Jawa Timur

Jawa Timur (7)

Bangkalan,Sulutnews.com - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau langsung penanganan Covid-19 atau virus corona di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Sabtu (19/6/2021).

Dalam kesempatan itu, Sigit memaparkan soal langkah-langkah menyelamatkan warga dari risiko penyebaran virus corona yang belakangan ini melonjak pasca-libur Lebaran 2021 lalu.

"Maka yang bisa dilakukan langkah-langkah selamatkan dari resiko yaitu, menjaga masyarakat jangan sampai tertular, mencegah laju penularan, kecepatan mengetahui kasus positif atau tidak dan dilakukan vaksinasi," kata Sigit di Gedung Serbaguna Rato Ebuh, Kabupaten Bangkalan, Madura.

Menurut Sigit, Forkompimda setempat harus bergerak cepat memaksimalkan 3T (Testing, Tracing dan Treatment). Serta mengoptimalkan 5M (Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, serta Membatasi mobilisasi dan interaksi).

Mantan Kabareskrim Polri ini menjelaskan, dengan dilakukan percepatan temuan kasus kontak erat ataupun aktif, maka keselamatan warga dari bahaya virus corona dapat segera dihindari.

"Sayang dengan masyarakat Bangkalan bahwa beberapa waktu yang lalu telah terjadi klaster peningkatan Covid-19, terkait upaya pemerintah daerah masih ada kesulitan dalam penanganannya. Orang yang terlambat ketahuan maka risiko kematian samgat tinggi," ucap Sigit.

Sebab itu, eks Kapolda Banten itu menekankan soal pentingnya sinergitas dengan seluruh pihak dalam penerapan PPKM Mikro di wilayah tersebut.

Selain itu, kata Sigit, upaya menyelamatkan warga dari virus corona yakni dengan proses percepatan vaksinasi seperti yang digagas oleh Pemerintah Indonesia.

"Kedepan ada vaksinasi massal dan bantu edukasi dan sosialisasi ke masyarakat untuk mau di vaksin," ujar Sigit.

Senada, Panglima TNI juga meminta kepada seluruh pihak terkait untuk memperkuat pelacakan terhadap kontak erat maupun kasus aktif demi memutus mata rantai virus corona.

"Tugas posko PPKM Mikro ditingkat desa berbasis rt/rw, pelacakan kontak erat, pengawasan ketat isolsi mandiri, menutup tempat umum, melarang kerumunan, membatasi keluar masun rt/rw, pencatatan harian," kata Hadi di kesempatan yang sama.

Sementara, Menkes Budi mengimbau terus kepada masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan dan melakukan vaksin.

"Untuk memgurangi laju penularan, masyarakat harus tetap pakai masker, lalu 14 hari kedepan tinggal di rumah dan jangan takut di tes Swab dan jangan takut di vaksin atau suntik," ujar Budi.

Setelah pemaparan, rombongan tersebut melakukan peninjauan langsung ke lapangan dapur umum dan melihat langsung proses vaksinasi massal di Pelabuhan ASDP, Bangkalan, Madura, dengan target seribu orang. Nantinya, warga yang usai divaksin bakal diberikan paket sembako. (Adrian)

Bangkalan,Sulutnews.com - Serbuan vaksinasi di kabupaten Bangkalan, yang berlangsung di dua titik, diantaranya Stadion Gelora Bangkalan, dan Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Kamal, pada Jumat (18/6/2021). Selain itu, vaksinasi ini juga ditargetkan seribu orang dalam satu hari di satu titik.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, didampingi Forkopimda Jatim, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V/Brawijaya Mayor Jenderal TNI Suharyanto dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, serta Pejabat Utama Polda Jatim, meninjau serbuan vaksinasi di kabupaten Bangkalan.

Selain di dua lokasi ini, kegiatan vaksinasi sebelumnya juga dilakukan oleh Forkopimda Jatim berkolaborasi dengan Forkopimda kabupaten Bangkalan untuk melakukan vaksinasi di sejumlah Pondok Pesantren (Ponpes) dan 4 kecamatan zona merah di Bangkalan, diantaranya Ponpes Pademangan Timur, Ponpes Syaikhona Kholil, dan Ponpes Nurul Kholil.

Sementara, Panglima TNI dan Kapolri dalam kunjungannya di Stadion Gelora Bangkalan, menyempatkan untuk berdialog dengan para santri peserta vaksin.

"Kami senang dengan kehadiran bapak. Kami merasakan kehadiran negara disini," kata Muhammad wahyu, saat ditanya Panglima TNI tentang perasaannya setelah melakukan vaksinasi.

