Papua

Papua (17)

Papua, Sulutnews.com - Pengurus Persekutuan Gereja-Gereja Jayawijaya (PGGJ), Pdt. Joop Suebu, mendukung upaya penegakan hukum yang tegas oleh Pemerintah RI dalam menangani aksi kekerasan yang dilakukan oleh TPNPB-OPM. Penegakan hukum yang tegas diperlukan untuk menangani aksi kekerasan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua yang kini dilabeli Kelompok Separatis Teroris (KST).

Beliau menyatakan dukungan penuh terhadap tindakan aparat dalam menegakan hukum terhadap para pelaku aksi kekerasan KKB yang telah menimbulkan banyak korban.

“Saya selaku pribadi dan mewakili Pengurus PGGJ Papua mengutuk keras aksi kekerasan yang terjadi di Papua belakangan ini, hingga merenggut korban jiwa baik dari personil TNI, Polri dan warga sipil”, ungkap Pdt. Joop, saat dihubungi awak media, Jumat (21/5/2021).

Pdt. Joop Suebu juga mengharapkan tindakan nyata penegakan hukum tidak hanya dilakukan terhadap para pelaku aksi-aksi kekerasan saja. Ia meminta agar aparat keamanan juga dapat berlaku adil untuk menegakan hukum kepada pihak-pihak yang selama ini tidak transparan dalam pengelolaan dana Otsus Papua.

“Kami mengharapkan penegakan hukum dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya terhadap tindakan kekerasan yang dilakukan KKB, namun juga kepada Pemerintah Daerah yang selama ini tidak transparan dalam pengelolaan dana Otsus Papua”, tegas Pdt. Joop Suebu.

Sebelumnya, pemerintah telah menetapkan TPNPB-OPM atau biasa disebut sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua, sebagai Kelompok Separatis Teroris (KST). Hal tersebut didasari oleh pertimbangan tindakan KST yang telah melakukan aksi teror secara masif, sehingga penanganan terhadap KST tetap berada dalam koridor hukum yang termaktub dalam UU No. 5 Tahun 2018.

Berdasarkan UU No 5 Tahun 2018, terorisme adalah perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara meluas, yang dapat menimbulkan korban yang bersifat massal, dan/atau menimbulkan kerusakan atau kehancuran terhadap objek vital yang strategis, lingkungan hidup, fasilitas publik, atau fasilitas internasional dengan motif ideologi, politik, atau gangguan keamanan.

Seperti diketahui, aksi kekerasan di Tanah Papua telah banyak terjadi, baik dalam bentuk perusakan hingga pembunuhan. Dalam periode Januari hingga April 2021, KST di Papua telah melakukan 10 aksi pembunuhan dan perusakan fasilitas pubilik di Papua, mulai dari pembunuhan guru, pelajar, hingga tukang ojek.

KST juga terlibat melakukan perusakan dan pembakaran terhadap sekolah, helikopter milik PT. Arsa Air hingga rumah kepala suku dan guru di Beoga. Hal tersebut telah menambah catatan kejahatan yang dilakukan KST pada periode sebelumnya. Tahun 2020, KST melakukan 46 aksi kekerasan. Pada tahun 2018, KST membantai 31 pekerja sipil yang sedang melakukan pembangunan jalan Trans Papua. Bahkan pada tahun 2017, KST melakukan penyanderaan terhadap 1.300 warga sipil di Kampung Kimbely dan Kampung Banti, Kab. Mimika.

Aksi kekerasan yang dilakukan oleh KKB sudah tidak dapat ditolerir dalam bentuk apapun dan dimana pun, terlebih dengan penggunaan senjata yang merenggut korban jiwa.

