Jawa Tengah

Jawa Tengah (139)

Grobogan,Sulutnews.com - Memasuki hari kesembilan penyekatan Pospam Terpadu yang di lakasanakan di 14 titik di daerah perbatasan masuk Jawa Tengah. Polda Jateng sudah memutar balikkan kendaraan sebanyak 39.494 ribu kendaraan. Hal ini diungkapkan Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, di Pos Pam Jalan Gajah mada - Simpang lima kota Purwodadi Kabupaten Grobogan, Sabtu Pagi, (15/5/21).

Hadi dalam kegiatan Kapolda Jateng tersebut, Direktur Lalu Lintas Polda Jateng Kombes Pol Rudy Syafirudin, Karo log kombes bambang Ricky Sido Arto, SE., Kabid humas kombes Iskandar Fitriana Sutisna, SIK, M.si., Kapolres Grobogan AKBP jury leonard siahaan, SIK, MH., Dandim 0717 Purwodadi Grobogan, Letkol (Inf) Asman Mokoginta dan Bupati Grobogan sri sumarni SH, MM, serta Pejabat utama Polda Jateng.

Disampaikan Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, selama kegiatan penyekatan yang di lakukan Jajaran Polda Jateng hingga hari ke sembilan ini, Polda Jateng telah melakukan Putar balik kendaraan dari luar daerah menuju Jawa Tengah.

"Di hari kesembilan ini, Kita sudah melakukan putar balik kendaraan yang akan masuk ke Jawa Tengah, dan hal ini akan kita lakukan tersi hingga kegeiatan ini berakhir," terang Luthfi.

Dijelaskan Kapolda, adapun jumlah kendaraan yang dilakukan pemeriksaan sebanyak 39.494 ribu kendaraan. dari jumlah tersebut terbagi di 14 titik Pps PAM Penyekatan yang ada di perbatasan Jawa Tengah.

Untuk kendaraan yang di putarbalikan dari Jawa barat ke Jawa Tengah, Lanjut Kapolda Jateng, ada 11.700 kendaraan, dan Dari Jawa Timur ke Jawa Tengah sebanyak 6000 kendaraan, sedangkan dari DIY ke  Jateng sebanyak 4000 kendaraan.

"Alhamdulilah sampai hari ini, kita bisa memutar balikan kendaraan dari luar daerah. Mulai hari ini tidak ada lagi penyekatan arus mudik di 14 pos pam dan hari ini prioritas penanganan arus balik," ungkapnya.

Kapolda Jateng juga memgingatkan kepada pengendara yang akan balik, wajib melengkapi surat swab dan SIKM dengan mendowload.

Terkait ledakan petasan yang mengakibatkan 4 orang meninggal dan 4 orang lainnya luka luka. Kapolda Jateng mengungkapkan, kasus tersebut sudah diambil alih Polda Jateng.

"Kita masih kejar penjual serbuk petasan yang dikirim korban melalui online. Kalau sudah ada perkembangan akan kita sampaikan," pungkasnya. (Dyah)

Semarang,Sulutnews.com - Jelang H-2 Polda Jateng Terus melakukan pengecekkan terhadap pemudik yang masuk ke Jawa Tengah, di 14 Pos Pam terpadu. Pengecekan Pos Pam terpadu ini dilakukan oleh Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol. Iskandar Fitriana di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Selasa (11/5/21).

Dalam pengecekkan tersebut, Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Iskandar Fitriana, didampingi Kapolres Pemalang dan Kasat Lantas Polres Pemalang, beserta jajaran Humas Polda Jateng.

Menurut Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Iskandar Fitriana, mengatakan, pengecekan ini dilakukannya dalam menjelang H-2 ini, untuk melihat dan memantau kesiapan dan persiapan personil di pospam Terpadu ini.

"Hari ini kita dari Humas Polda Jateng memantau pos PAM Yang ada di 14 titik Jawa tengah. Hari ini kita meninjau pospam Terpadu di kabupaten Pemalang yang berada di dua titik ini," jelas Kabihumas Polda Jateng.

