Kaltim

Kaltim (6)

Kaltim, Sulutnews.com – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey menyerahkan tanah dan air kepada Presiden Joko Widodo, dalam prosesi penyatuan tanah dan air di titik nol Ibu Kota Nusantara (IKN), Senin (14/3/2022).

Tanah dan air berasal dari seluruh Provinsi di Indonesia dibawa oleh para Gubernur dari 34 Provinsi.

Dalam prosesi ini, Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, menyerahkan air dan tanah dari Sulut kepada Presiden untuk dimasukkan ke dalam kendi Nusantara disatukan dengan air dan tanah dari daerah lainnya.

Setelah penyatuan tanah dan air, Presiden bersama seluruh Gubernur malaksanakan penanaman pohon khas 34 Provinsi.

Sejumlah pejabat tampak hadir dalam prosesi tersebut diantaranya Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Otorita IKN Bambang Susantono, dan Wakil Kepala Otorita IKN Dhony Rahajoe.

Selain itu hadir Ketua MPR Bambang Soesatyo dan Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI, Sultan Adji Muhammad Arifin.(*/Parmin)

Kaltim,Sulutnews.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung perkembangan proses pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Sabtu (29/1/2022).

Sigit menuturkan, kunjungan dirinya bersama dengan pihak kementerian terkait dan Forkopimda Kaltim serta pejabat utama Mabes Polri ini, untuk memastikan perkembangan pembangunan IKN berjalan sesuai tahapan yang direncanakan.

"Tentunya kita ingin tahu secara langsung kondisi di lapangan terkait dengan penjadwalan yang ada, apakah di dalam pelaksanaannya masih ada kendala atau tidak," kata Sigit.

Selain proses pembangunan, Sigit menekankan, kunjungannya juga untuk melihat dan mendengar serta memberikan arahan untuk mengantisipasi segala bentuk gangguan ataupun permasalahan yang dapat mengganggu progres dari pembangunan tersebut.

"Kita ingin tahu kondisi di lapangan dan kemudian kita bisa ikut membantu progres pembangunan bisa berjalan sesuai tahapan," ujar Sigit.

Sebagaimana diketahui, kata Sigit, UU IKN telah ditetapkan. Untuk itu, ia meminta semua stakeholder untuk memastikan perkembangan pembangunan ibu kota negara segera dilaksanakan dan semuanya bisa berjalan dengan aman dan lancar.

Dari beberapa diskusi saat kunjungan kali ini, Sigit menyampaikan memang ada sedikit permasalahan dalam pembangunan IKN. Namun, semua dilakukan melalui jalur musyawarah maupun proses yang sudah disiapkan.

"Sehingga secara umum untuk progres pembangunan IKN tak ada kendala yang berarti," ucap Sigit.

Lebih lanjut, mantan Kapolda Banten ini mengatakan, IKN ke depan bukan hanya sekedar membangun suatu Ibu Kota baru, tapi bagaimana ke depan Pemerintah menyiapkan kebutuhan untuk seluruh masyarakat.

Ia pun menjelaskan, dengan adanya pembangunan ibu kota baru dengan nama nusantara ini, maka pemerataan pembangunan dan ekonomi akan terjadi dan kemudian juga beban yang selama ini terjadi di Ibu Kota Jakarta bisa terbagi.

"Kita lihat konsepnya Ibu Kota yang dibangun memiliki konsep smart forest dan itu sejalan dengan apa yang menjadi kesepakatan internasional dimana yang menjadi rencana pembangunan ibu kota nanti memiliki visi yang ramah lingkungan dan menjadi harapan, bisa menjadi kebanggaan kita semua," papar Sigit.

Belajar dari keberhasilan negara lain yang memindahkan Ibu Kota Negara, mantan Kadiv Propam Polri ini berharap Ibu Kota Negara yang baru ini bisa menjadi Ibu Kota Negara terbaik di dunia.

"Kita lihat di beberapa negara dengan memindahkan ibu kotanya sehingga  menjadi ibu kota terbaik di dunia dan kita harap IKN menjawab tantangan itu. Selain itu terjadi pemerataan pembangunan, ekonomi, menjadi kota ramah lingkungan dan dikenal dunia," tutup Sigit. (Adrian)

Pontianak, Sulutnews.com - Tim Jelajah Kebangsaan Wartawan-Persatuan Wartawan indonesia (JKW-PWI) menginjakkan kaki di Pulau Kalimantan dan siap melanjutkan penjelajahan bersejarahnya.

Sabtu (11/12) tengah malam, KMP Bahtera Nusantara 01, membawa tiga jurnalis bikers yaitu Agus Blues Asianto, Sonny Wibisono, Indrawan Ibonk, dari Tambelan, Kepulauan Riau.

