Kalbar

Kalbar (2)

Kalbar,Sulutnews.com - Tim kesehatan satgas pamtas Yonarmed 19/105 Trk Bogani yang dipimpin oleh dokter Satgas Pamtas Letda Ckm Ekal Tarigan memberikan pelayanan khitan gratis kepada anak - anak di Desa Janting, Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalbar. Rabu (20/7/2022)

Dansatgas Pamtas Yonarmed 19/105 Trk Bogani Letkol Arm Edi Yulian Budiargo dalam keterangan tertulisnya mengatakan, Satgas pamtas Yonarmed 19/105 Trk Bogani akan selalu memberikan pelayan secara gratis kepada anak-anak.di perbatasan, termasuk salah satunya adalah melakukan pelayanan khitan.

“Salah satu tugas kami di wilayah perbatasan adalah untuk mengatasi kesulitan masyarakat sekitar, salah satunya adalah dengan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, dalam hal ini kita memberikan pelayanan khitan kepada anak - anak di Desa Janting, ” ujar Dansatgas.

Sebelum berangkat ke medan tugas, seluruh personel kesehatan yang akan ditempatkan di pos-pos pamtas sudah melaksanakan pembekalan dan juga pelatihan khusus di Rumah Sakit R.W Mongisidi Teling, Manado, salah satunya adalah melakukan khitan, sehingga dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat secara gratis.

Sementara itu, dokter Pamtas Letda Ckm Ekal Tarigan megatakan pelayanan khitan ini dilaksanakan secara door to door dan gratis.

“Kami memberikan pelayan hkitan ini secara door to door ke rumah masyarakat yang membutuhkan. Kami siap untuk melayani masyarakat sekitar yang membutuhkan pelayanan kesehatan tanpa dipungut biaya sedikitpun, " ucap Ekal.

Sementara itu, Susiana (50) menyampaikan ucapan terima kasih atas kepedulian personel Satgas terhadap kesulitan masyarakat di perbatasan, khususnya telah memberikan pelayanan khitanan terhadap putranya.

“Terima kasih atas perhatian dan kepedulian dari bapak TNI personel Satgas pamtas Yonarmed 19/105 Trk Bogani yang sudah mengkhitan anak kami secara gratis, dan anak kami juga merasa sangat senang dapat dikhitan oleh bapak TNI, " pungkas Susiana. (ARP)

Foto: Dispenad

Kalbar,Sulutnews.com  - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin bersama dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung vaksinasi serentak se-Indonesia dengan menghadiri secara langsung di Lapangan Kantor Bupati Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar), Rabu (19/1/2022).

"Di Kubu Raya sendiri target vaksinasinya 2.000. Namun total hari ini 24.000 untuk seluruh wilayah Kalbar. Saya kira ini perlu saya apresiasi. Kita juga tadi tersambung secara nasional dan target kita hari ini minimal di angka 1 juta," kata Sigit usai meninjau vaksinasi serentak.

Menurut Sigit, akselerasi percepatan vaksinasi merupakan hal yang harus terus dilakukan. Mengingat saat ini, kata Sigit, selain sudah masuk ke Indonesia, virus Covid-19 varian Omicron telah memberikan dampak adanya peningkatan laju pertumbuhan virus corona.

"Tentunya kita harus waspada karena ini terus meningkat. Jadi dalam kesempatan ini saya sampaikan pesan kepada seluruh masyarakat, bagi yang belum vaksin tolong segera vaksinasi. Pemerintah dalam hal ini Pemerintah Daerah (Pemda), TNI, Polri telah menyiapkan gerai-gerai," ujar mantan Kapolda Banten tersebut.

Disisi lain, Sigit juga kembali mengingatkan kepada masyarakat yang sudah mendapatkan suntikan vaksin dosis dua dan telah melewati waktu enam bulan, untuk segera mengikuti vaksinasi dosis ketiga atau booster.

Menurut mantan Kabareskrim Polri itu, Pemerintah telah memberikan kesempatan untuk masyarakat mendapatkan vaksinasi booster. Dalam hal ini, Sigit menekankan, dengan dilakukannya booster hal itu akan kembali meningkatkan imunitas seseorang terhadap virus Covid-19.

"Masyarakat silahkan yang belum vaksin untuk segera vaksin. Yang sudah dua kali namun sudah lewat dari enam bulan silahkan daftar ikuti vaksin booster. Karena memang ada kecenderungan setelah enam bulan pasti tingkat imunitas atau kekebalan akan turun. Sehingga perlu ada booster ulang untuk tingkatkan lagi," ucap Sigit.

Tak hanya mengingatkan pentingnya vaksin maupun booster, Sigit juga menekankan soal perlunya kedisiplinan serta penguatan penerapan protokol kesehatan (prokes) dalam kehidupan sehari-hari masyarakat dalam menjalankan aktivitas. Mulai dari memakai masker, mencuci tangan hingga menjaga jarak.

Sigit menegaskan, hal itu juga harus diperhatikan lebih khususnya untuk wilayah yang sudah melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Ia meminta agar pendidikan yang dihadiri fisik oleh para pelajar tersebut disesuaikan dengan aturan yang ada. Dengan kata lain, setiap wilayah harus bisa menentukan apakah PTM sudah bisa berjalan 100 persen atau masih harus 50 persen.

"Khususnya bagi yang laksanakan kegiatan tatap muka. Aturan terkait prokes di sekolah. Ikuti ketentuan. Mana yang sudah bisa 100 persen, mana yang 50 persen disesuaikan. Karena memang disatu sisi anak-anak kita tentunya harus dapatkan pembelajaran secara langsung. Karena memang ini sangat penting bagi anak-anak kita. Sehingga tidak ada risiko learning loss dan juga risiko kemiskinan belajar atau learning poverty," papar Sigit.

Akselerasi vaksinasi dan penguatan prokes, kata Sigit, sebagai upaya untuk mencegah dan mengantisipasi penyebaran virus Covid-19 varian Omicron. Pasalnya, selain Imported Case, penyebaran jenis virus itu kini juga sudah ditemukan dari transmisi lokal.

"Tolong untuk yang belum vaksin segera vaksin dan yang sudah dua kali vaksin harus booster silahkan laksanakan. Dan paling utama walaupun sudah vaksin tetap jaga prokes. Pakai masker terus jangan lupa. Cuci tangan jangan lupa dan selalu memastikan kita laksanakan cek rutin bila perlu swab antigen satu minggu sekali atau PCR. Itu menjadi kebiasaan yang harus dilakukan untuk memastikan bahwa kita dalam kondisi sehat," tutur Sigit.

Dikesempatan yang sama, Menkes Budi mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati, namun tidak panik dalam menghadapi Covid-19 varian Omicron. Ia juga memaparkan varian itu kini paling banyak terdeteksi di wilayah DKI Jakarta.

"Ciri-ciri Omicron kita akan lihat kenaikan kasus yang cepat dan tinggi. Kita sudah mulai lihat nasional naik dari 300 ke 1.400. Teman-teman harus terus waspada dan hati-hati tapi jangan panik," kata Budi.

Selain meninjau vaksinasi di Kalbar, Menkes dan Kapolri juga melakukan dialog interaktif secara virtual di beberapa wilayah Indonesia yang menggelar kegiatan akselerasi percepatan vaksinasi tersebut. (Adrian)