Selain memantau Pospam terpadu, Iskandar juga menyampaikan, pemudik yang sudah masuk Jawa Tengah, sebelum dilakukan penyekatan, sudah banyak pemudik yang masuk Jawa Tengah.

"Pemudik ini sudah masuk Jateng sebelum kita lakukan penyekatan OPS Ketupat Candi 2021 ini. Setelah kita lakukan operasi ini, jumlah pemudik yang masuk Jawa Tengah sangat berkurang dibandingkan tahun lalu," terangnya.

Dijelaskan juga oleh Kabidhumas Polda Jateng, bahwa jumlah pemudik yang sudah memasuki Jawa tengah dengan melakukan tes Swab Antigen ini, berjumlah 107.568 orang dan mereka dinyatakan negati.

Sedangkan pemudik yang dinyatakan positif, kata Kabidhumas Polda Jateng, berjumlah 1 orang. Hal tersebut berdasarkan data pemudik yang masuk ke Jateng dari data PPKM Mikro.

"Satu orang yang hasilnya positif tersebut, sudah dilakukan Karantina. Jadi saat ini masuk Jateng harus dilakukan Swab Antigen bagi pemudik, dan ini gratis," ucapnya.

Kabidhumas Polda Jateng juga menghimbau kepada pemudik yang sudah masuk ke Jawa tengah sebelum dilakukan penyekatan OPS ketupat candi 2022 ini, untuk segera dilakukan Swab Antigen di daerahnya masing masing.

"Saya minta pemudik yang kemarin masuk Jateng, untuk dilakukan tes Swab dan itu grati, jika positif harus dilakukan Karantina mandiri. Saya juga di menghimbau, agar mudik kali ini ditahan dulu, karena Covid 19 semakin meningkat. Mari kita ikuti anjuran pemerintah untuk tidak mudik lebaran tahun ini," pungkasnya. (Dyah)

Magelang, Sulutnews.com – Seorang wanita yang masih duduk dibangku sekolah, nekat melakukan Aborsi terhadap bayi dalam kandungannya. Hal ini di ungkapkan Kapolres Magelang AKBP Ronald A. Purba, S.I.K., M.Si dalam Konfrensi Pers di Mapolres Magelang, Selasa (11/5/21).

Kegiatan konfrensi Pres ini, Kapolres Magelang AKBP Ronald A. Purba, S.I.K., M.Si, didampingi Wakapolres Magelang, Kompol Aron Sebastian, S.I.K., M.Si, Kasubag Humas Polres Magelang

Dijelaskan Kapolres Magelang AKBP Ronald A. Purba, S.I.K., M.Si, bahwa kejadian tersebut terjadi pada hari Sabtu tanggal 8 Mei 2021 sekitar pukul 12.00 Wib, dengan pelaku berinsial TA, (17), Warga Kaliangkri, Kabupaten Magelang. Pelaku melahirkan Anak di Kamar Mandi Apotik Falencia, di dusun Jambu, Desa Tempurejo, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang. Dengan meminum obat yang sudah dipesannya melalui online.

“Usai meminum obat tersebut, pelaku langsung melakukan penguburan Janin di gang samping apotik. Sebelumnya, pelaku ini telah memesan obat aborsi yang didapat dari internet seharga Rp 2 Juta Rupiah,” Jelas Kapolres Magelang, Iptu Abdul Muthohir, SH., dan kasat Reskrim Polres Magelang, AKP MUHAMMAD ALFAN ARMIN MAP,  S.I.K.

Diketahui, lanjut Kapolres Magelang, bahwa pelaku ini masih pelajar di salah satu SMK di Magelang. Pelaku nekat melakukan Aksinya, dikarenakan pelaku merasa malu dan takut, karena janin tersebut adalah hasil hubungan pelaku dengan pacarnya bernama MK.

