Indri Rambi

Indri Rambi

 

RATAHAN - Akan dimulainya Operasi Patuh Samrat, Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara (Sulut) termasuk didalamnya jajaran Polres Minahasa Tenggara langsung menindaklanjuti dengan melakukan gelar apel pasukan gabungan diikuti unsur TNI dan Pemkab Mitra dalam hal ini Satpol-PP, bertempat di halaman Kantor DPRD Mitra, Senin (13/6/2022).

Sambutan Kapolda Sulut, Irjen Pol Mulyatno dibacakan Kapolres Mitra, AKBP Rudi Hartono mengatakan apel gelar pasukan dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan personel serta sarana pendukung sehingga operasi bisa berjalan optimal dan berhasil.

"Diketahui, tingkat kecelakaan secara keseluruhan di Sulut dalam bulan terakhir tahun 2022 turun 14 persen jika dibanding dengan bulan sebelumnya. Disisi lain juga untuk angka penyebaran covid di Sulut semakin terkendali," kata Kapolres sembari mengingatkan bagi jajarannya lebih optimal dalam tugas dan disiplin protokol kesehatan.

Lanjut Kapolres masih dalam sambutan Kapolda, Operasi Patuh Samrat ini akan dilaksanakan selama 14 hari kedepan, dimulai tanggal 13 sampai dengan 26 Juni 2022.

"Sasaran kami segala bentuk gangguan penyebab kemacetan dan masyarakat yang tidak disiplin dalam berlalulintas dan masyarakat yang belum memahami tentang (over di mention dan over loading) khusus kendaraan angkutan barang yang sangat berpotensi terjadi kecelakaan," tegasnya.

Dalam operasi kali ini juga Polri melalui Polda Sulut didalamnya Polres Mitra, prioritaskan kegiatan yang mampu mewujudkan rasa simpatik masyarakat kepada Polri khususnya Polisi Lalu Lintas (Polantas).

 

"Ada beberapa poin yang perlu diperhatikan petugas di lapangan saat menjalankan tugas diantaranya, melakukan deteksi dini serta pemetaan, melaksanakan Binlu kepada masyarakat tentang tertib berkendara, memberikan edukasi dan penerangan untuk menambah kesadaran masyarakat kemudian melakukan tindakan Gakkum dengan menilang elektronik (E-TELE) secara statis dan mobile," terang Hartono.

 

Diakhir sambutan Kapolda melalui Kapolres mengarahkan serta menekankan pentingnya menerapkan pedoman untuk keberhasilan tugas dilapangan.  

 

"Selalu bertaqwa kepada kepada Tuhan Yang Mahakuasa melalui doa, jalin kerjasama yang aktif antar institusi negara, jaga keselamatan satuan serta wujudkan pelayanan aparat yang humanis dan bersih dari korupsi," tukas Hartono. (***)

 

 

RATAHAN - Baru-baru ini Minahasa Tenggara di kunjungi Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI melalui Direktur Pengembangan Destinasi II, Wawan Gunawan bersama jajaran serta mengapresiasi percepatan pengembangan kawasan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra). 

 

 

Kedatangan jajaran Kemenparekraf Sandiaga Uno ke daerah ini dalam rangka melakukan kunjungan sosialisasi pengelolaan daya tarik wisata yang dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Mitra Camp Peter dan Sarah Bay pasir putih Kecamatan Pusomaen.

 

 

 

Dalam sosialisasi, Wawan Gunawan mengatakan, Ini salah satu komitmen dari instansi pihaknya untuk mengembangkan potensi destinasi wisata di seluruh Indonesia.

 

 

 

"Apa yang telah dilakukan pihak Pemkab Mitra saya rasa sudah tepat. Bagaimana memberikan informasi terkait potensi wisata di daerah baik itu potensi wisata alam ataupun wisata budaya buatan itu kami rasa sangat luar biasa. Kuncinya disini yaitu, bagaimana komunikasi itu terbangun," ujar Wawan.

 

 

 

Lanjut Wawan memuji pariwisata Minahasa Tenggara, karena dirinya merasa ada aura yang luar biasa eksotik yang dapat meminta dan menambah ekonomi daerah.