Selain Wahyu, Faris Al Farizi warga Bangkalan juga diberi kesempatan untuk berdialog dengan Panglima TNI. Fariz mengatakan untuk vaksin kali ini sangat berguna bagi masyarakat, dan Fariz juga mengeluh jika kondisi daerahnya berdampak luarbiasa.

"Tapi kami juga sangat menangis sekali kondisi kami sangat luar biasa sekali, sangat berdampak untuk keseluruhannya, dan untuk kehidupan kami, baik dari urusan ibadah, urusan pekerjaan dan urusan pendidikan," keluh Faris.

"Jadi dengan adanya pemerintah langsung menangani ini sangat-sangat membantu kami, dan sangat berterima kasih sekali, dan luar biasa sekali, kami sangat mengharap terus-menerus untuk diadakan solusi seperti ini. Hanya itu yang bisa saya sampaikan, dan terima kasih, terima kasih ya.." akunya Fariz saat berdialog dengan Panglima TNI.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyampaikan kepada Fariz dan kepada masyarakat Bangkalan. Dengan situasi di Bangkalan ini ada beberapa kecamatan yang masuk zona merah, termasuk Klampis, Geger dan Bangkalan.

"Apabila dilaksanakan PPKM mikro supaya memutus rantai penularan covid-19. Kira-kira bagaimana menurut Bapak?" tanya Panglima TNI kepada Fariz.

Faris kembali mengatakan, "itu sangat bagus sekali Pak, sangat efektif sekali, karena memang itu adalah aturan yang memang harus kita jalankan, dan pemerintah juga sudah mengedukasi kita sejak awal urusan covid," Jawab Fariz.

"Apalagi sekarang ini kami dengar, kami juga bukan ahlinya, cuman kita hanya mengikuti media saja, bahwasanya sekarang ini ada varian baru, saya dengar itu dan itu sangat berbahaya sekali, jadi sangat penting sekali untuk adanya pemutusan, karena itu adalah langkah awal untuk kita supaya cepat selesai dari pandemi ini," imbuh Fariz kepada Panglima TNI. 

Marsekal Hadi Tjahjanto mengucapkan terima kasih banyak, karena mulai besok, dari TNI maupun Polri akan membantu Kepala desa atau pak Camat, dalam rangka PPKM Mikro.

"Jadi tugasnya adalah memutus rantai penularan covid-19 dengan melaksanakan setiap hari adalah melacak kontak erat, kemudian melakukan isolasi mandiri atau isolasi terpusat, dan Itu pun dilaksanakan terus selama 2 minggu," tegas panglima dihadapan masyarakat Bangkalan.

Lanjut Panglima menyampaikan. Sehingga Pak Bupati bisa mendapatkan data, yang pertama adalah angka kasus positif di wilayah itu, kemudian yang kedua adalah angka kesembuhan, dan yang ketiga menekan apabila ada angka kematian.

"Sehingga kasus covid-19 di wilayah Bangkalan ini segera bisa kita akhiri dengan cara itu, tentunya juga kita terus melaksanakan vaksinasi secara nasional," paparnya.

"Mudah-mudahan nanti proses belajar mengajar semuanya berjalan dengan lancar tanpa adanya ketakutan covid-19. Insyaallah dengan doa kita bersama upaya dari pemerintah, vaksinasi juga bisa terlaksana, PPKM Mikro untuk memutus rantai penularan bisa kita laksanakan dengan baik," pungkas Panglima TNI saat berkunjung di serbu vaksin Bangkalan. (Adrian)

Jakarta,Sulutnews.com -  Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo hari ini akan melanjutkan kunjungan kerja ke Kabupaten Madiun dan Bangkalan, Jawa Timur. Keduanya akan meninjau langsung pelaksaaan vaksinasi yang sedang digencarkan pemerintah untuk menekan penyebaran Covid-19.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengungkapkan fokus kunjungan kerja Panglima dan Kapolri ke Madiun dan Bangkala karena dua wilayah  itu kasus Covid-19 sangat tinggi. "Di Madiun angka Covid-19 meningkat karena ada klaster pernikahan," ujar Argo dalam keterangannya, Jumat (18/6/2021).

Menurut dia, selain meninjau pelaksanaan vaksinasi, Panglima dan Kapolri juga akan melihat sejumlah posko PPMK di wilayah tersebut. Untuk memperketat penerapan PPKM akan di back up oleh Brimob dan Marinir. "Masing-masing posko PPMK akan di back up 1 kompi pasukan," ungkap Argo.