“Bayi yang digugurkan tersebut, sudah berusia 8 bulan ini. Sehingga pelaku nekat melakukan aksi ini, dengan menggugurkan kandunganya. Hal ini sudah melanggar tindak pidana kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan kematian dan atau tindak pidana melakukan aborsi terhadap anak yang masih dalam kandungan, dengan alasan dan tata cara yang tidak dibenarkan oleh Undang-Undang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 80 ayatb3 Jo. Pasal 77A ayat 1 UURI No. 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak, pelaku diancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” jelas Ronald.

Ronald juga menambahkan, barang bukti yang di temukan dari tangan pelaku, terdiri dari 1 buah handuk ada bercak darah, 1 buah kaos putih, Pakaian Tersangka yang dipakai, 1 buah pembalut, 1 buah pakaian anak kecil warna kuning,  1 buah kantong kresek warna putih dan 1 buah handphone merk Redmi 5.

“Karena pelaku masih dibawah umur, kita akan melakukan konsultasi dengan pihak terkait untuk kasus ini. Pelaku sampai saat ini masih dilakukan pemeriksaan oleh petugas,” ungkapnya.

Kapolres Magelang juga menghimbau kepada orang tua, bahwa peran orang tua sangat penting, sehingga perlu lebih perhatian dalam mengawasi anaknya serta memantau pergaulan anak anaknya. Sehingga kejadian seperti ini tidak terulang lagi.

“Kepada para orang tua, agar memberi edukasi tentang pergaulan bebas. Agar para remaja, tidak mengambil langkah yang berbahaya dalam menghadapi masalah, karena perbuatan aborsi tidak sesuai ketentuan, selain merupakan perbuatan pidana, juga membahayakan bagi ibu tersebut,” Himbaunya. (/Dyah)

Semarang,Sulutnews.com – Dalam Memasuki H-3 lebaran ini, Kegiatan penyekatan dalam OPS Candi Ketupat 2021 yang dilakukan jajaran Polda Jateng dengan mendirikan14 pos Terpadu di perbatasan masuk Jawa Tengah, tampak arus lalulintas di beberapa tempat sudah lengang, tidak terlihat adanya aktivitas pemudik yang memasuki Jawa Tengah dan sekitarnya, Senin (10/5/21).

Dikatakan Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar, dalam penyekatan dalam OPS Ketupat Candi 2021 yang dilakukan Polda Jateng di H-3 ini, lalulintas kendaraan tampak terlihat lengang. Bahkan tidak ada aktifitas pemudik yang melintas di setiap ruas jalan di Jawa Tengah.

“Jalanan sudah mulai tampak lengang, hal ini dilihat dari kesadaran masyarakat yang tinggi dengan adanya anjuran pemerintah untuk tidak melakukan Mudik pada lebaran ini,” Kata Kabid Humas Polda Jateng ini.

Dijelaskan Iskandar, bahwa sejak tanggal 6 hingga tanggal 10 Mei 2021 (H-3) Kegiataan Penyekatan yang dilakukan Polda Jateng, jumlah kendaraan yang dilakukan putar balik sebanyak 5.928 Kendaraan, yang dilakukan periksa sebanyak 18.127, sedangkan yang melakukan Rapid Atigen secara gratis berjumlah 1.283.

Lanjut Kabid Humas, dari 1.283 penumpang mudik yang melakukan Rapit Antigen Gratis ini, terdapat satu orang Positif, dan negative sebanyak 1.282. Namun Hal tersebut, langsung ditangani oleh Dinas terkait.

 “Satu orang tersebut yang positif, sudah dilakukan karantina. Untuk itu saya menghimbau kepada masyarakat, untuk tidak melakukan mudik, ikuti anjuran pemerintah, dengan kita tidak mudik, kita sudah menyelamatkan nyawa keluarga kita dari virus Covid 19 ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol Rudy Syafiruddin, mengungkapkan, bahwa apa yang disampaikan Kabid Humas Polda Jateng sangat benar. Polda Jateng meminta kepada masyarakat, untuk tidak mudik dan memaksakan kehendak, karena lonjakan Covid 19 ini sangat tinggi di Indonesia. Dengan kesadaran sendiri, akan mencegah penyebaran Covid 19.