 

 

 

"Bagaimana ini bisa menjanjikan sebuah atraksi, tidak di apa-apa juga sudah luar biasa. Apa lagi kalau sudah di sentuh, apa lagi kalau disini sudah dibuat destinasi yang berkualitas, berintegrasi, dan berkelanjutan. Kuncinya disini ada di Komunikasi," puji Wawan.

 

 

 

Masih dalam suasana sosialisasi, dirinya mendorong bahwa Kabupaten Mitra harus siap dalam memajukan potensi wisata. Sebab komitmen Bupati dan Wakil Bupati selaku kepala daerah menetapkan lokasi ini sebagai lokasi prioritas pariwisata.

 

 

 

"Contohnya pengembangan kawasan wisata pantai pasir putih (saat ini) dimana Pemkab Mitra harus lebih fokus menata potensi wisata. Sebab Kalau tidak fokus percepatan pariwisata pasti lambat bergerak," kata Wawan. 

 

Namun ketika bapak Bupati menetapkan salah satu destinasi prioritas di Mitra, lanjutnya, dalam artian disini semua SKPD harus didorong ke salah satu destinasi. Ini akan sangat membantu serta memudahkan sinergitas pemerintah pusat dan daerah.

 

 

 

"Kita mulai bangun dari sekarang spot wisata yang ada di Mitra untuk lebih dikenal masyarakat luas dengan pemandangan alam yang tak kalah bersaing dengan Cappadocia salah satu destinasi wisata di Negara Turkey yang mendunia saat ini," tutur Wawan.

 

 

 

Sementara, Wakil Bupati Mitra Drs. Jesaja Jocke Legi yang diikuti oleh peserta yaitu Kepala Kecamatan, Hukum Tua dan Pengelola Desa Wisata serta Stakeholders Pariwisata dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi yang tinggi atas ke pedulian dari Kemenparekraf bagi pariwisata dan ekonomi di Mitra untuk mendorong lebih maju lagi dalam mengelolah.

 

 

 

"Mewakili Bupati, saya berharap dengan apa yang dibekali Dirjen Dinas Pariwisata dan perekonomian kreatif akan sangat bermanfaat guna percepatan dunia Pariwisata di Kabupaten Mitra," ucap Legi.

 

 

 

Sementara itu, kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Mitra Johana Untu mengucapkan, terima kasih atas kunjungan dari Dirjen pengembangan Destinasi II Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI DR. Wawan Gunawan, S.Sn, MM serta Dinas Pariwisata Daerah Provinsi Sulut Henry Kaitjili SE yang diwakilkan Oleh Kabid Pengembangan Industri Pariwisata Fany Matheus.

 

 

 

"Kiranya apa yang telah disampaikan oleh Kemenparekraf RI dan Dinas Pariwisata Provinsi akan kami tindaklanjuti kedepan nantinya, ini merupakan satu modal untuk menuju pariwisata Mitra mempunyai reputasi dan berprestasi. Seperti slogan Mitra membangun reputasi yang berprestasi," tukasnya. (***)

 

 

 

RATAHAN - Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara, melalui Dinas Sosial (Dinsos) melakukan kegiatan Pengelolaan Data Fakir Miskin Cakupan Daerah di hadiri Wakil Bupati Drs Jocke Legi, Senin (27/6/22) 

 

Hal tersebut dilakukan Dinsos Mitra yang mengacu pada peraturan Menteri (Permen) Sosial nomor 28 tahun 2017, tentang pedoman umum Verifikasi dan Validasi (Verval) Data Terpadu. Selanjutnya diatur kembali dalam Peraturan Menteri (Permen) nomor 5 tahun 2019 tentang penanganan fakir miskin dan orang tidak mampu terkait Pengelolaan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

 

 "Memang diakui beberapakali diubah dan terakhir Peraturan Menteri Sosial nomor 3 tahun 2021 tentang perubahan atas Permensos nomor 5 tahun 2019 tentang DTKS. Maka perlu lagi diadakan pengelolaan data fakir miskin cakupan daerah khususnya Mitra," terang Legi.