Atas kejadian yang terus berulang tersebut dan telah melalui berbagai pertimbangan, Pemerintah melalui Kementerian Politik Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam), menyatakan bahwa aksi kekerasan yang dilakukan oleh KKB di Papua adalah gerakan atau aksi Terorisme, seperti yang termaktub dalam UU No 5 Tahun 2018.(/Dyah)

Puncak,Sulutnews.com - Selasa 18 Mei 2021, Pukul  13.00 sd 16.00 WIT, Tim Satgas Gakkum Ops Nemangkawi telah melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di kampung Mayuberi, ilaga Utara, kab. Puncak tepatnya didekat sebuah honai 300 mtr dari lokasi pembakaran SD Mayuberi oleh Kelompok Kriminal Teroris Bersenjata.

Kasatgas  Humas Ops Nemangkawi Kombes Pol M. Iqbal Al Qudussy "Proses olah TKP dilaksanakan atas adanya kontak tembak TNI Polri dengan  kelompok kriminal teroris bersenjata Lekagak Talenggeng yang menewaskan 2 anggota KKTB Lekagak Talenggeng.

Adapun barangbukti yang berhasil ditemukan di TKP kontak tembak yang dimiliki oleh Pelaku Kelompok Kriminal Teroris Bersenjata, antara lain :

  1. 17 buah anak panah
  2. 3 buah busur panah
  3. 1 pucuk senjata api jenis SP-2 No.Seri 7302-07521
  4. 1 buah magazen senjata M16
  5. 1 buah magazen senjata SS1
  6. 2 buah magazen senjata SP-2
  7. 25 butir peluru kal. 5.56
  8. 17 butir peluru kal. 7.62
  9. 5 butir peluru kal. 7.62 ( AK-47 )
  10. 4 butir peluru kal. 5.56 ( Rusak )
  11. 4 butir peluru hampa kal. 5.56
  12. 17 butir selongsong peluru kal. 5.56
  13. 4 butir selongsong peluru kal. 7.62
  14. 1 unit HP samsung android
  15. 1 unit HP Nokia model TA 1174 warna hitam
  16. 1 buah kartu perdana Tsel No.IMSI (62100324322583XXXX)
  17. 1 unit HP Nokia model TA 1174 warna biru-hitam
  18. 1 buah kartu perdana Tsel No.IMSI (62100324322530XXXX)
  19. 1 unit HP Nokia model TA 1174 warna Abu-Abu
  20. 1 buah kartu perdana Tsel No.IMSI (62100799624093XXXX)
  21. 1 buah kartu pedana Tsel No.IMSI (62100841XXXX)
  22. 1 buah teropong merk Alpen warna hijau tua
  23. 1 buah camera digital merk Nikon warna merah tua
  24. 1 buah camera roll merk Nova Camp I warna hitam
  25. 2 kantong camera warna hitam
  26. 4 buah HT warna hitam dg merk ( 1 Starcom, 1 Icom, 2 Sosin)
  27. 1 buah antena HT merk SKY-SUPER-PRO B
  28. 1 bilah pisau
  29. 1 bilah pusau dengan sarung bentuk senjata pendek (pistol)
  30. 1 laras senapan angin (rusak)
  31. 1 buah hoster senjata pendek (pistol) warna hitam
  32. 1 buah headset HP warna putih
  33. 1 buah sambungan headset HT warna hitam bening
  34. 1 buah headset HT warna hitam
  35. 1 buah charger HP warna hitam
  36. 1 buah ikat pinggang warna hijau tua
  37. 5 buah noken
  38. 3 buah dompet
  39. 2 buah buku catatan
  40. 1 buah kalung anggrek
  41. 1 pluit warna hijau
  42. 1 buah gelang lengan warna biru-merah
  43. 2 buah tas punggung ( 1 Merk BOLD warna hitam abu-abu , 1 Merk Carboni warna hitam abu-abu)
  44. 3 buah KTP
  45. 1 lembar Kartu Pengerja Sinode Gereja Kemah Injil ( KINGMI ).
  46. 3 lembar kartu Papua Sehat.
  47. 1 buah buku tabungan Bank Papua.
  48. Uang tunai dengan total Rp. 14.658.000,00

 

Saat ini 2 Mayat anak buah  Lekagak telenggen masih di TKP menunggu proses  evakuasi dan identifikasi Tim Satgas Gakkum Ops Nemangkawi, pungkas "Iqbal".(/Dyah)

Papua,Sulutnews.com - Kamis 13/5/2021, Lesmin Waker, Komandan Pasukan Pintu Angin Kelompok Teroris Lekagak Telenggen Berhasil dilumpuhkan,  setelah pemburuan pasukan TNI Polri di wilayah Wuloni.