Bahtera  berlabuh di Pelabuhan Sintete, Sambas, Kalimantan Barat, pukul 08.00 WIB, Minggu (12/12).

Perjalanan dari Tambelan ke Sintete memakan waktu sekitar 9 jam. Cuaca pun memdukung, tidak seperti dalam pelayaran sebelumnya dari Tanjung Uban ke Tambelan. 

“Cuaca dari Tambelan ke Sintete cukup baik. Sangat berbeda dengan perjalanan sebelumnya, dari Tanjung Uban ke Tambelan, cuaca buruk dan ombak sangat tinggi. Motor Ibonk sempat terguling, tapi tidak ada kerusakan berarti,” kata Agus lewat pesan suara aplikasi WhatsApp.

Di Kalimantan, Agus, Ibonk dan Sonny akan bertemu lagi dengan rekan mereka, Yanni Krishnayanni, yang merupakan satu-satunya perempuan dalam tim ekspedisi JKW-PWI.

Yanni sudah lebih dulu terbang dari Kepulauan Riau dan tiba di Kalimantan pada 4 Desember 2021 sebelum melakukan pendakian Gunung Bukit Raya, Kalimantan Tengah. Yanni terpaksa meninggalkan rekan-rekannya menggunakan pesawat karena ketidakpastian jadwal pelayaran menuju Kalimantan akibat cuaca buruk.

Agus, Ibonk dan Sonny meluncur dari Sambas ke Pontianak melalui kota Singkawang. Sedangkan motor Yanni ditunggangi oleh Hendryanto atau A Kui, pimpinan Kingland cabang Pontianak, Kalbar.

“Pak A Kui selaku bos Kingland Pontianak membawa sendiri motor Yanny. Jarak Sambas ke Singkawang sejauh 45 Km. Sepanjang perjalanan, kami benar-benar dijamu oleh beliau yang ternyata juga seorang bikers,” ucapnya.

Di Singkawang, A Kui mengajak tim JKW-PWI untuk singgah makan siang dan ngopi-ngopi di pusat Kota Seribu Klenteng itu.

“Pak A Kui terlihat benar-benar menikmati perjalanan dari Sintete ke Singkawang menuju Pontianak. Jarak perjalanan kira-kira 199 Km, ’ kata Agus.

Ekspedisi tim JKW-PWI dilepas langsung oleh Ketua Umum PWI Pusat, Atal Depari, dari Gedung Dewan Pers, Jakarta, pada 28 Oktober 2021.

Penjelajahan bersejarah empat jurnalis, termasuk seorang wartawati, ini mengampanyekan gerakan cinta Tanah Air melalui komunikasi dengan setiap anggota masyarakat yang ditemui selama perjalanan.

Dari sisi kepariwisataan, JKW-PWI bisa membantu pemerintah dalam membangun kembali dunia pariwisata nasional yang terpuruk akibat pandemi COVID-19.

Selain didukung Ban Kingland, Ekspedisi JKW-PWI didukung oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga juga Artha Graha Peduli-Artha Graha Network.(/Parmin)

Sangatta, Sulutnews.com--Berkolaborasi dengan PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan Lanal  Sangatta, Bakrie Amanah menggelar aksi penanaman 7000 pohon untuk memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia yang diperingati setiap tanggal 28 November. Selain itu, kegiatan ini juga dilakukan dalam rangka Hari Armada RI Tahun 2021.

Acara simbolis penanaman dilakukan di Teluk Lombok, Sangatta, Kalimantan Timur dan dihadiri oleh Setiadi Ihsan yang merupakan GM Bakrie Amanah, Wawan Setiawan sebagai GM External Affairs & Sustainable Dev PT KPC serta komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) sangatta Letkol Laut (P) I Komang Nurhadi, S.T., M.Tr.Hanla., M.M.

Setiadi menyampaikan dalam sambutannya bahwa kegiatan ini dilakukan Bakrie Amanah bersama dengan perusahaan Bakrie lainnya yaitu Arutmin Indonesia yang telah melakukan seremoni penanaman pada tanggal 1 Desember Kemarin.

"Masih dalam satu rangkaian kegiatan dalam rangka hari menanam pohon Indonesia, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Bakrie Amanah terhadap lingkungan dan berharap kegiatan ini bisa mendorong masyarakat untuk peduli juga terhadap lingkungan,"  ujar Setiadi Ihsan.

Senada dengan Setiadi Ihsan, Wawan Setiawan mewakili PT KPC mengungkapkan kebahagiaannya atas terlaksana program ini.