 

 

 

Dirinya kemudian mengingatkan bagi pendamping desa, bahwa Permensos nomor 3 tahun 2021 menjadi acuan dalam pelaksanaan kegiatan penyelengaraan kesejahteraan sosial. Dirinya berharap ini dapat dilaksanakan dan dituntaskan dengan baik, akuntabel serta berkelanjutan.

 

"Saya berharap semua peserta dalam kegiatan ini dapat mengikuti semua materi yang disampaikan sehingga nantinya data fakir miskin di Mitra dapat diverifikasi serta divalidasi dengan baik mulai dari tingkat Desa dan Kelurahan,"Ungkap Legi.

 

 

 

Sementara, Plh Kepala Dinas Sosial Daerah Provinsi Sulut Karimun Pangaribuan didampingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mitra Nancy Selvi Lendombela dan Kordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Wilayah Sulut II, Richard Mongkaren berharap sama. Dirinya ingin memastikan bahwa pengelolaan data yang nanti akan dilakukan itu tepat sasaran. 

 

 

 

"Ini dilakukan dan menjadi tugas saudara-saudara pendamping dalam mendata fakir miskin yang layak untuk dibantu. Lebih dan kurangnya kami serahkan pengelolaan data kepada Dinsos Mitra dan pendamping yang menjadi perpanjangan tangan," ketusnya.

 

 

 

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Kordinator PKH Kabupaten Mitra Ukasyah Samir SE serta seluruh TKSK dan Penyuluh Sosial Kabupaten Mitra.(***)

 

 

RATAHAN - Menghadiri perkemahan Pelayanan Pemuda Pantekosta (Pelpap) yang dilaksanakan di Desa Lobu, Kecamatan Touluaan, tepatnya di bumi perkemahan Senayan, Senin (27/6/2022) Bupati Minahasa Tenggara, James Sumendap SH, MH membakar semangat peserta pemuda GPDI dalam perkemahan yang bertemakan "Rise Up To Be Glory" yang dibanjiri ribuan peserta baik dari Mitra sendiri maupun dari luar.

 

Dalam kesempatan tersebut, Sumendap memotivasi para peserta yang didominasi kaum muda bahwa ketika datang di perkemahan tentunya secara pribadi adik-adik pemuda harus siap. Sebab menurut Sumendap ketika meninggalkan aktifitas dalam rutinitas setiap hari beda suasana dirumah dengan perkemahan.

 

"Ketika adik-adik pemuda telah datang ditempat ini, semua tidak akan tersedia dengan mudah, ada yang harus antri. Dan yang pasti tidak nyaman. Namun dari sinilah pembentukan karakter rohani dibentuk untuk menjadi pemuda yang hebat dan tangguh kedepan," seru Sumendap.

 

Masih membakar semangat peserta, Sumendap mengatakan selain belajar firman dan membentuk karakter, ketika kegiatan selesai ada hikmat yang didapat yaitu kenyang rohani, persahabatan serta peradaban.

 

"Tiga unsur ini yang didapat kalau adik-adik mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh mulai dari awal hingga selesainya kegiatan dengan baik," tutur Sumendap.

 

Tak hanya berbicara soal pembentukan karakter rohani, Sumendap juga memberikan tips bagi peserta perkemahan agar bisa keluar dari zona jenuh. Solusinya yaitu selalu bersyukur. Artinya apapun kekurangan dan kelebihan yang disajikan panitia harus mengucap syukur.

 

"Ini tips yang paling ampuh harus bersyukur apapun keadaannya, agar kegiatan demi kegiatan dalam perkemahan ini dapat terlewati dengan baik. Tentunya sesuai dengan tuntunan Tuhan Yesus Kristus," tukas Bupati sembari menyebutkan Pemkab Mitra mendukung penuh kegiatan perkemahan GPDI khusunya Pelpap di Mitra.

 

Diketahui, sebelumnya Wakil Bupati Mitra Drs Jesaja Jocke Legi membuka kegiatan perkemahan serta berharap kegiatan dapat berjalan dengan baik dari awal sampai selesai. Berucap sama dengan Bupati, Wakil Bupati juga mengatakan Pemkab Mitra mendukung penuh kegiatan perkemahan tersebut.