Lesmin Waker adalah salah satu pelaku penembak almarhum Bharada Komang anggota Ops Nemangkawi.

TKP kontak tembak berada disekitar kampung wuloni yang diduga sebagai salahsatu tempat persembunyian kelompok teroris Lekagak Talenggeng.

Keberhasilan ini diawali dengan kontak tembak pada Rabu pukul 07.25 WIT  antara KKSB di Kampung Wuloni pimpinan Lerimayu Telenggen dgn pasukan Nanggala, YR 500 & Pinang sirih (Cakra).

Dalam kontak tembak tersebut 2 KKB tewas (1 org telah dievakuasi & 1 orang belum dapat dievakuasi).

Setelah kontak tembak, tim menyisir lokasi batang bukti di lokasi kontak tembak. Temuan tersebut hasil penyisiran Tim Pinang Sirih (TNI) bekerjasama dengan personil Polres Puncak. Di bawah IPTU BUDI BASRAH, SE beserta 11 anggota dan didampingi oleh kanit Ilaga IPDA FIRMAN, pada hari Rabu tanggal 12 Mei 2021

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan oleh pasukan TNI Polri, berada dalam sebuah Honai yang dimiliki Lesmin Waker, antara lain : 1 Unit Helm Militer, Dokumen,  Berbagai Senjata Tajam, Panah, HP.

Selain barang tersebut diatas Pasukan TNI Polri, sehari sebelumnya Rabu 12/5/2021, telah melakukan penindakan di kampung Tagalowa dengan gangguan penembakan dan berhasil dihalau, dengan  barang bukti yang berhasil diamankan dengan menguasai camp tagalowa, antara lain mendapat barang bukti 3 Buah bendera bintang kejora, 1 buku cetak menuju Papua baru oleh Dr. Benny Giay, 4 Buah Kapak,  3 Linggis, 4 Parang,  1 Palu, 46 anak panah dan 1 busur.

Kasatgas Humas Ops Nemangkawi Kombespol Iqbal AlQudussy melalui keterangan tertulisnya menyebutkan bahwa pengejaran akan terus dilakukan oleh personel TNI Polri setelah penguasaan camp Wuloni.(/Dyah)

Jayapura, Sulutnews.com  - Maraknya aksi kejahatan yang dilakukan oleh Kelompok Teroris KKB dalam sebulan terkahir menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Papua. Pemerintah berharap aparat gabungan TNI-Polri yang sudah diturunkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat yang ada di daerah rawan Kelompok Teroris KKB.

Sekertaris Daerah Papua, Dance Yulian Flassy, menyebut, untuk menumpas Kelompok Teroris KKB maka perlu ada kerjasama antara masyarakat dengan aparat TNI-Polri, sebab kelompok teroris papua sering menggunakan masyarakat sipil sebagai tameng.

“Harus ada kerjasama yang kuat antara masyarakat dan TNI-Polri dalam memberantas kelompok teroris papua. Masyarakat lebih tau aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh kelompok itu,” katanya kepada wartawan di Kota Jayapura beberapa waktu lalu.

Menurutnya, masyarakat lebih mengenal kelompok teroris papua sehingga perlu berkoordinasi dengan aparat TNI-Polri di tingkat bawah untuk ditindaklanjuti, sehingga tidak ada lagi warga sipil yang menjadi korban dari kelompok teroris papua.

“Masyarakat harus pro aktif melaporkan kejadian-kejadian di lapangan kepada aparat TNI-Polri. Dengan begitu maka aparat akan bergerak cepat untuk mencegah adanya korban jiwa lainnya,”ujarnya.