"Pertama saya sangat berbahagia atas terlaksananya program ini. Kedua,  program ini terlaksana sebagai program kolaborasi bersama banyak pihak, dan yang ketiga program ini dilakukan untuk kepentingan anak cucu kita bersama agar terwariskan lingkungan yang asri," ucap Wawan.(*/Mercys)

Samarinda, Sulutnews.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI ) Provinsi Kalimantan Timur dan kalangan pers di seluruh Provinsi di Tanah Air berduka.

Henny binti Amir Jafar Thalib, bendahara PWI  dan SMSI Kaltim meninggal dalam usia 45 tahun di Rumah Sakit Samarinda Medika Citra (SMC), Minggu, (26/9/2021) karena penyakit yang dideritanya belakangan ini.

Almarhumah lahir di Samarinda 7 Maret 1976. Selain menjabat sebagai bendahara PWI Kaltim, juga menjabat sebagai Senior Manager Kaltim Post. Ia juga dipercaya sebagai bendahara Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kalimantan Timur.

Ketua PWI Kaltim Endro S. Efendi belasungkawa dan ikut berduka cita atas wafatnya pengurus terbaik PWI Kaltim ini. “Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa almarhumah dan memberi tempat terbaik,” ujarnya.

Tersebarnya kabar meninggalnya Henny melalui jaringan komunikasi organisasi WhatsApp PWI Pusat dan PWI Peduli, diwarnai pernyataan duka cita serta doa untuk Henny,  mulai dari Ketua Umum PWI Pusat Atal S. Depari dan Sekjen PWI Pusat Mirza Zulhadi hingga jajaran pengurus lainnya.

“Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Semoga almarhumah mendapat tempat di sisiNya. Aamiin,” demikian Atal S. Depari turut mendoakan Henny.

Bagi Endro, almarhumah sosok yang sangat bertanggung jawab. Di sela-sela kesibukannya sebagai direktur Senior di Kaltim Post, almarhumah masih menyempatkan diri membantu jalannya organisasi PWI Kaltim.

Abdurrahman Amin, Ketua SMSI Kaltim juga merasa kehilangan sosok yang memiliki integritas tinggi dan loyal terhadap organisasi.

“Dalam menjalankan tugas pekerjaan di perusahaan dan organisasi selalu dilaksanakan dengan tanggung jawab penuh,” kata Abdurrahman.

Berita duka itu juga menyebar di jaringan komunikasi online organisasi SMSI. Pengurus SMSI dari berbagai  provinsi juga menyatakan kehilangan atas meninggalnya Henny. 

“Keluarga  Besar SMSI Sumatera Utara Turut Berdukacita. Semoga Keluarga yang ditinggalkan tetap kuat dan tabah,” tulis sekretaris SMSI Sumatera Utara, Erris Julietta Napitupulu.

“Insya Allah almarhumah husnul khotimah,” sambung Ketua Umum SMSI Pusat Firdaus.

Sementara sekretaris PWI Kaltim, WIwid Marhaendra Wijaya sangat berduka dan kehilangan rekan kerja di organisasi.

Henny menjabat bendahara PWI periode 2009-2014 dan periode 2019-2024 di bawah kepemimpinan Endro S. Efendi.

Pada periode sebelumnya, Henny menjabat sebagai  wakil bendahara dan menggantikan menggantikan bendahara PWI yang juga wafat.

Beberapa minggu terakhir, Henny sempat disibukkan dengan kegiatan vaksinasi massal yang melibatkan 4 ribu orang.

“Henny juga mengkoordinir wartawan dan keluarganya yang belum mendapatkan vaksin,” kata Wiwid.

Aktivitas Henny dalam bidang sosial dan organisasi seperti di PWI dan SMSI, yang menjadi jalan ibadah sosial baginya, semoga menjadi bekal yang meneranginya. Selamat jalan Henny. Doa semua rekan-rekan pers menyertaimu. (*/SMSI)

Kaltim, Sulutnews.com - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau program vaksinasi massal di BSCC DOME Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat, (6/8/2021).

Pelaksanaan vaksinasi massal ini kerja sama antara TNI-Polri dengan Balikpapan dengan melibatkan AKBID Borneo Medistra, Ummi Aisiyah dan Politeknik Kesehatan Kemenkes, Balikpapan.

"Baru saja saya bersama pak Panglima melakukan pengecekan langsung terkait dengan kegiatan vaksinasi dimana hari ini ada 3.600 dosis vaksin. 2.000 vaksin pertama dan 1.600 vaksin kedua," kata Sigit dalam keterangan tertulisnya.

Sigit menyampaikan, sampai saat ini Indonesia masih terus berjuang menghadapi pandemi COVID yang angkanya masih cukup tinggi.