 “Tidak Hanya ancaman terparpar Covid. 19, kita juga akan memberikan worning, nekat mudik kita putar balikan walaupun melalui jalan tikus dan dengan berbagai cara, kami mengetahuinya. Jadi saya minta jangan nekat mudik,” pungkasnya. (Dyah)

Semarang, Sulutnews.com – Kegiatan penyekatan dalam Ops Ketupat Candi 2021 yang memasuki H-3, arus lalulintas di beberapa tempat cenderung melandai. Hal ini di ungkapkan Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol Rudy Syafiruddin, saat di temui di Mapolda Jateng, Senin (10/5).

Menurut Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol Rudy Syafiruddin, mengatakan, dalam penyekatan dalam OPS Ketupat Candi 2021 yang dilakukan Polda Jateng di H-3 ini, lalulintas kendaraan tampak terlihat lengang. Bahkan tidak ada aktifitas pemudik yang melintas.

 “Sejak kedatangan Kapolri, lalulintas di jalan sudah mulai tampak lengang, kita bisa melihat, bahwa masyarakat mulai sadar dengan apa yang disampaikan Kapolri, untuk tidak melakukan aktivitas mudik,” jelas Orang Nomor satu di lalulintas Polda Jateng.

Dijelaskan Rudy, Dalam Kegiatan penyekatan ini Polda Jateng mendirikan 14 Pos Terpadu Penyekatan di Polda Jawa Tengah.

“Sejak kita lakukan kegiatan Penyekatan di 14 Pos Terpadu ini, Polda Jateng sudah memutar balik kendaraan yang akan memasuki Jawa Tengah,” kata Rudy.

Rudy juga menjelaskan, bahwa sejak tanggal 6 hingga tanggal 10 Mei 2021 (H-3), jumlah kendaraan yang dilakukan putar balik sebanyak 5.928 Ranmor dari total  18.127 yang diperiksa.

“Sedangkan dari 1.283 pemudik yang melakukan Rapid Antigen gratis, terdapat satu orang positif. Akhirnya dikarantina,"  tutur Ditlantas.

Selain itu juga, tambahnya, petugas juga menjaring travel gelap sebanyak 8 kendaraan dan membagikan masker gratis sebanyak 9.143 buah.

Dirlantas Polda Jateng juga menghimbau kepada masyarakat, untuk tidak mudik dan memaksakan kehendak, karena lonjakan Covid 19 ini sangat tinggi di Indonesia.

 “Saya minta kepada masyarakat untuk tidak mudik, Mari sayangi keluarga, teman dan sahabat juga diri Sendiri, agar terhindari Covid 19 ini. Dengan kita tidak mudik, kita meyelamatkan keluarga kita,” pungkasnya. (Dyah)

Brebes, Sulutnews.com - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melakukan peninjauan Operasi Ketupat 2021 di Pejagan, Brebes, Jawa Tengah, Minggu (9/5/2021). Dalam tinjauan ini, Kapolri ditemani Ketua DPR Puan Maharani, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Perhubungan Budi Karya dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Kapolri menyebut secara keseluruhan pelaksanaan Operasi Ketupat 2021 dengan melakukan penyekatan mudik berjalan dengan baik. Ia mengakui bahwa penyekatan mudik memang membuat masyarakat tidak nyaman.

"Namun hal ini dilakukan untuk menjaga masyarakat agar tidak tertular varian baru virus COVID-19," kata Sigit.

Menurutnya, tugas kepolisian adalah menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat. Untuk itu, ia meminta masyarakat memahami kebijakan larangan mudik agar kasus COVID-19 tak lagi meningkat.

Lebih lanjut, mantan Kabareskrim Polri ini mengatakan, penyekatan kendaraan dilakukan dengam ditambah pemeriksaan protokol kesehatan pengendara.