Sebelumnya pada pekan lalu, pemerintah melalui Menkopolhukam menetapkan Kelompok Kriminal Bersenjata Papua sebagai Kelompok Teroris Papua karena kelompok ini sering melakukan kejahatan dengan menembak warga sipil dan aparat TNI-Polri.(/Dyah)

Papua, Sulutnews.com - Kelompok teroris Parengen kembali berulah melakukan penyerangan di wilayah Kabupaten Puncak, Papua, Jumat (7/5) malam pukul 19.00 WIT. Kali ini serangan diarahkan ke Mapolsek Ilaga, Kabupaten Puncak.

Diduga kelompok teroris yang merupakan anak buah dari Lerrymayu itu datang dari Kampung Kimak, Distrik Ilaga, Papua. Terdengar dua kali tembakan yang mengarah ke kantor polisi.

"Pada Hari Jumat, 7 Mei 2021 pukul 19.01 WIT telah terdengar 2 kali tembakan yang diarahkan ke polsek oleh kelompok teroris KKB Parengen anak buah teroris pimpinan Lerrymayu," ujar Kasatgas Humas Nemangkawi Kombes Pol. M. Iqbal Alqudusy, S.I.K., dalam keterangannya, Jumat (7/5) malam.

Tak sampai disitu, menurut pemantauan, gerombolan teroris pimpinan Lerrymayu tersebut juga membakar rumah salah seorang warga di perkampungan setempat.

"Termonitor oleh drone, kelompok teroris membakar satu rumah penduduk," tambah Iqbal.

Meskipun begitu, sampai sejauh ini dilaporkan tidak ditemukan korban jiwa dari masyarakat sipil maupun dari kepolisian.

Akibat ulah kelompok teroris itu sempat mengganggu situasi kamtibmas di Ilaga pascakondusif usai dilakukan penyerangan beberapa waktu lalu.

Demi keamanan bersama, kini aparat keamanan terus disiagakan untuk mewaspadai adanya serangan susulan dari kelompok teroris.(/Dyah)

Papua, Sulutnews.com - Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua memberikan penghargaan Education Award 2021 kepada dua guru korban penembakan teroris Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Yonathan Renden dan Oktovianus Rayo sebagai bentuk apresiasi pemerintah dalam mengabdi mencerdaskan anak bangsa di wilayah pedalaman Papua.

"Guru sangat berjasa mendidik anak-anak Papua di daerah pedalaman, sehingga Pemerintah melalui Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah memberikan penghargaan Education Award," ujar Sekda Papua Yulian Dance Flassy seusai menghadiri acara Hari Pendidikan Nasional, Minggu (2/5/2021) malam.

Sekda Dance Flassy mengutuk penembakan tenaga guru yang menjadi korban KKB di Beoga, Kabupaten Puncak belum lama ini.

Sekda berharap, kejadian itu tidak boleh terulang lagi, karena dampak penembakan guru itu membuat proses belajar mengajar terganggu, mengingat kekurangan guru mengajar siswa di pedalaman Papua.

Istri almarhum Oktovianus Rayo berharap, Dinas Pendidikan Provinsi Papua dapat memberikan surat keputusan pengangkatan istri almarhum menjadi guru untuk melanjutkan tugas mulia mengajar anak-anak Papua di daerah pedalaman.

"Saya berharap Pemerintah melalui Dinas Pendidikan bisa mengangkat istri almarhum Oktovianus Rayo dan Yonathan Renden menjadi guru," kata perwakilan keluarga istri almarhum Oktovianus Rayo dan Yonathan Renden.

Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua Christian Sohilait menyambut baik keinginan istri almarhum Oktovianus Rayo dan Yonathan Renden untuk menjadi guru.

"Kami akan tindaklanjuti keinginan istri guru korban penembakan KKB, ya butuh proses dan koordinasi dengan Pemkab Puncak, Pemerintah Provinsi Papua dan Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Ristek," ujarnya pula.

Prosesi Hari Pendidikan Nasional 2021 di daerah ini diperingati dengan mengedepankan protokol kesehatan secara ketat.