Sementara, ketua panitia perkemahan, Ruland Sandag mengapresiasi dan banyak berterimakasih bagi Pemkab Mitra dalam hal ini Bupati James Sumendap SH, MH, Wakil Bupati Drs Jesaja Jocke Legi bersama para pejabat esalon dua, camat, hukum tua bahkan sampai perangkat desa yang sudah berpartisipasi dan mendukung penuh kegiatan yang akan dilangsungkan selama empat hari kedepan.

 

"Yang pasti kami dari panitia mengucapkan banyak terimakasih atas dukungan yang sudah diberikan. Kami percaya dengan penyertaan Tuhan, kegiatan perkemahan ini boleh berjalan dengan lancar dan sukses. Tuhan juga memberkati bagi semua pihak yang sudah berupaya dan terlibat dalam kegiatan perkemahan saat ini," tukas Sandag diaminkan Leydi Mononege dan Dolfi Sumangando selaku panitia.

 

Sebelumnya juga kegiatan diawali dengan ibadah yang dipimpin langsung Ketua Majelis Daerah (MD) GPDI Sulut Yvone Awuy Lantu yang mengajak baik peserta, panitia bahkan undangan yang hadir untuk terus berharap dan taat akan perintah Tuhan.

 

"Sebab hanya dengan mengikuti kehendak dan taat akan Tuhan, pasti kita akan selalu diberkati," kata ketua MD sambil berpesan bagi peserta, agar dapat mengikuti kegiatan kerohanian di perkemahan tersebut sampai berakhir dengan baik.

 

Adapun pejabat yang hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Pelpap MD GPDI Sulut, Perwakilan Kajari Minsel-Mitra, Perwakilan Polres Mitra, Asisten 1 dan 2 Pemkab Mitra, Para Pejabat Esalon II, Camat, Hukum Tua, Perangkat Desa serta Tamu Undangan lainnya. (***)

 

RATAHAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Minahasa Tenggara terus berupaya mencegah bahkan menekan angka stunting di daerah tersebut. Keseriusan tersebut terlihat dalam "Rembuk Stunting" yang dilaksanakan di Sport Hall, DPRD Mitra, Selasa (28/6/2022) dengan berbagai instansi yang berkompeten.

 

 

Kepala Dinkes Mitra, dr Helnny Ratuliu sepakat bahwa penanganan stunting merupakan tanggungjawab bersama. Makanya pihaknya sengaja mengundang beberapa instansi terkait dalam kegiatan tersebut.

 

 

 

 

"Sesuai dengan kerja kami dalam percepatan penurunan angka stunting, ada beberapa SKPD terkait yang kami undang. Dimana Narasumber kami hadirkan dari Bina Bangga yang menyampaikan banyak hal soal penanganan," kata Ratuliu.

 

 

 

Untuk kasus stunting sendiri di Mitra, Ratuliu memastikan telah mengalami penurunan dari tahun ke tahun.

 

"Sebelumnya kasus diangka 300 ratusan. Namun di tahun ini mengalami penurunan sudah diangka 200 ratusan. Ini akan kita tekan terus sehingga daerah ini bisa nol kasus," tutur Ratuliu.

 

 

 

Ia menjelaskan ada beberapa faktor penyebab stunting yaitu kurang gizi, vitamin dan kalori. Penyebab lainnya juga terjadi infeksi pada ibu, kehamilan remaja, gangguan mental pada ibu, jarak kelahiran anak yang pendek, dan hipertensi.

 

 

 

 

" Upaya intervensi yang kami lakukan pada ibu hamil dan remaja putri, diantaranya pemberian tablet tambah darah pada anak perempuan usia remaja, perketat kegiatan posyandu kemudian ada pemberian makanan tambahan," jelasnya.

 

 

 

Dirinya berharap penanganan stunting ini dapat di support pemerintah kecamatan hingga kelurahan/desa. Dimana mengajak ibu hamil, remaja perempuan untuk melakukan pemeriksaan rutin yang dilakukan tenaga kesehatan.