Jenderal dua itu berharap, penerapan PPKM di wilayah zona merah dan kuning dilakukan dengan maksimal. "Perkuat juga protokol kesehatan jangan sampai kendor," tandasnya. (Adrian)

Surabaya,Sulutnews.com - Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Argo Yuwono, Jumat (11/6)  pagi tadi, menyampaikan bahwa saat ini Polri fokus terhadap praktek pemberantasan premanisme di Masyarakat.

"Jadi kemarin bapak Presiden sempat ada di Tanjung Priok kemudian sempat mengadakan dialog disana, dan ternyata ada keresahan yang disampaikan oleh supir kontainer," kata Irjen Argo Yuwono, saat berada di Polda Jatim.

Keluhan para sopir kontainer tersebut adalah soal pungutan liar. Lalu kata Argo,  Presiden langsung menghubungi Kapolri untuk menanggapi keluhan tersebut.

"Asop Kapolri Akhirnya memberikan instruksi, memberikan arahan kepada seluruh jajaran di seluruh Indonesia  untuk melakukan operasi terhadap  premanisme," jelasnya.

Argo menyampaikan bahwa pihaknya melalui Polda Metro Jaya telah mengamankan 49 orang  yang diduga melakukan pemerasan dan pungli di wilayah Tanjung Priok.

"Modus yang dilakukan para preman tersebut adalah meminta uang tip kepada  supir sebesar Rp. 10 ribu hingga Rp. 20 ribu," tambahnya.

"Ini menjadi Tugas pokok Polri, kita juga sudah mengirimkan surat ke Polda-Polda, Polda Jawa Timur juga nanti akan terima suratnya langsung bertindak," terangnya.

Ia berpesan agar Polisi bisa menindak tegas praktek premanisme, hal ini supaya praktek premanisme tak berkembang begitu saja. Polda-Polda di seluruh daerah diharapkan bisa berperan memberantas Premanisme karena tidak menutup kemungkinan hampir di seluruh daerah di Indonesia juga ada praktek premanisme.

"Tidak hanya Pelabuhan saja tapi di tempat lain yang memang terjadi pemerasan ataupun pungli seperti itu akan kita lakukan penindakan," tandas Argo.

Kata Kepala Divisi Humas Polri itu, pihaknya juga akan melakukan tindakan Preventif dengan menggandeng Babinsa dan Babinkabtimas. Serta menggerakkan Polres dan Polsek untuk  memberikan edukasi, namun jika edukasi tak bisa dilakukan maka tetap akan ada penindakan kepada orang yang melakukan praktek premanisme.(Adrian)

Kediri,sulutnews.com - Menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dalam kehidupan berbangsa dan bernegara harus terus digelorakan dan diimplimentasi oleh seluruh elemen masyarakat dan komponen bangsa demi terwujudnya Indonesia yang bermartabat, makmur, adil, aman, dan sejahtera.

Hal ini disampaikan Anggota Badan Sosialisasi MPR RI Ir Stefanus BAN Liow, MAP dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kediri Jawa Timur, Sabtu (29/5).

Dihadapan sekitar 300 peserta yang terdiri keluarga Besar Nadhatul Ulama (NU) se Kabupaten Kediri  dari Fatayat, Muslimat, Ansor, Tokoh-Tokoh Masyarakat dan Agama.

Senator SBANL sapaan akrab Anggota DPD RI/MPR RI Dapil Sulawesi Utara ini mengingatkan bahwa sejak awal, jerih juang dan persatuan ditengah perbedaan suku, bahasa, agama, adat istiadat menjadi kekuatan, sehingga lahirlah Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara serta terbentuknya NKRI sebagai Bentuk Negara.

Sehingga kini dan mendatang wajib untuk dipertahankan, dihayati dan implimentasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Selang Jam 09.00-13.00 WIB, selain  Senator SBANL, secara bergantian, Anggota Badan Sosialisasi MPR RI lainnya yakni Anggia Erma Rini, MKM (PKB/Jatim), Drs. M. Idham Samawi (PDI Perjuangan) dan KH Aus Hidayat Nur (PKS/Kaltim) juga turut menjelaskan proses perumusan Pancasila dan UUD NRI 1945.

Idham Samawi yang pernah menjabat Bupati Bantul, serta Mantan Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ideologi dan Kaderisasi melontarkan komitmen-komitmen kebangsaan dalam menghadapi berbagai tantangan kebangsaan.