Berbagai kegiatan jalan sehat, pemberian penghargaan Education Award 2021 dan resepsi syukuran Hari Pendidikan Nasional, Minggu 2 Mei 2021.(/Dyah)

Beoga Papua, Sulutnews.com - Sabtu sore 24/4/2021 pukul 16.30 WIT tim satgas Nemangkawi dan Binmas Noken silaturahmi dengan Pendeta Simon Tinal (Gereja Bethesda) di RM Hotel 66 Mimika.

Pada percakapan tersebut, Bapa Simon bercerita bagaimana selama sebelum 2021 kekacauan yang timbul hanya seputar perang suku saja, dan hamba Tuhan dapat bantu meredakan. Namun sampai saat kekacauan selama tahun 2021 anak-anak sekolah, guru dan mama-mama mulai merasa takut, sehingga bNyaknyang turun dari gunung.

Bapa Simon berpendapay tentang jenasah guru yang di tembak di Beoga, bahwa dalam agama tidak dibenarkan untuk membunuh apalagi membunuh guru dan membakar sekolah, sangat bertentangan dengan Injil. Tindakan merekaatas dasar diri sendiri.

Pendeta Simon jugabpernah vertemu kelompok KKB dab disinyalir bahwa orang tersebut berasal dari  luar Beoga, karena menggunakan bahasa Dani.

Bapa Dimon berharap peristiwa penembakan tifak terulang lagi di Beoga.

Pdt Simon juga mengambarkan situasi saat oenembakan terjadi, "Waktu kejadian itu pelaku sebanyak 30 Orang dengan membawa senjata panjang, saya juga termasuk orang yang ikut evakuasi korban karena korban sudah dalam keadaan meninggal dan posisi korban di dalam rumah".(/Dyah)

Jaypaura,Sulutnews.com - Ferry Pakage, Pemilik akun Facebook an.Cobalt. yang memposting video secara live streaming video di Facebook yang mana mengajak untuk membakar bendera merah putih, berkas perkara tahap Dua diserahkan satgas cyber nemangkawi ke Kejaksaan Negeri Jayapura, jumat 23/4/2021.

Kasatgas Humas Nemangkawi Kombes Pol M Iqbal Alqudusy saat di kofirmasi mengatakan, hari ini jumat 23 april 2021, Pemilik akun Facebook an.Cobalt, yaitu saudara Ferry Pakage, Berkas Perkara Tahap Duanya telah diserahkan oleh satgas cyber nemangkawi ke kejaksaan negeri jayapura.

Kasatgas Humas Nemangkawi, pada kesempatan tersebut kembali mengingatkan kepada para pengguna media sosial untuk menggunakan media sosial dan 'handphone' harus secara baik dan bijak. Negara Indonesia adalah negara hukum, segala bentuk pelanggaran yang dilakukan baik secara 'offline' maupun 'online' akan berhadapan dengan hukum.

“Generasi muda Indonesia di Papua kami himbau jangan larut dalam trend teknologi demi konten yang berbau SARA sehingga membuat kita sendirilah yang akan berhadapan dengan hukum. Mari kita bijak dalam menggunakan media sosial”, Kata Kombes Pol M Iqbal Alqudusy.(/Dyah)

Papua,Sulutnews.com - Tokoh Pemuda Papua sekaligus Ketua Pemuda Mandala Trikora Provinsi Papua mengutuk keras kekejaman yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).

"Saya mengutuk apa yg dilakukan KKB yang beroperasi di sekitar wilayah Kabupaten Puncak, khususnya di daerah Beoga," ujar Ali dalam keterangannya Kamis (22/4).

Ali menuturkan KKB di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak telah melakukan perbuatan keji dan melanggar hak asasi manusia (HAM) hingga mengakibatkan 2 guru, 1 tukang ojek dan 1 anak sekolah meninggal dunia akibat ditembak dan dibacok secara sadis. Selain itu, bangunan sekolah dan helikopter dibakar, serta gadis- gadis desa diperkosa.