"Penyekatan dilakukan juga di hotel dan tempat wisata agar tidak menyebar COVID," katanya.

Mantan Kapolda Banten ini juga mengucapkan terima kasih atas pengertian masyarakat dan kerja keras anggota di lapangan yang berperan aktif menekan penyebaran COVID-19.

"Terima kasih atas kerjasamanya dengan partisipasi pengertian masyarakat dan  kerja keras anggota di lapangan," katanya.(/Dyah)

Semarang,Sulutnews.com – Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi bersama dengan Wakapolda Brigjen Abiyoso menghadiri Launching Presisi Commander Center Polrestabes Semarang yang bertempat di Lapangan Apel Polrestabes Semarang, Sabtu pagi (8/5/21).

Hadir dalam acara tersebut, Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, Wakapolda Jateng, Irwasda, Karoops, Karolog, Dirintelkam, Dirbinmas, Dirlantas, Kabidpropam, Kabidhumas, Kabid TIK, Dansatbrimob, Kabidkum, Dirreskrimsus, Dirpolairud dan Forkopima Kota Semarang.

Dalam sambutannya Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan, bahwa hari Polrestabes Semarang melaunching aplikasi program Presisi Commander Center, hal ini untuk mempermudah masyarakat dalam membutuhkan bantuan kepada Polisi.

 “Didalam aplikasi ini, terdapat aplikasi SKCK online dan bahkan di dalamnya ada aplikasi apapun yang dibutuhkan masyarakat kota Semarang. Selain itu juga telah terpasang beberapa CCTV untuk memantau segala tindak criminal dan kejadian,” Jelas Kapolda Jateng.

Terkait CCTV ini, lanjut Kapolda, Polrestabes Semarang sudah berkerjasama dan melakukan komunikasi dengan Walikota Semarang Hendar Prihaadi. Hal ini bertujuan memberikan rasa aman kepada masyarakat kota Semaran.

 “CCTV ini terkonek dengan Polrestabes Semarang, agar kejadian sekecil apapun dapat diwilayah kota Semarang. Bahkan Walikota Semarang sudah memfasilitasi kepada semua RT dan RW pemasangan CCTV,” terang Luthfi.

Dikatakan Luthfi, di kota Semarang telah terpasang 10.000  CCTV, hal ini mempermudah kepolisian khususnya di Polrestabes Semarang dalam mengawasi dan memantau serta mempersempit segala bentuk tindak kejahatan sekecil apapun.

Kapolda Juga menambahkan, Masyarakat jangan takut dan resah dengan kejadian apapun, karena Kepolisian sudah dapat melihat dan memantau kejadian apapun yang ada di lingkungan masyarakat. “Hal ini membuat gerak Polisi dalam mengatasi kejadian sekecil apapun dengan lebih cepat,” ungkap Kapolda.

Usai acara tersebut, Kapolda Jateng  bersama Karo OPS, Karo log, Dirlantas dan Dirkrimsus, menuju Exit Tol Brebes. Untuk melakukan pengecekan di Jalur Tol Semarang - Brebes dan Pos Penyekatan GT Pejagan.(/Dyah)

Semarang, Sulutnews.com - Direktorat Lalu Lintas Polda Jateng layangkan protes ke Dinas Terkait di Jawa Timur, terkait banyaknya bus bus yang lolos masuk kewilayah Jawa Tengah. Surat protes tersebut disampaikan kepada dinas terkait di Jawa Timur, sejak dua hari lalu. Hal ini diungkapkan Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol M. Rudy Syafirudin, kepada wartawan di Mapolda Jateng, Senin (3/5/21).

Dikatakan Kombes Pol M. Rudy Syafirudin, hal ini sangat disayangkannya, seharusnya hal ini tidak terjadi dan di perbatasan Jawa Timur masuk Jawa Tengah, agar di perketat di perbatasan wilayah Jatim. Jangan sampai di wilayah Jateng di perketat, namun di daerah lain meloloskan bus bus tersebut.