"Bersatu melawan  paham-paham radikalisme dan jangan ada khilafah di Bumi Pancasila,' tegas Samawi. Anggia Erma Rini yang juga Wakil Ketua Komisi IV DPR RI berterimasih atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi atas kerjasama MPR RI dengan PC Fatayat NU Kabupaten Kediri, Prov, Jatim dibawa kepempinan Ketua Ibu Dewi Maria, ST yang dalam keseharian menjabat Wakil Bupati Kediri. (Adrian)

Jatim, Sulutnews.com - Jajaran Polda Jawa Timur menangkap empat orang yang diduga melakukan perampokan toko emas di Banyuwangi. Dalam perbuatannya itu, pelaku berhasil membawa emas sebanyak 4,3 Kilogram (KG).

Aparat kepolisian menangkap tiga orang yakni, FR, AW, DH. Saat ini mereka sudah dilakukan penahanan di Polres Banyuwangi.

"Memproses tiga tersangka tsk dan melakukan penahanan di Polres Banyuwangi," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam siaran persnya, Jakarta, Senin (15/3).

Kejadian ini diawal oleh adanya hubungan bisnis antara para tersangka dengan pemilik toko emas yang dalam hal ini dirampok oleh pelaku. Hal itu lantaran, adanya soal utang piutang kedua belah pihak.

"Kasus terjadi karena hutang piutang, kemudian terlapor mengambil hak-nya berupa perhiasan emas karena pelapor tidak mau membayar uang perjanjian bisnis," ujar Argo.

Sebetulnya, dikatakan Argo, terkait kasus ini, pihak Polsek Genteng sudah mencoba untuk melakukan mediasi kedua belah pihak. Tetapi, hal itu tidak berhasil atau buntu.

"Sebelum peristiwa terjadi, sudah melakukan mediasi, namun deadlock yang akhirnya terjadi dugaan peristiwa pidana," ucap Argo.

Sementara itu, dalam perkara ini juga diduga melibatkan seorang oknum kepolisian dari jajaran Polsek Pamekasan AIPTU AW juga ikut diamankan lantaran diduga memiliki peran dalam peristiwa itu.

Aiptu AW diketahui, diminta oleh salah satu tersangka untuk menjaga pintu masuk toko emas tersebut ketika peristiwa pencurian itu terjadi. Atas hal itu, AW sudah diproses oleh Propam Polda Jatim.

"Untuk keterlibatan AIPTU AW sednag dalam proses hukum oleh Propam Polda Jatim," ucap Argo.

Barang bukti yang disita antara lain, emas  4.315,35 gram dan sebuah mobil yang digunakan tersangka. Atas perbuatannya, mereka disangka melanggar Pasal 365 ayat (1) (2) 2e subsidair Pasal 363 ayat (1) 4e KUHP. (Adrian)

Gresik,Sulutnews.com – Pergulatan panjang sebagai santri dan aktivis YLBHI atau Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya, menuntun sosok Dr. HM. Ma’ruf Syah, SH, MH, tetap low profil di balik kegigihan dan kekokohan sebagai advokat handal.

Dalam bendera Ma’ruf Syah and Partners (MSP), Ketua Badko HMI Jawa Timur Tahun 1991-1992, tetap istiqomah dalam berprilaku sebagai santri yang lama mendapat gemblengan dari dunia pesantren dengan faham Ahlusunnah wal Jamaah an-Nahdliyah.

“Saya bersyukur mendapat didikan dari pondok pesantren. Insha-Allah di mana pun berada, baik beraktifitas di masyarakat, organisasi, ataupun pekerjaan profesi ada pondasi kuat untuk selalu berjuang dan menjadi pondok dan masjid sebagai pusat kegiatan sosial, ibadah dan berjuang,” ungkap Ma’ruf Syah, saat ditemui usai tasyakuran setahun berdirinya masjid Dr. HM. Ma’ruf Syafii (DHMS), di Perum Kota Damai Gresik, Senin (18/12/2020).

Menurut Gus Ma’ruf, sapaan Wakil Ketua PWNU Jawa Timur dan aktif di berbagai organisasi, diantaranya KONI Jawa Timur, DPW Pemuda Pancasila, dan pengurus DPN Peradi ini, sangat setuju masjid sebagai pusat kegiatan umat Islam dan memberikan sumbangsih dalam pengembangan kehidupan bermasyarakat yang rahmatal lil ‘alamin.

“Dalam profesi apapun, kalau pondasinya santri tetap melekat dan sami’na wa atho’na dengan kiainya, maka jiwa pejuang dan mengabdi tidak bakal lekang. Alhamdulillah, dengan ridloNya, dukungan ulama dan pesan orangtua, saya diberikan kemudahan membangun masjid dengan anggaran swadana murni hingga menelan dana Rp 3,2 miliar yang berdiri sejak tanggal 13 Desember 2019,” papar Gus Ma’ruf.