"Beberapa hari lalu menembak dan membunuh almarhum Ali Mom yang ditembak dan dibacok secara sadis, meneror warga sipil di Beoga dan juga melakukan tindak pidana pemerkosaan, melakukan tindakan asusila terhadap gadis-gadis di sana. Ini mrupakan hal yang melanggar prinsip asas-asas kemanusiaan," imbuhnya.

Menanggapi hal itu, Ali menyatakan dukungannya kepada TNI-Polri untuk melakukan penindakan tegas terhadap KKB di Kabupaten Puncak, Papua.

"Sebagai anak Papua saya berharap, semua generasi muda, semua elemen mendukung sepenuhnya penindakan yang dilakukan TNI-Polri terhadap kelompok-kelompok yang bertentangan dengan prinsip kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia," tegasnya.(*/Dyah)

Puncak-papua, Sulutnews.com - Selasa kemarin (20 April 2021) seluruh unsur pemerintahan dan aparat Puncak Papua melaksanakan tatap muka untuk membahas KKB dan kondisi keamanan di Kabupaten Puncak. Dimulai pukul 12.45 WIT, bertempat di Aula Negelar Pemda Puncak, Kamp. Kimak, Distrik Ilaga, Kab. Puncak.

Acara tersebut dihadiri oleh  Bupati Puncak Willem Wandik, SE, M.Si, Wakil Bupati Puncak Pelinus Balinal, Dandim Puncak Jaya Letkol Inf. Rofi Irwansyah, Kapolres Puncak Kompol I Nyoman Punia, Ketua DPRD Kab. Puncak Lukius Newegalen, Pejabat Esalon II, III dan IV Pemda Puncak, Anggota DPRD Kab. Puncak, Pimpinan TNI / POLRI di Distrik Ilaga, tokoh-tokoh masyarakat serta masyarakat Kabupaten Puncak.

Bupati Puncak sangat geram dengan ulah KKB beberapa hari ini di wilayah Puncak, khususnya di Beoga. “Kalau kelompok KKB mengatakan bahwa tujuan mereka adalah berjuang untuk merdeka, tetapi warga sendiri atau keluarga sendiri saja di bunuh, ini berjuang apa yang kayak begini?!”. Bahkan Mengutuk langsung Tindakan KKB, “Kejadian pembunuhan sodara saya atau masyarakat saya ini, membuat saya takut, kejadian ini sudah tidak benar, benar - benar membuat saya takut, karena ini sudah sangat - sangat tidak benar, dan apabila ada orang dibalik kejadian ini yang membuat atau memerintahkan untuk membunuh anak ini, saya Kutuk dengan tanah ini, saya Kutuk kalian semua kelompok ini(KKB)!”

Dalam acara tersebut Bupati juga menganggap Tindakan KKB bukanlah perangai laki-laki atau pengecut. Karena Papua merupakan tanah yang menjunjung tinggi adat, cinta damai, dan jika ingin berperangpun hanya melibatkan lawan yang sepadan, dalam hal ini jika KKB bersenjata maka lawannya adalah TNI Polri bukan masyarakat tidak berdaya seperti para guru, anak SMA dan tukang ojek yang hanya melayani masyarakat.

“kalau mau perang, kami siapkan lapangan perang, biar kita masyarakat undur dan kalian berperang melawan TNI / POLRI, itu baru laki - laki jangan membuat masyarakat jadi takut atau jadi Korban.”

Dalam acara tersebut, Willem membahas tentang 20 target pembunuhan KKB dan meminta KKB untuk mengkomunikasikan hal tersebut, agar tidak terjadi lagi salah target dan pembunuhan membabi buta oleh KKB.

 “Kepada KKB supaya 19 orang yang mereka tentukan itu, orang - orang itu siapa, kasih tahu saya biar saya bisa sampaikan kepada mereka, atau tidak kalian beritahu mereka supaya jangan membuat hal yang tidak di sukai, itu baru saya bilang oke.” Bupati yang adiknya sendiri telah menjadi korban kekejian KKB menggandeng TNI Polri untuk menuntaskan masalah tersebut dan mendukung kinerja para Jenderal yang hadir langsung di wilayah Beoga untuk mengejar KKB.(/Dyah)