 

 

 

 

"Harapan kami agar masyarakat melalui pemerintah kecamatan dalam hal ini kelurahan dan desa dapat teredukasi terkait langkah pencegahan dengan baik," tukas Ratuliu. 

 

 

 

RATAHAN - Bertempat di gedung Sport Hall DPRD Minahasa Tenggara, Senin (20/6/2022) para wakil rakyat Minahasa Tenggara menggelar paripurna dalam rangka Pembicaraan Tingkat Pertama Atas Rancangan Peraturan Daerah (Perda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran (TA) 2021 serta Penyampaian Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD TA 2023.

 

 

Rapat dipimpin Ketua DPRD Mitra Marty Ole diawali dengan pembacaan surat oleh sekretaris DPRD Mitra Novri Raco. Dalam suasana paripurna, anggota DPRD sekaligus ketua Komisi 1 Artly Kontur mewakili 4 Fraksi DPRD menyatakan sepakat dengan sikap politiknya. Melalui rembuk bersama menerima pembicaraan tingkat pertama pertanggungjawaban APBD TA 2021 serta Penyampaian Rancangan KUA PPAS TA 2023. Dikesempatan yang sama juga masing-masing fraksi menyerahkan dokumen pandangan fraksi kepada Pimpinan Rapat Paripurna.

 

Sementara, Ketua DPRD Kabupaten Mitra Marty M Ole yang didampingi Wakil Ketua Tonny H Lasut setelah mendengar padangan Politik dari Fraksi menyatakan pada prinsipnya semua fraksi menerima untuk di bahas ketingkat selanjutnya sesuai mekanisme dan peraturan perundangan yang berlaku.

 

 

 

"Pada intinya semua fraksi menerima untuk dibahas ketingkat selanjutnya, sesuai dengan mekanisme dan perundang-undangan yang berlaku," tambah Lasut.

 

 

 

Sementara, Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara dalam hal ini, Bupati James Sumendap SH, MH diwakili Sekda David Lalandos memberikan apresiasi yang tinggi serta berterimakasih kepada partner kerja DPRD yang telah bersama-sama membangun dan memajukan daerah ini.

 

 

 

"Kiranya setiap program kedepan akan terus bersama-sama termasuk pembahasan lanjutan yang telah disetujui DPRD. Ini juga semata-mata untuk membangun Minahasa Tenggara yang lebih maju serta lebih menguatkan reputasi dan prestasi merupakan program dari pak Bupati," terang Lalandos.

 

 

 

Kegiatan paripurna tersebut dihadiri Wakil Bupati Mitra, Sekretaris Daerah (Sekda) Asisten Setkab Mitra, SKPD serta Staf Khusus Bupati Mitra dan Kapolres Mitra yang diwakili juga Dandim Minahasa yang diwakili serta BIN. (***)

 

 

Ratahan – Persiapan menuju hari pelaksanaan Perkemahan Kreatif Remaja Sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa atau PKRS GMIM, terus dimatangkan Panitia pelaksana.

Sabtu (11/07) dilaksanakan Technical Meeting TM, sebanyak 218 perwakilan jemaat hadir dalam kegiatan yang dilaksanakan di GMIM Sion Sentrum Lobu, Wilayah Tombatu Barat, Minahasa Tenggara. 

“Pelaksanaan TM, bertujuan untuk menyempurnakan pola baku pelaksanaan PKRS. Ini berkaitan dengan hal apa saja yang wajib dilaksanakan oleh peserta maupun panitia,” ujar Ketua Umum Panitia, Sabrina Sarah Sumendap usai pelaksanaan TM.

Dikatakan Sasa, sapaan akrab Sabrina, persiapan pelaksanaan kegiatan yang nantinya berlangsung mulai 5 sampai dengan 8 Juli 2022, terus dikebut pihaknya. Dirinya mengaku, support yang diberikan Pemerintah Kabupaten Mitra, sangat membantu percepatan persiapan pelaksanaan. 

“Yang utama yakni kesiapan lahan. Pembersihan serta pemetaan sementara berlangsung, ditargetkan rampung sebelum 20 Juni 2022,” jelas Sasa.