Kalimantan Timur, kata Sigit, menjadi wilayah tertinggi angka positif di wilayah Kalimantan. Sehingga perlu strategi dan penanganan yang cukup masif.

"Kaltim posisi tertinggi di wilayah kalimantan sehingga tentunya perlu ada langkah-langkah dan strategis sesuai dengan perintah dari pak Presiden yaitu terkait dengan bagaimana tetap menegakan dan mematuhi secara ketat peraturan prokes," ujar Sigit.

Mantan Kabareskrim Polri ini pun menuturkan, langkah kedua yakni percepatan vaksinasi. Ia pun mendapatkan informasi bahwa kasus aktif harian di Kalimantan Timur masih tinggi.

"Dari info yang kita dapat 76 persen itu masyarakat dirawat di rumah sakit. Kemudian rata-rata 86-88 persen di rawat di tempat isolasi terpusat. Dan kurang lebih ada 20 ribu masyarakat di rawat secara isoman (isolasi mandiri)," ucap Sigit.

Dalam kesempatan ini, mantan Kapolda Banten menyarankan kepada masyarakat untuk mau dirawat di tempat isolasi terpadu karena fasilitas kesehatan jauh lebih lengkap, tenaga kesehatan juga ada dan perawatan lebih intensif.

Menurutnya, masyarakat yang belum berani ke tempat isolasi terpadu dan memilih isoman tentunya ada risiko apalagi ada gejala.

"Saya sarankan mau dipindah ke tempat yang sudah disiapkan. Ini untuk menekan agar laju pertumbungan angka COVID bisa diminimalkan," tutur Sigit.

Untuk itu, jenderal bintang empat itu meminta para Babinsa dan Bhabinkamtibmas meningkatkan edukasi terkait masalah ini agar masyarakat mau ditempatkan di isolasi terpadu yang telah disiapkan.

Kemudian terkait vaksinasi, Sigit menuturkan secara bertahap pada bulan Agustus ada peningkatan distribusi agar akselerasi vaksinasi cepat tercapai. Hal ini dilakukan agar kesehatan masyarakat cepat pulih dan ekonomi kembali bergerak.

Sebagai informasi ada 8 wilayah Kabupaten/Kota di Kalimantan Timur saat ini sedang menerapkan PPKM level 4. Untuk itu, Kapolri berharap agar hal tersebut bisa diperbaiki dengan menurunkan level sehingga ekonomi masyarakat kembali berjalan.

"Ada 8 wilayah di Kalimantan Timur ada pembatasan-pembatasan. Perlahan-perlahan apabila bisa diperbaiki ada kelonggaran, sehingga aktivitas ekonomi kembali," kata Sigit.

Sementara itu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menuturkan strategi yang digunakan untuk menekan angka COVID-19 di Kalimantan Timur dengan tiga langkah.

Pertama laksanakan 3M secara ketat. Kemudian pelaksanaan 3T dan yang ketiga percepatan vaksinasi.

"Kalau ini dilaksanakan dengan baik dan masyarakat ikut dukung program ini maka insyaallah Kaltim segera bebas dari COVID-19," katanya.

Kegiatan vaksinasi massal yang dihadiri Panglima dan Kapolri ini merupakan kegiatan vaksinasi massal ketiga yang dilaksanakan, setelah sebelumnya juga dilaksanakan pada tanggal 24 Juli 2021 dan 26 Juli 2021 serta telah berhasil memvaksinasi 5.042 orang dengan rincian sebagai berikut pada tanggal 24 Juli 2021 sebanyak 2.173 orang disuntik dosis 1 dan tanggal 26 Juli 2021 sebanyak 2.869 orang disuntik dosis 2.

Sasaran vaksinasi kali ini adalah 3.600 orang yang terdiri dari masyarakat umum, pelayanan publik, komuitas usaha, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh adat, lansia, dan penyandang disabilitas.

Stok vaksin yang dipersiapkan dalam kegiatan ini sebanyak 3.600 dosis jenis Sinovac yang berasal dari Polri 2.000 dosis dan TNI 1.600 dosis. Petugas vaksinator yang dilibatkan dalam kegiatan ini sejumlah 150 orang vaksinator gabungan dari TNI-Polri dan Dinkes.

Dalam kegiatan ini juga akan dilakukan pelepasan 136 personel menggunakan 8 roda empat dan 120 roda dua yang akan membagikan bantuan sosial, dengan rincian 31 orang bhabinsa, 37 orang bhabinkamtibmas, 10 orang bhabinpotdirga (AU), 8 orang bhabinpotmar (AL), 50 orang relawan.

Jumlah bantuan sosial yang akan dibagikan sebanyak 1.120 paket dengan sasaran masyarakat Kota Balikpapan yang terdampak. (Adrian)