Untuk itu, kata Rudy, Pos Pam yang didirikan di wilayah Jawa Tengah berjumlah 31 pospam, Namun saat ini berubah menjadi pos penyekatan. Sehingga kini penyekatan yang awalnya berjumlah 14 telah menjadi 71 penyekatan di dalam kota.

“Hal ini terkait banyaknya bus bus dari Jawa Timur yang masuk ke terminal di Kabupaten Wonogiri wilayah Jawa Tengah, tanpa menggunakan protokol kesehatan, jadi kami mohon kepada rekan rekan dari daerah lain, saya minta terminal di cek keseluruhannya, termasuk surat bebas Covid dan surat surat lainnya,” kata Dirlantas Polda Jateng.

Ia juga menyesalkan, bahwa kejadian kemarin terkait bus bus dari luar yang masuk ke terminal wonogiri, hampir semuanya tidak ada yang melakukan tes Swab Covid 19. Bedasarkan hal itu, Ditlantas Polda Jateng akan mengambil sikap tegas kepada bus bus luar daerah yang masuk ke Jateng.

“Jika hal ini terjadi lagi, kita akan mengambil langkah tegas dengan memutar balik kendaraan kendaraan dari luar Daerah Jawa Tengah. Hal ini Sesuai perintah dari Kapolda Jateng dengan kejadian kemrin di wonogiri,” jelas Rudy.

Menurutnya, Jika dari luar daerah perbatasan meloloskan kendaraan dan bus bus dari pemudik hingga masuk kejateng, maka akan menjadi cluster Covid 19 di Jateng, hal ini dapat membahayakan masyarakat. Oleh sebab itu, Polda Jateng menambah penyekatan di 71 titik dan lebih diperketat untuk masuk ke Jateng.

“Dengan adanya 71 penyekatan ini, Ditlantas Polda Jateng akan memaksa kepada setiap kendaraan pemudik yang masuk di Jawa Tengah, dengan memutar balik kendaraan mereka ke daerah asalnya tanpa terkecuali. Jika tidak mematuhi aturan, kita akan karantina sesuai intruksi Gubenur Jateng,” ungkapnya. (/Dyah)

Semarang,Sulutnews.com - Pangdam IV Diponegoro Mayor Jenderal TNI Rudianto dan Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi bagikan takjil di seputar Simpang 4 Jl. Kagok Kota Semarang, pada Senin (03/05/2021).

Tak hanya di Kota Semarang, pembagian takjil ini juga dilaksanakan serentak di seluruh Jajaran Polda Jateng dan Kodam IV Diponegoro. Adapun jumlah takjil yang dibagikan sore ini  oleh Kapolda Jateng yaitu sebanyak 1000 bungkus dan diikuti oleh Polres dan Kodim se-Jawa tengah, sehingga total ada sekitar 36.000 takjil yang dibagikan di 35 kabupaten dan Kota se-Jawa tengah.

"Hari ini kami bersama Kodam IV Diponegoro dan Polda Jawa Tengah mengupayakan berbagi takjil dan secara serentak seluruh wilayah Kodam IV Diponegoro dan seluruh Jawa Tengah,"terang Pangdam.

"Semoga kegiatan ini bisa sedikit membantu masayarakat umum dan berbagi rejeki bagi mereka yang membutuhkan dalam pandemi covid-19 ini"imbuhnya

Kapolda Jateng mengatakan bahwa kegiatan pembagian takjil ini rencananya akan dilaksanakan 10 hari berturut-turut dengan waktu dan lokasi yang berbeda-beda.

"Kegiatan pembagian takjil ini akan kita laksanakan selama 10 (sepuluh) hari secara terus menerus dengan tenggang waktu dan tempat yang berbeda-beda, dan ini dilaksanakan secara serentak ada Polda, Kodam, Polres, Kodim, Koramil sampai Polsek," terang Luthfi.