Dalam kurun waktu lebih setahun ini, lanjut Gus Ma’ruf, Masjid DHMS berfungsi untuk aktifitas keagamaan dan sosial sekaligus, sebagai bagian ikhtiar untuk memakmurkan tempat ibadah bagi umat Islam dan membawa dampak positif bagi masyarakat.

Dari penuturan pengurus Takmir Masjid DHMS, sejak awal dilakukan salat Jumat, jamaah masyarakat sekitar membanjiri untuk salat lima waktu dan Salat Jumat yang disediakan bagi jamaah dan dilengkapi nasi bungkus.

Hebatnya, Gus Ma’ruf sendiri sebagai alumni santri pesantren Galang, Ponpes Salafiyah Langitan, Tuban, dan melanjutkan ke pesantren Darul Ulum, Peterongan, Jombang, tetap mengedepankan budaya mengaji, terutama kajian kitab kuning, tiap hari usai jamaah Subuh.

“Kecuali hari Selasa dan Jumat libur. Tiap Ahad pagi, ada kajian Kitab Tafsir Jalalain dan Kitab Wasiyatul Musthofa dan kitab pendamping Tafsir Munir dan al Ibris. Alhamdulillah, jamaah di sekitar perumahaan dan warga sekitar mulai berjubel,” ulasnya.

Target lain, bagi Gus Ma’ruf putra dari Kiai Syafi’i, Rois Syuriah NU dan mantan ketua MUI Kecamatan ini adalah menumbuh kembangkan masjid DHMS sebagai pusat semacam Islamic Center.

Sekali lagi, seperti air mengalir. Berbagai kemudahan telah dirasakan, Sejak enam bulan lalu telah berdiri sekolah diniyah. Tiap habis salat Maghrib, kalangan anak-anak dan remaja milenial mendapatkan pelajaran tafsir dan agama.

Perlahan tapi pasti, selain dunia pendidikan mulai menjarah dan dirasakan masyarakat, Gus Ma’ruf juga segera melengkapi dengan fasilitas mobil ambulans guna membantu berbagai kegiatan sosial masyarakat.

"Alhamdulillah, 6 bulan lalu sudah dipakai untuk Sekolah diniyah tiap habis Maghrib untuk kalangan anak-anak guna mengantarkan mereka menjadi generasi milineal yang paham ajaran Ahlusunah waljamaah an Nahdliyah. Semoga semua mendapatkan kemudahan," tutur Gus Ma'ruf, juga pengajar di Pascasarjana Universitas Airlangga Surabaya.

Kelebihan dari Gus Ma’ruf yang sangat luas hubungan pergaulan, diantaranya Ketua DPD RI Ir. H. La Nyalla M Mattalitti, Rois Am PBNU KH. Miftakhul Achyar, dan pejabat penegak hokum ini, cepat tanggap dan mampu mengambil langkah konfkrit dalam menghadapi berbagai situasi dan keadaan.

Berbagai kasus sangat menonjol pernah ditangani. Salah satu perkara yang memberikan efek luar biasa adalah keberhasilan dalam sengketa Pemilihan Umum (Pemilu) dalam Pilkada Gubernur Jawa Timur, yaitu dikabulkannya permohonan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK), hingga membuat ciut nasib pasangan calon (paslon) Soekarwo-Saifullah Yusuf (Gus Iful).

Sebelum, pandemi Covid-19 merebak dan telah mencium aroma berbagai kasus di dunia kedokteran dan alat kesehatan, Gus Ma’ruf dengan sokongan salah satu dokter, juga pengurus PWNU Jawa Timur berencana mendirikan lembaga konsultasi dan bantuan hukum.

Akhirnya, saat pandemi Covid-19, bersama dr. H . Edy Suyanto, SpF, MH, Dr H . Gus Ma’ruf pada 3 Juli 2020 lalu, mendirikan Medico Legal yang khusus melakukan pendampingan kepada paramedis, petugas kesehatan dan masyarakat untuk penyelesaian masalah-masalah seputar dunia kedokteran dan kesehatan, terutama pandemi.

“Semua memang bagian dari kebutuhan dan pemenuhan. Dengan niat memberikan pemahaman dan pengetahuan, agar permasalahan di dunia kedokteran juga ada kepastian hokum,” pungkasnya, saat ditemui kantor Medico Legal, Jln Gayungsari Barat IV C No 10 Surabaya. (*)