Sementara itu, Sekretaris KPRS GMIM, Melky Pattywael menambahkan, H+1 pasca pelaksanaan TM, jumlah peserta yang mendaftar sudah mencapai angka ribuan. “Sampai saat ini (tadi malam, red), sudah 40-an jemaat yang memastikan akan ikut PKRS,” tukas Melky.

Lanjut dikatakan Melky, pendaftaran peserta dengan system online melalui https://sikatremaja.gmim.or.id/ akan dibuka sampai 30 Juni 2022. Hanya saja, Mely menegaskan, pendaftaran bisa ditutup sebelum tanggal tersebut apabila jumlah peserta telah mencapai 15 ribu orang sebagaimana kuota yang disepakati dalam technical meeting. 

“KPRJ maupun KPRW agar memperhatikan ketentuan terkait pendaftaran ini. Semua dilakukan secara online, dan tidak ada pendaftaran manual,” pungkas Melky. 

 

 

RATAHAN - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Minahasa Tenggara mencatat telah menangani 12 kasus kekerasan anak sampai pelecehan seksual pada perempuan.

Kepala Dinas P3A Mitra, Sherly Rompas melalui Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Stenly Tuerah mengaku Kasus yang ditangani pihaknya beragam. Mulai dari unsur KDRT baik fisik maupun psikis, sampai pelecehan dan kekerasan seksual anak dibawah umur. Kasus-kasus tersebut tersebar di beberapa kecamatan di Mitra. Bahkan ia mengungkapkan saat ini ada tiga kasus yang sementara dan sedang berproses di pengadilan.

 

"Satu kasus kekerasan perempuan dan dua lainnya pelecehan seksual terhadap anak. Saat ini kami pun sementara melakukan pendampingan hukum terhadap para korban, yang kasusnya tengah bergulir di pengadilan, menunggu putusan," ungkap Tuerah, Senin (13/6/2022).

 

Sampai saat ini, DP3A Mitra bersama UPTD PPA terus berupaya keras menyelesaikan semua kasus tersebut. Pihaknya juga, tutur Tuerah terus melakukan pendampingan kepada para korban, entah itu psikolog, konseling maupun pendampingan hukum.

 

 

"Hal-hal tersebut menjadi perhatian khusus bagi kami selaku tenaga teknis bila terdapat kasus serupa yang terjadi," tambah Tuerah

 

Guna menghindari terjadinya kasus serupa pihaknya mengimbau seluruh masyarakat dan orang tua, agar senantiasa hadir serta memberikan edukasi, baik perlindungan terhadap perempuan maupun pengawasan ekstra terhadap anak-anak.

 

"Ini dimaksudkan agar ada pencegahan dini untuk menghindari kasus-kasus serupa yang berpotensi terjadi dilingkungan keluarga bahkan masyarakat," tutup Tuerah. 

RATAHAN - Sekretaris Jendral (Sekjen) DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristianto secara spontan menyebut Ketua DPC PDI Perjuangan James Sumendap sebagai potret Kepala Daerah yang tidak birokratis dan wajahnya mewakili rakyat kecil.

Ungkapan Sekjen Hasto ke Bupati Minahasa Tenggara ini saat dia memberikan pidato politik di acara pelantikan serentak Banteng Muda Indonesia (BMI) Kabupaten dan Kota di Sulawesi Utara (Sulut) di Yama Resort Tondano, Minahasa, Sabtu (11/6).

"Saya senang Bupati James Sumendap, tidak birokratis. Memiliki wajah Marhaen seperti saya. Pemimpin seperti ini dibutuhkan," ungkap pria yang baru saja menyelesaikan program Doktoral di Universitas Pertahanan belum lama ini.

Pelantikan serentak BMI se Kabupaten dan Kota Sulut ini di hadiri oleh Bendahara Umum DPP PDI Perjuangan yang juga Ketua DPD Sulut, Olly Dondokambey serta jajaran pengurus DPD lainnya. 

Sebutan Marhaen kembali ramai setelah disebut Sekjen Hasto. 