Kapolda Jateng menuturkan kegiatan pembagian takjil pada masyarakat ini akan terus dilakukan sampai nanti menjelang Idul Fitri. (/Dyah)

Semarang,Sulutnews.com – Kepolisian Polrestabes Semarang beserta jajarannya melakukan kegiatan operasi diwilayah kota Semarang, kegiatan ini dilakukan pada pukul 22.00 Wib hingga pukul 05.00 Wib, Sabtu (1/5/2021). Dalam kegiatan ini, Polrestabes Semarang menyasar tempat tempat kegiatan maryarakat yang berlangsung di malam hari.

Hadir dalam kegiatan ini, Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Indra Mardiana SH. SIK. MSi., Kasat Narkoba AKBP Donny Lumbantoruan, SH, SIK. MIK., dan Kasat Lantas Polrestabes Semarang AKBP Sigit, SIK, MH.

Menurut Keterangan Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Setiyawan, melalui Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Indra Mardiana SH. SIK. MSi., mengatakan, kegiatan ini diawali dengan banyaknya informasi yang masuk kepada New Tim Elang Polrestabes Semarang, yang memiliki personil 13 orang dan satu perwira ini. Terkait kriminalitas dan kegiatan masyarakat yang dilakukan malam hari.

 “Dengan adanya informasi tersebut, New Tim langsung menindak lanjuti apa yang menjadi keluhan dari warga kota Semarang, diantaranya, terkait kriminalitas dan tempat aktivvitas kegiatan masyarakat malam hari yang membuat resah warga Kota Semarang,” Jelas Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Indra Mardiana SH. SIK. MSi.

Sedangkan mengenai Kegiatan malam ini, Kata Indra, New Tim Elang Polrestabes akan menitik beratkan pada tiga Cepu, yaitu, mengantisipasi terjadinya Curas, Curat dan Curanmor di wilayah Kota Semarang. Selain itu juga, New Tim Elang membantu kegiatan PPKM Mikro yang mana sesuai dengan perwali, bahwa kegiatan masyarakat dibatasai hingga Pukul 00.00 Wib.

“New Tim Elang juga akan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai Protokol Kesehatan. Apalagi besok akan libur panjang, sehingga perlu adanya edukasi kepada masyarakat terkait prokes ini dan juga melakukan antisipasi tindak criminal,” ucapnya.

Hal senada juga dikatakan Kasat Narkoba AKBP Donny Lumbantoruan, SH, SIK. MIK., dalam kegiatan ini satuannya bersama New Tim Elang akan melakukan operasi dibeberapa tempat dengan menyasar peredaran Narkoba di Kota Semarang.

“Kita akan melakukan operasi Narkoba bersama dengan New Tim Elang, hal ini untuk mengantispasi adanya peredaraan Narkoba yang terjadi di kota Semarang. Kita juga akan menghimbau kepada mereka yang untuk tidak menggunakan narkoba dan bahayanya narkoba itu sendiri,  dan kita juga memberikan edukasi mengenai Prokes,” terang AKBP Donny Lumbantoruan, SH, SIK. MIK.

Sementara itu, Kasat Lantas Polrestabes Semarang AKBP Sigit, SIK, MH., yang ikut dalam kegiatan itu mengungkapkan, Satlantas Polrestabes Semarang bersama New Tim Elang akan melakukan pemeriksaan kendaraan yang menurut informasi dari masyarkat, sering terjadi kegiatan balapan liar di bulan rahmadan ini.

“Dari informasi ini, Satlantas Polrestabes Semarang akan melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang sering melakukan balapan liar di beberapa titik, karena hal ini sangat meresahkan bagi para pengguna jalan dan juga membahayakan pengendara itu sendiri,” ungkap Kasat Lantas Polrestabes Semarang.

Usai melakukan apel malam hari ini, New Tim Elang Polrestabes bersama Res Narkoba dan Satlantas Polrestabes Semarang, serta Jajaran Polrestabes Semarang, langsung melakukan kegiatan operasi tersebut, dengan menerapkan Protokol Kesehatan. (/Dyah)