasi para atlet berlipat ganda.

Saya juga berharap topangan Doa dari masyarakat Papua Barat yang menaruh harapan besar kepada atlet terjun payung untuk meraih medali emas dan bisa mendogkrak posisi Kontingen Papua Barat yang saat ini masih berada di peringkat 29 dari 34 provinsi dengan koleksi 10 medali perak dan 9 medali perunggu.(*/Mercys)