Apa itu Marhaen? Marhaen adalah sebutan dari Proklamator Republik Indonesia, Bung Karno atau Ir. Soekarno.

Menurut Bung Karno, Marhaen adalah potret rakyat Indonesia yang memiliki lahan dan alat produksi tapi dimiskinkan oleh sebuah sistem kolonialisme Belanda saat itu. Marhaen adalah Buruh, Petani, Nelayan dan rakyat yang dimiskinkan.

Sementara itu, James Sumendap dalam keterangannya mengatakan, apa yang disampaikan Hasto Kriatianto ada benarnya.

"Tidak birokratis dan memiliki wajah seperti Marhaen. Itu sudah gaya natural saya, memang sudah begini. Tapi urusan pembangunan daerah dan kerakyatan harus nomor satu," ungkap Bupati yang sudah menjabat dua periode. (***)

RATAHAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Tenggara (Mitra) melalui Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) melaksanakan kegiatan sosialisasi lomba inovasi dan teknologi, belum lama ini.

Kegiatan yang berlangsung di ruangan kantor Balitbang, secara resmi dibuka oleh Sekertaris Daerah (Sekda) David Lalandos mewakili Bupati James Sumendap.

Lalandos mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu strategi untuk membawa Kabupaten Mitra lebih maju lagi, sehingga reputasi dan prestasi kian meningkat.

"Lomba inovasi dan teknologi ini merupakan kegiatan yang sangat strategis dalam upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya Inovasi Daerah sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017, juga sejalan dengan surat edaran Bupati nomor 119 tahun 2022 tentang Peningkatan Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Dengan Melaksanakan Inovasi Daerah, yang mewajibkan satu perangkat daerah memiliki satu inovasi," ungkap lalandos.

Lanjut Lalandos, melalui kegiatan ini pihaknya memberikan suport dan penghargaan kepada Balitbang Mitra sebagai institusi daerah berdasarkan kajian ilmiah, yang sudah membuka jalan melalui lomba inovasi dan teknologi. 

"Terlebih, kita tahu bersama bahwa pada tahun 2021 sesuai dengan hasil penilaian dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Pemkab Mitra dinobatkan sebagai Kabupaten Inovatif yang menempati urutan dua tertinggi se-Sulut," kata Lalandos

Untuk itu, dirinya menghimbau kepada seluruh peserta agar dapat berperan aktif pada kegiatan ini, hingga mencapai tujuan dan sasaran yang diharapkan dan meningkatkan prestasi dari kategori inovatif menjadi Kabupaten yang sangat inovatif, kata lalandos.

"Saya menghimbau kepada kepala SKPD agar dapat melahirkan inovasi sehingga dapat meningkatkan prestasi," harapnya.

Dikesempatan yang sama, Kepala Balitbang Tommy Soleman menjelaskan, tujuan dari lomba inovasi ini untuk meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah dalam upaya mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat.

Bertitik tolak dari hal diatas, maka Pemerintah Kabupaten Mitra berkomitmen untuk senantiasa berinovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, baik Inovasi dalam bentuk tata kelola pemerintahan, Inovasi pelayanan publik, maupun inovasi lainnya sesuai dengan urusan pemerintah yang menjadi kewenangan daerah,"jelasnya.

Lanjut Soleman, kegiatan ini juga di buka secara umum. Artinya, tak hanya lomba inovasi dikalangan pemerintah saja, melainkan secara umum untuk menyerap inovasi dari seluruh lapisan elemen masyarakat.

"Khusus untuk inovasi dari masyarakat secara pribadi maupun kelompok, Pemkab Mitra melalui Balitbang telah menyiapkan anggaran untuk penghargaan bagi para pemenang lomba inovasi," bebernya, Sembari berharap dukungan dan partsipasi seluruh warga Mitra untuk mensukseskan kegiatan ini.

Turut hadir yang menjadi narasumber dalam kegiatan ini, Dr Stenly Wulur Spi Msc Phd, Dr Eva M R Mukuan Msi, serta seluruh Kepala SKPD dan Pemerintah Kecamatan di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Mitra.